Tiga mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula meraih The Best Presenter dalam ajang 3rd International Postgraduate Mini Conference 2026 UiTM Malaysia, Senin (6/7/2026). Dibawah bimbingan Dr Provita Wijayanti SE MSi Ak CA PhD dan Prof Dr Ibnu Khajar SE MSi, mereka berhasil meraih penghargaan atas kualitas penelitian dan kemampuan presentasi ilmiah yang sangat baik. Mereka adalah Dian Anggraeni, Rahma Mardhatillah, dan Irni Westiriani.
Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi mengungkap prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Magister Manajemen Unissula dalam menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. “Keberhasilan para mahasiswa meraih predikat Best Presenter menunjukkan bahwa kualitas riset dan kemampuan akademik mahasiswa Unissula mendapat pengakuan di forum ilmiah internasional,” jelasnya.
Prof Heru juga menyebut capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Magister Manajemen Unissula untuk terus menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi dunia akademik maupun praktik bisnis. Sekaligus mengharumkan nama Unissula di tingkat nasional dan internasional.
“Selamat kepada Dian Anggraeni, Rahma Mardhatillah, dan Irni Westiriani atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ilmu manajemen serta kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Kunjungan dalam rangka penjajakan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Delegasi yang dipimpin oleh Kepala Bagian Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Balangan Nurhilaliyah SKM, diterima langsung oleh Wakil Rektor III Unissula sekaligus Ketua PMB Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH di Ruang Rapat Biro Rektor Lantai 3 Unissula, Senin (6/7/2026).
Dr Achmad Arifulloh menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemkab Balangan. Pihaknya juga menyebut kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. “Kami menyambut baik silaturahmi ini. Kunjungan ini merupakan respons positif dari Pemerintah Kabupaten Balangan yang dipimpin Bupati H Abdul Hadi SAg MIKom untuk berkolaborasi dengan Unissula dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut menurutnya Unissula juga akan memberikan dukungan penuh terhadap Program 1.000 Sarjana yang diinisiasi Pemkab Balangan. Program tersebut dinilai sebagai komitmen nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami siap ikut menyukseskan Program 1.000 Sarjana, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan anak yatim. Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM, khususnya di Kabupaten Balangan,” tambahnya.
Sementara itu, Nurhilaliyah menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menjalin kerja sama dengan Unissula dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat Kabupaten Balangan.
“Melalui kerja sama ini kami berharap dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Balangan, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Wakil Rektor III Unissula, Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nili Islam (LKPI) Moh Farhan SPdI SHum MPdI, Kepala LPKA Ady Fajar Putranto SE, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn, serta Kepala UPT Kerja Sama Urusan Internasional Rio Luhung Pribadi SPd.
Sementara turut hadir dari Pemkab Balangan Jabatan Fungsional Sumber Daya Manusia Aparatur Nova Damaiyanti, Tata Pemerintahan Alfonsa Agustina Eka Cahyani, Arsiparis Nazmah, Kesejahteraan Rakyat Noor Ismaliani Fairisa, serta jajaran staf Pemkab Balangan, dan mahasiswa asal Kabupaten Balangan yang sedang menempuh pendidikan di Unissula.
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya (PBI FBSB) Unissula terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kolaborasi praktis bagi mahasiswa. Salah satunya melalui kerjasama strategis dengan Kampung Inggris Yogyakarta yang secara langsung dilakukan oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr Nur Ekaningsih SPd MPd dengan Kepala Humas dan Pemasaran Mr Tata, Rabu (3/7/2026).
Adapun dalam kunjungan ini dibahas langkah-langkah konkret untuk mempererat hubungan institusional. Kaprodi PBI Unissula berharap kerjasama ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di luar lingkungan kampus. Sekaligus mendukung program pengembangan kompetensi bahasa Inggris yang lebih aplikatif.
“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata kami dalam memastikan mahasiswa mendapatkan paparan yang luas mengenai ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif dan dinamis,” ujarnya.
Sementara itu Mr Tata menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penguasaan bahasa Inggris yang efektif. “Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran formal, tetapi dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik di masa mendatang,” jelasnya.
Unissula memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Tengah dalam pengembangan Living Laboratory Bahurekso. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui dialog dan pembahasan Proposal Bahurekso di Kampus Unissula, Kamis (2/7/2026).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Unissula beberapa waktu lalu. Forum tersebut sekaligus menjadi langkah awal menyinergikan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi cendekiawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun model perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat Puji Iswari SHut MSi, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Pupun Purwana, Koordinator Pokja Mangrove Sandi Prasetyo ST MSi, serta jajaran Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, termasuk Ardan Sianturi SH dari Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).
Dari Unissula hadir Wakil Rektor I Dr Muhammad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Ak CA CRP, dan Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Hadir pula Kepala LPPM Unissula Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT IPU, Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, para dosen, peneliti, serta akademisi. Turut hadir Prof Dr Denny Nugroho Sugianto ST MSi, pakar oseanografi dari Universitas Diponegoro.
ICMI Orwil Jawa Tengah diwakili Sekretaris Umumnya, Ir H Fery Firmawan ST MT PhD IPU, yang juga menjabat Kepala Pimpinan Eksekutif Living Laboratory Bahurekso. Ia hadir bersama tim penyusun proposal yang terdiri atas Ari Sentani ST MSc MPM, Febi Kumara Adi ST BSc, Yuli Arinta Dewi SP MSi, Lala Anggraini ST MT, dan Amelia Agustin ST.
Membuka dialog, Dr Achmad Arifulloh menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran KLH di Kampus Unissula. Menurutnya, pembahasan proposal Bahurekso bukan sekadar membahas dokumen, tetapi menjadi forum strategis untuk menyatukan gagasan, pengalaman, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan kawasan Pantura.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan Unissula merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi, katanya, harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis maupun ekonomi, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan dan amanah keagamaan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Pupun Purwana menjelaskan bahwa kunjungan tim KLH merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup setelah menerima proposal Bahurekso dari Unissula. Menurutnya, pemerintah melihat Bahurekso sebagai inisiatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Puji Iswari mengatakan konsep Bahurekso sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025. Pendekatan yang dibangun tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mencakup perlindungan, perencanaan, pengelolaan, pemanfaatan, pengendalian, hingga penegakan tata kelola ekosistem secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak Unissula berkolaborasi dalam penyusunan regulasi turunan dari PP Nomor 27 Tahun 2025. Menurutnya, kontribusi akademisi sangat dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan pemerintah berbasis kajian ilmiah.
Pada kesempatan itu, Ir H Fery Firmawan menjelaskan bahwa gagasan Bahurekso lahir dari kepedulian terhadap kondisi pesisir Pantura yang terus mengalami rob, abrasi, dan penurunan muka tanah. Nama Bahurekso diambil dari Tumenggung Bahurekso, panglima Mataram yang dipercaya Sultan Agung menjaga kawasan Pantura. Semangat tersebut kini diwujudkan melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi multipihak.
Living Laboratory Bahurekso dirancang sebagai model pengelolaan pesisir terpadu. Program ini memadukan rekayasa struktur pantai, rehabilitasi mangrove, silvofishery, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), serta penguatan kelembagaan.
Paparan teknis disampaikan oleh Febi Kumara Adi bersama Ari Sentani. Tim menjelaskan bahwa kawasan pengembangan berada di pesisir Kabupaten Demak sepanjang sekitar 15 kilometer, mulai Kecamatan Sayung hingga Bonang. Wilayah tersebut dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak rob, abrasi, dan penurunan muka tanah di Pantura Jawa.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari akademisi, peneliti, dan jajaran KLH. Seluruh peserta sepakat bahwa perlindungan kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi jangka panjang yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Living Laboratory Bahurekso diharapkan menjadi model nasional pengelolaan kawasan pesisir yang adaptif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) bersama Forum Santri Lintas Profesi menyelenggarakan ngaji kemanusiaan dan dialog kebangsaan. Kegiatan berlangsung di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unissula Semarang, Selasa (30/6/2026).
Ketua Umum Pengurus YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH mengatakan penyelenggaraan forum ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia maupun situasi global. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan politik. Tetapi juga menyangkut semakin pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan kegiatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan keislaman yang moderat. Melalui forum ini juga seluruh elemen masyarakat diajak membangun kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi spiritual dan moral kepada para pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan, kemudahan, dan kebijaksanaan dalam memimpin negara sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Demikian pula seluruh rakyat Indonesia, semoga senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan dialog kebangsaan menjadi sarana penting untuk mempererat persaudaraan lintas profesi sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa melalui ikhtiar, kolaborasi, dan doa bersama.
Lebih lanjut melalui kegiatan ngaji kemanusiaan yang digelar YBWSA dan forum santri lintas profesi ini diharapkan dapat terus memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, serta sinergi lintas profesi dalam membangun bangsa. Juga menjadi ruang menumbuhkan kesadaran nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan spiritualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang damai, berkeadaban, dan sejahtera.
Selanjutnya Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen, Demak, KH Munif Muhammad Zuhri, mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami hakikat tujuan hidup manusia. Menurutnya, Allah SWT menciptakan manusia bukan semata-mata untuk mengejar kebahagiaan dunia, melainkan untuk beribadah, dan taat kepada-Nya. “Kebahagiaan dunia bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang hakiki hanya akan diperoleh di akhirat,” ungkapnya.
KH Munif juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia telah berjalan sesuai ketetapan Allah SWT. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun kemampuan manusia tidak akan mampu mengubah ketentuan-Nya. Karena itu, menurutnya yang perlu diubah adalah hati dan cara pandang manusia dalam menjalani kehidupan. Yakni dengan memperbanyak syukur, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah agar mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan penuh ketenangan dan keikhlasan.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pembina YBWSA Drs KH Ali Mufiz MPA, beserta jajaran pengurus YBWSA. Juga hadir Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH beserta jajaran Wakil Rektor I, II, dan III. Ketua Forum Santri Lintas Profesi Dr Supari MT, serta akademisi, pengasuh pondok pesantren, praktisi hukum, dokter, anggota TNI-Polri, ASN, dan berbagai kalangan profesi lainnya.
Fakultas Hukum (FH) Unissula memperluas jaringan kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH dengan Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi PhD, Senin (29/6/2026).
“Kerjasama FH dengan BRIN khususnya di bidang hukum merupakan momentum dalam rangka menginisiasi dan memfasilitasi para dosen dalam kegiatan riset di bidang hukum,” ungkap Prof Jawade.
Hal ini menurutnya karena sebagai dosen FH Unissula harus terus mengembangkan kapasitas dan kualitas keilmuannya. Sebagaimana amanat rektor Unissula bagi para dosen untuk memiliki minimal satu penelitian dalam satu tahun. “Sehingga kehadiran BRIN di FH Unissula sekaligus bekerjasama ini merupakan kesempatan yang istimewa sehingga Bapak/Ibu dosen dapat mengembangkan keilmuannya melalui riset,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan para dosen untuk mulai mempersiapkan isu yang akan dijadikan objek penelitian. Dimana isu tersebut bisa menjawab permasalahan di masyarakat, dan memiliki timbal balik serta dampak positif bagi masyarakat luas.
Hukum Ketenagakerjaan Pasca Reformasi
Selain penandatanganan kerjasama juga dilangsungkan kuliah umum bersama Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi PhD. Peneliti Madya Bidang Ketenagakerjaan tersebut membahas mengenai Dinamika politik-hukum ketenagakerjaan Indonesia di era post reformasi. “Dinamika hukum ketenagakerjaan Indonesia pasca reformasi menunjukkan hukum tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dipengaruhi oleh perubahan politik, ekonomi, teknologi, dan tuntutan keadilan sosial,” jelasnya.
Sehingga menurutnya, “Tantangan terbesar bukan membuat regulasi baru, melainkan memastikan bahwa hukum mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan negara dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil, produktif, dan keberlanjutan,” pungkasnya.
Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Penyuluhan Hukum tentang Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Narkotika” di Aula Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (26/6/2026)
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi hukum dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas masyarakat, tokoh lingkungan, perangkat kelurahan, serta warga Kelurahan Tambakrejo. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena tema yang diangkat berkaitan langsung dengan persoalan sosial yang masih kerap terjadi di masyarakat, yakni penyalahgunaan narkotika dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam kegiatan ini, Program Magister Ilmu Hukum Unissula menghadirkan pakar hukum dari Unissula yakni Prof. Dr. Bambang Tri Bawono SH MH dan Dr. Andri Winjaya Laksana.
Keduanya memberikan pemahaman hukum secara praktis agar masyarakat tidak hanya mengetahui aturan hukum, tetapi juga memahami langkah pencegahan dan penanganan apabila menghadapi persoalan tersebut.
Dalam pemaparannya, Prof. Bambang menjelaskan bahwa tindak pidana narkotika bukan hanya persoalan hukum pidana semata, tetapi juga menyangkut aspek sosial, kesehatan, keluarga, serta masa depan generasi muda. Masyarakat diajak untuk lebih waspada terhadap peredaran narkotika yang dapat masuk melalui lingkungan pergaulan, media sosial, hingga lemahnya pengawasan dalam keluarga.
Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius, baik bagi pengguna, pecandu, pengedar, maupun pihak yang turut membantu peredarannya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan status hukum masing-masing pelaku agar dapat mengambil langkah yang tepat.
“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan. Pengawasan lingkungan, komunikasi yang baik dalam keluarga, serta keberanian melaporkan aktivitas mencurigakan menjadi langkah strategis untuk menekan penyalahgunaan narkotika sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Andri Winjaya Laksana menyampaikan materi mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa KDRT tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga mencakup kekerasan psikis, seksual, serta penelantaran rumah tangga yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban.
Menurutnya, korban KDRT tidak boleh dipaksa untuk diam dengan alasan menjaga nama baik keluarga. Hukum hadir untuk memberikan perlindungan kepada korban, sehingga masyarakat perlu memahami mekanisme pelaporan, pendampingan, serta perlindungan hukum yang tersedia.
“Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana yang harus ditangani secara serius. Masyarakat perlu memahami bahwa korban berhak mendapatkan perlindungan dan pendampingan hukum,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog interaktif antara narasumber dan peserta. Sejumlah warga mengajukan pertanyaan mengenai tata cara pelaporan dugaan penyalahgunaan narkotika, langkah hukum dalam kasus KDRT, hingga peran masyarakat dalam membantu korban tanpa memicu konflik baru di lingkungan sekitar.
Melalui diskusi tersebut, para narasumber menekankan bahwa kesadaran hukum harus dibangun dari lingkungan terdekat. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui larangan hukum, tetapi juga harus memiliki keberanian moral untuk mencegah, menegur, mendampingi, dan melaporkan apabila menemukan peristiwa yang berpotensi menjadi tindak pidana.
Pihak Magister Ilmu Hukum Unissula menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ilmu hukum, menurut mereka, tidak boleh berhenti di ruang kuliah, tetapi harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, solusi, serta perlindungan melalui pemahaman hukum yang benar.
Kegiatan penyuluhan hukum di Aula Kelurahan Tambakrejo ini turut dihadiri oleh Yoga Tamtomo, Agung Putranto, Sukiswo, Adi Prabowo, Rusmini, serta Sapto Wahono.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya narkotika dan KDRT, serta mampu membangun lingkungan yang aman, peduli, dan berani mencegah segala bentuk tindak pidana yang merugikan keluarga maupun kehidupan sosial.
Fakultas Teknik (FT) Unissula menerima hibah alat laboratorium dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) senilai 1,7 milyar. Serah terima dilakukan oleh Ketua Umum YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH kepada Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, yang kemudian diserahkan kepada Dekan FT Dr Abdul Rochim ST MT, Rabu (24/6/2026).
Rektor menyampaikan FT Unissula telah mengalami perkembangan yang pesat. “Alat-alat lab yang baru ini setidaknya berdampak pada riset dosen dan mahasiswa. Dengan lab baru ini juga kita akan semakin diakui di internasional, dan prestasi mahasiswa juga akan lebih terbuka,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut Dekan FT mengungkap rasa terima kasihnya atas hibah yang telah diberikan. “Kami merasa alat yang dihibahkan berdampak positif bagi peningkatan kapasitas pada bidang pemberian jasa kepada masyarakat, dan juga bidang akademik. Alat hibah ini berada di dua lab yang sangat produktif, yaitu lab tanah dan lab bahan konstruksi atau beton,” ungkap Dr Abdul Rochim ST MT.
Pihaknya juga menyampaikan rencana pembukaan program sarjana Teknik Perminyakan dan Teknik Pertambangan. “Dari kajian awal kami di Indonesia Teknik Perminyakan baru ada 17 dan di Pulau Jawa ada 11. Kemudian Teknik Pertambangan baru ada 64 di Indonesia, dan 18 di Pulau Jawa. Sehingga berdasarkan kajian tersebut kemungkinan besar kami bisa membuka kedua prodi ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia berharap dukungan dari YBWSA dan juga Rektor Unissula dalam pengadaan lab yang harus dimiliki untuk kedua prodi baru tersebut.
Menanggapi hal tersebut Ketua Umum YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono menyatakan siap mendukung. “Jangan ragukan dukungan kami YBWSA terhadap Fakultas Teknik. Kami juga sudah berkomitmen untuk mensupport laboratorium seluruh fakultas, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Sehingga ia berpesan kepada Dekan untuk membawa FT Unissula jauh lebih meroket. Tidak hanya jumlah mahasiswanya tetapi juga kreativitas dan produktivitasnya yang harus dibangun. “Sebagai universitas tertua di Jawa Tengah kita harus menjadi contoh bagi yang lain. Sehingga paradigma insannya harus berubah, tidak boleh lagi tidak produktif,” pungkasnya.
Turut hadir Dewan Pembina YBWSA Drs KH Ali Mufiz MPA, beserta jajaran pimpinan YBWSA. Hadir juga Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, dan Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Serta guru besar, Wakil Dekan, dan pimpinan di lingkungan FT Unissula.
Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Unissula menggelar kegiatan khutbah ta’aruf gelombang V di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Kaligawe, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pembinaan pesantren mahasiswa yang akan diikuti oleh mahasantri dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) selama dua bulan ke depan.
Kepala LKPI Unissula Moh. Farhan Husain SPdI SHum MPdI yang juga menjabat sebagai Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasantri. Menurutnya khutbah ta’aruf menjadi momentum penting sebagai awal dimulainya proses pembinaan di Pesanmasa Unissula. “Ahlan wa sahlan kepada seluruh mahasantri Gelombang V dari FAI dan FIKOM. Selama dua bulan ke depan, para mahasantri akan mengikuti berbagai program penguatan keilmuan keagamaan, pembiasaan ibadah, serta pembentukan karakter Islami,” ujarnya.
Farhan menambahkan salah satu fokus utama pembinaan adalah implementasi nilai birrul walidain yang menjadi program unggulan Rektor Unissula melalui penguatan identitas Kampus Birrul Walidain. Seluruh mahasantri akan mendapatkan pendampingan intensif dari musyrif, musyrifah, asatidz, dan asatidzah yang bersinergi dengan dosen-dosen FAI untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal.
Selanjutnya hadir sebagai pemateri Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin Balekambang Jepara Dr H Miftahudin SAg MM. Yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua RMI PWNU Jawa Tengah serta anggota Dewan Pembina tingkat nasional Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Indonesia.
Pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak dapat dilepaskan dari berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan Allah SWT. Sehingga Allah selalu menyandingkan perintah tauhid dengan perintah berbakti kepada orang tua.
Dr Miftahudin mengingatkan bahwa setelah syirik kepada Allah SWT, durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar yang sangat dibenci-Nya. “Orang yang tidak berbakti kepada orang tua jangan berharap hidupnya akan penuh keberkahan. Birrul walidain adalah salah satu kunci utama kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa wujud birrul walidain dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya berbicara yang baik, tidak menyakiti hati mereka, menghargai nasihat dan meminta restu dalam setiap keputusan, bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang, serta senantiasa mendoakan dan memohonkan ampunan bagi keduanya.
Turut hadir Wakil Dekan II FAI Dr H Samsudin SAgMAg, Sekretaris FIKOM Fikri Shofin Mubarok SE MIKom. Serta Sekretaris LKPI Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM, Kepala Bidang BudAI Mustain SPdI MPdI, Kepala Bidang Qur’an Learning Center Dr Sugeng Hariyadi Lc MA, dan Kepala Bidang Pemakmuran Masjid Ali Mustofa.
53 bidan baru Fakultas Farmasi Unissula mengikuti sumpah profesi bidan periode IX dengan presentase kelulusan Uji Kompetensi Bidan Indonesia adalah 100%. Sehingga saat ini terdapat 243 bidan Unissula yang tersebar baik nasional dan internasional dengan masa tunggu kerja adalah 0 bulan. “Sehingga sebagai lulusan bidan Unissula wajib bersyukur”, ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Selasa (23/6/2026).
Rektor juga mengungkap salah satu ciri utama Prodi Profesi Bidan Unissula adalah mengintegrasikan antara sains bidan kontemporer dengan sains bidan syariah yang dibutuhkan bangsa ini. “Sehingga menjadi satu-satunya lulusan bidan yang memiliki kompetensi penanganan pemeliharaan bayi sejak dalam kandungan sampai melahirkan hingga pasca melahirkan dengan standar syariat islam,” jelasnya.
Pihaknya berpesan sebagai seorang bidan tidak hanya menerapkan ilmu kebidanan yang dimiliki. Atau hanya untuk mencari nafkah. “Tetapi sedang menjalankan perintah Allah. Sehingga harus semangat mengabdi untuk bangsa dan negara dalam memelihara janin beserta ibu, dan harus diniatkan sebagai ibadah kepada Allah,” ungkapnya.
Disamping itu Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah Dr Istirochah SSiT BD MKes mengungkap profesi bidan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. “Karena bidan bukan hanya tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan. Tetapi mitra perempuan di sepanjang siklus hidupnya. Sehingga harus dipahami bahwa pelayanan bidan tidak hanya berorientasi pada tindakan klinis, tetapi juga berbasis pada hak perempuan,” ungkapnya.
Istirochah juga menyebut sebagai bidan di era digital saat ini tidak terbatas pada praktik puskesmas, klinik atau rumah sakit. Namun juga bisa hadir di ruang digital. “Di era industri 5.O, melalui ruang digital bisa meningkatkan derajat para bidan dengan meluruskan informasi-informasi negatif yang tersebar di masyarakat saat ini,” jelasnya.
“Selamat memasuki gerbang pengabdian sebagai bidan profesional. Jadilah bidan yang berilmu, berakhlak mulia, menjunjung hak perempuan, aktif menebar manfaat di ruang nyata maupun digital, terus belajar sepanjang hayat, serta berani menjadi pemimpin yang membuka peluang bagi banyak orang,” pungkasnya.