Categories
Uncategorized

Kembangkan Model Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Jalan Tol Berbasis Spasial Temporal, Suprapto Hadi Raih Gelar Doktor di PDTS Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Unissula, Suprapto Hadi SPd MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Sabtu (15/8/2026).  Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul pengembangan model penentuan lokasi rawan kecelakaan jalan tol dengan integrasi spasial temporal.

Ia mengembangkan model untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan (LRK) dengan mengintegrasikan aspek spasial dan temporal. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan identifikasi lokasi rawan kecelakaan yang lebih akurat serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan keselamatan jalan tol.

Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Tol Semarang–Solo yang dikelola PT Trans Marga Jateng. Ruas yang menjadi lokasi penelitian berada pada KM 419+200 hingga KM 492+400 dengan total panjang 72,64 kilometer yang terbagi dalam lima segmen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan di Jalan Tol Semarang Solo memiliki karakteristik yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecelakaan lebih banyak terjadi pada malam hari, yakni sebesar 55,3% di Jalur A dan 60,82% di Jalur B. Sementara itu, faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan, mencapai 83% di Jalur A dan 76% di Jalur B.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT,  Suprapto menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya melihat lokasi kejadian, tetapi juga mempertimbangkan waktu terjadinya kecelakaan. Karena itu, model yang dikembangkan menggabungkan metode Equivalent Accident Number (EAN)–Upper Control Limit (UCL) dengan pendekatan spasial menggunakan Geographic Information System (GIS) serta pendekatan temporal melalui pembagian periode siang dan malam.

Kebaruan penelitian terletak pada integrasi ketiga pendekatan tersebut dalam menentukan lokasi rawan kecelakaan. Model tidak hanya mengidentifikasi blackspot berdasarkan akumulasi kecelakaan, tetapi juga mempertimbangkan pola ruang dan waktu sehingga karakteristik kerawanan dapat dipetakan secara lebih spesifik.

Model yang dikembangkan kemudian diimplementasikan menggunakan data kecelakaan periode 2020–2024 pada ruas Tol Semarang–Solo. Hasilnya diwujudkan dalam platform WebGIS titikrawan.web.id yang dilengkapi validasi data, kalkulasi otomatis EAN/UCL, serta pemetaan lokasi rawan berdasarkan periode siang dan malam.

Temuan tersebut memberikan dasar bagi pengelola jalan tol untuk melakukan penanganan keselamatan secara lebih terarah. Identifikasi lokasi rawan berdasarkan karakteristik ruang dan waktu dapat membantu menentukan prioritas intervensi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam rekomendasinya, Suprapto mendorong pengelola jalan tol untuk mengintegrasikan aplikasi titikrawan.web.id ke dalam sistem manajemen operasional harian. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan real-time.

Sementara bagi regulator dan pembuat kebijakan, penelitian ini merekomendasikan agar pendekatan temporal menjadi komponen dalam pedoman penentuan lokasi rawan kecelakaan, sekaligus mendorong penggunaan GIS dalam proses pemetaan LRK.

Dalam ujian terbuka tersebut, Suprapto Hadi didampingi Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA sebagai Promotor dan Dr Ir Kartono Wibowo MM MT IPM sebagai Ko-Promotor.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan jalan tol membutuhkan pendekatan yang semakin presisi. Integrasi data kecelakaan, analisis spasial, dan pola waktu menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan pemetaan lokasi rawan kecelakaan yang lebih informatif dan mendukung upaya pencegahan kecelakaan secara berkelanjutan.

Suprapto Hadi berhasil lulus dalam ujian terbuka tersebut. Ia berhak memperoleh gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 65 dengan IPK 3.81.

Categories
Headline

Kembangkan Inovasi Model Prediksi Kecelakaan untuk Mewujudkan Jalan Lebih Aman, Bambang Istiyanto Raih Gelar Doktor di Program Doktor Teknik Sipil Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Unissula, Ir Bambang Istiyanto SSiT MT IPU mengembangkan model evaluasi keberhasilan program keselamatan jalan perkotaan berbasis Safety Performance Function (SPF) dan Crash Modification Factor (CMF) dengan pendekatan System Dynamics.

Ia mempresentasikan model yang dibuatnya dalam sidang terbuka disertasi di PDTS FT Unissula pada Sabtu (15/8/2026). Penelitiannya ini dipromotori Prof Ir H Pratikso MST PhD dan ko-promotor Ir Rachmat Mudiyono MT PhD.

Penelitiannya dilatarbelakangi tingginya persoalan keselamatan jalan. Data yang dipaparkan dalam penelitian menyebutkan sekitar 90 persen dari 1,19 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tingkat nasional, kecelakaan lalu lintas mencapai 139.258 kejadian per tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT Bambang Istiyanto memaparkan penelitiannya. Menurutnya metode SPF memiliki keterbatasan karena lebih bergantung pada data historis. Metode ini juga belum mampu menghitung perubahan pola kecelakaan ketika terdapat intervensi baru. Sementara itu, CMF belum sepenuhnya mampu memperhitungkan interaksi berbagai intervensi keselamatan secara dinamis.

Karena itu, penelitian mengintegrasikan SPF dan CMF ke dalam pendekatan System Dynamics. Pendekatan ini digunakan untuk membangun model yang dapat mensimulasikan prediksi kecelakaan sekaligus mengevaluasi dampak berbagai skenario kebijakan keselamatan jalan.

Penelitian dilakukan pada empat ruas jalan nasional yang teridentifikasi sebagai black spot di Kota Tegal. Keempatnya yaitu Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Martoloyo. Total panjang ruas yang diteliti mencapai 5,36 kilometer.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik risiko yang berbeda pada setiap ruas. Martoloyo memiliki frekuensi kecelakaan tinggi yang berkaitan dengan volume lalu lintas. Kapten Piere Tendean memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dipengaruhi karakteristik geometrik jalan. Sementara Yos Sudarso dan Jalingkut menunjukkan pola kecelakaan yang lebih acak atau mengalami overdispersi.

Hasil SPF menunjukkan Martoloyo memiliki tingkat kecelakaan tertinggi. Nilainya meningkat dari 11,45 menjadi 14,06 kecelakaan per tahun. Jalingkut menunjukkan pertumbuhan paling cepat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 4,72 persen per tahun. Sementara Yos Sudarso memiliki tingkat kecelakaan terendah.

Dari sisi CMF, Kapten Piere Tendean memiliki nilai CMFcomb tertinggi dengan rata-rata 2,246. Artinya, tingkat risiko kecelakaan pada ruas tersebut sekitar 2,24 kali lebih tinggi dibandingkan baseline HSM. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi karakteristik geometrik jalan dan tikungan.

Model kemudian digunakan untuk melakukan simulasi hingga 2030. Hasilnya menunjukkan jumlah kecelakaan jaringan diproyeksikan meningkat dari 27,21 kecelakaan per tahun pada 2020 menjadi 33,46 pada 2025 dan 40,29 pada 2030. Kenaikan kumulatif mencapai 48,1 persen.

Penelitian juga menguji tiga skenario kebijakan keselamatan. Skenario pertama berupa peningkatan minimal 10 persen pada program keselamatan. Skenario kedua menggunakan kombinasi peningkatan program pada tingkat menengah. Sementara skenario ketiga mengadopsi Safe System Approach dengan peningkatan pembatasan kecepatan yang lebih agresif hingga 30 persen.

Simulasi menunjukkan kebijakan keselamatan mampu menurunkan kecelakaan sebesar 15–26 persen antar ruas. Semakin tinggi intensitas intervensi, semakin besar potensi reduksi kecelakaan.

Model yang dikembangkan juga dinyatakan valid. Hasil validasi menunjukkan MAPE untuk SPF sebesar 0,01 persen, CMFcomb 4,75 persen dan hasil prediksi 2,59 persen. Seluruhnya berada di bawah 10 persen. Nilai Theil’s U sebesar 0,015 dengan Uncertainty Coefficient 95,9 persen menunjukkan model layak digunakan sebagai instrumen simulasi kebijakan.

Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi SPF dan CMF ke dalam System Dynamics berhasil menghasilkan model yang dapat digunakan untuk memprediksi kecelakaan dan mengevaluasi dampak perubahan kebijakan keselamatan jalan.

Model tersebut juga dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang adaptif. Penggunaannya dapat dilakukan dengan pembaruan data secara berkala. Penelitian merekomendasikan perluasan wilayah kajian, integrasi analisis persimpangan, penambahan variabel adaptasi perilaku serta pengembangan metode re-weighting CMF yang lebih sesuai dengan karakteristik jalan di Indonesia.

Penelitian ini memperkuat pemanfaatan pendekatan berbasis data dan pemodelan dinamis dalam perencanaan keselamatan jalan. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan keselamatan transportasi yang lebih terukur, adaptif dan berbasis bukti.

Ia berhasil lulus dalam ujian terbuka doktor, dan berhasil menyandang gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 64 di Program Doktor Teknik Sipil Unissula. Menempuh studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3.95.

Categories
Uncategorized

Para Mahasiswa Internasional Dari Malaysia, Mesir, dan Yordania Meriahkan Peringatan HUT ke 81 di FH Unissula

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lingkungan FH Unissula, Senin (17/8/2026).

Kegiatan diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mahasiswa internasional juga turut ambil bagian. Mereka berasal dari Malaysia, Mesir, dan Yordania.

Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Seluruh sivitas akademika diajak berbaur tanpa sekat struktural. “Tidak bicara struktural, tetapi bicara bersama. Kita semua sama,” ujarnya.

Beragam lomba digelar dalam konsep festival. Peserta bebas memilih lomba yang diminati. Di antaranya lomba memindahkan belut ke dalam botol, memancing kerupuk, estafet gelas menggunakan balon, estafet sarung, dan memecahkan balon.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat suasana internasional di FH Unissula. Fakultas tengah menyiapkan program student mobility ke Malaysia dan Thailand.

Program tersebut mencakup kegiatan dua minggu di Thammasat University Thailand. Kemudian satu bulan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Serta program satu semester di Multimedia University (MMU) Malaysia.

Ketua panitia peringatan HUT RI di Fakultas Hukum Unissula, Dr Muhammad Taufiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Categories
Headline

Unissula Peringati HUT RI  ke 81, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Kekuatan Utama Pembangunan Bangsa

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bendera di Sport Center Kampus Unissula, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, para wakil rektor, pimpinan fakultas, pimpinan biro, Lembaga, unit, serta dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH yang tampil sebagai pembina upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Dalam amanatnya disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meneruskan cita-cita kemerdekaan menuju Indonesia yang berdaulat, maju, adil, makmur dan disegani dunia. Sivitas akademika diharapkan terus memberikan kontribusi melalui pendidikan, riset, inovasi, teknologi dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan bangsa. Kampus harus hadir dengan pemikiran yang jernih, kritik yang membangun, talenta unggul serta riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Riset juga didorong agar tidak berhenti pada laporan dan publikasi, tetapi berkembang menjadi prototipe, paten, produk dan solusi yang memberikan manfaat nyata.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, BUMN, pemerintah daerah, lembaga riset dan masyarakat. Persatuan dan kolaborasi dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun kemandirian bangsa, menguasai sains dan teknologi, serta melahirkan industri dan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 RI di Unissula ditutup dengan suasana kebersamaan seluruh sivitas akademika. Setelah upacara, peserta mengikuti sarapan pagi bersama dengan menu soto. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat kemerdekaan melalui kerja keras, karya nyata, persatuan dan kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan Indonesia.

Categories
Uncategorized

FK Unissula Sumpah 40 Dokter Baru, Perkuat Langkah Menuju Standar Pendidikan Internasional

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) kembali menggelar Sumpah Dokter ke-136 pada Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 40 dokter baru mengikuti prosesi sumpah dokter yang berlangsung di lingkungan FK Unissula.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan selamat kepada 40 dokter baru dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan para dokter menyelesaikan pendidikan tidak lepas dari peran dan perjuangan orang tua.

“Orang tua telah mendidik dan membesarkan anak-anaknya hingga mampu menjadi dokter. Karena itu, hari ini bukan hanya kebahagiaan bagi para dokter baru, tetapi juga kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tua,” ungkapnya.

Rektor juga memberikan apresiasi kepada FK Unissula yang terus berupaya membangun tata kelola fakultas dengan baik. Tata kelola tersebut dinilai penting karena memungkinkan FK Unissula menjalankan proses pendidikan hingga pelaksanaan sumpah dokter secara konsisten.

Ia juga mengapresiasi capaian akademik FK Unissula. Menurutnya, capaian nilai pendidikan kedokteran FK Unissula menunjukkan hasil yang baik dibandingkan sejumlah fakultas kedokteran lainnya. Demikian pula dengan hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter yang secara konsisten memperoleh predikat baik dengan capaian hingga sekitar 80 persen.

“Ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan. Jangan cepat puas dengan capaian yang sudah ada,” pesannya.

Prof Dr Gunarto juga mendorong para dokter baru untuk terus mengembangkan keilmuan. Pendidikan kedokteran, menurutnya, tidak berhenti setelah memperoleh gelar dokter.

“Lanjutkan jenjang keilmuan. Bisa melalui pendidikan maupun pendidikan spesialis. Terus belajar karena ilmu kedokteran terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa Unissula saat ini sedang menjalankan proses akreditasi internasional melalui  ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). ACQUIN adalah lembaga akreditasi penjaminan mutu independen asal Jerman yang berdiri sejak 2001. 

Akreditasi internasional akan dilakukan untuk program S1, S2, dan S3. Ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan predikat terbaik sehingga pada tahun-tahun mendatang FK Unissula semakin memiliki standar pendidikan berkelas internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan tantangan dunia kesehatan Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi belum sepenuhnya diimbangi dengan pertumbuhan jumlah dokter. Persoalan lain adalah distribusi dokter yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa.

Karena itu, ia mengajak para dokter baru untuk tidak hanya berorientasi mengabdi di Jawa.

“Saya mengajak para orang tua dan para dokter baru untuk berjuang di luar Jawa. Masih banyak masyarakat di Sumatra, Kalimantan dan wilayah lainnya yang membutuhkan tenaga dokter,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran dokter di berbagai wilayah Indonesia merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk menjawab persoalan pemerataan pelayanan kesehatan nasional.

Ia pun mendoakan agar para dokter baru senantiasa menjadi pribadi yang beriman, berbuat baik kepada orang tua, masyarakat dan bangsa. Dengan bekal tersebut, para dokter diharapkan mendapatkan keberkahan dan kelimpahan rezeki dalam menjalankan profesinya.

“Jangan pernah berhenti berbuat baik. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Dekan FK Unissula Dr dr Eko Setiawan Sp(B) mengatakan pelaksanaan sumpah dokter merupakan momentum penting bagi para dokter baru untuk memulai perjalanan profesionalnya.

Ia mengungkapkan, FK Unissula terus mendapatkan dorongan dari Rektor agar tidak berada di zona nyaman. Dorongan tersebut menjadi energi bagi fakultas untuk terus menghadirkan berbagai pengembangan baru.

“Bapak Rektor selalu mendorong FK Unissula agar tidak berada di zona nyaman. Karena itu, FK Unissula harus selalu memiliki sesuatu yang baru dan terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, FK Unissula saat ini juga terus mengembangkan pendidikan dokter spesialis. Pendidikan spesialis penyakit dalam telah tersedia dan akan terus dikembangkan dengan penambahan program spesialis lainnya, termasuk bedah.

Selain itu, Unissula juga telah memiliki International Unit Program sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan jejaring internasional.

“Harapan kami ke depan FK Unissula menjadi semakin baik dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Zulfachmi Wahab SpKHOM-FINASIM menyampaikan selamat kepada 40 dokter baru serta FK Unissula yang telah melaksanakan Sumpah Dokter ke-136.

Ia menegaskan bahwa pendidikan kedokteran bukanlah pendidikan yang bersifat eksklusif. Siapa pun memiliki kesempatan untuk menjadi dokter selama memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar.

“Pendidikan dokter bukan sesuatu yang elit. Pendidikan kedokteran terbuka untuk semua kalangan. Tidak harus orang tuanya dokter terlebih dahulu untuk menjadi seorang dokter,” katanya.

Menurutnya, sumpah dokter bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, sumpah tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berpesan agar para dokter baru terus belajar dan menjadi dokter yang kompeten. Selain kompetensi, integritas, etika dan moral harus selalu dijunjung tinggi.

“Jadilah dokter yang kompeten dan terus belajar. Jadilah dokter yang berintegritas. Etika dan moral harus dijunjung tinggi. Jangan pernah kehilangan empati,” pesannya.

Ia juga meminta para dokter baru untuk siap mengabdi di mana saja. Para dokter diharapkan menjadi bagian dari transformasi kesehatan nasional dan mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kasih sayang, kebersamaan dan kesetiakawanan. Hubungan yang baik perlu dibangun dengan sesama sejawat, almamater dan masyarakat.

Kepada FK Unissula, ia mendorong agar pendidikan kedokteran terus dikembangkan dengan memperkuat keseimbangan antara pendidikan berbasis rumah sakit dan pendidikan berbasis universitas.

“Fakultas kedokteran harus berbasis kompetensi agar lulusannya benar-benar siap bekerja,” jelasnya.

Ia juga mendorong FK Unissula untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan pasien serta menerapkan pembelajaran berkelanjutan. Pengembangan ilmu juga perlu disertai dengan penguatan kolaborasi antarprofesi.

Menurutnya, interprofessional education menjadi penting agar mahasiswa kedokteran terbiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan dokter, perawat serta tenaga kesehatan lainnya.

“Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan benar-benar siap pakai dan mampu bekerja dalam tim,” katanya.

Ia kemudian membagikan tiga prinsip yang dapat menjadi bekal para dokter baru dalam membangun karier. Pertama, selalu memberikan yang terbaik kepada atasan. Kedua, membangun kebersamaan dengan sesama sejawat dengan semangat together we can. Ketiga, kepada mereka yang berada di bawah atau bekerja bersama, selalu menjunjung tinggi empati.

“Kalau tiga hal ini dijalankan dengan baik, insyaallah akan menjadi bekal untuk menjadi dokter yang sukses,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Jalani Asesmen Lapangan, Prodi Magister Pendidikan Dasar FKIP Unissula Bidik Akreditasi Ungggul dari Lamdik

Prodi Magister Pendidikan Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) selama dua hari, (29–30/7/2026). Acara dilaksanakan di Ruang Rapat FKIP Unissula. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi sekaligus wujud komitmen prodi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor Lamdik, yaitu Prof Dr Fauzan MA dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr Neni Mariana SPd MSc PhD dari Universitas Surabaya.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim asesor Lamdik. Menurutnya, asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi prodi untuk melakukan evaluasi sekaligus memperoleh berbagai masukan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Unissula memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan universitas yang unggul dan berdaya saing global. Kami berharap Prodi Magister Pendidikan Dasar dapat meraih predikat Akreditasi Unggul. Namun, yang tidak kalah penting, proses asesmen ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bekal dalam melakukan penyempurnaan mutu secara berkelanjutan,” ujar Prof Gunarto.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim asesor Lamdik di Unissula dan berharap proses asesmen lapangan dapat memberikan hasil terbaik.

Sementara itu Ketua Tim Asesor Lamdik Prof Dr Fauzan MA menyampaikan bahwa budaya mutu akademik merupakan nilai, kebiasaan, dan komitmen bersama yang hidup dalam keseharian sivitas akademika untuk menjaga serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Ia menilai Unissula sebagai perguruan tinggi yang telah memiliki budaya mutu yang unggul. “Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan. Kami meyakini Unissula sebagai kampus yang mapan telah menjalankan budaya mutu dengan baik. Kehadiran kami lebih pada melakukan klarifikasi data serta konfirmasi terhadap informasi yang berkaitan dengan standar mutu yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi,” ungkapnya.

Menurutnya, asesmen lapangan merupakan bagian dari proses penjaminan mutu yang bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai penyelenggaraan prodi sekaligus menjadi ruang dialog untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan asesmen lapangan dihadiri jajaran pimpinan Unissula.  Mereka adalah Wakil Rektor I Dr. Mochamad Abdul Basir SPd MPd.  Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA. Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH. Sekretaris FKIP Dr Hevy Risqi Maharani SPd MPd. Hadir pula para ketua program studi di lingkungan FKIP, kepala lembaga, kepala biro, dan kepala UPT di lingkungan Unissula.

Categories
Headline

Juara Duta Baca Kota Semarang, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Matematika Unissula Raih Hadiah Jutaan Rupiah

Dua mahasiswa Unissula mendominasi kompetisi Duta Baca Kota Semarang putra tahun 2026. M Thoriqul Huda mahasiswa  dari prodi Pendidikan Matematika meraih juara 1 dan M Mikail Faqih dari prodi Ilmu Komunikasi meriah juara 2. Mereka terpilih dalam Grand Final Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026. Kompetisi itu digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), pada Rabu (12/8/2026).

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH menyampaikan fakultasnya selalu mendorong mahasiswa sukses bukan hanya di bidang akademik tapi juga non akademik termasuk berani mengikuti berbagai kompetisi di luar kampus.  “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh M Thoriqul Huda yang menjuarai kompetisi duta baca Kota Semarang. Harapannya capaian tersebut dapat menginspirasi para generasi muda untuk berani berkompetisi, memiliki sikap yang positif dan tetap suka membaca. Karena kebiasaan membaca saat ini sudah semakin menurun dikalangan generasi muda. Padahal kebiasaan membaca buku merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan SDM suatu bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula Trimanah SSos MSi menyampaikan apresiasi atas prestasi membanggakan mahasiswanya. “Mikail Faqih adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Unissula yang rajin dan aktif di berbagai kegiatan ekstra kampus. Ia memiliki literasi yang baik. Memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Terbiasa menjadi MC di berbagai acara kampus seperti wisuda fakultas dan lainnya. Atas prestasinya yang membanggakan saya mengucapkan selamat dan terimaksih sudah membawa nama baik Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula di Kota Semarang ,” ungkap Trimanah.

Kepala UPT Perpustakaan Unissula, Erna Sunarti SPd MHum menyampaikan M Thoriqul Huda dan M Mikail Faqih merupakan duta baca Perpustakaan Unissula.  Capaian gemilang tersebut menjadi indikator positif atas efektivitas proses pembinaan dan pengembangan budaya literasi yang konsisten dijalankan oleh UPT Perpustakaan Unissula.

Hal itu membuktikan bahwa program duta baca yang diselenggarakan tidak sekadar memberikan predikat semata, melainkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Memperluas wawasan serta berpikir kritis dan menumbuhkan kepedulian nyata terhadap isu-isu literasi di tengah masyarakat.

“Perpustakaan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan koleksi dan layanan informasi. Perpustakaan hadir sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus tampil sebagai penggerak literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat,” pungkasnya.  Sebagai juara 1 putra Thoriq mendapat hadiah sebesar Rp7,5 juta. Sementara itu Mikail mendapatkan Rp 6,5 juta.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Magister Keperawatan Unissula Kembangkan Inovasi Digital Sipedar dan RenalCare+ di RS Harapan Bunda Batam

Mahasiswa Magister Keperawatan Unissula melaksanakan diseminasi akhir proyek inovasi (innovation in caring) di Rumah Sakit Harapan Bunda Batam (7/8/2026). Kegiatan menghadirkan dua inovasi berbasis teknologi digital. Dua inovasi itu Sipedar (sistem deteksi dini perdarahan postpartum) dan RenalCare+. Tujuannya mendukung peningkatan mutu, keselamatan, serta transformasi digital dalam pelayanan keperawatan berbasis AI dan maqasid syariah bagi pasien hemodialisis.

Inovasi Sipedar dikembangkan oleh Ayu Novitasari Salatun, Fatma Jama, Inke Asmika, dan Novita Rizkia Suswanti P pada peminatan Keperawatan Maternitas. Implementasi Sipedar di RS Harapan Bunda Batam dilaksanakan oleh Inke Asmika melalui beberapa tahapan, meliputi koordinasi, sosialisasi, pelatihan perawat, uji coba kepada ibu nifas, serta monitoring dan evaluasi. Proyek ini mendapatkan bimbingan akademik dari Dr Ns Sri Wahyuni MKep Sp Kep Mat dan bimbingan klinik dari Dr Ns Didi Yunaspi MKep.

Sipedar merupakan aplikasi berbasis Android yang dirancang untuk mendukung deteksi dini risiko perdarahan postpartum. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur skrining mandiri, klasifikasi risiko, Early Warning System (EWS), dashboard monitoring perawat, serta edukasi kesehatan. Implementasi Sipedar berlangsung selama empat pekan dan menunjukkan bahwa aplikasi dapat diterima dengan baik oleh pengguna serta berpotensi memperkuat pemantauan kondisi ibu nifas secara lebih terstruktur.

Sementara itu, inovasi RenalCare+ merupakan inovasi digital yang dikembangkan secara kolaboratif oleh Al Amin, Fayza Fatika Meylandinniah, Hidayat Hartanto Permana, Linda Fitriawati, Sri Lestari, dan Sri Madang Dg Pabilla. Inovasi ini dikembangkan pada peminatan Keperawatan Medikal Bedah dengan fokus pada peningkatan self-management pasien hemodialisis.

RenalCare+ merupakan platform digital berbasis Android yang dirancang untuk membantu pasien hemodialisis dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan kondisi kesehatannya secara lebih mandiri. Beberapa fitur yang dikembangkan meliputi pemantauan asupan cairan harian, berat badan dan Interdialytic Weight Gain (IDWG), pengingat jadwal hemodialisis, pengingat konsumsi obat, edukasi diet pasien hemodialisis, pemantauan akses vaskular, serta berbagai fitur pendukung self-care management.

Salah satu karakteristik yang menjadi keunggulan RenalCare+ adalah integrasinya dengan prinsip Maqasid Syariah. Pendekatan tersebut digunakan sebagai landasan dalam pengembangan inovasi agar teknologi tidak hanya berorientasi pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemaslahatan, keselamatan, dan pemeliharaan kehidupan pasien. Dengan demikian, RenalCare+ diharapkan dapat menjadi inovasi yang mengintegrasikan teknologi digital, pelayanan keperawatan, dan nilai-nilai Islami dalam mendukung perawatan pasien hemodialisis.

Dalam proyek inovasi ini, Hidayat Hartanto Permana berkesempatan mengaplikasikan RenalCare+ di RS Harapan Bunda Batam. Implementasi dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan pihak rumah sakit, sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada pasien, uji coba penggunaan aplikasi, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai penerimaan, kemudahan penggunaan, serta potensi pemanfaatan RenalCare+ dalam mendukung self-management pasien hemodialisis.

Melalui kedua inovasi tersebut, mahasiswa Magister Keperawatan Unissula berupaya menghadirkan solusi berbasis teknologi yang dapat menjawab kebutuhan pelayanan keperawatan di lapangan. Sipedar berfokus pada penguatan deteksi dini risiko perdarahan postpartum, sedangkan RenalCare+ berfokus pada penguatan self-management dan pemantauan pasien hemodialisis.

Kegiatan diseminasi hasil proyek inovasi menjadi momentum untuk memaparkan proses pelaksanaan inovasi, hasil evaluasi, berbagai tantangan selama implementasi, serta rencana pengembangan dan keberlanjutan program. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperoleh masukan dari pihak rumah sakit dan pembimbing guna menyempurnakan inovasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

Diseminasi dihadiri oleh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RS Harapan Bunda Batam, mahasiswa, serta pembimbing akademik dan pembimbing klinik. Untuk proyek RenalCare+, kegiatan juga mendapatkan arahan dari Dr Ns Ahmad Ikhlasul Amal MAN selaku Pembimbing Akademik.

Ke depan, Sipedar dan RenalCare+ diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan sebagai inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pasien dan tenaga kesehatan. Pengembangan kedua inovasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung transformasi digital serta peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di RS Harapan Bunda Batam.

Melalui kegiatan innovation in caring ini, mahasiswa Magister Keperawatan Unissula menunjukkan bahwa inovasi keperawatan dapat dikembangkan.  Mereka meyakini dengan memadukan ilmu keperawatan, teknologi digital, kebutuhan pelayanan, serta nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, aman, dan berorientasi pada pasien.

Categories
Headline

Unissula Tancap Gas Targetkan 53 Prodi Raih Akreditasi Internasional ACQUIN Lewat Jalur Fast Track

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menargetkan 53 program studi (prodi) dari 13 fakultas meraih akreditasi internasional penuh (unconditional) melalui lembaga akreditasi ACQUIN. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan publik nasional dan internasional serta memperluas daya tarik Unissula bagi mahasiswa asing.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menegaskan pentingnya capaian akreditasi internasional ini bagi kemajuan universitas. Ia berharap seluruh elemen kampus, mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas, dapat menangkap peluang besar tersebut secara maksimal.

“Akreditasi internasional sangat penting karena akan meningkatkan kepercayaan publik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ke depan, akan semakin banyak mahasiswa internasional yang berkuliah di Unissula,” ujar Prof Gunarto dalam bimtek yang berlangsung (5-7/8/2026) di kampus Unissula.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LP3M) Unissula Provita Wijayanti, SE, MSi, Ak, CA, PhD., menjelaskan bahwa Unissula memilih program fast track atau percepatan selama 6 bulan untuk memproses akreditasi 53 prodi tersebut. Menurutnya, durasi reguler proses akreditasi internasional umumnya memakan waktu 1,5 hingga 2 tahun.

Unissula menjadi perguruan tinggi kedua di Indonesia yang mengambil jalur fast track ini setelah Universitas Bengkulu. Dengan dukungan penuh pimpinan, kami menargetkan submit dokumen pada September 2026 dan visitasi pada Desember 2026,” jelas Provita.

Adapun rincian 53 prodi dari 13 fakultas yang didaftarkan meliputi:

* Fakultas Ekonomi dan Bisnis:6 prodi
* Fakultas Kedokteran: 6 prodi
* Fakultas Teknik:6 prodi
* Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: 6 prodi
* Fakultas Teknologi Industri:5 prodi
* Fakultas Ilmu Keperawatan:5 prodi
* Fakultas Hukum: 4 prodi
* Fakultas Agama Islam:4 prodi
* Fakultas Farmasi:4 prodi
* Fakultas Kedokteran Gigi: 3 prodi
* Fakultas Bahasa dan Sastra Budaya:2 prodi
* Fakultas Ilmu Komunikasi: 1 prodi
* Fakultas Psikologi: 1 prodi

Guna mengejar target tersebut, Unissula telah memulai tahapan sejak 22 Juli 2026 yang diawali dengan workshop awal, dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) pengisian Self Assessment Report (SAR) dan dokumen pendukung (annex). Penyiapan berkas tersebut turut mendapat pendampingan intensif dari Project Manager ACQUIN Unissula Ir. Hendy Santosa, ST, MT, PhD.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan simulasi visitasi pada Oktober–November 2026 sebelum visitasi resmi dilaksanakan oleh tim penilai internasional pada Desember 2026.

Categories
Headline

Fikom Unisba Silaturahmi ke Fikom Unissula, Pelajari RPL dan Tinjau Tiga Laboratorium Unggulan

Pimpinan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) melakukan kunjungan silaturahmi ke Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung (Fikom Unissula). Kunjungan pada Jumat (7/8/2026) tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua fakultas. Pertemuan juga menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi ilmu komunikasi.

Rombongan Fikom Unisba dipimpin Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Santi Indra Astuti S Sos M Si Ph D. Hadir pula Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama Prof Dr Dedeh Fardiah M Si. Rombongan juga terdiri dari Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr Tresna Wiwitan M Si dan Kepala Seksi Akademik Yopi Okta Setyadi A Md.

Mereka diterima langsung oleh Dekan Fikom Unissula Trimanah S Sos M Si. Turut menyambut Sekretaris Fikom Fikri Shofin Mubarok SE M IKom dan Ketua Prodi S1 Ilmu Komunikasi Urip Mulyadi S IKom M IKom.

Dalam kunjungan tersebut, Fikom Unisba secara khusus mempelajari pengelolaan kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fikom Unissula. Program RPL di Fikom Unissula telah berjalan selama tiga tahun. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian rombongan Fikom Unisba.

Urip Mulyadi mempresentasikan pengalamannya dalam pengelolaan RPL. Ia menjelaskan berbagai aspek penyelenggaraan RPL yang telah diterapkan di Fikom Unissula. Menurutnya, pengelolaan RPL harus tetap mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, pengelolaan RPL juga perlu memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa. Mahasiswa RPL memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam. Sebagian mahasiswa juga merupakan profesional yang memiliki kesibukan pekerjaan cukup tinggi.

“Pengelolaan RPL harus tetap mengacu pada peraturan yang berlaku. Namun, di sisi lain, kita juga harus memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa,” ujar Urip. Menurutnya, fleksibilitas diperlukan agar mahasiswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Sistem pengelolaan juga perlu mempertimbangkan karakteristik mahasiswa RPL.

Sementara itu, Santi Indra Astuti mengapresiasi pengalaman yang diperoleh selama kunjungan ke Fikom Unissula. Menurutnya, pengalaman dan wawasan mengenai pengelolaan RPL merupakan sesuatu yang berharga. Hal tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Fikom Unisba dalam mengembangkan pengelolaan RPL.

“Pengalaman dan wawasan yang kami dapatkan terkait pengelolaan RPL merupakan sesuatu yang berharga,” ujar Santi. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat praktik pengelolaan RPL secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan di Fikom Unisba.

Selain mempelajari pengelolaan RPL, rombongan Fikom Unisba juga diajak melihat berbagai fasilitas pembelajaran di Fikom Unissula. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

Rombongan mengunjungi Laboratorium Broadcasting yang digunakan untuk mendukung praktik produksi siaran dan konten audiovisual. Mereka juga melihat Laboratorium Fotografi sebagai fasilitas pembelajaran keterampilan visual dan produksi karya fotografi. Selain itu, rombongan mengunjungi Laboratorium Simulasi yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan praktik mahasiswa.

Keberadaan berbagai laboratorium tersebut menjadi salah satu pendukung pembelajaran di Fikom Unissula. Fasilitas praktik dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif kepada mahasiswa. Dengan dukungan laboratorium, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri komunikasi.

Dekan Fikom Unissula Trimanah mengatakan, hubungan Unissula dan Unisba telah terbangun cukup lama. Kerja sama tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat hubungan kedua institusi. Karena itu, pihaknya menyambut baik kunjungan pimpinan Fikom Unisba.

Unissula dan Unisba sudah membangun kerja sama yang cukup lama. Karena itu, kami menyambut baik kunjungan ini. Kami dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan yang sudah terjalin,” ujar Trimanah.

Menurut Trimanah, pengalaman pengelolaan RPL di Fikom Unissula dapat dibagikan kepada perguruan tinggi lain. Pengalaman tersebut mencakup pengelolaan akademik dan pembelajaran mahasiswa RPL. Sementara fasilitas laboratorium menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran yang berorientasi pada praktik.

Selain RPL dan fasilitas pembelajaran, kedua pihak juga membahas pengembangan pendidikan ilmu komunikasi. Pembahasan mencakup bidang akademik, kemahasiswaan, dan alumni. Kedua fakultas juga melihat peluang pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antarfakultas ilmu komunikasi. Silaturahmi juga menjadi ruang untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran. Ke depan, hubungan Fikom Unissula dan Fikom Unisba diharapkan semakin kuat dan produktif.