Apriliya Nur Rafin Saputra mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula mengikuti program student exchange di School of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universiti Sains Malaysia (USM), Penang. Program ini akan berlangsung selama satu semester yang dimulai pada September 2025 hingga 12 Februari 2026.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan perkuliahan dan akademik. Tetapi juga berpartisipasi dalam diskusi ilmiah, proyek kolaboratif, serta kegiatan budaya yang memperkaya pemahaman lintas negara.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan adaptasi, komunikasi internasional, serta wawasan teknologi dan rekayasa yang relevan dengan perkembangan industri global.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula M. Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dan menyambut baik partisipasi mahasiswa dalam program student exchange ini. Kegiatan seperti ini merupakan langkah strategis dalam mendorong FTI semakin go international serta memperkuat jejaring akademik global. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membawa nama baik Unissula di kancah internasional,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Lebih jauh pihaknya mengungkap program pertukaran mahasiswa ini merupakan agenda rutin FTI Unissula bersama berbagai universitas mitra internasional yang telah bekerja sama dengan Unissula sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global, kompetensi akademik, serta jejaring internasional mahasiswa.
FTI Unissula juga berkomitmen untuk terus memperluas kemitraan strategis dengan perguruan tinggi luar negeri guna membuka lebih banyak kesempatan mobilitas akademik bagi mahasiswa dan dosen. Program pertukaran pelajar ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing internasional, serta memiliki integritas dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam berkontribusi bagi masyarakat global.
Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendirian Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Farmasi Unissula di Gedung OSCE Center Unissula, Senin (13/2/2026).
Bimtek ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam mendukung penguatan ekosistem halal, khususnya di bidang kefarmasian. Serta sebagai upaya meningkatkan peran Fakultas Farmasi Unissula dalam pengembangan layanan sertifikasi dan pendampingan produk halal.
Dekan Fakultas Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc menyampaikan pendirian LPH dan LP3H merupakan bentuk komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan industri halal, khususnya di sektor farmasi dan produk kesehatan.
“Pendirian LPH dan LP3H ini diharapkan mampu memperkuat peran Fakultas Farmasi Unissula dalam menjamin mutu, keamanan, dan kehalalan produk, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. LPH dan LP3H Unissula hadir sebagai wujud nyata visi misi kami. Melalui lembaga ini, Farmasi Unissula menegaskan kekhasannya sebagai pelopor integrasi ilmu farmasi dengan prinsip halal-thayyib, menyediakan layanan pemeriksaan yang profesional, riset yang berdampak, dan kebermanfaatan yang berkelanjutan,” ungkapnya
Sementara Dewan Syariah Farmasi Halal Unissula menekankan pentingnya kepatuhan syariah, integritas, dan profesionalisme dalam pengelolaan lembaga halal agar layanan yang diberikan kredibel dan berkelanjutan.
Adapun peserta Bimtek menerima materi yang meliputi regulasi halal, mekanisme pendirian lembaga, standar operasional prosedur, serta peran strategis LPH dan LP3H dalam mendukung implementasi sistem jaminan produk halal.
Lebih lanjut melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Unissula berharap proses pendirian LPH dan LP3H Farmasi Halal dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, penelitian, serta pelayanan kepada masyarakat.
Hadir Dewan Syariah Farmasi Halal Unissula Prof Dr H Ahmad Izzuddin MAg dan Dr KH Saekhu MH, Wakil Ketua Aliyya Saliima Izza SKM MEpid, Sekretaris Farmasi Halal Unissula Ulin Nuha SH MH, beserta jajaran pengurus dan Dewan Syariah Farmasi Halal Unissula.
Selain itu hadir juga Sekretaris Fakultas Farmasi Dr apt Naniek Widyaningrum MSc, jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan juga tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Farmasi Unissula.
Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Unissula, Djoko Subagijo ST MSi mengikuti ujian terbuka doktor pada Kamis (12/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul Model Estimasi Biaya tahap konseptual konstruksi fisik pada pembangunan gedung negara.
Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Jujuk Kusumawati ST MSi dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT IPU dan Prof Jati Utomo DH ST MM MSc PhD.
Menurut Subagijo estimasi biaya tahap konseptual (pagu indikatif) adalah fondasi krusial yang menentukan keberhasilan anggaran dan pelaksanaan proyek bangunan gedung negara. Masalah yang umum terjadi yaitu ketidakakuratan penghitungan yang menyebabkan biaya membengkak (cost overrun). Hal itu terjadi salah satunya karena kelemahan parameter. Banyak diantara mereka menggunakan model estimasi biaya pembangunan gedung terlalu sederhana. Penghitungannya biasanya didasarkan luas dan biaya sehingga kurang signifikan. Selain itu belum terintegrasinya parameter baru memicu rendahnya presisi estimasi.
Adapun tujuan penelitiannya mengembangkan model matematika yang presisi dan adaptif untuk meningkatkan akurasi. Menerapkan Hard System Method (HSM) untuk mengintegrasikan parameter spesifik ke dalam model yang lebih kuat. Membangun model prediksi baru yang menggabungkan matematika dan sistematisasi lebih efisien dan akurat.
Adapun kesimpulan dari penelitiannya adalah sebagai berikut. Penelitian berhasil menjawab masalah deviasi anggaran sebesar -49,08% dengan mengembangkan model matematika yang presisi dan adaptif untuk meningkatkan akurasi estimasi tahap konseptual.
Perlunya mengintegrasikan delapan parameter signifikan (seperti luas, fungsi, dan standar BGH) menggunakan metode HSM untuk menciptakan model estimasi yang lebih kuat dan ilmiah. Untuk itu perlu inovasi & prediksi baru dengan membangun model prediksi baru melalui regresi linear berganda yang diimplementasikan dalam aplikasi web tabulasi estimaya untuk menjamin efisiensi serta meminimalkan human error.
Djoko Subagijo ST MSi berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,79. lama studi 2 tahun 7 bulan. Tercatat sebagai lulusan ke 58 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.
Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, Andrew Ghea Mahardika ST MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Kamis (12/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul analisis transmisi pada model pemecah gelombang tenggelam dari Artificial Reef Brick-2 (ARB-2).
Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Ir Rachmat Mudiyono ST MT dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT IPU dan Prof Dr Denny Nugroho Sugianto ST MSi.
Menurut Andrew, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke-4 di dunia (99.093km). Wilayah pantai bersifat dinamis namun rentan terhadap abrasi dan erosi. Pembangunan infrastruktur (reklamasi, wisata, pemukiman) sering mengubah keseimbangan pantai.
Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah destinasi wisata strategis di Jakarta Utara. Namun ada beberapa tantangan salah satunya ancaman abrasi meningkat akibat gelombang laut dan perubahan iklim. Untuk mengatasi itu dibutuhkan pemecah ombak (breakwater). Namun breakwater konvensional yang menggunakan batu atau beton sering merusak estetika dan ekosistem.
Oleh karenanya dibutuhkan solusi perlindungan yang juga berfungsi sebagai habitat biota laut. Diperlukan struktur pelindung pantai yang efektif namun tetap ramah lingkungan.
Salah satu solusinya menggunakan breakwater tenggelam. “Breakwater tenggelam (submerged breakwater) merupakan salah satu alternatif struktur pelindung pantai yang mampu mereduksi energi gelombang tanpa mengganggu estetika kawasan pesisir,” ungkap Andrew.
Ada beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. Pertama, struktur Artificial Reef Brick-2 (ARB-2) terbukti efektif meredam energi gelombang non-breaking, dengan nilai koefisien transmisi (KT) 0,19–0,39, setara reduksi energi ±60–81%. Kedua, respons gelombang terhadap ARB-2 menunjukkan pola yang konsisten dan dapat diprediksi, dipengaruhi oleh parameter non-dimensi seperti kecuraman gelombang, relative freeboard, dan crest width.
Ketiga, secara hidrodinamik, sebagian besar skenario menghasilkan KT < 0,40, menegaskan efektivitas ARB-2 sebagai pemecah gelombang tenggelam untuk kawasan pantai wisata. Keempat, struktur ARB-2 menunjukkan stabilitas yang baik selama pengujian laboratorium, tanpa pergeseran unit atau perubahan konfigurasi. Kelima, Relative freeboard (Rc/Hi) merupakan faktor desain paling dominan dalam menentukan kinerja peredaman gelombang ARB-2
Penelitiannya diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kajian teknik pantai, khususnya terkait analisis transmisi gelombang pada struktur pemecah gelombang tenggelam berbasis Artificial Reef Brick-2 (ARB-2). Oleh karena itu, hasil penelitian ini disarankan untuk digunakan sebagai dasar dalam penelitian lanjutan yang mengkaji variasi bentuk, dimensi, dan konfigurasi unit ARB-2 terhadap kinerja peredaman gelombang.
Penelitiannya dapat juga dijadikan bahan pertimbangan awal bagi perencana, konsultan, dan pemangku kebijakan dalam memilih alternatif struktur pemecah gelombang tenggelam yang sesuai untuk kawasan pantai wisata, khususnya pada pantai reklamasi dengan kondisi dasar laut yang relatif rata dan impermeabel.
Andrew Ghea Mahardika ST MT berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,71. Tercatat sebagai lulusan ke 59 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.
Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, Ir Dedy Hamdani ST MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Rabu (11/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul peta geoteknik untuk analisis daya dukung pondasi tiang di atas tanag lunak berbasis data CPT menggunakan interpolasi GIS dan validasi PDA.
Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Ir Soedarsono MSi dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ing Ir Yulian Firmana A ST MT PhD dan Prof Dr Yusef Muslih Purwana ST MT PhD.
Menurut Dedy Hamdani perencanaan fondasi tiang di wilayah tanah lunak memerlukan informasi geoteknik yang akurat dan representatif secara spasial. Namun keterbatasan data uji titik sering menyulitkan pengambilan keputusan pada tahap perencanaan awal. Kota Banjarmasin, yang didominasi oleh tanah lunak aluvial, menghadapi tantangan serupa dalam penyediaan data daya dukung tanah yang menyeluruh dan mudah diakses.
Penelitiannya bertujuan untuk mengembangkan peta geoteknik daya dukung fondasi tiang berbasis data Cone Penetration Test (CPT) dengan pendekatan Geographic Information System (GIS), serta melakukan validasi teknis terhadap hasil pemetaan tersebut. Data CPT sekunder dari 333 titik diolah untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit (Qu) menggunakan metode Meyerhof, Schmertmann, LCPC, dan de Ruiter & Beringen, kemudian dipetakan secara spasial menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Ordinary Kriging.
Akurasi hasil interpolasi dievaluasi melalui uji cross-validation menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Selain itu, validasi dilakukan dengan membandingkan hasil pemetaan terhadap data CPT primer di 10 lokasi, data uji Pile Driving Analyzer (PDA) di 3 lokasi, serta klasifikasi tanah dari boring log di 7 lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ordinary Kriging secara konsisten menghasilkan nilai RMSE yang lebih rendah dibandingkan IDW pada kedalaman hingga 25 m, sehingga lebih representatif dalam menggambarkan variasi spasial tanah lunak.
Perbandingan dengan data PDA menunjukkan bahwa simpangan nilai Qu hasil peta geoteknik berada di bawah 10%, serta memenuhi ketentuan kehati-hatian dan prinsip teknis dalam SNI 8460:2017 untuk perencanaan awal fondasi. Sebagai luaran tambahan, peta geoteknik yang dihasilkan diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web untuk mendukung pengambilan keputusan teknik secara spasial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi data CPT, interpolasi spasial berbasis Kriging, dan validasi lapangan menghasilkan peta geoteknik yang akurat, tervalidasi, dan aplikatif sebagai data pendukung perencanaan awal fondasi tiang di tanah lunak.
Ir Dedy Hamdani ST MT berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,81 dalam masa studi 2 tahun 7 bulan. Tercatat sebagai lulusan ke 56 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menambah jajaran Guru Besar baru. Empat Guru Besar tersebut dikukuhkan oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar pada Kamis (12/2/2026).
Tiga Guru Besar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Prof Dr H Ardian Ardhiatma SE MM dan Prof Dr Tri Wikaningrum SE MSi sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, serta Prof Dr Drs Winarsih SE MSi CSRA sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Akuntansi Manajemen. Sampai saat ini FEB Unissula memiliki 21 Guru Besar.
Sementara satu Guru Besar lainnya berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI), yakni Prof Dr A Zaenurrosyid SHI MA yang merupakan Guru Besar pertama di FAI Unissula, dengan konsentrasi bidang Ilmu Hukum Islam.
Rektor Unissula Prof Gunarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar capaian personal, melainkan amanah besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.
“Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi rujukan keilmuan, menginspirasi generasi muda, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Orasi Ilmiah
Pada kesempatan tersebut, Prof Ardian Ardhiatma membacakan orasi ilmiah berjudul Penguatan integrasi knowledge worker dan nilai diri pada era AI.
Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar untuk peningkatan kinerja dan efisiensi, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru terhadap integritas profesional.
Menurutnya, dengan dilandasi model integritas yang mencakup skill, knowledge, attitude, dan ability, serta berlandaskan nilai-nilai diri yang luhur, para profesional memiliki kesempatan untuk memimpin disrupsi teknologi secara bertanggung jawab.
“Marilah kita jadikan etika profetik sebagai cahaya yang membimbing kita dalam menggunakan AI untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Prof Tri Wikaningrum dalam orasinya yang berjudul Islamic collaborative agility capital: implikasinya bagi praktik pengembangan knowledge worker di organisasi intensif pengetahuan menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai Islam, khususnya di sektor perbankan syariah.
Menurutnya, konsep Islamic Collaborative Agility Capital relevan dengan dinamika SDM di perbankan syariah yang menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan SDM yang terencana dan berkelanjutan, di samping penguatan produk, pemasaran, kerangka hukum, serta implementasi prinsip syariah.
Adapun Prof Winarsih menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi akuntansi manajemen di era ai berbasis islamic culture governance.
Ia menjelaskan bahwa transformasi akuntansi manajemen di era AI membawa perubahan mendasar terhadap fungsi dan peran akuntan.
Digitalisasi dan AI terbukti meningkatkan efisiensi pelaporan, kecepatan analisis, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan manajerial. Profesi akuntan manajemen kini berkembang menjadi mitra strategis dalam proses bisnis dan inovasi organisasi.
Namun demikian, transformasi ini menuntut akuntan untuk terus meningkatkan kompetensi teknologi, memahami risiko keamanan dan etika, serta mampu beradaptasi dengan peran yang semakin strategis.
Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan tersebut.
Sementara itu, Prof Zaenurrosyid mengangkat tema Membangun produktivitas filantropi islam: inovasi fundraising, profesionalisme manajemen, dan distribusi ZISWAF berbasis maqasid syariah.
Ia menekankan bahwa filantropi Islam yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) merupakan sistem sosial ekonomi yang dibangun atas fondasi spiritual, moral, dan keadilan distributif.
Dalam sejarah Islam, praktik filantropi telah menjadi instrumen penting pembangunan peradaban, mulai dari pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pengembangan ekonomi produktif.
Oleh karena itu, inovasi penghimpunan dana, profesionalisme pengelolaan, serta distribusi berbasis maqasid syariah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan dampak ZISWAF secara berkelanjutan.
Hadir juga Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Dekan FAI Unissula Dr Agus Irfan SHI MPI, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, jajaran dosen dan tamu undangan, serta Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz.
LP3M Unissula menerima kunjungan studi banding dari Direktorat Kealumnian dan Karier (DKK) Universitas Kristen Satyawacana Salatiga pada Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur DKK Dr Lina Sinatra Wijaya MA. Mereka diterima langsung oleh Ketua LP3M Unissula Provita Wijayanti SE MSi Ak CA AWP IFP PhD.
Dalam sambutannya Provita menyampaikan bahwa LP3M Unissula terbuka untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kwalitas masing masing lembaga untuk mensukseskan program pendidikan tinggi. Pihaknya juga siap mengadakan kunjungan balasan untuk sama sama saling belajar.
Sekretaris LP3M Unissula Anang Putranto ST dalam kesempatan tersebut juga memaparkan proses pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Unissula untuk mendukung outcome Unissula dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Sementara itu Lina Sinatra menyatakan bahwa tujuan kunjungannya dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Direktorat Kealumnian dan Karier Center. Selain Lina hadir pula dalam rombongan antara lain Theresia Evy Yeniarti SE, Yolanda Vera Rupadhatu SPd, Barlian Tawangalun SE, dan Daniel Wahyu Nugroho SSI. Turut hadir pula Dinda Elisabeth Puspitasari SE, Elsa Kristiani Putri SSI dan Arya Pradana Skom.
Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula memperluas jaringan kerjasama melalui Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas (MGMP PAI SMA) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/1/2026).
Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis FAI Unissula dalam membangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan Lembaga Pendidikan di tingkat SMA dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Fakultas Agama Islam memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam setiap kepakarannya. Selain itu, dosen memiliki kewajiban melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan. Sedangkan guru yang tergabung dalam MGMP memerlukan tambahan amunisi dalam mengembangkan sumber daya manusia.
Dekan FAI Unissula Dr Agus Irfan MPI menyampaikan kerja sama dengan MGMP PAI SMA Jawa Tengah merupakan langkah yang sangat baik. MGMP PAI SMA Jawa Tengah menurutnya merupakan bagian tak terpisahkan dengan Fakultas Agama Islam Unissula karena di lembaga ini memiliki prodi Pendidikan Agama Islam yang melahirkan para guru PAI termasuk yang mengabdi mengajar di tingkat SMA.
“Sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi unggul, memiliki program studi Pendidikan Agama Islam dari jenjang S1, S2 dan S3, maka FAI Unissula siap bekerjasama dengan MGMP PAI Jawa Tengah dalam meningkatkan sumber daya manusia sebagai fondasi penting dalam menjaga mutu Pendidikan Agama Islam,” lanjutnya.
Ketua MGMP PAI SMA Jawa Tengah, Ahmad Taufiq SPdI MPdI memberikan apresiasi yang sangat baik dengan adanya penandatanganan MoU tersebut. Ia berharap adanya MoU ini mampu memberikan keuntungan kedua belah pihak terutama kepada para guru yang tergabung dalam MGMP PAI SMA Jawa Tengah.
“Adanya MoU ini diharapkan mampu membarikan program-program yang meningkatkan kualitas guru PAI SMA Jawa Tengah seperti studi lanjut S2 dan S3 dari FAI Unissula, adanya pendampingan akademik berupa pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya,” tuturnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, FAI Unissula menegaskan kembali perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan sumber daya guru Pendidikan Agama Islam.
Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menegaskan bahwa hadirnya dua Guru Besar baru di lingkungan FH Unissula yakni yakni Prof Dr Arpangi SH MH sebagai Guru Besar bidang Hukum Ketenagakerjaan, serta Prof Dr Widayati SH MH sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara, merupakan bukti nyata bahwa Fakultas Hukum Unissula terus bergerak maju dalam meningkatkan mutu pendidikan dan keilmuan hukum untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah persaingan global.
Menurut Prof Jawade, pengukuhan Prof Arpangi di bidang Hukum Ketenagakerjaan dan Prof Widayati menunjukkan dinamika akademik yang sehat sekaligus relevan dengan persoalan hukum aktual yang dihadapi bangsa Indonesia.
“Bidang Hukum Ketenagakerjaan saat ini menjadi perhatian publik, khususnya para buruh dan pekerja yang membutuhkan kepastian hukum terkait hak-hak ketenagakerjaan, terutama soal upah yang mampu mensejahterakan diri dan keluarganya,” ujar Prof Jawade.
Ia menyoroti persoalan upah minimum yang hingga kini masih menimbulkan ketimpangan antar wilayah. Padahal, menurutnya, kebutuhan hidup dan harga kebutuhan pokok di daerah yang berdekatan sering kali relatif sama, namun standar upah yang ditetapkan berbeda.
“Kondisi ini perlu dikaji secara serius. Harus ada standar minimal dan maksimal yang bisa menjadi rujukan bersama, agar tercipta keadilan dan keseimbangan antar daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kajian akademik yang dilakukan para guru besar, termasuk melalui pusat-pusat studi ketenagakerjaan, merupakan kontribusi penting bagi perumusan kebijakan yang lebih adil.
Sementara itu, di bidang Hukum Tata Negara, Prof Jawade menilai gagasan yang disampaikan Prof Widayati sangat strategis, khususnya terkait kaji ulang sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi.
Ia menjelaskan bahwa perubahan UUD 1945 telah menggeser kedudukan dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang sebelumnya merupakan lembaga tertinggi negara dengan kewenangan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
“Gagasan untuk menghidupkan kembali haluan negara perlu dikaji secara mendalam. Negara ini tidak dibangun untuk lima tahunan, melainkan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan pedoman pembangunan jangka panjang yang ditetapkan melalui lembaga negara,” jelasnya.
Menurut Prof Jawade, tanpa adanya haluan negara yang jelas, arah pembangunan sangat bergantung pada program presiden dan wakil presiden terpilih yang bersifat periodik.
Hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksinambungan kebijakan ketika terjadi pergantian kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa kontribusi pemikiran dari dua Guru Besar FH Unissula tersebut menjadi bagian penting dari peran akademisi dalam memberikan solusi konstitusional dan ketenagakerjaan bagi bangsa.
“Ini adalah sumbangsih nyata Fakultas Hukum Unissula melalui para guru besarnya untuk pembangunan hukum nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali memperkuat barisan akademisi dengan bertambahnya dua Guru Besar (Profesor).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. dalam Rapat Senat Terbuka, Selasa (10/2/2026).
Dua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut yakni Prof. Dr. Arpangi, S.H., M.H. sebagai Guru Besar bidang Hukum Ketenagakerjaan, serta Prof. Dr. Widayati, S.H., M.H. sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Arpangi mengangkat tema “Keseimbangan antara Tenaga Kerja dengan Pengusaha.” Ia menegaskan bahwa penetapan upah minimum tidak serta-merta menjamin kesejahteraan buruh atau pekerja.
Menurutnya, secara riil upah minimum kerap tidak mencukupi kebutuhan hidup layak serta sering tertinggal dari laju inflasi. Di sisi lain, Prof. Arpangi menekankan bahwa pengusaha memiliki dua tanggung jawab utama, yakni memberikan upah sesuai kebutuhan riil pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan agar tetap mampu bersaing.
Ia juga menilai pemerintah perlu melakukan riset komprehensif dalam menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) agar kebijakan benar-benar mencerminkan kondisi buruh. Selain itu, ia mendorong penerapan pengawasan ketenagakerjaan yang adaptif, dengan menjadikan sanksi pidana sebagai upaya terakhir (ultimum remedium), sehingga tidak berdampak pada penutupan usaha dan hilangnya lapangan kerja.
Pentingnya Penataan Konstitusional
Sementara itu, Prof. Widayati dalam orasi ilmiahnya menyampaikan tema “Redesain Konstitusional Kelembagaan dan Kewenangan MPR dalam Membentuk Produk Hukum tentang Haluan Negara.”
Ia menyoroti pentingnya penataan kembali sistem ketatanegaraan Indonesia agar arah pembangunan nasional lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Menurut Prof. Widayati, pasca perubahan UUD 1945 telah terjadi pergeseran paradigma kelembagaan negara, khususnya terkait kedudukan dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Ketiadaan haluan negara, lanjutnya, menyebabkan pembangunan nasional kerap tidak berkesinambungan dan menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan jangka panjang. Ia juga menyinggung banyaknya proyek pembangunan yang mangkrak akibat pergantian kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta masih berlakunya sejumlah Ketetapan MPR yang tidak dapat diuji, diubah, maupun dicabut.
Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan mekanisme hukum yang lebih jelas agar pembangunan nasional tetap terarah sesuai tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. menegaskan bahwa Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan.
Ia berpesan agar ilmu dan keahlian yang dimiliki para profesor tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan Unissula, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Hadir juga dalam kesempatan ini Dekan FH Unissula Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H, Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz dan jajaran dosen