Categories
Headline Nasional Semarang

Unissula Lepas 1.546 Mahasiswa KKN Periode XXII Tahun 2026, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Membangun Jawa Tengah Berkelanjutan

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) secara resmi melepas 1.546 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode XXII Tahun 2026 pada Selasa (28/7/2026) bertempat di Biro Rektor Unissula.  KKN akan berlangsung 28 Juli hingga 13 Agustus 2026. Para mahasiswa akan mengabdi di masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan di Kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Gayamsari, Kota Semarang.

Hadir para pimpinan Unissula. Mereka adalah Acara Wakil Rektor I Unissula Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd. Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Ak CA CRP.  Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH.

Hadir pula para pimpinan LPPM Unissula antara lain Prof Dr Imam Kusmaryono SPd MPd, Prof Dr Widayati SH MHum, dan Abdurrohim SPsi MPsi. Camat Genuk, Camat Pedurungan, Camat Gayamsari dan para lurah dari wilayah ketiga kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN juga hadir secara daring melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unissula Abdul Basir menegaskan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

“Hari ini merupakan momentum ketika ilmu yang saudara pelajari di ruang kuliah mulai diuji dalam kehidupan nyata. Di tengah masyarakat itulah saudara akan belajar bahwa masyarakat adalah laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KKN Periode XXII Tahun 2026 mengusung tema sinergitas perguruan tinggi dan pemerintah dalam mewujudkan Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan. Menurutnya, tema tersebut menjadi panggilan bagi perguruan tinggi untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat lahirnya ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi sumber solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Ketika pemerintah menghadirkan kebijakan, perguruan tinggi harus hadir melalui inovasi, pendampingan, dan pemberdayaan. Dari sinergi inilah akan lahir perubahan yang nyata,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mahasiswa hendaknya tidak memandang KKN sekadar sebagai kewajiban akademik untuk memenuhi tiga satuan kredit semester. Sebaliknya, KKN merupakan kehormatan karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka, memahami kebutuhannya, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

Ia juga berpesan agar mahasiswa datang dengan kerendahan hati, lebih banyak mendengar daripada berbicara, serta lebih banyak belajar daripada merasa mengajar. Menurutnya, masyarakat memiliki pengalaman dan kearifan lokal yang sangat berharga sehingga mahasiswa perlu menghargai sekaligus memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat.

Dirinya juga memaparkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya dokumentasi kegiatan, spanduk yang dipasang, maupun tebalnya laporan yang disusun. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jika ada anak yang menjadi lebih semangat belajar karena pendampingan mahasiswa, jika pelaku UMKM mulai memahami cara mengembangkan usahanya, jika lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan, atau perangkat kelurahan terbantu melalui inovasi mahasiswa, itulah keberhasilan KKN yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sebagai mahasiswa Unissula, lanjutnya, para peserta KKN membawa identitas sebagai insan khaira ummah. Identitas tersebut harus tercermin dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta menjaga adab dalam setiap tindakan selama berada di tengah masyarakat.

Ia berharap setiap kelompok KKN mampu meninggalkan program yang berkelanjutan meskipun masa pengabdian hanya berlangsung sekitar dua minggu.

“Masyarakat mungkin akan melupakan nama kita, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan kebaikan yang pernah kita lakukan. Karena itu, pastikan setiap langkah selama KKN menjadi jejak pengabdian yang diniatkan sebagai ibadah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen pembimbing lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Ia berharap bimbingan para dosen menjadi bekal berharga sehingga seluruh program pengabdian berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pelepasan KKN ditandai dengan pelepasan ratusan burung perkutut. Burung perkutut memiliki makna filosofis yang sangat kaya dan dapat dijadikan simbol yang relevan bagi mahasiswa KKN. Dalam budaya Jawa, perkutut tidak hanya dikenal sebagai burung berkicau, tetapi juga melambangkan kebijaksanaan, ketenteraman, kesabaran, dan keberkahan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Tinjau Perbaikan Jalan Pantura, Menteri PU Apresiasi Unissula

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau serangkaian kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur jalan Semarang–Demak, Trengguli–Kudus, serta ruas Kaligawe, Minggu (1/3/2026).

Peninjauan dipusatkan di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, yang menjadi lokasi pendirian tenda operasional Kementerian PU di Pos Resimen Mahasiswa.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas penanganan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, yang selama ini menghadapi persoalan banjir rob dan penurunan muka tanah.

Dalam konferensi pers di lokasi, Dody menyampaikan bahwa rencana sudetan di kawasan Unissula dirancang sebagai solusi jangka panjang pengendalian genangan. “Penanganan tidak boleh bersifat sementara. Sudetan ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian air yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi pemanfaatan Kolam Retensi Terboyo sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa. “Kolam retensi Terboyo dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium terapan atau living lab, sehingga mahasiswa bisa belajar langsung dari infrastruktur pengendali banjir yang ada,” kata Dody.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur didukung pendekatan ilmiah dan inovasi akademik. Dody juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Unissula atas dukungan selama kegiatan berlangsung. “Kami berterima kasih kepada Unissula karena telah banyak membantu dan memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Kepala UPT Pemasaran dan Humas Unissula, Dr. Setiawan Widiyoko, SH., M.Kn menyatakan kesiapan kampus mendukung sinergi tersebut.

“Apabila kolam retensi dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium terapan, ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar secara kontekstual. Kampus siap mendukung kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat,” kata Setiawan.

Peninjauan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis Pantura Jawa Tengah. 

Categories
Headline Kampus Semarang

Kuliah Berbasis Nilai Islam, Unissula Jadi Mitra Strategis Assyifa

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren Assyifa Subang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sabtu (28/2), di lingkungan pesantren tersebut.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor III Unissula Dr. Achmad Arifulloh, SH, MH. Hadir pula Kepala UPT Pemasaran dan Humas Unissula Dr. Setiawan Widiyoko, SH., M.Kn serta Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Islam (LKPI) Moh. Farhan Husain, SPdI, SHum, MPdI.

Dari pihak Assyifa, kegiatan dihadiri Ketua Yayasan TGH. Dr. Lalu Agus Pujiarta, MA, Sekretaris Yayasan, jajaran Dikdasmen, serta para kepala sekolah di bawah naungan Yayasan Assyifa Subang.

Achmad Arifulloh mengatakan, kerja sama ini merupakan penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ketua Yayasan Assyifa, Lalu Agus Pujiarta, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia bahkan mengajak lulusan Assyifa untuk melanjutkan studi di Unissula karena kesamaan karakter pendidikan. “Kami melihat ada keselarasan visi dan nilai pendidikan antara Assyifa dan Unissula. Kami mendorong lulusan kami untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unissula yang telah terakreditasi Unggul secara nasional dan internasional,” katanya.

Sementara itu, Setiawan Widiyoko menegaskan bahwa akses masuk ke Unissula kini semakin terbuka. Proses pendaftaran dan seleksi dapat dilakukan secara daring.

“Seleksi di Unissula sangat mudah karena bisa dilakukan secara online. Kami juga membuka jalur prestasi khusus Ramadan dengan biaya uang gedung yang lebih ringan,” jelasnya. Ia berharap skema tersebut dapat dimanfaatkan siswa Assyifa untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa hambatan administratif.

Di sisi lain, Moh. Farhan Husain menekankan bahwa Unissula dikenal sebagai Kampus Birrul Walidain yang memiliki fasilitas Pesantren Mahasiswa representatif. “Pesantren Mahasiswa Unissula menjadi sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter religius mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tegas Farhan yang juga Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Gubug serta pengurus PW RMI PWNU Jawa Tengah.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi bersepakat mengintegrasikan sistem pendidikan tinggi dengan tradisi pesantren guna mencetak generasi intelektual yang berakhlak, profesional, dan berdaya saing nasional maupun global.

Categories
Budaya Headline Kampus Nasional Semarang

Dosen Psikologi Unissula Bahasa Self Esteem Perempuan di dialog Publik TVRI Jawa Tengah

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Agustin Handayani, SPsi MA menjadi narasumber dalam dialog publik di TVRI Jawa Tengah pada (18/2/2026). Dalam acara tersebut, ia hadir bersama Dona Trisukma dengan host Irin Riany, membahas tema dampak media sosial terhadap self esteem (harga diri) perempuan.

Dalam pemaparannya, Agustin Handayani menjelaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap self-esteem perempuan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perbandingan sosial di Instagram berkontribusi sebesar 13,6% terhadap pembentukan self-esteem. Dari penelitian tersebut, 77% responden merupakan perempuan berusia 18–35 tahun.

Data ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap dampak media sosial. Validasi berupa jumlah “like” dan komentar kerap dijadikan tolok ukur nilai diri. Semakin sering seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, semakin besar potensi penurunan self-esteem. Perbandingan sosial tersebut dapat membuat perempuan merasa kurang percaya diri, meragukan nilai dirinya, bahkan mengalami tekanan psikologis.

Media sosial bukan hanya ruang interaksi, tetapi juga ruang pembentukan persepsi diri. Konten-konten yang menampilkan standar kecantikan, pencapaian, dan gaya hidup ideal sering kali seolah menjadi ukuran kebahagiaan. Tanpa disadari, khususnya bagi perempuan, terdapat batasan-batasan sosial yang tidak terlihat namun memengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri.

Menurut Agustin Handayani, sejak kecil banyak perempuan telah terpapar perspektif bahwa kecantikan adalah hal utama. Doktrin sosial ini perlahan melekat dan membentuk keyakinan bahwa kecantikan identik dengan pencapaian. Padahal, prestasi dan keberhasilan tidak selalu berkaitan dengan aspek fisik.

Standar atau mitos kecantikan seperti harus langsing, putih, dan selalu tampil sempurna mendorong sebagian perempuan untuk mengejar standar tersebut, bahkan hingga melakukan tindakan ekstrem seperti operasi kosmetik. Ketika standar itu tidak tercapai, muncul perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.

Padahal pada hakikatnya setiap manusia telah diciptakan dengan keunikan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, kesadaran diri serta penggunaan media sosial secara bijak menjadi kunci penting dalam menjaga self-esteem dan kesehatan mental perempuan di era digital.

Categories
Headline Nasional Semarang

Kebidanan Unissula Laksanakan Pre Service Training Pelayanan KB

Direktorat Bina Kualitas Pelayanan KB Kedeputian KBKR bersama Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia melakukan Uji Petik Kebutuhan Pre Service Training Pelayanan KB di Pendidikan Profesi Kebidanan Unissula. Acara dilaksanakan pada Kamis (22/8/2025). Tujuannya penguatan keterampilan pelayanan KB MKJP IUD/implan.

Hal ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan KB melalui pengendalian mutu pelayanan KB yaitu peningkatan SDM nya. Dalam hal ini tenaga kesehatan pelayanan KB yaitu bidan yang menjadi mitra potensial BKKBN.

“Sebagian besar pelayanan kontrasepsi di berikan oleh bidan. Tidak ada KB tanpa bidan begitu pun sebaliknya. Data pemutakhiran PK 2024 menunjukkan angka tertinggi pelayanan KB di TPMB 35,0% (urutan 1) dan bidan desa/pustu/pusling 26, 2% (urutan 2),” ungkap Direktur Kualitas Pelayanan KB Dr Zamhir Setiawan MEpid.

Ia menegaskan bahwa kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas pelayanan KB. “Karena pelayanan KB sebagian besar diberikan oleh bidan, maka kompetensi bidan perlu menjadi perhatian,” tegasnya.

Pre service training ini menjadi penting, mengingat di Indonesia terdapat 92 institusi pendidikan kedokteran dan 121 pendidikan kebidanan (PD Dikti 2024). Jumlah lulusan bidan sebagian besar masih Diploma III walaupun sudah ada jenjang profesi kebidanan namun belum semua bidan memiliki ijazah profesi. Belum seluruh bidan memiliki sertifikat kompetensi pemasangan dan pencabutan IUD/implan. Dari 17.652 bidan, sebanyak 11.732 (66,5%) belum menjalani pelatihan CTU, sementara 5.920( 33.5%) telah menjalani pelatihan tersebut, dan yang memiliki sertifikat kompetensi sebanyak 2.400 bidan.

“Melalui pertemuan ini saya berharap mendapatkan lebih banyak informasi dan tindak lanjut dari pelaksanaan pre service training yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang akan datang,” kata Zamhir.

Diskusi yang melibatkan unsur Ikatan Bidan Indonesia yang diwakili Prof Dr Runjati Bdn MMid (Sekretaris PD IBI Jateng), Kaprodi Kebidanan Unissula Rr Catur Leny Wulandari SsiT MKeb, praktisi bidan, sampai mahasiswa didapat sejumlah kesimpulan. Diantaranya bahwa pre service pelayanan kontrasepsi sangat dibutuhkan dengan pertimbangan agar lulusan bidan dapat siap dan juga diberikan kesempatan untuk langsung melayani kontrasepsi khususnya MKJP. Perlu ada desain pre service training, yang kemudian alternatifnya dapat diintegrasikan setelah profesi dan sebelum wisuda profesi.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula Melepas 43 Wisudawan

Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula melepas 43 lulusan dalam acara penglepasan wisuda ke 94 di Hotel Quest Semarang (12/9/2025). Dalam sambutannya Dekan Fikom, Trimanah SSos MSi menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan orang tua.

Atas nama Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula kami mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan proses perkuliahannya hingga resmi memperoleh gelar sarjana ilmu komunikasi (SIKom). Demikian juga kami mengucapkan terimakasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya di Fikom Unissula,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mendoakan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat. Harapan kami para wisudawan Fikom Unissula ilmunya bermanfaat, hidupnya berkah dan sukses,” ungkapnya.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Ajeng Operasiana SIKom. Gadis kelahiran Banjarnegara, 19 September 2002. Judul skripsi manajemen krisis model Fink dalam menangani kasus protes tuntutan pelantikan kepala desa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.  

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Unissula Melepas 2049 Wisudawan Termasuk dari Australia dan Timor Leste

Unissula melepas 2.049 wisudawan dalam prosesi wisuda ke 94 di kampus Unissula (13/9/2025). Dari jumlah itu terdiri dari 68 doktor, 950 magister, 977 sarjana dan 54 ahli madya. Dua diantara wisudawan dari Australia, Theis Greentree (Prodi Magister Pendidikan Agama Islam) dan Felix Cristovao Pinto (Prodi Magister Ilmu Hukum) dari Tomor Leste.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan setelah diwisuda mereka harus tetap berbuat baik. Jangan berhenti berbuat baik. Teruslah berbuat baik dengan ihlas dan nanti Allah yang akan memberikan balasan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga meminta wisudawan Unissula agar bangga sudah lulus dari Unissula. Lulus dari universitas yang sudah teraakreditasi institusi unggul dari BAN PT. Demikian juga 95% prodinya telah terakreditasi unggul. Memiliki daya saing nasional dan internasional sehingga lulusannya mudah dapat pekerjaan.

Unissula juga menempati peringkat yang membanggakan. Peringkat 401 dunia menurut (Webometrics). Peringkat 17 nasional dan PTS terbaik di Jateng (Times Higher Education). Selain itu juga masa tunggu alumni memperoleh pekerjaan di bawah 3 bulan.

Rektor juga mengungkap kunci sukses bagi para wisudawan yaitu senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Selalu luangkan waktu untuk sekadar menelpon, memeluk, mencium tangan mereka, dan selama hayat masih dikandung badan, berbaktilah kepada mereka dengan setulusnya. Jika kita ingin mendapatkan pertolongan, keberkahan, dan kesuksesan, maka langkah awalnya adalah membuat orang tua kita ridha dan bahagia. Selain berbakti kepada orang tua bersilaturahmi juga bisa menjadi kunci sukses dalam hidup” ungkapnya.  

Categories
Headline Kampus Semarang

Tujuh Bekal Alumni Unissula

Sejumlah 2049 calon wisudawan Unissula mengikuti pembekalan di Auditorium Kampus Kaligawe, Jum’at (12/9/2025). Setelah mengikuti pembekalan mereka akan di wisuda keesokan harinya yaitu pada Sabtu, (13/9/2025).

Narasumber Prof Dr Rozihan SH MAg memberikan tujuh bekal untuk wisudawan. Pertama adalah taqwa. “Taqwa itu berarti adalah waspada dan hati-hati. Alumni harus selalu waspada dan hati-hati terhadap ucapan dan tindakannya. Banyak pejabat, anggota DPR bahkan juga ustad yang tidak hati hati dalam berbicara akan jatuh martabatnya ” ungkapnya.

Selanjutnya adalah menjaga kebiasaan baik. Karena menurutnya seseorang akan berakhir sebagaimana kebiasaan hidupnya.

Hal yang juga penting adalah terus belajar dan menambah ilmu. “Sekalipun sudah selesai kuliahnya, hidup ini perlu ditambah ilmunya. Sehingga pesan saya setelah lulus adalah tetap beriman dan menambah ilmu,” ungkapnya.

Selain itu menjadi orang harus bersyukur dan tidak mengeluh. Kemudian sabar, yaitu berusaha terus menerus dan terus meminta pertolongan kepada Allah dengan sholat. Terakhir adalah zuhud, dan tawakal kepada Allah.

Categories
Headline Kampus Nasional News Semarang

Fakultas Hukum Unissula Melepas 277 Lulusan

Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, mengatakan, lulusan FH Unissula memiliki kelebihan dibandingkan dengan lulusan dari kampus lain. Lelebihan yang menjadi pembeda yaitu pola pendidikan yang betul-betul mendasarkan pada ayat-ayat suci Al Qur’an. ”Sehingga, pendidikan ahlak dan moral menjadi yang utama,” jelasnya, dalam penglepasan lulusan FH Unissula, Jumat (12/9/2025).

Adapun total lulusan yang diwisuda sebanyak 277 terdiri dari Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn) dan Doktor (S3) Ilmu Hukum. Sedangkan sampai saat ini tercatat sebanyak 14.360 lulusan FH Unissula yang bekerja dan tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Prof Jawade mengatakan, pendidikan di FH Unissula mendasarkan pada bismillah membangun generasi khaira ummah, yang dalam pelaksanaannya salah satunya adalah menanamkan birrul walidain. Birul walidain, adalah bagaimana seorang anak sangat patuh dan menyayangi orang tuanya, sehingga menjadi sumber insiprasi yang menyemangati anak untuk meraih masa depan yang lebih baik dan sukses.

”Yang kedua, para dosen betul-betul selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan, solidaritas, kemaslahatan, dan juga bagaimana pentingnya menanamkan nilai-nilai hukum. Yang jelas, pendidian ahlak, pendidikan moral, dan birrul walidain adalah modal yang pertama, kalau itu sudah dilaksanakan, maka memahami dan mempraktekkan nilai-nilai hukum yang dipelajari akan mudah,” jelasnya.

Selain itu, FH Unissula juga menguatkan internasionalisasi melalui berbagai program, termasuk pembukaan kelas internasional untuk program S1, S2, dan S3 mulai tahun ajaran 2025/2026, di mana pengajaran menggunakan bahasa Inggris dan diikuti mahasiswa internasional. Selain itu, FH Unissula aktif dalam kerja sama internasional dengan universitas di luar negeri seperti Al-Azhar Mesir, Universitas Wollongong Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk pertukaran mahasiswa dan dosen, serta menyelenggarakan konferensi internasional dan kuliah pakar dari pakar hukum mancanegara.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Hadir di China, Dosen Matematika Unissula Sampaikan Gagasan Penting

Dosen Pendidikan Matematika Unissula, Dyana Wijayanti PhD menjadi keynote speaker dalam FED academic dialogue forum yang diselenggarakan oleh Faculty of Education, University of Macau, China (5/6/2025).  Forum mengangkat tema mathematics textbook research and teacher professional development ini menghadirkan pakar-pakar pendidikan matematika dari berbagai negara. Pakar yang hadir Prof Annalisa Cusi (Sapienza University of Rome, Italia), Dr Marc Alexander van Zanten (The Netherlands Institute for Curriculum Development, Belanda), dan Dr Moneoang Leshota (University of Pretoria, Afrika Selatan).

Dyana Wijayanti menyampaikan gagasan bertajuk teachers as adaptive practitioners: using mathematics textbook tasks to support personalized professional development. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai praktisi adaptif yang mampu memanfaatkan bahan ajar matematika untuk mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Kehadiran memperkuat posisi Indonesia dalam kancah akademik internasional. Ia juga turut serta dalam panel discussion bersama para pakar dunia dengan moderator Prof Lianghuo Fan, Chair Professor sekaligus Dean of Faculty of Education, University of Macau.

Acara ini berlangsung di Tin Ka Ping Lecture Hall, Faculty of Education, University of Macau, dan diikuti oleh akademisi serta praktisi pendidikan dari berbagai negara melalui tatap muka langsung maupun live streaming.

Keikutsertaan dosen Pendidikan Matematika Unissula dalam forum akademik internasional ini menunjukkan bahwa komitmen Unissula dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan matematika diakui secara global.