Categories
Uncategorized

Naik 91% Riset Dosen Unissula Terbaik Nasional

HEADLINEtoday.id Dosen- dosen Unissula berhasil mencatatkan pretasi terbaik nasional di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2023 ini. Unissula menempati peringkat satu nasional dalam klaster utama sebagai penerima hibah penelitian terbanyak (Rp2,6 miliar) dari Kemdikbudristek. Universitas Lampung diperingkat dua hibah Rp2,28 miliar. Universitas Pancasila peringkat tiga hibah Rp2,25 miliar. Universitas Negeri Medan diperingkat empat hibah Rp 2,23 miliar dan Universitas Mulawarman diperingkat lima hibah Rp2,23 miliar.

Dr Henny Pratiwi Adi ST MT menyatakan ada kenaikan signifikan jumlah proposal penelitian dosen Unissula yang berhasil mendapatkan hibah Dikti. “Jumlah penelitian baru tahun lalu ada 11 dan tahun ini penelitian baru ada 21 artinya ada kenaikan 91%. Adapun secara keseluruhan proposal penelitian tahun ini yakni 21 penelitian baru, 4 penelitian lanjutan, dan 1 pengabdian masyarakat”, ungkap Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unissula tersebut.

Lebih lanjut Henny menjelaskan bahwa setiap tahun ada penawaran kompetisi proposal penelitian dari Dikti di bulan Maret dan April.  Adapun jenis penelitian yang bisa mendapat hibah yakni penelitian disertasi doktor, penelitian fundamental, penelitian kerjasama dalam negeri, penelitian terapan, dan penelitian tesis magister.

Adapun dasar klasterisasi perguruan tinggi adalah berdasarkan kinerja perguruan tinggi itu sendiri yaitu dari kinerja pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Data kinerja diambil Kemendikbud Ristek melalui SINTA.  Data kinerja yang diambil dari SINTA tersebut meliputi penulis (author), afiliasi (affiliation), jurnal (journal), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights), dan buku (book).

Sementara itu Sekretaris LPJM Unissula, Dr Imam Kusmaryono SPd MPd menyampaikan prestasi itu harus menjadi penyemangat untuk semakin meningkatkan kwalitas penelitian ilmiahnya. “Jangan cepat puas, semangatnya adalah harus selalu meningkatkat kualitas penelitian ilmiahnya sehingga target ke depan bisa masuk kalster mandiri dan semakin banyak jumlah penelitian yang bisa dibiayai oleh Dikti”, ungkapnya.

Masih menurut Imam Kusmaryono, LPPM Unissula yang membidangi penelitian dan pengabdian masyarakat selalu memberikan pelayanan kepada para dosen untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan dengan menggelar workshop penyusunan proposal penelitian. Menyelenggarakan klinik pendampingan penyusunan proposal serta  wokshop penyusunan luaran hasil penelitian dan pengabdiam masyarakat.

Dirinya juga memberikan cara agar proposal mudah lolos fokus pada skema penelitian terapan atau pengembangan. Memiliki tingkat ketersiapan teknologi. Penyusunan rencana anggaran belanja yang wajar dan rasional sesuai peruntukan. Menghasilkan luaran yang berpotensi paten dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (Scopus).

Categories
Uncategorized

Implemantasi Konsep Takrimul Aulad Dalam Budaya Akademik Islami Di Universitas Islam Sultan Agung

HEADLINEtoday.id Semua insan kampus terutama dosen atau pendidik dan pemimpin memposisikan sebagai orang tua mahasiswa atau peserta didik. Tujuannya adalah mengantarkan anak didik atau mahasiswa menjadi orang mulia dunia akhirat.

Implementasi takrimul aulad (memuliakan anak) dilaksanakan dalam proses pembelajaran di Unissula dilandasi dengan kasih sayang, saling menghargai, amanah, jujur, sepenuh hati, diawali dan diakhiri dengan berdoa bersama. Dalam proses pembelajaran di Unissula, baik pendidik dalam hal ini dosen maupun peserta didik atau mahasiwa semata-mata berorientasi keridlaan Allah SWT.

Terus menerus memberikan nasihat kepada peserta didik atau mahasiswa dan mencegahnya dari akhlak yang tercela, seperti dalam firman Allah dalam Qur’an. Di sur at Lukman ayat 13-18 yang artinya : (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.” (13).

Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. (14).

Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan. (15).

(Luqman berkata,) “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan menghadirkannya (untuk diberi balasan). Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Teliti.(16).

Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan. (17),

Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri. (18).

Dan Terakhir adalah membangkitkan harapan yang mencerahkan kepada peserta didik.

Oleh: Dr Didiek Ahmad Supadie MM, Sekretaris Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Disampaikan Dalam Pelatihan Budaya Akademik Islami bagi Dosen dan Tendik

Categories
Uncategorized

Teliti Stem Cells Dosen Kedokteran Unissula Raih Gelar Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Unissula dr Eko Setiawan berhasil meraih gelar doktor dari Prodi Ilmu Kedokteran S3 UNS. Ia berhasil lulus dalam ujian promosi doktor (21/6/2023). Disertasi yang diujikan berjudul pengaruh Mesenchymal Stem Cells (MSCs) terhadap penyembuhan luka tikus wistar model perforasi duodenum. Para penguji yakni Prof Dr Ahmad Yunus, Prof Dr Reviono, Prof Dr Soetrisno, Prof Dr Bambang Purwanto, Brian Wasita PhD, Dr Agung Putra, Dr Risya Cilmiaty, Dr Eti Poncorini Pamungkasari, dan Dr Adi Muradi Muhar.

Penelitian tentang stem cells menjadi salah satu penelitian yang urgen di dunia kedokteran. Latar belakang penelitiannya yakni perforasi duodenum merupakan salah satu kegawatan bedah gastrointestinal dengan morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (kematian) tinggi. MSCs dapat memperbaiki penyembuhan luka dengan mensekresi sejumlah growth factors dan sitokin antiinflamasi.

Tujuan penelitiannya adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh MSCs terhadap penyembuhan luka perforasi duodenum. Metodenya MSCs diisolasi dari umbilical cord tikus dan disuntikkan ke daerah luka perforasi duodenum dengan dosis 1,5 x 106 untuk kelompok perlakuan 1 dan 3 x 106 untuk kelompok perlakuan 2.

Kelompok kontrol adalah tikus perforasi duodenum yang diinjeksi lokal normal saline. Ekspresi TGF-β, VEGF, dan IL-6 diukur dengan western blot, densitas mikrovaskuler diperiksa dengan imunohistokimia, sedangkan kolagen, fibroblas, derajat inflamasi, dan skor penyembuhan luka diperiksa menggunakan pemeriksaan histopatologi. Semua pemeriksaan dinilai pada hari ke-3 dan hari ke-7. Data dianalis dengan SPSS 25.0 dengan nilai signifikan p<0,05.

Kesimpulannya yakni pemberian MSCs dapat memperbaiki proses proliferasi dan angiogenesis, serta menurunkan proses inflamasi pada perforasi duodenum.

Categories
Uncategorized

Dosen Kedokteran Unissula Raih Gelar Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Kedokteran Unissula dr Yani Istadi MMed Ed berhasil meraih gelar doktor. Ia mempresentasikan disertasinya di depan para penguji dalam ujian terbuka promosi doktor di Unnes (9/6/2023).

Disertasinya berjudul model determinan performa akademik mahasiswa program profesi dokter dalam uji kompetensi di wilayah Semarang. Menurutnya uji kompetensi dokter merupakan gambaran dari performa akademik mahasiswa program profesi dokter.

Fakta yang ada sekarang, ditemukannya masalah performa akademik mahasiswa pendidikan profesi dokter yang uji kompetensi masih rendah. “Oleh karena itu perlu diteliti sebuah model determinan/faktor-faktor prediksi yang nantinya dapat memecahkan masalah kelulusan uji kompetensi”, ungkap Yani.

Hasil penelitian didapatkan bahwa performa akademik dapat ditingkatkan melalui pengaruh langsung dari kapabilitas penalaran klinik dan pengaruh tidak langsung dari keterlibatan siswa melalui kapabilitas penalaran klinis.

Para penguji antara lain Prof Dr S Martono, Prof Dr Fathur Rokhman, Prof Dr Widodo, Prof Dr Arief Yulianto, Prof Dr Suwito Eko Pramono, Dr Sungkowo Edy Mulyono, Prof Dr dr Mahalul Azam, dan Prof Dr Tri Joko Raharjo.

Categories
Uncategorized

Berprestasi Nasional Lima Tim Mahasiswa Unissula Terima Hibah Wirausaha

HEADLINEtoday.id Lima tim mahasiswa Unissula berhasil mendapat hibah program pembinaan mahasiswa wirausaha (P2MW) 2023. Tim pertama terdiri dari Lu’lu’ul Mu’awanah, Adelia Putri, Faiza Oktafiana, Nida’ Khoirunnisa’ dan Dhiemas Roro. Nama usahanya Lutik.Art dengan dosen pembimbing Dr M Abdul Basir.

Tim dua terdiri dari Surya Ari, Afnan Muwaffaq Nita Zulfi Dan delta Fitri. Nama usaha Fashiom neo medieval akulturasi Islami di era modern. Dosen pembimbing Zamroni SPsi MPsi. Tim tiga terdiri dari Andre B Setyawan, Fitria Prasetyaningsih, Saharana Triksi, dan Muhammad Faridz. Dosen pembimbingnya Dr Evi Chamalah.

Tim empat terdiri dari Kholilul Rohman, Setyo Wuri, Dimas Hengki, Sabar Kuswanto, dan Ramadhan Dwi. Dosen pembimbingnya Yunita Sari SPd MPd. Tim lima terdiri dari Safiradinda, Ananda Feri, Tika R Jannah, dan Hildan Mulyo. Dosen pembimbingnya yakni Bagus Satriyo Waluyo Poetra SKom MCs.

Categories
Uncategorized

RSIGM SA Helat Hospital Tour dan Operasi Bibir Sumbing

HEADLINEtoday.id Rumah Sakit Islam Gigi Mulut Sultan Agung (RSIGM SA) sedang mempersiapkan sertifikasi menuju RS Syari’ah. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Direktur RSIGM-SA Kusuma Arbianti. “Insya Allah RSIGM Sultan Agung akan menjadi rumah sakit khusus gigi mulut yang tersertifiaksi syari’ah pertama kali di Indonesia”, ungkapnya (20/6/2023). RSIGM SA merupakan rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Unissula yang juga membuka pelayanan Kesehatan gigi bagi masyarakat umum.

Lebih lanjut ia menjelaskan saat ini RSIGM SA di usianya yang ke 11 tahun sudah banyak berprestasi. Prestasi tersebut antara lain telah terakreditasi paripurna. Sebagai salah satu wujud kesyukurannya, pada rangkaian Semarak Milad tahun ini, RSIGM- SA memperbanyak program pengabdian kepada masyarakat.

Pengabdian yang dilaksanakan antara lain dental hospital tour serta bakti sosial operasi bibir sumbing gratis. Dental hospital tour diikuti oleh TK Islam Permatasari dan PAUD Ki Ageng Selo Semarang. Selain mendapatkan edukasi seputar kesehatan gigi dan mulut siswa juga dikenalkan sedini mungkin terhadap lingkungan dokter gigi. Tujuannya untuk mengurangi rasa takut periksa ke dokter gigi, sekaligus mendapatkan perawatan pencegahan gigi berlubang.

“Kami ingin memperkenalkan RSIGM-SA kepada masyarakat Semarang pada khususnya, sehingga layanan kami dapat dirasakan manfaatnya secara luas. Selain itu, kami juga berharap untuk bisa ambil bagian dalam program pemerintah untuk mengurangi angka kejadian gigi berlubang, sejak usia dini”, kata Kusuma Arbianti.

Acara lainnya menyelenggarakan talkshow seputar kesehatan gigi anak, serta membuka booth pemeriksaan gula darah serta konsultasi gigi dan mulut gratis, bagi pengunjung. Adapun acara bakti sosial operasi bibir sumbing akan dilaksanakan 23-25 Juni mendatang.

Categories
Uncategorized

Dosen dan Tenaga Kependidikan Harus Menjadi Teladan dalam Birrul Walidain

HEADLINEtoday.id Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) Unissula menyelenggarakan pelatihan Budaya Akademik Islami pada Selasa (20/6/2023). Pelatihan yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan tersebut dihelat di Biro Rektor Unissula.

Hadir sebagai narasumber Rektor Prof Dr Gunarto SH MH, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, dan Sekretaris Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Dr Didiek Ahmad Supadie MM.

Prof Gunarto menyampaikan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. “Ayah dan Ibu adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita. Ibu yang mengandung, melahirkan dan merawat anak anaknya. Tidak sedikit ibu yang meninggal saat melahirkan anaknya. Oleh karenanya kita sebagai anak memiliki tanggung jawab untuk memuliakan orang tua kita”, ungkapnya.

Namun demikian masih banyak anak yang belum berbakti pada kedua orang tuanya. “Kita belum banyak mengimplementasikan bahwa orang tua kita betul betul sampai ridho kepada kita. Padahal jika mereka ridho itu akan menjadi sebab turunnya ridho Allah pada kita sebagai anaknya” ungkapnya.

Selain itu Prof Gunarto juga meminta dosen dan tenaga kependidikan harus menjadi teladan dalam mengimpelemtasikan birrul walidain dan takrimul aulad. Selain mengimplementasikan birrul walidain dan takrimul aulad para dosen dan tenaga kependidikan untuk menjaga kebersihan hati dan mengintegrasikan sains dan ilmu agama.

Categories
Uncategorized

Kunjungi Kementerian Parekraf Mahasiswa Komunikasi Unissula Pelajari Branding Wonderful Indonesia

HEADLINEtoday.id Mahasiswa harus banyak belajar di lapangan dan bertanya langsung dengan pakarnya. Demikian disampaikan oleh Kepala Prodi (S1) Ilmu Komunikasi Unissula Urip Mulyadi SIKom MIKom. “Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unissula harus bisa menimba ilmu dan pengalaman dari para pakar di bidangnya. Salah satunya dengan memanfaatkan kegiatan seperti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) “ungkapnya (20/6/2023).

Dirinya melanjutkan salah satu KKL yang terbaru yakni berkunjung ke Biro Komunikasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Biro Komunikasi) dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2023.  Mereka diterima oleh Kepala Biro Komunikasi I Gusti Ayu Dewi Hendriyani bertempat di Ruang Balairung Kemenparekraf RI Jakarta.

I Gusti Ayu menyampaikan beberapa tugas dan sasaran di Biro Komunikasi diantaranya meninkatkan kualitas reformasi birokrasi Kementerian Parekraf terkait tugas dan fungsi komunikasi. Selain itu juga bagaimana membangun citra positif di media cetak dan elektronik nasional dan internasional.  Hal lain yang tak kalah penting yakni mewujudkan keterbukaan informasi publik

Lebih jauh ia mengajak mahasiswa untuk sama-sama mencintai dan bangga dengan keunggulan potensi wisata negeri sendiri. Menurutnya Indonesia punya kekayaan budaya, pesona alam juga kuliner.  “Branding Wonderful Indonesia agar terus digaungkan. Wonderful Indonesia sendiri merupakan janji pariwisata Indonesia kepada dunia”, ungkapnya.

Dirinya lebih jauh menjelaskan bahwa secara filosofis mengapa disebut wonderful “Karena Indonesia memang merupakan negeri yang menakjubkan baik manusia maupun alamnya. Sehingga dapat memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut 128 mahasiswa Komunikasi Unissula Angkatan 2020 terlibat aktif dalam diskusi dan menyampaikan pendapat mereka tentang branding dan potensi wisata di Indonesia.

Turut hadir mendampingi mahasiswa antara lain Dekan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi Trimanah SSos MSi dan Dannia Ayu Martina SIKom MIKom. Pendamping lainnya yakni Sukma Putrawan SE dan Heru Fajar Riyanto.

Categories
Uncategorized

KESOMBONGAN IBLIS

HEADLINEtoday.id Iblis tercipta dari api, sementara Nabi Adam as dari tanah. Begitu selesai menciptakan Adam, Allah segera memerintahkan malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada manusia pertama sebagai wujud hormatnya. Tetapi Iblis terlalu sombong. Dirinya yang tercipta dari api, merasa lebih mulia dari Adam yang hanya tercipta dari tanah. Peristiwa penciptaan Nabi Adam as dan perintah sujud kepada malaikat dan Iblis telah Allah kisahkan dalam Al-Qur’an:

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kalian kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS al-Baqarah: 34).

Alasan Kesombongan Iblis Menolak Sujud kepada Adam. Dalam penciptaannya, Iblis terbuat dari unsur api, sementara Nabi Adam as tercipta dari tanah. Menurut Iblis, unsur api lebih mulia daripada tanah. Ia berkesimpulan, dirinya lebih mulia daripada Adam. Bagaimana mungkin makhluk yang lebih mulia harus sujud hormat epada makhluk yang lebih rendah? Bukankah terbalik? Pikir Iblis. Kesombongan Iblis diabadikan dalam Al-Qur’an:

 قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسۡجُدَ إِذۡ أَمَرۡتُكَۖ قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ  

Artinya: “Allah berfirman: ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab: ‘Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan  dia Engkau ciptakan dari tanah’.” (QS Al-A’raf: 12).

Apa sebenarnya yang membuat Iblis sombong dan berpikir bahwa unsur api lebih mulia dari tanah? 

Imam Fakhruddin ar-Razi (wafat 925 M) dalam Mafâtîhul Ghaib menjelaskan, alasan yang membuat Iblis berargumen demikian adalah api merupakan elemen bercahaya, selalu berada di atas, halus, panas, kering, dan identik dengan benda-benda langit yang juga posisinya berada di angkasa. Sebaliknya, tanah adalah elemen berwarna gelap, berada di bawah, kasar, lembab, dan jauh dari benda-benda langit.

Selain itu, api juga memiliki kekuatan panas yang menjadi simbol kehidupan. Sementara tanah yang lembab dan basah lebih identik dengan kematian. Jelas, kehidupan lebih mulia dari kematian. Dengan alasan ini Iblis berkesimpulan, jika bahan pembuatnya (api) saja lebih unggul, maka produknya (iblis) pun demikian. (Ar-Razi, Mafâtîhul Ghaib, [Beirut, Dârul Fikr: 1981], juz XIV, halaman 36).

Kesombongan Iblis yang mengklaim dirinya lebih mulia dengan memandang unsur api adalah klaim sepihak yang tidak bisa dibenarkan. Mengapa demikian?

Pada dasarnya, ‘kemuliaan’ adalah anugerah Allah swt, tidak memandang unsur pembuatnya. Bukan berarti api sebagai yang unsur lebih unggul dari tanah, kemudian iblis yang tercipta darinya juga lebih mulia. Sementara Adam yang tercipta dari tanah sebaliknya. Realitanya, tidak sedikit orang beriman lahir dari rahim ibu yang tidak beriman. Atau sebaliknya, orang yang akhirnya tidak beriman lahir dari rahim ibu yang beriman. 

Begitupun Iblis, bukan berarti karena ia tercipta dari unsur mulia lantas lebih mulia dari Adam yang tercipta dari unsur lebih rendah. Allah telah menganurgerahkan kemuliaan kepada Adam. Karena itu, Iblis diperintahkan untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan. (Ar-Razi, Mafâtîhul Ghaib, juz XIV, halaman 36).

Sementara Imam Ibnu Katsir menjelaskan, sebenarnya dari kualitas unsur pembuatnya, sudah lebih unggul Nabi Adam as daripada Iblis. Karakter tanah adalah lembut, lebih agung, dan tenang. Tanah juga tempat tanaman tumbuh dan berkembang. Sementara api memiliki karakter membakar dan gegabah. Pendek kata, tanah memiliki karakter positif, sementara api negatif. Jelas, tanah lebih unggul. (Ibnu Katsir, Tafsîrul Qur’ânil ‘Adzîm, [Riyadh: Daru Thaibah, 1999], juz III, halaman 393).

Akibat kesombongan, Iblis pun diusir dari surga. Terkait hal ini, Allah berfirman:

   قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ  

Artinya: “Allah berfirman: ‘Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya; maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS Al-A’raf: 13).

Hikmah Kesombongan Iblis Dari kesombongan Iblis di atas kita bisa mengambil beberapa hikmah dan pelajaran, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, bahaya sifat sombong. Sudah dijelaskan di atas, kesombongan Iblis membuatnya membangkang dari perintah Allah swt untuk hormat kepada Adam. Akhirnya nanti, Adam dan Hawa juga berbuat dosa karena menerjang larangan Allah dengan memakan buah Khuldi. Tetapi, bila dosa Adam dan Hawa diampuni, sementara Iblis tidak. Kesombongan Iblis membuatnya enggan mengakui dosanya, berbeda dengan Adam dan Hawa. Karena itu, terkait bahaya sifat sombong, Nabi saw bersabda:

 لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ (رواه مسلم)

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” (HR Muslim)

Menurut Ibnu Katsir, dalam catatan sejarah, dosa pertama yang diperbuat oleh makhluk Allah adalah kesombongan, yaitu kesombongan Iblis tersebut. (Ibnu Katsir, Tafsîr, juz I, halaman 139).

Kedua, orang tidak boleh berhujah dengan qiyâs (analogi) bila bertentangan dengan nash Al-Qur’an dan hadits. Mulanya Iblis menganalogikan dirinya dengan unsur penciptaannya (api). Menurutnya, jika api lebih mulia daripada tanah yang menjadi bahan penciptaan Adam, maka hasil ciptaannya pun juga demikian, Iblis lebih mulia dari Adam. Karena lebih mulia, maka ia membangkang nash perintah Allah untuk sujud kepada Adam. 

Hujah Iblis yang berdasarkan qiyâs tidak bisa dibenarkan, karena bertentangan dengan nash, yaitu firman Allah yang menyuruhnya sujud. Dalam diskursus Ushul Fiqih, kekuatan nash jauh lebih unggul dibandingkan akal, sehingga nash tidak boleh disanggah dengan dalil nalar, termasuk qiyâs.

Berangkat dari hal ini, ar-Razi mengutip ucapan al-Wahidi dalam kitab al-Basîth berdasar riwayat Ibnu ‘Abbas, “Seharusnya, Iblis menaati perintah Allah, daripada berargumen dengan analogi cacatnya. Karena itu, Iblis dinilai sebagai makhluk yang pertama kali beranalogi (untuk membantah nash). Barangsiapa melanggar perintah agama berdasar analogi nalarnya, kelak ia akan bersama Iblis.” Wallâhu a’lam. (Ar-Razi, Mafâtîhul Ghaib, juz XIV, halaman 36).

Oleh: Al Habib Sholeh bin Muhammad Al Jufri (Khutbah Jum’at Masjid Abu Bakar Assegaff Kampus Unissula)

Categories
Uncategorized

Kisah Inspiratif Mahasiswa Komunikasi Unissula Penerima Beasiswa KIP K

HEADLINEtoday.id Namaku Shita Chetrin Lavesia. Tapi teman-teman SMA sering memanggilku dengan sebutan bocil alias bocah cilik. Sebutan itu tercetus karena memang postur tubuhku yang kecil. Aku anak pertama dari pasangan ayah dan ibu yang sangat memanjakan anaknya. Tentu saja keberuntungan itu tak kunikmati sendirian. Bersama adikku yang terpaut usia tujuh tahun, aku saling berbagi keberuntungan memiliki orang tua seperti mereka.

Ayahku bernama Damin dan ibuku Damayanti. Namanya terdengar sangat serasi bukan? Ya tentu. Dengan segala keterbatasan yang  dimiliki, mereka berdua berhasil menjadi orang tua yang hebat bagi anak anaknya. Menjadi orang tua yang hangat, pengertian, dan selalu berusaha menjadi teman anak- anaknya. Dari kelas lima SD aku memang tidak tinggal dengan kedua orang tuaku. Ayah dan ibu tinggal di Kota Cepu di tempat mereka bekerja. Sedangkan aku tinggal di Pati bersama kakek dan nenekku. Namun, hal tersebut tidak membuat diriku merasa kekurangan kasih sayang. Ayah dan ibu selalu yang terbaik untuk diriku.

Namun sayang, keberuntungan yang ada dalam diriku tak berlangsung lama. Di usiaku yang baru saja menginjak 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP kelas tiga, ayahku pergi meninggalkan keluarga kami untuk selamanya. Tepat dua hari setelah hari ulang tahunku. Kejadian itu menjadi momok mengerikan yang tejadi di dalam hidupku. Mungkin bukan hanya di hidupku, melainkan di hidup keluargaku.

Ibuku yang sehari-harinya hanya menjadi ibu rumah tangga, harus mulai bekerja karena hidup harus terus berlanjut. Namun itu tak berlangsung lama. Ketika adikku duduk di bangku kelas dua SD, mereka pulang ke Pati untuk tinggal kembali bersamaku.

Seolah tak ada habisnya, kemalangan kembali menimpa keluarga kami. Bak sepasang merpati yang tak bisa saling meninggalkan, ibuku dipanggil Allah Sang Maha Pencipta menyusul ayahku. Tepat beberapa hari setelah ulang tahun kesepuluh adikku. Saat itu aku sedang duduk di bangku SMA kelas tiga. Lagi-lagi di bangku kelas tiga. Kejadian itu membuatku terpukul.

Kesedihan nampaknya belum benar benar pergi dari hidupku. Ketika tiba saatnya pengumuman SNMPTN, ternyata aku tidak diterima di universitas pilihanku. Namun hal tersebut tidak membuat diriku putus asa. Aku kembali mencoba peruntungan untuk mengikuti UTBK, namun akhirnya gagal juga. Dan ketika pengumuman tersebut, aku mendapatkan pesan Whatsapp dari Unissula. Dalam e-brosur tersebut tertera kuliah gratis hingga akhir dengan menggunakan KIP-Kuliah.

Aku yang tahu persis bagaimana kondisi keluargaku segera memanfaatkan peluaang tersebut. Dan mungkin memang sudah takdirnya, aku diterima di Universita Islam Sultan Agung Semarang program studi S1 Ilmu Komunikasi. Sungguh benar kata pepatah saat Allah menutup sebuah pintu untuk kita. Disaat yang bersamaan Allah SWT juga membuka banyak jalan yang lebih baik untuk hamba hambanya yang masih memiliki keyakinan dan tidak mudah putus asa. Tuhanku yang Maha Pengasih juga menjanjikan dalam firmannya yang agung dalam surat Al Insyirah ayat 6 “Karena Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”.

Di Prodi Ilmu Komunikasi Unissula aku belajar banyak hal dan juga mendapati banyak teman baik. Begitu juga dengan atmospir pendidikan dan lingkungannya yang baik. Aku berdoa kepada Allah SWT semoga pilihan kuliah di Unissula ini bisa menjadi awal yang baik untuk meretas cita cita dan masa depanku.

Banyak sekali orang yang ragu dan meremehkan diriku. Dengan latar belakang keluarga seperti itu, mereka mungkin ragu bagaimana mungkin aku bisa menempuh bangku perkuliahan. Sekarang, inilah diriku. Aku akan terus maju dengan bukti dan prestasi.

*Kisah Inspiratif ini ditulis oleh Shita Chetrin Lavesia, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unissula