Categories
Headline Nasional News

Prof Jawade Tanggapi Peristiwa Dugaan Penganiayaan Dokter oleh Dosen FH

Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menanggapi peristiwa dugaan kekerasan yang dilakukan dosen FH Dias Saktiawan kepada tenaga medis RSI Sultan Agung. Menurutnya, laporan ke pihak kepolisian merupakan hak yang bersangkutan. Namun dirinya meyakini bahwa peristiwa tersebut terjadi karena ada penyebabnya.

Karena menurut informasi yang ia terima, kejadian itu karena pasien dijanjikan oleh dokter yang bersangkutan untuk mendampingi pasien, namun tidak ada di tempat.

“Karena ketidakhadiran dokter yang bersangkutan di saat pasien sebelum melahirkan sampai melahirkan, itu satu kesalahan fatal dalam profesi kedokteran,” jelasnya. 

Meski begitu, dirinya menyatakan peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan fakultas. Ia mengakui Dias merupakan dosen FH Unissula. Namun dalam peristiwa itu kapasitas Dias adalah keluarga pasien dan tidak mengatasnamakan fakultas. 

“Kasus ini merupakan satu peristiwa yang terjadi di rumah sakit, antara pasien dan suaminya dengan tenaga medis di rumah sakit. Jadi tidak bisa mengkait-kaitkan dengan institusi di luar rumah sakit. Maka penyelesaiannya di rumah sakit, tidak dibawa keluar. Sebagai dekan tentu saya tidak ingin masuk di luar wilayah kewenangan saya,” tegasnya.

Penjelasan Direktur RSI Sultan Agung

Direktur Utama RSI Sultan Agung dr Agus Ujianto memaparkan kronologi peristiwa tersebut. hal itu bermula pada Kamis 4 September 2025, ada pasien umum bernama T istri Dias masuk ke rawat inap. Berdasarkan hasil konsultasi dr Stefani dokter obgyn dan dr Astra spesialis anestesi, pasien T dijadwalkan menjalani persalinan Jum’at (5/9/2025). Dengan menggunakan metode atau tindakan ILA atau Intrathecal Labour Analgesia yakni sebuah teknik medis untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan normal dengan menyuntikkan obat pereda nyeri ke ruang subarakhnoid di tulang belakang. 

“Siang hari pasien tersebut telah melahirkan dibantu oleh dokter S dan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit, karena dokter A datang terlambat dan tidak jadi menggunakan metode ILA, Tn. D marah-marah kepada dokter A,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (15/9/2025). 

Ia menegaskan manajemen rumah sakit telah memfasilitasi dialog antara pasien, tenaga medis, IDI Jawa Tengah, IDI Kota Semarang, Komite Medik, Dekan FH dan Dekan FK. Mediasi itu guna mewujudkan penyelesaian permasalahan secara internal.

“Pada saat itu D mengucapkan terima kasih kepada dokter S dan dokter A serta permohonan maaf,” tambahnya. 

Kendati demikian, ia menyebut adanya permasalahan ini dr Astra telah menempuh jalur hukum dengan mengadukan perkara ini ke Polda Jateng, sehingga rumah sakit mengikuti proses hukum selanjutnya.

Direktur Agus menegaskan, pihak direksi sudah membentuk tim advokasi internal untuk melakukan pendampingan proses hukum atas kasus yang terjadi.

“Saya sudah buat advokasi. Penegakan hukum itu kan nanti tentunya mengikuti hasil dari penyidikan dari para penyidik. Jadi saya enggak bisa berandai-andai, yang penting saya sebagai direksi sudah membawa tim advokasi, kemudian juga tim pengawal bagi mereka,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional

Unissula dan Unisnu Berkolaborasi Dukung UMKM Madu Klanceng Jepara

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat. keduanya bersinergi mendampingi pengembangan usaha Madu Klanceng Omah RaFi milik Bapak Partono di Jepara. Program ini terlaksana melalui hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.

UMKM Omah RaFi selama ini menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam produksi dan pemasaran. Dari sisi produksi, madu yang dihasilkan belum memenuhi standar kualitas SNI karena kadar air masih tinggi. Selain itu, masa panen yang relatif lama hingga tiga bulan dan jumlah panen yang terbatas dari tiap koloni menjadi kendala.

Limbah sarang lebah juga belum dimanfaatkan secara optimal. Disamping itu strategi pemasaran masih terbatas pada promosi dari mulut ke mulut dan penggunaan media sosial sederhana.

Tim pengabdian masyarakat terdiri dari ketua tim apt Ika Buana Januarti MSc dari Fakultas Farmasi Unissula. Beranggotakan Muhammad Sagaf ST MT dari Fakultas Teknologi Industri Unissula dan Tristan Alfian SSn MSn dari Desain Komunikasi Visual Unisnu, juga didukung mahasiswa dari kedua universitas. Mereka berupaya menghadirkan solusi inovatif.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain alih teknologi dehumidifikasi untuk menurunkan kadar air madu. Sehingga sesuai standar kualitas, serta pemberian tambahan koloni lebah klanceng jenis Itama yang lebih produktif. “Teknologi dehumidifikasi mampu membantu memperbaiki kualitas madu sekaligus meningkatkan kuantitas panen,” ungkap Muhammad Sagaf.

Langkah selanjutnya adalah pemanfaatan limbah sarang lebah menjadi sabun antibakteri bernilai jual. “Pengolahan limbah sarang lebah menjadi sabun antibakteri tidak hanya menambah variasi produk tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan,” jelas apt. Ika Buana.

Selanjutnya inovasi pemasaran dengan teknologi Augmented Reality (AR) pada kemasan madu, serta optimalisasi internet marketing agar jangkauan promosi semakin luas. “Penggunaan AR pada kemasan akan membuat produk lebih menarik dan interaktif, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing di pasar,” jelas Tristan Alfian.

Sehingga melalui program ini, diharapkan Madu Klanceng Omah RaFi dapat meningkat dari sisi kualitas, kapasitas produksi, hingga omzet penjualan. Selain itu, limbah yang semula tidak bernilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FEB Unissula Hadirkan Profesor Harvard Isi Kuliah Umum

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula menghadirkan akademisi kelas dunia dalam kuliah umum internasional. Hadir Prof Bruno S Sergi BSSc MSc MPhil PhD, profesor di Harvard Center for International Development Harvard Kennedy School. Sekaligus profesor kehormatan FEB Unissula. Kuliah umum bertajuk Unlocking Opportunities: Publishing Scopus-indexed Articles and Book Chapters with Emerald Insight digelar di Aula FEB Unissula, Selasa (16/9/2025).

Dekan FEB Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan apresiasi kepada Prof Bruno. “Prof. Bruno memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional, khususnya pada Scopus-indexed journals dan book chapters melalui Emerald Insight. Kehadiran beliau menjadi kesempatan emas bagi dosen dan mahasiswa FEB Unissula untuk meningkatkan kapasitas akademik, khususnya dalam penulisan karya ilmiah,” ujarnya.

Prof Heru juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah bagi sivitas akademika FEB Unissula. Ia mendorong dosen agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mendiskusikan draft jurnal bersama Prof Bruno. “Dengan target minimal publikasi 10 artikel yang bisa mendorong kenaikan jabatan akademik dosen. Selain itu, perlu diingat bahwa publikasi akan menjadi salah satu keluaran penting dari skripsi mahasiswa,” jelasnya.

“Alhamdulillah, kami rutin mengadakan kuliah umum untuk membuka wawasan internasional. Kehadiran Prof Bruno diharapkan bisa memberi inspirasi sekaligus motivasi agar dosen dan mahasiswa lebih aktif dalam publikasi. Mari kita fokus dan manfaatkan momentum ini sebaik mungkin,” tutupnya.

Melalui kuliah umum ini semakin meneguhkan komitmen FEB Unissula dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global. Khususnya melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Turut hadir Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta civitas akademika FEB Unissula.

Categories
Headline Nasional Semarang

Kebidanan Unissula Laksanakan Pre Service Training Pelayanan KB

Direktorat Bina Kualitas Pelayanan KB Kedeputian KBKR bersama Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia melakukan Uji Petik Kebutuhan Pre Service Training Pelayanan KB di Pendidikan Profesi Kebidanan Unissula. Acara dilaksanakan pada Kamis (22/8/2025). Tujuannya penguatan keterampilan pelayanan KB MKJP IUD/implan.

Hal ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan KB melalui pengendalian mutu pelayanan KB yaitu peningkatan SDM nya. Dalam hal ini tenaga kesehatan pelayanan KB yaitu bidan yang menjadi mitra potensial BKKBN.

“Sebagian besar pelayanan kontrasepsi di berikan oleh bidan. Tidak ada KB tanpa bidan begitu pun sebaliknya. Data pemutakhiran PK 2024 menunjukkan angka tertinggi pelayanan KB di TPMB 35,0% (urutan 1) dan bidan desa/pustu/pusling 26, 2% (urutan 2),” ungkap Direktur Kualitas Pelayanan KB Dr Zamhir Setiawan MEpid.

Ia menegaskan bahwa kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas pelayanan KB. “Karena pelayanan KB sebagian besar diberikan oleh bidan, maka kompetensi bidan perlu menjadi perhatian,” tegasnya.

Pre service training ini menjadi penting, mengingat di Indonesia terdapat 92 institusi pendidikan kedokteran dan 121 pendidikan kebidanan (PD Dikti 2024). Jumlah lulusan bidan sebagian besar masih Diploma III walaupun sudah ada jenjang profesi kebidanan namun belum semua bidan memiliki ijazah profesi. Belum seluruh bidan memiliki sertifikat kompetensi pemasangan dan pencabutan IUD/implan. Dari 17.652 bidan, sebanyak 11.732 (66,5%) belum menjalani pelatihan CTU, sementara 5.920( 33.5%) telah menjalani pelatihan tersebut, dan yang memiliki sertifikat kompetensi sebanyak 2.400 bidan.

“Melalui pertemuan ini saya berharap mendapatkan lebih banyak informasi dan tindak lanjut dari pelaksanaan pre service training yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang akan datang,” kata Zamhir.

Diskusi yang melibatkan unsur Ikatan Bidan Indonesia yang diwakili Prof Dr Runjati Bdn MMid (Sekretaris PD IBI Jateng), Kaprodi Kebidanan Unissula Rr Catur Leny Wulandari SsiT MKeb, praktisi bidan, sampai mahasiswa didapat sejumlah kesimpulan. Diantaranya bahwa pre service pelayanan kontrasepsi sangat dibutuhkan dengan pertimbangan agar lulusan bidan dapat siap dan juga diberikan kesempatan untuk langsung melayani kontrasepsi khususnya MKJP. Perlu ada desain pre service training, yang kemudian alternatifnya dapat diintegrasikan setelah profesi dan sebelum wisuda profesi.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula Melepas 43 Wisudawan

Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula melepas 43 lulusan dalam acara penglepasan wisuda ke 94 di Hotel Quest Semarang (12/9/2025). Dalam sambutannya Dekan Fikom, Trimanah SSos MSi menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan orang tua.

Atas nama Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula kami mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan proses perkuliahannya hingga resmi memperoleh gelar sarjana ilmu komunikasi (SIKom). Demikian juga kami mengucapkan terimakasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya di Fikom Unissula,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mendoakan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat. Harapan kami para wisudawan Fikom Unissula ilmunya bermanfaat, hidupnya berkah dan sukses,” ungkapnya.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Ajeng Operasiana SIKom. Gadis kelahiran Banjarnegara, 19 September 2002. Judul skripsi manajemen krisis model Fink dalam menangani kasus protes tuntutan pelantikan kepala desa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.  

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Unissula Melepas 2049 Wisudawan Termasuk dari Australia dan Timor Leste

Unissula melepas 2.049 wisudawan dalam prosesi wisuda ke 94 di kampus Unissula (13/9/2025). Dari jumlah itu terdiri dari 68 doktor, 950 magister, 977 sarjana dan 54 ahli madya. Dua diantara wisudawan dari Australia, Theis Greentree (Prodi Magister Pendidikan Agama Islam) dan Felix Cristovao Pinto (Prodi Magister Ilmu Hukum) dari Tomor Leste.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan setelah diwisuda mereka harus tetap berbuat baik. Jangan berhenti berbuat baik. Teruslah berbuat baik dengan ihlas dan nanti Allah yang akan memberikan balasan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga meminta wisudawan Unissula agar bangga sudah lulus dari Unissula. Lulus dari universitas yang sudah teraakreditasi institusi unggul dari BAN PT. Demikian juga 95% prodinya telah terakreditasi unggul. Memiliki daya saing nasional dan internasional sehingga lulusannya mudah dapat pekerjaan.

Unissula juga menempati peringkat yang membanggakan. Peringkat 401 dunia menurut (Webometrics). Peringkat 17 nasional dan PTS terbaik di Jateng (Times Higher Education). Selain itu juga masa tunggu alumni memperoleh pekerjaan di bawah 3 bulan.

Rektor juga mengungkap kunci sukses bagi para wisudawan yaitu senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Selalu luangkan waktu untuk sekadar menelpon, memeluk, mencium tangan mereka, dan selama hayat masih dikandung badan, berbaktilah kepada mereka dengan setulusnya. Jika kita ingin mendapatkan pertolongan, keberkahan, dan kesuksesan, maka langkah awalnya adalah membuat orang tua kita ridha dan bahagia. Selain berbakti kepada orang tua bersilaturahmi juga bisa menjadi kunci sukses dalam hidup” ungkapnya.  

Categories
Headline Kampus Nasional News Semarang

Fakultas Hukum Unissula Melepas 277 Lulusan

Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, mengatakan, lulusan FH Unissula memiliki kelebihan dibandingkan dengan lulusan dari kampus lain. Lelebihan yang menjadi pembeda yaitu pola pendidikan yang betul-betul mendasarkan pada ayat-ayat suci Al Qur’an. ”Sehingga, pendidikan ahlak dan moral menjadi yang utama,” jelasnya, dalam penglepasan lulusan FH Unissula, Jumat (12/9/2025).

Adapun total lulusan yang diwisuda sebanyak 277 terdiri dari Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn) dan Doktor (S3) Ilmu Hukum. Sedangkan sampai saat ini tercatat sebanyak 14.360 lulusan FH Unissula yang bekerja dan tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Prof Jawade mengatakan, pendidikan di FH Unissula mendasarkan pada bismillah membangun generasi khaira ummah, yang dalam pelaksanaannya salah satunya adalah menanamkan birrul walidain. Birul walidain, adalah bagaimana seorang anak sangat patuh dan menyayangi orang tuanya, sehingga menjadi sumber insiprasi yang menyemangati anak untuk meraih masa depan yang lebih baik dan sukses.

”Yang kedua, para dosen betul-betul selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan, solidaritas, kemaslahatan, dan juga bagaimana pentingnya menanamkan nilai-nilai hukum. Yang jelas, pendidian ahlak, pendidikan moral, dan birrul walidain adalah modal yang pertama, kalau itu sudah dilaksanakan, maka memahami dan mempraktekkan nilai-nilai hukum yang dipelajari akan mudah,” jelasnya.

Selain itu, FH Unissula juga menguatkan internasionalisasi melalui berbagai program, termasuk pembukaan kelas internasional untuk program S1, S2, dan S3 mulai tahun ajaran 2025/2026, di mana pengajaran menggunakan bahasa Inggris dan diikuti mahasiswa internasional. Selain itu, FH Unissula aktif dalam kerja sama internasional dengan universitas di luar negeri seperti Al-Azhar Mesir, Universitas Wollongong Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk pertukaran mahasiswa dan dosen, serta menyelenggarakan konferensi internasional dan kuliah pakar dari pakar hukum mancanegara.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Hadir di China, Dosen Matematika Unissula Sampaikan Gagasan Penting

Dosen Pendidikan Matematika Unissula, Dyana Wijayanti PhD menjadi keynote speaker dalam FED academic dialogue forum yang diselenggarakan oleh Faculty of Education, University of Macau, China (5/6/2025).  Forum mengangkat tema mathematics textbook research and teacher professional development ini menghadirkan pakar-pakar pendidikan matematika dari berbagai negara. Pakar yang hadir Prof Annalisa Cusi (Sapienza University of Rome, Italia), Dr Marc Alexander van Zanten (The Netherlands Institute for Curriculum Development, Belanda), dan Dr Moneoang Leshota (University of Pretoria, Afrika Selatan).

Dyana Wijayanti menyampaikan gagasan bertajuk teachers as adaptive practitioners: using mathematics textbook tasks to support personalized professional development. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai praktisi adaptif yang mampu memanfaatkan bahan ajar matematika untuk mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Kehadiran memperkuat posisi Indonesia dalam kancah akademik internasional. Ia juga turut serta dalam panel discussion bersama para pakar dunia dengan moderator Prof Lianghuo Fan, Chair Professor sekaligus Dean of Faculty of Education, University of Macau.

Acara ini berlangsung di Tin Ka Ping Lecture Hall, Faculty of Education, University of Macau, dan diikuti oleh akademisi serta praktisi pendidikan dari berbagai negara melalui tatap muka langsung maupun live streaming.

Keikutsertaan dosen Pendidikan Matematika Unissula dalam forum akademik internasional ini menunjukkan bahwa komitmen Unissula dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan matematika diakui secara global.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Guru Besar Fakultas Hukum Unissula  Sebut RUU Perampasan Aset Mendesak Segera Disahkan

Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, yang juga Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula menyebut  pengesahan RUU perampasan aset itu suatu keharusan, yang tidak boleh ditunda-tunda oleh pemerintah. Mengapa, karena persoalan korupsi menyebabkan kerugian uang negara sudah mencapai ribuan triliun. Belum lagi sejumlah dugaan kasus korupsi yang masih dalam proses, seperti Pertamina, belum lagi sekarang berproses juga dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi seperti kasus dugaan korupsi pengadaan laptop pada program digitalisasi pendidikan.

”Oleh karena itu, persoalan RUU Perampasan Aset tidak bisa ditunda. Saya sangat menghkawatirkan jika DPR dan pemrintah menunda, tekanan rakyat untuk turun ke jalan akan terjadi lagi kedua kalinya. Yang perlu diwaspadai, jika rakyat tidak bisa dikendalikan lagi, karena kemarahannya pada pelaku penyelenggara negara DPR dan pemerintah yang mengabaikan pengesahan RUU Peramapasan Aset menjadi UU,” jelasnya  pada penglepasan lulusan FH Unissula, Jumat (12/9/2025). 

Menurutnya, yang ditakutkan, kalau terjadi gelombang aksi seperti di negara Nepal. Dimana di sana, hampir semua anggota DPR, menteri dan kepala pemerintahannya dikejar-kejar rakyat, belum lagi kondisi chaos di mana-mana.

Hal ini terjadi, karena pemicunya semua aset-aset negra yang sekarang dikuasai pelaku korupsi yang menyebabkan rakyat marah. Menurutnya, kehadiran UU Perampasan Aset sangat penting untuk memaksimalkan pemulihan aset negara dan efektif dalam mengembalikan kerugian negara dari pelaku kejahatan ekonomi, seperti korupsi.

”Jika DPR lama mengesahkan RUU Perampasan Aset, maka sudah saatnya presiden menerbitkan Perpu. ”Sebab, jika gelombang aksi terjadi, dimana kemungkinan terburuk nantinya adanya benturan rakyat dengan aparat, maka korbannya akan banyak. Maka pemerintah harus serius menerbitkan Perpu,” jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah, melalui Presiden, bisa menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) sebagai wujud kewenangannya dalam keadaan kegentingan yang memaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (1) UUD1945.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Lima Mahasiswa Unissula Hadiri ASEAN Week di Vietnam

Lima mahasiswa Unissula mengikuti ASEAN Week 2025 di FPT University Vietnam (18-21/8/2025). Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Arifatul Khoiryah, Astrid Aurora, Safira Rahmi Adiyar,  dan Al Dina Fissabilla. Hadir pula Assyifa Zahra Arifa mahasiswi Fakultas Kedokteran. Pasca mengikuti ASEAN Week mereka juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Ho Chi Minh City.

Forum ASEAN Week mengusung tema one ASEAN many stories. Dalam forum tersebut hadir mahasiswa dari seluruh negara ASEAN. Mereka berdiskusi, berkolaborasi, dan menampilkan inovasi yang relevan dengan masa depan kawasan.

Keterlibatan ini menjadi kesempatan emas untuk mengasah kemampuan komunikasi antarbudaya. Memperluas jejaring internasional, sekaligus menunjukkan peran aktif generasi muda Indonesia dalam membangun ASEAN yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Sementara itu dalam kunjungan ke KJRI para mahasiswa berdiskusi terkait peluang internship internasional di bidang pendidikan, bisnis, dan kesehatan. Langkah ini tidak hanya memperkuat diplomasi pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa Unissula untuk menapaki jalur karier global melalui kerja sama nyata dengan institusi luar negeri.

Kaprodi S1 Akuntansi, Provita Wijayanti SE MSi Ak CA IFP AWP PhD menuturkan “Dua kegiatan ini saling melengkapi. ASEAN Week memberi ruang kolaborasi internasional. Sedangkan kunjungan ke KJRI memberikan akses pada peluang kerja sama konkret yang akan membuka jalan bagi mahasiswa Unissula di kancah internasional,” ungkapnya.