Categories
Uncategorized

Nasehat Imam Ghozali dalam mendidik anak

HEADLINEtoday.id Pentingnya pendidikan anak karena merupakan amanah dari Allah bagi kedua orang tuanya selain tanggung jawab urusan nafkah yang berkaitan dengan fisik anak.

Imam Al-Ghazali memandang jiwa anak-anak seperti kertas kosong tanpa coretan dan garis apapun. Jiwa anak-anak siap ditulis dan akan menerima model tulisan apapun yang tercermin dalam jiwanya. Oleh karena itu, Imam Al-Ghazali menilai urgensi cara orang tua dan lingkungan sekitar yang akan menulis dan membentuk jiwa anak.

اعلم أن الطريق في رياضة الصبيان من أهم الأمور وأوكدها والصبيان أمانة عند والديه وقلبه الطاهر جوهرة نفيسة ساذجة خالية عن كل نقش وصورة وهو قابل لكل ما نقش ومائل إلى كل ما يمال به إليه

Artinya, “Ketahuilah cara mendidik anak termasuk masalah yang paling penting dan paling urgen. Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Hati mereka suci, mutiara berharga, bersih dari segala ‘ukiran’ dan rupa. Hati anak-anak menerima setiap ‘ukiran’ dan cenderung pada ajaran yang diberikan kepada mereka,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin).

Model pendekatan dalam mendidik anak yaitu dengan menyarankan orang tua untuk membiasakan atau memberikan contoh perbuatan baik dalam keseharian anak. juga orang tua mengajar kebaikan kepada anaknya.

Dua model pendekatan dalam mendidik anak sangat penting. Pertama, pembiasaan kebaikan dalam hidup keseharian akan membekas dalam jiwa anak. Kedua, penanaman nilai-nilai kebaikan juga tidak kalah pentingnya untuk memberikan standar kebaikan dalam jiwa anak.

Imam Al-Ghazali mengatakan, orang tua memikul tanggung pendidikan karakter dan pengasuhan anak. Orang tua akan menuai pahala ketika mendidik anaknya dengan baik. Sebaliknya, orang tua akan memikul dosa yang begitu besar ketika membiarkan begitu saja pertumbuhan anaknya. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh lalai dan abai dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak.

فإن عود الخير وعلمه نشأ عليه وسعد في الدنيا والآخرة وشاركه في ثوابه أبوه وكل معلم له ومؤدب وإن عود الشر وأهمل إهمال البهائم شقي وهلك وكان الوزر في رقبة القيم عليه والوالي له

Artinya, “Jika orang tua membiasakan dan mengajarkan kebaikan, maka anak akan tumbuh dalam kebaikan dan bahagialah orang tuanya di dunia dan akhirat. Ia pun akan mendapat pahala dari amal saleh yang dilakukan anaknya (tanpa mengurangi hak pahala anak). Demikian juga berlaku bagi setiap guru dan pendidik. Jika ia membiasakan keburukan dan membiarkan anaknya seperti membiarkan binatang ternak, maka ia akan celaka dan binasa. Sementara dosanya juga ditanggung pengasuh dan walinya,” (Imam Al-Ghazali).

Dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 menyiratkan tanggung jawab besar orang tua dalam mendidik, membimbing, dan mengasuh anak.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya, “Wahai orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” (Surat At-Tahrim ayat 6).

Dari berbagai keterangan ini mengingatkan orang tua untuk lebih memperhatikan pendidikan, bimbingan, dan pengasuhan anak, tidak mengabaikan mereka tanpa pendidikan agama dan pendidikan akhlak dalam kesehariannya.

Oleh: Sukijan Athoillah, S.Pd., M.Pd. (Kepala Lembaga Kajian Penerapan Nilai-Nilai Islam Unissula) dalam Kajian Pesantren Mahasiswa Sultan Agung Unissula

Categories
Uncategorized

Unissula – Unikal Perluas Kolaborasi

HEADLINEtoday.id Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Pekalongan (Unikal) sepakat meningkatkan kerjasama tridarma perguruan tinggi. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU  yang dilakukan oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dan Rektor Unikal Andi Kushermanto SE MM di kampus Unissula (23/8/2023).

Andi Kushermanto menyatakan bahwa persahabatan antara Unissula dan Unikal sudah berlangsung sejak lama. “Ini untuk yang keempat kalinya saya datang ke Unissula. Kerjasama antara Unikal dan Unissula sudah berlangsung lama. Banyak hal positif di masa lalu yang sudah kita realisasikan. Harapannya kedepan akan semakin banyak manfaat yang didapat dari kerjasama ini”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kerjasama bukan hanya untuk memenuhi persyaratan akreditasi. Lebih dari itu kerjasama adalah sebuah kebutuhan untuk bersama sama saling menguatkan dan saling membesarkan.

Sementara itu Prof Gunarto menyambut positif kesepakatan perpanjangan kerjasama tersebut. Menurutnya banyak hal yang bisa dikerjasamakan. “Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara lain studi lanjut untuk para dosen terlebih saat ini Unissula sudah memiliki tiga program doktor yakni Doktor Ilmu Hukum, Doktor Ilmu Manajemen, dan Doktor TekniK Sipil. MoU yang sudah ditandatangani harus diimplementasikan secara ril melalui prodi dan fakultas agar memberikan manfaat semaksimal mungkin”, ungkapnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya  improvisasi dalam menjalankan sebuah program kerjasama agar  kolaborasi yang dijalankan bisa  memberi banyak kemanfaatan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor I  Unikal Zahro SE MSi, Wakil Rektor II Dr Achmad Soeharto SH MH, Wakil Rektor III M Fajru Sidqi SPd MHum beserta para pejabat lainnya.

Turut hadir mendampingi rektor yakni Wakil Rektor I Unissula Dr Andre Sugiyono, Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, Dekan Fakultas Ekonomi Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi. Hadir pula Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Bambang Tribawono SH MH, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Dr Widayati SH MH dan Kepala UPT Kerjasama Rio Luhung Pribadi.

Categories
Uncategorized

Teliti Budai  Khoirul Anwar Raih Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula raih gelar doktor dari program studi Manajemen Kependidikan Unnes. Dr Khoirul Anwar S Ag MPd berhasil mempertahankan disertasinya di depan para promotor Prof Dr Wasino MHum, Prof Dr Samsudi MPd, dan Dr Titi Prihatin MPd. Dengan judul penelitian Model Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Budaya Akdemik Islami (Studi Kasus di Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Khoirul Anwar mengungkap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan mampu membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa. “Namun harapan tersebut belum dapat terealisasi sepenuhnya melalui pembelajaran PAI. Masalah tersebut dikarenakan pembelajarannya belum berperan secara optimal. Pembelajaran PAI bagi mahasiswa pada umumnya lebih menekankan penyampaian pengetahuan keislaman daripada pembentukan sikap. Untuk itu diperlukan upaya pembenahan dalam pembelajarannya agar lebih efektif dalam pembentukan sikap,” ungkapnya,  (23/8/2023).

Dalam hal ini salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan program Budaya Akademik Islami (Budai) di Unissula. “Model pembelajaran PAI berbasis BudAI merupakan model pengelolaan pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan kegiatan keislaman agar tidak hanya berhenti pada ranah kognitif saja,” jelasnya.

Sehingga menurutnya ada beberapa poin agar metode pembelajaran PAI berbasis BudAI dapat optimal. “Pertama Budai integrated management model akan lebih maksimal hasilnya untuk pembelajaran PAI bila didukung dengan peningkatan integrasi dengan kegiatan keislaman sebagai bentuk kegiatan pembiasaan dan keteladanan,” ungkapnya.

Kedua manajemen pembelajaran PAI di Unissula perlu ditingkatkan integrasinya dengan kegiatan BudAI. Dan ketiga penerapan Budai akan semakin maksimal bila dilakukan pengembangan materi dan peningkatan pengawasan dalam pelaksanaan programnya. “Hendaknya dilakukan peningkatan integrasi antara PAI dan BudAI,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Teliti Kepatuhan Polisi Dosen Psikologi Unissula Raih Gelar Doktor

HEADLINEtoday.id Dosen Psikologi Unissula Dr Laily Rahmah SPsi MSi Psi berhasil meraih gelar doktor bidang Ilmu Psikologi Industri dan Organisasi dari UGM. Dr Laily Rahmah SPsi MSi Psi berhasil mempertahankan disertasi di depan tim promotor Prof Dr Sofia Retnowati Ms, Dr Bagus Riyono MA, Diana Setiyawati MHSc PhD. Dengan judul disertasi Loyalitas dan solidaritas di atas integritas: dinamika psikologis kepatuhan polisi Indonesia terhadap subkultur blue wall of silence (BWOS).

Dr Laily Rahmah memaparkan penelitiannya dilatarbelakangi oleh terjadinya penyimpangan di institusi kepolisian. “Hal ini menjadi permasalahan yang krusial karena akan menyebabkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap polisi dan akan memicu sikap abai terhadap hukum, hingga menimbulkan ketidakpuasan terhadap keadilan dan akan memicu keresahan masyarakat yang bisa mempengaruhi kemunculan gejolak politik yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakstabilan perekonomian negara,” ungkapnya, Senin (14/8/2023).

Pihaknya melanjutkan tujuan penelitiannya ini untuk mendapatkan pemahaman tentang landasan konseptual dari dinamika psikologis terbentuknya kepatuhan polisi terhadap subkultur BWOS. “BWOS merupakan sumpah tidak tertulis yang berwujud konspirasi bisu diantara sesama polisi untuk tidak melaporkan atau bersaksi atas penyimpangan rekan polisi,” jelasnya.

Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Unissula 2007-2009 ini menjelaskan penelitiannya menghasilkan tiga temuan penting. “Pertama eksistensi subkultur  BWOS di Polri yang salah satu buktinya berbentuk sikap diam sementara atas penyimpangan rekan polisi. Hal ini belum pernah ditemukan dalam penelitian-penelitian sebelumnya,” ungkapnya.

Kedua model konseptual kepatuhan polisi Indonesia terhadap subkultur BWOS yang terdiri dari unsur penyebab, preskripsi dan outcome yang terefleksikan dari tujuh tema yakni.  Solidaritas berbasis penderitaan bersama. Loyalitas buta berbasis disorientasi proteksi. Relasi harmoni berbasis penyimpangan jiwa korsa. Ketidakberfungsian sistem organisasi. Pembelaan terselubung. Ketidakberimbangan kontrol sosial. Pembelaan selektif.

Ketiga esensi tema yang berupa abstraksi yang merefleksikan kepatuhan polisi Indonesia terhadap BWOS. Diantaranya polisi dengan serangkaian tempaan pisik dan mental terdidik untuk dibentuk menjadi piranti pendukung relasi harmoni demi pencapaian kemenangan bersama yang merupakan harapan ideal institusi.

Categories
Uncategorized

Amal Kebaikan di Bulan Safar

HEADLINEtoday.id Sekarang kita telah masuk pada bulan Safar, yang kita tahu maknanya adalah kosong. Karenanya sudah semestinya bulan Safar ini tidak kita lewatkan dengan kekosongan amal. Tapi sebaliknya, bulan Safar kita penuhi dengan amal shaleh sebanyak-banyaknya.

Tidak ada salahnya bila kita isi bulan Safar ini dengan amal-amal yang berlipat ganda pahalanya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فِيْمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ ، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، قَالَ: إِنَّ اللهَكَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذلِكَ. فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَها اللهُ تَبَارَكَ وتَعَالى عِنْدَهُ حَسَنَةً  كامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عَشْرَ حَسَناتٍ إِلىسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلى أَضعَافٍ كَثيرةٍ. وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ تَعَالَى عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلةً، وَإنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَة. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Diriwayatkan dari Abul Abbas yaitu Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthallib ra, dari Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkannya dari Tuhannya, tabaraka wa ta’ala, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sungguh Allah telah memastikan banyak kebaikan dan keburukan, lalu Beliau menjelaskannya. Maka siapa saja yang bertekad melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melakukannya, meskipun begitu tetap Allah Tabaraka wa Ta’ala pastikan satu kebaikan yang sempurna baginya di sisi-Nya; dan siapa saja yang bertekad melakukan satu kebaikan, lalu ia melakukannya, maka Allah pastikan 10 kebaikan, sampai 700 kebaikan, sampai kebaikan yang banyak dan berlipat ganda. Jika ia bertekad melakukan satu keburukan, lalu ia tidak melakukannya, maka Allah Ta’ala pastikan satu kebaikan yang sempurna untuknya di sisi-Nya; dan jika ia bertekad melakukan satu keburukan, lalu ia tidak melakukannya, maka hanya Allah pastikan satu keburukan untuknya.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Ada tiga (3) poin utama berkaitan dengan amal kebaikan yang pahalanya berlipat ganda, yaitu: (1) amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat; (2) amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat; dan (3) amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat. Lalu apa saja itu?

Pertama, amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat. Menurut Imam an-Nawawi, atas dasar rahmat Allah setiap kebaikan itu pasti pahalanya dilipatgandakan sampai 10 kali lipat. Maka amal kebaikan apapun pahalanya otomatis 10 kali lipatnya. Ini seiring dengan firman Allah:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Artinya, “Siapa saja yang datang dengan kebaikan, maka ia mendapatkan pahala 10 kali lipatnya.” (Surat Al-An’am ayat 16).

Demikian dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jurdani dalam kitabnya alJawahir al-Lu’lu’iyah halaman 319.

 Kedua, amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat. Di antara amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat adalah donasi untuk perjuangan jihad fi sabilillah. Dalam hal ini Nabi bersabda:

مَنْ أَرْسَلَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللهِ وَأَقَامَ فِي بَيْتِهِ، فَلَهُ بِكُلِّ دِرْهَمٍ سَبْعُمِائَةِ دِرْهَمٍ

Artinya, “Siapa saja yang mengirim donasi infak untuk perjuangan jihad fi sabilillah sementara ia sendiri hanya diam di rumah (tidak ikut berangkat berjuang), maka baginya setiap donasi satu dirham mendapatkan pahala 700 dirham.” (Hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Mundziri).

Amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat ini tidak hanya donasi untuk perjuangan jihad fi sabilillah, namun bersifat umum. Amal apa saja sesuai dengan tingkat keikhlasan, kekhusyukan, kemanfaatan bagi orang lain dan semisalnya. Demikian menurut penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, juz II halaman 326. Ini sesuai sabda Nabi Muhammad saw:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

Artinya, “Setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat.” (Hadits riwayat Imam Muslim).

Amal kebaikan yang ketiga adalah amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat sampai tak terhingga. Di antaranya adalah membaca dzikir masuk pasar, dalam konteks sekarang masuk mall, dan semisalnya. Nabi Muhammad saw bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ : لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ كَتَبَ اللهُلَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ. رواه الحاكم

Artinya, “Siapa saja yang masuk ke pasar lalu membaca dzikir yang artinya: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Allah Dzat yang menghidupkan dan yang membinasakan, Allah Dzat adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah binasa, hanya pada kekuasan-Nya lah kebaikan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’; maka Allah pastikan bagi orang yang membacanya itu sejuta kebaikan, Allah lebur darinya sejuta keburukan, dan Allah angkat baginya sejuta derajat.” (Hadits riwayat al-Hakim).

Merujuk penelitian Al-Hafizh Al-Mudziri sanad hadits ini adalah hasan atau baik, sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya AtTarghib wat Tarhib, juz II, halaman 337.

Walhasil, pada bulan Safar hingga akhir bulan nanti, mari kita tingkatkan amal kebaikan, seiring begitu besarnya kemurahan Allah kepada kita. Amal kebaikan pasti Allah lipat gandakan pahalanya. Minimal 7 kali lipat, sampai 700 kali lipat, hingga lebih tak terhingga. Semoga ini bermanfaat dan menjadi bekal peningkatan ketakwaan bagi kita semua, utamanya di bulan Safar ini. Amin.

Oleh: Ust. Mustain, M.Pd.I (Kepala Bidang Pengembangan BudAI  LKPI Unissula) dalam Kajian Islam Pesantren Mahasiswa Unissula

Categories
Uncategorized

Habib Jakfar Ingatkan Menjaga Sholat dan Birrul Walidain

HEADLINEtoday.id Mahasantri Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi (FBIK) Unissula ikuti pesantren mahasiswa gelombang terakhir 2022. Wakil Rektor III Unissula Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD mengungkap tujuan pesantren untuk penguatan ruhiah mahasiswa. “Di Unissula ini kita mengenal Budaya akademik islami (Budai). Jadi visi kita adalah bismillah membangun generasi khaira ummah (generasi terbaik). Pesantren ini salah satu upaya kami menginternalisasikan nilai-nilai Budai,” ungkapnya di masjid Abu Bakar Assegaf Unissula, Senin (21/08/2023).

Karena menurutnya permasalahan bangsa Indonesia saat ini bukan pada kekurangan orang pintar. “Tetapi kekurangan orang pintar yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang baik),” lanjutnya.

Selanjutnya Habib Jakfar Shodiq Al Munawwar memaparkan beberapa amal yang dicintai Allah SWT. Pertama sholat tepat waktu. “Karena yang menjadi perbedaan kita dengan nonmuslim adalah sholat. Dan sholat yang pertama kali akan dihisab di alam kubur. Maka siapa yang sering menunda-nunda sholat, jangan harap apa yang menjadi cita-cita kita apa yang menjadi harapan kita akan tercapai. Jangan heran jika cita-cita kita juga akan diundur-undur oleh Allah SWT,” jelasnya.

Amalan selanjutnya adalah birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). “Begitu tingginya derajat bakiti kepada orangtua, sampai-sampai Allah menggandengkan setelah Allah memerintahkan kepada kita untuk menyembah Allah, selanjutnya langsung perintah untuk berbuat baik kepada orangtua,” jelasnya.

Sehingga apabila telah berbuat baik kepada orang tua maka selanjutnya akan mendapatkan perlakuan baik dari anak. “Kalau kita tidak baik kepada orang tua, maka nanti anak kita juga akan berbuat tidak baik kepada kita. Semoga kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang tidak hanya yang telah melahirkan kita, namun juga guru-guru kita yang mengajari kita,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Unissula Kirim Mahasiswa Kuliah Ke  Belanda

HEADLINEtoday.id Mahasiswa Unissula ikuti program pertukaran pelajar ke Hanze University of Applied Science (HUAS) Groningen Belanda dan program KAB summer school Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Yang mengikuti pertukaran pelajar adalah mahasiswa Teknik Sipil Auryn Maida Syahada dan Nisa Ul Azizah. Sedangkan yang mengikuti program KAB Summer school diantaranya mahasiswa S1 Akuntansi Popi Wulandari. Juga mahasiswa S1 Manajemen yaitu Najma Madina Firdausi, Sofia Zahrani, Syifa Salaisya Amani Fatiha, dan Tasya Sawa Adilia.

Kepala UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Unissula mengungkap kedua program ini sebagai wujud implementasi kerjasama internasional. “Kedua program ini sebagai wujud implementasi kerjasama internasional yang telah terjalin antara Unissula dengan HUAS Belanda dan UiTM Malaysia,” ungkap Rio Luhung Pribadi dalam acara pelepasan mahasiswa, Senin (21/8/2023).

Rio juga menjelaskan student exchange akan berlangsung selama satu semester yang dimulai pada 27 Agustus 2023 hingga Februari 2024. Sedangkan summer school akan berlangsung selama dua pekan hingga 10 September 2023.

Wakil Rektor I Unissula Dr Andre Sugiyono mengungkap mahasiswa yang ikut program ini merupakan mahasiswa pilihan. “Program student exchange dan summer school atau international mobility merupakan program yang sangat mendukung kinerja universitas untuk meningkatkan reputasinya di tingkat internasional,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpesan mahasiswa dapat mengambil manfaat dari program ini. “Harapannya mahasiswa bisa mengambil manfaat, mendapatkan pengalaman ke luar negeri. Adik-adik mahasiswa juga harus selalu mengingat nama baik Unissula dan jati diri sebagai seorang muslim. Sehingga dengan program ini sebagai salah satu syiar dakwah ke luar negeri,” pungkasnya.

Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Wakil Dekan I Dr Marno Nugroho MM Kaprodi S1 Akuntansi dan S1 Manajemen. Serta Dekan Fakultas Teknik Unissula Ir Rachmad Mudiyono MT PhD, Wakil Dekan I Fakultas Teknik  Dr Abdul Rochim ST MT dan para pejabat fakultas lainnya.

Categories
Uncategorized

Kelas Karyawan S1 Ilmu Komunikasi Unissula Hanya 750.000 Perbulan

HEADLINEtoday.id Prodi Ilmu Komunikasi (S1) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang membuka penerimaan mahasiswa baru kelas karyawan dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp 750.000 perbulan. Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi Unissula Trimanah MSi (21/8/2023).

Selain ekonomis masih banyak keunggulan lainnya yakni konsep lulus tepat waktu. Kuliahnya full online sehingga bisa diikuti dari mana saja. Jam perkuliahannya fleksibel serta dipandu oleh dosen dosen yang siap menjadi teman. Prodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula saat ini telah terakreditasi Baik Sekali dari BAN PT dan berada di bawah naungan Unissula yang terakreditasi institusi Unggul.

Ada tiga jalur yang dibuka di kelas karyawan yakni pertama  jalur linier untuk lulusan SMA sederajat. Kedua jalur transfer dari D3 ke S1 dan pindahan dari kampus lain. Ketiga jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

RPL merupakan proses pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal  dan pengalaman kerja sehingga masa studinya menjadi lebih pendek yakni empat semester.

Lantas bagaimana cara pendaftarannya? Pertama mengisi form pendaftaran melalui link http://bit.ly/regmabailkomadapun kelengkapan berkas yang diperlu diupload adalah scan KTP, scan ijasah SMA, scan transkrip nilai bagi mahasiswa transfer  atau D3, scan KK, serta foto diri.

Yang kedua membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 250.000.Pendaftaran dibuka hingga September 2023. Informasi pendaftaran lebih lanjut melalui nomor 085868615756 dan 081229744903.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa KKN Unissula Selenggarakan Penyuluhan Stunting

HEADLINEtoday.id Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 16 Unissula di Patean Kendal menyelenggarakan penyuluhan stunting dan gizi seimbang. Acara dihadiri lebih dari 40 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, calon ibu, hingga ibu yang memiliki balita di desa Pakisan. Hal ini mengingat bahwa pertumbuhan bangsa dimulai dari pertumbuhan anak yang baik pula.

“Pertumbuhan bangsa yang baik dapat dimulai dari pertumbuhan anak yang baik. Ayo cegah stunting dengan menjaga keseimbangan gizi mulai dari ibu hamil dan anak,” ungkap Muhammad Taufiqy, mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Unissula selaku pembicara di balai desa Pakisan, Rabu (16/8/2023).

Pihaknya juga menyebut bahwa menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui tak kalah penting dengan menjaga kesehatan anak. “Pasalnya, kesehatan pada ibu hamil ataupun ibu menyusui dapat memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak yang sedang dikandung atau anak yang menerima asi,” ungkapnya.

Selain Taufiqy, hadir Nur Faiza mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula sebagai pembicara. Dirinya menyampaikan pentingnya menjaga gizi seimbang.

Lesmono selaku ketua kelompok mengungkap penyuluhan tersebut dilakukan guna memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Salah satunya dengan memperhatikan keseimbangan gizi ibu dan anak yang diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada masyarakat desa Pakisan.

“Kami sangat senang karena dapat melakukan penyuluhan dan tentu saja sangat senang karena dihargai sebagai pemberi materi. Hal ini dibuktikan dari antusias warga yang datang dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pembicara selama penyuluhan ini berlangsung,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

HEADLINEtoday.id Mensyukuri kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbagai hal. Di antaranya pertama, mengisi kemerdekaan selama ini dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Kemudian kedua, mencintai negeri ini dengan memperhatikan berbagai kemaslahatan dan kemudharatan bagi eksistensinya. Inilah pengejawantahan dari sikap amar ma’ruf nahi munkar dalam pengertian yang luas. 

Khalifah kedua, Sayyidina Umar bin Khattab ra pernah melontarkan kalimat:

مَتَى اسْتَعْبَدْتُم النَّـــــــــاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا؟

Artinya: Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka (Kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn).

Sayyidina Umar memang menyampaikannya dengan nada tanya, namun sesungguhnya ia sedang mengorek kesadaran kita tentang hakikat manusia. Menurutnya, manusia secara fitrah adalah merdeka. Bayi yang lahir ke dunia tak hanya dalam keadaan suci tapi juga bebas dari segala bentuk ketertindasan.

Sebagai konsekuensinya, penjajahan sesungguhnya adalah proses pengingkaran akan sifat hakiki manusia. Karena itu Islam mengizinkan membela diri ketika kezaliman menimpa diri. Bahkan, pada level penjajahan yang mengancam jiwa, umat Islam secara syar’i diperbolehkan mengobarkan perang. Perang dalam konteks ini adalah untuk kepentingan mempertahankan diri (defensif), bukan perang dengan motif asal menyerang (ofensif).

Hal ini pula yang dilakukan para ulama, santri, dan umat Islam bangsa ini ketika menghadapi penjajahan Belanda dan Jepang pada masa lalu. Perjuangan yang mereka lakukan bersama berbagai elemen bangsa lain yang tidak hanya beda suku dan daerah tapi juga agama dan kepercayaan. 

Sebab, kemerdekaan memang menjadi persoalan manusia secara keseluruhan, bukan cuma golongan tertentu. Islam mengakuinya sebagai nilai yang universal.

Tanah air menjadi elemen penting dalam perjuangan tersebut. Tanah air tidak ubahnya rumah yang dihuni jutaan bahkan ratusan juta manusia. Islam mengakui hak atas keamanan tempat tinggal dan memperbolehkan melakukan pembelaan bila terjadi ancaman yang membahayakannya.

Al-Qur’an bahkan secara tersirat menyejajarkan posisi agama dan tanah air dalam Surat al-Mumtahanah ayat 8:

لَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (QS Al-Mumtahanah [60]: 8).

Prof Quraish Shihab menjelaskan ayat tersebut memberi pesan bahwa Islam mensejajarkan antara agama dan tanah air. Oleh Al-Qur’an keduanya dijadikan alasan untuk tetap berbuat baik dan berlaku adil. 

Al-Qur’an memberi jaminan kebebasan beragama sekaligus jaminan bertempat tinggal secara merdeka. Tidak heran bila sejumlah ulama memunculkan jargon hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

Dengan demikian, cara pertama yang bisa dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan ini adalah mensyukuri secara sungguh-sungguh dan sepenuh hati atas anugerah kemanan atas agama dan negara kita dari belenggu penjajahan yang menyengsarakan. Sebab, nikmat agung setelah iman adalah aman (a’dzamun ni‘ami ba‘dal îmân billâh ni‘matul aman).

Lalu, bagaimana cara kita mensyukuri kemerdekaan ini?

Pertama, mengisi kemerdekaan selama ini dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Menjalankan syariat secara tenang adalah anugerah yang besar di tengah sebagian saudara-saudara kita di belahan dunia lain berjuang mencari kedamaian. 


Umat Islam Indonesia harus mensyukurinya dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khaliq dan berbuat baik kepada sesama. Perlombaan yang paling bagus adalah perlombaan menuju paling menjadi pribadi paling takwa karena di situlah kemuliaan dapat diraih.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS al-Hujurat [49]: 13).

Kedua, mencintai negeri ini dengan memperhatikan berbagai kemaslahatan dan kemudharatan bagi eksistensinya. Segala upaya yang memberikan manfaat bagi rakyat luas kita dukung, sementara yang merugikan masyarakat banyak kita tolak.

Dukungan terhadap kemaslahatan publik bisa dimulai dari diri sendiri yang berpartisipasi terhadap proses kemajuan di masyarakat, andil bergotong royong, atau patuh terhadap peraturan yang berlaku. Sebaliknya, mencegah mudharat berarti menjauhkan bangsa ini dari berbagai marabahaya, seperti bencana, korupsi, kriminalitas, dan lain sebagainya.

Inilah pengejawantahan dari sikap amar ma’ruf nahi munkar dalam pengertian yang luas. Ajakan kebaikan dan pengingkaran terhadap kemungkaran dipraktikkan dalam konteks pembangunan masyarakat. Tujuannya, menciptakan kehidupan yang lebih harmonis, adil, dan sejahtera. 

Termasuk dalam praktik ini adalah mengapresiasi pemerintah bila kebijakan yang dijalankan berguna dan mengkritiknya tanpa segan ketika kebijakan pemerintah melenceng dari kemaslahatan bersama.

Al-Imam Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn mengatakan:

المُلْكُ وَالدِّيْنُ تَوْأَمَانِ فَالدِّيْنُ أَصْلٌ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ وَمَا لَا أَصْلَ لَهُ فَمَهْدُوْمٌ وَمَا لَا حَارِسَ لَهُ فَضَائِعٌ

Artinya: Kekuasaan (negara) dan agama merupakan dua saudara kembar. Agama adalah landasan, sedangkan kekuasaan adalah pemelihara. Sesuatu tanpa landasan akan roboh. Sedangkan sesuatu tanpa pemelihara akan lenyap.

Al-Ghazali dalam pernyataan itu seolah ingin menegaskan bahwa ada hubungan simbiosis yang tak terpisahkan antara agama dan negara. Alih-alih bertentangan, keduanya justru hadir dalam keadaan saling menopang. Negara membutuhkan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam agama, sementara agama memperlukan “rumah” yang mampu merawat keberlangsungannya secara aman dan damai.

Indonesia adalah sebuah nikmat yang sangat penting. Kita bersyukur dasar negara kita senafas dengan substansi ajaran Islam. Kemerdekaan memang belum diraih secara tuntas dalam segala bidang. Namun, itulah tugas kita sebagai warga negara yang baik untuk tak hanya mengeluhkan keadaan tapi juga harus turut serta memperbaikinya sebagai bagian dari ekspresi hubbul wathan. 

Semoga Allah swt senantiasa menjaga negara dan agama kita dari malapetaka hingga bisa kita wariskan ke generasi-generasi berkutnya. 

Disampaikan dalam Khutbah Jum’at Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula oleh Dr. Drs. Abdul Hakim, M.Si. (Dosen Fakultas Ekonomi Unissula)