Categories
Headline Kampus Nasional News

FKG Unissula Perkuat Kompetensi Dokter Gigi di Bidang Periodonsia

Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula menyelenggarakan Webinar 2nd PERILA (Periodontic of Unissula). Kegiatan ilmiah ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan dokter gigi dalam bidang periodonsia dan implant dentistry. Dengan tema Advancing Clinical excellence in periodontal therapy and implant dentistry, acara dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai daerah, Kamis (11/6/2026).

Ketua panitia drg Rosa Pratiwi SpPerio menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan Departemen Periodonsia FKG Unissula. “Melalui webinar ini kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai penanganan jaringan periodontal serta perkembangan implant dentistry. Bidang periodonsia tidak berdiri sendiri, tetapi berkolaborasi erat dengan berbagai disiplin ilmu kedokteran gigi lainnya, terutama dalam perawatan implant. Kami berharap kegiatan PERILA dapat menjadi wadah diskusi ilmiah yang berkelanjutan dan diselenggarakan secara rutin pada masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I drg Mursi Amurwaningsih MMed Ed mengungkap kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan profesionalisme dokter gigi. “Kami berharap seluruh peserta memperoleh manfaat dan ilmu yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut melalui kegiatan ini Departemen Periodonsia FKG Unissula berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan gigi, serta mendorong inovasi di bidang periodonsia dan implant dentistry di Indonesia. Melalui pelatihan praktik langsung (hands-on training) yang berfokus pada keterampilan klinis di bidang periodonsia dan implant dentistry.

Sebagai tindak lanjut, Departemen Periodonsia FKG Unissula akan menyelenggarakan 2nd PERILA Hands-On Series pada 25 Juli 2026 mendatang.

Adapun pemateri yang dihadirkan antara lain drg Adisty Restu Poetri MDSc SpPerio dengan topik Chlorine Dioxide: A Promising Agent for Plaque Control and Gingival Health Enhancement. drg Yosaphat Bayu Rosanto MDSc SpBMM SubspIDM (K) dengan topik Do Dentists Really Need Antibiotics?. drg Ade Ismail Abdul Kodir MDSc SpPerio dengan topik The Ultimate Foundation: Why SRP is Non-Negotiable for Surgical and Restorative Success. drg Stefanus Rikko Hudyono MH MOM Impl SpPerio dengan topik Dental Splinting: Current Perspective in Tooth Stabilization and Trauma Management.

Sementara pada hari kedua, drg Valdy Hartono SpPerio dengan topik Immediate Implant Protocol: Perfect Match Between UV-Activated Implant and Socket Seal Abutment. drg Evan Valerio SpPros dengan topik Digital Guided Implant Placement: Precision, Predictability and Performance. Serta Dr drg Erdianto Wardhana MHKes dengan topik Ethical Considerations in Dental Implant Patients.

Selain menghadirkan materi ilmiah terkini, webinar ini juga memberikan penghargaan Satuan Kredit Profesi (SKP) Kementerian Kesehatan, yaitu Dokter Gigi Umum 10 SKP, Spesialis Periodonsia 7 SKP, Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial 5 SKP, dan Spesialis Prostodonsia 2 SKP.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Keren! FTI Unissula akan Jadikan Mobil Listrik sebagai Mobil Operasional

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula terus berupaya mengembangkan teknologi hijau, terutama mobil listrik. Dekan FTI Muhammad Qomarudin ST MSc PhD menjelaskan saat ini fokusnya dalam pitching factory. “Kami juga membekali mahasiswa dengan kompetensi dan mendorong civitas akademika terutama para dosen untuk melakukan riset dalam bidang green future,” ungkapnya, Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan saat ini salah satu prodinya, yakni Prodi Teknik Elektro sedang menguatkan laboratorium EV dan laboratorium renewable energi. “Semuanya kita persiapkan untuk membekali mahasiswa memiliki keterampilan. Selain itu kami juga akan mendampingi mereka dengan sertifikasi kompetensi di bidangnya masing-masing,” lanjutnya.

Saat FTI Unissula telah memiliki beberapa mitra yang akan mendukung dalam pengadaan lab, maupun magang industri mahasiswa. Diantaranya Polytron yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah.

“Kami berharap akan segera menjadikan mobil ini menjadi mobil operasional kampus. Namun supaya dapat digunakan secara umum, perlu beberapa tahapan. Diantaranya menguji kelayakan pemakaian terutama keselamatannya,” jelasnya.

Namun secara umum dua mobil listrik sudah siap digunakan sebagai transportasi antar fakultas. “Sehingga apabila ada kegiatan di fakultas kami akan fasilitasi untuk menggunakan mobil ini sebagai operasionalnya,” jelasnya.

Disamping itu Eryan salah satu mahasiswa yang ikut dalam pengembangan mobil listrik ini menjelaskan tenaga panel surya yang digunakan sebagai daya. Panel surya tersebut diletakkan di atas mobil. Dan ketika mobil beroperasi bisa sekaligus mengisi daya, sehingga daya akan bertahan lebih lama.

“Fitur lainnya yaitu mobil memiliki sensor pendeteksi depan dan belakang dengan jarak sekitar dua meter. Kemudian ada indikator arus, dan indikator battery yang bisa dilihat untuk memperkirakan berapa lama daya akan bertahan,” jelasnya.

Lebih jauh menurut Eryan mobil listrik ini memiliki kecepatan 20km/jam, dengan daya pemakaian 5 jam. “(Masa pakai daya) ini masih terus dalam pengembangan,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Dukung Pemanfaatan Green Future Technology

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula menggelar seminar nasional bertajuk Sinergi Pendidikan Tinggi, industri dan pemerintah dalam mendukung SDM unggul pada ekosistem kendaraan listrik dan industri hijau, Senin (8/6/2026).

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan. “Kampus Unissula mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan, atau green future technology, yang berbasis inovasi berkelanjutan untuk melestarikan alam, menekan emisi karbon, dan mengatasi berbagai masalah ekologis,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung program tersebut saat ini FTI Unissula telah memiliki dua mobil listrik karya mahasiswa. “FTI Unissula juga membeli mobil listrik baru yang digunakan sebagai anatomi mahasiswa. Harapannya mahasiswa bisa pelajari, sehingga menjadi lebih kencang, dan ada nilai tambah yang tidak menimbulkan kerepotan di masyarakat,” jelasnya.

Adapun Anggota Komisi X DPR RI Dr H Abdul Fikri Faqih MM menyebut adanya ketimpangan antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan teknologi ini. “Dunia kampus hanya bisa memenuhi 5-8% dari 8-9% artinya ada gap yang mesti dibuka dan dibongkar apa yang terjadi yang harus didiskusikan oleh tiga ahli yakni pendidikan, industri dan pemerintahan untuk mencapai kesesuaian dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Selain itu Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Prof I Ketut Adnyana PhD juga memberikan dukungan agar kampus memperbanyak riset yang bermuara pada terciptanya inovasi, terobosan, dan rekayasa terbarukan.

Di antaranya juga kontribusi perguruan tinggi, dalam penerapan teknologi hijau, untuk melindungi lingkungan, menghemat sumber daya alam, dan lainnya.

Selanjutnya Culture Development Manager Polytron David Setyadi Rahardjo memaparkan bahwa dalam menjawab tantangan tersebut harus memahami kompetensi. “Kompetensi ini merupakan kombinasi utuh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mencapai standar kerja,” jelasnya.

Sehingga sebagai Perguruan Tinggi tantangan paling utama adalah apakah kurikulum bergerak cepat. Karena yang terjadi teknologi berubah sangat cepat, dan industri berubah setiap tahun.

Lebih lanjut Dosen Teknik Elektro Unissula Dr Gunawan ST MT turut menjelaskan kesenjangan kompetensi yang terjadi oleh para lulusan. “Tantangan terbesar pendidikan tinggi Indonesia saat ini bukan lagi memperluas akses, tetapi memastikan lulusan, riset, dan inovasi mampu menjawab kebutuhan industri dan ekonomi nasional,” jelasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional

Lolos Hibah Wirausaha, Mahasiswa Unissula Kembangkan Boba Daun Kelor

Tim mahasiswa Unissula lolos hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Dengan ide usaha Mori Pearl: Boba kelor segar sebagai healthy drink kekinian di bawah bimbingan dosen Bagus Satrio Waluyo Poetra SKom MCs. Mereka adalah Khoirotun Nisa’ (S1 Farmasi), Najwa Nur Fathna (S1 Pendidikan Matematika), Zahra Ramadhani (S1 Ilmu Hukum), dan Hanum Naela (S1 Pendidikan Agama Islam).

Khoirotun Nisa’ menjelaskan awal mula munculnya ide ini karena melihat kebiasaan anak muda yang suka minum boba yang tinggi gula tapi minim gizi. “Jadi, kami berinovasi menggabungkan keduanya menjadi minuman sehat yang tetap kekinian. Dimulai dari diskusi tim lintas jurusan, lalu kami lanjutkan eksperimen mandiri untuk mencari formula adonan boba yang pas dan tidak getir,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya sangat tinggi. Seperti vitamin C, vitamin A, dan antioksidan. “Keunggulan Mori Pearl, bobanya padat nutrisi berkat teknologi mikronisasi, menggunakan pemanis alami gula aren yang rendah indeks glikemik, dan menjadi solusi minuman manis yang aman untuk kesehatan (guilt-free drink),” jelasnya.

Adapun setelah dinyatakan lolos hibah, dosen pembimbing Bagus menjelaskan tim Menyusun target pengembangan usaha secara bertahap. “Target utama memperkuat fondasi usaha, baik dari sisi produk, manajemen, pemasaran, maupun keberlanjutan bisnis. Tim juga diarahkan untuk melakukan penyempurnaan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, memperluas jangkauan promosi, meningkatkan jumlah pelanggan, serta membangun sistem pengelolaan usaha yang lebih tertata,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap tim dapat memanfaatkan hibah secara maksimal. Karena hibah pendanaan P2MW bukan hanya bantuan dana. Tetapi juga bentuk kepercayaan kepada mahasiswa untuk membuktikan ide usaha yang mereka bangun.

“Pesan saya kepada mahasiswa lain jangan takut memulai. Banyak mahasiswa memiliki ide bagus, tetapi seringkali ragu mengembangkannya karena merasa belum siap, takut gagal, atau belum memiliki modal. Padahal, program seperti ini justru menjadi ruang untuk belajar mengembangkan usaha dengan pendampingan terarah,” jelasnya.

Bagus menyebut lolosnya tim dalam hibah pendanaan P2MW menunjukkan ide usaha mahasiswa memiliki potensi. “Prestasi ini juga menjadi bukti mahasiswa mampu bersaing dalam program kewirausahaan tingkat nasional dan memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha secara lebih professional,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mendorong mahasiswa lebih aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Lolos P2MW merupakan awal dari proses yang lebih besar, karena setelah memperoleh pendanaan, tantangan berikutnya adalah bagaimana tim mampu merealisasikan rencana usaha,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

IKADIM Unissula Satukan Alumni, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan

Ikatan Alumni Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) FEB Unissula menyelenggarakan Halal Bi Halal di Hotel Horison Ultima Sentraland. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi serta memperkuat kolaborasi strategis antaralumni, civitas akademika, dan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM), Rabu (22/4/2026).

Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, guru besar, dosen, alumni, serta mahasiswa PDIM dari berbagai angkatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi peran alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Ketua IKADIM FEB Unissula, MA Irfan Rahmana menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan. Melainkan sarana untuk memperkuat ukhuwah, membangun jejaring intelektual, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan alumni yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. “Momentum ini harus kita maknai sebagai titik awal untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Alumni bukan hanya jejaring nostalgia, tetapi jejaring strategis yang mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai program dan kegiatan IKADIM sejak pelantikan pengurus pada Oktober 2025. Diantaranya pelantikan pengurus, webinar internasional bertajuk Unlocking Scopus for Publication, lomba desain logo IKADIM, program sosial bagi nelayan terdampak cuaca ekstrem, serta pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan komitmen IKADIM sebagai komunitas intelektual yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada kontribusi nyata. Selain itu, kehadiran mahasiswa PDIM dari berbagai angkatan turut memberikan energi baru bagi penguatan organisasi alumni ke depan.

Mengusung tema “Silaturahmi Ilmiah, Kolaborasi Strategis, Kontribusi Nyata untuk Bangsa,” kegiatan ini menegaskan pentingnya peran alumni sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, IKADIM FEB Unissula diharapkan semakin solid dan visioner dalam membangun jejaring kolaboratif, mendorong riset dan inovasi, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Tegaskan Komitmen Global Lewat Penerimaan Delegasi Cross Border Filipina

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menerima kunjungan delegasi San Pedro College (SPC) Filipina dalam program Cross Border Program 2026. Bersama program tersebut juga berlangsung pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, dan praktik mengajar internasional pada 18 – 25 April 2026. Delegasi SPC terdiri atas dosen pembimbing Dr Vivien Grace Jubahib beserta 3 mahasiswa yakni Alyssa Ayad, Shekinah Latiada, dan Eloisa Carta.

Dr Vivien mengungkapkan apresiasi mendalam untuk Unissula yang telah berkenan menerima delegasi SPC.

Ia menambahkan, kerja sama antara Unissula dan SPC telah membawa dampak positif yang signifikan bagi internasionalisasi di SPC. Hal tersebut tercermin dari animo dosen dan mahasiswa SPC yang berencana akan datang dan berkolaborasi dengan civitas academika Unissula.

Adapun dalam kegiatan Cross Border Program 2026, pihaknya akan menjadi dosen tamu di Fakultas Bahasa, Sastra, dan Budaya (FBSB) dan Fakultas Agama Islam (FAI).

Selain itu, dirinya juga akan mengikuti diskusi matchmaking penelitian bersama, dan juga pengabdian masyarakat internasional.

Sementara ketiga mahasiswa SPC akan mengikuti berbagai kegiatan seperti Sit in Program, praktik mengajar internasional di SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang, sharing session dengan organisasi mahasiswa, serta pengenalan budaya Indonesia.

Kunjungan SPC Filipina menjadi salah satu bukti keunggulan reputasi internasional serta kualitas pendidikan Unissula sebagai world class Islamic university. Unissula juga secara aktif terus meningkatkan kualitas internasionalisasi dalam rangka mencetak lulusan yang berkualitas global.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FIK Unissula Kembangkan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, Jawab Kebutuhan Dunia Kesehatan

Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula menerima evaluasi lapangan atas usul pembukaan program spesialis keperawatan medikal bedah, Selasa (21/4/2026). “Terimakasih atas kehadiran tim evaluator lapangan di FIK Unissula. Adapun nanti jika ada perbaikan-perbaikan dari tim evaluator saya selaku rektor untuk sesegera mungkin memperbaikinya. Karena cita-cita kami bersama FIK sangat tinggi untuk melahirkan program studi baru, yaitu Spesialis Keperawatan Medikal Bedah,” ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Lebih lanjut pihaknya mengungkap, Rektor bersama Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) akan segera mungkin melakukan perbaikan apabila ada masukan dari tim evaluasi lapangan.

“Sebagai rektor saya melihat mengimplementasikan visi Universitas dengan visi fakultas dan jurusan sudah selaras. Program studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah ini menginginkan akreditasi Unggul yang berbasis pada syariah dan inovasi,” jelasnya.

Adapun saat ini di FIK Unissula telah memiliki lima dosen dengan spesialis medikal bedah. Dan dua diantaranya bergelar doktor. Disamping itu juga telah terakreditasi Unggul. “Semoga Allah memberikan keberkahan, sehingga Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah untuk tahun ini diridhoi untuk bisa dibuka dalam rangka memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Direktorat Kelembagaan Kemdiktisaintek Lingga Kresna Adiputra SKom mengapresiasi langkah FIK Unissula membuka prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. “Kami menerima laporan kalau mahasiswa sampai berebut dan waitinglist. Karena di Indonesia saat ini baru ada enam Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Dan dua diantaranya dimiliki PTS. Sehingga kami mengapresiasi rencana Unissula membuka program spesialis keperawatan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan ada tiga variable penilaian, sehingga program studi tersebut dinyatakan layak untuk dibuka. Diantaranya adalah kurikulum dan visi keilmuan, SDM, hingga sarana dan prasarananya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa PWK Unissula Tampilkan Hasil Pembelajaran Lapangan Lewat Pameran di Kemijen

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FT Unissula menghadirkan pembelajaran melalui Pameran Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Aula Kelurahan Kemijen, Kota Semarang.

Pameran ini menampilkan hasil pembelajaran lapangan mahasiswa PWK yang mengkaji dinamika permukiman bantaran sungai di Perkampungan Kalijawi, Yogyakarta. Dengan fokus pada penataan permukiman berbasis sempadan sungai, pemberdayaan perempuan, dan penguatan koperasi.

Ketiga tema tersebut dipilih karena merepresentasikan pendekatan penataan kawasan yang tidak hanya berbicara soal fisik ruang. Tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, membaca persoalan sosial-lingkungan, menyusun analisis, lalu menerjemahkannya ke dalam bentuk poster, maket, infografis, media presentasi, dan forum diskusi publik. Inilah wajah pembelajaran di PWK Unissula yang aplikatif, kontekstual, komunikatif, dan berorientasi pada solusi,” ujar Kepala Prodi PWK Dr Mila Karmilah ST MT, Kamis (16/4/2026).

Lebih jauh ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik mengenai pentingnya penataan kawasan bantaran sungai yang aman, sehat, tertata, dan berbasis partisipasi masyarakat. “Pameran juga dirancang sebagai wadah pertemuan antara mahasiswa, masyarakat, dan para pihak terkait untuk saling bertukar gagasan, memperluas pemahaman, serta membangun dialog yang produktif mengenai masa depan kawasan permukiman perkotaan,” ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang berlangsung 5-7 April 2026 diawali dengan diskusi, pemaparan materi, penayangan video drone, serta penyampaian hasil temuan mahasiswa. Selanjutnya diisi dengan pameran dan walking tour, dan terakhir pemaparan kelompok, bersama narasumber, hingga penutup.

Bagi masyarakat kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana mahasiswa PWK Unissula mampu membaca persoalan wilayah secara komprehensif dan merumuskan rekomendasi yang relevan dengan kondisi lapangan.

Sedang bagi institusi dan stakeholder, pameran ini menjadi sarana publikasi hasil pembelajaran akademik. Sekaligus referensi awal untuk pengembangan kawasan bantaran sungai yang lebih baik.  Melalui pameran KKL ini menjadi bukti bahwa kuliah di PWK Unissula bukan hanya mempelajari teori perencanaan. Tetapi juga melatih kepekaan sosial, kemampuan analitis, komunikasi publik, dan pengalaman langsung di lapangan.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FEB Unissula Buka Peluang Baru, Prodi S1 Bisnis Digital Resmi Hadir

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) resmi membuka Prodi (S1) Bisnis Digital sebagai respons terhadap pesatnya transformasi ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Izin pendirian prodi tersebut telah diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Surat Keputusan (SK) bernomor 337/B/O/2026 tertanggal 8 April 2026. Kehadiran prodi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan digital.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH, merespons positif terbitnya izin tersebut. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas pendirian program studi baru ini. “Alhamdulillah izin pendirian Prodi S1 Bisnis Digital FEB Unissula telah terbit. Semoga berkah dan memberikan kontribusi meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis digital,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).

Seiring dengan terbitnya izin tersebut, Prodi Bisnis Digital FEB Unissula juga resmi dibuka bagi para calon mahasiswa baru. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru di pmb.unissula.ac.id. Langkah ini menunjukkan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu Dekan FEB Unissula, Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan perkembangan teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam dunia bisnis, dari model konvensional menuju ekosistem digital. Digitalisasi mengubah pola konsumsi, distribusi, hingga layanan masyarakat. Kondisi ini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam praktiknya.

Tingginya penetrasi internet di Indonesia turut memperbesar peluang ekonomi digital. Masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi secara daring, sehingga kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang pemasaran digital, analisis data, dan pengelolaan e-commerce terus meningkat. Melalui Prodi Bisnis Digital, FEB Unissula berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan industri.

Selain itu, prodi ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja melalui pengembangan startup digital. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.

Lebih jauh, pembukaan Prodi Bisnis Digital ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, di mana integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things semakin penting. Dengan penguatan pendidikan di bidang bisnis digital, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat posisinya di tingkat global.

Lulusan Program Studi S1 Bisnis Digital memiliki peluang kerja yang luas seiring berkembangnya ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Mereka dapat berkarier sebagai digital marketer, analis data, manajer e-commerce, konsultan bisnis digital, hingga pengembang startup berbasis teknologi. Kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, terutama dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan digital yang membuka berbagai posisi strategis. Selain itu, lulusan juga memiliki peluang besar untuk menjadi wirausahawan dengan membangun usaha digital secara mandiri, memanfaatkan platform online dan inovasi teknologi untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dr. Rifai Resmi Raih Gelar Guru Besar (HC) dari PDIM Unissula di Bidang Manajemen Kebencanaan

Dr Ir Rifai menerima surat keputusan sebagai guru besar kehormatan (HC) dari Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula. SK diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH di kampus Unissula Semarang, pada Senin (14/4/2026).

Penganugerahan ini diberikan atas kompetensi luar biasa yang bersangkutan dalam bentuk prestasi eksplisit maupun pengetahuan tacit yang diperoleh dari pengalaman panjangnya di bidang kebencanaan. Ia dinilai memiliki pengalaman yang relevan, diakui secara nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu manajemen kebencanaan.

Salah satu kekuatan utamanya terletak pada pemahaman mendalamnya terhadap arah kebijakan pembangunan nasional di bidang kebencanaan, yang berfokus pada upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi program pemulihan pascabencana dengan agenda kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis domestik.

Dalam perspektifnya, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus berorientasi pada prinsip build back better and safer, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Pemulihan sosial ekonomi menjadi elemen kunci dalam mengembalikan fungsi kehidupan masyarakat melalui pendekatan yang terencana, terkoordinasi, terpadu, dan menyeluruh.

Ia juga menekankan bahwa rehabilitasi difokuskan pada pemulihan layanan publik dan normalisasi kehidupan masyarakat, sementara rekonstruksi diarahkan pada pembangunan kembali sistem sosial, ekonomi, dan kelembagaan agar mampu tumbuh lebih kuat, dengan menjunjung aspek hukum, ketertiban, serta partisipasi masyarakat.

Rifai juga memiliki pandangan strategis terkait pengembangan manajemen risiko kebencanaan di era global dan Revolusi Industri 4.0. Ia menilai bahwa pemulihan sosial ekonomi pascabencana perlu beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi program.

Sebagai bagian dari kontribusi pemikirannya, ia mendorong reformasi kebijakan berbasis manajemen risiko, pemetaan peluang dan tantangan dalam implementasi pemulihan sosial ekonomi, serta penerapan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana.

Saat ini, Rifai menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Utama di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam perjalanan kariernya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan BNPB, serta Kepala Biro Perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia juga pernah menjadi dosen Hubungan Internasional di UPN Jakarta. Pengalaman profesionalnya diperkuat dengan berbagai penugasan seperti USAR First Responder, keterlibatan dalam forum APEC, Disaster Risk Management, serta sebagai Supervisor Simulator. Atas dedikasinya, ia menerima berbagai penghargaan, di antaranya Peserta Terbaik III Diklat AMDAL A/C serta tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia berupa Satyalancana Karya Satya 10, 20, dan 30 tahun.