Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Bentuk Karakter Mahasiswa Baru Lewat Fakultair

Fakultas Farmasi Unissula menyelenggarakan kegiatan Fakultair bagi mahasiswa baru 2025/2026. Fakultair merupakan rangkaian dari orientasi Pekan Ta’aruf (PEKTA). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan visi, misi, serta budaya akademik Fakultas Farmasi. Sekaligus membekali mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang Islami dan berkarakter, Jumat (19/9/2025). Adapun tahun ini mengusung tema Create Excellence with Faith, Research, and Great Innovation.

Lebih lanjut mahasiswa baru mendapatkan pengenalan lebih mendalam mengenai struktur organisasi fakultas, fasilitas penunjang akademik, serta peluang pengembangan diri baik akademik maupun nonakademik.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan fakultas. Sebagai wadah untuk melatih kepemimpinan, soft skills, dan membangun jaringan kebersamaan.

Selain itu mahasiswa baru juga mendapatkan bekal Adab dan Etika. Yang disampaikan Wakil Rektor III Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. “Adab dan etika menjadi penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan spiritualitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan akademik maupun sosial,” jelasnya.

Adapun Fakultas Farmasi Unissula memiliki empat program studi. Yaitu S1 Farmasi (Unggul), Program Profesi Apoteker (PSPPA) (Unggul), S1 Kebidanan (Unggul), dan Profesi Bidan (Unggul). “Dengan terselenggaranya Fakultair, diharapkan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unissula mampu beradaptasi dengan baik, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta siap berkontribusi aktif sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Farmasi Unissula,” pungkas Dekan Dr Apt Rina Wijayanti MSc.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dosen Fikom Unissula Adu Gagasan dengan Peneliti Brazil

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula, Made Dwi Adnjani SSos MIKom menyampaikan pandangannya di forum International Research Roundtable di Undip (9-18/9/2025. Ia menyampaikan gagasannya mengenai peran jaringan kolaboratif digital dalam meningkatkan budaya partisipatif. 

Tema yang diangkat global south dialogues: Brazil–Indonesia perspectives on technology, digital communication, and society.  Forum kerjasama antara Undip dan Aspikom Korwil Jateng DIY tersebut mendiskusikan isu komunikasi digital, teknologi, serta tantangan masyarakat global di era modern.

Forum itu tidak hanya memperkaya kajian akademik di bidang komunikasi, tetapi juga membuka ruang refleksi kritis terhadap tantangan yang dihadapi negara-negara global south, khususnya dalam menghadapi isu disinformasi, pembangunan berkelanjutan, hingga transformasi digital.

Hadir dalam forum tersebut peneliti dari Brasil dan Indonesia untuk mempresentasikan riset terkini mengenai komunikasi digital, teknologi, serta tantangan masyarakat di era global.

Sejumlah universitas berpartisipasi, di antaranya Universidade Federal Fluminense (UFF), Unissula, Udinus, UNY, UKSW, dan Unika Soegijapranata. Ketua Aspikom Korwil DIY–Jateng yang juga dosen Undip, S Rouli Manalu PhD menegaskan forum ini sebagai momentum penting kolaborasi akademik lintas negara.

“Kerja sama antara Indonesia dan Brasil memperkaya kajian komunikasi digital serta membuka ruang refleksi kritis terhadap tantangan bersama di Global South. Kami berharap lahir perspektif baru yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan kebijakan publik,” ujarnya.

Salah satu sorotan datang dari Prof Thaiane Oliveira (UFF, Brasil) yang memaparkan materi “Science Communication in BRICS: Enhancing STI Capabilities and Strengthening Epistemic and National Sovereignty.”

Ia menekankan peran komunikasi sains dalam memperkuat kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, sekaligus menjaga kedaulatan epistemik negara-negara BRICS.

Prof Oliveira juga mempresentasikan riset bersama timnya tentang faktor-faktor yang mendorong masyarakat Brasil dan Indonesia percaya serta menyebarkan disinformasi kesehatan, isu global yang kian relevan di era digital.

Selain itu, Dr Rahmawati Zulfiningrum (Udinus) memaparkan riset mengenai makna simbolik dan narasi pembangunan dalam tradisi Saweran di pedesaan Indonesia yang menegaskan pentingnya integrasi tradisi lokal dalam komunikasi pembangunan dan partisipasi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Sih Natalia Sukmi PhD (UKSW) menyoroti kontribusi ilmu komunikasi bagi keberlanjutan komunitas serta pelestarian heritage.

Sementara itu, Chatia Hastasari PhD (UNY) mengkaji kekuatan tersembunyi komunikasi kelompok tani perempuan dalam mendorong perubahan komunitas. Kemudian Paulus Angre Edvra, MA (Unika Soegijapranata) yang membahas sudut pandang warganet terhadap isu childfree melalui kolom komentar YouTube Analisa Channel.

Nurist S Ulfa PhD (Undip) memaparkan Mitos dan Kearifan Lokal dalam Komunikasi Lingkungan. Peneliti lainnya yaitu Kholidil Amin MIKom (Undip).

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini juga diisi kuliah umum metodologi penelitian serta dihadiri peneliti dari berbagai perguruan tinggi di DIY dan Jawa Tengah, termasuk UNS, Unsoed, Untidar, Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Selain itu juga Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Respati Yogyakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, UAD, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa Apoteker Unissula Juara Lomba Esai Nasional

Yazid Zidane Wahyu mahasiswa Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unissula berhasil meraih Bronze Medal dalam lomba esai nasional. Kejuaraan tersebut diraihnya dalam Pekan Nasional Esai Apoteker (PENA) 2025 yang berlangsung di Lombok.

Dibawah bimbingan dosen Dr apt Naniek Widyaningrum MSc Yazid mampu menciptakan ide kreatif dan relevan dengan perkembangan dunia farmasi. Sehingga esai yang ditulis Yazid berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Farmasi Unissula mampu bersaing di tingkat nasional dengan mengedepankan intelektualitas, inovasi, serta kerja sama yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing,” ungkap Naniek.

Lebih lanjut pihaknya mengungkap Fakultas memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih Yazid Zidane Wahyu. “Sekaligus berharap keberhasilan ini dapat memacu semangat mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula dan Farmasi UI Perkuat Kerjasama Akademik

Fakultas Farmasi Unissula melaksanakan kunjungan ke Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Kunjungan dilakukan dalam rangka tindak lanjut implementasi MoU, monitoring evaluasi studi lanjut, serta penguatan kerjasama akademik dan riset. Rombongan dipimpin Dekan Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc, didampingi Sekretaris Fakultas Dr apt Naniek Widyaningrum MSc, Kamis (18/9/2025).

Rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Farmasi UI. Diantaranya Dekan Prof Dr Ary Yanuar Msi, Manajer Kerjasama apt Delly Ramadon MFarm PhD, Sekretaris Program Studi Doktor apt Nadia Farhanah Syahfan MSi PhD, Bagian Kerjasama Fakultas Farmasi apt Erni Sagita MFarm PhD, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Dr apt Sutriyo Msi. Serta Prof apt Rani Sauriasari Mmed Sci PhD CertDA.

Prof Ary Yanuar menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Unissula. Ia menegaskan pentingnya memperkuat jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi.

“Kami berharap sinergi antara Fakultas Farmasi Unissula dan Fakultas Farmasi UI dapat semakin produktif dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu kefarmasian di Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya dalam kegiatan tersebut diisi dengan diskusi interaktif hingga pertukaran informasi mengenai pengembangan program studi dan riset.

Categories
Headline Nasional News

FAI Unissula Dorong Kesadaran Ekologis Masyarakat Pesisir Sayung

Dosen dan mahasiswa FAI dalam sosialisasi Fiqh Lingkungan (Fiqh Biah)

Kesadaran menjaga lingkungan hidup bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai spiritual. Hal itu diungkap Dr M Choirun Nizar SHI MHI di Timbulsloko Sayung Demak, Kamis (18/9/2025). Sosialisasi ini merupakan satu rangkaian dari pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Dr Mila Karmilah ST MT. Selain itu juga dilakukan uji coba terbatas Smart Rainwater Harvesting (SMART PAH).

Selanjutnya Choirun Nizar menyampaikan enam prinsip dasar fikih lingkungan yang berfokus pada tanggung jawab umat Islam terhadap lingkungan. Menurutnya, fikih lingkungan menjadi landasan normatif merawat alam bukan sekadar pilihan etis, melainkan bagian dari kewajiban agama.

“Menjaga lingkungan adalah ibadah. Ketika kita merusak alam, maka sesungguhnya kita sedang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, merawat bumi adalah wujud nyata dari ketakwaan,” ungkapnya.

Dosen FAI Unissula itu juga menegaskan fikih lingkungan menjadi pintu masuk membangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir. Khususnya di kawasan yang rentan terhadap abrasi dan rob.

Adapun di Unissula penguatan Fikih Biah tidak hanya dilihat dari sisi normatif keagamaan. Tetapi juga diperdalam melalui perspektif sosiologis. Sebagaimana Dr Muna Yastuti Madrah MA yang lebih banyak menekankan dimensi sosial dan budaya. Khususnya bagaimana kesadaran kolektif masyarakat dapat dibangun untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya Dr Mila Karmilah ST MT menjelaskan SMAR PH. Yang merupakan hasil riset dan pengembangan dari laboratorium yang kemudian diadaptasi ke lapangan.

SMART PAH tidak hanya sebagai solusi teknis penyediaan air bersih. Tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Teknologi ini diharapkan menjadi contoh bahwa inovasi harus menyatu dengan kearifan lokal, nilai agama, serta kesadaran ekologis.

Melalui kegiatan ini Unissula menunjukkan komitmennya dalam menjawab persoalan nyata masyarakat pesisir dengan pendekatan multidisiplin.

Sinergi antara teknologi, agama, dan pendidikan diyakini mampu memperkuat daya tahan masyarakat terhadap krisis lingkungan. Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga bumi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Teknik Elektro Unissula Kembangkan SMART PAH untuk Masyarakat Pesisir

Mahasiswa Teknik Elektro didampingi tim dosen pengembangan smart PAH

Tim riset Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula yang digawangi Jenny Putri Hapsari ST MT berhasil mengembangkan Smart Rainwater Harvesting (SMART PAH) berbasis Internet of Things (IoT). Proyek ini ditujukan bagi masyarakat pesisir terdampak abrasi dan rob di Timbulsloko, Sayung, Demak.

SMART PAH berangkat dari kebutuhan mendesak masyarakat pesisir akan air bersih dan air minum. Karena sumber air tanah setempat sudah banyak terintrusi air laut dan sering terendam rob.

Jenny menjelaskan keunggulan SMART PAH adalah pemanfaatan teknologi IoT (Internet of Things). Sistem ini dilengkapi sensor dan perangkat kendali yang dapat memantau kinerja alat secara langsung dan jarak jauh. Data mengenai volume tampungan air, kondisi filter, hingga kualitas air bisa diakses melalui aplikasi sederhana.

Sehingga dengan fitur ini, masyarakat dapat mengetahui ketersediaan air secara akurat. Dan memudahkan tim melakukan evaluasi dan perawatan. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi modern bisa diterjemahkan dalam bentuk yang sederhana, praktis, dan bisa dioperasikan masyarakat desa,” tambah Jenny.

Lebih lanjut ia menjelaskan mahasiswa memiliki peran penting. Mulai dari perancangan, pengujian, hingga instalasi alat. “Kolaborasi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana keilmuan teknik elektro bisa diterapkan langsung untuk menjawab persoalan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (18/9/2025).

Selain itu pengembangan SMART PAH merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian. Bagi mahasiswa proyek ini menjadi ajang mengimplementasikan teori dan praktik. Sementara bagi masyarakat, teknologi ini memberikan alternatif sumber air bersih yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Program ini bukti nyata bahwa Prodi Teknik Elektro Unissula tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut bermanfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dari Laboratorium ke Lapangan

Sebelum diterapkan di lapangan, SMART PAH diuji coba di laboratorium Teknik Elektro Unissula. Uji coba menunjukkan sistem bekerja dengan baik. Namun, saat instalasi di kawasan pesisir muncul beberapa kendala. Terutama terkait kestabilan sinyal dan daya tahan perangkat terhadap kondisi lingkungan ekstrem.

Tim kemudian melakukan penyesuaian teknis dengan menambahkan instrumen pendukung. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bahwa penerapan teknologi di lapangan membutuhkan adaptasi sesuai konteks lokal.

Candra mahasiswa yang terlibat dalam riset menyampaikan, “Kami senang bisa turun langsung ke masyarakat. Awalnya kami hanya membayangkan sistem ini di atas kertas, tapi saat dipasang di lapangan ternyata banyak hal baru yang kami pelajari. Rasanya bangga ketika melihat warga bisa memanfaatkan air hasil sistem yang kami rancang,” ungkapnya.

Kehadiran SMART PAH memberi harapan baru bagi warga pesisir Timbulsloko yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Tim Teknik Elektro Unissula berencana mengembangkan sistem ini lebih lanjut dengan memperbesar kapasitas penyimpanan, memperkuat jaringan IoT, dan penambahan system billing untuk pengambilan air siap minum.

Dengan inovasi ini, Unissula menegaskan komitmennya untuk menghadirkan riset yang aplikatif, sekaligus mendidik mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial. SMART PAH menjadi bukti bahwa teknologi kampus dapat hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan kemasyarakatan.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dekan FH Unissula Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Dekan Fakultas Hukum Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, menegaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak boleh lagi ditunda.

Menurutnya, pengesahan regulasi tersebut menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. “Perampasan aset koruptor itu sesuatu yang tidak bisa ditunda. Kalau pemerintah mengulur waktu, risikonya sangat tinggi bagi negara. Sudah ada contoh dari negara lain seperti Nepal, Pakistan, Afghanistan, hingga Nigeria. Indonesia tidak boleh mengikuti jejak itu,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Ia menegaskan, RUU Perampasan Aset telah menjadi bagian dari rekomendasi rakyat Indonesia dalam 17+8 poin hasil kesepakatan nasional.

Oleh sebab itu, DPR harus merespons cepat perintah Presiden Prabowo Subianto untuk segera membahas dan mengesahkan aturan tersebut. Terlebih pemerintah sudah ikut membantu mensuplai draf RUU rampasan asetnya ke DPR.

Dirinya mengaku ragu dan tidak yakin DPR bakal mengesahkan Undang-Undang tersebut. Namun, jika kekhawatiran itu terjadi, ia menilai DPR andil dalam menghancurkan negara.

“Kalau DPR tidak serius, berarti DPR punya andil besar merusak negaranya sendiri. Presiden sudah jelas memerintahkan, bahkan mungkin sudah menyiapkan drafnya. Jadi bola sekarang ada di DPR,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Jawade menilai keberadaan undang-undang ini nantinya harus ditopang oleh sebuah lembaga khusus yang fokus menangani perampasan aset.

Menurutnya, aparat yang diberi kewenangan penuh tidak boleh dicampur dengan polisi atau jaksa agar lebih efektif. “Pemerintah perlu menyiapkan lembaga baru. Tugasnya satu, menelusuri dan merampas aset hasil korupsi. Potensi yang bisa diselamatkan luar biasa, mungkin lebih dari Rp 5.000 triliun. Angka itu bisa menopang APBN bahkan melampauinya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, jika undang-undang ini tidak segera disahkan, konflik sosial bisa muncul akibat terganggunya stabilitas ekonomi dan politik. “Rakyat tidak mau lagi mundur soal perampasan aset. Ini adalah komitmen bersama untuk menyelamatkan bangsa,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Perkuat Keterampilan Bahasa Inggris melalui Kelas Intensif

Fakultas Farmasi Unissula menyelenggarakan Program Pembelajaran Intensif Bahasa Inggris bagi dosen dan tenaga kependidikan. Program itu sebagai upaya peningkatan kemampuan komunikasi internasional. Bertempat di Ruang Kelas Lantai 1 Gedung A Fakultas Farmasi, dengan menghadirkan fasilitator dari CILAD Unissula, Rabu (17/9/2025).

Dekan Fakultas Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc menyebut program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. “Sehingga dosen dan tenaga kependidikan mampu berkomunikasi lebih efektif dan profesional, khususnya dalam interaksi dengan mahasiswa maupun mitra luar universitas,” jelasnya.

Sehingga menurutnya partisipasi aktif peserta sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik di Fakultas Farmasi. “Melalui program ini diharapkan sivitas akademika Fakultas Farmasi Unissula semakin siap berkiprah dalam lingkungan akademik yang kompetitif, berdaya saing global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islami,” pungkasnya.

Adapun program intensif Bahasa Inggris diikuti 22 peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Categories
Kampus Nasional News

Psikologi Unissula Hadirkan Prof Koentjoro Isi Kuliah Umum

Fakultas Psikologi Unissula menyelenggarakan kuliah umum bersama Prof Drs Koentjoro MBSc PhD Psikolog. Kuliah umum yang dihadiri mahasiswa yang mengambil mata kuliah Psikologi Sosial, Psikologi Lintas Budaya, dan Psikologi Konflik Resolusi, bertema Perilaku Budaya dan Kebencanaan, Rabu (17/9/2025).

Prof Koentjoro membahas bagaimana perilaku budaya dapat memengaruhi respons individu dan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan.

Beliau juga menekankan pentingnya memahami perilaku budaya dalam mengembangkan strategi mitigasi dan respons kebencanaan yang efektif.

“Kebencanaan tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu memahami perilaku budaya dalam menghadapi kebencanaan untuk dapat mengembangkan strategi yang tepat dan efektif,” ujarnya.

Dalam kuliah umum ini Prof Koentjoro juga membahas bagaimana kebencanaan dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan budaya yang memengaruhi perilaku. “Pengetahuan itu memengaruhi sikap. Sikap memengaruhi niat. Niat memengaruhi budaya. Niat dan budaya apabila sudah terlaksana akan menjadi perilaku individu,” pungkasnya.

Categories
Kampus Nasional News

Satgas Perlindungan Santri Mendesak Dibentuk

Isu kekerasan terhadap anak di pesantren kembali menjadi sorotan. Hal itu diungkap Dr Hidayatus Sholihah SPdI MPd MEd dalam Sarasehan Pondok Pesantren yang digelar RMI PCNU Demak, Rabu (17/9/2025).

Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula tersebut menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menciptakan pesantren yang ramah anak dan bebas bullying.

Dirinya juga memaparkan hasil kajian dan temuan lapangan terkait praktik bullying di sekolah, madrasah, hingga pesantren. Berdasarkan data KPAI dan FSGI tahun 2023, tercatat 1.478 kasus bullying di sekolah, dengan 20 persen terjadi di lembaga pendidikan berbasis agama. Bentuk perundungan paling banyak berupa verbal (45%), fisik (30%), cyberbullying (15%), dan emosional (10%).

“Bullying bukan sekadar kenakalan remaja. Ini adalah bentuk kekerasan yang dapat meninggalkan luka jangka panjang, mulai dari depresi, trauma, penurunan prestasi akademik, hingga hilangnya rasa percaya diri anak,” tegasnya.

Sebagai akademisi yang konsisten meneliti isu pendidikan karakter dan psikologi pendidikan, Hidayatus Sholihah menekankan pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, sekaligus mendidik akhlak mulia.

Ia mendorong implementasi program Pesantren Ramah Anak. Termasuk pembentukan satgas perlindungan santri, layanan konseling psikologis, dan sistem pelaporan aman berbasis teknologi.

“Pesantren adalah rumah kedua bagi santri. Maka, sudah seharusnya setiap santri merasa terlindungi, bukan terancam. Dengan pendidikan karakter, pengawasan yang kuat, serta budaya ukhuwah islamiyah, pesantren bisa benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia,” ujarnya.

Melalui forum ini dirinya mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Adapun RMI PCNU Demak berharap gagasan yang disampaikan oleh akademisi Dr Hidayatus Sholihah dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan program nyata untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Yang tidak hanya menekankan pada ilmu agama, tetapi juga menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan mental para santri.