Categories
Uncategorized

OPTIMALISASI RAMADAN DENGAN IBADAH DINIYYAH DAN ILMIYYAH

HEADLINEtoday.id Tidak terasa kita sudah bersua kembali dengan Ramadan bulan suci 1444 H, itu pertanda bahwa Alloh telah memberikan anugerah besar luar biasa bagi kita, untuk menyambut menyapa, dan bercinta dengan Ramadan-Nya.

رَمَضَانُ شَهْرُ اللهِ وَفَضْلُهُ عَلَى سَائِرِ الشُهُوْرِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ

Artinya: Ramadhan adalah bulan Allah. Keutamaannya dibanding bulan-bulan lain adalah bagaikan keutamaan Allah dibanding dengan makhluk-Nya. (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, Daru-l Kutubi-l Ilmiyyah, halaman: 186)

Dalam satu kesempatan ketika ketika Ramadhan tiba, Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat pesan berikut ini:

وَقَدْ دَنَا شَهْرُ رَمَضَانَ لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ اُمَّتِي اَنْ يَكُوْنَ سَنَةً

Artinya: Ramadhan telah tiba. Seandainya para hamba Allah mengetahui terhadap apa-apa yang ada dalam Ramadhan, maka umatku pasti berharap agar bulan ini tetap ada selama setahun penuh. (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, halaman: 186

Ahlan wa sahlan bi hudzuri Ramadan, Marhaban Sahru Syiham.Marhaban Ya Syahru Qur’an

Berkait dengan ini, Prof Dr Qurais Syihab menyatakan bahwa, menjelaskan kata marhaban terambil dari akar kata rahb (رَحْبٌyang bermakna (وَاسِعٌ, رَحِيْبٌ), yaitu luas dan lapang. Sehingga apabila kita kaitan dengan konteks marhaban Ya Ramadan Ya Syahra Syiyam, berari kita menyapa tamu agung yang dating dan disambut, dan diterima dengan penuh lapang dada, penuh keceriaan, serta dipersiapkan bagi Ramadan tempat yang luas untuk melakukan aktifitas apa saja yang disenangi oleh bulan tersebut.

Awalnya dari kara rahbab ini lah terbentuk antara lain kata, ruangan yang luas. Maka untuk menyambut Marhanan Ya Syahra Ramadan, bermakna kami menyambutmu Ramadan, dengan penuh suka cita dan kegembiraan dan memepersiapkan diri untuk berupaya mengasah jiwa demi membahagiakan Ramadan dengan amalaiyah positif didalamnya.

Terkait dengan kenapa disebut Ramadan, tentu terbersit dalam benak fikiran kita. Ternyata kalai kita telusuri, bahwa dalam Bahasa Arab bulan identic dengan kata syahr yang berarti terkenal atau popular. Orang-orang Arab juga biasanya menyebut suatu hal nama, disesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada saat itu, dimana nama kata Ramadan terambil dari akar kata Ramidha )     رَمِضَ ) yang bermakna “Sangat panas, dan membakar”. Kenapa disebut demikian ? sebab panas matahari yang sangat terik panas luar biasa menyinari padang pasir guru Arab saat itu. Dan bahkan ada juga yang menyebut tentang “batu karang yang membakar”.

Secara filosofis, makna Ramadan berarti membakar dosa-dosa yang pernah dilaksanakan dengan konsep menahan diri dari makan dan minum serta apa saja yang membatalkan sahnya puasa. Maka Rosululloh bersabda, “dinamakan dengan bulan Ramadan sebab ia cenderung akan membakar dosa-dosa yang telah dilakukan”.

Oleh sebab itu, pertemuan kita dengan Ramadan merupakan anugerah yang harus disyukuri dengan melakukan optimalisasi ibadah diniyyah didalamnya, bahkan lebih dari itu, bisa dimungkinkan melaksanakan kegiatan positif berupa ibadah ilmiyah sehingga datangnya Ramadan bagi kita akan membawa secercah berkah barokah dan kerahmatan didalamnya.

Maka pantas saja, jauh-jauh hari Rosul senantiasa berdoa :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.” Seolah mereka juga memohon, “Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan

Kita mencoba mengisi malam siang dan malam Ramadan dengan kegiatan positif seperti berdzikir, tadarus alquran ataupun salaat tarawih berjamaah. Tentu saja yang perlu kita garis bawahi bahwa mengisi Ramadan tidak hanya dimakanai dalam dimensi ibadah Diniyyah saja namun bisa bernuasa ibadah ilmiyah, misalnya dalam hal tarawih dan tadarrus al-qur’an.

Terkait dengan salat tarawih misalnya, ada suatu keistimewaan yang amat besar, diantaranya, anjuran Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah RA, dan merupakan hadis sohih riwayat Bukhori dan Muslim, Nabi Muhammad bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ وَصَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih).   Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan beribadah pada malam hari bulan Ramadhan adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Tarawih. Karena itu, mari kita jaga ibadah puasa kita di bulan ini, dan juga kita maksimalkan ibadah shalat Tarawih, agar bisa mendapatkan ampunan dari Allah swt sebagaimana hadits tersebut.​​​​​​​ Sebab apabila direnungkan, bahwa salat tawarih bermakfaat paling tida dua dimensi, pertama, dimensi ruhaniyah (manfaat ruhani), dan yang kedua dimensi jasmaniyah (manfaat jasmani). Manfaat ruhaniyah berupa diampuni dosa-dosa kita yang pernah dilakukan kepada Alloh SWT., tentu doa yang kecil kepada –Nya, walaupun juga berpotensi terserah Alloh, bahwa akan juga diampuni dosa besar kita kepada Aloh SWt. Seperti penjelasan Imam Abu Thayyib dalam Kitab ‘Aunul Ma’bud Syarhu Sunan Abi Dawuh:

أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ

Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.”
Sedangkan dalam konteks manfaat jasmaniyah, paling tidak salat Tarawih akan mampu membentuk kesehatan tubuh. Tubuh menjadi terhindar dari berbagai penyakit yang berasal dari makanan yang telah dikonsumsi pada saat kita melaksanakan buka puasa. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam Kitabnya yang terkenal yaitu Kitab As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, halaman 111, ditegaskan bahwa :

صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ

Artinya, “Shalat tarawih sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan, yaitu terdiri dari 20 rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat badah, dan ampunan dosa-dosa.”​​​​​​​

Alloh SWT telah berfirman dalam QS Al Baqarah 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”

Ibadah puasa sebagai mana ibadah pada umumnya, tidak hanya berkaitan dengan soal sah tidaknya, tetapi jika didalami juga memuat beberapa ada yang harus direaliasasikan untuk menjaga kualitas dari ibadah puasa. Wajar saja jika Al Ghazali mengklasifikasikan orang berpuasa kedalam tiga strata, yaitu strata puasanya orang kalangan awam, strata kedua untuk kalangan khusus / khowash (orang-orang shalih), dan strata ketiga (tertinggi) untuk khususul khusus /khowasul Khowash (wali, nabi).

Imam Al Ghazali pun mengkritik untuk mengingatkan kita yang sedang puasa, bahwa:

كم من صائم مفطر وكم من مفطر صائم

Artinya, “Banyak orang berpuasa, tapi sejatinya tidak. demikian sebaliknya, banyak orang tidak berpuasa, tapi sesungguhnya dialah seperti orang yang berpuasa.”, demikian dalam Ihya ‘Ulumuddin, Juz 1, hal. 272)

Oleh sebab itu, perlu kita perhatikan nasihat yang disampaikan dalam Kitab Ad-Adabu Fi Din yang termuat dalam Majmu’ah Rasil al Imam al-Ghazali (terbitan Kaira, Maktabah At-Tauqifiyah, t.th, halaman 439) , Imam Al-Gazali menasihati kita bahwa kita perlu menjaga kualitas dan kuantitas esensi puasa dengan 6 adab:

آدَابُ الصِّيَامِ: طَيِّبُ اْلغِذاَءِ، وَتَرْكُ اْلمِرَاءِ، وَمُجَانَبَةُ اْلغِيْبَةِ، وَرَفْضُ اْلكَذِبِ، وَتَرْكُ اْلآذَى ، وَصَوْنُ اْلجَوَارِحِ عَنِ اْلقَبَائِحِ

Artinya: “Adab berpuasa, yakni: mengonsumsi makanan yang baik, menghindari perselisihan, menjauhi ghibah (menggunjing orag lain), menolak dusta, tidak menyakiti orang lain, menjaga anggota badan dari segala perbuatan buruk.”

Oleh sebab itu optimalisasi ibadayah diniyyah dan ilmiyah menjadi kunci dalam menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan ini.

Salah satu keistimewaan Bulan Ramadan, disebut dengan Bulan Alqur’an. Dimana pada Bulan ini Alqur’an diturunkan, dan Nabi Muhammad sangat senang untuk berinteraksi dengan AlQur’an pada Bulan Ramadan.

Namun seringkali bahwa ibadah tadarus Alqur’an di Bulan Ramadan hanya dimaknai dari sisi aspek ibadah Diniyyah saja, padahal sebetulnya terkait juga dengan ibadah Ilmiyah.

Dalam konteks interkasi dengan Alqur’an, paling tidak ada tiga (3) ulama terkenal yang menyoal hal ini. Pertama Imam Al-Ghazali yang menulis bab tata kesopanan membaca Al-Qur’an dalam Kitab Ihya Ulumuddin nya; 2) Imam An Nawawi yang secara khsusus dan detail dama membahas adab membaca dan menghafal Alqur’an dalam Kitabnya At Tibyan. 3) Syekh Prof Dr Yusuf Qardhawi, ulama Mesir yang menulis kita Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an (bagaimana mekanisme dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an).

Tentu bagi kita yang berada diwilayah civitas akademika, berintekasi dengan Al-Qur’an janganlah hanya berhenti dalam tataran membaca (tilawah) saja, namun lebih dari itu, karena hakikatnya berinteraksi dengan Al-Qur’an bisa berdimensi ibadah diniyyah dan ilmiyah.

Setidaknya ada 6 (enam) cara dalam Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an berinteraksi dengan Al-Qur’an apalagi di Bulan mulia penuh keberkahan bulan Ramadan ini.

Pertama, Tilawah, yaitu membaca.

Kedua, Tafhim, yakni memahami,

Ketiga, Tanfidz, melaksanakan.

Keempat, Tahfidz, menghafal.

Kelima, Ta’lim yaitu mengajarkan

Dan Keenam tahkim yaitu berpedoman pada Al-Qur’an.

Pertama Tilawah, kata ini secara khusus di gunakan Al-Qur’an untuk merujuk pada maksud membaca teks-teks suci yaitu kitab-kitab yang di turunkan kepada para Nabi baik itu kitab Taurat, Zabur, Injil maupun Al-Qur’an, sebagaimana contoh di dalam surat Al-Kahfi ayat ke 27 (utluu maa uhiya ilaika) dan surat Al-Baqarah ayat 129 (yatluu ‘alaihim aayatik).

Selain redaksi tilawah, ada kata lainya yang sering digunakan yaitu qara’a atau iqra, tetapi kata ini ternyata bersifat umum dan bisa diimplementasikan dalam konteks membaca teks apapun termasuk juga Al-Qur’an. Dalam ranah ini, membaca tentu saja menjadi aktifitas awal kita untuk berintekraksi dengan al-Qur’an, karena bagaimana kita akan mengenal al-Qur’an tanpa membacanya ? Oleh sebab itu sebagai Muslim, apabila belum mahir dalam mebaca Al-Qur’an silahkan untuk belajar secara optimal, insyaAllah akan dimudahkan, apalagi puluhan bahwa ratusan metode dalam membaca dan belajar Al-qur’an sangat banyak ragamnya.

Membaca Al-Qur’an merupakan perintah dalam ajaran islam oleh karenanya menjadi ibadah dan akan mendapat pahala kebaikan dari Allah SWT. Setiap ayat yang di baca akan di lipatgandakan pahalanya, dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Nabi bersabda;

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : آلم حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ واللَّامُ حرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak menyebutkan bahwa Alif Lam Mim adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (H.R. Tirmidzi)

Tentu dengan membaca (tilawah) saja tidak cukup dan harus dibekali dengan kesesuaian antara tajwid dan makharijul huruf. Serta harus dibarengi dengan peningkatan berupa tafhim, yaitu mencoba dan berupaya untuk memahami secara ilmiah dan mengerti bacaan Al-Qur’an. Proses tafhim ini bisa diawali dengan tadabbur dan meningkatkan pemahaman terhadap bahasa Arab atau tafsirnyakarena dengan mengerti dan memahami kata dalam Al-Qur’an maka kita akan mengetahui isi darinya.

Setelah tafhim, kita diarahkan pada level berikut nya yaitu Tanfidz, berupa meksanakan dalam kehidupan sehari-hari secara bertahap, konsisten dan berkelanjutan, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Setelah level ini kita diarahkan untuk menapak strata selanjutnya berupa tahfidz yaitu proses memindahkan ayat-ayat Al-Qur’an kedalam relung hati kita. Mengajapa perlu dihafal ? sebab Al-Qur’an merupakan bekal, pedoman dan sebagai waf of life bagi manusia yang akan selalu sholihun likulli zaman wa makan. Yang mana intamassaktum bihi lan tadzillu Abadan.

Selain itu tubuh ini ibadah raga yang perlu di chase seperti battery hand phone. Tubuh manusia harus selalu diberikan bacaan Al-Qur’an supaya senantiasa berisi signal ilahiyyah dan terkoneksi kepada Allah Sst, sehingga dengan nya akan muncul konsep ihsan yang menyatu dalam diri sanubari. Dimana pun dan dalam situasi apapun selalu merasa diawasi oleh Alloh Swt, an ta’budalloh ka’annaka taroh, fainlam takun taroh fainnahu yaroka. Sehingga nilai-nilai spirit puasa akan bisa melekat dan diri setiap Muslim. Dalam konteks ini setiap kita harus menghiasi diri dengan Al-Quran, sahabat Abdullah bin Abbas r.a, berkata bahwa Nabi pernah bersabda:

عَن ابِي عَبٌاسٍ رَضَيِ اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ اِنَ الٌذِي لَيسَ فيِ جَوفِه شَي مِنَ القُرانِ كَالَبيتِ الخَرِبِ.

Artinya: “Barang siapa yang tidak ada dalam tenggorokannya ayat Al-Quran maka seperti rumah yang rusak.” (HR. Tirmidzi)

Setelah Tahfidz, interaksi berikutnya adalah level Ta’lim, yaitu mengajarkan kebali Al-Qur’an kepada orang lain. Maka civitas akademika, harus berupa untuk belajar dan kemudian mengajarkan al-Qur’an kepada orang lain, minimal putra putri, keluarga dekat dan masyarakat secara umum. Sebab hal ini merupakan aktifitas dan tugas paling mulia yang disabdakan Nabi.

عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.

“Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (H.R. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzy, Nasai, dan ibnu Majah)

Setelah ta’lim level berikutnya berupa tahkim, yaitu berpedoman dan menjadi Al-Qur’an sebagai way of life, pedoman dalam kehidupan. Maka standar kehidupan kita adalah Al-Qur’an, itulah puncak interakti dengan Al-Qur’an sebagaimana inpirasi Prof Dr Yusuf Qordlowi dalam Risalah Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an.

 Khutbah Jum’at di Masjid Abu Bakar Assegaf

Oleh : Moh Farhan SPdI SHum  MPdI, Dosen Fakultas Agama Islam Unissula

24 Maret 2023

Categories
Uncategorized

Aqil Yusuf Presiden BEM Baru Unissula

HEADLINEtoday.id Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengajak pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk bekerjasama dalam kebaikan. Hal itu ia sampaikan dalam sambutan pelantikan BEM Unissula di Aula Gedung Kuliah Bersama Unissula, Senin (20/3/2023).

“Pengurus BEM adalah keluarga. Bekerjasamalah untuk kebaikan untuk peningkatan kualitas, potensi, dan minat bakat mahasiswa. Kebaikan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan sebagai kader bangsa, muwujudkan amanah musyawarah besar berupa program kerja pengurus BEM 2023/2024. Kebaikan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera yang dirahmati Allah,” ungkapnya.

Adapun mereka yang dilantik adalah Aqil Yusuf Hidayat (Ketua), Rajif Jaya Wardani Sulaiman (Wakil Ketua), Diska Khoirunnisa Rizal (Sekretaris), Riskian Hayun Putra (Bendahara), dan sejumlah pengurus lainnya.

Prof Gunarto juga meminta pengurus untuk fokus pada program kerja. Selanjutnya Rektor juga mengungkap sebagai pengurus BEM harus mengikuti tiga nilai akademik. Pertama selalu menggunakan sains dan ilmu agama dalam mengambil keputusan-keputusan organisasi. “Tidak boleh mendasarkan pada mitos atau mistik yang anti sains, yang bertentangan dengan ilmu agama,” lanjutnya.

Kedua nilai-nilai akademik harus mendasarkan kepada nilai-nilai hati yang dibimbing oleh nilai agama. Sehingga moralitas itu menjadi bagian penting dari hati yang bersih (qolbun salim). Yang ketiga selalu mengabdi untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera yang dirahmati Allah. Karena hubbul wathon minal iman. Hubbul wathon itu tanggungjawab para calon pemimpin nantinya. Maka ketika menjadi pengurus BEM sebagai kader juga memiliki tanggungjawab sesuai dengan proporsinya sebagai mahasiswa, sebagai pelopor perubahan.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III Muhammad Qomarudin ST MSc PhD. Juga Ketua LPKA Unissula Fajar Adi Putranto SE, dekan dan dosen di lingkungan Unissula, serta Ketua BEM Udinus dan UMS.

Categories
Uncategorized

Teliti Sensor Navigasi, Dosen Elektro Unissula Raih Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula Muhammad Khosyi’in meraih gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 44 di Program Doktor Ilmu Teknik Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya dengan bidang kompetensi utama teknik elektro.

Tema disertasinya Integrasi Sensor IMU RTK GNSS untuk Navigasi Kendaraan Otonom Menggunakan Algoritma Kalman Filter. Bertindak sebagai promotor Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD sedangkan co-promotor D Bhakti Yudho Suprapto ST MT dan Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati MSi.

“Sistem navigasi sangat penting untuk menentukan pergerakan lokasi, arah, dan tujuan kendaraan, terlebih kendaraan otonom yang membutuhkan titik koordinat yang akurat. Karenanya, dibutuhkan koordinasi yang tepat dan integrasi yang cermat antara sensor-sensor navigasi dengan meminimalisir gangguan atau noise yang tidak diinginkan. Metodenya dengan memberikan koreksi pada data sensor dengan menggunakan algoritma Kalman Filter,”  jelas Khosyi’in.

Disertasi tersebut berhasil dipertahankan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Nukman MT, Dr Muhammad Rif’an ST MT, Dr Eng Tresna Dewi ST MEng dan Dr Eng Suci Dwijayanti MS.

Ketua Prodi Teknik Elektro Unissula, Jenny Putri Hapsari ST MT merasa bersyukur dan bangga atas gelar yang diperoleh Muhammad Khosyi’in tersebut. “Hal itu akan memperkuat program studi dan menjamin kualitas pembelajaran yang lebih baik”, ungkapnya.

Sementara itu Dekan FTI Unissula, Dr Novi Marlyana ST MT mengapresiasi capaian tersebut.  “Semoga raihan gelar doktor ini akan semakin menguatkan sumber daya insani FTI Unissula dalam meraih predikat unggul bagi semua program studi yang ada, sehingga layanan kepada pengguna terutama mahasiswa semakin prima,” ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Mahsiswa Farmasi Unissula Belajar Tanaman Obat di Tawangmangu

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Prodi Farmasi Unissula melaksanakan praktik lapangan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan  Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT) pada Senin (20/3/2023). Sebanyak 177 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dan didampingi dosen dan analis.

Tri Widayat MSc dari B2P2TOOT mengenalkan tanaman obat dan tanaman atsiri.  Peserta juga mendapatkan pengalaman secara teknis tentang budidaya tanaman obat yang tepat. Mulai dari pengolahan simplisia menjadi obat herbal yang digunakan berdasarkan evidence (Evidence Based Medicine). Peserta juga ditunjukkan teknik pemanenan tanaman obat, pasca panen dan pengelolaan simplisa yang memenuhi persyaratan.

Kaprodi Farmasi Unissula, Rina Wijayanti MSc Apt menambahkan mahasiswa perlu turun ke lapangan melihat secara langsung berbagai jenis tanaman obat, bagaimana proses budidaya, tatacara panen, serta pengelolaan pasca panen tanaman obat. “Kegiatan ini merupakan salah satu mata praktikum modul senyawa bahan alam untuk mahasiswa semester dua”, ungkapnya.

Categories
Uncategorized

RSIGMP SA Beri Tips Penting Jelang Ramadhan

HEADLINEtoday.id Rumah Sakit Islam Gigi Mulut Pendidikan Sultan Agung (RSIGMP SA) mengadakan talk show menjaga kesehatan gigi dan mulut serta asupan gizi selama Ramadhan (16/3/2023). Acara yang dilaksanakan di Convention Hall RSIGMP SA tersebut menghadirkan narasumber drg Rochman Mujayanto SpPM dan Dr dr Minidian Fasitasari MSc SpGK (K). Talkshow diikuti oleh Komunitas Ibu Syariah Semarang (KISS), Komunitas Ikatan Pengusaha Wanita Kreatif Cerdas (IPWKC), dan perwakilan orang tua murid SDIT Harapan Bunda.

Dokter Rochman Mujayanto menyampaikan bahwa, selama bulan Ramadhan kita tetap boleh melakukan perawatan gigi asalkan dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Perawatan yang boleh dilakukan saat puasa adalah pencabutan gigi, pembersihan karang gigi, penambalan gigi, dan percetakan gigi sesuai fatwa MUI no. 205-E/MUI-KB/2018 tentang tindakan kedokteran gigi. “Agar gigi dan mulut tetap segar dan sehat selama puasa, maka dianjurkan untuk tetap melakukan perawatan gigi dengan menggosok gigi setelah makan sahur dan sebelum tidur”, ungkapnya.

Sementara itu dokter Minidian Fasitasari menyampaikan bahwa selama puasa harus menjaga porsi makan dengan gizi yang seimbang, misalnya ketika sahur dianjurkan untuk makan dengan porsi yang tidak berlebihan dan menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh, karena memiliki efek diuretik yang menyebabkan seringnya buang air kecil sehingga mengakibatkan kekurangan cairan dalam tubuh. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan harus dikurangi dan menyegerakan berbuka dengan bertahap dan tidak terburu-buru.

Categories
Uncategorized

FH Unissula Bahas Regulasi UU Lalu Lintas

HEADLINEtoday.id Fakultas Hukum (FH) Unissula melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) dan Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO), Senin (20/3/2923).

Perjanjian kerjasama ditandatangai oleh Dekan FH Unissula Dr Bambang Tri Bawono SH MH dengan Ketua Umum DPP APTRINDO Drs Gemilang Tarigan MBA dan Ketua Umum DPP ASKARINDO Sommy Lumajeng yang diwakili oleh Ketua I DPD Jateng dan DIY ASKARINDO Isroi Rais.

”APTRINDO dan ASKARINDO mengajak kami untuk bekerjasama, kami pun mengapresiasi dan menyambut baik. APTRINDO dan ASKARINDO minta pendampingan hukum di bidang regulasi lalu lintas dan angkutan jalan. Di satu sisi, Fakultas Hukum memiliki banyak pakar di bidang hukum, sehingga akan dapat membantunya,” jelasnya.

Gemilang Tarigan mengatakan, pihaknya berharap banyak pada kalangan akademisi untuk memberi pendampingan hukum, khususnya membantu dalam hal regulasi.

”Semoga ke depan jadi rumusan terbaik untuk menjadi reformasi regulasi peraturan atau Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berbasis keadilan. Diantaranya, sejauh mana UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengandung kepastian hukum. Rumusan tersebut nantinya juga bisa menjadi usulan dan masukan bagi pembuat UU,” jelasnya.

Pasalnya, menurutnya, para anggota APTRINDO dan ASKARINDO mengaku acapkali berada pada ‘kebuntuan’ karena penerapan hukum menyangkut hal tersebut berbeda-beda antar wilayah, sehingga kerap menimbulkan interpretasi yang berbeda. Fakta di lapangan terjadi aturan yang berbeda antara penafsiran UU, pengalaman dan penerapannya.

Isroi Rais mengatakan, diharapkan melalui kerjasama ini, pihaknya bisa memperjuangkan apa yang diperjuangkan. ”Ke depan semoga bisa menjadi rumusan terbaik untuk menjadi reformasi regulasi peraturan yang berbasis keadilan bagi asosiasi, sopir, pengusaha karoseri dan masyarakat untuk mendapatkan kebaikan bersama. Sehingga kami bisa bekerja maksimal, tenang, dan memberi kontribusi bagi negara,” jelasnya.

Kerjasama juga dibarengi dengan seminar nasional bertema “Reformasi Regulasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Berbasis Keadilan.”

Seminar dimoderatori Dias Saktiawan SH MKn. Hadir sebagai pembicara Dr Muhammad Taufiq SH MH, Dr Sugiharto SH MH, dan Agus Pratikno SE MM

Categories
Uncategorized

Produk Halal Bukan Hanya Trend Namun Kebutuhan

HEADLINEtoday.id Mengkonsumsi makanan yang halal bukan hanya tren namun sudah menjadi kebutuhan setiap muslim. Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Gunarto SH MH saat memberikan sambutan dalam grand opening Halal Bakery Tsabita di jln KH Ahmad Dahlan Pekunden Semarang Tengah (20/3/2023).  “Setiap muslim diperintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik. Karena apa yang kita konsumsi sesungguhnya juga akan berpengaruh bukan hanya ke jasmani tapi juga ke ruhani seseorang. Sehingga sekuat tenaga dan sebisa mungkin kita berusaha hanya mengkonsumsi yang halal saja”, ujarnya.  Lebih lanjut Komisaris PT Sejahtera Makmur Gunaboga yang juga Rektor Unissula tersebut menjelaskan selain halal, produk roti Tsabita juga rasanya nikmat.

“Selain halal dan toyib kehadiran produk Tsabita yang hanya berjarak 150 Meter dari Simpanglima tentunya akan semakin mempermudah konsumen untuk menjangkau produk tersebut. Sampai saat ini di Semarang Tsabita telah buka di tiga tempat. Tempat yang telah dibuka terlebih dulu yakni di Tembalang dan Kedungmundu”, lanjutnya.

Sementara itu Vice Presiden PT Boga Indonesia Talenta menyatakan tekadnya agar produk Halal Bakery Tsabita bisa membuka outlet di setiap kecamatan di Indonesia. “Visinya bukan hanya motif ekonomi namun lebih dari itu yakni sebagai media ibadah karena Allah SWT. Dengan menyediakan Halal Bakery ini tentunya semakin memudahkan para kaum muslimin mengkonsumsi makanan yang halal dan baik”, ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Profesor Baru Unissula Usulkan Regulasi Pemberantasan Korupsi

HEADLINEtoday.id Hakim tinggi Medan Dr Syahlan SH MH mendapatkan gelar profesor kehormatan dari Program Doktor Ilmu Hukum Unissula. Surat Keputusan pengangkatan guru besar diserahkan oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Dalam sambutannya Prof Gunarto menyampaikan pentingnya penegakan hukum yang komprehensif agar tindak pidana korupsi (tipikor) tidak tumbuh subur di Indonesia. “Tentu sangat menyedihkan jika praktik korupsi terus tumbuh subur di negeri ini. Koruptor silih berganti ditangkap KPK namun hal itu tidak membuat jera yang lainnya. Kita merindukan penindakan hukum yang tegas seperti yang misalnya  dilakukan di China sehingga korupsinya bisa nol”, ungkapnya. 

Sementara itu Prof Syahlan dalam pidatonya menjelaskan pentingnya penegakan hukum tipikor dilaksanakan secara luar biasa.  Ruh penegakan luar biasa melawan hukum ada pada penerapan melawan hukum secara materil. Sebagaimana yang dianut oleh UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2021.

Bila dicermati lahirnya UU no 31 tahun 1999 adalah sebagai suatu upaya dan semangat untuk menegakkan hukum tipikor yang ingin dilakukan secara luar biasa. Karena tindak pidana korupsi yang dikatakan sebagai tindak pidana luar biasa, penangannya harus juga dilakukan secara luar biasa.

Diharapkan para koruptor yang telah merugikan keuangan negara tidak begitu mudah lepas dari jerat hukum dengan berlindung pada asas legalitas KUHP pasal 1 ayat 1. Namun dalam waktu yang tidak terlalu lama pada tahun 2006 terjadi perubahan yang amat mendasar pada UU no 31 tahun 1999 jo No 20 tahun 2001 tentang sifat melawan hukum materil (pasal 2 ayat 1).

Hal ini berawal dari adanya gugatan dari Ir Daud Djatmiko yang mengajukan gugatan yudisial review ke MK. Yudisial review terhadap penjelasan pasal 2 ayat 1 uu no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001.

Atas gugatan tersebut MK melalui putusannya no 003/PUU-IV/2006 yang intinya menyatakan bahwa penjelasan pasal 2 ayat 1 tersebut bertentangan dengan pasal 28D UUD 45.

MK dalam pertimbangan hukumnya diantaranya menyebutkan tidak adanya kepastian hukum. Apapun alasannya secara yuridis Putusan MK tersebut menurut UU No 24 tahun 2003 tentang MK bersifat final dan mengikat dan MK adalah suatu lembaga tinggi negara pemegang kekuasaan kehakiman. Sehingga keputusan MK harus dihormati.

Namun disisi lain perlu pula diperhatikan ada perangkat peraturan perundang undangan lainnya yang harus dihormati pula sebagai instrumen hukum yang harus dijalankan sebagaimana yang diamanatkan UU tersebut.

“Disinilah saya memandang harus ada kesamaan pandangan dalam menerapkan sifat melawan hukum materil tersebut sebagai upaya luar biasa untuk memberantas tipikor. Namun cara luar biasa itu harus berada pada koridor hukum”, ungkap Syahlan.

Apabila dalam pemberantasan korupsi sifat melawan hukum materil tidak diterapkan maka pintu masuk untuk membebaskan atau melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum secara yuridis sangat dimungkinkan. Sehingga penegakan hukum tipikor secara luar biasa yang diinginkan sulit untuk bisa dicapai. Karena menurut kami salah satu instrumen penting untuk menegakkan hukum dan memberantas tindak pidana korupsi secara luar biasa nafasnya adalah dengan menerapkan sifat melawan hukum materil tersebut. Agar tidak ada celah bagi koruptor untuk lepas dari jeart hukum.

Sehingga ia memberi saran agar penegak hukum hendaknya meningkatkan kualitas diri serta dapat memahami lebih mendalam tentang pengertian sifat melawan hukum dan dapat menerapkan sifat melawan hukum materil dalam penegakan hukum tipikor.

“Diharapkan integrated criminal justice system benar benar dapat bersinergi dan mempunyai persepsi yang sama dengan menerapkan perbuatan melawan hukum baik secara formal maupun materil dalam pemberantasan korupsi”, ungkap Syahlan.

Kepada fihak legislator dalam membuat regulasi secara tegas merumuskan suatu perundang undangan yang memuat secara utuh dan jelas dalam rumusan pasal pasal yang dirumuskan, bukan hanya ada dalam penjelasan.

“Kami mengharap ada regulasi baru yang tetap mengatur dan memuat adanya sifat melawan hukum formil maupun materil  dalam regulasi khususnya terhadap regulasi tentang pemberantasan korupsi”, pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Hukum Dr Bambang Tri Bawono SH MH, Ketua Program Dr Ilmu Hukum Prof Dr Anis Masdurohatun SH MH. Hadir pula Wakil Rektor I Dr Ande Sugiyono, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi, Wakil Rektor III M Qomaruddin ST MSc Phd para dosen dan mahasiswa Hukum Unissula.

Categories
Uncategorized

Unissula Mewisuda Mahasiswa Internasional

HEADLINEtoday.id Unissula melaksanakan prosesi wisuda ke 85. Acara yang dilaksanakan di Auditorium kampus Unissula tersebut diikuti 2.270 wisudawan. Diantara para wisudawan tersebut ada enam mahasiswa internasional yang jug aikut diwisuda. Mereka adalah Carolina da Crus dari Timor Leste dari Prodi S3 Ilmu Hukum. Fatima M Abbad Naikwandi dari India (S3 Ilmu Hukum). Roshahafizah binti Halim dari Malaysia (S3 Ilmu Hukum).

Selain itu juga diwisuda Nadeeyah Lee Adam dari Thailand (S1 Pendidikan Bahasa Inggris). Kittiya Baroheen dari Thailand (S1 Sastra Inggris). Wisuda lainnya Angelo Nevez asal Timor Leste Prodi Magister Ilmu Hukum.

Rektor dalam sambutannya mengatakan pentingnya mengimplementasikan visi khoiro ummah yakni menjadi generasi terbaik pasca di wisuda. Yang pertama adalah pentingnya para wisudawan memiliki komitmen untuk menjadi manusia yang selalu berbuat kebaikan. “Mari selalu menjadi pribadi yang selalu berbuat baik. Berbuat baik kepada keluarga, kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara. Ilmu dan pengabdian saudara dinanti untuk memajukan bangsa dan negara ini”, ungkapnya.

Yang kedua mencegah kemunkaran. Dengan bekal ilmu agama yang telah saudara terima harus bisa memotivasi saudara untuk bisa mencegah kemunkaran. Hal itu bisa diawali dari diri anda sendiri dengan tidak berbuat maksiat dalam kehidupan.

Yang ketiga selalu meningkatkan iman kepada Allah. “Iman kepada Allah SWT adalah pondasi terpenting bagi kehidupan seorang muslim. Keimanan kepada Allah akan menuntun manusia untuk selalu dekat dan hanya mengharap pertolongan Allah SWT”, ungkapnya.

Para wisudawan juga diminta komitmennya untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain). “Dalam situasi apapun dan kapanpun jangan pernah lupa untuk berterimakasih kepada kedua orang tua dengan cara selalu berbakti kepadanya. Jangan pernah melupakan jasa jasa orang tua. Merekalah yang telah berjuang, yang membuat saudara bisa menikmati pendidikan yang baik dan menyambut masa depan yang lebih baik. Karena dengan mengharap ridhonya kita akan mendapat ridho dari Allah SWT”, pungkasnya.

Prof Gunarto juga mengharapkan para wisudawan belajar dari tokoh tokoh penting negeri ini yang juga menjadi bagian dari Unissula. “Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) adalah figur penting negeri ini. Beliau adalah bagian dari Unissula karena mendapatkan Profesor kehormatan dari Program Doktor Ilmu Hukum Unissula. Demikian juga tokoh kepolisian Irjen Polisi Prof Dr Dedi Prasetyo MHum MSi MM. Prof Dedi Prasetyo lahir di Madiun 26 Juli 1968.  Saat ini mengemban amanah sebagai asisten SDM Kapolri. Mereka adalah teladan inspiratif untuk anak anak muda negeri ini”, ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Gunarto mengungkapkan berbagai capaian penting Unissula yang berhasil bertrasnformasi menjadi universitas terkemuka. Saat ini Unissula memiliki 34 guru besar.  Memiliki 23 prodi terakreditasi Unggul/A dari 41 prodi yang ada di Unissula. Adapun prodi lainnya terakreditasi Baik Sekali/B.

Prodi yang terakreditasi unggul S1 Ilmu Hukum, S2 Magister Ilmu Hukum, S2 Magister Kenotariatan. Prodi lainnya S1 Akuntansi, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Kedokteran, S1 Kedokteran Gigi. Prodi lainnya yang terakreditasi unggul S1 Manajemen, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, D3 Akuntansi, D3 keperawatan, Profesi Ners, Profesi Bidan, Profesi Dokter dan Profesi Dokter Gigi.

Prodi terakreditasi A yakni Doktor Ilmu Hukum, Magister Teknik Sipil, S1 Syariah /Hukum Keluarga, S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Planologi, S1 Sastra Inggris dan S1 Teknik Sipil.

Unissula juga unggul dalam perankingan universitas kelas dunia. Dalam peringkat Scimago Institutions Rankings tahun ini Unissula menempati peringkat ke 28 untuk kinerja inovasi dan penelitian serta peringkat 50 tingkat nasional secara keseluruhan. Peringkat 29 Webometrics kategori openness ranking. Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Jateng versi Edurak. Dan PTS terbaik di Jateng versi UI Green Metrics. “Tahun 2023 ini Unissula masuk radar peringkat universitas kelas dunia, Times Higher Education dan QS yang akan diumumkan bulan September nanti”, ungkap Prof Gunarto.

Categories
Uncategorized

Masjid Ukhuwah Yang Megah Itu Kini Telah Dibuka Untuk Sholat Jumat

HEADLINEtoday.id Masjid Ukhuwah Islamiyah El Azhar yang ada di jalan Tirto Agung Banyumanik membuka lembaran sejarah baru. Hal itu ditandai dengan pertama kalinya dibuka untuk ibadah sholat Jum’at. Bertindak sebagai imam dan khotib dalam kesempatan tersebut yakni KH Yahya Al Mutamakin.

Meskipun baru pertama kali difungsikan sebagai tempat sholat Jum’at namun hadirin yang datang dari berbagai tempat membludak memenuhi masjid tersebut. Hadir pula para tokoh penting antara lain angota DPR RI KH Bukhori Yusuf LC MA, Dr Alwin Basri (suami dari Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu), Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Habib Hasan Toha Putra, Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH. Hadir pula para pimpinan ormas Islam di Kota Semarang seperti NU dan Muhammadiyah, LDII serta tokoh penting lainnya.

Khodimul masjid Drs Azhar Combo dalam sambutannya menyatakan Masjid Ukhuwah Islamiyah didirikan dua tahun lalu. “Proses pembangunannya dimulai pada awal bulan Ramadhan tahun 2021 lalu. Untuk masjidnya pembangunannya sudah selesai namun fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses pembangunan seperti pesantren, area parkir dan lainnya”, ungkapnya.

Adapun pembangunan masjid itu tujuannya sebagai sarana ibadah kepada Allah serta simbol persatuan umat Islam. “Sesuai namanya masjid ini yakni ukhuwah Islamiyah sebagai simbol persatuan muslim khususnya di Kota Semarang. Semuanya diterima di masjid ini baik NU, Muhammadiyah, LDII, Salafiyah maupun ormas yang lainnya. Sangat penting bagi kita umat muslim untuk bersatu dan tidak bercerai berai”, pungkasnya.

Drs Azhar Combo merupakan Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). YBWSA adalah sebuah yayasan besar di Semarang yang juga membawahi kampus Unissula dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Sementara itu KH Bukhori Yusuf dalam testimoninya mengungkapkan tema ukhuwah islamiah merupakan tema yang sangat penting untuk terus digaungkan karena Indonesia sebagai 85% penduduknya adalah muslim. “Jika mayoritas bangsa Indonesia yang 85% nya umat Islam bisa bersatu dalam kerukunan dan kedamaian maka hal itu meruapakan modal yang sangat berharga bagi masa depan Indonesia”, ucapnya.  

Para jamaah yang hadir dalam sholat Jum’at tersebut juga mendapatkan souvenir AlQur’an. Pengunjung juga disediakan makan siang sate dan gule.