Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Sambut Tiga Mahasiswa Internasional Beasiswa KNB

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya dengan menerima tiga mahasiswa internasional penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2026. Ketiga mahasiswa tersebut berasal dari Kenya, Nigeria, dan Vietnam yang akan menempuh pendidikan pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) di Fakultas Hukum Unissula.

Mereka adalah Hadija Adan Tari dari Kenya pada Program Sarjana (S1) Ilmu Hukum. Muhammad Alhaji Babayo dari Nigeria pada Program Magister (S2) Ilmu Hukum, serta Khuc Thi Phuong Anh dari Vietnam pada Program Doktor (S3) Ilmu Hukum. Kehadiran ketiganya sekaligus menunjukkan daya tarik dan reputasi internasional Fakultas Hukum Unissula yang mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai kawasan dunia.

Penerimaan mahasiswa internasional tersebut merupakan hasil seleksi Beasiswa KNB Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Berdasarkan hasil Rapat Pleno Seleksi Beasiswa KNB Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 10–12 Juni 2026, pemerintah menetapkan sebanyak 200 kandidat penerima beasiswa yang terdiri atas 50 mahasiswa program sarjana, 100 mahasiswa program magister, dan 50 mahasiswa program doktor untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepada Unissula sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa KNB.

Menurutnya, keberhasilan Unissula menerima mahasiswa internasional melalui program KNB merupakan bukti meningkatnya pengakuan global terhadap kualitas pendidikan, tata kelola akademik, serta atmosfer pembelajaran yang dikembangkan universitas.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jaga dengan memberikan layanan pendidikan terbaik. Kehadiran mahasiswa internasional akan memperkaya lingkungan akademik kampus, memperluas wawasan global sivitas akademika, sekaligus memperkuat posisi Unissula sebagai universitas yang aktif berkontribusi dalam pembangunan peradaban dunia melalui pendidikan,” ujarnya (22/6/2026).

Prof Gunarto menambahkan bahwa Unissula tidak hanya menawarkan keunggulan akademik, tetapi juga lingkungan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam. Karena itu, para mahasiswa internasional akan memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Program Beasiswa KNB sendiri merupakan salah satu instrumen diplomasi pendidikan Indonesia yang bertujuan memberikan kesempatan kepada warga negara dari negara-negara berkembang untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Selain memperoleh pendidikan berkualitas, para penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan mengenal budaya Indonesia serta membangun jejaring internasional yang dapat mendukung pembangunan di negara asal masing-masing.

Dalam daftar perguruan tinggi pengelola Beasiswa KNB Tahun 2026 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Unissula tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi yang dipercaya menerima dan membina mahasiswa internasional penerima beasiswa tersebut.

Kepercayaan tersebut semakin memperkuat posisi Unissula sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengembangkan kerja sama internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas ini terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi profesi, dan institusi pendidikan di berbagai negara.

Kehadiran mahasiswa dari Kenya, Nigeria, dan Vietnam di lingkungan Fakultas Hukum diharapkan tidak hanya meningkatkan atmosfer akademik yang multikultural, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional yang lebih luas di bidang hukum. Interaksi lintas budaya dan pertukaran perspektif hukum dari berbagai negara akan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa maupun dosen di lingkungan Unissula.

Dengan bergabungnya tiga mahasiswa penerima Beasiswa KNB Tahun 2026 tersebut, Unissula kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang terbuka bagi komunitas global. Melalui pendidikan tinggi yang unggul, berkarakter Islam, dan berorientasi internasional, Unissula terus mengambil peran dalam memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia sekaligus menyiapkan generasi pemimpin dunia yang berintegritas dan berwawasan global.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan, FH Unissula Bentuk 9 Pusat Studi

Fakultas Hukum (FH) Unissula terus menciptakan inovasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi. Salah satunya dengan memberdayakan pusat studi FH Unissula. “Saya berharap semua pusat studi mulai merancang kegiatan yang penting dan strategis terutama yang berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan wawasan keilmuan yang kemudian juga peningkatan kepedulian kita terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkap Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH dalam pelantikan pengurus Pusat Studi FH Unissula, Kamis (17/6/2026).

Prof Jawade menyebut ada sembilan pusat studi. Yaitu Pusat Studi HAKI dan Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa, Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi, Pusat Studi Hukum Internasional dan HAM, Pusat Studi Pendidikan Profesi Advokat dan Laboratorium. Kemudian Pusat Studi Mediasi Abritase dan Kepailitan, Pusat Studi Kepolisian dan Kejaksaan, Pusat Studi Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Pusat Studi Hukum Kewirausahaan, Pusat Studi Kajian Anti Korupsi. Keseluruhan pengurusnya dilantik Dekan.

Bersamaan dengan itu FH Unissula juga memperluas kerjasama dengan Jimly School. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Dekan FH Unissula Prof Jawade Hafidz SH MH dengan Direktur Sekolah Hukum Jimly School Surabaya Prof Dr M Choirul Huda SH MH.

Menurut Prof Jawade Jimly School sebagai institusi yang produktif dalam keterlibatannya memberikan kontribusi terhadap beberapa civitas akademika perguruan tinggi guna memberikan motivasi, membagi ilmu dan pengalamannya. “Adapun bentuk dari kerjasama ini akan ada pelatihan mediasi, pelatihan kontrak dan sejenisnya dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, juga pusat studi FH Unissula untuk bisa disinergikan dengan Jimly School,” jelasnya.

Kuliah Pakar Reformasi Birokrasi

Acara dilanjutkan dengan kuliah pakar oleh Prof Dr H Jimly Asshiddiqie SH MH yang membahas Urgensi reformasi birokrasi dalam mewujudkan good governance.

Di dalam hukum tata negara pihaknya membagi tiga bagian. Yaitu Constitutional rules (aturan konstitusional), constitutional institutionals (lembaga-lembaga negara), dan constitutional culture (budaya konstitusi). “Dan kali ini kita membahas yang kedua, institusi ketatanegaraan,” jelasnya.

“Maka kita harus evaluasi birokrasi dalam artian makna luas. Bagaimana kita membaca ulang sesudah 28 tahun reformasi. Bagaimana struktur kelembagaan negara di lingkungan eksekutif, yudikatif, dan legislatif,” lanjutnya.

Menurutnya dalam kelembagaan tidak perlu terlalu banyak orang. Karena semakin banyaknya koordinator dalam suatu lembaga, maka semakin tidak adanya koordinasi di dalamnya. “Organisasi kecil cukup mengandalkan figur. Sedangkan dalam organisasi besar diperlukan sistem, termasuk dalam organisasi modern,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga menekankan dalam pemerintahan yang baik (good governance) harus sejalan dengan legal dan pemerintahan yang konstitusional. “Dalam good governance, diperlukan sebelas nilai yaitu visi strategis (strategic vision), rules of law, etika konstitusi (rules of ethic), pengelolaan pemerintahan berbasis misi (mission driven government), partisipasi (participation), tanggung gugat (berani dikritik), transparansi, orientasinya konsesus, evisiensi, dan adil serta setara untuk semua,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

RPL Komunikasi Unissula Buka Akses Pendidikan Profesional, Mohammed Djarboua dari Aljazair Lulus dalam Dua Tahun

Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) melepas 55 wisudawan dalam acara pelepasan wisuda yang berlangsung di Hotel Quest  Semarang pada Jumat (12/6/2026). Acara tersebut menjadi momen istimewa karena turut diikuti seorang mahasiswa internasional asal Aljazair, Mohammed Djarboua yang berhasil menyelesaikan studinya di Fikom Unissula.

Mohammed Djarboua menempuh pendidikan di FIKOM Unissula melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini merupakan pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan. Melalui skema RPL, pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki peserta dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi dapat ditempuh lebih efisien tanpa mengurangi standar mutu akademik. Berkat pengalaman profesional yang dimilikinya sebagai jurnalis dan penulis, Mohammed berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu sekitar dua tahun.

Dalam sambutannya, Mohammed menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada sivitas akademika Fikom Unissula. Sebelum menyampaikan pidatonya, ia mendedikasikan bunga yang dibawanya kepada seluruh wisudawan, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Komunikasi sebagai simbol penghormatan dan persahabatan.

Pria berusia 58 tahun tersebut memperkenalkan dirinya sebagai seorang jurnalis yang telah berkarya selama lebih dari 30 tahun. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penyair dan penulis produktif yang telah menerbitkan sekitar 70 buku yang mencakup karya puisi, novel, politik, hingga genealogi.

Mohammed mengisahkan bahwa dirinya memutuskan untuk melanjutkan studi di Unissula setelah mendampingi putranya yang diterima sebagai mahasiswa Unissula pada tahun 2024. Saat itu ia tinggal bersama keluarganya di Kesultanan Oman. Ketika memutuskan pindah ke Indonesia untuk mendampingi putranya menempuh pendidikan, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Saya percaya bahwa pendidikan adalah untuk semua orang dan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Selama tinggal di Indonesia, Mohammed mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan. Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki nilai moral yang tinggi, budaya yang santun, serta sikap yang terbuka dan humanis. Ia juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh Unissula selama dirinya menjalani proses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammed turut mengungkapkan bahwa saat ini dirinya sedang menggarap skenario film berjudul Unissula. Film tersebut terinspirasi dari pengalaman hidup dan perjalanan akademiknya selama berada di Indonesia. Melalui karya tersebut, ia berharap dapat memperkenalkan nilai-nilai persahabatan, pendidikan, dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk terus menjalin kerja sama dengan sivitas akademika Unissula, khususnya mahasiswa yang memiliki minat di bidang perfilman, baik sebagai aktor, penulis naskah, maupun kru produksi.

“Saya sangat senang berkoordinasi dan bekerja sama dengan siapa saja di Unissula yang memiliki minat dalam dunia perfilman,” ujarnya.

Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Unissula, Urip Mulyadi SIKom MIKom menjelaskan bahwa program studi terus membuka akses pendidikan yang luas bagi masyarakat melalui berbagai jalur perkuliahan. Saat ini Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Unissula menyelenggarakan kelas reguler pagi, kelas karyawan sore, serta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan para profesional dan pekerja aktif yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Peserta program RPL di Fikom Unissula berasal dari beragam latar belakang profesi. Mereka di antaranya aparatur sipil negara (ASN), pegawai perbankan, karyawan BUMN, jurnalis, pengusaha, pegiat UMKM, pegawai swasta, praktisi komunikasi, hingga berbagai profesi lainnya. Keberagaman tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang kaya akan pengalaman praktis dan memperkuat proses pertukaran pengetahuan di dalam kelas. Untuk kelas karyawan sore dan RPL proses pendidikannya dilaksanakan secara daring sehingga dapat diikuti para mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan dari luar negeri.

Kehadiran Mohammed Djarboua dalam pelepasan wisuda Fikom Unissula menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia maupun batas negara. Perjalanannya juga menunjukkan keberhasilan program RPL dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi para profesional dan individu yang telah memiliki pengalaman panjang di bidangnya masing-masing.

Pelepasan wisuda tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebanggaan. Para wisudawan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi serta menjadi insan komunikasi yang profesional, berintegritas, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Ketua KPPU RI Soroti Transformasi Ekonomi Nasional di Unissula

Unissula Semarang mengukuhkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Dr Ir M Fanshurullah Asa ST MT IPU ASEAN Eng sebagai Guru Besar Kehormatan Fakultas Teknik (FT) Unissula, Senin (15/6/2026).

Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH. Acara turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof Dr Ir Agus Taufik Mulyono ST MT IPU ASEAN Eng.

Fanshurullah Asa dikenal sebagai akademisi sekaligus birokrat yang memiliki rekam jejak panjang di bidang energi, minyak dan gas bumi, ekonomi, konstruksi, serta dunia usaha. Selama lebih dari tiga dekade, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis nasional terkait pengelolaan energi dan pembangunan ekonomi.

Saat ini, ia dipercaya memimpin KPPU RI sebagai ketua. Pengalaman dan kontribusinya dalam berbagai sektor strategis tersebut menjadi salah satu pertimbangan Fakultas Teknik Unissula dalam menganugerahkan gelar Guru Besar Kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, Fanshurullah Asa menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Ekosistem Persaingan Usaha di Sektor Konstruksi dan Infrastruktur Energi dalam Perspektif Ilmu Manajemen Konstruksi untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkualitas”.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan ekonomi Indonesia tidak lagi dapat bertumpu pada pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan akumulasi modal.

Menurutnya, efisiensi makroekonomi dapat dicapai melalui integrasi manajemen rekayasa yang berjalan beriringan dengan terciptanya pasar yang sehat dan kompetitif.
“Pertumbuhan ekonomi modern tidak lagi hanya ditentukan oleh modal dan tenaga kerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem manajemen, penguasaan teknologi, serta tata kelola kelembagaan yang baik,” ujarnya.

Berdasarkan kajian teoritis, analisis ekonometrika, dan pengalaman empiris yang dipaparkannya, lahir konsep yang disebut sebagai “Konstanta Asa”. Konsep tersebut diklaim membuktikan secara matematis bahwa penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pengembangan teori ekonomi Cobb-Douglas dan Robert Solow, ia menghasilkan model persamaan ekonomi dengan nilai Konstanta Asa sebesar 4,104. Dengan integrasi sistem manajemen sebagai bagian dari variabel teknologi, simulasi menggunakan metode statistik SPSS, Monte Carlo (Crystal Ball), dan model dinamis Powersim memproyeksikan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konstruksi hingga Rp938,8 triliun dalam 20 tahun ke depan. Saat ini, kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB nasional tercatat sebesar Rp346,5 triliun atau sekitar 9,48 persen.

Dalam orasinya, Fanshurullah juga menekankan pentingnya penerapan PMBOK dan ISO 21500 sebagai fondasi sistem manajemen proyek yang mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pembangunan.

Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut harus ditopang oleh struktur pasar yang sehat dan kompetitif. Karena itu, peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai sangat strategis dalam menjaga persaingan usaha yang adil serta mencegah praktik persekongkolan tender, kartel, maupun penyalahgunaan posisi dominan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, sinergi antara manajemen konstruksi, sistem manajemen proyek, dan kebijakan persaingan usaha merupakan paradigma baru untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan guna mendukung kemajuan bangsa serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Rektor Prof Gunarto mengatakan, pengukuhan guru besar kehormatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Gus Faiz di Khutbah Wada’ Unissula: Mahasiswa Harus Jadikan Ilmu sebagai Jalan Membahagiakan Orang Tua

Mahasiswa hendaknya menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai jalan untuk membahagiakan orang tua. Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) Menawan Kudus sekaligus sebagai Ketua Umum Yayasan Arwaniyah Kudus, Dr KH Ahmad Faiz Lc MA dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Gelombang IV yang berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya Program Pesantren Mahasiswa Unissula Gelombang IV yang telah dilaksanakan selama dua bulan. Program ini diikuti mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selama mengikuti program, para mahasantri dibekali berbagai keilmuan keagamaan, kemampuan baca tulis Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai birrul walidain yang menjadi salah satu program unggulan Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain.

Dalam laporannya, Kepala LKPI Unissula Moh. Farhan SPdI Shum MPdI menyampaikan bahwa program pesantren mahasiswa dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Nilai penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada para peserta selama mengikuti kegiatan.

Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifulloh SH MH mengapresiasi pelaksanaan Program Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Gelombang IV yang telah berjalan dengan baik. Ia menyampaikan bahwa meskipun para peserta berasal dari tiga fakultas yang berbeda, yakni FEB, FTI, dan FKIP, seluruhnya dipersatukan oleh nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi pendidikan di Unissula.

Menurutnya, Pesanmasa merupakan bagian dari komitmen Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain dalam membentuk Generasi Khaira Ummah yang berilmu, berakhlak, dan menghormati orang tua serta dosen. Ia berharap para mahasiswa yang telah mengikuti program tersebut dapat menjadi teladan di lingkungan kampus dengan menjaga shalat, adab, disiplin, serta mampu membanggakan orang tua, membahagiakan dosen, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Faiz menjelaskan bahwa mencari ilmu tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas maupun majelis. Melalui konsep jalan-jalan dan makan-makan (siyahah dan kuliner), seseorang juga dapat belajar mengenal kehidupan, memperluas wawasan, melakukan tafakur, sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT. Menurutnya, perjalanan dan kebersamaan dalam menikmati hidangan dapat menjadi media pembelajaran yang menghadirkan pengalaman, refleksi, dan rasa syukur yang lebih mendalam.

Lebih jauh, Gus Faiz menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan doa orang tua. Kesempatan belajar yang dimiliki mahasiswa saat ini merupakan hasil dari pengorbanan orang tua yang patut dibalas dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu dan berprestasi.

“Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Dengan belajar sungguh-sungguh, mahasiswa sesungguhnya sedang menyiapkan cara terbaik untuk membahagiakan orang tua di masa depan,” ungkapnya.

Gus Faiz juga mengingatkan bahwa ketika telah memiliki rezeki yang lebih, mahasiswa tidak boleh melupakan orang tua. Membahagiakan mereka dapat diwujudkan melalui berbagai cara sederhana, seperti mengajak makan bersama, berwisata, membantu kebutuhan mereka, maupun meluangkan waktu untuk menemani dan memberikan perhatian.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan Program Pesanmasa tidak hanya tercermin dari bertambahnya ilmu dan kualitas ibadah, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa syukur, kepedulian kepada sesama, serta komitmen untuk memuliakan kedua orang tua sebagai sumber keberkahan dalam menuntut ilmu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Dekan FTI H Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH, serta Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn. Serta hadir pula Dewan Asatidz Pesanmasa, Dr Lela Zumala Rofiqoh Sak MM, Mustain SPdI MPdI, Dr Sugeng Hariyadi Lc MA.

Categories
Headline Kampus Nasional News

10 PTS Terbaik di Jawa Tengah Bisa Dijadikan Referensi Pendidikan Berkualitas Tahun 2026

Kegagalan dalam seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukanlah akhir dari perjalanan meraih pendidikan tinggi berkualitas. Di tengah semakin kompetitifnya persaingan masuk PTN, calon mahasiswa tetap memiliki peluang besar untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi unggulan. Salah satunya adalah Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah tahun versi UI GreenMetric World University Rankings.

UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan universitas dunia yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk mengukur komitmen perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan. Pemeringkatan ini diikuti oleh 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara. Penilaian dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yaitu pengaturan dan infrastruktur kampus, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah dan limbah, tata kelola air, transportasi berkelanjutan, serta pendidikan dan riset.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan bahwa Unissula berkomitmen menghadirkan kampus yang modern, berstandar internasional, dan ramah lingkungan. Berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menjadikan lingkungan kampus semakin nyaman, hijau, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Saat ini Unissula juga menjadi PTS terbaik di Jateng dalam hal penjaminan mutu, proses pembelajaran, jumlah riset, jumlah jurnal internasional Scopus, jumlah mahasiswa baru, jumlah studen body dan jumlah profesor.

Dengan reputasi Unissula yang terus menanjak di tingkat nasional maupun internasional, menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak ditentukan oleh status negeri atau swasta semata. Karena itu, bagi calon mahasiswa yang belum berkesempatan diterima di PTN, tidak perlu berkecil hati.

Masih banyak jalan menuju kesuksesan melalui kampus-kampus unggulan, dan Unissula hadir sebagai salah satu pilihan terbaik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Info pendaftaran mahasiswa baru Unissula dapat diakses di pmb.unissula.ac.id.

Berikut 10 PTS terbaik di Jawa Tengah versi UI GreenMetric World University Rankings yang dirilis 16 Desember 2025.

  1. Universitas Islam Sultan Agung
  2. Universitas Muhammadiyah Semarang
  3. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  4. Universitas Kristen Satya Wacana
  5. Universitas Muria Kudus
  6. Universitas Telogorejo Semarang
  7. Universitas Katolik Soegijapranata
  8. Universitas Safin Pati
  9. Universitas Putra Bangsa
  10. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Categories
Headline Kampus Nasional News

Hafid Qur’an, Tokoh Nasional dan Daerah Ikuti Wisuda ke 97 di Unissula

Unissula melantik 1624 wisudawan. 42 wisudawan diantaranya merupakan penghafal Al Qur’an 30 juz, dan satu diantaranya merupakan mahasiswa internasional Fakultas Ilmu Komunikasi yang berasal dari Aljazair, Mohammed Djarboa, Sabtu (13/6/2026). Sehingga hingga saat ini Unissula telah meluluskan 87.420 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu juga ada beberapa tokoh masyarakat yang ikut diwisuda. Dari Program Doktor Ilmu Hukum yaitu Bidang Propam Polda Jateng Kompol Dr Fandi Setiawan SH SIK MH, Ketua Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam Sunan Giri Lamongan Dr Bambang Eko Mulyono SH MH MM, Divisi Cyber Polri Dr M Fadli Amri SH MIK MH MIKepolisian.

Kemudian lulus Program Magister Manajemen yaitu Anggota DPRD Kab. Magelang Sumadi SE MM, Anggota DPRD Kab. Kudus Budiono SSos MM.

Selanjutnya dari Program Magister Ilmu Hukum yaitu Wakil Ketua DPRD Jateng Setyo Ari Nugroho SH MH, Kapolres Kalimantan Barat AKBP Jonathan David Hariontono SIK MH, Kepala Kejaksaan Negeri Mentawai Sumatera Barat Raden Ayu Yani SH MH, dan Hakim Pengadilan Pajak Jakarta Muhammad Hanif Arhani ST ME MH.

Ada juga Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Titi Sansiwi SH MH, Hakim Pengadilan Perikanan Pengadilan Negeri Merauke Unggul Senoaji SH MH, Hakim Pengadilan Negeri Bangil Anna Musayyanah SH MH, Wakapolres Tanjung Capung Barat Polda Jambi Kompol Andi Musahar SH MH, Wakil Direktur Diskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiono SIK MH, Kepala Rutan kelas 2 B Kudus Anda Tuning Sapiluhu SH MH, Kalapas Kelas 2A Purwokerto Agung Pratomo SH MH, serta Vina Triana Sudarto SE MH sebelumnya sebagai Kepala Bagian Kebijakan Ekonomi BI.

“Selamat kepada wisudawan dan wisudawati. Selamat juga kepada orangtua yang telah berjuang memuliakan anaknya hari ini diwisuda. Merupakan suatu kebanggaan bagi mahasiswa dan orangtua, serta keluarga Unissula, Dekan, prodi, dan para dosen hari ini berhasil meluluskan 1624 wisudawan,” ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Rektor juga menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan. “Setelah Anda diwisuda maka dengan ilmu yang dimilikinya, Allah akan mengangkat derajatnya degan mendirikan sholat dan berbuat kebaikan,” jelasnya.

Menurutnya menjadi lulusan Unissula harus memberikan manfaat. Tidak hanya kepada orang Islam, namun seluruh manusia. “Dan berbuat baik yang paling utama adalah berbuat baik kepada orangtua, yang telah merawatnya bahkan dari dalam kandungan selama 9 bulan lamanya,” ungkapnya.

“Momentum wisuda di Unissula tidak hanya momentum upacara dilantik sebagai wisudawan. Tetapi di saat ini, merupakan momentum meminta maaf kepada orangtua atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Perkuat Daya Saing Lulusan, FH Unissula Gencarkan Internasionalisasi dan Sinergi Alumni

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi persaingan global.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat internasionalisasi serta membangun komunitas dan jaringan alumni yang solid.

Hal tersebut disampaikan Dekan FH Unissula, Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H., dalam Rapat Senat Terbuka Pelepasan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn), dan Doktor (S3) Ilmu Hukum Periode ke-97 yang berlangsung di Patra Semarang Hotel, Jumat (12/6/2026) sore.

Internasionalisasi berfokus pada integrasi kurikulum global dan peningkatan daya saing lulusan. Inisiatif utamanya meliputi pembukaan Kelas Internasional untuk seluruh program studi, kegiatan student mobility (pertukaran pelajar), serta kemitraan riset dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia.

Menurutnya, FH Unissula juga terus memperkuat kualitas akademik, salah satunya melalui peluncuran Handbook Islamic Worldview and Law Study pada 23 Mei 2026.

Buku tersebut menjadi panduan resmi bagi dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam dan hukum.

Dalam kesempatan itu, Prof. Jawade berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga karakter, integritas, dan nilai-nilai birrul walidain atau berbakti kepada orang tua.

“Kami ingin FH Unissula menjadi yang terbaik di antara fakultas hukum lainnya. Akreditasi unggul dari BAN-PT dan akreditasi unggul internasional akan terus kami pertahankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat lulusan FH Unissula relatif mudah mendapatkan pekerjaan adalah kuatnya hubungan kekeluargaan dan jejaring alumni yang telah dibangun selama ini.

“Kami membangun paradigma bahwa jika memiliki komunitas yang kuat, maka mencari pekerjaan tidak akan menjadi hal yang sulit. Banyak alumni yang merekrut lulusan FH Unissula untuk bergabung di institusi maupun tempat kerja mereka,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau para lulusan baru, khususnya jenjang sarjana, untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan para senior dan alumni. Ia juga mengajak para lulusan magister dan doktor untuk turut membuka peluang kerja bagi lulusan S1 FH Unissula.

Pada periode ke-97 ini, FH Unissula melepas sebanyak 340 lulusan yang terdiri atas 104 lulusan Program Sarjana (S1), 178 lulusan Magister Ilmu Hukum, 44 lulusan Magister Kenotariatan, dan 14 lulusan Doktor Ilmu Hukum.

Hingga saat ini, FH Unissula telah meluluskan sebanyak 15.471 alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi hukum dan pemerintahan.

Acara pelepasan dihadiri Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., para wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen, anggota senat FH, tamu undangan, serta sejumlah mahasiswa dari luar negeri.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Bekali Mahasiswa Hadapi Era Disrupsi

Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Scholar dalam pusaran era disrupsi, Jumat (12/6/2026). Hadir sebagai narasumber Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek Prof apt I Ketut Adnyana PhD.

Prof apt I Ketut Adnyana PhD menjelaskan seorang scholar dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan. “Tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang kesehatan dan farmasi,” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan inovasi sebagai bekal utama menghadapi era disrupsi.

Lebih lanjut ia memaparkan berbagai tren global di bidang farmasi dan kesehatan. Seperti telemedicine, personalized medicine, terapi genetik, produk biologis, serta pemanfaatan AI dalam penelitian dan pengembangan obat.

“Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan biodiversitas dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan inovatif berbasis riset,” jelasnya.

Disamping itu Dekan Fakultas Farmasi Unissula, Dr apt Rina Wijayanti SH MSc mengungkap kegiatan ini sebagai upaya memperkuat wawasan akademik serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era disrupsi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa serta mendorong semangat riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan profesi farmasi di masa depan,” ujarnya.

Sehingga melalui kuliah tamu ini diharapkan dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi semakin termotivasi untuk menjadi lifelong learner, memperkuat budaya riset. Serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Categories
Headline Kampus Nasional News

1624 Mahasiswa Unissula Ikuti Pembekalan Wisuda ke- 97

1624 mahasiswa Unissula mengikuti pembekelan wisuda ke- 97 yang digelar di Auditorium Kampus Kaligawe, Jumat (12/6/2026). Diantaranya 10 mahasiswa program Diploma, 1092 program Sarjana, 500 mahasiswa program Magister, dan 22 program doktor. Adapun satu diantaranya merupakan mahasiswa internasional Fakultas Ilmu Komunikasi yang berasal dari Aljazair, yakni Mohammed Djarboua.

“Hal ini sebagai bukti bahwa Unissula tidak hanya terkenal secara nasional, namun sudah merambah ke kancah internasional. Dan di tahun ini Unissula menjadi salah satu kampus penerima program beasiswa kemitraan negara berkembang. Dan saat ini sudah ada 50 pendaftar,” ungkap Wakil Rektor I Unissula Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd.

Sehingga pihaknya berharap sebagai lulusan Unissula tidak hanya unggul secara intelektual. “Tetapi juga unggul dalam memiliki integritas serta akhlak mulia, serta adaptif dalam menghadapi dinamika dunia ini,” jelasnya.

Selanjutnya Prof Dr Drs Rozihan SH MAg menyampaikan beberapa bekal menjadi manusia suci. Pertama adalah selalu berdzikir kepada Allah. Kedua tidak kikir (dermawan). Ketiga tidak iri dan dendam pada orang lain. Keempat mendoakan orang jahat dengan doa yang baik. Dan terakhir adalah pekerja keras. “Orang dulu yang disebut sebagai orang suci adalah yang tangannya kasar, karena rajin bekerja. Bahkan disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang tidak akan pernah disentuh api neraka selama-lamanya,” jelasnya.

“Itulah kelima indikator menjadi manusia suci. Mari kita pelihara kesucian kita. Dulu kita lahir suci, dan indikator manusia suci itu adalah manusia itu mempunyai naluri senang dengan hal-hal yang suci,” pungkasnya.