Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi (MIKG) FKG Unissula menerima kunjungan studi banding FKG Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut Dekan FKG UB Dr drg Yuanita Lely Rachmawati MKes menyatakan ingin mengadopsi sistem tata kelola dan kurikulum yang diterapkan di Unissula sebagai role model dalam rencana pendirian program magister baru di kampus mereka.
Dekan FKG Unissula Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menyatakan kunjungan ini semakin mengukuhkan posisi MIKG Unissula sebagai salah satu kiblat pendidikan kedokteran gigi pascasarjana di Indonesia.
“Melalui kunjungan ini juga MIKG FKG Unissula tidak hanya membagikan formula sukses dalam mengelola program magister terakreditasi Unggul. Tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan Universitas Brawijaya,” ungkapnya.
Selanjutnya Kaprodi MIKG Unissula drg Islamy Rahma Hutami PhD memaparkan secara komprehensif mengenai profil, keunggulan, hingga sistem tata kelola program studi MIKG Unissula.
Selain itu agenda dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai sarana dan prasarana FKG Unissula. Diantaranya Averroes Dental Research Laboratory. Laboratorium canggih yang menjadi pusat praktik dan riset mendalam bagi mahasiswa yang mengambil peminatan Biologi Oral. Kemudian Laboratorium Hewan Coba. Fasilitas penunjang penelitian berbasis in vivo yang memenuhi standar etika riset.
Laboratorium Multimediasebagai pusat pembelajaran digital dan pengembangan materi edukasi modern (dental podcast). Serta Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung. Fasilitas rumah sakit pendidikan utama yang sudah terakreditasi paripurna dan tersertifikasi syariah menjadi tempat praktik langsung bagi mahasiswa peminatan Kedokteran Gigi Komunitas.
Turut hadir jajaran pimpinan FKG UB. Adapun dari FKG Unissula hadir Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi MIKG, serta seluruh staf akademik MIKG Unissula.
Kepercayaan institusi pendidikan tinggi nasional terhadap mutu pendidikan Magister Ilmu Kedokteran Gigi (MIKG) FKG Unissula terus meningkat. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan benchmarking FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kunjungan ini sekaligus untuk mempelajari tata kelola MIKG Unissula yang sukses terakreditasi Unggul. Sehingga diharapkan FKG UPDM(B) dapat mereplikasi capaian tersebut dalam merancang program magister FKG.
Delegasi UPDM(B) dipimpin langsung oleh Dekan FKG Dr drg Tjokro Prasetyadi SpOrt. Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi demi mutu pendidikan kedokteran gigi nasional.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Dekan FKG Unissula Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kemajuan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. Salah satunya dengan bersedia membagikan praktik baik (best practices) serta pengalaman manajerialnya kepada universitas mitra yang ingin berkembang bersama.
Selanjutnya Kaprodi MIKG Unissula drg Islamy Rahma Hutami PhD memaparkan mengenai aspek profil, kurikulum, hingga manajemen tata kelola program pascasarjana.
Selain berdiskusi, rombongan juga mengunjungi sarana dan prasarana yang menjadi pilar keunggulan pembelajaran di MIKG FKG Unissula. Beberapa fasilitas utama yang ditinjau meliputi Averroes Dental Research Laboratory dan laboratorium hewan coba. Laboratorium ini difungsikan sebagai pusat riset dan praktik mahasiswa dengan fokus peminatan Biologi Oral.
Kemudian laboratorium multimedia yang digunakan sebagai ruang belajar berbasis teknologi digital. Sekaligus menjadi sarana utama penunjang praktik mahasiswa peminatan Kedokteran Gigi Komunitas. Dan juga fasilitas perkuliahan FKG Unissula. Meliputi peninjauan ruang kelas modern, ruang diskusi, serta infrastruktur penunjang perkuliahan lainnya yang nyaman dan representatif.
Turut hadir dari FKG UPDM(B) jajaran pimpinan dan tim taskforce pendirian program magister. Juga hadir dari FKG Unissula Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta seluruh jajaran staf akademik MIKG Unissula.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali memperoleh pendanaan hibah Erasmus+ Key Action 171 (KA171) International Credit Mobility Call 2026. Yang akan berlangsung mulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2029. Sebelumnya Unissula juga sukses memperoleh hibah Erasmus+ KA171 Call 2024. Hibah yang didanai Uni Eropa tersebut merupakan hasil kerja sama antara Unissula dengan Hanze University of Applied Sciences (HUAS) Belanda, Selasa (14/7/2026).
Melalui program ini empat mahasiswa dan tiga dosen dari Fakultas Teknik (FT) Unissula akan mengikuti program mobilitas akademik di School of Architecture and Built Environment HUAS Belanda. Sedangkan tiga dosen dari School of Architecture and Built Environment HUAS akan melaksanakan kegiatan akademik di Unissula. Diantaranya melakukan pengajaran, berbagi pengalaman, serta pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga diharapkan akan semakin memperkuat transfer pengetahuan, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kedua institusi.
Keberhasilan Unissula memperoleh hibah Erasmus+ secara berkelanjutan menjadi bukti kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas akademik serta pengelolaan kerja sama internasional Unissula. Sekaligus mempertegas komitmen Unissula dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi global.
Program mobilitas internasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen. Memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan Unissula.
Sebagai komitmen internasionalisasi, Unissula juga membuka International Unit Program (IUP) yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berstandar internasional melalui kurikulum berorientasi global, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, keterlibatan dosen internasional, serta kesempatan mengikuti berbagai program mobilitas dan kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Kehadiran IUP juga menjadi langkah strategis Unissula dalam mempersiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing internasional, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas universitas.
Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengajak mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula mengunjungi beberapa pabrik kendaraan listrik. Hal ini sebagai bentuk dukungan langsung Wapres terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan transisi energi nasional melalui berbagai kolaborasi industri, Senin (13/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut mahasiswa FTI Unissula melihat secara langsung beberapa tahapan proses pabrikan. Mulai dari perakitan komponen hingga pengujian kualitas.
Dekan FTI Unissula Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD mengatakan kunjungan ini menjadi motivasi mahasiswa untuk terus berinovasi. “Dengan kunjungan ini menjadikan motivasi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan produk dan teknologi kendaraan listrik. Sekaligus mendukung program pemerintah untuk membangun ekosistem teknologi hijau,” ungkapnya.
Pihaknya juga berharap melalui kunjungan ini akan ada kerja sama antara dunia industri dan kampus. “Kami berharap selanjutnya akan ada kerja sama antara dunia industri dan kampus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil di bidang teknologi hijau khususnya kendaraan listrik dan energi terbarukan,” lanjutnya.
Adapun beberapa perusahaan yang dikunjungi mahasiswa FTI Unissula diantaranya Pabrik United E-Motor Plant 3 yang merupakan salah satu fasilitas produksi PT Terang Dunia Internusa Tbk. Pabrik ini dirancang untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional. Termasuk produksi motor listrik baru serta layanan konversi kendaraan sesuai regulasi yang berlaku.
Selanjutnya adalah PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia atau PT Gotion High-Tech Indonesia. Sebuah perusahaan manufaktur dan solusi energi global asal Tiongkok yang bergerak dalam produksi baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.
Prestasi membanggakan ditorehkan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Inovasi mobil listrik Molisa karya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula berhasil mencuri perhatian Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Sebagai bentuk apresiasi, tim pengembang Molisa diundang secara khusus ke Istana Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (9/7/2026), untuk mempresentasikan langsung teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa tersebut.
Undangan dari Wakil Presiden menjadi pengakuan bergengsi atas kualitas riset dan inovasi yang lahir dari kampus Unissula. Molisa tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan agenda besar pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik, transisi energi, dan industri hijau nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran meninjau secara langsung prototipe Molisa, berdialog dengan para mahasiswa dan dosen pengembang, sekaligus memberikan berbagai masukan agar inovasi tersebut terus disempurnakan hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, yang memimpin langsung delegasi Unissula, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Wakil Presiden kepada karya mahasiswa FTI Unissula.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI yang telah menerima dan memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa Unissula. Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi YBWSA maupun Unissula,” ujarnya.
Menurutnya, apresiasi dari orang nomor dua di Indonesia menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Molisa bukan sekadar mobil listrik karya mahasiswa. Ini adalah simbol lahirnya generasi muda Indonesia yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan teknologi untuk kemajuan bangsa. Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan sehingga inovasi ini dapat berkembang menjadi produk yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan industri kendaraan listrik nasional,” tegasnya.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, menjelaskan bahwa Molisa merupakan hasil kolaborasi riset dosen dan mahasiswa yang dikembangkan melalui proses penelitian aplikatif secara berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi terlibat langsung mulai dari tahap desain, rekayasa, manufaktur, pengujian, hingga penyempurnaan kendaraan listrik.
“Inilah pembelajaran sesungguhnya. Mahasiswa kami berkolaborasi bersama dosen menghasilkan inovasi nyata sehingga memiliki kompetensi yang siap menjawab kebutuhan industri kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga memperlihatkan sejumlah produk kendaraan nasional, termasuk kendaraan taktis Maung, sebagai inspirasi bagi mahasiswa agar terus meningkatkan kualitas inovasi dan memperluas wawasan mengenai perkembangan industri otomotif nasional.
Salah satu anggota Tim Molisa, Naufal Afif Fathi, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut memiliki keunggulan berupa panel surya yang dipasang di bagian atap sebagai sumber energi tambahan.
“Panel surya di bagian atas berfungsi untuk menambah suplai energi tambahan sehingga semakin memperkuat konsep kendaraan ramah lingkungan,” jelasnya.
Menurut Naufal, berbagai arahan yang diberikan Wapres menjadi suntikan semangat baru bagi seluruh tim.
“Pak Wapres memberikan arahan agar mahasiswa Unissula terus berkembang dan berinovasi dalam mewujudkan green future melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik berbasis energi hijau,” katanya.
Momen paling berkesan terjadi ketika Wapres Gibran membubuhkan tanda tangan pada bodi prototipe Molisa. Tanda tangan tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus pengakuan terhadap karya inovatif mahasiswa Unissula yang diharapkan terus berkembang menuju produk kendaraan listrik nasional.
Kunjungan ke Istana Wakil Presiden menjadi tonggak penting perjalanan Molisa sekaligus mempertegas posisi Unissula sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan inovasi berbasis riset, teknologi, dan kolaborasi. Melalui pengembangan Molisa, Unissula terus mengukuhkan komitmennya mencetak generasi khaira ummah yang unggul, inovatif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi dan pembangunan Indonesia.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Bendahara Umum YBWSA Sapto Hartono SE MM, Ketua Pengembangan Usaha YBWSA Sigid Purnomo SH MKn, jajaran pimpinan Fakultas Teknologi Industri, para dosen pembimbing, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula Dr Setiawan Widiyoko SH MKn, serta mahasiswa Tim Molisa.
UPT Perpustakaan Unissula menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan literasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui bedah film. Bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Mata (KSM), Perpustakaan Unissula memutar film Langit Tetap Sama di Gedung IUP Unissula yang dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, pegiat literasi, komunitas, serta masyarakat umum, Kamis (9/7/2026).
Bersamaan dengan itu Perpustakaan Unissula juga meluncurkan KOLiT (Konsultasi Penelitian). Sebuah inovasi layanan yang dirancang untuk memperkuat ekosistem riset di lingkungan Unissula.
Melalui layanan ini, sivitas akademika memperoleh pendampingan komprehensif mulai dari penyusunan ide penelitian, penelusuran literatur ilmiah, literature review, manajemen referensi, pemeriksaan plagiasi, analisis data, bibliometrik, hingga pendampingan publikasi karya ilmiah. Kehadiran KOLiT menjadi penegasan transformasi peran perpustakaan, tidak hanya sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam seluruh proses penelitian dan publikasi ilmiah.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara UPT Perpustakaan Unissula dan Komunitas Sahabat Mata. Kolaborasi ini memiliki makna strategis karena menjadikan UPT Perpustakaan Unissula sebagai Institusi pertama di lingkungan Perguruan Tinggi yang dipercaya Komunitas Sahabat Mata sebagai mitra kolaborasi. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan berbagai program literasi, edukasi, dan kegiatan inklusif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Ketua Komunitas Sahabat Mata sekaligus sutradara film Langit Tetap Sama, Basuki, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta dukungan fasilitas yang diberikan oleh Unissula. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk memperkenalkan karya komunitas kepada sivitas akademika dan berharap para peserta dapat menikmati sekaligus mengambil makna dari film yang dihasilkan melalui semangat perjuangan dan kolaborasi anggota Komunitas Sahabat Mata.
Kepala UPT Perpustakaan Unissula, Erna Sunarti SPd MHum menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Unissula dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang Allah SWT berikan sehingga hari ini kita dapat hadir bersama di Gedung IUP Unissula dengan fasilitas yang sangat representatif untuk menyaksikan penayangan perdana film inklusi karya Komunitas Sahabat Mata. Kegiatan ini membuktikan Unissula adalah kampus ramah penyandang disabilitas. Keluarga besar UPT Perpustakaan dan seluruh sivitas akademika patut berbangga karena kita menjadi pilot project sekaligus institusi pertama di lingkungan Unissula yang dipercaya menjalin kerja sama dengan Komunitas Sahabat Mata. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kita membuka ruang yang setara bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa Yes, We Are Exist!,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan peluncuran layanan KOLiT merupakan bagian dari komitmen UPT Perpustakaan Unissula dalam meningkatkan kualitas layanan akademik. Menurutnya, perpustakaan harus mampu berkembang menjadi pusat konsultasi penelitian yang mendampingi sivitas akademika sejak tahap perencanaan riset hingga publikasi ilmiah, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi di lingkungan Unissula.
Ia juga berharap bedah film Langit Tetap Sama tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Tetapi menjadi ruang pembelajaran bersama yang menghadirkan hikmah dan refleksi bagi seluruh peserta.
“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UPT Perpustakaan Unissula tidak hanya memperkuat perannya sebagai pusat layanan informasi dan penelitian, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendorong tumbuhnya budaya literasi, riset, dan nilai-nilai inklusivitas. Sinergi bersama Komunitas Sahabat Mata menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring kemitraan sekaligus mempertegas posisi Unissula sebagai perguruan tinggi yang adaptif, humanis, dan berkomitmen menghadirkan dampak nyata bagi Masyarakat,” pungkasnya.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula terus memperluas jejaring internasional. Salah satunya melalui penguatan kerja sama akademik dengan International College Rajamangala University of Technology Krungthep (IC-RMUTK), Thailand. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan berkas kerja sama antara kedua institusi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat berstandar internasional, Kamis (9/7/2026).
Selain penandatanganan kerja sama, kedua institusi juga melakukan diskusi mengenai implementasi program yang akan dilaksanakan pada September 2026. Pembahasan difokuskan pada berbagai aktivitas internasional mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan penyelenggaraan International Class di FEB Unissula.
Ada beberapa program mahasiswa yang menjadi prioritas kerja sama. Diantaranya program double degree, credit transfer melalui summer course, serta learning sharing dengan melibatkan mahasiswa dan pengajar internasional. Selain itu mencakup penguatan kapasitas dosen melalui berbagai agenda internasional, antara lain program visiting professor, joint research dengan dukungan hibah internasional, serta international community service.
Adapun keseluruhan program ini dapat diimplementasikan seluruh program studi di lingkungan FEB Unissula. Baik jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), maupun Doktor (S3).
“Kolaborasi internasional ini merupakan sebuah langkah bagi FEB Unissula dalam memperkuat reputasi global sekaligus mendukung visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi di tingkat internasional,” pungkas Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi.
Turut hadir jajaran pimpinan FEB Unissula Wakil Dekan I Dr Budhi Cahyono SE MSi, Wakil Dekan II Dr Zainal Alim Adiwijaya SE MSi, Ketua Program Studi Magister Manajemen Prof Dr Ibnu Khajar SE MSi, Sekretaris Program Studi Magister Manajemen Dr Siti Sumiati SE MSi, dan Ketua Program Studi S1 Manajemen Dr Pungky Lela Saputri SST ME, serta perwakilan mahasiswa Magister Manajemen Rahma Mardhatillah dan mahasiswa S1 Manajemen Vania Fatikharahma.
Sementara itu dari IC-RMUTK Thailand hadir Dekan International College Asst Prof Supaphorn Akkapin PhD, vice dean for academic affairs Assoc Prof Supot Rattanapun PhD, dan Asst Prof Dr Tubagus Darojat PhD sebagai perwakilan dosen.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Batam (UNIBA) kembali memperkuat sinergi kelembagaan melalui perpanjangan perjanjian kerja sama. Agenda tersebut menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas tata kelola, sistem penjaminan mutu, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Kamis (9/7/2026).
Perpanjangan perjanjian kerja sama tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk melanjutkan berbagai program kolaboratif yang telah terjalin. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pengembangan sistem penjaminan mutu yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.
Selain itu kedua institusi juga menggelar benchmarking untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), strategi penyusunan dokumen akreditasi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), digitalisasi layanan akademik, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, UNIBA dan Unissula berharap kolaborasi tidak berhenti pada aspek administratif semata. Tetapi diwujudkan dalam berbagai program implementatif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat. Sinergi kedua perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi fondasi yang semakin kokoh dalam mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan tersebut delegasi UNIBA dipimpin Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr Nurhatisya ST SST MKom, dengan didampingi Ketua Unit Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dr Bdn Devy Lestari Nurul Aulia SST MBiomed serta Sekretaris LPM Dr Bdn Arum Dwi Anjani SST MBiomed.
Rombongan disambut Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unissula Provita Wijayanti SE MSi PhD Ak CA IFP, Kepala Bidang Penjaminan Mutu Internal Abrori MKes, serta Kepala Bidang Penjaminan Mutu Eksternal (Akreditasi Internasional) Jenny Putri Hapsari ST MT.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meraih penghargaan The Visionary Leader of National Security dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Penghargaan itu diberikan langsung oleh Rektor Unissula Prof H Gunarto saat berkunjung ke Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Gunarto mengatakan penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan akademik atas kepemimpinan visioner Wakapolri Dedi Prasetyo dalam mendorong reformasi kelembagaan Polri. Katanya, Dedi berhasil memperkuat kualitas sumber daya manusia, transformasi pendidikan kepolisian, pengembangan scientific policing, serta pembangunan kolaborasi strategis antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi sebagai fondasi penguatan sistem keamanan nasional.
“Fakultas Hukum Unissula menganugerahkan penghargaan The Visionary Leader of National Security kepada Bapak Wakapolri karena kami menilai beliau berhasil menghadirkan paradigma baru dalam pembangunan institusi Polri. Reformasi pendidikan kepolisian, penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan scientific policing, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian, hingga pembentukan jejaring Pusat Studi Kepolisian bersama perguruan tinggi merupakan langkah-langkah visioner yang menunjukkan bahwa keamanan nasional harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” ujar Prof Gunarto dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Gunarto menjelaskan kepemimpinan yang visioner bukan hanya mampu menjawab tantangan hari ini, tetapi juga menyiapkan institusi menghadapi perubahan di masa depan. Menurutnya, apa yang dilakukan Wakapolri merupakan investasi jangka panjang bagi lahirnya Polri yang semakin profesional, adaptif, humanis, serta mampu menjawab dinamika keamanan global melalui kolaborasi dengan dunia akademik.
“Atas dasar itulah penghargaan ini kami persembahkan sebagai bentuk penghormatan akademik sekaligus dukungan terhadap arah reformasi dan transformasi Polri,” jelasnya.
Menurutnya, di bawah koordinasi Wakapolri pada bidang pembinaan organisasi, saat ini organisasi Polri tengah menjalankan berbagai agenda strategis reformasi. Di antaranya pengembangan Laboratorium Kepemimpinan Digital di Sespim Polri untuk membentuk pemimpin adaptif di era digital, pembangunan Laboratorium Sosial di Akademi Kepolisian sebagai wahana penerapan scientific policing, transformasi STIK-PTIK menuju Universitas Kepolisian (Unipol), pembentukan Pusat Studi Kepolisian bersama 77 perguruan tinggi di Indonesia, reformasi kurikulum pendidikan yang berorientasi pada hak asasi manusia, kepemimpinan, dan pelayanan publik, serta peningkatan kompetensi penyidik melalui program sertifikasi nasional.
Dia mengatakan transformasi itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan Polri dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer. Di antaranya penanganan tindak pidana siber, perlindungan perempuan dan anak, pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepolisian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam kesempatan serupa, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Fakultas Hukum Unissula. Dia mengutarakan penghargaan itu merupakan kehormatan bagi seluruh insan Polri yang terus berkomitmen melakukan transformasi institusi.
“Transformasi Polri tidak mungkin dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi agar setiap kebijakan, sistem pendidikan, dan penegakan hukum semakin berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi akademik adalah bagian penting dalam membangun Polri yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik,” ujar Komjen Dedi.
Selanjutnya, Komjen Dedi diundang oleh Unissula untuk menjadi keynote speaker pada Seminar Internasional Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akan diselenggarakan pada 30 Juli 2026. Forum internasional itu akan menghadirkan delegasi dari 18 negara di lima benua guna membahas berbagai strategi penanganan kejahatan transnasional, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan, anak, dan perdagangan orang.
Dedi pun menyambut baik undangan tersebut dan menegaskan kolaborasi internasional dengan dunia akademik adalah bagian penting dalam memperkuat kapasitas Polri. Terutama untuk menghadapi kejahatan yang semakin kompleks dan lintas batas negara.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Agus Prasetia Wiranto, S.H., M.H., menegaskan bahwa penguatan budaya literasi harus menjadi prioritas nasional dalam menghadapi bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2045.
Menurut Agus, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju karena didukung oleh dominasi penduduk usia produktif. Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan dampak positif apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam aspek literasi, pendidikan, dan kemampuan berpikir kritis.
“Bonus demografi merupakan kesempatan emas yang tidak datang dua kali. Apabila tidak dipersiapkan dengan peningkatan kualitas SDM, maka bonus tersebut justru dapat berubah menjadi tantangan berupa meningkatnya pengangguran, rendahnya produktivitas, hingga melemahnya daya saing bangsa,” ujar Agus.
Data menunjukkan bahwa tingkat literasi dasar masyarakat Indonesia telah mencapai sekitar 96,67 persen. Meskipun demikian, kemampuan memahami bacaan masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, Indonesia memperoleh skor membaca sebesar 359 poin, yang menunjukkan perlunya penguatan kemampuan literasi fungsional dan berpikir kritis peserta didik.
Selain itu, pembangunan literasi di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan antarwilayah. Oleh karena itu, Agus menilai pemerataan akses terhadap pendidikan, perpustakaan, bahan bacaan, serta teknologi informasi menjadi faktor penting dalam membangun masyarakat yang literat.
Menurutnya, literasi pada era digital tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, berpikir kritis, menyelesaikan masalah, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk SDM yang unggul, kreatif, dan adaptif. Bangsa yang memiliki budaya literasi yang kuat akan lebih siap menghadapi persaingan global sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif,” tambahnya.
Agus juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas literasi, hingga keluarga, untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghasilkan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
“Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan jumlah penduduk usia produktif yang besar, tetapi juga generasi yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta budaya literasi yang kuat. Karena itu, penguatan literasi harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa,” tutup Agus.