Categories
Uncategorized

Unissula Tes Calon Mahasiswa Baru Kedokteran Umum

HEADLINEtoday.id Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Unissula melaksanakan ujian masuk calon mahasiswa prodi Kedokteran Umum tahun akademik 2023-2024. Ujian dipusatkan di CBT Center Fakultas Kedokteran pada Ahad (26/3/2023). Ujian gelombang II tahap II diikuti oleh 30 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Ujian dilakukan menggunakan prosedur Computer Based Test (CBT). Sebanyak 12 diantaranya berhasil lolos dan dinyatakan diterima.

Besaran Dana Pengembangan Institusi (DPI) disesuaikan dengan grade nilai. Untuk kategori A sejumlah Rp 330.000.000, kategori B Rp 390.000.000 dan kategori C Rp 440.000.000 Lolos kategori A sejumlah 1 mahasiswa, kategori B sejumlah 2 mahasiswa dan kategori C sejumlah 9 mahasiswa. Secara keseluruhan hingga gelombang II tahap II Kedokteran Unissula telah menerima 208 mahasiswa.

Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula, Setiawan Widiyoko SH MKn menjelaskan untuk bisa diterima di prodi Kedokteran Umum Unissula pendaftar dipersilahkan mendaftar melalui web pmb.unissula.ac.id terlebih dengan memilih jalur online. Adapun ujiannya dilaksanakan secara berkala dua pekan sekali secara luring dan hasil kelulusannya diumumkan di hari ujian tepatnya pada sore harinya melalui website pmb.unissula.ac.id.

Panitia PMB Unissula sudah melaksanakan ujian tes masuk  Kedokteran sebanyak tujuh kali yakni tanggal 18 Desember 2022, tanggal 8 dan 22 Januari 2023, tanggal 5 dan 26 Februari 2023, tanggal 12 dan 26 Maret 2023. Adapun jadwal tes terdekat yaitu gelombang II tahap III dilaksanakan 16 April 2023. “Pendaftaranya mudah semua infonya bisa diakses di web pmb.unissula.ac.id ,” ungkap Setiawan.

Categories
Uncategorized

YBWSA Gegap Gempita Sambut Ramadhan

HEADLINEtoday.id Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), mengadakan targhib memperingati datangnya bulan Suci Ramadhan. Acara yang dilaksanakan (21/3/2023) diikuti siswa TK,SD, SMP, SMA beserta guru. Hadir pula  mahasiswa Unissula dari 11 fakultas, para dosen dan karyawan. Para tenaga Kesehatan dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Sultan Agung, LAZIZ Sultan Agung, dan Badan Usaha juga turut meramaikan acara.

Ketua YBWSA Hasan Thoha Putra MBA mengingatkan untuk selalu meningkatkan rasa kehambaan kepada Allah SWT. “Kita harus bersyukur karena ditempatkan di Yayasan Badan Wakaf sehingga untuk selalu meningkatkan rasa kehambaan kepada Allah SWT”, ungkapnya membuka acara.  

Pihaknya juga berpesan untuk menjaga keistikomahan di jalan Allah. “Jangan sampai diantara kita bermusuhan. Jangan sampai diantara kita yang iri. Jangan sampai di antara kita yang tidak mau bertegur sapa. Penting sekali untuk selalu menjaga kebersamaan di antara kita,” lanjutnya.

Disamping itu Ketua Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Dr Tafsir menyampaikan meski seringkali terjadi perbedaan dalam penentuan tanggal satu asal syariat tetap sama. “Perbedaan tanggal satu seringkali terjadi. Karena pada hakikatnya penetapan tanggal satu masih menjadi perdebatan. Berdasar wujudul hilal, atau ketika bulan bisa dilihat. Yang penting adalah tetap satu syariat yaitu Islam,” jelasnya.

Sehingga menurutnya umat Islam hanya perlu berpedoman pada hasil ijtihad ulama. “Dalam konteks syariah kita sepakat bahwa Idul fitri terjadi di tanggal 1 Syawal, begitu juga puasa yang dimulai  tanggal 1 Ramadhan. Pedomani hasil ijtihad ulama. Karena tidak ada ulama yang main-main. Semua ulama sudah mengerahkan tenaga dan usahanya untuk menetapkan sesuatu,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Sukses  Rektor Cup Mahasiswa Diminta Lirik Potensi e-Sport

HEADLINEtoday.id Penyelenggaraan Rektor Cup Unissula 2023 yang berlangsung sejak 10 Maret-15 Maret 2023 resmi ditutup. Penutupan dilaksanakan di Aula GKB lt 1 kampus Unissula, Selasa (21/3/2023). Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan penyelenggaraan Rektor Cup bukan ajang mencari pemenang. Tetapi untuk memotret bakat dan kemampuan mahasiswa untuk kemudian bisa berlanjut ke tingkat daerah hingga nasional.

Pihaknya juga berharap Unissula bisa menyelenggarakan perlombaan e-sport. “Saya yakin semua yang ada di sini bisa main game. Semoga selanjutnya Unissula bisa ikut serta di perlombaan e-sport karena e-sport ini menjadi salah satu yang diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan tersebut juga menyampaikan bahwa tantangan ke depan sebagai mahasiswa luar biasa. “Tantangan kalian ke depan luar biasa dalam menghadapi Indonesia emas. Tidak hanya tenaga kerja dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Maka tunjukkan keahlian dan kemampuan kalian. Namun tetap sholeh. Karena kita bagian dari generasi Khaira ummah (generasi terbaik),” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman kejuaraan. Diantaranya juara cabang lomba Volly Fakultas Teknologi Industri (FTI). Cabang olahraga basket dijuarai oleh Fakultas Kedokteran (FK), cabang bulutangkis tunggal putra oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), ganda putra oleh FTI, dan ganda campuran oleh Fakultas Teknik (FT). Terakhir cabang futsal dijuarai oleh FT.

Categories
Uncategorized

Unissula Berikan Bingkisan Ramadhan

HEADLINEtoday.id Unissula Semarang memberikan bingkisan Ramadhan kepada dosen dan karyawan. Bingkisan berupa sembako seharga Rp300.000 untuk pejabat struktural, Rp200.000 untuk pegawai tetap, dan Rp100.000 untuk calon pegawai atau pegawai kontrak. Secara simbolik bingkisan diberikan langsung oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, di ruang sidang biro rektor, Jum’at (24/3/2023).

Prof Gunarto mengungkapkan bahwa penyerahan bingkisan sebagai fasilitasi kepada karyawan dan dosen agar bahagia di bulan Ramadhan. “Unissula ingin menyongsong bulan Ramadhan dengan penyerahan bingkisan, agar dalam sahur dan berbuka ini bisa menjadi bahagia. Karena di 10 hari pertama ini menurut hadist Nabi adalah mendapat rahmat,” jelasnya.

Pihaknya melanjutkan memang seharusnya pemberian bingkisan di 10 hari pertama agar mendapatkan rahmat. Karena di 10 hari kedua mendapat ampunan. Sedangkan di 10 hari terakhir akan dijauhkan dari api neraka.

Prof Gunarto berharap semoga bingkisan yang diberikan dapat memfasilitasi dosen dan karyawan dalam menjalankan puasa. “Semoga dengan bingkisan yang diberikan dapat memfasilitasi semua pendidik dan tenaga kependidikan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sahur dan berbuka yang membahagiakan,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Rektor I Andre Sugiyono ST MM PhD, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Ak CA, dan Wakil Rektor III M Qomaruddin ST MSc PhD. Serta pejabat struktural dan karyawan  di lingkungan Unissula.

Categories
Uncategorized

OPTIMALISASI RAMADAN DENGAN IBADAH DINIYYAH DAN ILMIYYAH

HEADLINEtoday.id Tidak terasa kita sudah bersua kembali dengan Ramadan bulan suci 1444 H, itu pertanda bahwa Alloh telah memberikan anugerah besar luar biasa bagi kita, untuk menyambut menyapa, dan bercinta dengan Ramadan-Nya.

رَمَضَانُ شَهْرُ اللهِ وَفَضْلُهُ عَلَى سَائِرِ الشُهُوْرِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ

Artinya: Ramadhan adalah bulan Allah. Keutamaannya dibanding bulan-bulan lain adalah bagaikan keutamaan Allah dibanding dengan makhluk-Nya. (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, Daru-l Kutubi-l Ilmiyyah, halaman: 186)

Dalam satu kesempatan ketika ketika Ramadhan tiba, Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat pesan berikut ini:

وَقَدْ دَنَا شَهْرُ رَمَضَانَ لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ اُمَّتِي اَنْ يَكُوْنَ سَنَةً

Artinya: Ramadhan telah tiba. Seandainya para hamba Allah mengetahui terhadap apa-apa yang ada dalam Ramadhan, maka umatku pasti berharap agar bulan ini tetap ada selama setahun penuh. (Syekh Nashr ibn Muhammad as-Samarqandi, Tanbihu-l Ghafilin fi Ahaditsi Sayyidi-l Anbiyai wal Mursalin, halaman: 186

Ahlan wa sahlan bi hudzuri Ramadan, Marhaban Sahru Syiham.Marhaban Ya Syahru Qur’an

Berkait dengan ini, Prof Dr Qurais Syihab menyatakan bahwa, menjelaskan kata marhaban terambil dari akar kata rahb (رَحْبٌyang bermakna (وَاسِعٌ, رَحِيْبٌ), yaitu luas dan lapang. Sehingga apabila kita kaitan dengan konteks marhaban Ya Ramadan Ya Syahra Syiyam, berari kita menyapa tamu agung yang dating dan disambut, dan diterima dengan penuh lapang dada, penuh keceriaan, serta dipersiapkan bagi Ramadan tempat yang luas untuk melakukan aktifitas apa saja yang disenangi oleh bulan tersebut.

Awalnya dari kara rahbab ini lah terbentuk antara lain kata, ruangan yang luas. Maka untuk menyambut Marhanan Ya Syahra Ramadan, bermakna kami menyambutmu Ramadan, dengan penuh suka cita dan kegembiraan dan memepersiapkan diri untuk berupaya mengasah jiwa demi membahagiakan Ramadan dengan amalaiyah positif didalamnya.

Terkait dengan kenapa disebut Ramadan, tentu terbersit dalam benak fikiran kita. Ternyata kalai kita telusuri, bahwa dalam Bahasa Arab bulan identic dengan kata syahr yang berarti terkenal atau popular. Orang-orang Arab juga biasanya menyebut suatu hal nama, disesuaikan dengan keadaan yang terjadi pada saat itu, dimana nama kata Ramadan terambil dari akar kata Ramidha )     رَمِضَ ) yang bermakna “Sangat panas, dan membakar”. Kenapa disebut demikian ? sebab panas matahari yang sangat terik panas luar biasa menyinari padang pasir guru Arab saat itu. Dan bahkan ada juga yang menyebut tentang “batu karang yang membakar”.

Secara filosofis, makna Ramadan berarti membakar dosa-dosa yang pernah dilaksanakan dengan konsep menahan diri dari makan dan minum serta apa saja yang membatalkan sahnya puasa. Maka Rosululloh bersabda, “dinamakan dengan bulan Ramadan sebab ia cenderung akan membakar dosa-dosa yang telah dilakukan”.

Oleh sebab itu, pertemuan kita dengan Ramadan merupakan anugerah yang harus disyukuri dengan melakukan optimalisasi ibadah diniyyah didalamnya, bahkan lebih dari itu, bisa dimungkinkan melaksanakan kegiatan positif berupa ibadah ilmiyah sehingga datangnya Ramadan bagi kita akan membawa secercah berkah barokah dan kerahmatan didalamnya.

Maka pantas saja, jauh-jauh hari Rosul senantiasa berdoa :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.” Seolah mereka juga memohon, “Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan

Kita mencoba mengisi malam siang dan malam Ramadan dengan kegiatan positif seperti berdzikir, tadarus alquran ataupun salaat tarawih berjamaah. Tentu saja yang perlu kita garis bawahi bahwa mengisi Ramadan tidak hanya dimakanai dalam dimensi ibadah Diniyyah saja namun bisa bernuasa ibadah ilmiyah, misalnya dalam hal tarawih dan tadarrus al-qur’an.

Terkait dengan salat tarawih misalnya, ada suatu keistimewaan yang amat besar, diantaranya, anjuran Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah RA, dan merupakan hadis sohih riwayat Bukhori dan Muslim, Nabi Muhammad bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ وَصَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih).   Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan beribadah pada malam hari bulan Ramadhan adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Tarawih. Karena itu, mari kita jaga ibadah puasa kita di bulan ini, dan juga kita maksimalkan ibadah shalat Tarawih, agar bisa mendapatkan ampunan dari Allah swt sebagaimana hadits tersebut.​​​​​​​ Sebab apabila direnungkan, bahwa salat tawarih bermakfaat paling tida dua dimensi, pertama, dimensi ruhaniyah (manfaat ruhani), dan yang kedua dimensi jasmaniyah (manfaat jasmani). Manfaat ruhaniyah berupa diampuni dosa-dosa kita yang pernah dilakukan kepada Alloh SWT., tentu doa yang kecil kepada –Nya, walaupun juga berpotensi terserah Alloh, bahwa akan juga diampuni dosa besar kita kepada Aloh SWt. Seperti penjelasan Imam Abu Thayyib dalam Kitab ‘Aunul Ma’bud Syarhu Sunan Abi Dawuh:

أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ

Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.”
Sedangkan dalam konteks manfaat jasmaniyah, paling tidak salat Tarawih akan mampu membentuk kesehatan tubuh. Tubuh menjadi terhindar dari berbagai penyakit yang berasal dari makanan yang telah dikonsumsi pada saat kita melaksanakan buka puasa. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam Kitabnya yang terkenal yaitu Kitab As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, halaman 111, ditegaskan bahwa :

صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ

Artinya, “Shalat tarawih sangat dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan, yaitu terdiri dari 20 rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat badah, dan ampunan dosa-dosa.”​​​​​​​

Alloh SWT telah berfirman dalam QS Al Baqarah 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”

Ibadah puasa sebagai mana ibadah pada umumnya, tidak hanya berkaitan dengan soal sah tidaknya, tetapi jika didalami juga memuat beberapa ada yang harus direaliasasikan untuk menjaga kualitas dari ibadah puasa. Wajar saja jika Al Ghazali mengklasifikasikan orang berpuasa kedalam tiga strata, yaitu strata puasanya orang kalangan awam, strata kedua untuk kalangan khusus / khowash (orang-orang shalih), dan strata ketiga (tertinggi) untuk khususul khusus /khowasul Khowash (wali, nabi).

Imam Al Ghazali pun mengkritik untuk mengingatkan kita yang sedang puasa, bahwa:

كم من صائم مفطر وكم من مفطر صائم

Artinya, “Banyak orang berpuasa, tapi sejatinya tidak. demikian sebaliknya, banyak orang tidak berpuasa, tapi sesungguhnya dialah seperti orang yang berpuasa.”, demikian dalam Ihya ‘Ulumuddin, Juz 1, hal. 272)

Oleh sebab itu, perlu kita perhatikan nasihat yang disampaikan dalam Kitab Ad-Adabu Fi Din yang termuat dalam Majmu’ah Rasil al Imam al-Ghazali (terbitan Kaira, Maktabah At-Tauqifiyah, t.th, halaman 439) , Imam Al-Gazali menasihati kita bahwa kita perlu menjaga kualitas dan kuantitas esensi puasa dengan 6 adab:

آدَابُ الصِّيَامِ: طَيِّبُ اْلغِذاَءِ، وَتَرْكُ اْلمِرَاءِ، وَمُجَانَبَةُ اْلغِيْبَةِ، وَرَفْضُ اْلكَذِبِ، وَتَرْكُ اْلآذَى ، وَصَوْنُ اْلجَوَارِحِ عَنِ اْلقَبَائِحِ

Artinya: “Adab berpuasa, yakni: mengonsumsi makanan yang baik, menghindari perselisihan, menjauhi ghibah (menggunjing orag lain), menolak dusta, tidak menyakiti orang lain, menjaga anggota badan dari segala perbuatan buruk.”

Oleh sebab itu optimalisasi ibadayah diniyyah dan ilmiyah menjadi kunci dalam menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan ini.

Salah satu keistimewaan Bulan Ramadan, disebut dengan Bulan Alqur’an. Dimana pada Bulan ini Alqur’an diturunkan, dan Nabi Muhammad sangat senang untuk berinteraksi dengan AlQur’an pada Bulan Ramadan.

Namun seringkali bahwa ibadah tadarus Alqur’an di Bulan Ramadan hanya dimaknai dari sisi aspek ibadah Diniyyah saja, padahal sebetulnya terkait juga dengan ibadah Ilmiyah.

Dalam konteks interkasi dengan Alqur’an, paling tidak ada tiga (3) ulama terkenal yang menyoal hal ini. Pertama Imam Al-Ghazali yang menulis bab tata kesopanan membaca Al-Qur’an dalam Kitab Ihya Ulumuddin nya; 2) Imam An Nawawi yang secara khsusus dan detail dama membahas adab membaca dan menghafal Alqur’an dalam Kitabnya At Tibyan. 3) Syekh Prof Dr Yusuf Qardhawi, ulama Mesir yang menulis kita Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an (bagaimana mekanisme dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an).

Tentu bagi kita yang berada diwilayah civitas akademika, berintekasi dengan Al-Qur’an janganlah hanya berhenti dalam tataran membaca (tilawah) saja, namun lebih dari itu, karena hakikatnya berinteraksi dengan Al-Qur’an bisa berdimensi ibadah diniyyah dan ilmiyah.

Setidaknya ada 6 (enam) cara dalam Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an berinteraksi dengan Al-Qur’an apalagi di Bulan mulia penuh keberkahan bulan Ramadan ini.

Pertama, Tilawah, yaitu membaca.

Kedua, Tafhim, yakni memahami,

Ketiga, Tanfidz, melaksanakan.

Keempat, Tahfidz, menghafal.

Kelima, Ta’lim yaitu mengajarkan

Dan Keenam tahkim yaitu berpedoman pada Al-Qur’an.

Pertama Tilawah, kata ini secara khusus di gunakan Al-Qur’an untuk merujuk pada maksud membaca teks-teks suci yaitu kitab-kitab yang di turunkan kepada para Nabi baik itu kitab Taurat, Zabur, Injil maupun Al-Qur’an, sebagaimana contoh di dalam surat Al-Kahfi ayat ke 27 (utluu maa uhiya ilaika) dan surat Al-Baqarah ayat 129 (yatluu ‘alaihim aayatik).

Selain redaksi tilawah, ada kata lainya yang sering digunakan yaitu qara’a atau iqra, tetapi kata ini ternyata bersifat umum dan bisa diimplementasikan dalam konteks membaca teks apapun termasuk juga Al-Qur’an. Dalam ranah ini, membaca tentu saja menjadi aktifitas awal kita untuk berintekraksi dengan al-Qur’an, karena bagaimana kita akan mengenal al-Qur’an tanpa membacanya ? Oleh sebab itu sebagai Muslim, apabila belum mahir dalam mebaca Al-Qur’an silahkan untuk belajar secara optimal, insyaAllah akan dimudahkan, apalagi puluhan bahwa ratusan metode dalam membaca dan belajar Al-qur’an sangat banyak ragamnya.

Membaca Al-Qur’an merupakan perintah dalam ajaran islam oleh karenanya menjadi ibadah dan akan mendapat pahala kebaikan dari Allah SWT. Setiap ayat yang di baca akan di lipatgandakan pahalanya, dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Nabi bersabda;

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : آلم حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ واللَّامُ حرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak menyebutkan bahwa Alif Lam Mim adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (H.R. Tirmidzi)

Tentu dengan membaca (tilawah) saja tidak cukup dan harus dibekali dengan kesesuaian antara tajwid dan makharijul huruf. Serta harus dibarengi dengan peningkatan berupa tafhim, yaitu mencoba dan berupaya untuk memahami secara ilmiah dan mengerti bacaan Al-Qur’an. Proses tafhim ini bisa diawali dengan tadabbur dan meningkatkan pemahaman terhadap bahasa Arab atau tafsirnyakarena dengan mengerti dan memahami kata dalam Al-Qur’an maka kita akan mengetahui isi darinya.

Setelah tafhim, kita diarahkan pada level berikut nya yaitu Tanfidz, berupa meksanakan dalam kehidupan sehari-hari secara bertahap, konsisten dan berkelanjutan, sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Setelah level ini kita diarahkan untuk menapak strata selanjutnya berupa tahfidz yaitu proses memindahkan ayat-ayat Al-Qur’an kedalam relung hati kita. Mengajapa perlu dihafal ? sebab Al-Qur’an merupakan bekal, pedoman dan sebagai waf of life bagi manusia yang akan selalu sholihun likulli zaman wa makan. Yang mana intamassaktum bihi lan tadzillu Abadan.

Selain itu tubuh ini ibadah raga yang perlu di chase seperti battery hand phone. Tubuh manusia harus selalu diberikan bacaan Al-Qur’an supaya senantiasa berisi signal ilahiyyah dan terkoneksi kepada Allah Sst, sehingga dengan nya akan muncul konsep ihsan yang menyatu dalam diri sanubari. Dimana pun dan dalam situasi apapun selalu merasa diawasi oleh Alloh Swt, an ta’budalloh ka’annaka taroh, fainlam takun taroh fainnahu yaroka. Sehingga nilai-nilai spirit puasa akan bisa melekat dan diri setiap Muslim. Dalam konteks ini setiap kita harus menghiasi diri dengan Al-Quran, sahabat Abdullah bin Abbas r.a, berkata bahwa Nabi pernah bersabda:

عَن ابِي عَبٌاسٍ رَضَيِ اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ اِنَ الٌذِي لَيسَ فيِ جَوفِه شَي مِنَ القُرانِ كَالَبيتِ الخَرِبِ.

Artinya: “Barang siapa yang tidak ada dalam tenggorokannya ayat Al-Quran maka seperti rumah yang rusak.” (HR. Tirmidzi)

Setelah Tahfidz, interaksi berikutnya adalah level Ta’lim, yaitu mengajarkan kebali Al-Qur’an kepada orang lain. Maka civitas akademika, harus berupa untuk belajar dan kemudian mengajarkan al-Qur’an kepada orang lain, minimal putra putri, keluarga dekat dan masyarakat secara umum. Sebab hal ini merupakan aktifitas dan tugas paling mulia yang disabdakan Nabi.

عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ.

“Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. (H.R. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzy, Nasai, dan ibnu Majah)

Setelah ta’lim level berikutnya berupa tahkim, yaitu berpedoman dan menjadi Al-Qur’an sebagai way of life, pedoman dalam kehidupan. Maka standar kehidupan kita adalah Al-Qur’an, itulah puncak interakti dengan Al-Qur’an sebagaimana inpirasi Prof Dr Yusuf Qordlowi dalam Risalah Kaifa Nata’amal Ma’al Qur’an.

 Khutbah Jum’at di Masjid Abu Bakar Assegaf

Oleh : Moh Farhan SPdI SHum  MPdI, Dosen Fakultas Agama Islam Unissula

24 Maret 2023

Categories
Uncategorized

Aqil Yusuf Presiden BEM Baru Unissula

HEADLINEtoday.id Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengajak pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk bekerjasama dalam kebaikan. Hal itu ia sampaikan dalam sambutan pelantikan BEM Unissula di Aula Gedung Kuliah Bersama Unissula, Senin (20/3/2023).

“Pengurus BEM adalah keluarga. Bekerjasamalah untuk kebaikan untuk peningkatan kualitas, potensi, dan minat bakat mahasiswa. Kebaikan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan sebagai kader bangsa, muwujudkan amanah musyawarah besar berupa program kerja pengurus BEM 2023/2024. Kebaikan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera yang dirahmati Allah,” ungkapnya.

Adapun mereka yang dilantik adalah Aqil Yusuf Hidayat (Ketua), Rajif Jaya Wardani Sulaiman (Wakil Ketua), Diska Khoirunnisa Rizal (Sekretaris), Riskian Hayun Putra (Bendahara), dan sejumlah pengurus lainnya.

Prof Gunarto juga meminta pengurus untuk fokus pada program kerja. Selanjutnya Rektor juga mengungkap sebagai pengurus BEM harus mengikuti tiga nilai akademik. Pertama selalu menggunakan sains dan ilmu agama dalam mengambil keputusan-keputusan organisasi. “Tidak boleh mendasarkan pada mitos atau mistik yang anti sains, yang bertentangan dengan ilmu agama,” lanjutnya.

Kedua nilai-nilai akademik harus mendasarkan kepada nilai-nilai hati yang dibimbing oleh nilai agama. Sehingga moralitas itu menjadi bagian penting dari hati yang bersih (qolbun salim). Yang ketiga selalu mengabdi untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera yang dirahmati Allah. Karena hubbul wathon minal iman. Hubbul wathon itu tanggungjawab para calon pemimpin nantinya. Maka ketika menjadi pengurus BEM sebagai kader juga memiliki tanggungjawab sesuai dengan proporsinya sebagai mahasiswa, sebagai pelopor perubahan.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III Muhammad Qomarudin ST MSc PhD. Juga Ketua LPKA Unissula Fajar Adi Putranto SE, dekan dan dosen di lingkungan Unissula, serta Ketua BEM Udinus dan UMS.

Categories
Uncategorized

Teliti Sensor Navigasi, Dosen Elektro Unissula Raih Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula Muhammad Khosyi’in meraih gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 44 di Program Doktor Ilmu Teknik Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya dengan bidang kompetensi utama teknik elektro.

Tema disertasinya Integrasi Sensor IMU RTK GNSS untuk Navigasi Kendaraan Otonom Menggunakan Algoritma Kalman Filter. Bertindak sebagai promotor Prof Ir Zainuddin Nawawi PhD sedangkan co-promotor D Bhakti Yudho Suprapto ST MT dan Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati MSi.

“Sistem navigasi sangat penting untuk menentukan pergerakan lokasi, arah, dan tujuan kendaraan, terlebih kendaraan otonom yang membutuhkan titik koordinat yang akurat. Karenanya, dibutuhkan koordinasi yang tepat dan integrasi yang cermat antara sensor-sensor navigasi dengan meminimalisir gangguan atau noise yang tidak diinginkan. Metodenya dengan memberikan koreksi pada data sensor dengan menggunakan algoritma Kalman Filter,”  jelas Khosyi’in.

Disertasi tersebut berhasil dipertahankan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Nukman MT, Dr Muhammad Rif’an ST MT, Dr Eng Tresna Dewi ST MEng dan Dr Eng Suci Dwijayanti MS.

Ketua Prodi Teknik Elektro Unissula, Jenny Putri Hapsari ST MT merasa bersyukur dan bangga atas gelar yang diperoleh Muhammad Khosyi’in tersebut. “Hal itu akan memperkuat program studi dan menjamin kualitas pembelajaran yang lebih baik”, ungkapnya.

Sementara itu Dekan FTI Unissula, Dr Novi Marlyana ST MT mengapresiasi capaian tersebut.  “Semoga raihan gelar doktor ini akan semakin menguatkan sumber daya insani FTI Unissula dalam meraih predikat unggul bagi semua program studi yang ada, sehingga layanan kepada pengguna terutama mahasiswa semakin prima,” ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Mahsiswa Farmasi Unissula Belajar Tanaman Obat di Tawangmangu

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Prodi Farmasi Unissula melaksanakan praktik lapangan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan  Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT) pada Senin (20/3/2023). Sebanyak 177 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dan didampingi dosen dan analis.

Tri Widayat MSc dari B2P2TOOT mengenalkan tanaman obat dan tanaman atsiri.  Peserta juga mendapatkan pengalaman secara teknis tentang budidaya tanaman obat yang tepat. Mulai dari pengolahan simplisia menjadi obat herbal yang digunakan berdasarkan evidence (Evidence Based Medicine). Peserta juga ditunjukkan teknik pemanenan tanaman obat, pasca panen dan pengelolaan simplisa yang memenuhi persyaratan.

Kaprodi Farmasi Unissula, Rina Wijayanti MSc Apt menambahkan mahasiswa perlu turun ke lapangan melihat secara langsung berbagai jenis tanaman obat, bagaimana proses budidaya, tatacara panen, serta pengelolaan pasca panen tanaman obat. “Kegiatan ini merupakan salah satu mata praktikum modul senyawa bahan alam untuk mahasiswa semester dua”, ungkapnya.

Categories
Uncategorized

RSIGMP SA Beri Tips Penting Jelang Ramadhan

HEADLINEtoday.id Rumah Sakit Islam Gigi Mulut Pendidikan Sultan Agung (RSIGMP SA) mengadakan talk show menjaga kesehatan gigi dan mulut serta asupan gizi selama Ramadhan (16/3/2023). Acara yang dilaksanakan di Convention Hall RSIGMP SA tersebut menghadirkan narasumber drg Rochman Mujayanto SpPM dan Dr dr Minidian Fasitasari MSc SpGK (K). Talkshow diikuti oleh Komunitas Ibu Syariah Semarang (KISS), Komunitas Ikatan Pengusaha Wanita Kreatif Cerdas (IPWKC), dan perwakilan orang tua murid SDIT Harapan Bunda.

Dokter Rochman Mujayanto menyampaikan bahwa, selama bulan Ramadhan kita tetap boleh melakukan perawatan gigi asalkan dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Perawatan yang boleh dilakukan saat puasa adalah pencabutan gigi, pembersihan karang gigi, penambalan gigi, dan percetakan gigi sesuai fatwa MUI no. 205-E/MUI-KB/2018 tentang tindakan kedokteran gigi. “Agar gigi dan mulut tetap segar dan sehat selama puasa, maka dianjurkan untuk tetap melakukan perawatan gigi dengan menggosok gigi setelah makan sahur dan sebelum tidur”, ungkapnya.

Sementara itu dokter Minidian Fasitasari menyampaikan bahwa selama puasa harus menjaga porsi makan dengan gizi yang seimbang, misalnya ketika sahur dianjurkan untuk makan dengan porsi yang tidak berlebihan dan menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh, karena memiliki efek diuretik yang menyebabkan seringnya buang air kecil sehingga mengakibatkan kekurangan cairan dalam tubuh. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan harus dikurangi dan menyegerakan berbuka dengan bertahap dan tidak terburu-buru.

Categories
Uncategorized

FH Unissula Bahas Regulasi UU Lalu Lintas

HEADLINEtoday.id Fakultas Hukum (FH) Unissula melakukan kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) dan Asosiasi Karoseri Indonesia (ASKARINDO), Senin (20/3/2923).

Perjanjian kerjasama ditandatangai oleh Dekan FH Unissula Dr Bambang Tri Bawono SH MH dengan Ketua Umum DPP APTRINDO Drs Gemilang Tarigan MBA dan Ketua Umum DPP ASKARINDO Sommy Lumajeng yang diwakili oleh Ketua I DPD Jateng dan DIY ASKARINDO Isroi Rais.

”APTRINDO dan ASKARINDO mengajak kami untuk bekerjasama, kami pun mengapresiasi dan menyambut baik. APTRINDO dan ASKARINDO minta pendampingan hukum di bidang regulasi lalu lintas dan angkutan jalan. Di satu sisi, Fakultas Hukum memiliki banyak pakar di bidang hukum, sehingga akan dapat membantunya,” jelasnya.

Gemilang Tarigan mengatakan, pihaknya berharap banyak pada kalangan akademisi untuk memberi pendampingan hukum, khususnya membantu dalam hal regulasi.

”Semoga ke depan jadi rumusan terbaik untuk menjadi reformasi regulasi peraturan atau Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berbasis keadilan. Diantaranya, sejauh mana UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengandung kepastian hukum. Rumusan tersebut nantinya juga bisa menjadi usulan dan masukan bagi pembuat UU,” jelasnya.

Pasalnya, menurutnya, para anggota APTRINDO dan ASKARINDO mengaku acapkali berada pada ‘kebuntuan’ karena penerapan hukum menyangkut hal tersebut berbeda-beda antar wilayah, sehingga kerap menimbulkan interpretasi yang berbeda. Fakta di lapangan terjadi aturan yang berbeda antara penafsiran UU, pengalaman dan penerapannya.

Isroi Rais mengatakan, diharapkan melalui kerjasama ini, pihaknya bisa memperjuangkan apa yang diperjuangkan. ”Ke depan semoga bisa menjadi rumusan terbaik untuk menjadi reformasi regulasi peraturan yang berbasis keadilan bagi asosiasi, sopir, pengusaha karoseri dan masyarakat untuk mendapatkan kebaikan bersama. Sehingga kami bisa bekerja maksimal, tenang, dan memberi kontribusi bagi negara,” jelasnya.

Kerjasama juga dibarengi dengan seminar nasional bertema “Reformasi Regulasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Berbasis Keadilan.”

Seminar dimoderatori Dias Saktiawan SH MKn. Hadir sebagai pembicara Dr Muhammad Taufiq SH MH, Dr Sugiharto SH MH, dan Agus Pratikno SE MM