Categories
Uncategorized

Teladan Kesabaran Dari Nabi Ismail

HEADLINEtoday.id Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai putra, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis salam yang kelak juga diangkat menjadi nabi.

Perjalanan bersama keluarga terus berkelanjutan. Begitupun dengan Ismail kecil. Semakin lama bersama sang ayah, umurnya semakin hari semakin bertambah. Saat Nabi Ibrahim begitu sayang kepadanya, ternyata dalam tidurnya ia bermimpi menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya itu. Saat itu, Nabi Ismail sudah bisa membantu ayahnya dalam setiap pekerjaan-pekerjaannya. Ia sudah tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab.

Menurut sebagian pendapat, ketika Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi tersebut, Nabi Ismail sedang berumur tujuh tahun, ada juga yang mengatakan berumur tiga belas tahun, sebagaimana yang dijelaskan Syekh Wahbah Zuhaili dalam Kitab Tafsir Al-Munir.

Nabi Ibrahim sangat bingung menyikapi mimpinya. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari. Nabi Ibrahim merenunginya beberapa kali dan memohon kepada Allah  untuk memberi petunjuk yang benar kepada-Nya. Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga. Setelah mimpinya yang ketiga, barulah Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan.

Setelah itu, Nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya pada anak semata wayangnya. Dalam Al-Qur’an Allah  mengisahkan cerita itu, yaitu:

 فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى

Artinya, “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’” (Surat As-Saffat ayat 102).

Mendengar pernyataan dan pertanyaan ayahnya, dengan tegas dan tenang Nabi Ismail menjawab,

 قَالَ ياأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya, “Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (Surat As-Saffat ayat 102).

Sebagai sosok yang sangat  taat pada perintah Allah, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimas salam melakukan apa yang telah menjadi ketetapan bagi keduanya. Dengan hati yang sedih dan raut wajah yang dipenuhi linangan air mata, semuanya harus mereka ikhlaskan demi memenuhi perintah-Nya, bahkan Nabi Ibrahim harus mengurbankan anaknya sendiri, disembelih di hadapannya dan dilakukan dirinya sendiri. Namun, semua itu mereka lakukan sebagai manifestasi bahwa seorang hamba haruslah mengikuti semua perintah Tuhan-Nya. Kejadian itu juga merupakan contoh keteladanan luar biasa yang harus dilakukan oleh umat Islam setelahnya, bahwa tidak ada yang lebih mulia selain mengikuti perintah-Nya, dan tidak ada kenikmatan yang lebih sempurna selain menjalankan semua kewajiban-Nya.

Setelah keduanya sepakat untuk melakukan penyembelihan itu, Nabi Ibrahim membawa putranya, Nabi Ismail ke Mina dan membaringkannya di atas pelipisnya. Saat-saat penuh kesedihan itu, Nabi Ismail lantas mengatakan pada ayahnya dengan penuh keikhlasan, yaitu:

 يا أبت اشدد رباطى حتى لا اضطرب، واكفف عنى ثيابك حتى لا يتناثر عليها شئ من دمى فتراه أمى فتحزن، وأسرع مرّ السكين على حلقى ليكون أهون للموت على، فإذا أتيت أمى فاقرأ عليها السلام منى

Artinya, “Wahai ayahku! Kencangkanlah ikatanku agar aku tidak lagi bergerak, singsingkanlah bajumu agar darahku tidak mengotori, dan (jika nanti) ibu melihat bercak darah itu niscaya ia akan bersedih, percepatlah gerakan pisau itu dari leherku, agar terasa lebih ringan bagiku karena sungguh kematian itu sangat dahsyat. Apabila engkau telah kembali maka sampaikanlah salam (kasih)ku kepadanya.” (Syekh Muhammad Sayyid Ath-Thanthawi, Tafsir Al-Wasith, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M], halaman 3582).

Setelah mendengar ucapan anaknya yang sangat baik dan taat, dengan dipenuhi perasaan sedih dan linangan air mata, Nabi Ibrahim sebagai ayah darinya menjawab:

 نعم العون أنت يا بُني على أمر الله

Artinya, “Sungguh, sebaik-baiknya pertolongan adalah engkau wahai anakku dalam menjalankan perintah Allah,” (Imam Fakhruddin Ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, [Beirut, Darul Kutub: 2000 M], juz XXVI, halaman 138).

Setelah perbincangan antara keduanya sudah selesai, meledaklah tangisan mereka. Nabi Ibrahim tidak bisa menahan air matanya untuk tidak mengalir. Di satu sisi, ia harus melaksanakan perintah-Nya. Di sisi yang lain, ia sangat sayang pada anaknya. Namun, sebagai seorang yang taat akan perintah-Nya, Nabi Ibrahim harus merelakan anaknya untuk dijadikan kurban saat itu. Begitupun dengan Nabi Ismail, ia masih tidak ingin berpisah dengan ayah dan ibunya. Namun adanya perintah Allah harus lebih ia kedepankan dari yang lainnya.

Nabi Ibrahim melakukan apa yang telah disampaikan putranya. Kemudian Nabi Ibrahim menciumnya dengan penuh kasih sayang dan linangan air mata, dan akhirnya mengambil pisau untuk menyembelihnya. Setelah pisau sudah ada di tangannya, ia meletakkan pisau tajam itu ke leher Nabi Ismail, namun keajaiban datang dari Allah. Pisau itu ternyata sama sekali tidak melukai Nabi Ismail. Beberapa kali Nabi Ibrahim mengulanginya, namun tetap sebagaimana semula. Jangankan melukai, bahkan pisau itu tidak memberi bekas apa pun pada anak semata wayangnya itu. Nabi Ismail mengatakan pada ayahnya:

 يا أبتِ كبّني لوجهي على جبيني، فإنّك إذا نظرت في وجهي رحمتني، وأدركتك رقّة تحول بينك وبين أمر الله وأنا لا أنظر إلى الشفرة فأجزع

Artinya, “Wahai ayahku! Palingkanlah wajahku hingga tak terlihat olehmu! Karena sungguh, jika melihat wajahku, engkau akan selalu merasa iba. Perasaan iba itu dapat menghalangi kita untuk melaksanakan perintah Allah. Apalagi di depan mataku terlihat kilatan pisau yang sangat tajam, tentu membuatku ketakutan.” (Syekh Abu Ishaq bin Ibrahim Ats-Tsa’labi, Tafsir Ats-Tsa’labi, [Beirut, Darul Ihya’: 2002 M], halaman 1901).

Lagi-lagi sosok Nabi Ismail sangat berperan dalam menjalankan perintah Allah ketika perintah yang harus dilakukannya merupakan perintah tidak bisa diterima oleh akal. Kemudian, Nabi Ibrahim kembali menuruti permintaan anaknya. Namun, yang terjadi masih saja seperti semula, pisaunya yang sangat tajam tetap tidak bisa melukai Nabi Ismail. Berbagai pertanyaan muncul saat itu, di mana pisau yang sangat tajam, bahkan bisa membelah batu yang begitu keras tidak bisa melukai leher Nabi Ismail yang begitu halus dan lembut. Saat itulah Allah menurunkan firman-Nya, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan itu. Dalam Al-Qur’an disebutkan,

 وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ.

Artinya, “Lalu Kami panggil dia, ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (Surat As-Saffat ayat 104-108).

Seperti itulah kisah heroik, histeris, dan sangat dramatis yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihimas salam. Ketika keimanan dan keyakinan sudah melekat dalam jiwa, ia mampu mengalahkan segala kemauan yang bersifat rasionalitas. Meski rasio tidak menerima akan tindakan seorang ayah untuk menyembelih anaknya, namun keimanan lebih ia kedepankan dari semuanya.

Setelah semua skenario itu selesai, sangat tampak kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh karenanya Allah  tidak menghendaki penyembelihan itu terjadi, bahkan melarangnya dan mengganti kurbannya dengan seekor kambing.

Menurut Syekh Jalaluddin Al-Mahalli dalam Kitab Tafsir Al-Qur’an al-Karim, kambing yang digunakan sebagai ganti dari penyembelihan tersebut merupakan sembelihan yang agung (dzibhul azhim), karena sebenarnya, kambing itu merupakan kurban Habil yang diangkat ke langit, saat Allah memerintahkannya untuk melaksanakan kurban, lalu digembalakan di surga untuk waktu yang sangat lama.

Oleh: Sukijan AthoillahSPdI MPd (Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) Unissula). Dalam Khutbah Jum’at Masjid Abu Bakar Assegaf

Categories
Uncategorized

Singkirlkan 843 Kontestan Mahasiswa Unissula Lolos Olimpiade Nasional

HEADLINEtoday.id Muhammad Diaz Nur Farizki mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula lolos olimpiade nasional. Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) diselenggarakan oleh Kemendikbudristek tahun 2023. Berlaga di bidang Fisika, Diaz menyingkirkan 843 peserta dari seluruh daerah Indonesia.

Dirinya mengaku ini bukan kali pertama mengikuti olimpiade. “Sebelumnya saya sudah pernah mengikuti ONMIPA bidang fisika ini pada tahun kemarin namun sayangnya tahun kemarin saya tidak lolos. Jadi, pada tahun ini saya mencoba lagi dan alhamdulilah saya tidak menyangka bisa lolos,” jelasnya, Selasa (13/6/2023).

Menurut mahasiswa semester empat tersebut kurangnya persiapan dan pengalaman menjadi faktor kegagalannya tahun lalu. “Sehingga dengan begitu saya ubah motivasi saya yaitu menjadi lebih baik lagi setiap harinya. Dengan mengubah kebiasaan saya menjadi lebih baik dan daripada saya fokus ke hasil yang akan saya dapatkan yang mana itu di luar kontrol saya. Saya lebih fokus pada proses yang saya bisa usahakan meski progresnya hanya sedikit,” ungkap pemuda kelahiran Purwakarta Jawa Barat itu.

Dirinya mengaku keikutsertaannya di ONMIPA karena relevan dengan bidang yang dikuasai.  “Kebetulan fisika ini bidang yang saya kuasai. Di jurusan saya banyak berkecimpung dengan masalah fisika dan menggambarkannya dalam model matematika,” jelasnya.

Untuk menyiapkan ajang nasional ini Diaz mengaku lebih giat untuk mendalami materi-materi fisika yang akan dilombakan. “Pada lomba nasional ini, saya akan lebih menyiapkan lagi dan juga akan lebih memahami dan mendalami materi-materi fisika yang akan dilombakan dengan referensi-referensi yang sudah saya dapatkan dan mendalami baik baik materi mengenai fisika murni,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Prof Arttini Guru Besar Baru FTI Unissula

HEADLINEtoday.id Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula Dr Sri Arttini Dwi Prasetyowati MSi resmi dikukuhkan sebagai profesor dalam rapat senat terbuka di kampus Unissula (Selasa (13/6/2023). Ia mendapatkan gelar guru besar dibidang teknik elektro. Hingga saat ini penyandang gelar profesor teknik elektro termasuk masih langka karena di lingkup PTN PTS di Jawa Tengah baru ada dua dosen yang berhasil meraihnya.

Perempuan kelahiran Yogyakarta 20 Februari 1965 tersebut mengawali kariernya sebagai dosen tahun 1995. Sebagai dosen muda ketika itu Ia punya banyak harapan mulia salah satunya yaitu agar talenta talenta hebat mahasiswa Unissula bisa go internasional.

Tahun 2011 ia dipercaya oleh Rektor Prof Laode menjadi koordinator Program Dual Degree agar para mahasiswa Unissula bisa kuliah ganda yaitu kuliah di Unissula dan di luar negeri. Setahun berselang program tersebut berhasil mengantarkan 11 mahasiswa Unissula kuliah di Myongji College Korea dengan pendanaan dari Beasiswa Antam. Alhamdulillah tradisi mahasiswa Unissula go internasional tersebut hingga kini terus tumbuh dan semakin berkembang.

Saat ini Prof Arttini dipercaya Oleh Rektor Prof Dr Haji Gunarto SH MH menjabat sebagai Ketua Program Magister Teknik Elektro. Sebelumnya ia juga pernah menduduki jabatan strategis lainnya seperti Wakil Dekan II, Sekretaris Prodi MTE dan Dekan FTI dua periode. Di era kepemimpinannya sebagai dekan banyak prestasi nasional dan internasional yang berhasil diraih para mahasiswanya antara lain tim robotik mahasiswa FTI Unissula menjuarai Kontes Robotik Nasional tahun 2015.

Prestasi tersebut membuat tim robotik Unissula dipercaya Dikti sebagai delegasi resmi Indonesia di kompetisi robotik di Amerika serikat tahun 2016. Tim Robotik Unissula tampil solid dan meraih juara umum dengan mengalahkan tim kuat seperti China, Israel, dan Amerika. Selain prestasi robotik ia juga berhasil mendorong mahasiswa FTI membuat penelitian mobil listrik.

Perjalanan yang ia lakukan ke banyak negara maju telah menginspirasinya membuat berbagai penelitian yang kemudian berhasil ia publikasikan di jurnal nasional dan internasional. Salah satu penelitiannya bahkan berhasil mendapat hak paten dari Kemenkumham yaitu alat peredam bising. Sejak 2015 ia sukses menghasilkan 2 paten, 2 buku, 7 jurnal internasional bereputasi, delapan jurnal internasional, 4 jurnal terakreditasi sinta dua, 12 prosiding internasional, serta reviewer di jurnal internasional bereputasi.

Ia juga berhasil membuat program pengabdian masyarakat aplikatif salah satunya yang sedang dalam proses membuat alat untuk mengatasi dampak buruk asap yang dihasilkan dari cerobong pengasapan ikan di Kendal.

Prestasinya yang cemerlang tidak didapat dengan mudah. Karena ternyata ia mengawali kariernya di Unissula dari bawah dengan menjadi karyawan dibagian puskom pada tahun 1993. Ia ditugasi menjadi programmer dan menghandel sistem informasi penerimaan mahasiswa baru. Sebuah pekerjaan yang menuntut integritas tinggi karena memegang data semua mahasiswa baru Unissula.

Kejujuran dan kedisiplinan yang dibiasakan sejak kecil dari ayahnya dokter Haji Ahmad Soenardi Spesialis Mata dan Ibunya Dumi Herniyah berhasil menjadikannya pribadi yang konsisten menjaga amanah.

Alumni S1, S2, dan S3 UGM tersebut merasa beruntung karena dalam mewujudkan berbagai cita citanya senantiasa didukung oleh pimpinan, rekan kerja, keluarga dan terutama sang suami tercinta, Drs Haji Lilik Wijoroso. Sosok suami sekaligus imam yang mengayomi, membimbing dengan penuh kesabaran.

Meskipun dalam kesehariannya sibuk dalam area mengajar yang serius seperti kalkulus Ibu dari Rahmawan Bagus Pratama ST, Ridha Dwi Nur Aditama ST MT dan Alyawan Satrio Wibisana tersebut ternyata memiliki sisi seni yang tinggi karena pernah menjuarai kompetisi piano.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya mengharapkan profesor baru Unissula untuk terus mengawal visi dan misi Unissula melalui karya nyata. “Selamat kami ucapkan kepada Prof Dr Arttini Dwi Prasetyowati MSi beserta keluarga yang pada hari ini menerima anugerah yang sangat besar dikukuhkan sebagai profesor baru bidang teknik eletro. Teruslah berkarya menjadi profesor bidang elektro yang menginegrasikan ilmu elektro dengan ilmu agama”, ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Gunarto meminta agar sebagai seorang dosen bisa menjadi teladan dalam berbakti kepada orang tuanya. Seorang guru besar harus memuliakan anak cucunya memuliakan juga mahasiswanya. Mahasiswa di unissula juga harus memuliakan dosennya. Takrimul aulad harus seimbang dengan birrul walidain. “Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan keluarga Prof Arttini yang sangat rukun dan kompak menandakan jalinan kekeluargaan yang harmonis. Semoga guru besar baru juga bisa menjadi teladan birrul walidain bagi putra putranya juga bagi para mahasiswanya”, pungkas Prof Gunarto.

Sementara itu Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH dalam sambutannya menyampaiakan apresiasi atas capaian guru besar baru. “Atas nama Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Pendidikan Tinggi kami mengucapakan selamat capaian gelar guru besar baru”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa menjadi profesor adalah tugas setiap dosen. “Dosen harus mengejar target setinggi tingginya yakni menjadi guru besar. Karena hal itu merupakan salah satu cara yang bisa memaksimalkan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat”, pungkasnya.

Adapun Prof Arttini dalam orasinya menyampaikan judul penggunaan hybrid FLC-LMS algorithm dalam pengembangan alat untuk menangani masalah perairan di Indonesia.

Categories
Uncategorized

Keperawatan Unissula Kolaborasi Riset dengan Universitas Malaya

HEADLINEtoday.id Sebanyak 12 dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula sedang berada di Universitas Malaya Malaysia (12/6/2023). Mereka mempresentasikan hasil riset yang merupakan program proyek inovasi bidang riset keperawatan.

Hasil riset yang dikembangkan adalah tentang pengembangan instrumen deteksi dini stunting berdasar pada faktor keluarga. Judul riset tersebut adalah “Development of Early Detection instrument for Stunting Based on the Family Factors (SI-KLUNTING)”. Output dari proyek inovasi ini adalah sebuah instrumen yang akan digunakan untuk mengukur risiko stunting yang fokus pada faktor keluarga.

Riset yang lainnya yang merupakan hasil proyek inovasi yaitu “The Development of Back Pain Relief Device During Pregnancy (Modern Maternity Belt) Based on Comfort Theory”. Output dari proyek inovasi ini adalah sebuah alat atau sabuk pada ibu hamil yang diharapkan mampu mengurangi rasa nyeri punggung pada ibu hamil.

Kegiatan ini berlangsung selama empat pekan yang terbagi dalam dua batch. Berbagai macam program dan kegiatan telah dilaksanakan. Program-program tersebut berupa presentasi hasil riset proyek inovasi, kunjungan klinik terkait dengan aplikasi dari hasil riset di Rumah Sakit Malaysia, dan guest lecture.

Dalam sambutannya Assoc Prof Dr Chong selaku Head of Department of Nursing, Faculty of Medicine menyambut baik kegiatan ini dan berharap kelak akan berkembang menjadi joint research antar perguruan tinggi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Iwan Ardian MKep, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula bahwa kegiatan ini akan dikembangkan dengan melaksanakan kolaborasi riset untuk berbagai bidang keilmuan keperawatan, kerjasama di bidang publikasi dan pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut ia menjelaskan fakultasnya memulai langkahnya pada bidang riset keperawatan ke kancah international. Hal itu ditandai dengan kolaborasi riset dua perguruan tinggi besar yaitu Universitas Airlangga dan Universitas Malaya, Malaysia.  “Saat ini tiga prodi di Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula sudah terakreditasi unggul. Oleh karena itu harus senantiasa meningkatkan kwalitas salah satunya meningkatkan kwalitas dosen dan riset” ungkapnya.

Categories
Uncategorized

S1 Akuntansi Unissula Persiapkan Lulusan Siap Karier

HEADLINEtoday.id Prodi S1 Akuntansi Unissula siapkan mahasiswa siap berkarier dan lulus tepat waktu. Hal itu diungkap oleh Kaprodi S1 Akuntansi Provita Wijayanti SE MSi Ak CA IFP (12/6/2023). Selain pembelajaran komprehensif mahasiswa juga dibekali wawasan riil di lapangan.

Salah satu contohnya apa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan S1 Akuntansi (HMJA) Unissula menyelenggarakan bincang karir. Tema yang diangkat maximize your future career (2/5/2023). Hadir sebagai pembicara dari Bank BCA Vita Olivia Niastanti dan Bagoes Dwi Prasetyo. Narasumber dari Bank Syariah Indonesia Dewi Novita Sari, dan dari Bank Jateng Syariah Nanung Meru Karana. Kegiatan yang tergabung dalam Accounting Days 2023 ini sebagai wadah bagi mahasiswa S1 Akuntansi tentang perencanaan karir di bank. Mahasiswa juga diberikan tips dan trik berkarir di bank.

Provita Wijayanti menyampaikan Carier Talk dari perbankan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Carier Talk dari mitra perbankan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mempersiapkan perencanaan karier di perbankan. Juga bisa menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan pemilihan karir berdasarkan bekal kompetensi lulusan yaitu akuntansi syariah, akuntansi sektor publik, akuntansi digital, dan entrepreneurship,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengungkap kolaborasi dengan mitra potensial akan terus ditingkatkan secara regional, nasional dan internasional. “Kolaborasi ini juga untuk mempersiapkan lulusan S1 Akuntansi Unissula agar lulus tepat waktu, memililki nilai-nilai Islam (Islamically), berwawasan global (Globally), dan digital friendly,” ungkapnya.

Selanjutnya Area Ritel Transaction Business Manager BSI Dewi Novita Sari memaparkan, “Untuk dapat berkarir di BSI, yang pertama adalah membuat atau memiliki Curiculum Vitae (CV) yang baik dan menarik. Kedua adalah meningkatkan skill berkomukasi. Hal ini harus segera di-upgrade dari sekarang,” ungkapnya.

Pimpinan KCPS Unissula Nanung Meru Karana menjelaskan, “Bank Jateng Syariah merupakan mitra dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Yang membedakan adalah Bank Jateng di tingkat daerah, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan tingkat nasional. Pada Bank Jateng terdapat karyawan dari tingkat SMA/SMK hingga pendidikan yang lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Ketua pelaksana Accounting Days 2023 Febriana Kusumadewi mengungkap acara ini untuk menjembatani mahasiswa S1 Akuntansi untuk berkarir. “Career Talk ini untuk menjembatani mahasiswa S1 akuntansi berkarir. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi jalan untuk dapat bekerjasama dan mengenalkan Fakultas Ekonomi Unissula. Selain itu juga untuk meningkatkan ilmu dan wawasan yang dapat diimplementasikan kedepannya agar lebih mudah untuk berkarir,” ungkapnya. 

Categories
Uncategorized

Magister Pendidikan Agama Islam Unissula Optimis Raih Akreditasi Unggul

HEADLINEtoday.id Tim Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM-DIK) mengadakan asesmen lapangan ke prodi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Unissula, Jum’at (9/6/2023). Mereka adalah Prof Dr H Mahmud Arif MAg (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr Nor Hasan MAg (IAIN Madura).

Rektor Unissula Prof Gunarto menyampaikan Unissula merupakan perguruan tinggi terbaik. Salah satu indikasinya memiliki reputasi nasional dan internasional dan telah terakreditasi institusi unggul. Juga memiliki program studi yang 80% nya terakreditasi unggul. “Sebagai Rektor saya menjamin akan memenuhi semua rekomendasi dari asesor untuk perbaikan dan kebaikan prodi. Karena rekomendasi itu menjadi penting demi tumbuhnya prodi MPAI Unissula”, ungkap Prof Gunarto.

Rektor juga berharap melalui proses akreditasi ini MPAI akan memperoleh akreditasi unggul. “Semoga prodi MPAI ini memperoleh akreditasi unggul. Saat ini masih B tapi masih dengan standar akreditasi yang lama. Karena sebagaimana Prodi Kebidanan Unissula yang sebelumnya terakreditasi C langsung setelah diasesmen bisa naik level dengan berhasil memperoleh akreditasi unggul. Oleh karena itu saya optimis MPAI juga bisa terakreditasi unggul,” lanjutnya.

Senada dengan Rektor, Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Thoha MBA mengatakan “Kami berkomitmen untuk  memenuhi semua rekomendasi dari asesor dan sangat berharap MPAI akan memperoleh akreditasi unggul”, ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua  Bidang Pendidikan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Tjuk Subhan Sulchan, Wakil Rektor 1 Unissula Dr Andre Sugiyono. Hadir pula Wakil Dekan I Dr Choeroni SHI MAg MPdI, Wakil Dekan II Anis Tyas Kuncoro SAg MA, Kepala Program Studi Magister Agama Islam Dr Agus Irfan SHI MPI dan Dr M Abdul Basir MPd.

Categories
Uncategorized

ALLAH MELINDUNGI KA’BAH

HEADLINEtoday.id Barang siapa yang mengagungkan syariah maka itu bagian dari ketaqwaan kepada Allah SWT. Ibadah haji dan umroh tidak syah apabila tidak ke tanah suci makkah. Allah melindungi tanah suci dengan keberadaan ka’bah. Bangunan yang pertama dibangun di muka bumi adalah ka’bah.

Penduduk Makkah, melalui pemimpin mereka, Abdul Muthalib mendapat kabar bahwa kota tempat berdirinya Ka’bah tersebut hendak diserang oleh Abrahah dan pasukan bergajahnya. Pasukan yang akan menyerbu Kota Makkah saat itu dikenal sangat kuat. Kedatangan mereka tidak lain untuk menghancurkan Ka’bah Baitullah yang senantiasa dimuliakan oleh penduduk Makkah.

Pasukan biadab itu berasal dari Negeri Yaman yang berada dalam kekuasaan Abessinia (sekarang Ethiopia). Mereka dipimpin oleh seorang panglima besar bernama Abrahah. Abrahah dan para pemimpin Abessinia merasa iri dan dengki terhadap penduduk Makkah dengan Ka’bahnya karena senantiasa dikunjungi oleh para pelancong dari segala penjuru Arabia, baik untuk berhaji maupun hanya sekedar berziarah.

Perasaan dengki inilah yang melatarbelakangi maksud dari tindakan terkutuk tersebut. Abrahah dan para pemimpin Abessinia menginginkan agar tempat ziarah itu berada di Yaman, bukan di Makkah. Akhirnya mereka membangun gereja megah di Sana’a yang diberi nama al-Qalis dengan harapan dapat menjadi tempat ibadah haji terbesar di seluruh Arab, menyaingi Makkah.

Abrahah mengutus Hunathah al-Himyari guna menemui pemimpin Makkah, Abdul Muthallib, untuk menyampaikan tujuan pasukannya hanya untuk merobohkan Ka’bah, bukan untuk bertempur. Jika memang pemimpin Makkah itu tidak mau bertempur, Abrahah memintanya untuk menghadap.

Singkat cerita, Abdul Muthallib menyadari tidak akan mampu melawan tentara Abharah. Ia hanya bisa pasrah dan menemui Abrahah. Sesampainya bertemu Abrahah, Abdul Muthallib tidak membicarakan soal tujuan Abrahah yang ingin merobohkan Ka’bah. Ia sudah pasrah, hanya meminta unta-unta yang telah dirampas Abrahah untuk dikembalikan.

Permintaan Abdul Muthallib dikabulkan. Lalu Abdul Muthallib kembali menemui kaum Quraisy dan memberitahu apa yang akan terjadi. Kemudian menginstruksikan mereka untuk mengungsi keluar dari Makkah dan berlindung di puncak serta lereng gunug.  Di pengungsian itu, mereka berdoa kepada Allah agar mengalahkan tentara Abrahah.

Sementara itu, Abdul Muhtallib memegangi rantai pintu Ka’bah sembari bersenandung “Bukan mereka, sesungguhnya ada hamba yang mencegah untanya, maka cegahlah tanah suci-Mu. Salib dan tipu daya mereka tidak dapat mengalahkan tipu daya-Mu esok. Jika Engkau hendak membiarkan mereka dan kiblat kami, perintahkanlah yang semestinya Engkau perintahkan.”

Lalu, Abdul Muthallib melepaskan mata rantai pintu Ka’bah dan ikut naik ke puncak gunung bersama orang Quraisy lainnya. Tatkala pasukan Abrahah sampai, hampir menyentuh Ka’bah, tiba-tiba pasukan gajah yang mereka bawa mogok menderum. Dipaksa, tetap saja. Tapi, begitu diarahkan untuk kembali pulang ke arah Yaman, gajah-gajah itu langsung berdiri dan berlari-lari kecil. 

Allah kemudian mengutus serombongan burung dari arah laut yang bentuknya seperti burung layang-layang hitam dan burung jalak. Masing-masing dari mereka membawa tiga butir batu kecil seukuran biji kacang, dua batu di kaki dan satu di paruh. Siapapun yang terkena batu itu langsung binasa.

Pasukan Abrahah segera hancur, binasa oleh batu-batu kecil yang menimpanya. Peristiwa ini diabadikan dalam al-Qur’an surat Al-Fîl. Peristiwa ini mengawali tanda mukjizat lahirnya nabi Muhammad SAW. Menunjukkan kepada kita Allah akan menjaga ka’bah hingga suatu saat dari keturunan abrahah datang menghancurkan ka’bah saat seluruh orang yang beriman telah wafat.

Oleh: Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A (Ketua Qur’an Learning Center LKPI Unissula)

Categories
Uncategorized

Terakreditasi Unggul Kedokteran Unissula Siap Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi

HEADLINEtoday.id Fakultas Kedokteran (FK) Unissula menyelenggarakan tasyakuran akreditasi. Diketahui Prodi S1 Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, S1 Kebidanan, Profesi Bidan, dan S2 Biomedik telah terakreditasi Unggul oleh LAM PTKes. Acara diselenggarakan di Aula Gedung B Kampus Kaligawe, Jum’at (9/6/2023).

Hadir Ketua Bidang Pendidikan YBWSA Tjuk Subchan Sulchan, Rektor Unissula Prof Gunarto SH MH, Wakil Rektor I Unissula Andre Sugiyono ST MM PhD, dan Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA. Hadir pula Dekan FK Unissula Dr dr Setyo Trisnadi SpKF, dosen, karyawan, serta mahasiswa di lingkungan FK Unissula.

Rektor Unissula Prof Gunarto SH MH menyampaikan bahwa setelah terakreditasi unggul untuk terus melakukan perbaikan. “Setelah terakreditasi unggul akan ada rekomendasi-rekomendasi dari asesor LAM PTKes yang kemarin datang. Sehingga rekomendasi itu untuk dijalankan supaya ada sustainability. Unggul itu sebuah penghargaan tertinggi, tapi harus ada perbaikan agar ada keberlanjutan,” ungkapnya.

Selanjutnya Dr Setyo Trisnadi mengungkap rasa syukur atas capaian yang luar biasa bagi FK Unissula. “Prestasi tersebut tentunya sudah melalui upaya yang sangat luar biasa. Saya apresiasi kepada tim yang sudah bekerja tanpa lelah mempersiapkan semuanya dengan penuh semangat dan dedikasi yang tinggi,” ungkapnya.

Pihaknya melanjutkan dengan akreditasi unggul ini berharap bisa bersama-sama mencapai apa yang diamanahkan Rektor. “Dengan akreditasi unggul ini kita semua menyikapi dengan penuh syukur. Rasa syukur itu harus kita wujudkan dengan bekerja lebih keras bekerja lebih cerdas  menjalankan tridarma sebaik baiknya,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Habib Syech Pimpin Unissula Bersholawat

HEADLINEtoday.id Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin acara Unissula bersholawat. Acara yang dilaksanakan pada Kamis malam (8/6/2023) yang di Auditorium kampus Unissula tersebut dihadiri ribuan jamaah dari Semarang Demak Kendal, Kudus, Pati Grobogan dan berbagai daerah di Jawa Tengah. 

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya merasa bersyukur atas hadirnya Habib Syech dan para Syecher Mania. “Yang sangat saya hormati guru saya panutan saya Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang malam ini berkenan hadir di Unissula. Insyaallah Beliau akan hadir ke Unissula setiap tahunnya untuk memimpin Unissula bersholawat.  Kami mengucapkan selamat datang kepada Secher Mania yang malam hari ini bersama sama hadir di Unissula untuk menjalankan  Unissula bersholawat”, ungkapnya.

Habib Syach mendoakan agar Unissula menjadi universitas yang semakin maju. “Insyaallah Unissula ke depan akan tambah maju karena di Unissula ini banyak pecinta Nabi Muhammad. Insyaallah kami siap setiap tahunnya datang mengisi acara Unissula Bersholawat.  Dan kami doakan Unissula bisa menjadi universitas nomer satu di Indonesia”, ungkapnya.

Sementara itu ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo menyampaikan  pentingnya memperkuat ukhuwah islamiah. “Tidak boleh kita bercerai berai. Oleh karenanya kita pegang teguh ukhuwah islamiah”, pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Unissula Lolos Olimpiade Matematika Nasional

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Unissula Muhammad Diaz Nur Farizki berhasil lolos dalam kompetisi Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA). Diaz merupakan satu satunya mahasiswa dari universitas di Semarang yang berhasil lolos ke tingkat nasional. Olimpiade akan diselenggarakan secara luring di ITB 13-17 Juni 2023. Perlombaan yang diselenggarakan Kemendikbud Ristekdikti merupakan lomba tingkat mahasiswa berskala nasional bidang Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika.

Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula Ady Fajar Putranto SE menyebut bahwa ini adalah kesempatan pertama bagi Unissula. “Alhamdulilah tahun ini menjadi tahun perdana ONMIPA Unissula lolos ke tingkat nasional. Dan yang lebih membanggakan Unissula menjadi satu-satunya kampus di Semarang yang lolos pada cabang Fisika tahun ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Muhammad Diaz telah melewati berbagai tahapan. Mulai dari penjaringan talenta terbaik di tingkat universitas yang dilaksanakan pada 14-17 Maret 2023. Kemudian berlanjut ke tahap Wilayah Dikti pada 23-24 Mei 2023, hingga akhirnya dinyatakan lolos tahap nasional.