Categories
Uncategorized

Tepatkah Strategi Pengembangan Satu Desa Satu Posyandu Remaja dalam Pencegahan Stunting di Indonesia?

HEADLINEtoday.id Stunting ataupun pendek atau sangat pendek merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan SSGBI 2019 serta SSGI 2021 menunjukkan balita 0-59 bulan mengalami stunting sebanyak 30,8%, tahun 2019 sebanyak 27,7%, tahun 2021 sebanyak 24,4% balita. Jika dibandingkan dengan target WHO, maka angka stunting seharusnya < 20%. Anak-anak yang mengalami masalah gizi memiliki risiko 11,6 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibanding anak-anak yang memiliki status gizi baik. Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 24 provinsi, tercatat 12 (50%) provinsi memiliki angka prevalensi stunting tinggi dan jumlah kasus yang juga tinggi. 

Strategi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menurunkan angka kejadian stunting diantaranya telah dilakukan pencegahan dari hulu, jauh sebelum memasuki fase calon pengantin. Dalam hal ini dimulai dari remaja, karena merekalah yang akan menjadi calon orang tua di masa depan, yang akan melahirkan keturunan yang berkualitas. Pelayanan kesehatan ini menggunakan pendekatan siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, anak balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif dan lansia dan intervensi secara kontinu (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) dengan penekanan pada promotif dan preventif diharapkan dapat memutus mata rantai penyebab stunting.

Salah satu indikator kunci pelayanan kesehatan remaja adalah angka kejadian anemia pada remaja. Remaja putri rentan menderita anemia karena siklus menstruasi setiap bulan dan dampak yang terjadi adalah dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh, produktivitas, pada saat hamil akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan maupun persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu maupun anak termasuk kondisi stunting pada bayi yang dilahirkannya. Diketahui bahwa sekitar 23% anak lahir dengan kondisi sudah stunting akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebanyak 32% remaja usia 15 sampai 24 tahun mengalami anemia, terdapat 11,7% remaja usia 13 sampai 18 tahun yang kondisinya sangat pendek dan pendek sebesar 40.9%,  sebesar 16,8% sangat kurus dan kurus,  29,5% yang gemuk dan obesitas, ditemukan bahwa 23,9% pernikahan remaja usia 15 sampai 19 tahun dan terjadi kehamilan remaja 36/1000.

Pendekatan pencegahan stunting pada masa remaja dirasa sangat penting karena pada masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik fisik-psikologis maupun intelektual, di mana masa ini merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Berdasarkan WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 19 tahun, sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 18 tahun dan menurut BKKBN rentang usia remaja adalah 10 sampai 24 tahun dan belum menikah. Populasi remaja memiliki persentase yang cukup besar yaitu kurang lebih 17-25%  dari total jumlah penduduk di Indonesia dan 5 sampai 10 tahun yang akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa.  Pada tahun 2030 sampai 2040 mendatang Indonesia memasuki periode bonus demografi, periode ini hanya akan benar-benar menjadi keuntungan jika penduduk usia produktifnya berkualitas. Oleh karena itu percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan dan intervensi yang dilakukan adalah dengan memastikan setiap calon pengantin atau calon WUS berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 25 tahun 2014 tentang upaya kesehatan anak, pasal 28 pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja dilakukan melalui usaha kesehatan sekolah dan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR).

Pelayanan kesehatan anak usia sekolah bertujuan untuk mendeteksi dini risiko penyakit pada anak sekolah agar dapat ditindaklanjuti secara dini, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal, sehingga dapat menunjang proses belajar mereka dan pada akhirnya menciptakan usia sekolah yang sehat dan berprestasi, sedangkan PKPR bertujuan untuk meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan masalah kesehatan, serta melibatkan remaja dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan remaja.

Fokus sasaran layanan Puskesmas PKPR adalah berbagai kelompok remaja antara lain 1) remaja di sekolah: SD/Madrasah, pesantren, sekolah luar biasa, 2) remaja di luar sekolah: karang taruna, saka Bhakti Husada, palang merah remaja, panti yatim piatu/rehabilitasi, kelompok belajar mengajar, organisasi remaja, rumah singgah, kelompok keagamaan, 3) remaja putri sebagai calon ibu dan remaja hamil tanpa mempermasalahkan status pernikahan 4) remaja yang rentan terhadap penularan HIV, remaja yang sudah terinfeksi HIV, remaja yang terkena dampak HIV dan AIDS, remaja yang menjadi yatim piatu karena AIDS, 5) remaja berkebutuhan khusus yaitu meliputi kelompok remaja korban kekerasan trafficking, korban eksploitasi seksual, penyandang cacat, anak jalanan, remaja pekerja, remaja di daerah konflik dan di daerah terpencil.

Konsep  PKPR  memberikan layanan one stop service  yang meliputi 1) pemberian informasi dan edukasi, 2) pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan, 3) konseling, 4) pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS),  5) partisipasi remaja melalui pembinaan konselor remaja,  6) pelayanan rujukan medis, sosial dan hukum.  

Upaya kesehatan usia sekolah dan remaja dilaksanakan di dalam gedung melalui Puskesmas PKPR dengan penerapan Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR) dengan layanan 1 pintu one stop service dengan mengintegrasikan layanan lintas program dan lintas sektor terkait. Sedangkan layanan di luar gedung dengan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dan Sekolah/Madrasah Sehat menyumbang program sebesar 80% dan bina kesehatan lapas atau panti serta posyandu remaja menyumbang 20%.  UKS/M merupakan program yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan berbasis satuan pendidikan. UKS/M dilaksanakan melalui 3 (tiga) tugas pokok Trias UKS/M, yaitu: Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sehat yang dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar dalam rangka terwujudnya suatu sekolah/madrasah sehat.

Dengan melihat luasnya cakupan program PKPR, maka seharusnya semua lapisan masyarakat remaja tersentuh dan disinyalir program ini telah berhasil dibuktikan dengan adanya Puskesmas mampu laksana PKPR hingga akhir 2021 dilaporkan sebanyak 6865 unit PKPR (67,26%), meningkat dibandingkan data tahun 2017 yaitu 5173 atau 52,65% dibanding dengan target sebesar 40% puskesmas, namun kenyataannya cakupan remaja putri (12-18 tahun) yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 31,3%, cakupan imunisasi di sekolah rerata masih dibawah 60% baik untuk Campak, Rubela, DT, Td. Cakupan peserta didik yang mendapat pelayanan kesehatan dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang menggambarkan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS tahun 2021 pada  level SD/madrasah sebesar 99,2%, SMP sebesar 96%, SMA sebesar 73,1% dan PT 26%. Cakupan sekolah yang mendapat pelayanan kesehatan peserta didik secara nasional sebesar 57,5% pada level SD/Madrasah, SMP/MTS sebesar 54,4%, SMA/MA sebesar 45,2%. Dengan begitu dapat diketahui seberapa banyak mereka yang berada di sekolah mendapatkan pembinaan kesehatan melalui UKS.

Jika dibandingkan dengan program PKPR diluar gedung lainnya yaitu posyandu remaja, maka diketahui sampai dengan tahun 2021 jumlahnya sebanyak 15185 tersebar di 34 provinsi, padahal target 1 posyandu remaja maksimal 50 remaja. Berdasarkan data BPS tahun 2020 diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270203917 jiwa,  jumlah remaja usia 10-19 tahun sebanyak 44508470 jiwa, sehingga estimasi jumlah posyandu seharusnya adalah 890.169 buah, masih sangat jauh dari kebutuhan. Berdasarkan hasil evaluasi keberadaan posyandu tahun 2021,  secara nasional jumlah kabupaten atau kota yang melaksanakan pembinaan Posyandu aktif sebanyak 245 dari 514 (47,7%),  sedangkan kabupaten atau kota dengan minimal 80% posyandu aktif ditemukan 31 dari 245 (6%) dari 15 provinsi yang melapor. Jika posyandu remaja menyasar kepada remaja yang ada di luar institusi sekolah, maka jumlah sasarannya sangat kecil prosentasenya yaitu berdasarkan sisa prosentase APS adalah 0,8% untuk usia SD/Madrasah, 4% untuk SMP/MTS,untuk SMA/MA  26,9%.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, perlu adanya penekanan pada program yang lebih terbukti efektif. Adapun peluang peningkatan penyelenggaraan program UKS telah didukung adanya beberapa komponen tata kelola dalam UKS di satuan pendidikan antara lain kebijakan melalui surat keputusan bersama 4 menteri antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, menteri agama, dan menteri dalam negeri Republik Indonesia, perencanaan dan anggaran, koordinasi, peningkatan kapasitas monitoring dan evaluasi serta pelaporan. Selain itu saat ini telah dilakukan terobosan integrasi program UKS dalam berbagai kegiatan pembiasaan sekolah khususnya dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler serta belajar mandiri, baik level PAUD, SD/Madrasah, SMP/MTS dan SMA/MTS. 

Mengingat program UKS/M berkontribusi 80% pada program PKPR di luar gedung, maka akan lebih efektif jika program ini yang diperkuat ketimbang pengembangan 1 desa 1 posyandu remaja yang disinyalir banyak yang mangkrak dan tidak berjalan dengan baik. Dengan melihat hasil pelaksanaan UKS/M dan sekolah/madrasah sehat, maka belajar dari keberhasilan program pendamping minum obat (PMO) pada pengobatan TBC dapat diterapkan pada program kesehatan anak sekolah dan remaja dengan melibatkan orang tua sebagai pemantau kondisi kesehatan anak-anaknya secara intensif melalui instrumen “Rapor kesehatanku” buku catatan kesehatan siswa serta dalam rangka peningkatan dukungan/CSR pihak swasta, maka perlu melibatkan institusi pendidikan kesehatan setempat sebagai pembina wilayah dimana sekolah/madrasah tersebut berada, baik dalam perannya sebagai pemateri, pendukung, pemantau dan penyelia program UKS/M. Keuntungan model ini adalah keikutsertaan dan keterlibatan anak usia sekolah dan remaja akan meningkat didukung oleh sumber daya swasta sebagai CSR pemberdayaan masyarakat.

Oleh: Endang Surani, S.Si.T., M.Kes (Dosen Pendidikan Profesi Bidan FK UNISSULA, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret)

Categories
Uncategorized

Unik, Masjid Ukhuwah Laksanakan Dua Kali Sholat Ied dan Potong 33 Hewan Kurban

HEADLINEtoday.id Masjid Ukhuwah Islamiyah yang beralamat di jalan Tirto Agung Banyumanik melaksanakan sholat Iedul Adha pada Kamis (29/6/2023).Tampil sebagai imam dan khatib ustad Muslih SPdI. Bertugas sebagai muadzin Muhammad Rofiqi.

Khotib menyebutkan kurban merupakan ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Ada banyak hikmak yang dapat diambil dari perintah berkurban.

Pertama, pada hakikatnya kita sama di mata Allah yang membedakan hanya tinggat ketaqwaan. Dalam menghadapi cobaan atau perintah yang berat harus tetap sabar, ikhlas dan hanya taat pada perintah Allah. Hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah.

Kedua, belajar dari kisah Nabi Ibrahim bagaimana kita menjadi orang tua yang bisa mendidik anak menjadi anak yang sholeh untuk selalu menjalankan perintah Allah dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ketiga, pentingnya bertaqwa kepada Allah dalam menjalani kehidupan. Menghilangkan rasa congkak untuk tetap bertaqwa kepada Allah SWT. Berbuat baik dan berkorban untuk keluarga, bangsa dan agama.

“Mari kita menundukkan hati kita dihadapan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Kita hanya mahluk yang lemah di hadapan Nya”, ungkapnya.

“Betapa hebatnya kekuasaan Allah. Mari kita senantiasa memuji dan mengagungkannya”, pungkasnya.

Selain menggelar sholat Iedul Adha pada Kamis ini, masjid tersebut juga telah menggelar sholat Iedul Adha pada Rabu (28/6/2023).

Adapun hewan kurban yang dipotong pada hari raya Ied kali ini berjumlah 33. Terdiri dari 8 sapi dan 25 kambing.
Hewan kurban berasal dari masyarakat sekitar. Daging kurban juga dibagikan untuk masyarakat sekitar.

Khodimul masjid, Drs Ahmad Azhar Combo mengucapkan rasa terimakasih atas partisipasi seluruh pihak yang telah mensukseskan rangkaian ibadah Iedul Adha. Termasuk juga para shohibul kurban yang mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia masjid Ukhuwah Islamiyah.

Categories
Uncategorized

Jaga Persaudaraan Masjid Ukhuwah Islamiyah Laksanakan Sholat Iedul Adha pada Rabu dan Kamis

HEADLINEtoday.id Masjid Ukhuwah Islamiyah El Azhar yang beralamat di jalan Tirto Agung Banyumanik mengadakan sholat Iedul Adha pada Rabu (28/6/2023). Tampil sebagai imam dan khatib Drs Sukamdo MSi.

Selain menggelar sholat Iedul Adha pada Rabu, masjid tersebut juga akan menggelar sholat Iedul Adha Kamis (29/6/2023).

Khodimul Masjid Ukhuwah Islamiyah Drs Azhar Combo menyebut hal itu sebagai salah satu cara membina toleransi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim. “Semua kita fasilitasi dan tidak kita beda bedakan. Bagi yang melaksanakan sholat Ied pada Rabu ini kita fasilitasi begitu juga yang melaksanakan sholat Ied kamis juga akan kita fasilitasi”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ribuan jamaah hadir pada sholat Iedul Adha yang àvs

Adapun hewan kurban yang akan dipotong pada hari raya Ied kali ini berjumlah 31. Terdiri dari 7 sapi dan 24 kambing.

Sementara itu khotib Drs Sukamdo MSi dalam khutbahnya menyebut perintah Allah tentang kurban kepada Nabi Ibrahim adalah untuk menguji ketaatan dan kesabaran nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Adapun banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perkntah berkurban.
Pertama, dalam menghadapi cobaan atau perintah yang berat harus tetap sabar dan hanya taat pada Allah.

Kedua, pentingnya bertaqwa kepada Allah dalam menjalankan kehidupan.

Ketiga, cinta pada Allah dan Rosulullah merupakan bentuk cinta paling tinggi bagi seorang muslim. Melebihi cinta kita pada keluarga bahkan pada anak sekalipun.

Keempat, para Ibu harus belajar pada Siti Hajar yang selalu taat pada suami yang konsisten menjalankan perintah Allah.

Kelima, pentingnya belajar akan keluhuran ahlaq dari Ismail. Ia adalah tokoh remaja yang berbakti pada Allah dan kedua orang tuanya.

Keenam, belajar dari Nabi Ibrahim yang selalu mengutamakan dialoq dan musyawarah dalam memutuskan hal hal penting.

Berdasar hasil survei di Amerika remaja umur 16 sampai 19 tidak menganut agama presentasenya sampai 75 %. Sementara di Indonesia 51.000 remaja minta izin dispensasi kawin.

Maka para remaja dan pemuda perlu belajar dari Ismail yang sejak muda senantiasa taat dan patuh pada Allah dan juga taat pada kedua orang tuanya.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa FH Unissula Raih Best Speaker Debat Nasional

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unissula Sri Utami berhasil menjadi best speaker dalam kompetisi debat hukum mahasiswa nasional di Ubaya (23-24/6/2023). Best speaker dinilai berdasarkan performa individu yang mendapat nilai tertinggi dari awal sampai selesai kompetisi. Atas prestasi itu ia mendapat trofi, hadiah Rp1.500.000 dan sertifikat.

Kompetisi Debat Hukum Mahasiswa Tingkat Nasional (KDHMN), merupakan bagian dari rangkaian acara Ubaya Law Fair 2023 yang diikuti oleh Fakultas Hukum dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.        

Ubaya Law Fair adalah serangkaian acara di bidang hukum meliputi perlombaan debat hukum di tingkat Perguruan Tinggi, debat hukum tingkat Siswa Nasional. Acara lainnya yakni legal opinion, competition tingkat mahasiswa, konferensi mahasiswa nasional.

KDHMN merupakan acara tahunan yang sangat bergengsi karena semua fakultas hukum terbaik di Indonesia hadir dan bertanding di kompetisi tersebut seperti Fakultas Hukum (FH) Unhas, FH UI, FH UGM, FH UB juga FH Unissula dan lainnya.

Dalam KDHMN tersebut FH Unissula mengirimkan dua tim.  Tim pertama terdiri dari Farhan, Dito, dan Lisa. Tim kedua terdiri dari Sri Utami, SJ Kiswa Shobirin, dan Heni Indriasari. Adapun prestasi terbaik dicatatkan oleh tim tersebut yakni berhasil tampil di babak final dan menduduki peringkat empat besar.

Menurut Sri Utami ada banyak manfaat mengikuti kompetisi nasional tersebut. Manfaatnya antara lain bisa mengharumkan nama Unissula dan Fakultas Hukum Unissula. Menambah jejaring persahabatan nasional. Juga menambah wawasan dan jam terbang dalam kompetisi debat nasional.

Untuk juara KDHMN kategori tim juara I FH Unhas, peringkat (II) FH Universitas Mataram, juara (III) FH Universitas Brawijaya, dan peringkat (IV) FH Unissula.

Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Bambang Tribawono SH MH mengapresiasi prestasi tersebut “Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada mahasiswa yang telah berjuang sehingga meraih best speaker diacara debat hukum mahasiswa Nasional. Harapannya rekan rekan mahasiswa selalu semangat meraih prestasi dalam setiap even nasional sekaligus menjadikan even tersebut sebagai sarana mengembangkan diri. Pimpinan Fakultas Hukum akan selalu mensupot kegiatan mahasiswa menghadapi even even nasional maupun internasional”, ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Tim Robotik Unissula Catatkan Prestasi Nasional

HEADLINEtoday.id Tim robotik Fakultas Teknologi Industri (FTI)  Unissula, berhasil melaju ke babak delapan besar kategori Kontes Robot ABU Indonesia KRAI dalam ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) tingkat nasional. Tim Robotik FTI Unissula menjadi satu satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil mencapai delapan besar nasional.

Kontes Robot Indonesia berlangsung di Universitas Semarang. Acara bekerjasama dengan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Pusprenas Kemendikbud Ristek) dilaksanakan tanggal 21-25 Juni 2023.

Unissula meloloskan tiga tim yaitu tim robotik divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan divisi Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Tim Unissula berkompetisi dengan tim lainya yang terdiri dari 136 tim dengan total peserta sebanyak 620 dan melibatkan 136 pembina dari PTN dan PTS seluruh Indonesia.

Dekan FTI Unissula Dr Novi Marlyana menyatakan “Apresiasi atas raihan prestasi anak didik kami di tingkat nasional. Tim Robotik merupakan salah satu prestasi unggulan FTI Unissula.  Semoga ke depan bisa semakin berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Yang paling utama adalah keberlanjutan, yaitu dapat ditularkan pada adik kelasnya sebagai regenerasi”, ungkapnya.

Tim Robotik FTI Unissula yang lolos tingkat nasional tahun ini yaitu Robusa (KRAI), Saroseta (KRSTI) dan Botisa (KRTMI) dan tim robot FTI lainnya.

Sementara itu, ketua pembimbing robotik FTI Unissula Dr Bustanul Arifin  mengatakan, prestasi mahasiswa yang berhasil lolos dalam babak 8 besar nasional menjadi peningkatan prestasi dari tahun sebelumnya yang lolos dalam 16 besar tingkat nasional dalam ajang lomba KRI 2022 tahun lalu di ITS Surabaya. “Semoga di tahun depan bisa lebih meningkat prestasinya”, ungkap Bustanul.

Tim robotik Unissula diperkuat oleh para mahasiswa dari Prodi Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Teknik Industri. Dosen pembimbing yang terlibat adalah Dr Bustanul Arifin, Dr Eka Nuryanto Budi Susila, Dr M Khosyi’in, dan Andi Riansyah MKom.

Categories
Uncategorized

Unissula Terima Camry dari Bank Jateng Syariah

HEADLINEtoday.id Bank Jateng Syariah menyerahkan bantuan mobil operasional untuk Rektor Unissula. Penyerahan mobil Camry dilakukan secara simbolis oleh senior eksekutif Bank Jateng  Suldiarta SE MM kepada ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo dan kemudian diserahkan kepada Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Prof Gunarto dalam sambutannya mengapresiasi bantuan tersebut. “Alhamdulillah bantuan mobil operasional ini akan sangat bermanfaat bagi Unissula. Hari ini kita bersyukur salah satu mitra terbaik kita memberikan bantuan mobil. Semoga dengan tambahan fasilitas ini Unissula akan semakin berkembang dalam berkhidmad di bidang pendidikan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”, ungkapnya.

Lebih lanjut prof Gunarto menjelaskan bahwa kolaborasi Unissula dan Bank Jateng Syariah sudah terjalin lama. “Kerjasama antara Unissula dengan Bank Jateng maupun Bank Jateng Syariah sudah terjalin sangat lama. Harapannya ke depan kolaborasi antara kedua belah pihak akan semakin erat. Sama sama saling tumbuh untuk membangun Jawa Tengah dan membangun Indonesia”, pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus YBWSA Hasan Toha Putra MBA menyebut kerjasama antara YBWSA dan Bank Jateng sudah berlangsung lama bahkan saat Bank Jateng masih bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD Jateng). “BPD ketika itu merupakan satu satunya bank yang mau mendekati atau berani memberikan kredit kepada YBWSA di saat bank lain masih belum melirik. Ibaratnya dulu di tahun 90 an YBWSA adalah gadis yang masih ingusan namun sudah dilamar oleh BPD Jateng. Kalau sekarang gadis ingusan tersebut telah tumbuh menjadi gadis cantik yang bisa bersolek sehingga banyak yang siap menggandeng untuk bekerjasama”, lanjutnya.

Ia melanjutkan “Sungguh besar jasa BPD Jateng hingga kini jadi Bank Jateng juga Bank Jateng Syariah. Setiap kali bertemu dengan pimpinan Bank Jateng yang baru saya selalu menceritakan jasa jasa besar pimpinan BPD Jateng yang dulu seperti almarhum Pak Panut dan juga pimpinan BPD lainnya”, pungkas Hasan Toha.

Drs Azhar Combo menyatakan bahwa semoga bantuan mobil itu bisa digunakan dengan baik. “Semoga bantuan tersebut bisa digunakan dengan baik sesuai peruntukkannya untuk mendukung operasional rektor yang prestasinya sangat baik dalam memimpin Unissula”, pungkasnya.

Categories
Uncategorized

KEMULIAAN HARI ARAFAH

HEADLINEtoday.id Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji yang jatuh sehari sebelum Hari Raya Idul Adha ketika jutaan jemaah haji menjalankan wukuf di padang Arafah. Hari Arafah juga momen di mana umat Muslim di seluruh dunia menjalankan puasa sunnah yang menurut sebuah riwayat pahala puasa Arafah mampu menghapuskan dosa-dosa selama setahun.

 Allah SWT berfirman:

  وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ

Artinya: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan dating kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan dating dari segenap penjuru yang jauh”. (QS. Al-Hajj: 27)

Ketika Allah SWT memerintkah Nabi Ibrahim as. untuk menyeru kepada manusia untuk mengerjakan haji, maka beliau bergegas berseru: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membangun rumah (Ka’bah) maka berhajilah ke sana”. Semua manusia telah menjawab seruan itu bahkan calon embrio yang masih berada dalam sperma lelaki dan sel telur perempuan.

Pada hari-hari semacam ini (permulaan Dzulhijjah) jamaah haji saling bertemu di rumah Allah dengan mengumandangkan Talbiyah untuk memenuhi seruan Nabi Ibrahim a.s. seraya mengharapkan ridho dari Allah SWT. dan membentangkan diri untuk mendapatkan curahan rahmat yang Allah turunkan di hari-hari seperti ini yang pada puncaknya adalah pada hari Arafah.

Hari Arafah merupakan hari pembebasan dari Neraka bagi mereka yang menjaga pendengarannya dari hal yang buruk, bagi mereka yang turut berpuasa di hari tersebut dengan mengharapkan keridhoan dari Tuhannya. Hal ini tak lain karena Allah SWT. telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda :

 من صام يوم عرفة غفر له سنة أمامه وسنة خلفه، ومن صام عاشوراء غفر له سنة. رواه الطبراني في الأوسط

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa di hari Arafah, maka dia diampuni (dari dosanya) setahun setelah dan sebelumnya. (Sedangkan) barang siapa yang berpuasa pada hari Asyura’, maka ia diampuni (dari dosa) setahun”. (HR. Thabrani dalam Al-Ausath)

Hari Arafah adalah puncak dari harapan para jama’ah haji, sebab pada hari itulah mereka bias memperoleh segala pengharapan. Begituhalnya Tuhan menatap mereka dengan pandangan keridhoan. Rasulullah SAW bersabda:

  إِنَّ اللَّهَ – تعالى – تطوَّل – أي تفضل – عَلَى أَهْلِ عَرَفَاتٍ يُبَاهِي بهم الْمَلاَئِكَةَ يَقُولُ : يَا مَلاَئِكَتِي ، انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي شُعْثًا ، غُبْرًا أَقْبَلُوا يَضْرِبُونَ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ، فأشهدكم أَنِّي قَدْ أَجَبْتُ دَعَاءهُمْ ، وَشَفَعْتُ رَغْبَتَهُمْ ، وَوَهَبْتُ مُسِيئَهُمْ لِمُحْسِنِهِمْ ، وَأَعْطَيْتُ مُحْسِنيهُمْ جَمِيعَ مَا سَأَلُونِي غَيْرَ التَّبِعَاتِ الَّتِي بَيْنَهُمْ . رواه أبو يعلى

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para Malaikat dan berfirman : “Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan do’a mereka, memberikan harapan mereka, memberikan orang yang berlaku buruk kepada yang berlaku baik pada mereka dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik pada mereka segala apa yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka”. (HR. Abu Ya’la)

Lebih dari itu, Hari Arafah adalah hari paling agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa Kaum Mukminin di segala penjuru dunia mana kala mereka membentangkan diri untuk mendapatkan anugerah Allah yang dicurahkan pada hari tersebut dengan do’a yang sungguh-sungguh. Rasulullah SAW bersabda :

  إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه ذرة من إيمان إلا غفر له. فقيل : يا رسول الله  المعروف خاصة؟ أي – لمن وقف في عرفة خاصة – أم للناس عامة؟ قال : بل للناس عامة. رواه أبو داود

Artinya: “Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia”. (HR. Abu Daud)

Pada hari ini (Arafah) adalah hari pembebasan dari Api Neraka dan Allah SWT sangat bermurah hati dan penuh dengan kasih sayang. Diriwayatkan dari Jabir r.a, beliau berkata :

 ما من يوم أفضل عند الله من يوم عرفة ينزل الله تعالى إلى سماء الدنيا فيباهي بأهل الأرض أهل السماء فيقول انظروا إلى عبادي جاؤوني شعثا غبرا ضاجين جاؤوا من كل فج عميق يرجون رحمتي ولم يروا عقابي فلم ير يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة. رواه البيهقي

“Tidak ada hari yang lebih utama di hadapan Allah melebihi Hari Arafah. (Urusan) Allah turun ke langit dunia, Allah pun membanggakan penduduk bumi kepada penduduk langit seraya berfirman: “Lihatlah kepada hamba-hambaku yang datang kepadaku dengan tubuh lusuh penuh debu menggaduh. Mereka datang dari segala penjuru yang jauh dengan mengharapkan rahmatKu sedangkan mereka tidaklah melihat siksaanku”. Maka tidaklah ada hari di mana pembebasan dari Neraka itu melebihi di Hari Arafah”. (HR. Baihaqi)

Paling utamanya doa pada Hari Arafah baik bagi jamaah haji ataupun yang lainnya adalah :

 لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Rasulullah SAW bersabda:

  خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رواه الإمام مالك

Artinya: “Sebaik-baik do’a adalah do’a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)”. (HR. Imam Malik)

Adapun doa yang sering dipanjatkan Nabi SAW pada Hari Arafah adalah :

  اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِيْ نَقُوْلُ, وَخَيْراً مِمَّا نَقُوْلُ, اَللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ, وَإِلَيْكَ مَآبِيْ وَلَكَ رَبِّيْ تُرَاثِيْ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ, اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيْحُ

Artinya: “Ya Allah segala puji hanyalah milikMu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik dari pada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untuk-Mu Shalat, hidup dan matiku. Hanyalah kepada-Mu tempat kembaliku. Hanyalah milik-Mu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung padaMu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari keburukan yang tertiup bersama angin”.

Oleh: Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. (Dosen Fakultas Agama Islam, Ketua Qur’an Learning Center Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) Unissula Dalam Kajian Bakda Dhuhur Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula.

Categories
Uncategorized

Dosen Keperawatan Unissula Raih Gelar Doktor Cepat dan Cumlaude

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula Ns Dwi Heppy Rochmawati MKep SpKep berhasil meraih gelar doktor di Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Undip (15/6/2023). Ia lulus dalam waktu relatif singkat 2 tahun lebih 10 bulan. Predikatnya cumlaude. Ia berhasil meraih indeks prestasi kumulatif 3,89.

“Saya menjalani sidang tertutup dan tidak harus menjalani sidang terbuka karena saya punya dua artikel publikasi. Hal itu sesuai dengan SK Rektor yang berlaku”, ungkapnya. Adapun judul publikasinya adalah Caregiver Stress Level on The Ability to Care for Individu with Schizophrenia (IWS). Jurnal yang satunya Exploratio of Caregiver Stress in Treating Individu with Schizophrenia (IWS), A Qualitative Study.

Sementara itu dalam sidang tertutup ia mempresentasikan disertasinya berjudul efektivitas model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas terhadap stres caregiver orang dengan skizofrenia (ODS).

Adapun penguji dalam ujian tertutup yaitu Prof Dr dr Dwi Pudjonarko MKes SpS K, Prof Dr dr Tri Indah Winarni MSi Med PA, Dr Ns M Fatkhul Mubin MKep SpKep J, dan Prof Dr Budi Anna Keliat MApp Sc. Penguji lainnya Prof Dr dr Tri Nur Kristina MKes, Annastasia Ediati SPsi MSc PhD Psikolog. Annastasia Ediati SPsi MSc PhD.Psikolog, Prof Dr dr Hardhono Susanto PAK K.

Adapun penguji kualitatif Herni Susanti SKp MN PhD. Penguji Expert Pengembangan Model Dr Ns Heni Dwi Windarwati MKep SpKep.J, dan Dr Ns Ni Made Dian Sulistiowati MKep Sp Kep J.

Penelitian ini tentang pengembangan model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas untuk mengelola tingkat stres caregiver dalam merawat orang dengan skizofrenia (ODS). ODS yang dipilih yaitu dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dan halusinasi. Intervensi kelompok swabantu merupakan sebuah terapi spesialis keperawatan jiwa sesuai dengan bidang keahlian peneliti sebagai spesialis keperawatan jiwa (SpKep J).

Adapun novelti penelitiannya yakni intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilakukan dan diberikan kepada caregiver ODS bukan kepada ODS. Intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilaksanakan dengan mengikutsertakan tenaga kesehatan pemegang program jiwa puskesmas dan kader kesehatan jiwa di masyarakat serta caregiver ODS.

Novelti lainnya yakni intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilaksanakan secara offline. Intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilakukan menggunakan fasilitator atau pendamping serta pemimpin kelompok vang berasal dari caregiver.

Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap I yaitu eksplorasi stres caregiver dan upaya pelayanan kesehatan dalam mengelola stress. Selain itu juga dilakukan  pengembangan model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas; menggunakan metode penelitian kualitatif.

Penelitian tahap II, uji coba efektivitas model. Yakni menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pemeriksaan tingkat stres caregiver diukur secara subjektif menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS), dan secara objektif menggunakan pengukuran kadar kortisol dengan sampel darah caregiver yang diambil secara profesional oleh tenaga analis, diperiksa dan dianalisis di laboratotium RSND menggunakan ELISA.

Pengukuran lain yang mendukung yaitu kemampuan kognitif dan psikomotor caregiver merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi serta kemampuan kognitif dan psikomotor caregiver mengelola stres.

Kesimpulan dari disertasinya yakni model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor caregivemerawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi serta mengelola stres caregiver; menurunkan tingkat stres dan kadar kortisol caregiver ODS.

Produk yang dihasilkan dalam penelitiannya antara lain pertama model intervensi kelompok swabantu reduksi stres caregiver ODS berbasis komunitas. Produk lainnya yakni modul intervensi diberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, kader kesehatan jiwa dan caregiver. Modulnya yakni tindakan keperawatan ners merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi. Manajemen stres caregiver dalam merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi. Self-Help Group (Kelompok Swabantu) stres caregiver ODS.            

Categories
Uncategorized

Sikapi Keputusan MK Dosen FH Unissula Usulkan Pembentukan Kamar Pajak di MA

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Edi Slamet Irianto mengusulkan dibentuknya Kamar Pajak di Mahkamah Agung. Tujuannya untuk menyikapi putusan MK yang mengabulkan Pengadilan Pajak berada di bawah MA. Kewenangan pengadilan pajak sebelumnya berada dibawah di Kementerian Keuangan.

“Berdasarkan Pasal 24 ayat 3 UUD1945, Pengadilan Pajak adalah pengadilan khusus, maka Pengadilan Pajak dapat berdiri secara otonom tidak termasuk dalam lingkungan PTUN. Agar dapat masuk secara utuh di bawah Mahkamah Agung, maka diperlukan adanya Kamar Pajak di MA. Sebab keduanya memiliki beberapa perbedaan, meliputi subjek hukum, objek hukum, sampai dengan lembaga yang menyelesaikan sengketa pajak,” ungkap Edi dalam seminar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM (24/6).

Lebih jauh ia menyebut hukum pajak dapat terbagi dalam hukum pajak formal dan material. Hukum material memuat norma-norma yang menerangkan keadaan, perbuatan, dan peristiwa hukum yang harus dikenakan pajak. Sementara itu hukum pajak material mengatur objek pajak, subjek pajak, sampai dengan dasar pengenaan pajak dan tarif pajak.

Adapun hukum pajak formal mengatur perihal prosedur pelaksanaan tentang pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban perpajakan atau hukum acara perpajakan itu sendiri. Hukum pajak formal menjadi bentuk aktualisasi atau pengejawantahan dari hukum pajak material.

“Hukum pajak di Indonesia kecenderungan menjadi ilmu yang mandiri. Negara atas dasar hukum pajak banyak melakukan pungutan, seperti pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat, pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, PNBP (penerimaan negara bukan pajak), dan pungutan lain yang bersifat memaksa,” lanjutnya.

Menurutnya, antara hukum pajak dengan hukum administrasi negara (HAN) perlu mendapat pemikiran serius dan pengkajian secara mendalam untuk menjadikan hukum pajak sebagai cabang hukum tersendiri dan tidak lagi berada dalam kamar HAN. Sebab, secara garis besar HAN menjadi cabang dari hukum publik.

“Ini membuat hukum pajak menjadi hukum publik yang menjadi bagian dari HAN. Di sisi lain, hukum pajak tidak mempunyai kewajiban untuk tunduk pada UU PTUN, mengingat penyelesaian sengketa pajak berada pada pengadilan pajak,” jelas Edi.

Dengan demikian, ia berpandangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan Putusan MK Nomor 26/PUU-XXI/2023 yang memandatkan Pengadilan Pajak secara penuh berada di bawah MA, yakni dasar pemisahan hukum pajak dari HAN karena adanya berbagai perbedaan subjek hukum, objek hukum, hingga sengketa pajak yang bersangkutan.

“Perihal subjek hukum HAN berlaku perseorangan berupa pejabat administrasi negara atau pejabat tata usaha negara. Berbeda dengan hukum pajak, meliputi pembayar pajak berupa perseorangan, badan hukum, pemotong/pemungut pajak. Di dalamnya, termasuk pejabat adminitrasi negara. Selanjutnya mengenai objek hukum, bila dalam HAN adalah keputusan administrasi negara, dalam hukum pajak didasarkan pada transaksi ekonomi, perbuatan atau peristiwa yang menurut undang-undang pajak merupakan objek yang harus dan/atau dikenakan pajak dan/atau terhutang pajak,” jelasnya.

Categories
Uncategorized

HIKMAH IBADAH HAJI

HEADLINEtoday.id Takwa adalah sebaik-baik bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Oleh karena itu, khatib mengawali khutbah yang singkat ini dengan wasiat takwa. Marilah kita semua selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segenap larangan.

Allah subhanahu wata’ala telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan menjadikan Ka’bah sebagai tujuan dan dambaan hati jutaan umat Islam. Kaum muslimin, tua-muda, fakir-kaya, pejabat-rakyat jelata, Arab-China dan apa pun suku dan negaranya berbondong-bondong dari berbagai penjuru dunia pergi menuju ke Baitullah tiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji. Perbedaan bangsa, ras, suku, bahasa dan warna kulit tidak menghalangi mereka untuk bersatu melaksanakan ibadah yang sama, di tempat yang sama dan dengan tujuan yang sama, yaitu sama-sama memenuhi panggilan Allah dengan niat mendapatkan ridha-Nya semata. Allah ta’ala berfirman:

   يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (الحجرات: ١٣)  

Maknanya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia menurut Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala yang tampak dan tersembunyi dari perbuatanmu”  (QS al-Hujurat: 13).  

Jika direnungkan dengan seksama dan mendalam, berbagai rangkaian manasik haji memiliki makna dan pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Haji adalah momen pertemuan tahunan yang begitu besar, yang jutaan kaum muslimin berkumpul di sana. Mereka bersatu dalam kalimat (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ), berdoa kepada Tuhan dan pencipta mereka serta saling mengenal dan mengeratkan hubungan antar mereka. Di sana, di tanah suci, mereka saling memahami dan tolong menolong dalam kebaikan agar mereka semakin kuat melawan godaan Iblis dan bala tentaranya.  

Di sanalah tampak dengan jelas makna dan nilai persaudaraan dan kesetaraan di antara kaum muslimin. Para jamaah haji seluruhnya melepas pakaian masing-masing dan menggantinya dengan pakaian ihram yang lebih mirip dengan kain kafan mayat. Mereka menyerukan kalimat talbiyah:

    لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ  

dalam keadaan menanggalkan semua pakaian dan perhiasan dunia yang fana’. Hanya pakaian Ihram yang mereka kenakan. Tua-muda, miskin-kaya, Arab-non Arab, semuanya sama menurut Allah. Mereka tidak saling mengungguli kecuali dengan takwa sebagaimana ditegaskan oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

   لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ إِلَّا بِالتَّقْوَى رواه أبو نعيم فِى الحلية  

Maknanya: “Tidak ada kemuliaan bagi orang Arab melebihi non Arab kecuali dengan takwa” (HR Abu Nu’aym dalam Hilyah al-Auliya’)  

Haji adalah latihan sekaligus praktik dari kesabaran, menanggung berbagai kesulitan dan menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan untuk memperoleh derajat yang tinggi dan meraih surga yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Haji adalah pintu yang luas untuk melakukan kebaikan dan ketaatan serta meraih derajat takwa yang merupakan sebaik-baik bekal menuju kehidupan akhirat.  

Ketika jutaan jamaah haji menyerukan kalimat talbiyah dengan mengucapkan (لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ), maka momen dan seruan ini mengingatkan kita akan dahsyatnya peristiwa hari kiamat pada saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Ketika malaikat Israfil ‘alaihis salam meniup sangkakala maka terbelahlah kuburan-kuburan dan orang-orang keluar darinya secara berbondong-bondong. Kemudian dikumpulkan di Mahsyar dalam tiga keadaan. Sebagian dalam keadaan makan, minum, berpakaian dan menaiki kendaraan. Mereka adalah kaum muslimin yang bertakwa yang menjalankan semua kewajiban dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan. Sebagian dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat. Mereka adalah para pelaku dosa besar di antara kaum muslimin. Dan sebagian lagi dikumpulkan dalam keadaan terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah lalu diseret oleh para malaikat sebagai penghinaan terhadap mereka. Mereka adalah orang-orang kafir.  

Sedangkan sa’i antara Shafa dan Marwah mengingatkan kita akan kedatangan Sayyidina Ibrahim ‘alaihis salam ke Makkah al-Mukarramah, tempat turunnya wahyu, yang Allah jadikan aman dan tenteram. Sa’i antara Shafa dan Marwah merupakan perjalanan menapak tilas kembali apa yang dilakukan Sayyidah Hajar. Di Makkah, tempat yang tidak ada air dan tanamannya, Hajar bersama Isma’il yang masih bayi ditinggal oleh Nabiyyullah Ibrahim ’alaihis salam. Hajar pun bertawakkal secara penuh kepada Allah sembari beriktiar dengan berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah mencari air saat Ismail menangis dan butuh air. Hingga pada akhirnya Allah hilangkan kesulitannya dan Allah berikan jalan keluar dari masalahnya. Allah keluarkan untuknya air Zamzam yang nikmat dan penuh berkah. Allah ta’ala berfirman:

   وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ (سورة الطلاق: ٢-٣  

Maknanya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”  (QS ath-Thalaq: 2-3).  

Sedangkan Wuquf di Padang ‘Arafah, maka di dalamnya terdapat hikmah yang besar dan kenangan yang agung. Di sana kita melihat lautan manusia. Kita mendengar lantunan suara mereka yang keras, berdoa kepada Allah yang Mahakuasa, dalam keadaan merendahkan diri, tunduk, berharap rahmat-Nya dan takut terhadap siksa-Nya. Mereka berdoa kepada Allah, Sang Pencipta dan Pemilik mereka, dengan bahasa yang bermacam-macam dan logat yang beragam. Ini semua mengingatkan jamaah haji akan hari kiamat dan tahapan-tahapannya yang menakutkan dan luar biasa, saat semua hamba berdiri merendahkan diri dan sangat berhajat kepada pencipta mereka, pemilik semua kekuasaan, yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

Adapun melempar jamrah, maka ibadah ini juga mengandung hikmah yang agung bagi kita. Ketika melempar jamrah, jamaah haji akan mengingat dan mengenang bagaimana Iblis menampakkan diri kepada Nabi Ibrahim ’alaihis salam untuk menggodanya setiap kali berada di masing-masing jamrah. Sayyidina Ibrahim ‘alaihis salam pun menghinakan Iblis dengan melemparnya dengan batu kerikil sebagaimana diperintahkan oleh Allah ta’ala. Maka kita, segenap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diperintah untuk melempar jamrah dalam rangka menghidupkan sunnah Ibrahim ‘alaihis salam. Ini semua adalah simbol perlawanan kepada Iblis dan penghinaan terhadapnya. Seakan orang yang melempar berkata dalam dirinya kepada setan: “Seandainya engkau menampakkan diri kepada kami sebagaimana engkau menampakkan diri kepada Ibrahim, niscaya kami akan melemparmu sebagai penghinaan terhadapmu.” Namun demikian, tempat-tempat ini bukanlah tempat tinggal setan seperti dugaan sebagian orang.

Sedangkan thawaf adalah bentuk konsistensi dalam ketaatan kepada Allah. Seakan orang yang berthawaf mengatakan: “Wahai Tuhanku, ke manapun kami berkeliling dan di manapun kami berada, kami tetap istiqamah taat kepada-Mu.” Thawaf juga merupakan pengagungan terhadap rumah atau bangunan Ka’bah yang dimuliakan oleh Allah. Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mengagungkannya. Baitullah adalah simbol yang menyatukan hati kaum muslimin dalam beribadah kepada Allah. Oleh karenanya, kaum muslimin berthawaf mengelilingi Ka’bah bukan untuk beribadah kepada Ka’bah, melainkan karena melaksanakan perintah Allah.

Allah memerintahkan agar kita berthawaf mengelilinginya, mengagungkannya dan Allah menjadikannya simbol untuk menyatukan hati kaum muslimin di sekelilingnya dalam beribadah kepada Allah yang Mahahidup dan mengatur segenap hamba-Nya. Sebagaimana kita bahwa Allah tidaklah bertempat tinggal di Ka’bah. Kita wajib meyakini bahwa Allah ta’ala ada, tanpa bersifat dengan sifat-sifat makhluk, tidak membutuhkan tempat dan tidak menyerupai sesuatu pun di antara makhluk-Nya.

Allah tidak tinggal di Ka’bah, tidak bertempat di langit dan tidak menempati seluruh tempat. Akidah seorang muslim tidak lain adalah bahwa Allah yang menciptakan semua makhluk tidaklah menyerupai semua makhluk, tidak menyerupai langit dan bumi, tidak menyerupai manusia dan tidak menyerupai sesuatu pun. Allah bukanlah benda (jism), Allah bukan cahaya. Allah tidak memiliki gambar, rupa dan bentuk serta  sifat makhluk, apa pun itu. Apapun yang terlintas di benak kita, maka Allah tidak menyerupainya. Inilah akidah yang diyakini dan diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat dan umat Islam dari masa ke masa di berbagai belahan dunia.

Oleh: Dr H Ghofar Sidiq MAg (Dosen Fakultas Agama Islam Unissula) Dalam Khutbah Jumat Masjid Abu Bakar Assegaf