Categories
Headline Kampus Nasional News

Jurnal Hukum FH Unissula Tampil di International Simposium Turkiye

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi salah satunya bidang publikasi ilmiah di lingkungan akademiknya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam gelaran International Anadolu Symposium of Academic Studies yg diselenggarakan oleh USAR organisasi para Ilmuan Seluruh Dunia berpusat di Ankara, Turkiye, pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2025.

Unissula mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mempromosikan dan memperkuat posisi jurnal ilmiah unggulannya di kancah global. Delegasi diamanahkan kepada Assoc. Prof. Dr. Ong Argo Victoria, yang merupakan Penanggungjawab Rumah Jurnal Fakultas Hukum (FH) Unissula.

Fokus Utama: Penguatan Jurnal Hukum Scopus Q1Kehadiran Ong Argo Victoria di simposium internasional ini memiliki misi khusus, yakni meneguhkan dan memperluas jaringan publikasi untuk Jurnal Hukum milik FH Unissula yang telah berhasil meraih reputasi gemilang dengan kerjasama tim solid (Dr. Andri, Dr. Mustaqim Dkk) sebagai jurnal Scopus Quartile 1 (Q1).

Capaian Q1 merupakan indikator kualitas publikasi ilmiah tertinggi di tingkat internasional, dan partisipasi ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan serta peningkatan kualitas jurnal.“Kami membawa semangat dari civitas akademika Unissula, khususnya Fakultas Hukum, untuk memastikan bahwa karya ilmiah yang dipublikasikan tidak hanya berkualitas di tingkat nasional, tetapi juga diakui dan memberikan kontribusi signifikan di ranah internasional,” ujar Assoc. Prof. Dr. Ong Argo Victoria.

Amanat Dekan FH Unissula

Semangat internasionalisasi ini sejalan dengan visi yang diamanahkan oleh Dekan FH Unissula, Prof. Dr. Jawade Hafidz, S.H., M.H. Beliau berharap partisipasi ini menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu penelitian dan publikasi.“Kami berdoa semoga publikasi ilmiah di lingkungan civitas akademika Unissula semakin berkualitas dan bertaraf Internasional,” tutur Prof. Dr. Jawade Hafidz, menggarisbawahi pentingnya acara USAR di Ankara sebagai ajang benchmarking dan kolaborasi internasional.

Partisipasi Unissula dalam International Anadolu Symposium of Academic Studies -USAR 2025 ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global, khususnya dalam menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan melalui publikasi ilmiah bereputasi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Gus Miftah Resmi Raih Gelar Magister PAI, Tegaskan Dakwah Humanis Berbasis Kebangsaan

Dai nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), secara resmi menyelesaikan studi jenjang magister dan mengikuti wisuda Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, hari ini, dengan meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd.).

Dalam studi akademiknya, Gus Miftah mengangkat tesis berjudul, “Relevansi Living Dakwah dalam Penguatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Pesantren Ora Aji Yogyakarta”, sebuah kajian yang menyoroti praktik dakwah kontekstual dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter kebangsaan santri. Tesis ini menempatkan dakwah tidak semata sebagai aktivitas verbal, tetapi sebagai praktik sosial-keagamaan yang dihidupi dalam keseharian pesantren.

Penelitian tersebut berangkat dari realitas sosial pesantren sebagai ruang strategis pendidikan karakter dan moderasi beragama. Gus Miftah menegaskan bahwa dakwah yang membumi melalui keteladanan, interaksi sosial, dan pendekatan kultural, memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai cinta tanah air, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman di kalangan santri. Pendekatan ini dikenal sebagai living dakwah, yakni dakwah yang diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengalaman hidup, bukan sekadar ceramah normatif.

Dalam konteks Pondok Pesantren Ora Aji, praktik living dakwah terefleksi melalui berbagai aktivitas keagamaan, dialog kebangsaan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan santri secara aktif. Lingkungan pesantren yang inklusif dan terbuka menjadi medium efektif bagi internalisasi nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Melalui pola tersebut, santri tidak hanya memahami konsep kebangsaan secara kognitif, tetapi juga menghayatinya sebagai bagian dari identitas sosial dan religius mereka.

Secara metodologis, tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan penggalian makna mendalam terhadap pengalaman santri dalam praktik dakwah Gus Miftah.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa keteladanan kiai, budaya pesantren yang humanis, serta keterlibatan aktif santri menjadi faktor kunci dalam pembentukan wawasan kebangsaan yang moderat dan inklusif.Keberhasilan Gus Miftah menyelesaikan studi magister ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga memperkuat legitimasi intelektual atas praktik dakwah yang selama ini ia jalankan.

Wisuda hari ini menandai perjumpaan antara dunia akademik dan praksis dakwah kultural, sekaligus menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam merawat keislaman dan keindonesiaan secara harmonis.

Dengan capaian tersebut, Gus Miftah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang moderat, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan, baik melalui pesantren, ruang dakwah publik, maupun forum akademik nasional.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Gus Miftah Ternyata Sudah Bergelar S2 dari Kampus Mana Ya?

Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab di sebut Gus Miftah ternyata sudah menyelesaikan pendidikan masternya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Magister Pendidikan Agama Islam di kampus Unissula. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman tersebut juga mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Auditorium Unissula pada Sabtu (13/12/2025) bersama dengan 867 peserta wisuda lainnya. Prosesi wisudanya dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH.

Menarik untuk ditelisik trak record kampus Unissula yang menjadi tempat kuliah Gus Miftah. Unissula adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah dan PTS nomor empat nasional dan menempati peringkat 95 Asia berdasarkan penilaian AppliedHE yang berbasis di Singapura yang dirilis bulan November tahun 2025 ini.

Unissula juga unggul dalam berbagai perankingan kampus kelas dunia seperti Webometric, Times Higher Education dll. Kampus yang beralamat di Jalan Kaligawe KM 4 Semarang tersebut mencatatkan diri sebagai kampus ke 12 yang meraih peringkat akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional sejak 22 Mei 2022. Di tilik dari segi usia kampus tersebut sudah berusia lebih 60 tahun. Didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tepatnya 20 Mei 1962.

Unissula memiliki 13 fakultas unggulan. Fakultas itu antara lain Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Agama Islam serta Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya. Kampusnya juga luas berdiri di area terintegrasi lebih dari 40 Hektar. Memiliki kerjasama internasional yang luas dengan universitas top di Belanda, Korea, Jepang, Korea, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, dan lainnya.

Menilik prestasi mahasiswanya juga membanggakan bangsa dan negara. Prestasi tersebut antara lain tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri juara robotik dunia di Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan pada 2-3 April 2016 di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.

Tim mahasiswa Fakultas Teknik juara Bridge Design Competition di Nanyang Technological University (NTU) Singapura 9-10 Maret 2019. Sebelum meraih gelar S2 di Magister Pendidikan Agama Islam Unissula Gus Miftah juga lulus sarjana di Prodi Pendidikan Agama Islam juga dari Unissula. Adapun gelar akademik lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman SPd MPd.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Uya Kuya Ternyata Sudah Bergelar S2 dari Kampus Mana Ya?

Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan Uya Kuya resmi menyandang gelar master. Ia telah menyelesaikan pendidikanya di Magister Ilmu Hukum Kampus Unissula Semarang. Anggota Komisi IX DPR RI tersebut juga mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Auditorium Unissula pada Sabtu (13/12/2025) bersama dengan 867 peserta wisuda lainnya. Prosesi wisudanya dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH.

Menarik untuk ditelisik trak record kampus Unissula yang menjadi tempat kuliah Uya Kuya. Unissula adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah dan PTS nomor empat nasional dan menempati peringkat 95 Asia berdasarkan penilaian AppliedHE yang berbasis di Singapura yang dirilis bulan November tahun 2025 ini. Unissula juga unggul dalam berbagai perankingan kampus kelas dunia seperti Webometric, Times Higher Education dll.

Kampus yang beralamat di Jalan Kaligawe KM 4 Semarang tersebut mencatatkan diri sebagai kampus ke 12 yang meraih peringkat akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional sejak 22 Mei 2022.

Di tilik dari segi usia kampus tersebut sudah berusia lebih 60 tahun. Didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tepatnya 20 Mei 1962. Unissula memiliki 13 fakultas unggulan.

Fakultas itu antara lain Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Agama Islam serta Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya.

Kampusnya juga luas berdiri di area terintegrasi lebih dari 40 Hektar. Memiliki kerjasama internasional yang luas dengan universitas top di Belanda, Korea, Jepang, Korea, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, dan lainnya.

Menilik prestasi mahasiswanya juga membanggakan bangsa dan negara. Prestasi tersebut antara lain tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri juara robotik dunia di Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan pada 2-3 April 2016 di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.

Tim mahasiswa Fakultas Teknik juara Bridge Design Competition di Nanyang Technological University (NTU) Singapura 9-10 Maret 2019. Sebelum meraih gelar S2 di Magister Ilmu Hukum Unissula Uya Kuya sudah meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia angkatan 1994.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Uya Kuya dan Gus Miftah Raih Gelar S2 di Unissula

Unissula menyelenggarakan prosesi wisuda ke 95 pada Sabtu (13/12/2025). Prosesi yang diikuti 868 wisudawan tersebut di pimpin oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH. Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih atas kepercayaan para wisudawan yang telah memilih Unissula sebagai tempat menuntut ilmu.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut beberapa wisudawan yang sudah dikenal oleh publik. Wisudawan spesial tersebut antara lain Gus Miftah yang meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam dan Surya Utama atau Uya Kuya yang meraih gelar Magsiter Ilmu Hukum.

Selain itu ada banyak pejabat publik lainnya yang meraih gelar di Program Doktor Ilmu Hukum. Misalnya Agung Widyantoro anggota DPR RI Komisi X. Eddy Daulatta Sembiring Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto. Damenta Alexander, Ketua Pengadilan Negeri Tarakan. Abun Hasbullah Syambas, Kepala Kejaksaan Negeri Bandung dan Dedi Wahyudi Wakapolres Bandung. Selain itu ada Irwan Chandra Nirwana, Kepala Satuan Kerja Jalan Nasional Kalsel & Kaltara lulus dari Program Doktor Teknik Sipil.

Sementara itu Slamet Sulistiono, Kepala Unit Usaha Syariah Bank Jateng lulus dari Program Doktor Ilmu Manajemen. Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mewisuda tujuh mahasiswa internasional. Mereka adalah Mahmoud W M Abuwazna dari Palestina. Khalid Dadda dari Maroko. Tiga wisudawan dari Malaysia Muh Azlan Bin Marukum, Nik Mohd Sukiman dan Adli Zil Ikram. Selain itu Rosee Nilaeman dari Thailand dan Omar Nyang dari Afrika Selatan.

Prof Gunarto juga menyebut lulus dari Unissula merupakan sebuah kebanggan. “Unissula adalah kampus unggul di tingkat nasional dan internasional. Menduduki peringkat 401 dunia. Menduduki peringkat 95 Asia. Menempati peringkat 4 Perguruan Tinggi Swasta terbaik nasional. Menempati peringkat 1 PTS di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Fakultas Hukum Unissula Mantapkan Internasionalisasi Pendidikan dan Sinergi Kurikulum Global

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat langkah menuju internasionalisasi pendidikan hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof. Dr. Jawade Hafidz, dalam acara kelulusan mahasiswa yang mengangkat tema internasionalisasi pendidikan.

Tercatat 431 lulusan FH Unissula, yang dilepas oleh Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, dalam acara Pelepasan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, dan Doktor (S3) Ilmu Hukum, dari FH Unissula, pada Jumat (12/12/2025) sore.

Prof. Jawade menjelaskan bahwa tema internasional ini dipilih agar masyarakat, khususnya para lulusan dan orang tua memahami bahwa arah pendidikan hukum di Unissula kini telah bergerak menembus batas negara, tanpa meninggalkan nilai dan karakter pendidikan hukum Indonesia.

“Maksud tema ini adalah agar masyarakat mengetahui bahwa pendidikan kita sudah bergerak ke arah internasional, merambah ke luar negeri, tetapi tetap berakar pada pendidikan hukum Indonesia,” ujarnya.

Prof. Jawade menerangkan bahwa indikator utama internasionalisasi adalah kurikulum yang bersinergi dengan pola pendidikan di berbagai negara. Fakultas Hukum Unissula telah mengembangkan kurikulum integratif berskala internasional yang memungkinkan mahasiswa memahami standar hukum global tanpa kehilangan karakter Pancasila dan nilai keislaman.

Fakultas Hukum Unissula telah menjalin kemitraan internasional dengan berbagai institusi dan dosen luar negeri. Saat ini, kerja sama aktif dilakukan dengan Belanda

Thailand, UKM Malaysi, Universitas a Al-Azhar Kairo Mesir, Yordania dan dalam waktu dekat akan memperluas jejaring ke Amerika Serikat.

Selain pengiriman dosen keluar negeri, Fakultas Hukum Unissula juga mulai mengembangkan pertukaran mahasiswa internasional. Beberapa tahun terakhir FH Unissula menerima mahasiswa dari berbagai negara, diantaranya 22 mahasiswa dari Yordania, 12 mahasiswa dari Al-Azhar Kairo, serta mahasiswa dari Pakistan, Maroko, dan Malaysia.

“Internasionalisasi ini sudah berjalan. Kita bukan hanya mengirim, tetapi juga menerima mahasiswa dari luar negeri. Ini bukti bahwa Fakultas Hukum Unissula semakin dipercaya secara global,” jelas Prof. Jawade.

Menurutnya, peningkatan jaringan internasional berdampak langsung pada naiknya kepercayaan masyarakat, khususnya kelas menengah ke atas. Kehadiran berbagai tokoh publik sebagai lulusan juga menjadi bagian dari kontribusi fakultas dalam membentuk pemikiran pemimpin masa depan.

Salah satu lulusan tahun ini adalah artis sekaligus anggota legislatif, Uya Kuya, yang berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum dengan IPK 3,72.

“Kami ingin mewarnai, bahkan memengaruhi cara berpikir para penyelenggara negara bahwa hukum itu tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Justru yang harus kita perjuangkan adalah hukum yang tajam ke atas, adil untuk semua,” tegas Dekan.

Prof. Jawade menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh proses internasionalisasi tetap berpijak pada nilai keislaman, salah satunya merujuk pada pesan Al-Qur’an dalam Surat Ali Imran tentang kewajiban manusia untuk melakukan kebaikan di mana pun mereka berada. “Itulah yang menjadi ruh dari internasionalisasi Fakultas Hukum Unissula. Kami ingin menghasilkan lulusan yang unggul secara global, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai moral dan keadilan,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Uya Kuya Raih Gelar Magister Ilmu Hukum dari Unissula, Angkat Pengalaman Pribadi dalam Tesis tentang Penyebaran Berita Bohong

Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya resmi meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Uya Kuya, merupakan salah satu dari 431 lulusan FH Unissula, yang dilepas oleh Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, dalam acara Pelepasan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, dan Doktor (S3) Ilmu Hukum, dari FH Unissula, pada Jumat (12/12/2025) sore. Sedangkan Uya Kuya menjalani prosesi wisuda dari Universitas, oleh Rektor Unissula pada Sabtu (13/12/2025) dalam rapat senat terbuka.

Kepada wartawan, Uya Kuya menyampaikan rasa syukur karena akhirnya dinyatakan lulus dari Program Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Unissula dengan capaian akademik membanggakan, yaitu IPK 3,72.

Dalam proses penyusunan tesis, Uya Kuya menjelaskan bahwa topik penelitiannya sempat mengalami perubahan. Pengalaman pribadi ketika dirinya pernah menjadi korban penyebaran kabar bohong mendorongnya untuk mengubah judul tesis agar lebih relevan dengan apa yang ia alami.

Tesis tersebut akhirnya diberi judul: “Analisis Hukum terhadap Penyebaran Berita Bohong di Sosial Media Berbasis Keadilan Pancasila”.

Melalui penelitian ini, ia menekankan bahwa penyebaran berita bohong bukan hanya persoalan teknis di dunia digital, tetapi juga erat kaitannya dengan nilai moral, etika, serta rasa keadilan yang tercermin dalam Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa.

Uya Kuya berharap gelar akademik yang diraihnya tidak hanya menjadi bukti pencapaian pendidikan, tetapi juga menjadi modal untuk memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.

“Harapannya, kita tidak hanya pintar secara teori saja, tapi kita juga bisa mengaplikasikannya untuk masyarakat dan memberi manfaat yang nyata,” kata Uya Kuya yang hadir didampingi sang istri, Astrid.

Dengan selesainya studi ini, Uya Kuya bertekad untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi hukum dan kesadaran publik terhadap bahaya penyebaran berita bohong di media sosial.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Tiga Mahasiswa Belanda Presentasi Hasil Penelitian di Unissula

Tiga mahasiswa Rotterdam University of Applied Sciences mempresentasikan hasil penelitiannya di Demak dan Semarang, Jumat (12/12/2025). Mereka Sam de Haas, Natasha Boon, dan Heather Boeije telah menjalani program research internship / magang penelitian untuk tugas akhir kuliah di bawah bimbingan dosen Fakultas Teknik Unissula sejak 8 September 2025.

Pertama Sam de Haas mempresentasikan tentang kualitas air kolam retensi Terboyo dan sungai-sungai yang mengalirinya, seperti Sringin dan Tenggang. Ia ingin mengetahui apakah air Sungai Terboyo bisa digunakan untuk kepentingan rumah tangga dan industri.

Sayangnya dari hasil penelitiannya tersebut kualitas air hanya bisa untuk irigasi karena mengandung bakteri e-colly yang cukup tinggi. Karena air Sungai Terboyo telah terkontaminasi oleh limbah rumah tangga dan juga limbah industri.

Menurutnya air hanya bisa digunakan jika polusi bisa tertangani dengan baik. Diantaranya memperbaiki regulasi tentang pembuangan limbah, membangun infrastruktur, dan libatkan komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Selanjutnya Natasha Boon yang meneliti Pengelolaan air di kawasan polder di Semarang. Terutama dalam pengelolaan jalan tol Semarang-Demak.

Sedangkan Heather Boeije meneliti tentang Pengelolaan limbah di kawasan Tambak Lorok, Semarang. Sejauh mana sampah rumah tangga terutama plastik memengaruhi lingkungan hidup dan fungsi drainase di Tambak Lorok.

Dalam penelitiannya tersebut Heather menemukan lebih dari 12.000 sampah yang ditemukan dalam 3 lokasi yang didominasi oleh sampah rumah tangga. Diantaranya plastic kecil plastik medium seperti botol minum plastic, hingga plastic kemasan.

Sampah-sampah tersebut disebutnya sebagai lingkaran setan. Karena sampah tersebut merupakan dampak dari tanggul laut yang dibangun untuk mencegah banjir. Tanggul laut memang mencegah banjir, namun memerangkap sampah. Yang menimbulkan penyakit di masyarakat, terutama disebabkan nyamuk, bau busuk, dan diare.

Mahasiswa Belanda tersebut dibawah bimbingan Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT IPU, Dr Mila Karmilah ST MT, Dr Hermin Poedjiastoeti SSi MSi, Dr Ir Juny Andry Sulistyo ST SS MT.

Turut hadir perwakilan Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Muhammad Dimas Irsyadi. Dan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Tunggul.

Categories
Headline Kampus Nasional News

868 Calon Wisudawan Unissula Ikuti Pembekalan

Sejumlah 868 mahasiswa Unissula mengikuti pembekalan wisuda ke- 95. “Pembekalan ini adalah momentum penting untuk menegaskan kesiapan kita memasuki fase baru bagi lulusan program diploma dan sarjana. Yang saya namakan sebagai dunia professional, dunia pengabdian, dunia kontribusi nyata,” ungkap Wakil Rektor I Unissula Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya perjalanan studi selama ini telah membentuk karakter, dan kompetensi serta pola piker yang akan menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja. “Namun ijazah yang didapatkan belum cukup. Sehingga perlu membekali diri dengan emotional questions, spiritual question. Karena dunia hari ini bergerak cepat. Industri terus bergerak tanpa menunggu siapapun,” jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan untuk menjadi alumni yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Juga menjadi alumni yang selalu menjaga martabat Unissula dengan tindakan positif dan profesional.

Selanjutnya Prof Dr Rozihan SH MAg memberikan tujuh bekal untuk wisudawan. Pertama adalah taqwa. “Taqwa itu berarti adalah waspada dan hati-hati. Alumni harus selalu waspada dan hati-hati terhadap ucapan dan tindakannya,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah menjaga kebiasaan baik. Karena menurutnya seseorang akan berakhir sebagaimana kebiasaan hidupnya.

Selain itu adalah ilmu. Karena akan diangkat derajatnya oleh Allah bagi yang berilmu dan beriman. “Karena iman saja tanpa adanya ilmu akan dibohongi. Sedangkan adanya ilmu tanpa iman yang akan berbohong. Sehingga harus beriringan,” ungkapnya.

Harus menjadi alumni yang selalu bersyukur dan tidak mengeluh. Kemudian sabar, yaitu berusaha terus menerus dan terus meminta pertolongan kepada Allah dengan sholat. Terakhir adalah zuhud, dan tawakkal kepada Allah.

Categories
Headline Kampus Nasional News

YBWSA Melepas Relawan Kemanusiaan ke Sumatera

Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) melepas empat relawan kemanusiaan peduli Sumatera melalui LAZIS Sultan Agung. Relawan dilepas oleh Ketua Bidang Wakaf, Dakwah dan Pesantren Pengurus YBW-SA Sukijan Athoillah SPdI MPd di depan Gedung Auditorium Jalan Kaligawe, Kamis (11/12/2025).

“LAZIS Sultan Agung sebagai salah satu lembaga dibawah YBWSA ingin berkontribusi meringankan beban mereka yang ada di Sibolga. Semoga teman-teman yang berangkat ke sana diberikan keselamatan sampai nanti pulang,” ungkap Sukijan mewakili Ketua Umum Pengurus YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH.

YBWSA sebagai lembaga sosial yang tidak hanya bekerja menjalankan tugasnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Tetapi juga bermanfaat secara sosial bagi masyarakat di Indonesia.

Pihaknya menjelaskan YBWSA akan menyalurkan dengan nilai total 200.000.000 dalam bentuk sembako, hingga makanan ringan. “Adapun medis kami juga akan mengajak alumni-alumni kesehatan dari wilayah setempat terutama alumni Fakultas Kedokteran untuk ikut serta dalam gerakan kemanusiaan ini, dan mungkin nanti termasuk alumni Psikologi untuk bisa membantu mengatasi trauma bencana,” ungkapnya.

Selain itu Ketua Bidang Pembangunan YBWSA Ari Sentani ST MSc mengungkap setiap terjadi bencana relawan YBWSA turun untuk membantu. Diantaranya tim logistik, tim kesehatan, rohaniawan, hingga teman-teman psikologi untuk membantu memulihkan trauma kebencanaan. “Pesan saya pulang dengan sehat dan selamat,” pungkasnya.