Categories
Uncategorized

Dosen Keperawatan Unissula Raih Gelar Doktor Cepat dan Cumlaude

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula Ns Dwi Heppy Rochmawati MKep SpKep berhasil meraih gelar doktor di Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Undip (15/6/2023). Ia lulus dalam waktu relatif singkat 2 tahun lebih 10 bulan. Predikatnya cumlaude. Ia berhasil meraih indeks prestasi kumulatif 3,89.

“Saya menjalani sidang tertutup dan tidak harus menjalani sidang terbuka karena saya punya dua artikel publikasi. Hal itu sesuai dengan SK Rektor yang berlaku”, ungkapnya. Adapun judul publikasinya adalah Caregiver Stress Level on The Ability to Care for Individu with Schizophrenia (IWS). Jurnal yang satunya Exploratio of Caregiver Stress in Treating Individu with Schizophrenia (IWS), A Qualitative Study.

Sementara itu dalam sidang tertutup ia mempresentasikan disertasinya berjudul efektivitas model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas terhadap stres caregiver orang dengan skizofrenia (ODS).

Adapun penguji dalam ujian tertutup yaitu Prof Dr dr Dwi Pudjonarko MKes SpS K, Prof Dr dr Tri Indah Winarni MSi Med PA, Dr Ns M Fatkhul Mubin MKep SpKep J, dan Prof Dr Budi Anna Keliat MApp Sc. Penguji lainnya Prof Dr dr Tri Nur Kristina MKes, Annastasia Ediati SPsi MSc PhD Psikolog. Annastasia Ediati SPsi MSc PhD.Psikolog, Prof Dr dr Hardhono Susanto PAK K.

Adapun penguji kualitatif Herni Susanti SKp MN PhD. Penguji Expert Pengembangan Model Dr Ns Heni Dwi Windarwati MKep SpKep.J, dan Dr Ns Ni Made Dian Sulistiowati MKep Sp Kep J.

Penelitian ini tentang pengembangan model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas untuk mengelola tingkat stres caregiver dalam merawat orang dengan skizofrenia (ODS). ODS yang dipilih yaitu dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dan halusinasi. Intervensi kelompok swabantu merupakan sebuah terapi spesialis keperawatan jiwa sesuai dengan bidang keahlian peneliti sebagai spesialis keperawatan jiwa (SpKep J).

Adapun novelti penelitiannya yakni intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilakukan dan diberikan kepada caregiver ODS bukan kepada ODS. Intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilaksanakan dengan mengikutsertakan tenaga kesehatan pemegang program jiwa puskesmas dan kader kesehatan jiwa di masyarakat serta caregiver ODS.

Novelti lainnya yakni intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilaksanakan secara offline. Intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas dilakukan menggunakan fasilitator atau pendamping serta pemimpin kelompok vang berasal dari caregiver.

Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap I yaitu eksplorasi stres caregiver dan upaya pelayanan kesehatan dalam mengelola stress. Selain itu juga dilakukan  pengembangan model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas; menggunakan metode penelitian kualitatif.

Penelitian tahap II, uji coba efektivitas model. Yakni menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pemeriksaan tingkat stres caregiver diukur secara subjektif menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS), dan secara objektif menggunakan pengukuran kadar kortisol dengan sampel darah caregiver yang diambil secara profesional oleh tenaga analis, diperiksa dan dianalisis di laboratotium RSND menggunakan ELISA.

Pengukuran lain yang mendukung yaitu kemampuan kognitif dan psikomotor caregiver merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi serta kemampuan kognitif dan psikomotor caregiver mengelola stres.

Kesimpulan dari disertasinya yakni model intervensi kelompok swabantu reduksi stres berbasis komunitas efektif meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor caregivemerawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi serta mengelola stres caregiver; menurunkan tingkat stres dan kadar kortisol caregiver ODS.

Produk yang dihasilkan dalam penelitiannya antara lain pertama model intervensi kelompok swabantu reduksi stres caregiver ODS berbasis komunitas. Produk lainnya yakni modul intervensi diberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, kader kesehatan jiwa dan caregiver. Modulnya yakni tindakan keperawatan ners merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi. Manajemen stres caregiver dalam merawat ODS perilaku kekerasan dan halusinasi. Self-Help Group (Kelompok Swabantu) stres caregiver ODS.            

Categories
Uncategorized

Sikapi Keputusan MK Dosen FH Unissula Usulkan Pembentukan Kamar Pajak di MA

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Edi Slamet Irianto mengusulkan dibentuknya Kamar Pajak di Mahkamah Agung. Tujuannya untuk menyikapi putusan MK yang mengabulkan Pengadilan Pajak berada di bawah MA. Kewenangan pengadilan pajak sebelumnya berada dibawah di Kementerian Keuangan.

“Berdasarkan Pasal 24 ayat 3 UUD1945, Pengadilan Pajak adalah pengadilan khusus, maka Pengadilan Pajak dapat berdiri secara otonom tidak termasuk dalam lingkungan PTUN. Agar dapat masuk secara utuh di bawah Mahkamah Agung, maka diperlukan adanya Kamar Pajak di MA. Sebab keduanya memiliki beberapa perbedaan, meliputi subjek hukum, objek hukum, sampai dengan lembaga yang menyelesaikan sengketa pajak,” ungkap Edi dalam seminar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM (24/6).

Lebih jauh ia menyebut hukum pajak dapat terbagi dalam hukum pajak formal dan material. Hukum material memuat norma-norma yang menerangkan keadaan, perbuatan, dan peristiwa hukum yang harus dikenakan pajak. Sementara itu hukum pajak material mengatur objek pajak, subjek pajak, sampai dengan dasar pengenaan pajak dan tarif pajak.

Adapun hukum pajak formal mengatur perihal prosedur pelaksanaan tentang pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban perpajakan atau hukum acara perpajakan itu sendiri. Hukum pajak formal menjadi bentuk aktualisasi atau pengejawantahan dari hukum pajak material.

“Hukum pajak di Indonesia kecenderungan menjadi ilmu yang mandiri. Negara atas dasar hukum pajak banyak melakukan pungutan, seperti pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat, pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, PNBP (penerimaan negara bukan pajak), dan pungutan lain yang bersifat memaksa,” lanjutnya.

Menurutnya, antara hukum pajak dengan hukum administrasi negara (HAN) perlu mendapat pemikiran serius dan pengkajian secara mendalam untuk menjadikan hukum pajak sebagai cabang hukum tersendiri dan tidak lagi berada dalam kamar HAN. Sebab, secara garis besar HAN menjadi cabang dari hukum publik.

“Ini membuat hukum pajak menjadi hukum publik yang menjadi bagian dari HAN. Di sisi lain, hukum pajak tidak mempunyai kewajiban untuk tunduk pada UU PTUN, mengingat penyelesaian sengketa pajak berada pada pengadilan pajak,” jelas Edi.

Dengan demikian, ia berpandangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan Putusan MK Nomor 26/PUU-XXI/2023 yang memandatkan Pengadilan Pajak secara penuh berada di bawah MA, yakni dasar pemisahan hukum pajak dari HAN karena adanya berbagai perbedaan subjek hukum, objek hukum, hingga sengketa pajak yang bersangkutan.

“Perihal subjek hukum HAN berlaku perseorangan berupa pejabat administrasi negara atau pejabat tata usaha negara. Berbeda dengan hukum pajak, meliputi pembayar pajak berupa perseorangan, badan hukum, pemotong/pemungut pajak. Di dalamnya, termasuk pejabat adminitrasi negara. Selanjutnya mengenai objek hukum, bila dalam HAN adalah keputusan administrasi negara, dalam hukum pajak didasarkan pada transaksi ekonomi, perbuatan atau peristiwa yang menurut undang-undang pajak merupakan objek yang harus dan/atau dikenakan pajak dan/atau terhutang pajak,” jelasnya.

Categories
Uncategorized

HIKMAH IBADAH HAJI

HEADLINEtoday.id Takwa adalah sebaik-baik bekal untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Oleh karena itu, khatib mengawali khutbah yang singkat ini dengan wasiat takwa. Marilah kita semua selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan segenap larangan.

Allah subhanahu wata’ala telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan menjadikan Ka’bah sebagai tujuan dan dambaan hati jutaan umat Islam. Kaum muslimin, tua-muda, fakir-kaya, pejabat-rakyat jelata, Arab-China dan apa pun suku dan negaranya berbondong-bondong dari berbagai penjuru dunia pergi menuju ke Baitullah tiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji. Perbedaan bangsa, ras, suku, bahasa dan warna kulit tidak menghalangi mereka untuk bersatu melaksanakan ibadah yang sama, di tempat yang sama dan dengan tujuan yang sama, yaitu sama-sama memenuhi panggilan Allah dengan niat mendapatkan ridha-Nya semata. Allah ta’ala berfirman:

   يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (الحجرات: ١٣)  

Maknanya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia menurut Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala yang tampak dan tersembunyi dari perbuatanmu”  (QS al-Hujurat: 13).  

Jika direnungkan dengan seksama dan mendalam, berbagai rangkaian manasik haji memiliki makna dan pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya. Haji adalah momen pertemuan tahunan yang begitu besar, yang jutaan kaum muslimin berkumpul di sana. Mereka bersatu dalam kalimat (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ), berdoa kepada Tuhan dan pencipta mereka serta saling mengenal dan mengeratkan hubungan antar mereka. Di sana, di tanah suci, mereka saling memahami dan tolong menolong dalam kebaikan agar mereka semakin kuat melawan godaan Iblis dan bala tentaranya.  

Di sanalah tampak dengan jelas makna dan nilai persaudaraan dan kesetaraan di antara kaum muslimin. Para jamaah haji seluruhnya melepas pakaian masing-masing dan menggantinya dengan pakaian ihram yang lebih mirip dengan kain kafan mayat. Mereka menyerukan kalimat talbiyah:

    لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ  

dalam keadaan menanggalkan semua pakaian dan perhiasan dunia yang fana’. Hanya pakaian Ihram yang mereka kenakan. Tua-muda, miskin-kaya, Arab-non Arab, semuanya sama menurut Allah. Mereka tidak saling mengungguli kecuali dengan takwa sebagaimana ditegaskan oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

   لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ إِلَّا بِالتَّقْوَى رواه أبو نعيم فِى الحلية  

Maknanya: “Tidak ada kemuliaan bagi orang Arab melebihi non Arab kecuali dengan takwa” (HR Abu Nu’aym dalam Hilyah al-Auliya’)  

Haji adalah latihan sekaligus praktik dari kesabaran, menanggung berbagai kesulitan dan menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan untuk memperoleh derajat yang tinggi dan meraih surga yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Haji adalah pintu yang luas untuk melakukan kebaikan dan ketaatan serta meraih derajat takwa yang merupakan sebaik-baik bekal menuju kehidupan akhirat.  

Ketika jutaan jamaah haji menyerukan kalimat talbiyah dengan mengucapkan (لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ), maka momen dan seruan ini mengingatkan kita akan dahsyatnya peristiwa hari kiamat pada saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Ketika malaikat Israfil ‘alaihis salam meniup sangkakala maka terbelahlah kuburan-kuburan dan orang-orang keluar darinya secara berbondong-bondong. Kemudian dikumpulkan di Mahsyar dalam tiga keadaan. Sebagian dalam keadaan makan, minum, berpakaian dan menaiki kendaraan. Mereka adalah kaum muslimin yang bertakwa yang menjalankan semua kewajiban dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan. Sebagian dalam keadaan tidak beralas kaki dan telanjang bulat. Mereka adalah para pelaku dosa besar di antara kaum muslimin. Dan sebagian lagi dikumpulkan dalam keadaan terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah lalu diseret oleh para malaikat sebagai penghinaan terhadap mereka. Mereka adalah orang-orang kafir.  

Sedangkan sa’i antara Shafa dan Marwah mengingatkan kita akan kedatangan Sayyidina Ibrahim ‘alaihis salam ke Makkah al-Mukarramah, tempat turunnya wahyu, yang Allah jadikan aman dan tenteram. Sa’i antara Shafa dan Marwah merupakan perjalanan menapak tilas kembali apa yang dilakukan Sayyidah Hajar. Di Makkah, tempat yang tidak ada air dan tanamannya, Hajar bersama Isma’il yang masih bayi ditinggal oleh Nabiyyullah Ibrahim ’alaihis salam. Hajar pun bertawakkal secara penuh kepada Allah sembari beriktiar dengan berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah mencari air saat Ismail menangis dan butuh air. Hingga pada akhirnya Allah hilangkan kesulitannya dan Allah berikan jalan keluar dari masalahnya. Allah keluarkan untuknya air Zamzam yang nikmat dan penuh berkah. Allah ta’ala berfirman:

   وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ (سورة الطلاق: ٢-٣  

Maknanya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”  (QS ath-Thalaq: 2-3).  

Sedangkan Wuquf di Padang ‘Arafah, maka di dalamnya terdapat hikmah yang besar dan kenangan yang agung. Di sana kita melihat lautan manusia. Kita mendengar lantunan suara mereka yang keras, berdoa kepada Allah yang Mahakuasa, dalam keadaan merendahkan diri, tunduk, berharap rahmat-Nya dan takut terhadap siksa-Nya. Mereka berdoa kepada Allah, Sang Pencipta dan Pemilik mereka, dengan bahasa yang bermacam-macam dan logat yang beragam. Ini semua mengingatkan jamaah haji akan hari kiamat dan tahapan-tahapannya yang menakutkan dan luar biasa, saat semua hamba berdiri merendahkan diri dan sangat berhajat kepada pencipta mereka, pemilik semua kekuasaan, yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

Adapun melempar jamrah, maka ibadah ini juga mengandung hikmah yang agung bagi kita. Ketika melempar jamrah, jamaah haji akan mengingat dan mengenang bagaimana Iblis menampakkan diri kepada Nabi Ibrahim ’alaihis salam untuk menggodanya setiap kali berada di masing-masing jamrah. Sayyidina Ibrahim ‘alaihis salam pun menghinakan Iblis dengan melemparnya dengan batu kerikil sebagaimana diperintahkan oleh Allah ta’ala. Maka kita, segenap umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diperintah untuk melempar jamrah dalam rangka menghidupkan sunnah Ibrahim ‘alaihis salam. Ini semua adalah simbol perlawanan kepada Iblis dan penghinaan terhadapnya. Seakan orang yang melempar berkata dalam dirinya kepada setan: “Seandainya engkau menampakkan diri kepada kami sebagaimana engkau menampakkan diri kepada Ibrahim, niscaya kami akan melemparmu sebagai penghinaan terhadapmu.” Namun demikian, tempat-tempat ini bukanlah tempat tinggal setan seperti dugaan sebagian orang.

Sedangkan thawaf adalah bentuk konsistensi dalam ketaatan kepada Allah. Seakan orang yang berthawaf mengatakan: “Wahai Tuhanku, ke manapun kami berkeliling dan di manapun kami berada, kami tetap istiqamah taat kepada-Mu.” Thawaf juga merupakan pengagungan terhadap rumah atau bangunan Ka’bah yang dimuliakan oleh Allah. Allah ta’ala memerintahkan kita untuk mengagungkannya. Baitullah adalah simbol yang menyatukan hati kaum muslimin dalam beribadah kepada Allah. Oleh karenanya, kaum muslimin berthawaf mengelilingi Ka’bah bukan untuk beribadah kepada Ka’bah, melainkan karena melaksanakan perintah Allah.

Allah memerintahkan agar kita berthawaf mengelilinginya, mengagungkannya dan Allah menjadikannya simbol untuk menyatukan hati kaum muslimin di sekelilingnya dalam beribadah kepada Allah yang Mahahidup dan mengatur segenap hamba-Nya. Sebagaimana kita bahwa Allah tidaklah bertempat tinggal di Ka’bah. Kita wajib meyakini bahwa Allah ta’ala ada, tanpa bersifat dengan sifat-sifat makhluk, tidak membutuhkan tempat dan tidak menyerupai sesuatu pun di antara makhluk-Nya.

Allah tidak tinggal di Ka’bah, tidak bertempat di langit dan tidak menempati seluruh tempat. Akidah seorang muslim tidak lain adalah bahwa Allah yang menciptakan semua makhluk tidaklah menyerupai semua makhluk, tidak menyerupai langit dan bumi, tidak menyerupai manusia dan tidak menyerupai sesuatu pun. Allah bukanlah benda (jism), Allah bukan cahaya. Allah tidak memiliki gambar, rupa dan bentuk serta  sifat makhluk, apa pun itu. Apapun yang terlintas di benak kita, maka Allah tidak menyerupainya. Inilah akidah yang diyakini dan diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat dan umat Islam dari masa ke masa di berbagai belahan dunia.

Oleh: Dr H Ghofar Sidiq MAg (Dosen Fakultas Agama Islam Unissula) Dalam Khutbah Jumat Masjid Abu Bakar Assegaf

Categories
Uncategorized

Teknik Sipil Unissula Juarai Kontes Jembatan Nasional

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula raih juara tiga kontes jembatan balsa. Mereka adalah Bagus Nurrohmat, Deni Raga D, dan Callista G Syahada. Tergabung di tim Silaya Nesu, mereka berlaga bersama 50 tim lainnya. Kompetisi diselenggarakan oleh Himpunan Teknik Sipil Universitas Kristen Indonsia, Jum’at (23/6/2023).

Bagus menjelaskan kejuaraan yang diraih tim Silaya Nesu adalah untuk kali pertamanya. “Jadi tahapannya itu pertama ikut lomba Balsa di internal prodi. Dan alhamdulillah kami dapat juara juga. Setelah itu baru diperbolehkan mengikuti lomba tingkat nasional,” ungkapnya sebagai ketua tim.

Menurutnya ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan lebih baik. “Dengan juara tiga yang kita raih ini selanjutnya kita harus bisa mendapatkan lebih dari juara tiga. Dan nantinya apabila sudah mendapatkan juara satu, maka harus bisa mendapatkan juara yang lebih lagi, lanjutnya.

Karena menurutnya inilah makna dari nama Silaya Nesu. “Makna Silaya yaitu Sipil Unissula Jaya, dan kata Nesu artinya Never Surender. Yang maknanya adalah tidak pantang menyerah, dan harus selalu berusaha,” lanjutnya.

Categories
Uncategorized

Yang Gagal UTBK Jangan Kecewa Mari Belajar dari Kisah Inspiratif Marshella

HEADLINEtoday.id Sinar matahari sore itu semakin redup. Membawanya larut dalam kenangan sewindu yang lalu. Banyak hal yang sudah ia lewati. Waktu dimana ia masih menjadi sosok anak kecil dengan berbagai kelemahanya yang menopang banyak harapan pada orang di sekitarnya. Hingga terbenamnya sore itu memberi makna segala hal buruk dalam hidupnya ikut tenggelam dan menjadi dirinya yang dilahirkan kembali menjadi sosok yang sekarang. Kekuatan dan doa menjadi pengiringnya dalam menjalani segala perjalanan hebat dalam hidupnya.

Bagaimana tidak, ia selalu menjalani hidupnya dengan sepenuh raganya. Tiga tahun yang lalu ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMA nya. Tahun terakhirnya ia gunakan untuk belajar di sudut perpustakaan saat teman-temannya menikmati masa terakhir sekolahnya.

Setiap pagi ia selalu berlari mengejar apa yang ia inginkan. Seluruh pikiran dan fisiknya ia tuangkan di tahun itu dengan harapan besar. Namun, tepat pada tujuh belas tahunnya ia mendapatkan sebuah mimpi buruk gagal masuk perguruan tinggi negeri yang diimpikannya. Walaupun ia dikenal sebagai sosok yang tegar dan selalu menerima segala hal yang terjadi dalam hidupnya, tapi tidak pada hari itu.

Hari demi hari ia habiskan untuk melihat banyak proses hidup orang-orang disekitarnya. Membandingkan hasil adalah hal yang selalu ia lakukan setiap detiknya. “mengapa mereka bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, sedangkan aku tidak?”. Perandai-andaian itu menjadikan perempuan tujuh belas tahun menjalani hidupnya tanpa arah dengan banyak harapan orang disekitarnya. Hanya satu yang selalu ia pikirkan “lebih baik aku gagal, daripada aku harus menyesal hanya tidak mencoba apa yang aku inginkan”.

Tidak bisa dihitung berapa kali ia mengalami kegagalan pada setiap tahap yang ia coba. Ditolak berbagai perguruan tinggi membuat dunianya hancur. Hatinya berantakan, pikiranya kacau, harapan orang orang di sekitarnya tidak terpenuhi. Kaki mungilnya sudah mulai melambat menanggung banyak beban. Namun, realitanya ia harus tetap berjalan sampai pada tujuan.

Hingga pada akhirnya ia mencoba merubah cara belajar dan cara pandangnya. Ia tidak belajar untuk mencapai apa yang ia inginkan, namun belajar mendapatkan apa yang terbaik untuk ia dapatkan. Perjalanan tangis haru disetiap harinya membawa ia menjadi sosok pribadi yang berbeda dan berani mengambil banyak percobaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. “Bukankah untuk mencapai 10 tidak hanya 5+5? Bisa jadi 1+9 kan?” tuturnya dalam batin. Percobaan itu ternyata membawa banyak hal baik didalamnya. Percobaan itu ternyata adalah pilihan terbaik dalam hidupnya.

Pilihannya kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Unissula menjadi hal baik yang ia syukuri. Banyak hal-hal kecil justru tidak pernah dipikirkan oleh banyak orang dan dirinya sebelumnya. Hal kecil seperti bertemu dengan lingkungan pertemanan yang luar biasa baik adalah salah satu anugerah yang sangat tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Kesempatan menjadi salah satu Ketua Divisi di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas menjadi kesempatan yang tidak akan ia sia-siakan.

Pola pikirnya  mulai berubah dari hari kehari. Mungkin, jika tidak seperti ini jalannya, ia tidak akan menjadi sosok perempuan yang sekarang. Perempuan yang selalu memaknai segala hal kecil yang terjadi pada proses hidupnya. Banyak hal besar yang terjadi dibalik sebuah kegagalan.

 *Marshella Oktabrina Saputri, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unissula Semarang

Categories
Uncategorized

Ilmu Hukum Unissula Targetkan Internasionalisasi Program

HEADLINEtoday.id Program Studi S1 Ilmu Hukum Unissula Semarang mengesahkan kurikulum baru. Dihadiri pimpinan Fakultas Hukum (FH) dan Prodi S1 Ilmu Hukum, rapat senat diselenggarakan di Ruang 2A FH Unissula, Kamis (22/6/2023).

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan bahwa perubahan kurikulum dalam rangka mempertahankan akreditasi Unggul. “Penyusunan kurikulum ini dalam rangka mempertahankan Akreditasi Unggul,” ungkapnya.

Selanjutnya Rektor juga menekankan dua hal. Pertama penghapusan kurikulum kolonialisme. Kedua adalah internasionalisasi program.

“Tidak boleh ada penjajahan dan kedzoliman dengan wujud pra syarat yang mempersulit mahasiswa sebagaimana kurikulum kolonialisme. Karena kita harus ada islamisasi kurikulum karena nantinya generasi kita yang menjadi penguasa dunia,” jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan nantinya program kekhususan seperti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bisa dibebankan SKS dan masuk wilayah MBKM.

Dekan FH Dr Bambang Tri Bawono SH MH menanggapi, “Mari kita sepakati arahan dari Rektor dan selanjutnya dibahas secara teknis dan nomenklaturnya,” jelasnya.

Categories
Uncategorized

Naik 91% Riset Dosen Unissula Terbaik Nasional

HEADLINEtoday.id Dosen- dosen Unissula berhasil mencatatkan pretasi terbaik nasional di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2023 ini. Unissula menempati peringkat satu nasional dalam klaster utama sebagai penerima hibah penelitian terbanyak (Rp2,6 miliar) dari Kemdikbudristek. Universitas Lampung diperingkat dua hibah Rp2,28 miliar. Universitas Pancasila peringkat tiga hibah Rp2,25 miliar. Universitas Negeri Medan diperingkat empat hibah Rp 2,23 miliar dan Universitas Mulawarman diperingkat lima hibah Rp2,23 miliar.

Dr Henny Pratiwi Adi ST MT menyatakan ada kenaikan signifikan jumlah proposal penelitian dosen Unissula yang berhasil mendapatkan hibah Dikti. “Jumlah penelitian baru tahun lalu ada 11 dan tahun ini penelitian baru ada 21 artinya ada kenaikan 91%. Adapun secara keseluruhan proposal penelitian tahun ini yakni 21 penelitian baru, 4 penelitian lanjutan, dan 1 pengabdian masyarakat”, ungkap Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unissula tersebut.

Lebih lanjut Henny menjelaskan bahwa setiap tahun ada penawaran kompetisi proposal penelitian dari Dikti di bulan Maret dan April.  Adapun jenis penelitian yang bisa mendapat hibah yakni penelitian disertasi doktor, penelitian fundamental, penelitian kerjasama dalam negeri, penelitian terapan, dan penelitian tesis magister.

Adapun dasar klasterisasi perguruan tinggi adalah berdasarkan kinerja perguruan tinggi itu sendiri yaitu dari kinerja pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Data kinerja diambil Kemendikbud Ristek melalui SINTA.  Data kinerja yang diambil dari SINTA tersebut meliputi penulis (author), afiliasi (affiliation), jurnal (journal), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights), dan buku (book).

Sementara itu Sekretaris LPJM Unissula, Dr Imam Kusmaryono SPd MPd menyampaikan prestasi itu harus menjadi penyemangat untuk semakin meningkatkan kwalitas penelitian ilmiahnya. “Jangan cepat puas, semangatnya adalah harus selalu meningkatkat kualitas penelitian ilmiahnya sehingga target ke depan bisa masuk kalster mandiri dan semakin banyak jumlah penelitian yang bisa dibiayai oleh Dikti”, ungkapnya.

Masih menurut Imam Kusmaryono, LPPM Unissula yang membidangi penelitian dan pengabdian masyarakat selalu memberikan pelayanan kepada para dosen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan dengan menggelar workshop penyusunan proposal penelitian. Menyelenggarakan klinik pendampingan penyusunan proposal serta  wokshop penyusunan luaran hasil penelitian dan pengabdiam masyarakat.

Dirinya juga memberikan cara agar proposal mudah lolos fokus pada skema penelitian terapan atau pengembangan. Memiliki tingkat ketersiapan teknologi. Penyusunan rencana anggaran belanja yang wajar dan rasional sesuai peruntukan. Menghasilkan luaran yang berpotensi paten dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (Scopus).

Categories
Uncategorized

Implemantasi Konsep Takrimul Aulad Dalam Budaya Akademik Islami Di Universitas Islam Sultan Agung

HEADLINEtoday.id Semua insan kampus terutama dosen atau pendidik dan pemimpin memposisikan sebagai orang tua mahasiswa atau peserta didik. Tujuannya adalah mengantarkan anak didik atau mahasiswa menjadi orang mulia dunia akhirat.

Implementasi takrimul aulad (memuliakan anak) dilaksanakan dalam proses pembelajaran di Unissula dilandasi dengan kasih sayang, saling menghargai, amanah, jujur, sepenuh hati, diawali dan diakhiri dengan berdoa bersama. Dalam proses pembelajaran di Unissula, baik pendidik dalam hal ini dosen maupun peserta didik atau mahasiwa semata-mata berorientasi keridlaan Allah SWT.

Terus menerus memberikan nasihat kepada peserta didik atau mahasiswa dan mencegahnya dari akhlak yang tercela, seperti dalam firman Allah dalam Qur’an. Di sur at Lukman ayat 13-18 yang artinya : (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.” (13).

Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. (14).

Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan. (15).

(Luqman berkata,) “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan menghadirkannya (untuk diberi balasan). Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Teliti.(16).

Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan. (17),

Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. (18).

Dan Terakhir adalah membangkitkan harapan yang mencerahkan kepada peserta didik.

Oleh: Dr Didiek Ahmad Supadie MM, Sekretaris Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Disampaikan Dalam Pelatihan Budaya Akademik Islami bagi Dosen dan Tendik

Categories
Uncategorized

Teliti Stem Cells Dosen Kedokteran Unissula Raih Gelar Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Unissula dr Eko Setiawan berhasil meraih gelar doktor dari Prodi Ilmu Kedokteran S3 UNS. Ia berhasil lulus dalam ujian promosi doktor (21/6/2023). Disertasi yang diujikan berjudul pengaruh Mesenchymal Stem Cells (MSCs) terhadap penyembuhan luka tikus wistar model perforasi duodenum. Para penguji yakni Prof Dr Ahmad Yunus, Prof Dr Reviono, Prof Dr Soetrisno, Prof Dr Bambang Purwanto, Brian Wasita PhD, Dr Agung Putra, Dr Risya Cilmiaty, Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dan Dr Adi Muradi Muhar.

Penelitian tentang stem cells menjadi salah satu penelitian yang urgen di dunia kedokteran. Latar belakang penelitiannya yakni perforasi duodenum merupakan salah satu kegawatan bedah gastrointestinal dengan morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (kematian) tinggi. MSCs dapat memperbaiki penyembuhan luka dengan mensekresi sejumlah growth factors dan sitokin antiinflamasi.

Tujuan penelitiannya adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh MSCs terhadap penyembuhan luka perforasi duodenum. Metodenya MSCs diisolasi dari umbilical cord tikus dan disuntikkan ke daerah luka perforasi duodenum dengan dosis 1,5 x 106 untuk kelompok perlakuan 1 dan 3 x 106 untuk kelompok perlakuan 2.

Kelompok kontrol adalah tikus perforasi duodenum yang diinjeksi lokal normal saline. Ekspresi TGF-β, VEGF, dan IL-6 diukur dengan western blot, densitas mikrovaskuler diperiksa dengan imunohistokimia, sedangkan kolagen, fibroblas, derajat inflamasi, dan skor penyembuhan luka diperiksa menggunakan pemeriksaan histopatologi. Semua pemeriksaan dinilai pada hari ke-3 dan hari ke-7. Data dianalis dengan SPSS 25.0 dengan nilai signifikan p<0,05.

Kesimpulannya yakni pemberian MSCs dapat memperbaiki proses proliferasi dan angiogenesis, serta menurunkan proses inflamasi pada perforasi duodenum.

Categories
Uncategorized

Dosen Kedokteran Unissula Raih Gelar Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Kedokteran Unissula dr Yani Istadi MMed Ed berhasil meraih gelar doktor. Ia mempresentasikan disertasinya di depan para penguji dalam ujian terbuka promosi doktor di Unnes (9/6/2023).

Disertasinya berjudul model determinan performa akademik mahasiswa program profesi dokter dalam uji kompetensi di wilayah Semarang. Menurutnya uji kompetensi dokter merupakan gambaran dari performa akademik mahasiswa program profesi dokter.

Fakta yang ada sekarang, ditemukannya masalah performa akademik mahasiswa pendidikan profesi dokter yang uji kompetensi masih rendah. “Oleh karena itu perlu diteliti sebuah model determinan/faktor-faktor prediksi yang nantinya dapat memecahkan masalah kelulusan uji kompetensi”, ungkap Yani.

Hasil penelitian didapatkan bahwa performa akademik dapat ditingkatkan melalui pengaruh langsung dari kapabilitas penalaran klinik dan pengaruh tidak langsung dari keterlibatan siswa melalui kapabilitas penalaran klinis.

Para penguji antara lain Prof Dr S Martono, Prof Dr Fathur Rokhman, Prof Dr Widodo, Prof Dr Arief Yulianto, Prof Dr Suwito Eko Pramono, Dr Sungkowo Edy Mulyono, Prof Dr dr Mahalul Azam, dan Prof Dr Tri Joko Raharjo.