Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melakukan asesmen lapangan di Prodi Magister Biomedik Fakultas Kedokteran Unissula, Kamis (2/3/2022). Asesor terdiri dari Prof Dr dr Wawaimuli Arozal MBiomed Pharm D dan Dr dr Bagus Komang Satriyasa MRepro. Keduanya disambut langsung oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.
Prof Gunarto dalam sambutan menyampaikan ada dua keistimewaan Magister Biomedik Unissula. “Mahasiswa Magister Biomedik Unissula paling banyak di Semarang. Yang kedua adalah pelayanan stem cell. Gubernur Ganjar itu langganan suntik dengan dokter dari Unissula,” jelasnya.
Rektor juga sampaikan bahwa dengan hadirnya asesor ini sebagai sarana rekomendasi untuk pembinaan. “Magister Biomedik memiliki idealisme ingin memiliki daya saing nasional dan internasional dengan penjaminan mutu terbaik, memberikan pelayanan demi kesejahteraan seluruh masyarakat yang dirahmati Allah SWT. Sehingga dengan ini Magister Biomedik bisa harapannya bisa meraih akreditasi unggul dari yang sebelumnya B,” ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Bidang Pendidikan YBWSA Drs Tjuk Subhan Sulchan juga mengungkapkan harapan yang sama. “Saya mendengar laporan bahwa tim sudah bekerja keras. Sehingga semoga yang diharapkan oleh Magister Biomedik ini bisa memperoleh akreditasi unggul. Seperti semangatnya Pak Rektor ini Unggul, Unggul, Unggul,” lanjutnya.
Prof Dr dr Wawaimuli sebagai perwakilan asesor menyampaikan terimakasih atas penyambutan yang sangat baik. “Kami mengucapkan terimakasih atas penerimaan yang sangat baik dari tuan rumah dalam hal ini Unissula. Selanjutnya kami akan melakukan evaluasi terkait data-data yang ada”, pungkasnya.
Headlinetoday.id Perpustakaan Unissula saat ini menjadi rujukan berbagai perpustakaan universitas di Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perpustakaan Unissula Dr M Ja’far Shodiq (6/3). “Perpustakaan Unissula memiliki berbagai keunggulan mulai dari akreditasi, manajemen pengelolaan, maupun koleksi buku dan jurnal. Bahkan saat ini perpustakaan Unissula telah menjadi rujukan berbagai perpustakaan universitas di Jawa Tengah”, ungkapnya.
Kunjungan terbaru yakni studi banding dari pengelola perpustakaan Universitas Pancasakti Tegal (UPS) pada (3/3/2023). Tujuannya kunjungan yakni mempersiapkan akreditasi perpustakaan yang nantinya akan dilaksanakan pada tahun 2023 ini.
Selain studi banding kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat jalinan antar kedua institusi dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak.
Kepala Perpustakaan UPS, Priyo Haryoko SIPust menyampaikan tujuan kunjungan dalam rangka belajar meningkatkan nilai akreditasi perpustakaan. “Perpustakaan Unissula menjadi salah satu tempat belajar karena keberhasilannya memperoleh akreditasi A”, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut rombongan UPS belajar mengenai koleksi, layanan, dan sarana-prasarana perpustakaan Unissula. Juga presentasi dan sharing knowledge yang dipimpin oleh Kepala Divisi Layanan Teknis, Ahmad Muzaki Nurdin SHum. Acara ditutup dengan library tour dipandu oleh Kepala Divisi Layanan Pemustaka, Eti Sumiati SIP untuk melihat langsung desain gedung, tata letak, fasilitas, pembagian ruang-ruang dan layanan perpustakaan Unissula.
Unissula akan mengadakan reuni akbar yang rencananya akan dihelat 18-20 Mei 2023 mendatang. “Kami mengundang pada semua alumni Unissula untuk hadir dalam reuni akbar tersebut”, ungkap Rektor Prof Dr Gunarto SH MH saat konferensi press di kampus Unissula Semarang (3/3/2023).
Tema yang kami angkat adalah reuni akbar alumni tilik kampus. “Tilik adalah bahasa Jawa yang artinya menjenguk atau berkunjung. Sehingga kami mengundang agar para alumni menyempatkan waktunya guna berkunjung ke almamater dalam momen reuni akbar tersebut”, lanjut Prof Gunarto.
Selain temu kangen para alumni juga bisa menyaksikan sendiri perubahan dan kemajuan yang luar biasa dari kampus Unissula. “Alhamdulillah Unissula saat ini telah terakreditasi unggul secara institusi. Begitu juga mayoritas prodinya telah terakreditasi Unggul atau A. Sebagian prodinya juga telah terakreditasi internasional. Ada banyak kemajuan signifikan yang telah dicapai oleh kampus Unissula baik secara akademik non akademik sarana maupun prasarana”, tambah Prof Gunarto.
Kehadiran alumni dalam acara tersebut memiliki tiga makna penting. Pertama alumni dapat memberikan masukan terkait visi misi maupun idealisme kampus. Kedua memberikan masukan tentang pembaharuan kurikulum. Ketiga memberikan penghargaan pada alumni berprestasi.
Reuni selama tiga hari tersebut akan diisi banyak acara menarik. Antara lain job fair, bakti masyarakat, jalan sehat, alumni award, dan malam puncak reuni akbar yang akan menghadirkan Gus Miftah. Para alumni bisa mendaftar reuni akbar mulai sekarang melalui link berikut https://tilikkampus.unissula.ac.id. Adapun target alumni yang hadir adalah 10.000.
Ketua panitia reuni Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan panitia berkomitmen secara sungguh sungguh agar acara tersebut berjalan sukses. “Jika dilihat dari kalender acaranya sudah sangat mepet. Semoga persiapan tiga bulan bisa maksimal. Panitia juga bekerjasama dengan event organizer The Sultan Production”, pungkas Qomaruddin.
Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula mengadakan lokakarya imsyakiyah 1444 H. Acara diadakan di Gedung FAI lantai III (2/3/2023). Hadir sebagai narasumber dua dosen FAI Unissula yaitu Dr Choirun Nizar SHI SHum MHI dan Drs KH Slamet Hambali MSI. Slamet Hambali juga merupakan pakar Falak Indonesia.
Dekan FAI Unissula Drs Muhtar Arifin Sholeh MLib menyampaikan pentingnya ilmu pengatahuan. “Jadilah orang yang mencari ilmu, atau mengajarkan ilmu atau yang mendengarkan ilmu atau cinta ilmu. Jangan jadi yang terkahir jadi orang yang hancur karena hidup tanpa ilmu”, ungkapnya.
Masih menurut Muhtar Arifin astronomi merupakan ilmu yang tidak semua orang mempelajarinya, untuk itu ambilah ilmu sebaik baiknya dari orang yang menguasai bidang tersebut.
Sementara itu Choirun Nizar menyampaikan sampai saat ini di Indonesia belum ada kalender Hijriyah bersama, karena itu muncul perbedaan disetiap penentuan awal bulan. Sama sama menggunakan hisab dan rukyat namun ada beda pandangan rukyat.
Dikatakannya lagi untuk rukyat masih berpendapat rukyatul fikli yakni melihat secara langsung walaupun ditengah teknologi yang canggih. Kriteria imkanul rukyah untuk melihat hilal juga masih menjadi perbedaan. Potensi yang menjadi perbedaan adalah jika posisi hilal antara ufuk hilal dengan imkanul rukyah.
JAKARTA (headlinetoday.id) – Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan memberi sanksi pemecatan tidak dengan hormat terhadap mantan Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. Keputusan itu, kata Ahmad Dofiri selaku pimpinan sidang terkait dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua.
“Pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri atas dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua,” kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Ahmad Dofiri di Mabes Polri, Jakarta pada Jumat (26/8/22).
Sambo dinilai terbukti melakukan pelanggaran kode etik terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Sambo juga dianggap merekayasa hingga menghalangi penyidikan kasus Brigadir Yoshua.
KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN
Menurut Ahmad Dofiri, sanksi yang dijatuhkan selain etika ada sanski adminitrasi yakni, penempatan khusus di Mako Brimob.
“Sanski bersifat etika yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan FS juga mendapat sanksi administrasi yakni penempatan khusus di Mako Brimob yang telah dijalani beberapa waktu lalu,” ujar Ahmad.
Dalam sidang ini, pihak Komisi Kode Etik Polri menghadirkan 15 saksi. Di antaranya seperti tiga tersangka pembunuhan berencana yakni, Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal (RR) dan asisten rumah tangga Kuat Maruf.
Selain itu, Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, AKBP Arif Rahman, Kombes Agus Nurpatria, dan Kombes Susanto, AKBP Ridwan Soplanit, dan AKBP Arif Rahman. Kemudian AKBP Arif Cahya, Kompol Chuk Putranto, AKP Rifaizal Samual, Brigjen Hari Nugroho dan Kombes Murbani Budi Pitono.
AKUI SALAH
Dalam sidang, Sambo mengakui seluruh keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan serta menyampaikan permohonan maaf kepada Polri. Sambo juga menyatakan akan mengajukan banding atas hasil sidang etik yang memutuskan pemecatan dirinya.
“Dengan niat yang murni dan tulus, saya ingin menyampaikan rasa bersalah dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung. Saya mohon permintaan maaf saya diterima, dan saya menyatakan siap untuk menjalankan setiap konsekuensi sesuai hukum yang berlaku. Saya juga siap menerima tanggung jawab dan menanggung seluruh akibat hukum yang dilimpahkan kepada senior dan rekan-rekan yang terdampak,” ujarnya.
“Sambo akui bersalah tapi dia memutuskan banding.”
“Mohon izin Ketua KKEP bagaimana kami sampaikan dalam proses persidangan, kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan yang kami lakukan terhadap institusi Polri. Namun mohon izin sesuai dengan pasal 29 PP 7 2022 izinkan kami mengajukan banding, apa pun keputusan banding kami siap untuk laksanakan,” ujar Sambo saat membacakan tanggapan atas putusan sidang etik Polri.
Sebelumnya Sambo telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perihal pengunduran diri itu dikonfirmasi langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Ya, suratnya (pengunduran diri) ada,” kata Listyo usai rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8).
UNISSULA KAMPUS TERAKREDITASI UNGGUL
Namun, Listyo mengatakan ia belum memutuskan untuk menerima atau tidak surat pengunduran diri Sambo itu. Ia menuturkan tim tengah mempertimbangkan surat pengunduran diri Sambo berdasarkan aturan-aturan yang ada.
Dalam kesempatan lain, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri untuk menolak surat permohonan pengunduran diri Ferdy Sambo karena sidang etik terhadap dirinya masih berjalan. Menurut IPW, Irjen Ferdy Sambo semestinya dipecat sebagai anggota Polri. (fik) editor: mridwan
Mewakili Indonesia pada Sidang KTT Pangan dan Pertanian Dunia (FAO)
SEMARANG (headlinetoday.id) – Rektor Unissula melepas salah satu mahasiswi terbaiknya Siti Aisyah Amini untuk mengikuti konferensi PBB di Roma Italia, pada 31 Agustus hingga 4 September 2022. Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unissula tersebut menjadi satu satunya delegasi Indonesia dalam KTT Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
Siti Aisyah yang tergabung dalam organisasi internasional pangan (IPC) akan menyuarakan beberapa isu di sektor perikanan. “Kami akan menyuarakan aspirasi anak muda Indonesia khususnya anak para nelayan. Sehingga suatu saat nanti ketika mereka ditanya tentang cita-citanya, mereka akan dengan bangga bercita-cita menjadi nelayan, dan meneruskan profesi orang tuanya,” jelasnya.
SITI SISYAH AMINI, MAHASISWI HUKUM UNISSULA WAKILI INDONESIA PADA SIDANG PBB DI ROMA ITALIA
Mahasiswa asal Madura itu juga berharap dengan hadirnya anak muda di konferensi internasional ini, PBB mulai melihat potensi dan membuat teknologi perikanan (digital fisheries).
“Melalui digital fisheries ini untuk mempersiapkan anak-anak nelayan untuk melihat bagaimana memproyeksikan teknologi masuk ke sektor perikanan dan kelautan, yang berisikan prosedur penangkapan ikan, hingga pemasarannya,” lanjutnya.
”Pada sidang FAO kali ini saya akan menyuarakan nasib anak-anak nelayan agar mereka kelak bangga menjadi anak nelayan. Saya juga akan perjuangkan agar teknologi masuk ke dunia perikanan dan kelautan.” (Siti Aisyah Amini, Mahasiswa Hukum Unissula, mewakili Indonesia pada Sidang PBB di Roma Italia)
Sebagai aktifis sektor kelautan Ia memandang bahwa sektor perikanan Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang bisa digali dan dimanfaatkan. Potensi tersebut bahkan bisa menjadi salah satu opsi bidang pekerjaan yang menjanjikan untuk masa depan generasi milenial Indonesia.
“Komitmen harus ada, teknologi harus masuk, dan keberpihakan pada nasib nelayan juga harus diimplementasikan supaya peluang tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan, bukan hanya oleh generasi saat ini, tapi juga menjadi pilihan profesi untuk generasi mendatang, saya optimistis,” ujarnya.
FAKULTAS HUKUM BANYAK PRESTASI
Sementara itu Rektor Unissula Prof Dr Gunarto, MH dalam upacara pelepasan di kampus Unissula, kemarin (25/8/22) menyatakan turut bangga salah satu mahasiswinya dipercaya dan diundang untuk mewakili Indonesia di forum PBB.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Fakultas Hukum Unissula juga bagi kita civitas akademika Unissula secara keseluruhan. Karena Unissula sukses dalam mendidik dan menciptakan kader-kader berprestasi hingga berhasil menjadi perwakilan anak muda Indonesia mengikuti sidang internasional PBB di Italia,” ungkapnya.
PRODI DI UNISSULA BERSTANDARD INTERNASIONAL
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Bambang Tri Bawono yang mendampingi pelepasan tersebut menyebut Siti Aisyah sebagai mahasiswa yang ulet.
“Kami pimpinan Fakultas Hukum Unissula merasa sangat bangga mahasiswi kami mendapat undangan resmi untuk mengikuti konferensi PBB,” ujarnya.
Menurutnya, alhamdulillah selain Siti masih banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Unissula. “Sehingga saya kira pas bagi calon mahasiswa baru untuk memilih kuliah di Fakultas Hukum Unissula yang terbukti meraih sukses diberbagai kompetisi nasional dan internasional,” ungkapnya.
Selain mendapat akomodasi dan transportasi gratis dari PBB, Siti juga menerima apresiasi dari Universitas sebesar Rp 7.500.000 yang diserahkan oleh Rektor. Serta Rp 5.000.000 yang diserahkan oleh dekan Fakultas Hukum.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut Wakil Rektor I Dr Andre Sugiyono, Wakil Rektor II Dedi Rusdi MSi, Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin MSc, PhD, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Dr Widayati, Wakil Dekan II Dr Arpangi, dan Kepala Prodi Magister Kenotariatan Dr Jawade Hafidz. (nur) editor: gsoewarno
ANGGOTA DPR RI DARI PARTA DEMOKRAT AS SUKAWIJAYA MEMBERIKAN 20 BEASISWA KIPK KE UNISSULA
Komisi X Berkomitmen Buat Program Pro Rakyat
SEMARANG (headlinetoday.id) – Anggota Komisi X DPR RI AS Sukawijaya berkunjung ke kampus Unissula Semarang. Politikus partai Demokrat itu secara simbolis menyerahkan 20 beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ke Unissula (25/8/22).
Dalam sambutannya Ia meminta mahasiswa penerima KIPK dari usulan masyarakat tersebut untuk sungguh sungguh dalam belajar.
“Dalam kondisi ekonomi sulit pasca pandemi bisa meneruskan kuliah adalah sebuah karunia besar. Terlebih lagi kuliah dengan beasiswa yang tidak hanya dapat ilmu tapi juga diberi sangu oleh pemerintah,” ungkap tokoh yang lebih dikenal dengan sebutan Yoyok Sukawi tersebut.
“Kalau kalian kelak jadi orang sukses, jangan lupakan almamaternya.” (Anggota DPR RI AS Sukawijaya)
Yoyok juga meminta mahasiswa mengelola dana beasiswa dengan bijak. “Jadi adik-adik nanti kalau dananya sudah cair, pergunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Buat beli makan, beli buku dan keperluan kuliah yang bermanfaat jangan buat beli yang aneh-aneh,” ungkap putra mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip tersebut.
Ia menambahkan, tahun depan kalau aspirasi bertambah, kuotanya juga pasti akan ditambah. “Saya senang sekali datang ke Unissula karena selain kampusnya yang berkualitas juga karena kampus ini adalah almamater Bapak dan Ibu saya,” ujarnya.
UNISSULA KAMPUS TERAKREDITASI UNGGUL
Begitu juga kalian, menurut Yoyok, jika suatu hari nanti kalian berhasil menjadi orang sukses, jadi pejabat, kalau punya aspirasi hasil perjuangan jangan lupa almamater kita. “Jangan lupakan almamater orang tua kita,” pesannya.
Ia juga menekankan Komisi X DPR RI punya komitmen kuat untuk terus mengawal program program pendidikan yang pro rakyat.
“Kita semua tahu postur APBN kita yang tidak begitu sehat namun kami di Komisi X terus berusaha kuat dan berkomitmen terhadap program-program yang pro rakyat termasuk kehadiran kami di sini saat ini untuk mensukseskan program tersebut,” kata CEO PSIS Semarang itu.
Sementara itu Rektor Unissula Prof Dr Gunarto, MH dalam sambutannya mengapresiasi realisasi program tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah serta para legislatif yang telah memperjuangkan dan merealisasikan KIPK,” ujarnya.
Gunarto menambahkan, kami juga perlu sampaikan kepada para mahasiswa penerima beasiswa KIPK bahwa saudara memilih untuk kuliah di universitas yang sangat tepat. “Unissula meruapakan kampus terakreditasi unggul dan berkomitmen membangun generasi terbaik, generasi khoirul ummah,” ungkapnya. (nur ) editor : gsoewarno
JAKARTA (headlinetoday.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa dugaan sementara motif kasus penembakan Brigadir Yoshua yang dilakukan Ferdy Sambo terkait kesusilaan. Menurutnya, tidak ada motif lain selain kesusilaan.
Hal ini disampaikan Kapolri saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (24/8/22). “Saat ini kami sampaikan bahwa motif ini dipicu adanya laporan ibu PC terkait masalah-masalah kesusilaan,” jelas Kapolri.
Sigit mengatakan keterangan yang diterima oleh timsus Polri terkait motif dari Putri Candrawathi terkait soal kesusilaan. Lebih lanjut, ia menyebut pengakuan Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya terkait kesusilaan.
UNISSULA KAMPUS UNGGUL
Kapolri menegaskan tidak ada motif lain di luar isu kesusilaan. Ia menambahkan pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Putri dalam rangka mendalami motif penembakan Brigadir Yoshua.
“Mungkin bisa dapat gambaran secara jelas bahwa saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya saat PC melaporkan peristiwa yang terkait dengan masalah kesusilaan di Magelang, Jadi mungkin ini untuk menjawab isunya antara pelecehan atau perselingkuhan sedang kita dalami,” tambah mantan Kabareskrim itu.
Namun, Kapolri tak memaparkan detail peristiwa yang memicu kemarahan Ferdy Sambo. “Untuk lebih jelasnya nanti akan diungkapkan di persidangan,” tegas Sigit.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan pihaknya bakal melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi pada Jumat, (26/8). “Panggilannya hari jumat jam 10 di Bareskrim.,” kata Andi Riang saat dikonfirmasi hari ini.
MENCECARKAPOLRI
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengaku heran mengapa Kapolri tidak menyampaikan motif kasus pembunuhan Brigadir Yoshua ke publik. Adies menegaskan agar Kapolri membeberkan motif apa yang terjadi di Magelang.
“Apa yang terjadi di Magelang? Siapa tersangka utama? Terkait motif kami pun masih mendengar tunggu di persidangan,” pungkasnya.
Ia melanjutkan bahwa paling tidak Kapolri menjelaskan mengapa motif penembakan tidak bisa dibeberkan sekarang. “Kenapa kasus ini tunggu persidangan. Padahal kasus lain bisa dibuka. Paling tidak berilah alasan kenapa tunggu persidangan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan motif kasus ini?” kata Adies. (fik) editor: mridwan
Santri Nusantara melaporkan Ketum PPP ke Polda Jateng
Suharso sudah Minta Maaf
SEMARANG (headlinetoday.id) – Sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai Santri Nusantara turut melaporkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa ke Polda Jawa Tengah, Rabu (24/08/2022).
Pelaporan ini merupakan buntut dari pernyataannya yang menyinggung tentang ‘amplop kyai’. Santri Nusantara menganggap pernyataan itu mengandung ujaran kebencian.
“Yang bersangkutan (Suharso) dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian. Diterima oleh Polda jawa tengah dengan nomor: STPA/930/VIII/2022/Ditreskrimsus,” kata salah satu pelapor, Hidayat, kepada wartawan di Mapolda Jateng, dikutip dari Solopos, Rabu (24/08/2022).
KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN
Ia mengatakan, pernyataan Suharso yang beredar dalam sebuah video itu tidak memiliki tata krama dan sopan santun.
“Sebagai kaum santri kami memiliki beban moral ketika ada tokoh yang asal ‘bunyi’. Kami, kaum santri punya hak untuk meluruskan,” lanjut Hidayat.
Dalam laporannya, Santri Nusantara menyertakan rekaman video yang memuat ucapan Ketum PPP yang dianggap menyinggung perasaan kaum ulama.
SUDAH MINTA MAAF
Pernyataan Suharso yang dianggap menimbulkan kegaduhan itu dikatakan olehnya saat menghadiri acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) di Gedung ACLC KPK, Senin (15/8/2022).
Suharso menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke pesantren tertentu. Ia mengatakan, saat itu ia masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP.
Seusai melakukan kunjungan, Ia mengaku ditanya apakah meninggalkan sesuatu. Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa jika melakukan kunjungan mesti membawa tanda mata.
“Bahkan sampai hari ini, kalau kami ketemu di sana itu, kalau enggak ada amplopnya, itu sesuatu yang hambar. This is the real problem that we are facing today,” ujar Suharso.
Terkait kejadian itu, Suharso telah meminta maaf karena telah membuat kegaduhan. Permintaan maaf itu disampaikan saat memberi sambutan di acara Sekolah Politik PPP di Bogor, Jumat (19/8/2022).
“Saya mengaku itu sebuah kesalahan, saya memohon maaf dan meminta untuk dibukakan pintu maaf seluas-luasnya,” kata Suharso.
Ia menuturkan, semestinya tidak menyampaikan ilustrasi tersebut di depan publik, sehingga menimbulkan penafsiran yang keliru.
“Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan,” kata Suharso.
Di sisi lain, ia menyesalkan tindakan pihak tertentu yang memotong pidatonya di KPK. Menurutnya, tindakan itu membuat pernyataannya berada di luar konteks dan membangun opini yang membuat gaduh. (gan)editor ; mridwan
Bharada E menyebut Brigadir Yoshua bersimbah darah di depan Ferdy Sambo yang memegang pistol
Bharada E Dijanjikan dapat SP3
JAKARTA (headlinetoday.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Bharada E mengaku melihat Brigadir Yoshua sudah terkapar bersimbah darah di depan Irjen Ferdy Sambo. Sigit menjelaskan Bharada E melihat Ferdy Sambo memegang senjata dihadapan jasad Brigadir Yoshua.
Hal ini disampaikan Kapolri saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu 24 Agustus 2022. “Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat Almarhum Yoshua terkapar bersimbah darah. Saudara Ferdy Sambo berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada Saudara Richard,” lanjut Sigit.
Mantan Kabareskrim itu melanjutkan, usai mendengar keterangan terbaru Bharada E, tim khusus Polri langsung melapor ke Kapolri. Ia pun meminta bertemu langsung dengan Bharada E setelah mendapat laporan itu. Dalam pertemuan itu, terungkap pula janji-janji Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk mau menuruti skenarionya.
Sigit menyatakan Bharada E mengaku dijanjikan Ferdy Sambo SP3 dalam kasus penembakan Brigadir Yoshua. “Kita tanyakan, kenapa yang bersangkutan mengubah? Ternyata pada saat itu saudara Richard mendapatkan janji dari saudara Ferdy Sambo akan membantu melakukan atau memberikan SP3 (penghentian kasus) terhadap kasus yang terjadi,” kata Sigit.
UNISSULA KAMPUS UNGGUL
Namun pada kenyataannya, kata Sigit, janji Sambo hanya sekedar isapan jempol. Sehingga, Bharada E bersedia memberikan keterangan secara jujur. “Ternyata saat itu saudara Richard mendapatkan janji dari saudara Ferdy Sambo akan membantu melakukan atau memberikan SP3 terhadap kasus yang terjadi. Namun ternyata faktanya Richard tetap menjadi tersangka,” kata mantan Kabareskrim. “Ini juga yang kemudian mengubah semua informasi awal dan keterangan yang diberikan saat itu. Richard minta disiapkan pengacara baru serta tidak mau dipertemukan dengan saudara Ferdy Sambo,” pungkas Kapolri.
Sebelumnya Kapolri mengaku sempat ditemui Ferdy Sambo setelah peristiwa penembahakan Brigadir Yoshua yang terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia menanyakan soal pelaku dalam peristiwa tersebut.
Sigit secara tegas mengatakan akan mengungkap kasus sesuai fakta. “Kami juga didatangi Ferdy Sambo, saat itu saya tanyakan, ”Kamu bukan pelakunya? Karena saya akan ungkap kasus ini sesuai fakta. Saya sampaikan begitu,” kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Senayan, Rabu (24/8/22). (fik) editor ; gsoewarno