Categories
Uncategorized

Mahasiswa Unissula Berbagi Cerita Ramadhan di Korea

HEADLINEtoday.id UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Unissula menggelar program Ramadhan Keliling Dunia (Ralinia). Program akan berlangsung tiga seri webinar setiap Rabu pukul 15.30-17.00 WIB secara daring. Hanna El-Gharib mahasiswa S1 Manajemen Unissula yang sedang menempuh program joint degree di Kyungdong University (KDU) Korea Selatan membagikan pengalamannya, Senin (4/3/2023).

Hanna mengungkap meskipun berada di negara minoritas Islam, menjalani puasa di sana tidak susah. “Sejauh ini tidak susah sih. Karena ternyata banyak juga mahasiswa muslim yang kuliah di universitas yang sama kayak aku. Disamping itu juga banyaknya kegiatan setiap harinya, jadi gak kerasa,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, “Karena Korea Selatan salah satu negara minoritas muslim, sehingga euphoria menyambut Ramadhan itu tidak ada. Makanya seperti takjil, teriak-teriak membangunkan sahur, bahkan adzan pun tidak ada. Tapi itu bukan menjadi halangan,” lanjutnya.

Sedangkan untuk menu buka puasa cukup mudah ditemukan makan-makanan halal. Seperti di Incheon Mart karena di sana banyak rumah makan Indonesia, juga Pakistan yang mayoritas muslim.

Sebagai muslim di negara minoritas, Hanna mengungkap bukan hal aneh jika dipandang berbeda karena berhijab. Termasuk menolak ketika diajak makan siang oleh temannya. “Jadi karena aku sambil kerja part time, di jam makan siang biasa ditawari makan. Tapi karena puasa aku tolak. Dan mereka jadi bertanya-tanya, kenapa gak mau makan. Dan itu kesempatan buat aku untuk menjelaskan,” jelasnya.

Hanna juga menyebut bahwa durasi puasa tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Ia mulai berpuasa di jam 04:30 sampai sekitar jam 07:00 malam waktu setempat. “Tapi nanti di akhir-akhir itu jam subuhnya menjadi lebih awal, dan bukanya menjadi lebih malam. Yaitu mulai dari jam 04:00 pagi dan buka di atas jam 7:00 malam, karena sudah mulai masuk musim dingin yang jam malamnya jadi lebih panjang dibanding di musim panas,” pungkasnya.

Saat ini Hanna sedang mengikuti program joint degree di Korea yang merupakan salah satu program unggulan dari Fakultas Ekonomi Unissula. Kerjasama joint degree dengan Kyungdong University merupakan bentuk komitmen Fakultas Ekonomi Unissula untuk menciptakan generasi-generasi unggul di masa mendatang.

Melalui 2+2 joint degree program mahasiswa bisa mendapatkan gelar ganda dari Unissula dan dari Kyungdong University hanya dalam kurun waktu empat tahun. Dengan rincian dua tahun berkuliah di Fakultas Ekonomi Unissula dilanjutkan dengan dua tahun berkuliah di KyungDong University. Program joint degree ini diperuntukkan untuk mahasiswa mahasiswi yang telah selesai menempuh semester empat.

Program kerjasama ini memberikan akses kemudahan bagi mahasiswa Ekonomi Unissula dari segi peningkatan kualitas diri maupun pengalaman. Dalam hal ini KyungDong University memberikan beasiswa 100% gratis biaya kuliah bagi mahasiswa yang tergabung dalam program Joint Degree ini selama satu semester awal. Dimana untuk besaran pembiayaan semester selanjutnya disesuaikan dengan Indeks Prestasi mahasiswa saat berkuliah di Kyungdong.

Mahasiswa bisa mendapatkan potongan biaya hingga 90% jika berhasil mendapatkan indeks prestasi mendekati empat. Dari segi biaya hidup Kyungdong University juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa dengan membantu mencarikan pekerjaan part time yang sesuai dengan kapabilitas mahasiswa. Tujuannya adalah selain agar mahasiswa bisa mendapatkan
pemasukan tambahan juga agar mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih luas.

Categories
Uncategorized

Rektor Unissula Dorong Penuntaskan Dugaan Pencucian Uang Di Kemenkeu

HEADLINEtoday.id Rektor Unissula Semarang mendukung langkah Ketua Komite Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Prof Mahfud MD untuk mengusut secara tuntas kasus ini. Menurut Rektor skandal dugaan TPPU ini melibatkan 491 ASN di Kemenkeu dan melibatkan uang sebesar Rp 349,8 triliun, yang terjadi sejak 2009-2023.

Rektor Unissula Prof Dr H Gunarto SH MH menegaskan hal itu dalam konferensi press bersama sejumlah awak media di ruang rektorat, sore ini (31/3/23).

“Kita tentu sangat prihatin dengan mega kasus ini. Melibatkan uang negara sangat besar Rp 349,8 triliun. Maka dari itu, saya sebagai Rektor Unissula dan seluruh civitas akademika mendukung langkah Menko Polhukam Mahfud MD agar bisa menuntaskan kasus ini,” tegas Rektor.

Prof Gunarto menyatakan kasus-kasus seperti inilah yang menyebabkan Indeks Persepsi korupsi Indonesia terus merosot. “Kalau kita ikuti laporan pada 2022 yang dirilis Transparency Internasional pada Februari 2023 lalu, Indek Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia turun dari 38 poin menjadi 34 poin. Tentu ini memprihatinkan,” jelas Prof Gunarto.

Ia menambahkan, dukungan kepada Mahfud MD ini penting agar dugaan kasus TPPU bisa diusut tuntas. “Selama ini sulit mengusut tuntas dugaan kasus TPPU. Sekarang ada momentum yang tepat. Maka dari itu kita dorong agar ini bisa dituntaskan,” tandas tokoh Kahmi Semarang ini.

Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Mahfud MD yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pencegahan TPPU menyatakan ada dugaan TPPU sebesar Rp 349,8 triliun yang melibatkan 491 ASN di Kemenkeu.

BENTUK PANSUS

Prof Gunarto meminta agar DPR membentuk Pansus dugaan TPPU ini. “Ada mekanisme yang konstitusional untuk menuntaskan dugaan  kasus ini dengan cara DPR membentuk Pansus. Mekanisme Pansus adalah langkah tepat agar bisa menuntaskan kasus ini,” ujar Rektor.

Dengan adanya Pansus ini, menurut Prof Gunarto, maka bisa dihadirkan secara bersama-sama Mahfud MD dengan Sri Mulyani. “Publik ingin tahu sejauh mana Menkeu bisa menuntaskan kasus ini. Kalau ada Pansus tidak bakal ada lagi perdebatan soal data dan cara penanganannya,” jelas Rektor Unissula.

Turut hadir dalam konferensi press tersebut para wakil rektor Unissula. Mereka adalah Dr Andre Sugiyono, Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, dan Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD.

Categories
Uncategorized

BIJAK DALAM BER-MEDIA SOSIAL

HEADLINEtoday.id : Khutbah Jum’at Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula 31 Maret 2023 

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi di era sekarang ini, kita dapat merasakan betapa derasnya arus informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Semua itu terjadi karena kemudahan dan fasilitas yang disuguhkan teknologi untuk membantu manusia. Kemudahan yang disuguhkan oleh teknologi ini ibarat dua sisi mata uang yang memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Untuk itu, kita harus dapat memilah dan memilih mana yang positif dan mana yang negatif. Hal yang baik harus kita maksimalkan dan hal yang negatif harus kita minimalkan, atau bahkan kita hilangkan.

Maksimalisasi sisi positif dari kemudahan di era informasi ini dapat kita lakukan dengan memanfaatkannya sebagai wasilah atau alat bantu dalam mempertebal keimanan serta meningkatkan ilmu dan pengetahuan tentang agama Islam. Saat ini, kita dapat dengan mudah mendapatkan mauidzah hasanah, ceramah agama, ataupun kajian berbagai jenis ilmu melalui berbagai platform program di media sosial. Melimpahnya konten-konten semacam ini harus dapat kita manfaatkan, khususnya di bulan Ramadhan.

Media sosial saat ini menjadi salah satu rujukan dalam mengkaji ilmu agama. Ada banyak kajian keagamaan yang dapat kita peroleh di media sosial. Para Da’I saat ini, pun sudah banyak yang tampil di media sosial. Setiap mengisi kajian atau ceramah, mereka selalu mendokumentasikannya melaui unggahan di media sosial. Kelebihannya, jangkauan pendengarnya semakin luas, dan tidak hanya terbatas orang yang hadir di majlis taklim saja.

Hanya saja, kemudahan ini juga harus diiringi dengan selektivitas tinggi dalam memilih kajian agama di media sosial. Kehati-hatian memilih kajian Islam ini agar kita benar-benar belajar ilmu agama dari para ahlinya. Yakni para Ulama yang jelas silsilah keilmuannya serta ahli dalam bidangnya. Dengan selektivitas tersebut menjadikan kita lebih aman dari salah dalam mengambil ilmu dari media sosial.

Penggunaan media sosial yang berlebihan saat ini, juga memiliki dampak negatif bagi kualitas ibadah puasa kita. Hal ini jika kita terlena dengan pemanfaatan media digital yang tidak terkendali. Seperti ketika kita menghabiskan waktu hanya untuk berselancar di dunia maya dan bermalas-malasan dengan gadget kita. Kemudahan dalam mengakses dan kurang waspadanya kita dalam memilih berbagai konten media sosial, juga semakin memberi peluang kepada kita untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama, seperti ghibah (menggunjing) dan tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain). Jika dahulu keduanya dilakukan dengan lisan, maka saat ini dengan tulisan di media sosial yang berdampak luar biasa.

Belum lagi dampak negatif lain ketika kita banyak bermedia sosial seperti melakukan namimah, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya di media sosial. Semua itu dapat berakibat pada menurunnya kualitas ibadah puasa kita. Alih-alih mendapatkan pahala, kita hanya dapat lapar dan dahaga saja dari ibadah puasa yang kita lakukan. Rasulullah bersabda:

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan dahaga saja.” (HR An-Nasai).

Kita harus bijak dalam beraktivitas di era Informasi saat ini, khususnya di bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas puasa kita. Kuatkan dalam diri untuk menggunakan teknologi informasi secara hati-hati dan hanya untuk hal-hal yang bermanfaat saja sehingga kita dapat terhindar dari dosa-dosa media sosial.

Di era informasi ini, setiap individu harus berhati-hati dan mampu imsak atau menahan diri dari setiap informasi yang diterima, terlebih terkait dengan masalah yang belum jelas kebenarannya. Ramadhan yang mengajarkan diri untuk imsak atau menahan dari hal membatalkan puasa, harus dimaksimalkan juga untuk imsak atau menahan diri dari bermuamalah negatif di media sosial.

Semoga kita terlindungi dari hal-hal yang menyebabkan puasa kita sia-sia akibat dari ketidakmampuan kita dalam imsak atau menahan diri dari salah dalam bermedia sosial.

Semoga kita diberi anugerah kesehatan dan umur panjang sehingga dapat menyempurnakan ibadah Ramadhan kita hingga paripurna. Pada akhirnya semoga puasa Ramadhan kita dapat mengantarkan kita menjadi insan-insan yang bertaqwa sebagaimana tujuan puasa.

Khoirul Anwar, S.Ag.,M.Pd Dosen Fakultas Agama Islam Unissula

Categories
Uncategorized

Biomedik Unissula Raih Akreditasi Unggul

HEADLINEtoday.id Magister Biomedik Fakultas Kedokteran Unissula berhasil meraih akreditasi unggul. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No: 0201/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2023. SK dirilis oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) pertanggal 24 Maret 2023. Akreditasi unggul itu akan berlaku hingga tahun 2028 mendatang.

Sebelum hasil ini keluar tim LAM-PTKes telah melakukan asesmen lapangan pada 2 Maret 2023 lalu. Mereka adalah Prof Dr dr Wawaimuli Arozal MBiomed Pharm dan Dr dr Bagus Komang Satriyasa MRepro.

Capaian unggul Magister Biomedik tersebut menambah capaian akreditasi unggul prodi di Fakultas Kedokteran Unissula. Karena di awal tahun ini empat prodi lainnya juga meraih akreditasi unggul. Prodi tersebut yaitu S1 Kebidanan, Prodi Profesi Bidan, S1 Kedokteran Umum dan Prodi Profesi Dokter.

Dekan Fakultas Kedokteran Unissula Dr dr Setyo Trisnadi SpKF menyatakan capaian akreditasi ungul tersebut akan semakin memperkuat tekad Prodi Biomedik untuk menjadi pusat studi dan pendidikan ilmu biomedik dengan keungulan dibidang degenerative yang berstandar internasional dengan dilandasi nilai nilai Islam pada tahun 2024 mendatang.

Capaian tersebut juga semakin menyemangati prodi untuk menghasilkan lulusan berintegritas tinggi untuk memecahkan berbagai permasalahan Kesehatan. Khususnya di bidang degenerative dengan peminatan human’s health and aging science, aesthetic medicine, stem cell and regenerative medicine. Mampu menghasilkan riset riset inovatif. Melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu juga mampu memfasilitasi kolaborasi dan kemitraan untuk mengembangkan pendidikan.

“Alhamdulillah lima prodi kita berhasil meraih akreditasi unggul di awal tahun 2023 ini. Hal itu sesuai dengan harapan kita semua terutama harapan Bapak Rektor dan Yayasan yang senantiasa mendorong dan membantu agar semua prodi di Fakultas Kedokteran Unissula bisa mencapai akreditasi unggul. Ini harus kita syukuri dan kami mengucapkan terimakasih kepada semua fihak yang telah membantu tercapainya prestasi ini” ungkap Setyo Trisnadi (31/3/2023).

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Profesi Bidan Unissula Lulus Ukom 100%

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Prodi Profesi Bidan Unissula berhasil meraih hasil kelulusan 100% dalam uji Kompetensi (ukom) Bidan tahun 2023. Kaprodi Prodi Profesi Bida, Rr Catur Leny Wulandari SSiT MKeb menyatakan secara berkesinambungan para mahasiswa prodi Profesi Kebidanan Unissula berhasil meraih tingkat kelulusan 100%. “Ini untuk ketiga kalinya secara berturut turut mahasiswa kami berhasil meraih tingkat kelulusan 100% dalam uji kompetensi bidan yang hasilnya diumumkan bulan Maret ini”, ungkapnya (31/3/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan capaian lulus 100% bukan hal yang mudah. “Tentu hal itu tidak diraih dengan mudah. Para dosen dan mahasiswa harus bersabar dalam proses pendidikan yang berkesinambungan. Tim dosen telah melakukan ihtiar luar biasa dalam proses pendidikan dengan standar unggul. Demikian pula para mahasiswa juga sangat antusias agar meraih hasil maksimal. Alhamdulillah ini prestasi yang akan berusaha kita pertahankan kedepannya”, ungkapnya.

Menurutnya capaian kelulusan 100% juga berpengaruh signifikan dalam capaian akreditasi unggul. “Capaian kelulusan 100% berpengaruh juga pada capaian akreditasi unggul Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan Unissula pada bulan Januari 2023 lalu. Alhamdulillah Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan tercatat sebagai prodi kebidanan yang terakreditasi unggul pertama kali di Indonesia”, pungkasnya. 

Categories
Uncategorized

Pertajam Kompetensi SAP Farmasi Unissula Hadirkan Profesor Thailand

HEADLINEtoday.id Prodi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran Unissula menyelenggarakan kuliah umum. Tema yang diangkat social and administrative pharmacy in pharmacy practice. Narasumber yang hadir Prof Dr Arthorn Riewpaiboon dari Thailand. Acara yang dihelat (14/3/2023) tersebut diikuti oleh mahasiswa Farmasi dan Profesi Apoteker Unissula.

Prof Arthorn menyampaikan pentingnya mahasiswa memahami Social and Administrative Pharmacy (SAP) untuk kesiapan di dunia kerja. SAP merupakan bagian dari pelayanan kefarmasian selain farmasi klinis dan farmasi komunitas. SAP memberikan pemahaman mengenai obat dari hulu ke hilir sejak proses produksi, distribusi, pelayanan, penggunaan, hingga luaran terapi pada pasien. SAP merupakan multidisiplin ilmu yang menghimpun manajemen farmasi, farmakoepidemiologi, regulasi, UU dan kebijakan, perilaku kesehatan, pendidikan farmasi, sistem kesehatan, farmakoekonomi, hingga informasi teknologi farmasi.

SAP terbukti sangat bermanfaat misalnya pada era new normal pasca pandemi di Thailand. Pada saat pandemi, berbagai inovasi dilakukan oleh apoteker seperti adanya telefarmasi, promosi kesehatan dan distribusi vaksin melalui apotek. Apotek sebagai bagian dari fasilitas kesehatan di Thailand menyediakan alat diagnosa Covid, obat dan alkes sebagai terapi Covid. Apotek juga menyediakan obat untuk 16 penyakit ringan di bawah skema asuransi kesehatan nasional. Inovasi tersebut tidak akan tercipta tanpa belajar SAP terlebih dahulu.

Ketua Program Studi Farmasi Unissula, Rina Wijayanti MSc Apt menambahkan melalui kegiatan kuliah umum ini mahasiswa memiliki gambaran dan motivasi pentingnya aplikasi social and administrative pharmacy in pharmacy practice. Harapannya mahasiswa juga mampu memunculkan ide-ide penelitian mengenai SAP dan mengetahui pengembangan SAP sebagaimana aplikasinya pada era new normal di Thailand.

Categories
Uncategorized

Cerita Ramadhan Dari Mahasiswa di Negeri Jiran

HEADLINEtoday.id UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Unissula menggelar program Ramadan Keliling Dunia (Ralinia) bersama Nur Subhanie Binti Mohammed Arshadh atau biasa dipanggil Hanie dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Pada rabu (29/3/2023).

Hanie menyampaikan suasana sebelum Ramadhan dan budaya yang ada saat Ramadhan di Malaysia. Suatu hal yang manarik saat Ramadhan di Malaysia adalah susananya sudah seperti lebaran, seperti di mall dan fasilitas pablik semuanya temanya lebaran.

Sebelum Ramadhan tiba promosi di social media dan di tv semua tentang makanan makanan yang lezat. Saat Ramadhan tiba setiap sore banyak tempat bazar Ramadhan. “Dalam satu wilayah di Malaysia saja, bisa 10 tempat bazar Ramadhan. Banyak yang dijual di bazar ramadhan. Mulai makanan tradisional, kue kue tradisional yg hanya dijual saat Ramadhan baju muslim dan banyak lagi yang lainnya. Ada satu sajian atau makanan yang hanya ada di Malaysia dan adanya di saat ramadhan yaitu Bubur Lambuk”, ungkapnya.

Kebiasaan atau budaya Ramadhan lainnya adalah berbuka bersama keluarga atau berkelompok. Ini dilakukan banyak orang di hampir semua wilayah. Ramadhan juga menjadi hal yang berbeda karena jam kerja ataupun kuliah dikurangi dan pulang lebih awal untuk menyiapkan buka puasa. Ramadhan juga merupakan bulan dimana setiap muslim memperbanyak sedekah baik itu berupa makanan berbuka, takjil ataupun menymbang uang di masjid. Ramadhan juga momen untuk memakmurkan masjid di Malaysia. Masyarakat memperbanyak amalan ibadah di bulan suci Ramadhan di masjid. Terakhir tradisi masyarakat adalah menghias rumah dengan ornamen lebaran.

Categories
Uncategorized

Ramadhan Keliling Dunia Bersama Unissula

HEADLINEtoday.id UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Unissula menggelar program Ramadan Keliling Dunia (Ralinia). Program akan berlangsung tiga seri webinar setiap Rabu pukul 15.30-17.00 WIB secara daring. Pada setiap seri, Ralinia menghadirkan dua pembicara yang sedang berada di luar negeri. Menurut Kepala KUI program ini bertujuan untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa. “Tujuan dari program ini untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa Unissula tentang suasana Ramadhan di berbagai penjuru dunia,” ungkapnya, Rabu (29/3/2023).

Lebih lanjut Rio Luhung Pribadi menjelaskan di seri pertama, Ralinia menghadirkan dua pembicara yang berada di Malaysia dan Korea Selatan. Di Malaysia Nur Subhanie binti Mohammad Arshadh.  Mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang juga peserta program winter camp di Unissula Februari 2023.

Dan di Korea Selatan bersama Hanna El-Gharib. Mahasiswa Unissula yang sedang menempuh program joint degree di Kyungdong University Korea Selatan.

Pada seri dua akan bersama pembicara dari Turki dan Maroko. Dari Turki adalah Mohamed Ali, alumni program Darmasiswa di Unissula 2021. Sedangkan dari Maroko oleh Salman Alfarisi, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi S1 di Maroko. “Sesi ini merupakan kolaborasi antara Unissula dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko,” ungkap Rio.

Seri terakhir Ralinia akan membahas tentang Ramadhan di benua Eropa. Dengan pembicara Maya Nabila di Slovakia dan Satiul Komariah di Inggris. Maya Nabila merupakan mahasiswa S3 Indonesia yang sedang mengikuti program Visiting Researcher di Technical University of Košice, Slovakia. Sedangkan Satiul Komariah adalah alumni Unissula yang sedang menempuh studi S2 di University of Bristol.

Rio menyampaikan bahwa program-program yang dapat menambah wawasan global mahasiswa seperti Ralinia harus terus digalakkan. “Hal tersebut sesuai arahan Rektor Prof Gunarto dan sesuai dengan target Unissula sebagai World Class Islamic University. Dimana lulusannya harus mempunyai bekal kompetensi interkultural untuk nantinya bisa beradaptasi dan memberi manfaat di level internasional,” ungkapnya.

Adapun peserta program Ralinia bisa mendaftar secara gratis melalui s.id/ralinia2023. Pihaknya juga menyediakan berbagai merchandise internasional bagi peserta aktif.

Categories
Uncategorized

Bijak Bersosial Media

HEADLINEtoday.id Unissula memberikan bekal kepada mahasiswa dengan IT literasi. Hal ini bertujuan untuk membentengi mahasiswa dari penyalahgunaan media sosial. “Unissula itu visinya yaitu membangun generasi khaira ummah. Kita memiliki mata kuliah IT literasi. Disana kita sisipkan satu materi tentang etika dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam bermedia sosial, terutama di bulan Ramadhan ini,” jelas Wakil Rektor III Unissula dalam siaran Nikmat Ramadhan TVRI Jawa Tengah, Selasa (29/3/2023).

Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD menekankan agar tujuan Ramadhan yaitu menjadi orang yang bertaqwa bisa tercapai. Sayangnya sebagian dari orang yang berpuasa hanya mendapat lapar dan dahaga. “Karena mereka masih berkata dusta, atau berbicara yang sia-sia, atau berbuat maksiat atau yang tidak bermanfaat. Termasuk saat ini di media sosial kaum muda yang ketika mendapatkan berita tanpa cek dan ricek langsung berkomentar dan share, tanpa tahu kebenarannya,” jelasnya.

Sehingga menurutnya, Ramadhan sebagai bulan introspeksi diri. “Maka di bulan Ramadhan ini sebagai bulan yang kita berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah, meningkatkan pahala. Maka mari kita introspeksi diri, termasuk dalam kebiasaan kita di media sosial,” lanjutnya.

Qomaruddin juga menyebut dalam bermedia sosial ada dua peraturan, tertulis dan tidak tertulis. Peraturan tertulis diantaranya UU ITE, atau di dunia pendidikan peraturan untuk menghindari plagiarisme. “Sedang untuk yang tidak tertulis ada yang namanya network ethic, yaitu tata norma yang harus kita ikuti. Sebagai seorang muslim atau yang hidup di Indonesia harus paham kalau tidak boleh mengejek, misalnya karena bermedia sosial itu sebagaimana kita menjaga lisan,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Meneladani Semangat Nabi Sambut Ramadhan

HEADLINEtoday.id oleh: Dr Sugeng Hariyadi Lc MA (Kepala Qur’an Learning Center Unissula)

Marilah kita menyambut bulan ini dengan penuh sukacita dan memanfaatkannya lebih banyak dengan amalan-amalan ibadah termasuk mudarosah dan murojaah yaitu mereview hafalan surat Al Qur’an, serta  dengan amalan-amalan saleh atau kebaikan yang lain. Diriwayatkan dari Sahabat Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata,  Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling bersemangat untuk melakukan kebaikan di sepanjang waktu di sepanjang bulan. Namun, saat-saat lebih dan paling bersemangat baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berbuat baik adalah pada saat bulan Ramadhan dari awal hingga selesai.  

Ketika Malaikat Jibril datang baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan pengulangan hafalan Al Qur’annya dari awal bulan suci Ramadan datang hingga selesai. Dari awal ayat dan surat pertama kali diterima Baginda Nabi hingga yang terakhir di murojaah setiap hari setiap malam ketika berjumpa dengan Malaikat Jibril.  Saat-saat bertemu dengan Malaikat Jibril itulah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menunjukkan ketauladannya untuk para sahabat dan untuk umatnya, yaitu memperbanyak amalan-amalan kebaikan lebih banyak dan lebih cepat daripada angin yang berhembus. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sangat bersemangat dalam melakukan amalan saleh khususnya terhadap Al Qur’anul Karim.

Yang kedua, seluruh Sahabat hampir merasakan manfaat dari amal saleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam khususnya pada bulan suci Ramadhan.  Bulan suci Ramadhan adalah momen yang sangat istimewa bagi kita untuk mereview bagaimana cara kita berinteraksi dengan Al Qur’an dan tentunya juga bagaimana kita belajar dan mengajar. Selama ini pada bulan suci Ramadan adalah saat-saat bagaimana kita dapat mencontoh Baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Bukan semakin malas atau bosan dengan belajar mengajar justru semakin bersemangat dengan amalan-amalan kebaikan yang lainnya.