Categories
Uncategorized

Mahasiswa Unissula Antusias Sambut Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

HEADLINEtoday.id Sebanyak 21 mahasiswa Unissula akan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan tiga tahun 2023. Mereka akan berkesempatan mengikuti pendidikan selama satu semester di 15 univeritas di luar pulau Jawa yang telah ditentukan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unissula, Dr M Abdul Basir SPd MPd pada Sabtu (17/6/2023).

Pihaknya juga telah meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek pada 15 Juni 2023 lalu di Jakarta.

Lebih lanjut ia mengungkap bahwa Unissula antusias ikut berpartisipasi dalam program itu. “Unissula antusias menyambut program PMM ini. Hal itu salah satunya terlihat dari banyaknya mahasiswa yang akan berpartisipasi. Demikian juga dukungan yang sangat baik dari Prodi, Fakultas dan juga universitas”, ungkap dosen Prodi Matematika Unissula tersebut.

Masih menurut Abdul Basir Program PMM merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program PMM adalah program pertukaran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Program diselenggarakan dalam koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Dilaksanakan di dalam negeri selama satu semester dari perguruan tinggi di satu klaster pulau ke perguruan tinggi di klaster pulau lainnya.

Adapun orientasi program untuk memberikan pengalaman kebinekaan. Peserta akan mengikuti berbagai aktivitas terkait kegiatan Modul Nusantara untuk memupuk semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia.

Perguruan tinggi (PT) pengirim melakukan pengakuan satuan kredit semester (SKS) mata kuliah hingga 20 (dua puluh) SKS. Didalam 20 SKS tersebut terdapat empat SKS Modul Nusantara untuk memupuk semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia.

Modul Nusantara bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air. Modul ini meliputi empat sub modul, yaitu kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial.

Categories
Uncategorized

Hadir Di Unissula Habib Sholeh Ajarkan Pentingnya Menjaga Hati

HEADLINEtoday.id Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai -Nilai Islam (LKPI) Unissula menyelenggarakan kajian majelis dhuha. Hadir sebagai narasumber AlHabib Sholeh bin Muhammad AlJufri pada Jum’at (16/6/2023) di kampus Unissula.

Habib Sholeh menyampaikan pentingnya menjaga hati. Pentingnya menjaga hati untuk selalu mengingat Allah SWT. Allah adalah dzat yang membolak balikkan hati. “Jika hati kita selalu mengingat atau berdzikir kepada Allah. Allah pun akan ingat kepada kita. Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk selalu bertaqwa kepada Nya”, ungkapnya.

Berkembangnya teknologi saat ini membuka ilmu pengetahuan yang lebih luas namun kebenaran sejati hanya dari Allah SWT. Banyak hal ilmiah yang saat ini terjadi dan terbukti dari Al Qur’an. Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai sumber ilmu. “Dari Al Qur’an akan didapat semua ilmu, baik agama maupun pengetahuan.

Allah maha memelihara hati umat yang bertaqwa. Allah bersama orang orang yang bertaqwa. Yakni menjalankan perintahkan dan menjauhi larang Nya. “Allah juga maha memberi rizki maka bagaimana kita akan ragu terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada”, lanjutnya.

Sosial media merupakan sebuah media yang bisa meyebarkan sebuah informasi. Namun tidak setiap informasi yang keluar dari sosial media adalah kebenaran. Informasi yang terus berulang dan viral menjadi seolah kebenaran bagi yang membacanya. Namum sejatinya kebenaran adalah yang datangnya dari Allah SWT melalui Al Qur’an dan hadist atau sunnah dari Rosulullah Muhamamd SAW.

Hati merupakan tempat membangun hubungan seorang hamba dengan tuhannya. Allah maha memberikan kasih sayang kepada kita tanpa kepentingan. Diciptakannya alam semesata dunia seisinya semuanya karena cintanya Allah.

Allah juga maha menganugrahkan nikmat tanpa ada jasa. Karena Allah adalah maha kasih sayang. Bagi orang yang tidak bersyukur atas nikmat Allah SWT meraka adalah orang yang kufur nikmat. Allah memberikan kenikmatan kepada kita dengan segala kenikmatan yang tak ternilai.

Rosullah Muhammad SAW adalah manusia yang mempunyai hati kasih sayang kepada siapapun termasuk alam semesta. Rosulullah Muhammad SAW diutus sebagai pembawa kasih sayang untuk seluruh alam semesta. Rosulullah Muhammad adalah pembawa kebenaran dari Allah SWT. “Bahkan rosulullah lebih menyayangi ummatnya dibandingnkan kasih sayang ummat terhadap diri mereka sendiri. Rosulullah juga memberikan tuntunan kepada kita bagaimana menjalani hidup sesuai ajaran Allah SWT”, pungkasnya.

Hadir dalam kajian ini ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Habib Hasan Toha MBA, ketua pendidikan YBWSA Drs Tjuk Subchan Sulchan, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA.

Categories
Uncategorized

Pasca Putuskan Sistem Pemilu Ketua MK Kunjungi Unissula

HEADLINEtoday.id Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Prof Dr Anwar Usman SH MH melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum Unissula pada Kamis malam (15/6/2023). Kunjungan dilakukan pasca beberapa jam memimpin sidang yang memutuskan pemilu yang tetap menggunakan sistem proporsional terbuka.

“Kunjungan ini merupakan silaturahmi. Selain itu saya ingin mengecek penggunaan smart board mini court room yakni teknologi yang dapat menayangkan secara langsung sidang di Mahkamah Konstitusi. Piranti tersebut bisa menjadi salah satu media pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Hukum Unissula dengan mencermati proses persidangan di MK”, ungkap Anwar Usman.

Anwar usman yang didampingi sang istri Idayati disambut oleh Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Bambang Tri Bawono SH MH. Hadir pula pimpinan lainnya yakni Dr Widayati, Dr Jawade Hafidz, Dr Deni Suwondo dan jajaran dosen.

Para dosen Fakultas Hukum Unissula berkesempatan membahas langsung putusan MK mengenai sistem pemilu yang sudah ditunggu tunggu oleh partai politik dan caleg. “Semua hakim MK memberikan pandangannya tentang sistem pemilu dari semua aspek secara komprehensif. Kami di MK membuat keputusan berlandaskan hukum dengan pendekatan hukum bukan berdasarkan tekanan atau kepentingan politik. Jangan pernah meragukan integritas hakim MK”, ungkap Anwar Usman.

Saat ditanya tentang hasil keputusan MK. “Kami semua anggota MK tentunya sangat lega setelah berhasil membuat keputusan sistem pemilu. Keputusan MK saya rasa bisa menjawab keingintahuan dan keraguan publik. Karena sebelumnya banyak beredar informasi MK telah membuat keputusan sistem pemilu menggunakan sistem proporsional tertutup. Setiap orang bisa berasumsi juga berspekulasi dan juga membuat sensasi tentang keputusan apa yang akan dibuat oleh MK terkait sistem pemilu. Namun mungkin mereka lupa bahwa kami para hakim MK ada untuk mengawal konstitusi bukan untuk kepentingan politik sesaat”, tambahnya.

Sementara itu dekan Bambang Tri Bawono menyatakan bantuan smart board mini court room meruapakan hibah dari MK yang manfaatnya cukup banyak. Manfaatnya diantaranya bisa menjadi laboratorium bagi mahasiswa Fakultas hukum Unissula dalam mencermati proses dan hasil putusan MK. Mahasiswa bisa belajar dari proses persidangan yang bisa ditayangkan secara live di smart board mini court. Tadi juga banyak mahasiswa yang menyaksikan sidang MK tentang sistem pemilu dengan menggunakan smart board mini court tersebut”, ungkapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Prof Anwar Usman juga merupakan dosen Fakultas Hukum Unissula.

Categories
Uncategorized

Keperawatan Unissula Studi Banding Ke Universiti Malaya

HEADLINEtoday.id Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula melakukan studi banding ke Universiti Malaya Medical Center (UMCC), Malaysia (14-15/6/2023). Studi banding fokus pada hasil proyek inovasi riset keperawatan dalam bidang keperawatan anak.

Dekan Keperawatan Unissula Iwan Ardian menyampaikan rasa terimakasih diberikan kesempatan melakukan banch marking dalam pengembangan ilmu keperawatan anak.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk pengembangan tri dharma perguruan tinggi bidang penelitian. Kolaborasi riset tingkat international dirintis sebagai upaya meningkatkan kualitas dosen sebagai seorang peneliti.

Kegiatan yang dilakukan adalah melihat nursing care plan, pengelolaan pasien, manajemen bangsal, model terapi bermain, klasifikasi ruang dan terkhusus tentang penanganan masalah malnutrisi pada anak. Hal ini sejalan dengan pengembangan riset yang sedang dikembangakan oleh dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula.

Dyah Wiji Puspita Sari MKep menambahkan harapannya bahwa hasil dari kunjungan klinik ini dapat diterapkan dan dikembangkan di Rumah Sakit Pendidikan Unissula. “Hal ini karena Keperawatan Unissula memiliki Rumah Sakit Utama yaitu Rumah Sakit Pendidikan”, ungkapnya.

Kunjungan klinik ini disambut baik oleh ketua juru rawatan Wad Pediatric Puan Siti Norain. Dalam sambutannya ia menyampaikan senang mendapat kunjungan dari dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula dan bisa berbagi banyak pengalaman dan pengetahuan tentang bidang keperawatan anak serta pengelolaan bangsal anak.

Categories
Uncategorized

Tata Krama Mahasiswa Terhadap Dosen

HEADLINEtoday.id  Guru atau dosen adalah orang tua kedua, yaitu orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik sebagaimana yang diridhoi Allah ‘azza wa jalla. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama. Beberapa cara memuliakan dosen adalah dengan tidak menghina atau mencaci-maki. Sebagaimana sabda Rosulullah Muhammad SAW

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi ).

Yang selanjutnya adalah dengan datang ke tempat belajar dengan ikhlas dan penuh semangat. Sebagaimanan sabda Rosulullah Muhammad SAW:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu padanya, Allah mudahkan baginya dengannya jalan menuju syurga.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Datang ke tempat belajar dengan penampilan yang rapi. sebagaimana sabda Rosulullah Muhammad SAW

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu indah dan suka kepada keindahan.” (HR. Ahmad, Muslim dan Al-Hakim).

Diam memperhatikan ketika guru sedang menjelaskan, sebagaimana hadits Abu Sa’id Al-Khudri ra

 وَ سَكَتَ النَّاسُ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِمْ الطَّيْرَ

“Orang-orang pun diam seakan-akan ada burung di atas kepala mereka.” (HR. Al-Bukhori)

Bertanya kepada guru dengan cara baik.  Allah berfirman:

فَاسْأَلُوْا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ

“Bertanyalah kepada ahli dzikir (yakni para ulama) bila kamu tidak tahu.”(Qs. An-Nahl : 43 dan Al-Anbiya’ : 7). Rosulullah Muhammad SAW  bersabda :

أَلاَ سَأَلُوْا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ

“Mengapa mereka tidak bertanya ketika tidak tahu? Bukankah obat dari ketidaktahuan adalah bertanya?” (HSR. Abu Dawud).

Menghindari bertanya yang tidak faedah, Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَسْأَلُوْا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan sesuatu yang bila dijawab niscaya akan menyusahkan kalian.” (Qs. Al-Maidah: 101). Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِيْنَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ

“Sesungguhnya orang muslim yang paling besar dosanya adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan, lantas menjadi diharamkan lantaran pertanyaannya itu.” (HR. Ahmad, Al-Bukhori dan Muslim).

Bertanya dengan cara dan bahasa yang bagus. Berkata Imam Maimun bin Mihron:

“Pertanyaan yang bagus menunjukkan separuh dari kefahaman.” (AR. Al-Khothib Al-Baghdadi dalam Al-Jami’).

Sedangkan cara menghubungi dan mengirim pesan singkat kepada dosen yang baik adalah

  1. Jam mengirim pesan singkat pada jam kerja
  2.  Menuliskan salam di awal pesan
  3.  Menuliskan identitas anda
  4.  Menuliskan  keperluan anda dengan jelas
  5.  Menuliskan kata terima kasih di akhir

Dan cara menghubungi atau menelfon dosen yang baik adalah

  1. Membuat ijin terlebih dahulu melalui SMS
  2. Mengucapkan salam
  3. Menyebutkan identitas anda
  4. Menjelaskan keperluan anda dengan singkat dan jelas
  5. Mengucapkan kata terima kasih di akhir

Oleh: Dr Sudarto MPdI (Dosen Fakultas Agama Islam, Pengasuh Pesantren Mahasiswa Sultan Agung) Dalam kajian Birrul Walidain di Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula

Categories
Uncategorized

Kunjungi DPR RI Mahasiswa Komunikasi Unissula Bahas Optimalisasi Humas

HEADLINEtoday.id Rombongan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unissula mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Humas DPR RI di Jakarta (7/6/2023). Rombongan diterima oleh tim tim Kesekjenan DPR RI.

tersebut menerima paparan mengenai tugas pokok dan fungsi dari Humas Parlemen yang disampaikan oleh pranata humas Leidena Sekar Negari SIKom.

Menurutnya peran lembaga kehumasan dalam keterbukaan informasi publik memiliki posisi yang strategis.  Hal itu bertujuan untuk mengawal dan mewujudkan tata kelola negara yang bersih, profesional dan berwibawa.

Sebagai komunikator publik untuk menyampaikan informasi yang benar, fungsi humas menyosialisasikan kebijakan lembaganya. Humas juga memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan atau informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan hingga program-program kerja lembaganya kepada masyarakat.

Terdapat beberapa kegiatan dalam Biro Protokol dan Humas diantaranya edukasi parlemen, program-program PR, dan brand activation. Juga pengelolaan sosial media dan biro pemberitaan parlemen berkaitan dengan press release, peliputan internal (media cetak, media sosial, tv dan radio). Pengelolaan sosial media official, analisis media, manajemen isu dan agenda setting, pers gathering, dan media briefing.

Kemudian terdapat juga program parlemen kampus yang cukup menarik bagi mahasiswa. Parlemen kampus merupakan salah satu program untuk memberikan pemahaman bagi generasi muda bagaimana sebenarnya satu proses politik itu dilakukan. “Itu sudah menjadi komitmen kita bagaimana memberdayakan kaum muda untuk memahami proses politik di DPR-RI”, ungkap Leidena.

Dia juga mengungkapkan tentang parlemen kampus, menurutnya dengan media program ini akan memberikan pemahaman bagi generasi muda bagaimana proses politik di DPR terjadi.

Sebanyak 128 mahasiswa angkatan 2020 tersebut juga diajak tour mengelilingi kompleks Perlemen Republik Indonesia. Yang dikunjungi diantaranya Gedung Nusantara, Gedung Nusantara I – V.

Rombongan juga diajak merasakan duduk di Gedung Nusantara. Bangunan yang berbentuk kubah atau terkadang disebut sebagai Gedung Kura-Kura tersebut merupakan bangunan bersejarah karena banyaknya peristiwa bersejarah di Gedung tersebut, termasuk setiap pelantikan Presiden RI terpilih.

Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula Urip Mulyadi SIKom MIKom menyampaikan KKL merupakan salah satu kegiatan penunjang dalam proses pembelajaran di Prodi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula.  KKL dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa di lapangan seperti di lembaga Pemerintahan maupun Industri.

Kegiatan KKL juga merupakan suatu proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang sedang membangun dan mengetahui keberhasilan dan permasalahan yang di hadapi. KKL dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.

KKL bertujuan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dunia nyata dan kebutuhan masyarakat dalam lingkup iptek termasuk di dalamnya adalah ilmu komunikasi.

Adapun tujuan kegiatan kunjungan KKL tersebut adalah mengenal dan memahami dunia kerja sesuai dengan bidang ilmu. “Selain itu untuk mengidentifikasi berbagai persoalan dan tantangan di dunia kerja. Memahami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari di perkuliahan pada berbagai aspek dunia kerja”, ungkap Urip Mulyadi.

 Turut hadir mendampingi mahasiswa antara lain dekan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi Trimanah SSos MSi dan Dannia Ayu Martina SIKom MIKom. Pendamping lainnya yakni Sukma Putrawan SE dan Heru Fajar Riyanto.

Categories
Uncategorized

Prof Arttini Temukan Alat Deteksi Sedimentasi

HEADLINEtoday.id Guru Besar baru Fakultas Teknologi Industri Unissula Prof Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati MSi menyampaikan temuannya yakni alat pendeteksi sedimentasi perairan memakai sensor infra merah.

“Alat semacam ini bermanfaat mendeteksi pendangkalan sungai,” ungkapnya dalam rapat senat terbuka pengukuhan guru besar pada (Selasa, 14/6/2023).  

Turut hadir Kepala Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Bhimo Widyo Andoko SH MH. Ketua Senat Unissula Prof Dr Anis Masdurohatun. Rektor Prof Dr Gunarto hingga Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Tjuk Subhan Sulchan. Kemudian hadir rektor perguruan tinggi mitra dan profesor di lingkungan Unissula.

Orasi ilmiah ini menjadi semacam tradisi memberikan ruang bagi dosen dari berbagai kepakaran mengungkapkan gagasan maupun pemikiran brilian. Muaranya adalah kontribusi positif pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa.

Prof Sri Arttini, yang merupakan lulusan S-1, S-2 dan S-3 UGM, memiliki pemikiran jenius. Diciptakan konsep dan temuan alat pendeteksi volume endapan atau sedimentasi untuk merawat sungai dari ancaman pendangkalan.

Mula-mula alat ini purwarupa (prototipe) yang selanjutnya dikembangkan menjadi teknologi tepat guna memantau permukaan sungai. Ide pembuatannya juga mencakup pemakaian konsep robotik. Matematika algoritma hibrid, dan sistem elektronika digital. Konsep ini dikembangkan sesuai kepakaran Arttini di bidang matematika dan elektronika digital.

Alat yang bisa mengambang di permukaan air ini didesain mirip kapal dengan dukungan teknologi robotik dan sensor infra merah untuk mendeteksi perairan. Sensor ini nantinya yang akan memberikan sinyal keberadaan obyek di bawah air. “Melalui sensor ini akan diketahui seberapa besar sedimen,” katanya.

Alhasil apabila sungai mengalami pendangkalan parah bisa diambil tindakan.Sungai yang timbul pendangkalan berisiko memuntahkan banjir.Pencemaran lingkungan, serta memicu timbulnya penyakit.

Di era modern, bahan pemicu sedimentasi beragam termasuk kemungkinan larutan zat kimia berbahaya. Alat pendeteksi ke depan diupayakan lebih modern,dengan tak hanya memanfaatkan sensor melainkan memakai sonar atau semacam teknologi radar perairan.

Atau dikembangkan menjadi kamera digital dengan kemampuan menangkap obyek lebih detail. Alat yang sebatas masih mengapung diproyeksikan nantinya bisa berubah menjadi teknologi pesawat nirawak (drone) dengan kemampuan menyelam.

Rektor Unissula Prof Gunarto memberikan apresiasi mendalam terhadap orasi ilmiah Prof Arttini yang dikemas dalam judul “Penggunaan Hybrid FLC LMS Algorithm, Pengembangan Alat Menangani Masalah Perairan di Indonesia”.

Categories
Uncategorized

KISAH BIRRUL WALIDAIN KELUARGA LUKMAN

HEADLINEtoday.id Fakultas Agama Islam Unissula menjadi tuan rumah acara Qiyamullail yang diselenggarakan di masjid Abu Bakas Assegaf pada Rabu (14/6/2023) dini hari. Sebagai narasumber Dr  Ahmad Qodim Suseno MSi. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Wakil rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA.

Prof Gunarto dalam sambutannya menyampaikan salah satu nikmat kesempatan beribadah yang dicintai Allah SWT yaitu qiyamullail. Diawali sholat tahajud dan ditutup dengan sholat witir dan dilanjutkan sholat shubuh berjamaah dan diakhiri dengan tausiyah dan doa.
Sesungghnya dihadapan Allah yang mulia adalah yang bertaqwa kepada Allah SWT. Taqwa kepada Allah SWT adalah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.

Unissula merupakan kampus birrulwalidain menuju generasi khaira ummah. Yakni kampus yang menerapkan konsep birrulwalidain di kampus. Dimana mahasiswa berbakti kepada dosennnya sebagaimana baktinya kepada orang tuanya. Karena ridhonya Allah bergantung kepada ridho kedua otangtua. Sebagai anak yang berbakti kepada orangtua mahasiswa akan mendoakan otangtua dan dosennya selesai sholat agar Allah memberikan ampunan, nikmat, berkah, rahmat dan ridhonNya.

Mahasiswa yang berbakti kepada orang tua juga bertaqwa kepada Allah SWT dan beriman keapda Allah. Ini merupakan ciri generasi khaira ummah. Generasi terbaik yang mengutamakan akhlak dan mengimplementasikan keilmuannya dengan berlandaskan iman kepada Allah SWT.

“Unissula saat ini terakreditasi unggul dan menjadi kampus yang bereputasi nasional dan internasional dan 80% program studinya akreditasinya unggul. Unissula merupakan kampus Islam terbaik menempati 401 rangking dunia. Ini merupakan rahmat Allah”, ungkap Prof Gunarto.

Sebagai kampus birrulwalidain menuju generasi khaira ummah juga mngimplementasikan takrimul aulad dimana dosen seperti orangtunya mahasiswa. Dosennya memuliakan mahasiswa dengan membimbing setiap mahasiswanya seperti mencintai anak kandungnya sendiri.
Generasi yang terbaik adalah yang bermanfaat untuk umat keluarga dan bangsanya berbuat kebaikan semata mata katena Allah SWT.


Dr H Ahmad Qodim Suseno menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa di dalam kitab al-Zuhd, Imam Ahmad bin Hanbal mengumpulkan beberapa nasihat Sayyidina Luqman al-Hakim untuk anaknya. Berikut dua dari sekian banyak nasihatnya:

 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أبِي، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ، حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ، عَنْ مَالِكٍ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ قَالَ: قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ: يَا بُنَيَّ، اتَّخِذْ طَاعَةَ اللَّهِ تِجَارَةً تَأْتِكَ الْأَرْبَاحُ مِنْ غَيْرِ بِضَاعَةٍ

Diceritakan oleh Abdullah, dari ayahku, dari Sayyar, dari Ja’far, dari Malik, yaitu Ibnu Dinar, ia berkata: ‘Luqman berkata pada anaknya: “Wahai anakku, jadikan ketaatan kepada Allah sebagai perniagaan, maka keuntungan akan mendatangimu tanpa modal barang dagangan.” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 64)

 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أبِي، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ قَالَ: كَانَ لُقْمَانُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَقُولُ لِابْنِهِ: يَا بُنَيَّ، اتَّقِ اللَّهَ، وَلَا تُرِ النَّاسَ أَنَّكَ تَخْشَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ؛ لِيُكْرِمُوكَ بِذَلِكَ، وَقَلْبُكَ فَاجِرٌ

Diceritakan oleh Abdullah, dari ayahku, dari Yazid bin Harun, menceritakan Abu al-Asyhab, dari Muhammad bin Wasi’, ia berkata: Luqman al-Hakim as berkata pada anaknya: “Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah, dan jangan tunjukkan pada manusia bahwa kau takut kepada Allah ‘azza wa jalla karena (mengharap) mereka memuliakanmu dengan itu, sedangkan hatimu (mudah) terhanyut.” (Imam Ahmad bin Hanbal, al-Zuhd, Kairo: Dar al-Rayyan li al-Turats, 1992, h. 64)

Bicara soal Sayyidina Luqman al-Hakim memang tidak ada habisnya. Dari mulai perbedaan pendapat ulama tentang kenabiannya, sampai asal-usulnya. Dalam riwayat Sayyidina Ibnu Abbas (3-68 H), Luqman berasal dari Ethiopia. Menurut riwayat Sayyidina Sa’id bin Musayyab (15-94 H) dan Jabir bin Abdullah (16-78 H), ia berasal dari Nubia, Mesir atau Sudan. Ia berkulit hitam, berhidung pesek, pendek, dan berbibir tebal, menurut sebagian besar riwayat. (Imam Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm, Riyadl: Dar Thayyibah, 1999, juz 6, h. 333)

Sayyidina Luqman adalah seorang bijak bestari. Bukti bahwa semua orang punya peluang yang sama menjadi kekasih Tuhan, tanpa memandang warna kulit, latar belakang, dan muasal kelahirannya. Ia tidak sekedar memberi inspirasi, tapi inspirasi itu sendiri. Jejaknya terus hidup, mengajarkan semangat pada generasi setelahnya, terutama orang-orang yang berkeadaan sepertinya. Dalam satu riwayat, ketika seorang berkulit hitam datang, Sayyidina Sa’id bin Musayyab berkata:

لا تحزن من أجل أنك أسود، فإنه كان من أخير الناس ثلاثة من السودان: بلال، ومهجع مولى عمر بن الخطاب، ولقمان الحكيم، كان أسود نوبيا 

 “Jangan bersedih karena kau berkulit hitam. Karena sesungguhnya ada tiga manusia terbaik (berkulit hitam) dari Sudan: Bilal, Mahja’ maula (budak) Umar bin Khattab, dan Luqman al-Hakim, ia orang kulit hitam dari Nubia.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm, juz 6, h. 333)

Seorang budak yang tidak memiliki kebebasan dan hak menentukan hidupnya, bisa menjadi orang saleh yang bijaksana. Kenapa kita yang dilahirkan merdeka, dengan segala kemudahannya, kadang tidak menjadi apa-apa. Hanya diingat oleh sebagian kecil keluarga dan teman, yang kemudian perlahan-lahan dilupakan orang-orang, sedangkan Sayyidina Luqman, dari masih berstatus budak, telah menunjukkan kebijaksanaannya. Artinya, di sela-sela keterbatasannya sebagai budak, ia meluangkan waktu untuk belajar, meluaskan kelapangan pikiran dan hatinya.

Dua nasihatnya di atas adalah bukti kecerdasannya. Ia mampu menyederhanakan pengetahuan berlevel tinggi agar dimengerti anaknya. Kita asumsikan “bunayya—anakku” di sini adalah anak kecil atau remaja, yang pemahamannya terhadap sesuatu belum sempurna. Dengan menggunakan diksi “tijârah—perniagaan”, ia sedang menanamkan benih ketulusan di hati anaknya, bahwa untuk permulaan, anggaplah ketaatan kepada Allah sebagai perniagaan, dan kau akan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal. Seiring berjalannya waktu dan pengalaman hidup (berniaga sesama manusia), perlahan-lahan ia akan menyadari tidak ada mitra niaga yang sebaik Allah subhanahu wa ta’ala.

Di kalimat berikutnya, Sayyidina Luqman mengatakan, “maka keuntungan akan mendatangimu tanpa modal barang dagangan”. Kalimat ini mengandung dua hikmah penting. Pertama, penguat benih ketulusan yang telah ditanamkan. Kalimat, “tanpa modal barang dagangan”, merupakan proses pengajaran agar tidak terlalu terikat dengan sifat kebendaan. Mudahnya begini, ketika seseorang berniaga dengan modal, ia mengharapkan keuntungan yang lebih dari modal yang dikeluarkannya, jika gagal ia akan diselimuti kekecewaan. Berbeda dengan perniagaan yang iming-iming keuntungannya tanpa mengeluarkan modal. Orang yang melakukannya tidak akan berhitung untung-rugi.

Kedua, ajaran untuk berprasangka baik kepada Tuhan (husnudhan), bahwa berbisnis dengan Tuhan tidak mungkin gagal. Karena sebenarnya Tuhan telah memberikan banyak modal kepada kita, dari mulai kehidupan yang tidak pernah diminta, hingga pengetahuan bahwa setiap yang bernyawa pasti mati. Ini menunjukkan pentingnya arti kehidupan dan pentingnya berbuat sesuatu dalam hidup dan memaknainya. Jadi, gagal dan tidaknya tergantung prasangka kita kepada Tuhan sebagaimana firmanNya (hadits qudsi): “Anâ ‘inda dhanni ‘abdî bî. Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.”

Di nasihat yang kedua, Sayyidina Luqman menginginkan anaknya untuk menjadi orang yang bertakwa. Menariknya, nasihat tersebut disertai dengan peringatan, bahwa kebaikan sangat dekat dengan riya dan ujub. Maka, Sayyidina Luqman meminta anaknya untuk menyembunyikan ketakwaannya kepada Allah agar tidak sampai dimuliakan dan dipuji. Sebab, hati manusia itu sangat rapuh, mudah tertarik dan benci atas sesuatu, dan mudah terhanyut dan terbuai akan sesuatu. Sebagai permulaan, cara teraman menghindari pujian adalah menyembunyikan amal baik dari orang lain.

Categories
Uncategorized

Teladan Kesabaran Dari Nabi Ismail

HEADLINEtoday.id Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai putra, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis salam yang kelak juga diangkat menjadi nabi.

Perjalanan bersama keluarga terus berkelanjutan. Begitupun dengan Ismail kecil. Semakin lama bersama sang ayah, umurnya semakin hari semakin bertambah. Saat Nabi Ibrahim begitu sayang kepadanya, ternyata dalam tidurnya ia bermimpi menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya itu. Saat itu, Nabi Ismail sudah bisa membantu ayahnya dalam setiap pekerjaan-pekerjaannya. Ia sudah tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab.

Menurut sebagian pendapat, ketika Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi tersebut, Nabi Ismail sedang berumur tujuh tahun, ada juga yang mengatakan berumur tiga belas tahun, sebagaimana yang dijelaskan Syekh Wahbah Zuhaili dalam Kitab Tafsir Al-Munir.

Nabi Ibrahim sangat bingung menyikapi mimpinya. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari. Nabi Ibrahim merenunginya beberapa kali dan memohon kepada Allah  untuk memberi petunjuk yang benar kepada-Nya. Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga. Setelah mimpinya yang ketiga, barulah Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan.

Setelah itu, Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya pada anak semata wayangnya. Dalam Al-Qur’an Allah  mengisahkan cerita itu, yaitu:

 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى

Artinya, “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’” (Surat As-Saffat ayat 102).

Mendengar pernyataan dan pertanyaan ayahnya, dengan tegas dan tenang Nabi Ismail menjawab,

 قَالَ ياأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya, “Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (Surat As-Saffat ayat 102).

Sebagai sosok yang sangat  taat pada perintah Allah, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimas salam melakukan apa yang telah menjadi ketetapan bagi keduanya. Dengan hati yang sedih dan raut wajah yang dipenuhi linangan air mata, semuanya harus mereka ikhlaskan demi memenuhi perintah-Nya, bahkan Nabi Ibrahim harus mengurbankan anaknya sendiri, disembelih di hadapannya dan dilakukan dirinya sendiri. Namun, semua itu mereka lakukan sebagai manifestasi bahwa seorang hamba haruslah mengikuti semua perintah Tuhan-Nya. Kejadian itu juga merupakan contoh keteladanan luar biasa yang harus dilakukan oleh umat Islam setelahnya, bahwa tidak ada yang lebih mulia selain mengikuti perintah-Nya, dan tidak ada kenikmatan yang lebih sempurna selain menjalankan semua kewajiban-Nya.

Setelah keduanya sepakat untuk melakukan penyembelihan itu, Nabi Ibrahim membawa putranya, Nabi Ismail ke Mina dan membaringkannya di atas pelipisnya. Saat-saat penuh kesedihan itu, Nabi Ismail lantas mengatakan pada ayahnya dengan penuh keikhlasan, yaitu:

 يا أبت اشدد رباطى حتى لا اضطرب، واكفف عنى ثيابك حتى لا يتناثر عليها شئ من دمى فتراه أمى فتحزن، وأسرع مرّ السكين على حلقى ليكون أهون للموت على، فإذا أتيت أمى فاقرأ عليها السلام منى

Artinya, “Wahai ayahku! Kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darahku tidak mengotori, dan (jika nanti) ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan bersedih, percepatlah gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat dahsyat. Apabila engkau telah kembali maka sampaikanlah salam (kasih)ku kepadanya.” (Syekh Muhammad Sayyid Ath-Thanthawi, Tafsir Al-Wasith, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M], halaman 3582).

Setelah mendengar ucapan anaknya yang sangat baik dan taat, dengan dipenuhi perasaan sedih dan linangan air mata, Nabi Ibrahim sebagai ayah darinya menjawab:

 نعم العون أنت يا بُني على أمر الله

Artinya, “Sungguh, sebaik-baiknya pertolongan adalah engkau wahai anakku dalam menjalankan perintah Allah,” (Imam Fakhruddin Ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, [Beirut, Darul Kutub: 2000 M], juz XXVI, halaman 138).

Setelah perbincangan antara keduanya sudah selesai, meledaklah tangisan mereka. Nabi Ibrahim tidak bisa menahan air matanya untuk tidak mengalir. Di satu sisi, ia harus melaksanakan perintah-Nya. Di sisi yang lain, ia sangat sayang pada anaknya. Namun, sebagai seorang yang taat akan perintah-Nya, Nabi Ibrahim harus merelakan anaknya untuk dijadikan kurban saat itu. Begitupun dengan Nabi Ismail, ia masih tidak ingin berpisah dengan ayah dan ibunya. Namun adanya perintah Allah harus lebih ia kedepankan dari yang lainnya.

Nabi Ibrahim melakukan apa yang telah disampaikan putranya. Kemudian Nabi Ibrahim menciumnya dengan penuh kasih sayang dan linangan air mata, dan akhirnya mengambil pisau untuk menyembelihnya. Setelah pisau sudah ada di tangannya, ia meletakkan pisau tajam itu ke leher Nabi Ismail, namun keajaiban datang dari Allah. Pisau itu ternyata sama sekali tidak melukai Nabi Ismail. Beberapa kali Nabi Ibrahim mengulanginya, namun tetap sebagaimana semula. Jangankan melukai, bahkan pisau itu tidak memberi bekas apa pun pada anak semata wayangnya itu. Nabi Ismail mengatakan pada ayahnya:

 يا أبتِ كبّني لوجهي على جبيني، فإنّك إذا نظرت في وجهي رحمتني، وأدركتك رقّة تحول بينك وبين أمر الله وأنا لا أنظر إلى الشفرة فأجزع

Artinya, “Wahai ayahku! Palingkanlah wajahku hingga tak terlihat olehmu! Karena sungguh, jika melihat wajahku, engkau akan selalu merasa iba. Perasaan iba itu dapat menghalangi kita untuk melaksanakan perintah Allah. Apalagi di depan mataku terlihat kilatan pisau yang sangat tajam, tentu membuatku ketakutan.” (Syekh Abu Ishaq bin Ibrahim Ats-Tsa’labi, Tafsir Ats-Tsa’labi, [Beirut, Darul Ihya’: 2002 M], halaman 1901).

Lagi-lagi sosok Nabi Ismail sangat berperan dalam menjalankan perintah Allah ketika perintah yang harus dilakukannya merupakan perintah tidak bisa diterima oleh akal. Kemudian, Nabi Ibrahim kembali menuruti permintaan anaknya. Namun, yang terjadi masih saja seperti semula, pisaunya yang sangat tajam tetap tidak bisa melukai Nabi Ismail. Berbagai pertanyaan muncul saat itu, di mana pisau yang sangat tajam, bahkan bisa membelah batu yang begitu keras tidak bisa melukai leher Nabi Ismail yang begitu halus dan lembut. Saat itulah Allah menurunkan firman-Nya, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan itu. Dalam Al-Qur’an disebutkan,

 وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ.

Artinya, “Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (Surat As-Saffat ayat 104-108).

Seperti itulah kisah heroik, histeris, dan sangat dramatis yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihimas salam. Ketika keimanan dan keyakinan sudah melekat dalam jiwa, ia mampu mengalahkan segala kemauan yang bersifat rasionalitas. Meski rasio tidak menerima akan tindakan seorang ayah untuk menyembelih anaknya, namun keimanan lebih ia kedepankan dari semuanya.

Setelah semua skenario itu selesai, sangat tampak kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh karenanya Allah  tidak menghendaki penyembelihan itu terjadi, bahkan melarangnya dan mengganti kurbannya dengan seekor kambing.

Menurut Syekh Jalaluddin Al-Mahalli dalam Kitab Tafsir Al-Qur’an al-Karim, kambing yang digunakan sebagai ganti dari penyembelihan tersebut merupakan sembelihan yang agung (dzibhul azhim), karena sebenarnya, kambing itu merupakan kurban Habil yang diangkat ke langit, saat Allah memerintahkannya untuk melaksanakan kurban, lalu digembalakan di surga untuk waktu yang sangat lama.

Oleh: Sukijan AthoillahSPdI MPd (Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) Unissula). Dalam Khutbah Jum’at Masjid Abu Bakar Assegaf

Categories
Uncategorized

Singkirlkan 843 Kontestan Mahasiswa Unissula Lolos Olimpiade Nasional

HEADLINEtoday.id Muhammad Diaz Nur Farizki mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula lolos olimpiade nasional. Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) diselenggarakan oleh Kemendikbudristek tahun 2023. Berlaga di bidang Fisika, Diaz menyingkirkan 843 peserta dari seluruh daerah Indonesia.

Dirinya mengaku ini bukan kali pertama mengikuti olimpiade. “Sebelumnya saya sudah pernah mengikuti ONMIPA bidang fisika ini pada tahun kemarin namun sayangnya tahun kemarin saya tidak lolos. Jadi, pada tahun ini saya mencoba lagi dan alhamdulilah saya tidak menyangka bisa lolos,” jelasnya, Selasa (13/6/2023).

Menurut mahasiswa semester empat tersebut kurangnya persiapan dan pengalaman menjadi faktor kegagalannya tahun lalu. “Sehingga dengan begitu saya ubah motivasi saya yaitu menjadi lebih baik lagi setiap harinya. Dengan mengubah kebiasaan saya menjadi lebih baik dan daripada saya fokus ke hasil yang akan saya dapatkan yang mana itu di luar kontrol saya. Saya lebih fokus pada proses yang saya bisa usahakan meski progresnya hanya sedikit,” ungkap pemuda kelahiran Purwakarta Jawa Barat itu.

Dirinya mengaku keikutsertaannya di ONMIPA karena relevan dengan bidang yang dikuasai.  “Kebetulan fisika ini bidang yang saya kuasai. Di jurusan saya banyak berkecimpung dengan masalah fisika dan menggambarkannya dalam model matematika,” jelasnya.

Untuk menyiapkan ajang nasional ini Diaz mengaku lebih giat untuk mendalami materi-materi fisika yang akan dilombakan. “Pada lomba nasional ini, saya akan lebih menyiapkan lagi dan juga akan lebih memahami dan mendalami materi-materi fisika yang akan dilombakan dengan referensi-referensi yang sudah saya dapatkan dan mendalami baik baik materi mengenai fisika murni,” pungkasnya.