Yayasan Nurul Burhan Arrabbani (YNBA) mendirikan dan mengukuhkan 6 Direktur pelaksana kegiatan dalam rangka memperingati Milad ke-1 YNBA, Rabu (18/3/2026) bertempat di Pendopo Nurul Burhani Arrabbani, Mangunjiwan, Demak. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sekitar 700 jamaah, terdiri dari tokoh agama, jajaran pengurus yayasan, serta masyarakat umum dari berbagai daerah.Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Zayid Bustomy yang menambah suasana sakral. Rangkaian acara kemudian diisi dengan tahlil yang dipimpin oleh Romo Kyai Saiful serta mujahadah oleh Romo Kyai Umar.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus YNBA oleh Farrel Husein Al Kaafy selaku Ketua Umum Pengurus YNBA di dampingi Dr. H. Ahmad Salim, SE., M.Ak., MH., Ak., CRP. selaku Ketua Pembina YNBA kepada para Direktur Unit Pelaksana Kegiatan, yaitu Ahmad Syafii Al Hafidz sebagai Direktur Ponpes Tahfidzul Qur’an Nurbani, Sigit Handoko, ST, M.Mar. sebagai Direktur Kemitraan SPPG, Sofwan Aji, SE, SH, Akt, CA., BKP., IKH. sebagai Direktur Finance Smart Academy, Fikri Shofin Mubarok, SE, M.IKom. sebagai Direktur Digital Skills Academy, Haryanto, SH, MH sebagai Direktur Nurbani Humanity Foundation, serta Sutikno, S.PdI sebagai Direktur Nurbani Football Academy.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina YNBA, Dr. H. Ahmad Salim, menegaskan bahwa momentum Milad ke-1 ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran yayasan dalam Bidang Sosial, Kemanusiaan dan Keagamaan. Ia berharap seluruh pengurus dan Para Direktur yang baru saja di kukuhkan dapat menjalankan amanah secara profesional, penuh integritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Tausiyah disampaikan oleh Gus Said, Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Kradenan, yang mengangkat tema hakikat puasa. Beliau menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, menjaga lisan, serta mengendalikan hawa nafsu. Ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga,” sebagai pengingat pentingnya menjaga kualitas ibadah puasa.Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo KH. Busro, dilanjutakan dengan Buka Bersama dan Sholat Maghrib berjama’ah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Yayasan Nurul Burhan Arrabbani diharapkan semakin kokoh dan berkembang dalam menjalankan visi dan misinya sebagai lembaga yang memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama.
Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula mengadakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2026 tingkat Unissula, Selasa (17/3/2026). Pilmapres diselenggarakan secara luring di Smart Lab perpustakaan Unissula.
Pilmapres merupakan ajang penghargaan prestasi terbaik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler oleh LPKA yang diadakan setiap tahun untuk mempersiapkan delegasi terbaik mewakili Unissula pada kompetisi Pilmapres Dikti tingkat wilayah hingga Nasional.
Kegiatan ini turut mengundang Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi MT, Dr Nur EkaningsihSPd MPd, dan Dr Ns Ahmad Ikhlasul Amal MANsebagai juri.
Adapun peserta Pilmapres merupakan seluruh mahasiswa Unissula yang memenuhi syarat. Diantaranya terdaftar sebagai mahasiswa aktif, memiliki IPK minimal 3,00, dan belum pernah menjadi finalis Pilmapres Tingkat Nasional.
Selanjutnya para peserta melalui dua tahapan seleksi. Seleksi tahap pertama, dewan juri menilai poin capaian unggulan dan kelengkapan administratif sesuai pedoman Pilmapres Dikti 2026. Mahasiswa yang dinyatakan lolos tahap pertama kemudian mengikuti penilaian gagasan kreatif dan presentasi dengan menggunakan bahasa inggris.
Pilmapres Tingkat Unissula 2026 dimenangkan oleh Gusti Ayu Lyra Pradnya Kirana dari Prodi S1 Psikologi. Sedangkan di posisi kedua adalah Agustia Abidatul Muawanah dari Prodi S1Ilmu Keperawatan, dan Aisyah Az Zahra dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai juara ketiga.
Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi MT mengatakan seluruh peserta yang sampai pada tahap ini adalah juara. “Karena Penilaian diajang Pilmapres ini adalah paket komplit. Dimulai dari kemampuan bahasa inggris, membuat gagasan kreatif, dan menyerahkan bukti capaian prestasi yang tidak bisa didapatkan secara singkat. Inilah yang membedakan antara kompetisi Pilmapres dengan kompetisi-kompetisi lainnya. Semoga tahun ini delegasi Unissula bisa kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagaimana beberapa tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Kepala LPKA Unissula Ady Fajar Putranto SE menambahkan, “Semua peserta Pilmapres adalah juara. Semua adalah mahasiswa terbaik Unissula yang telah mendedikasikan diri untuk berkarya demi mengembangkan gagasan yang solutif. Siapapun yang terpilih sebagai juara Pilmapres tahun ini harus memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk maksimal mengeksistensikan ide gagasan dan solusi yang bermanfaat hingga tahap nasional,” jelasnya.
Selain itu Kabid Penelitian & Penalaran LPKA Unissula M. Said Hidayatullah MPd mengakui bahwa Pilmapres ialah kompetisi yang cukup bergengsi di tingkat universitas hingga nasional karena diselenggarakan langsung oleh Belmawa Kemendiktiristek RI. “Semoga Allah mudahkan langkah ikhtiar kita hingga tahap nasional, sebagaimana pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiaonal (PIMNAS) tahun lalu. Performa delegasi Unissula pun tidak kalah keren ketika bersanding dengan kampus kampus besar lainnya,” pungkasnya.
Asosiasi Doktor Pendidikan Dasar Indonesia (ADPENDSI) menggelar Brainstorming dan Focus Group Discussion (FGD) nasional bertema “Peningkatan Kapasitas, Perlindungan, dan Pengendalian Guru Pendidikan Dasar di Indonesia” di Gedung D Lantai 11, Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta.
Forum ini menghadirkan para akademisi, praktisi, dan pakar pendidikan dasar dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas berbagai persoalan strategis pendidikan dasar di Indonesia.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, serta Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Ferry Maulana Putra, yang memberikan pandangan dan tanggapan terhadap berbagai isu yang berkembang terkait kebijakan guru dan pendidikan dasar.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada kualitas guru sekolah dasar, khususnya terkait sistem rekrutmen guru, linieritas kualifikasi pendidikan, serta implementasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kebijakan yang membuka peluang bagi lulusan berbagai disiplin ilmu di luar Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk mengisi formasi guru kelas SD.
Para akademisi menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan kompetensi, mengingat guru SD memiliki peran sebagai guru kelas yang mengajar berbagai mata pelajaran secara terpadu.
Guru sekolah dasar memiliki karakteristik khusus karena harus menguasai berbagai mata pelajaran sekaligus serta memahami perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, kesesuaian latar belakang keilmuan menjadi hal yang sangat penting.
Selain itu, forum juga menyoroti persoalan penempatan lulusan PPG. Berdasarkan hasil survei terhadap hampir dua ribu lulusan PPG tahun 2022–2025, sebagian lulusan belum memperoleh pekerjaan sebagai guru, sementara banyak guru honorer yang telah mengabdi selama bertahun-tahun masih belum memperoleh kepastian status kepegawaian.
Para peserta FGD menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis agar lulusan PPG yang telah dibiayai negara dapat diserap dalam sistem pendidikan nasional, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK.
Isu perlindungan hukum terhadap guru juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Dalam praktik di lapangan, tindakan pedagogis seperti menegur atau mendisiplinkan siswa kerap disalahartikan sebagai pelanggaran hukum, sehingga tidak jarang guru menghadapi proses hukum tanpa adanya perlindungan institusional.
Menurut para akademisi, kondisi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan berpotensi memengaruhi kualitas proses pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, forum ini juga membahas berbagai tantangan implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar, seperti keterbatasan guru pendamping khusus, minimnya pelatihan bagi guru, serta belum meratanya sarana prasarana pendukung di berbagai daerah.
Selain itu, penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu fokus pembahasan. Meskipun berbagai program pembiasaan membaca telah berjalan di sekolah, kemampuan pemahaman bacaan siswa dinilai masih perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Melalui forum tersebut, ADPENDSI merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Beberapa di antaranya adalah memprioritaskan lulusan PGSD dalam rekrutmen guru sekolah dasar, mempercepat penyerapan lulusan PPG di sekolah negeri, meningkatkan status guru honorer menjadi PPPK, serta membentuk unit layanan bantuan hukum bagi guru.
Selain itu, ADPENDSI juga merekomendasikan agar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar tidak menjadi mata pelajaran wajib, melainkan bersifat pilihan atau muatan lokal agar lebih fleksibel bagi sekolah.
Forum ini diikuti oleh sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Islam Sultan Agung-Semarang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Jakarta, hingga Universitas Negeri Yogyakarta.
Melalui diskusi ini, ADPENDSI berharap hasil kajian dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan dasar yang lebih berkualitas, sekaligus memperkuat profesionalitas dan perlindungan bagi guru di Indonesia.
Puluhan mahasiswa penghafal Al Quran, lulus dari berbagai program studi Unissula.
Keberhasilan ini terasa menggembirakan, karena para mahasiswa penghafal Al Quran menempuh perkuliahan dengan masa studi tepat waktu, serta memperoleh nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat tinggi.
Para mahasiswa ini resmi menyandang gelar sarjana seperti kedokteran, pendidikan, hukum, kebidanan, keperawatan, psikologi, dan sebagainya.
Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan di hadapan Allah SWT,” tutur salah mahasiswa penghafal Al Quran, Anifatul Khasanah, di Unissula.
Bersama 40 mahasiswa lain, dia turut resmi dilepas Rektor Unissula Prof Dr Gunarto, dan anggota senat universitas di auditorium Kampus Kaligawe Raya.
Rasa bangga dan haru tersirat dari wajah mereka saat didampingi orang tua atau wali mahasiswa membawa ijazah.Selama kuliah memperdalam ilmu agama, mereka tanpa kenal lelah membaca ayat suci Al Quran.
Pada kesempatan ini pula Rektor Unissula Prof Dr Gunarto total melepas 1.863 orang lulusan dari berbagai fakultas.
Tercatat 41 orang di antaranya merupakan mahasiswa yang menempuh pendidikan melalui program beasiswa hafidz Al Quran.
Hingga saat ini lebih dari 1.200 mahasiswa belajar dengan fasilitas beasiswa hafidz Al Quran.
Program tersebut salah satu komitmen Unissula mendukung pendidikan tinggi bagi penghafal Al Quran di Indonesia.
Sementara itu di antara lulusan wisuda ke-96 Unissula, terdapat pula pejabat publik dari berbagai instansi.
Di antaranya Dr Syamsiar Nurhayadi Direktur Bina Teknik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kemudian, Dr Mohammad Saleh, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, dan Dr Riri Stephanie Siregar, anggota DPRD Sumatera Utara.
Selain itu Kolonel CKM Dr dr Shohibul Hilmi SpO(K) MIP, Kepala Kesdam III Siliwangi, serta Brigjen Pol Dr Onny Tri Murti Nugroho SIK MH, Analis dan Advokasi Hukum Divisi Hukum Polri.Lalu AKBP Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM, Kapolres Magetan dan lainnya.
Hadir Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno SE MM, yang mendampingi putrinya drg Annisa Firdaus MKg.Selain itu mengundang mitra internasional Prof Vu Cong Giao dari Vietnam National University Hanoi, Prof Dr Drs Rivan Achmad Purwantono selaku Direktur Utama PT Jasa Marga.
Kemudian, Prof Dr dr Stevanus Adrianto Passat Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan periode 2026–2031, dan lainnya.
41 mahasiswa Hafiz/Hafizah Unissula yang diwisuda:
Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Dr Gunarto SH MH mewisuda 1.863 lulusan dalam upacara wisuda yang digelar di Auditorium Kampus Unissula, Sabtu (7/3/2026).Para wisudawan tersebut terdiri atas 7 lulusan ahli madya, 1.215 sarjana, 509 magister, dan 105 doktor.
Dari total wisudawan, tercatat 41 mahasiswa merupakan hafidz Al Quran yang menempuh pendidikan melalui program beasiswa hafidz Al Quran. Hingga saat ini lebih dari 1.200 mahasiswa belajar di Unissula dengan fasilitas beasiswa bagi para penghafal Al Quran.
Program tersebut menjadi salah satu komitmen Unissula dalam mendukung pendidikan bagi penghafal Al Quran di Indonesia.
Di antara para wisudawan juga terdapat sekitar 30 pejabat publik dari berbagai instansi. Mereka di antaranya Dr Syamsiar Nurhayadi ST MM Direktur Bina Teknik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang meraih gelar Doktor Hukum.
Selain itu terdapat Dr Mohammad Saleh ST SH MEn Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah yang lulus pada Program Doktor Ilmu Hukum. Kemudian Dr Riri Stephanie Siregar SH MH anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang meraih gelar Doktor Hukum.
Dari unsur TNI terdapat Kolonel CKM Dr dr Shohibul Hilmi SpO(K) MIP Kepala Kesdam III Siliwangi yang meraih gelar Doktor Hukum.
Sementara dari unsur Kepolisian antara lain Brigjen Pol Dr Onny Tri Murti Nugroho SIK MH Analis dan Advokasi Hukum Divisi Hukum Polri yang meraih gelar Doktor Hukum. AKBP Raden Erik Bangun Prakasa SH SIK MM Kapolres Magetan yang lulus pada Program Doktor Hukum. AKBP Dr Ike Yulianto Wicaksono SH SIK MH Kapolres Grobogan yang meraih gelar Doktor Hukum.
Selain itu AKP Bayu Caesaria Tri Hardiyanto STK SIK MM Kasie STNK Ditlantas Polda Kalimantan Tengah yang meraih gelar Magister Manajemen serta Dr Nuryanti SH MH Wakapolres Merauke yang meraih gelar Doktor Hukum.
Dari unsur Kejaksaan di antaranya Dr Agustian Sunaryo SH MH Kasubdit Prapenuntutan JAM Pidum Kejaksaan Agung RI yang meraih gelar Doktor Hukum. Dr Fri Hartono SH MH Jaksa Ahli Utama JAM Pidum Kejaksaan Agung RI yang juga meraih gelar Doktor Hukum.
Selanjutnya Dr Arifin Arsyad SH MH Kajari Temanggung, Dr Mochamad Fitri Adhy SH MH Kajari Tapin, dan Dr Victoris Parlaungan Purba SH MH Kajari Labuhan Batu yang semuanya meraih gelar Doktor Hukum.
Wisudawan lainnya dari Kejaksaan yakni Dr Hamonangan Parsaulian Sidauruk SH MH Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Labuhan Deli yang meraih gelar Doktor Hukum. Ismail Fahmi SH MH MKn Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau yang meraih gelar Magister Kenotariatan serta Dr Farkhan Junaidi SH MH Kasie Kamnegtibum dan TPUL Kejati Jawa Timur yang meraih gelar Doktor Hukum.
Beberapa pejabat lain yang turut diwisuda antara lain Dr Dudung SH MH Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali yang meraih gelar Doktor Hukum. Dr Ina Purnaningati Saputro SH MH Kabag TU Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah yang meraih gelar Doktor Hukum.
Kemudian Dr Jamaslin James Purba SH MH Ketua Umum Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia yang meraih gelar Doktor Hukum. Dr King On Putra Jaya Kepala UPT PPD Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah yang meraih gelar Doktor Hukum serta Davit Hermansyah SKep MKep Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Pelalawan yang meraih gelar Magister Keperawatan.
Wisudawan lainnya yakni drg Sukma Selfia Rianti MPd Ketua Yayasan Sekolah Taruna Mandiri Tangerang yang meraih gelar Magister Pendidikan Dasar. Esta Lytha SH MH Kepala Urusan Kepatuhan PT Jasa Raharja yang meraih gelar Magister Ilmu Hukum.
Selanjutnya Irma Purnamawati SE MH Kasie Hubungan Kerja Sama PT Jasa Raharja dan Sandi Ibrahim SH MH Kepala Urusan Hukum dan Hubungan Kerja Sama PT Jasa Raharja yang keduanya meraih gelar Magister Ilmu Hukum.
Selain itu terdapat Yuni Herlina MM Kepala Tim Asisten Direktur Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia Kantor Pusat, Retno Fitrianingsih MM Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta Indah Pratiwi Mursanti MM Kepala Unit Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya yang semuanya meraih gelar Magister Manajemen.
Wahyu Noto MKn Manajer BRI Kantor Cabang Semarang Pandanaran juga turut diwisuda dan meraih gelar Magister Kenotariatan.
Dalam acara tersebut hadir Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno SE MM beserta istri yang mendampingi putrinya drg Annisa Firdaus MKg yang lulus dari Program Magister Kedokteran Gigi.
Hadir pula mitra internasional Prof Vu Cong Giao dari Vietnam National University Hanoi.
Tamu undangan lainnya antara lain Prof Dr Drs Rivan Achmad Purwantono SH MH Direktur Utama PT Jasa Marga, Prof Dr dr Stevanus Adrianto Passat MKK MH Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan periode 2026–2031, serta Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH.
Dalam sambutannya, Prof Gunarto menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi juga amalan yang dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan.
Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk selalu berbakti kepada ibu pertiwi, bangsa, dan negara Indonesia.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar kegiatan Pembekalan Wisuda ke-96 di auditorium kampus pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pembekalan diikuti oleh 1.836 peserta yang terdiri dari lulusan program D3, Sarjana, S2, hingga S3. Menurutnya, pembekalan merupakan program penting untuk mempersiapkan para lulusan memasuki fase baru setelah wisuda.
Ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat, sementara perkembangan teknologi juga tidak dapat ditunggu. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang selalu ingin tahu, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat pantang menyerah.
Sementara itu, Ketua Bidang Wakaf, Dakwah, dan Pesantren Pengurus YBWSA, Sukijan Athoillah SPdI MPd menyampaikan bahwa rangkaian pembekalan dan wisuda yang dilaksanakan Unissula bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H. Ia menilai hal tersebut tidak mengurangi makna maupun kekhidmatan acara.
Menurutnya, bulan Ramadan seharusnya menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga kesucian jiwa dan raga. Menjaga kesucian, kata dia, merupakan salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana hadis Nabi yang menyebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Pada kesempatan yang sama, narasumber Prof Dr Rosihan SH MAg menjelaskan bahwa pada hakikatnya manusia dilahirkan dalam keadaan suci tanpa membawa noda maupun dosa. Menurutnya, manusia yang tidak menyukai kesucian pada dasarnya telah keluar dari naluri kemanusiaannya.
Ia menambahkan bahwa manusia secara kodrati tidak menyukai hal-hal yang kotor, baik lingkungan, kendaraan, maupun pakaian. Sebaliknya, manusia cenderung menyukai sesuatu yang bersih dan suci.Lebih lanjut ia menjelaskan ciri-ciri manusia yang menjaga kesucian diri, yakni selalu berdzikir mengingat Allah SWT, memiliki sifat dermawan, tidak kikir dan tidak pendendam, mampu mendoakan kebaikan bagi orang yang berbuat jahat, serta memiliki etos kerja yang tinggi.
Sejumlah 339 mahasiswa mengikuti wisuda ke- 96 Fakultas Hukum (FH) Unissula. Sehingga saat ini FH Unissula telah meluluskan 15.130 alumni yang tersebar di dalam maupun luar negeri. “Selamat dan sukses kepada para lulusan baik S1 Ilmu Hukum, Magister Ilmu Hukum dan Kenotariatan, serta S3 Doktor Ilmu Hukum. Alhamdulillah hari ini kita ikuti semua rangkaian acara wisuda,” Ungkap Dekan FH Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, Jumat (6/3/2026).
Lebih lanjut pihaknya menegaskan FH Unissula terus memantapkan posisinya untuk menjadi fakultas yang selalu mendorong terselenggaranya program internasionalisasi.
Dalam hal ini ada beberapa indikator untuk mencapai internasionalisasi. Pertama penguatan daya saing global lulusan. Kedua masa tunggu lulusan bekerja maksimal tiga bulan. “Kalau data yang selama ini kami dapatkan dari universitas 1-2 bulan masa tunggu lulusan,” jelasnya.
Selanjutnya sebaran mahasiswa di dalam dan luar negeri. Dan terakhir memperjuangkan dan mempertahankan akreditasi nasional BAN-PT dan akreditasi internasional tertinggi.
Adapun untuk menjadi lulusan yang siap bekerja dan disukai masyarakat ada beberapa syarat menurut Dekan FH tersebut. Pertama belajar terhadap karakter akar tumbuhan. Dimana sifat akar tidak terlihat namun banyak memberikan manfaat kepada banyak orang. “Artinya kita tidak perlu populer di muka umum. Tapi bagaimana kita bisa memberi manfaat kepada banyak orang,” jelasnya.
Kedua sifat laba-laba. Yaitu tidak peduli dengan gangguan orang lain dan tetap fokus dalam membangun rumah semakin kuat. Selanjutnya karakter seekor burung yang seberapa jauh ia terbang akan kembali ke daratan.
Mengikuti sifat air yang banyak dicari orang. Artinya menjadi sosok yang pandai mengikhlaskan apa sudah dilakukan kepada orang lain.
“Jadilah seseorang yang seperti padi. Semakin padat isinya semakin merunduk. Maka sebagai lulusan FH Unissula yang berilmu dan dibekali karakter dan norma-norma harus semakin rendah hati,” lanjutnya.
Terakhir adalah menjaga hubungan keharmonisan dengan kedua orang tua. Mereka adalah jalan pintu untuk masuk surga dan jalan pintu kesuksesan di dunia,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Umum YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, Rektor Unissula Prof Gunarto SH MH beserta Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi MSi Akt CA CRP, dan Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Hadir juga Dirut Jasamarga Prof Dr Rivan Achmad Purwantono SH MH, dan Habib Ahmad Assegaf. Serta jajaran struktural dan dosen di lingkungan FH Unissula.
Unissula memperingati nuzulul Qur’an di masjid Abu Bakar Assegaf, Kamis (5/3/2026). Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH berharap dengan memperingati nuzulul Qur’an akan semakin menambah rasa cinta pada Al Qur’an. “Amalan yang paling penting adalah kita membaca Al Qur’an dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan di Unissula, dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh ia mengingatkan ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu terkait pentingnya membaca. Membaca apa yang telah diciptakan Allah (kauniyah), dan apa yang difirmankan Allah di dalam Al Qur’an. “Unissula sebagai kampus yang telah menerapkan membaca Al Qur’an dan sains. Sehingga kampus ini selalu komitmen melahirkan generasi khaira ummah. Generasi terbaik adalah yang mengintegrasikan antara ilmu agama dan sains,” jelasnya.
Sementara Prof Dr Abdul Djamil MA menjelaskan keutamaan bagi yang membaca Al Qur’an. Bahkan dianggap sebagai ibadah bagi yang membacanya. “Maka bagi siapa yang ingin mendapatkan pahala dengan mudah adalah membaca Al Qur’an,” jelasnya.
Ada yang memilih membaca sedikit ayat, ada yang banyak. Karena itu bergantung dari pengalaman agama seseorang. Dimana pengalaman berbeda antara satu dengan yang lainnya, dan tidak bisa disamaratakan.
Sehingga dalam berpuasa pun memiliki tiga tingkatan menurut Imam Al Ghazali. Pertama orang awam, yang berpuasa hanya untuk menahan lapar dan haus. Sehingga orang dengan tingkatan ini hanya menggugurkan kewajiban puasa.
Kedua adalah orang yang puasanya tidak hanya menahan makan, minum, dan berkumpulnya suami isteri. “Tetapi yang dipuasakan adalah anggota badan. Seluruh anggota badan diajaknya berpuasa dari melakukan hal-hal yang tidak baik,” jelasnya.
Dan yang ketiga adalah puasa hati. “Dan hati harus selalu diasah supaya hati tidak pernah ada niatan untuk berbuat kejahatan. Dan itu dilatihnya dengan berpuasa,” ungkapnya.
“Maka semoga kita termasuk dalam golongan ini dan di akhir puasa nanti kita termasuk orang-orang yang beruntung,” imbuhnya.
Unissula menggelar pelantikan pejabat struktural. Pejabat baru di lingkungan Unissula tersebut dilantik oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH, yang dihadiri Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, Rabu (4/3/2026).
Menurut Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono, para pejabat struktural diinginkan menjadi garda terdepan membangun reputasi organisasi. “Membangun reputasi organisasi adalah keharusan, yang muaranya juga untuk memajukan Kampus Unissula termasuk hingga kancah internasional,” tuturnya.
Dia menggambarkan empat fase kedudukan seseorang dalam tahapan bekerja.
Pertama adalah orang yang sekadar mendapat gaji, serta kedua, orang yang menerima upah berupa komisi penghasilan.
Kemudian ketiga, adalah orang mendapatkan keuntungan dari mengelola jejaring, dan keempat, mereka yang menerima penghargaan tinggi dari membangun reputasi. “Melalui gambaran ini, seharusnya para pejabat struktural di Kampus Unissula, harus sudah pada posisi membangun reputasi organisasi,” ungkapnya.
Standar ini terlihat tinggi, karena level dosen di kampus ini, adalah para guru besar, berlatar belakang doktoral hingga akademisi pakar, yang tentu memiliki tingkat kepercayaan unggul di mata masyarakat.
Dikatakan, sejumlah profesor di Unissula, bahkan terbukti berhasil membangun reputasi perguruan tinggi kelas dunia. “Unissula juga harus memperbanyak inovasi, terobosan dan rekayasa ilmu pengetahuan modern, dan ini sangat penting,” katanya.
Inovasi turut menjadi bukti keunggulan kampus, yang merupakan sentra pengembangan iptek berkenaan membangun peradaban umat manusia di dunia.
Di sisi lain, pihaknya memberikan apresiasi terhadap langkah memajukan perguruan tinggi yang ditempuh Rektor Prof Dr Gunarto. Termasuk, di dalamnya konsisten menyiapkan sumber daya manusia mendukung pengelolaan kampus unggul.
Dalam kesempatan sama, Rektor menyatakan sebagai kampus yang menjaga muruah dan nilai-nilai Keislaman, para pejabat struktural di Unissula diingatkan agar selalu berbuat kebaikan.
Kampus ini butuh keteladanan yang juga dihadirkan melalui sosok para dosen yang kini dilantik menjadi pejabat struktural. “Salah satu yang harus dikedepankan pula, adalah bagaimana para dosen memberikan perhatian serta pendampingan sebaik-baiknya pada para mahasiswa. Baik itu mahasiswa dari jenjang S-1, S-2, hingga S-3,” kata Prof Gunarto.
Para mahasiswa perlu menerima pembimbingan secara menyeluruh agar muncul sebagai intelektual yang berkarakter unggul.
Para dosen diinginkan jangan sampai mempersulit masa studi mahasiswa melainkan harus ditumbuhkan semangat memberikan pelayanan sebaik-baiknya.
Kedudukan pejabat struktural juga harus menghindari sikap suka menang sendiri atau merasa paling berkuasa.
Berikut Pejabat Struktural yang dilantik.
dr. Nurina Tyagita, M.Biomed, Wakil Dekan I FK UNISSULA, dr. Bagas Widiyanto, M.Biomed, Wakil Dekan II FK UNISSULA, dr. Rahayu, Sp.MK., M.Biomed, Ketua Prodi Sarjana Pendidikan Kedokteran, dr. Hesty Wahyuningsih, M.Si.Med, Sekprodi Sarjana Pendidikan Kedokteran, dr. Naili Sofi Riasari, Sp.N, Pjs Kaprodi Pendidikan Profesi Dokter, dr. Osa Endiputra, M.Sc., Sp.GK, Pjs Sekprodi Pendidikan Profesi Dokter, Dr. dr. Nur Anna Chalimah Sa’dyah, Sp.PD., K-EMD., FINASIM, Kaprodi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Yaya Suryana, MH., Sp.PD – KHOM., FINASIM, Pjs Sekprodi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Ir. Lisa Fitriyana, ST., M.Eng, Wakil Dekan II Fakultas Teknik UNISSULA, Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA, Kaprodi Doktor (S3) Teknik Sipil, Prof. Ir. Pratikso, MST., Ph.D, Sekprodi Doktor (S3) Teknik Sipil, Prof. Dr. Ir. Antonius, M.T., IPU, Kaprodi Magister (S2) Teknik Sipil, Ir. Moch Faiqun Niam, M.T., Ph.D, Sekprodi Magister (S2) Teknik SipilEko Muliawan Satrio, S.T., M.T, Kaprodi SarjanaTeknik Sipil, Muhamad Rusli Ahyar, S.T., M.Eng, Sekprodi Sarjana Teknik Sipil, Dr. Mila Karmilah, S.T., M.T, Kaprodi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Boby Rohman, ST., M.T, Sekprodi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Dr. Ida Musofiana, S.H., M.H. Wakil Dekan I Fakultas Hukum, Dr. Muhammad Ngazis, S.H., M.H. Wakil Dekan II Fakultas Hukum, Dr. M. Rizal Bagaskoro, S.H., M.H. Kaprodi Sarjana Ilmu Hukum, Aditya Noviansyah, S.H., M.H, Pjs Sekprodi Sarjana Ilmu Hukum, Dr. Andri Winjaya Laksana, S.H., M.H., M.Kn, Kaprodi Magister Ilmu Hukum, Prof. Dr. Arpangi, S.H., M.H. Sekprodi Magister Ilmu Hukum, Dr. Nanang Sri Darmadi, S.H., M.H. Kaprodi Magister Kenotariatan, Dr. Denny Suwondo, S.H., M.H. Sekprodi Magister Kenotariatan, Prof. Dr. Anis Mashdurohatun, S.H., M.Hum. Kaprodi Doktor Ilmu Hukum, Dr. Lathifah Hanim, S.H., M.Hum., M.Kn. Sekprodi Doktor Ilmu Hukum, Dr. Budhi Cahyono, S.E., M.Si, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Zaenal Alim Adiwijaya, S.E., M.Si. Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Mutamimah, S.E., M.Si. Kaprodi Doktor Ilmu Manajemen, Dr. MA Irfan Rahmana, S.E., M.M. Sekprodi Doktor Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Ibnu Khajar, S.E., M.Si. Kaprodi Magister Manajemen, Dr. Siti Sumiati, S.E., M.Si. Sekprodi Magister Manajemen, Prof. Dr. Edy Suprianto, S.E., M.Si., Akt, Kaprodi Magister Akuntansi, Dr. Maya Indriastuti, S.E., M.Si., Ak. Sekprodi Magister Akuntansi, Dr. Pungky Lela Saputri, S.ST., M.E. Kaprodi Sarjana Manajemen, Hanif Ahmadi, S.E., M.M. Sekprodi Sarjana Manajemen, Judi Budiman, S.E., Akt., M.Sc. Pjs Kaprodi Sarjana Akuntansi, Hendri Setiawan, S.E., M.PA Sekprodi Sarjana Akuntansi, Ahmad Hijri Alfian, SE., M.Si. Kaprodi Diploma Tiga Akuntansi, Dr. H. Choeroni, S.H.I., M.Ag., M.Pd.I. Wakil Dekan I FAI, Dr. H. Samsudin, S.Ag., M.Ag. Wakil Dekan II FAI, Dr. Warsiyah, S.Pd.I., M.S.I. Kaprodi Sarjana Pendidikan Agama Islam, Dr. Muchamad Coirun Nizar, S.HI., S.Hum., M.H.I. Kaprodi Sarjana Hukum Keluarga, Drs. Asmaji, Ph.D Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam, Dr. Muna Yastuti Madrah, S.T., M.A. Kaprodi Doktor Pendidikan Agama Islam, Imam Much Ibnu Subroto, S.T., M.Sc., Ph.D Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri, Ir. Suryani Alifah, M.T., Ph.D Wakil Dekan II Fakultas Teknologi Industri, Dr. Gunawan, S.T., M.T. Kaprodi Teknik Elektro, Munaf Ismail, S.T., M.T. Sekprodi Sarjana Teknik Elektro, Wiwiek Fatmawati, S.T., M.Eng. Kaprodi Sarjana Teknik Industri, Rieska Ernawati, S.T., M.T. Sekprodi Sarjana Teknik Industri, Moch. Taufik, S.T., MIT. Pjs Kaprodi Sarjana Teknik Informatika, Ir. Sri Mulyono, M.Eng. Pjs Sekprodi Sarjana Teknik Informatika, Dr. Agus Suprajitno, S.T., M.T. Kaprodi Magister Teknik Elektro, Ir. Arief Marwanto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. Sekprodi Magister Teknik Elektro, Dr. Rida Fironika Kusumadewi, S.Pd., M.Pd Kaprodi Magister Pendidikan Dasar, Dr. Evi Chamalah, S.Pd., M.Pd Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Nila Ubaidah, S.Pd., M.Pd Kaprodi Magister Pendidikan Matematika, Dr. Muhamad Aminudin, S.Pd., M.Pd Kaprodi Sarjana Pendidikan Matematika, Dr. Aida Azizah, S.Pd., M.Pd Kaprodi Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Nuhyal Ulia, S.Pd., M.Pd Kaprodi Sarjana Pendidikan Pendikan Guru Sekolah Dasar, Dr. Yulina Ismiyanti, S.Pd., M.Pd Sekprodi Sarjana Pendidikan Pendikan Guru Sekolah Dasar, Bdn. Rr. Catur Leny Wulandari, S.Si.T, M.Keb Kaprodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Arum Meiranny, S.Si.T., M.Keb Sekprodi Sarjana Kebidanan, Bdn. Alfiah Rahmawati, S.Si.T., M.Keb Sekprodi Pendidikan Profesi Bidan, Prof. Dr. Widayati, S.H., M.Hum. Kabid Publikasi dan Penerbitan (LPPM), Ali Mustofa Kabid Pemakmuran Masjid (LKPI), Fitria Nurulita, SE. KTU Fakultas Farmasi 2026-2028
Program Studi Magister Pendidikan Matematika Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menorehkan langkah strategis di kancah internasional melalui penguatan kerja sama pembelajaran berbasis Collaborative Online International Learning (COIL). Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen prodi dalam menghadirkan pengalaman akademik global yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula, Dr M Afandi SPd MPd MH turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini sebagai bagian dari visi fakultas dalam meningkatkan reputasi internasional dan mutu lulusan. Menurut beliau, kerja sama akademik lintas negara merupakan langkah konkret menuju internasionalisasi program studi dan penguatan daya saing lulusan di tingkat global.
Kaprodi Magister Pendidikan Matematika, Dr Nila Ubaidah SPd MPd menyampaikan bahwa kerja sama ini dirancang untuk mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif dan berorientasi global, khususnya pada mata kuliah Geometry. Integrasi perspektif internasional dalam perkuliahan diharapkan mampu memperkaya pendekatan pedagogis serta memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dalam pengajaran matematika.
Kerja sama ini didukung penuh oleh Tim Promosi International FKIP Unissula yang dikoordinasikan oleh Dr Dyana Wijayanti PhD yang secara aktif menjalin komunikasi dan inisiasi kolaborasi dengan mitra perguruan tinggi luar negeri.
Melalui pendekatan COIL, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan mengikuti perkuliahan kolaboratif lintas negara tanpa harus meninggalkan kampus, sehingga memperkuat kompetensi akademik sekaligus wawasan multikultural. Diantaranya mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan kolaborasi global.
Juga meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional mahasiswa, mendorong riset dan publikasi bersama dosen dan mahasiswa lintas negara dan memperkuat jejaring internasional dalam bidang pendidikan matematika.
Kerja sama ini menjadi bukti bahwa Magister Pendidikan Matematika Unissula tidak hanya berfokus pada penguatan literasi numerasi dan inovasi pembelajaran di tingkat nasional, tetapi juga terus bergerak dinamis dalam membangun reputasi global.
Dengan semangat kolaboratif dan visi internasional, Unissula siap melahirkan pendidik matematika profesional yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.