Categories
Uncategorized

Kisah Inspiratif Imam Kusmaryono Profesor Pertama FKIP Unissula yang 21 Tahun Mengajar di SD dan SMP

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula resmi memiliki guru besar pertama. Guru besar tersebut adalah Prof Dr Imam Kusmaryono SPd MPd yang mengajar sebagai dosen di Prodi Pendidikan Matematika. Penetapannya sebagai guru besar tertera dalam SK Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Nomor: 2333/M/KPT.KP/2025 pertanggal 5 Juni 2025. 

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. “Atas nama pimpinan Unissula kami mengucapkan selamat dan berbangga atas prestasi yang ditorehkan oleh Prof Dr Imam Kusmaryono SPd MPd sebagai guru besar FKIP Unissula. Semoga gelar ini akan memberikan keberkahan bukan hanya bagi Prof Imam Kusmaryono namun juga untuk FKIP Unissula pada khususnya maupun dunia pendidikan tinggi pada umumnya,” ungkap Prof Gunarto. 

Imam Kusmaryono mengawali kariernya sebagai dosen Unissula tahun 2011. Namun sebelumnya ia sudah punya pengalaman mumpuni sebagai guru SD dan SMP selama 21 tahun di sekolah sekolah milik Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Semarang. Meskipun sebagai guru SD dan SMP semangatnya untuk belajar sangat tinggi dengan meneruskan studi di jenjang magister. 

Sebagai guru ia juga dikenal amanah dan punya etos kerja tinggi hingga dipercaya mengemban jabatan sebagai kepala sekolah SD Islam Sultan Agung 01-03 Semarang. Juga pernah menjadi Sekertaris Litbang Dikdasmen YBWSA. Prestasi lainnya yaitu sebagai guru terbaik se Kecamatan Semarang Utara.

Demikian juga ketika berpindah profesi sebagai Dosen prestasi kerjanya terus meningkat. Ia dipercaya menjadi Ketua Prodi Matematika, Sekretaris FKIP, Dekan FKIP dan saat ini diamanahi sebagai sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unissula

Dalam kurun waktu 14 tahun sebagai dosen pencapaiannya di tridarma pendidikan sangat mengesankan. Di bidang riset ia berhasil menerbitkan 21 penelitiannya di jurnal internasional bereputasi dan menerbitkan 25 penelitiannya di jurnal nasional terakreditasi. Dipercaya menjadi reviwer di lima jurnal internasional terindeks Scopus. Berhasil menerbitkan 11 buku ajar, memiliki 4 Hak Cipta atas kekayaan inteklektual, serta mendapatkan 3 hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemdiktisaintek. 

Dosen Matematika dengan kepakaran mengajar matematika dasar, matematika realistik, Metode penelitian pendidikan, dan Statistika Pendidikan tersebut juga banyak melakukan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan guru dan komunitas belajar. 

“Gelar ini saya persembahkan dengan segenap cinta untuk almarhum dan almarhumah kedua orang tua saya, untuk keluarga, untuk guru guru dan dosen saya, untuk para murid dan para mahasiswa juga sebagai dedikasi untuk dunia pendidikan terkhusus untuk Unissula dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung yang memberikan kesempatan berkarir selama 21 tahun sebagai guru dan 14 tahun sebagai dosen hingga hari ini” ujar Imam Kusmaryono (1/8/2025). 

Categories
Uncategorized

Kementerian UMKM dan ICMI Dukung Pemberdayaan Pengusaha Perempuan

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendukung inisiatif Asosiasi Muslimah Pengusaha Se-Indonesia (Alisa Khadijah) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam mewujudkan pengusaha perempuan yang mandiri dan menginspirasi.

“Melalui acara ini, kita menyaksikan bahwa perempuan khususnya muslimah bukan hanya pengusaha, tetapi juga agen perubahan yang menggerakkan roda ekonomi bangsa dari tingkat lokal hingga nasional,” kata Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM Arif Rahman Hakim saat memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alisa Khadijah-ICMI kedua di Semarang, Rabu (30/7).

Menurutnya perempuan memegang peranan penting dalam pengembangan UMKM dan wirausaha di Indonesia. Berdasarkan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM RI, Sesmen Arief melanjutkan, dari 17 juta populasi pengusaha UMKM, proporsi pengusaha perempuan mencapai 59 persen.

“Lewat kontribusi UMKM terhadap PDB nasional yang mencapai lebih dari 60 persen, ini jelas bukan sekadar angka. Melainkan bukti nyata bahwa perempuan, termasuk para muslimah, adalah aktor penting dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sesmen Arif menegaskan bahwa penguatan UMKM perempuan sama dengan memperkuat fondasi ekonomi rumah tangga, daerah, hingga negara. Namun, Sesmen Arif menambahkan, masyarakat juga harus jujur melihat tantangan besar yang masih dihadapi oleh para pengusaha perempuan, termasuk muslimah, di antaranya terkait keterbatasan akses permodalan dan pasar.

“Data OJK tahun 2024 menyebutkan bahwa hanya 18 persen UMKM perempuan yang terakses keuangan formal, padahal proporsi pengusaha perempuan lebih dominan,” ujarnya.

Untuk itu, Sesmen Arif melanjutkan, Kementerian UMKM terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan, di antaranya pelatihan dan pendampingan UMKM bagi pengusaha mikro perempuan, hingga akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KUR Syariah. “Sampai 28 Juli 2025, penyaluran KUR secara total telah mencapai Rp154,1 triliun kepada 2,64 juta debitur, dengan jumlah pengusaha perempuan mencapai 1,25 juta atau sebesar 51,2 persen dari total UMKM penerima KUR,” ujarnya.

Sesmen Arif menambahkan, untuk memperkuat ekosistem wirausaha, pemerintah secara khusus memasukkan wirausaha perempuan sebagai salah satu konsep tematik dalam Rancangan Peraturan Presiden terkait Kewirausahaan yang saat ini sedang disusun. Sebagai wujud komitmen Kementerian UMKM terhadap kontribusi perempuan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Alisa Khadijah-ICMI terkait sinergi program pemberdayaan perempuan pengusaha mikro, kecil, menengah, dan kewirausahaan.

Masih di tempat yang sama Panitia acara yaitu Alisa Khadijah juga menyelenggarakan seminar bertema peluang dan tantangan muslimah pengusaha menuju Indonesia emas 2045.

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut antara lain Rektor Unissula yang juga ketua ICMI Orwil Jateng Prof Dr Gunarto SH MH.

Narasumber lain Rektor Institut STIAMI Prof Dr Sylviana Murni SH MSi, Waketum ICMI bidang Perempuan, Anak dan Lansia Prof Riri Fitri Sari MSc MM dan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Ir Siti Azizah MBA. Alisa Khadijah adalah organisasi berkumpulnya pengusaha muslimah yang didirikan oleh Departemen Pengembangan Peranan Wanita ICMI Pusat.

Categories
Uncategorized

Bib Bidin dan Taj Yasin Akan Meriahkan Unissula Bersholawat

Unissula akan mengadakan acara Unissula Bersholawat pada Senin (4/8/2025). Acara dilaksnakan  mulai pukul 19.00 WIB. Habib Zaenal Abidin akan memimpin langsung acara sholawat tersebut. Sementara itu Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen akan tampil memberikan tausyiah.  Bertindak sebagai qori yaitu Muhammad Mas’ud Shahat MPd, seorang qori internasional yang juga alumni Fakultas Agama Islam Unissula.

Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai Nilai Islam Moh Farhan SPdI SHum MPdI menyampaikan Unissula Bersholawat merupakan agenda rutin tahunan kampus Unissula. Unissula Bersholawat merupakan bentuk rasa cinta kepada Bagianda Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga untuk mempererat ukhuwah islamiah.

Acara ini akan dihadiri mahasiswa, karyawan dan dosen. Hadir pula Rektor Prof Dr Gunarto SH MH, ketua umum pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH dan ketua pembina YBWSA Drs Ahmad Azhar Combo.  Panitia juga mengundang masyarakat umum untuk menghadiri acara Unissula Bersholawat tersebut.

“Kami mengundang masyarakat umum untuk hadir di Unissula Bersholawat,” ungkap Moh Farhan.

Categories
Uncategorized

Farmasi Unissula Buka Lima Jalur Pendaftaran

Program Studi S1 Farmasi Unissula membuka lima jalur pendaftaran mahasiswa baru. Yaitu Reguler, Reguler Sore, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), RPL Eksekutif, dan Eksekutif.

Dekan Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc menjelaskan Jalur Reguler merupakan seleksi umum bagi lulusan SMA/MA/SMK yang ingin melanjutkan studi S1. Biaya pendaftaran sebesar Rp500.000.

Sedangkan Jalur Reguler Sore, dirancang untuk calon mahasiswa yang memiliki kesibukan di pagi hari. Karena perkuliahan dilakukan sore hingga malam hari, dengan materi dan kurikulum sama dengan jalur reguler.

Jalur RPL ditujukan untuk lulusan D3 Farmasi atau yang telah memiliki pengalaman kerja atau pendidikan non-formal di bidang farmasi atau kesehatan minimal 2 tahun. Selanjutnya pengalaman tersebut dikonversi menjadi SKS, sehingga waktu studi hanya 1,5 -2 tahun.

Selanjutnya Jalur RPL Eksekutif dikhususkan bagi mitra. Yang terdiri para profesional dengan pengalaman kerja yang lebih matang dan jabatan strategis. Proses asesmen RPL lebih fleksibel dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di kelas eksekutif. Dengan jadwal kuliah menyesuaikan aktivitas kerja peserta.

Dan Jalur Eksekutif diperuntukkan bagi yang ingin melanjutkan studi sambil bekerja. Perkuliahan diselenggarakan di sore atau akhir pekan, dengan sistem pembelajaran yang padat namun terstruktur. Sehingga memungkinkan penyelesaian studi lebih efisien tanpa meninggalkan pekerjaan utama.

Dibukanya banyak jaluk sebagai langkah untuk menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai latar belakang. Baik lulusan baru maupun profesional yang telah bekerja. “Kami ingin memberi akses pendidikan farmasi berkualitas bagi masyarakat dari berbagai jenjang usia dan profesi. Lima jalur ini memungkinkan calon mahasiswa memilih format kuliah yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar.

Dengan akreditasi Unggul, Farmasi Unissula berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. “Jalur-jalur ini menjadi solusi konkret untuk pemerataan akses pendidikan, khususnya dalam bidang kesehatan dan farmasi,” tambahnya.

Calon mahasiswa dapat mengakses seluruh informasi syarat pendaftaran, jadwal seleksi, serta kurikulum melalui laman pmb.unissula.ac.id atau langsung menghubungi Hotline PMB Unissula.

Categories
Uncategorized

Unissula Ranking 31 Nasional Versi Webometrics

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Berdasarkan ranking Webometrics terbaru, kampus yang beralamat di Jalan Kaligawe KM 4 tersebut berhasil menempati peringkat 31 nasional.

Webometrics adalah sistem ranking universitas yang dilakukan oleh Cybermetrics Lab, sebuah lembaga penelitian yang berafiliasi dengan Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Webometrics menggunakan metodologi penilaian yang unik, yaitu dengan mengukur kualitas dan kuantitas kehadiran universitas di dunia maya (web).

Adapun metodologi yang digunakan oleh Webometrics meliputi empat indikator utama. Pertama, presence (20%). Presence adalah jumlah halaman web universitas yang terindeks di mesin pencari Google.

Kedua, visibility (50%), yaitu jumlah tautan yang mengarah ke situs web universitas dari situs lain, diukur menggunakan Ahrefs dan Majestic. Ketiga, transparency (10%). Yaitu jumlah sitasi (kutipan) artikel ilmiah universitas yang terindeks di Google Scholar.

Keempat, excellence (20%). Yaitu jumlah artikel ilmiah universitas yang terbit di jurnal internasional bereputasi tinggi.

Dengan menggunakan metodologi ini, Webometrics bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kualitas dan reputasi universitas di dunia maya.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa Unissula telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas kehadiran di dunia maya, serta meningkatkan reputasi universitas di tingkat nasional dan internasional. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan inovasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkap Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH (31/7/2025).

Prestasi ini juga akan menjadi acuan penting bagi calon mahasiswa baru dalam memilih tempat perkuliahan. Dimana Unissula terus meneguhkan posisinya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah dan masuk jajaran PTS terbaik di Indonesia.

Info pendaftaran mahasiswa baru Unissula bisa diakses di pmb.unissula.ac.id hotline pendaftaran 08122011062 atau 08128555562.

Categories
Uncategorized

FEB Unissula Perluas Wawasan Akademik Lintas Negara

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula Semarang terus memperkuat jaringan internasional. Salah satunya memperluas wawasan akademik lintas negara. Diantaranya dengan San Pedro College (SPC) Filipina. Dalam momen tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama oleh Dekan FEB Unissula, Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi dan Dekan School of Business Management, Education, Arts, and Sciences (SBMEAS) SPC, Dr Genaro F Alderite Jr LPT PhD.

“Penandatanganan ini menjadi tonggak awal penguatan sinergi antara kedua institusi di bidang tridharma perguruan tinggi, kegiatan mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum,” ungkap Prof Heru, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya banyak kerjasama baru yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat dalam bentuk kolaborasi kegiatan internasional antara FEB Unissula dan SPC.

Selain penandatanganan kerjasama juga terselenggara seminar internasional. Dengan pembicara dari kedua belah pihak. Disamping itu juga melakukan kunjungan budaya ke Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, menegaskan komitmen Unissula sebagai kampus yang aktif berperan dalam ekosistem pendidikan global. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara adalah kunci untuk mencetak lulusan yang kompetitif secara internasional dan mampu menghadapi tantangan global,” ujar Prof Heru.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi dalam mendukung pencapaian visi universitas sebagai World Class Islamic University.

Hadir dari SPC Dr Genaro F. Alderite Jr LPT PhD, Robelle Anne Maneja CPA CMITAP MBA, Dr Vivien Grace Jubahib LPT, reen Mariz Pio MSBio, Arvie Joy Villegas LPT MAED-TSS, Romelle P. Hilamon LPT. Sementara dari FEB Unissula diikuti oleh pimpinan dekanat, kaprodi dan sekretaris prodi, serta seluruh delegasi yang terlibat pada setiap kegiatan.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Elektro Unissula Belum Wisuda Langsung Kerja di PT Nihon Seiki

Rizki Nur Muhammad Haqa mahasiswa S1 Teknik Elektro FTI Unissula berhasil mendapatkan pekerjaan tetap di PT Nihon Seiki. Sebuah perusahaan manufaktur pembuatan sparepart otomotif dan elektronik di Cikarang. Dirinya bekerja dalam waktu kurang dari satu bulan setelah dinyatakan lulus pada sidang tugas akhir Juni 2025. Dari lebih dari 100 pelamar, Haqa menjadi salah satu dari empat kandidat yang diterima, Selasa (29/7/2025).

Meski tidak memiliki latar belakang bidang Elektro Haqa bercerita ketertarikannya di bidang teknologi mengarahkannya pilih Prodi Elektro Unissula. “Terutama setelah membaca berita tentang prestasi Tim Robotik Unissula di ajang internasional di Amerika, akhirnya saya bergabung di Teknik Elektro Unissula melalui jalur beasiswa KIP-Kuliah,” jelasnya.

“Awalnya saya merasa minder karena tidak punya dasar, tapi dosen-dosen di Teknik Elektro Unissula membimbing dengan sabar dan sistem pembelajarannya sangat mendukung,” lanjutnya.

Selama kuliah, Haqa aktif di Tim Robotik Unissula dan mengikuti dua kali Kontes Robot Indonesia (KRI). Yaitu pada 2023 dan 2024. Ditambah pengalaman dalam program magang di PT Nihon Seiki Indonesia (NSI) selama enam bulan.

Melalui program magang yang difasilitasi FTI, merupakan jalan mahasiswa untuk tidak sekadar memahami praktik lapangan. Tetapi juga membangun koneksi profesional yang berdampak langsung pada masa depan karir. “Pengalaman magang saya sangat berperan dalam proses rekrutmen. Tapi yang paling utama adalah bagaimana kampus menjalin hubungan baik dengan perusahaan, sehingga mahasiswa punya kesempatan belajar dan dikenal lebih dekat oleh industri,” jelasnya.

Kisah Haqa merupakan bukti lulusan Teknik Elektro Unissula tidak hanya dibekali kemampuan akademik. Tetapi juga pengalaman industri yang nyata.

FTI Unissula terus berkomitmen membangun sinergi dengan dunia kerja. Memastikan para lulusannya siap bersaing dan langsung terserap oleh pasar tenaga kerja.

Categories
Uncategorized

Unissula Buka Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota

Fakultas Teknik Unissula membuka Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK). Pembukaan program studi baru tersebut berdasarkan SK Dirjen Dikti No.129/B/O/2025.

Dekan FT Dr Abdul Rochim ST MT menegaskan program MPWK dirancang tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan luas dan keterampilan praktis. “Tetapi juga menjadikan mereka agen perubahan yang menyatukan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan,” jelasnya, Selasa (29/7/2025).

“MPWK hadir mencetak planner wilayah dan kota yang mampu mengintegrasikan berbagai dimensi pembangunan dengan tetap berpegang pada prinsip Islam,” lanjutnya.

Visi MPWK adalah menjadi yang terdepan dalam bidang perencanaan wilayah dan kota. Dengan misi mengembangkan kemampuan analisis dan keterampilan praktis mahasiswa dalam merencanakan serta mengelola wilayah secara berkelanjutan.

Program ini menitikberatkan pada peningkatan kompetensi untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait wilayah pesisir, perkotaan, dan pedesaan. Sekaligus membuka peluang kerja melalui pengembangan kerjasama nasional maupun internasional.

Ketua Program Studi S2 MPWK Dr Ir Mohammad Agung Ridlo MT menambahkan alumni MPWK akan memegang peran strategis dalam pembangunan perkotaan dan pedesaan. “Mereka akan bersinergi dengan berbagai instansi pemerintahan seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim), Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta dinas-dinas lainnya terkait dengan pembangunan,” ungkapnya.

Fokus keahlian pada perencanaan wilayah pesisir, perkotaan, pedesaan, dan manajemen pemerintahan. Sehingga lulusan MPWK diharapkan mampu menciptakan solusi inovatif sekaligus memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional dan internasional.

“Bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari generasi planner unggul dan berprinsip, MPWK Fakultas Teknik Unissula merupakan pilihan tepat untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan pembangunan wilayah dan kota baik di Indonesia maupun di dunia,” ujarnya.

Categories
Uncategorized

KKN Unissula Bantu Program Pengentasan Kemiskinan

1991 mahasiswa Unissula berpartisipasi dalam peningkatan kualitas tempat tinggal tidak layak huni di Jawa Tengah. Mereka tergabung dalam program KKN Tematik angkatan ke- 20. Adapun kegiatan bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Perumahan (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengungkap mahasiswa diterjunkan untuk peningkatan kualitas tempat tinggal tidak layak huni. “Program ini sangat penting karena memberikan manfaat untuk masyarakat Jawa Tengah. Dan sesuai dengan program pemerintah, maka sekarang Unissula ikut serta membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah,” ungkapnya dalam pelepasan KKN Tematik di Ruang Sidang Lt. 3 Biro Rektor Unissula, Selasa (29/7/2025).

Rektor juga mengingatkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan pendidikan. “Namun juga merupakan bagian dari cita-cita Unissula dalam berjuang mewujudkan masyarakat sejahtera. Sehingga program ini sangat penting bagi mahasiswa, bagi Unissula, bagi masyarakat, juga pemerintah,” ungkapnya.

Selanjutnya Perwakilan Disperakim Jawa Tengah Irawan Dwi Yuliantoro ST MT mengucapkan terimakasih atas kontribusi Unissula dalam membantu mewujudkan visi pemerintah.

“Melalui kegiatan KKN Tematik dalam membantu pemerintah menangani rumah tidak layak huni di Jawa Tengah melalui kegiatan verifikasi dan validasi rumah tidak layak huni untuk mewujudkan visi pemerintah dalam program prioritas satu KK satu rumah layak huni,” ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Indonesia di Tengah Konflik Thailand-Kamboja: Membangun Jembatan Diplomasi Damai

Oleh: Agus Prasetia Wiranto, S.H., M.H.
Dosen Hubungan Internasional, Fakultas Hukum Unissula

Konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali mencuat dalam dinamika kawasan Asia Tenggara. Perselisihan ini, yang berakar pada klaim atas wilayah di sekitar Candi Preah Vihear—situs warisan dunia UNESCO—telah menimbulkan ketegangan diplomatik dan militer berkepanjangan. Bentrokan bersenjata yang berulang di wilayah tersebut menunjukkan bahwa konflik bilateral ini tidak dapat dipandang sebagai isu lokal semata, melainkan memiliki dimensi internasional yang lebih luas, termasuk implikasi terhadap stabilitas kawasan dan Indonesia sebagai negara anggota ASEAN.

Secara hukum internasional, sengketa antara Thailand dan Kamboja telah melalui beberapa tahap penyelesaian formal. Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa Candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja. Namun, masalah tidak berakhir di situ. Permasalahan utama terletak pada penentuan garis batas di sekitar candi tersebut. Thailand menolak beberapa klaim wilayah yang diajukan Kamboja, sehingga memicu ketegangan kembali pada dekade 2000-an, bahkan sempat berujung pada kontak senjata yang menewaskan sejumlah prajurit dari kedua negara.

Ketegangan terakhir mencatat peningkatan eskalasi yang mengkhawatirkan. Pemerintah Thailand melalui laporan media Thai Enquirer mengonfirmasi bahwa sebanyak 22 orang tewas, terdiri dari 14 warga sipil dan 8 tentara. Sementara itu, sedikitnya 140 orang mengalami luka-luka. Di pihak Kamboja, jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 13 orang. Puluhan ribu warga dari kedua sisi perbatasan terpaksa mengungsi untuk menghindari dampak langsung dari konflik bersenjata ini. Situasi kemanusiaan pun mulai menjadi sorotan internasional.

Perjanjian-perjanjian internasional, seperti Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) 1976 dan prinsip-prinsip Piagam ASEAN, secara jelas menekankan pentingnya penyelesaian damai atas segala bentuk perselisihan antarnegara. Sayangnya, implementasi prinsip-prinsip tersebut sering kali terbentur oleh nasionalisme sempit dan kalkulasi politik domestik dari negara-negara yang bersengketa.

Agus Prasetia Wiranto, S.H., M.H., Dosen Hubungan Internasional Fakultas Hukum Unissula, menyampaikan bahwa konflik ini merupakan ujian bagi solidaritas kawasan.

“Sengketa ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan melemahkan posisi ASEAN sebagai organisasi regional yang selama ini menjunjung tinggi penyelesaian damai. Ketika dua negara anggota ASEAN saling serang, maka kredibilitas ASEAN dalam menyelesaikan konflik eksternal juga dipertaruhkan,” ujar Agus.

Ia juga menambahkan bahwa konflik semacam ini harus dilihat tidak semata sebagai benturan batas wilayah, tetapi juga sebagai pertarungan simbol kedaulatan dan nasionalisme.

“Sayangnya, nasionalisme yang tidak dikontrol dengan bijak justru dapat mengabaikan norma-norma hukum internasional. Ini yang menjadi bahaya laten, karena dapat membenarkan kekerasan atas nama kedaulatan,” jelas Agus lebih lanjut.

Bagi Indonesia, ketegangan ini memberi pelajaran penting. Sebagai negara besar di Asia Tenggara dan salah satu motor diplomasi kawasan, Indonesia memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas ASEAN. Ketegangan ini juga menjadi pengingat bahwa mekanisme penyelesaian konflik regional perlu diperkuat, tidak hanya melalui forum diplomatik, tetapi juga dengan mendorong pemanfaatan forum hukum seperti Mahkamah Internasional secara aktif.

Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam menjadi penengah konflik, baik di kawasan ASEAN maupun internasional. Peran aktif ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Pendekatan diplomasi damai yang mengedepankan prinsip non-intervensi dan penyelesaian berdasarkan hukum internasional harus tetap menjadi pijakan utama.

“Indonesia tidak bisa pasif. Kita harus hadir sebagai fasilitator dialog yang netral, karena perdamaian kawasan juga akan menentukan posisi strategis Indonesia di mata dunia,” tutup Agus.

Konflik Thailand–Kamboja pada akhirnya mencerminkan tantangan utama bagi ASEAN: bagaimana menyeimbangkan prinsip kedaulatan dengan komitmen regional. Di sinilah peran negara-negara seperti Indonesia menjadi vital. Sebagai negara hukum yang mengedepankan penyelesaian damai, Indonesia harus terus mendorong penggunaan jalur-jalur legal formal seperti ICJ, serta memperkuat kapasitas ASEAN dalam merespons konflik internal anggotanya secara cepat dan efektif.