Mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula meraih penghargaan 3rd International Postgraduate Mini Conference (IPMC) 2026 yang digelar UiTM Malaysia. Nur Aini Virnanda Selly berhasil menjadi The Best Presenter setelah mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul Retention Through Strategy: A Case Study on Managing Turn Over Intention in Telco Sales Teams di bawah bimbingan Dr Pungky Lela Saputri SST ME, Rabu (8/7/2026).
Dalam penelitiannya tersebut Nur Aini membahas strategi mempertahankan sumber daya manusia melalui pengelolaan turnover intention pada tim penjualan perusahaan telekomunikasi. Topik tersebut dinilai relevan dengan tantangan dunia bisnis saat ini, khususnya dalam menciptakan strategi pengelolaan talenta yang efektif guna meningkatkan keberlangsungan dan daya saing organisasi.
Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian, memperluas wawasan internasional, serta aktif mengikuti kompetisi maupun konferensi ilmiah sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik,” ungkapnya.
Lebih lanjut menurutnya prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Manajemen FEB Unissula memiliki kompetensi akademik yang mampu bersaing di tingkat internasional. “Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa program sarjana mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta percaya diri mempresentasikannya pada forum akademik berskala global,” jelasnya.
FEB Unissula juga terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan riset, inovasi, dan prestasi mahasiswa. Melalui pendampingan dosen, kurikulum yang adaptif, serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik internasional, FEB Unissula berupaya mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.
Umy Zahrotun Nisa, mahasiswa Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula berhasil meraih penghargaan The Best Presenter di ajang 3rd International Postgraduate Mini Conference (IPMC) 2026, Selasa (7/7/2026).
Umy berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul Moderating Role of Digital Leadership in Digital Transformation on Firm Performance: Mediating Role of Cloud-Based Accounting Effectiveness and Decision-Making Quality. Yang membahas tentang pentingnya kepemimpinan digital dalam mendukung transformasi digital perusahaan melalui optimalisasi efektivitas akuntansi berbasis cloud dan peningkatan kualitas pengambilan keputusan.
Dibawah bimbingan Dr Maya Indriastuti SE MSi Ak CA, Umy sukses menunjukkan kualitas presentasi ilmiah di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan ini juga membuktikan mahasiswa Magister Akuntansi FEB Unissula mampu bersaing dan menunjukkan kapasitas akademik di tingkat internasional.
Disamping itu Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini semakin memperkuat komitmen FEB Unissula dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing global melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah.
Keikutsertaan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional merupakan bagian dari strategi FEB Unissula untuk mendorong budaya akademik yang produktif. Sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di tingkat dunia. “Penghargaan Best Presenter yang diraih Umy Zahrotun Nisa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu akuntansi serta dunia bisnis digital,” jelasnya.
Lebih lanjut Prodi Magister Akuntansi FEB Unissula terus berkomitmen mendukung mahasiswa dalam menghasilkan penelitian berkualitas, mengikuti konferensi internasional, serta meningkatkan publikasi ilmiah. Hal itu sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula terus berkomitmen memperluas jejaring kerja sama internasional. Salah satunya melalui rapat strategis bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Dengan dua agenda utama pembahasan, yaitu pengembangan kerja sama pendidikan di kawasan Asia Timur serta program magang bagi mahasiswa. Acara diselenggarakan di Ruang Sidang Pascasarjana Lantai 2, FEB Unissula, Selasa (7/7/2026).
Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan penguatan jejaring dengan berbagai instansi strategis, termasuk Kementerian Luar Negeri merupakan bagian dari upaya fakultas dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berorientasi internasional.
“Kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas. Kami berharap pembahasan ini dapat menghasilkan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi, terutama dalam memperluas jejaring pendidikan di kawasan Asia Timur dan meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Melalui kerjasama ini, pihaknya berharap dapat terjalin sinergi yang memberikan manfaat bagi pengembangan akademik, peningkatan kompetensi internasional mahasiswa, serta memperluas akses pengalaman belajar di lingkungan diplomasi Indonesia.
Lebih lanjut dengan sinergi ini FEB Unissula terus berkomitmen mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengembangan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. “Langkah ini sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era internasional,” ungkapnya.
Dekan juga berharap dengan hadirnya perwakilan Kementerian Luar Negeri RI Henry Pahala Pinilih secara langsung menjadi bagian penting dalam penjajakan kerja sama yang diharapkan dapat membuka akses bagi mahasiswa FEB Unissula untuk mengikuti berbagai program internasional.
Program Studi Magister (S2) Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Predikat tertinggi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 0363/LAM-PTKes/Akr/Mag/VI/2026.
Raihan Akreditasi Unggul menjadi bukti pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran lulusan yang dimiliki Program Studi Magister Keperawatan FIK Unissula. Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Unissula dalam menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
Rektor Unissula, Prof Gunarto SH MH menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.“Alhamdulillah Program Studi Magister Keperawatan FIK Unissula berhasil meraih akreditasi Unggul. Semoga menjadikan kita tambah bersyukur pada Allah SWT. Serta menyemangati civitas akademika dalam turut serta mencerdasakan kehidupan bangsa,” ungkapnya (6/7/2026). Ia juga mengapresiasi para pimpinan Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula yang telah bekerja keras hingga berhasil meraih target akreditasi unggul.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula, Dr Iwan Ardian SKM MKep mengungkapkan di usia yang baru menginjak dua tahun, Program Studi Magister KeperawatanUnissula telah berhasil mengukir sejarah dengan meraih predikat Akreditasi Unggul. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi tanpa batas dari seluruh civitas akademika, mitra, dan mahasiswa.
Pencapaian di usia belia ini bukan sekadar validasi kualitas, melainkan bentuk amanah dan pembuktian bahwa keterbatasan usia bukanlah penghalang untuk mencapai standar tertinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berkomitmen untuk terus merawat kepercayaan ini demi mencetak lulusan yang berdampak bagi bangsa,” ungkapnya.
Dengan diraihnya akreditasi unggul tersebut, Program Studi Magister Keperawatan Unissula semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu program studi magister keperawatan terbaik di Indonesia.
Tiga mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula meraih The Best Presenter dalam ajang 3rd International Postgraduate Mini Conference 2026 UiTM Malaysia, Senin (6/7/2026). Dibawah bimbingan Dr Provita Wijayanti SE MSi Ak CA PhD dan Prof Dr Ibnu Khajar SE MSi, mereka berhasil meraih penghargaan atas kualitas penelitian dan kemampuan presentasi ilmiah yang sangat baik. Mereka adalah Dian Anggraeni, Rahma Mardhatillah, dan Irni Westiriani.
Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi mengungkap prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Magister Manajemen Unissula dalam menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. “Keberhasilan para mahasiswa meraih predikat Best Presenter menunjukkan bahwa kualitas riset dan kemampuan akademik mahasiswa Unissula mendapat pengakuan di forum ilmiah internasional,” jelasnya.
Prof Heru juga menyebut capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Magister Manajemen Unissula untuk terus menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi dunia akademik maupun praktik bisnis. Sekaligus mengharumkan nama Unissula di tingkat nasional dan internasional.
“Selamat kepada Dian Anggraeni, Rahma Mardhatillah, dan Irni Westiriani atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ilmu manajemen serta kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Kunjungan dalam rangka penjajakan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Delegasi yang dipimpin oleh Kepala Bagian Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Balangan Nurhilaliyah SKM, diterima langsung oleh Wakil Rektor III Unissula sekaligus Ketua PMB Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH di Ruang Rapat Biro Rektor Lantai 3 Unissula, Senin (6/7/2026).
Dr Achmad Arifulloh menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemkab Balangan. Pihaknya juga menyebut kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. “Kami menyambut baik silaturahmi ini. Kunjungan ini merupakan respons positif dari Pemerintah Kabupaten Balangan yang dipimpin Bupati H Abdul Hadi SAg MIKom untuk berkolaborasi dengan Unissula dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut menurutnya Unissula juga akan memberikan dukungan penuh terhadap Program 1.000 Sarjana yang diinisiasi Pemkab Balangan. Program tersebut dinilai sebagai komitmen nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami siap ikut menyukseskan Program 1.000 Sarjana, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan anak yatim. Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM, khususnya di Kabupaten Balangan,” tambahnya.
Sementara itu, Nurhilaliyah menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menjalin kerja sama dengan Unissula dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat Kabupaten Balangan.
“Melalui kerja sama ini kami berharap dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Balangan, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Wakil Rektor III Unissula, Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nili Islam (LKPI) Moh Farhan SPdI SHum MPdI, Kepala LPKA Ady Fajar Putranto SE, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn, serta Kepala UPT Kerja Sama Urusan Internasional Rio Luhung Pribadi SPd.
Sementara turut hadir dari Pemkab Balangan Jabatan Fungsional Sumber Daya Manusia Aparatur Nova Damaiyanti, Tata Pemerintahan Alfonsa Agustina Eka Cahyani, Arsiparis Nazmah, Kesejahteraan Rakyat Noor Ismaliani Fairisa, serta jajaran staf Pemkab Balangan, dan mahasiswa asal Kabupaten Balangan yang sedang menempuh pendidikan di Unissula.
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya (PBI FBSB) Unissula terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kolaborasi praktis bagi mahasiswa. Salah satunya melalui kerjasama strategis dengan Kampung Inggris Yogyakarta yang secara langsung dilakukan oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dr Nur Ekaningsih SPd MPd dengan Kepala Humas dan Pemasaran Mr Tata, Rabu (3/7/2026).
Adapun dalam kunjungan ini dibahas langkah-langkah konkret untuk mempererat hubungan institusional. Kaprodi PBI Unissula berharap kerjasama ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di luar lingkungan kampus. Sekaligus mendukung program pengembangan kompetensi bahasa Inggris yang lebih aplikatif.
“Kolaborasi ini merupakan langkah nyata kami dalam memastikan mahasiswa mendapatkan paparan yang luas mengenai ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif dan dinamis,” ujarnya.
Sementara itu Mr Tata menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penguasaan bahasa Inggris yang efektif. “Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran formal, tetapi dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik di masa mendatang,” jelasnya.
Unissula memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Tengah dalam pengembangan Living Laboratory Bahurekso. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui dialog dan pembahasan Proposal Bahurekso di Kampus Unissula, Kamis (2/7/2026).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke Unissula beberapa waktu lalu. Forum tersebut sekaligus menjadi langkah awal menyinergikan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi cendekiawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun model perlindungan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat Puji Iswari SHut MSi, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Pupun Purwana, Koordinator Pokja Mangrove Sandi Prasetyo ST MSi, serta jajaran Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, termasuk Ardan Sianturi SH dari Program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).
Dari Unissula hadir Wakil Rektor I Dr Muhammad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Ak CA CRP, dan Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Hadir pula Kepala LPPM Unissula Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT IPU, Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, para dosen, peneliti, serta akademisi. Turut hadir Prof Dr Denny Nugroho Sugianto ST MSi, pakar oseanografi dari Universitas Diponegoro.
ICMI Orwil Jawa Tengah diwakili Sekretaris Umumnya, Ir H Fery Firmawan ST MT PhD IPU, yang juga menjabat Kepala Pimpinan Eksekutif Living Laboratory Bahurekso. Ia hadir bersama tim penyusun proposal yang terdiri atas Ari Sentani ST MSc MPM, Febi Kumara Adi ST BSc, Yuli Arinta Dewi SP MSi, Lala Anggraini ST MT, dan Amelia Agustin ST.
Membuka dialog, Dr Achmad Arifulloh menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran KLH di Kampus Unissula. Menurutnya, pembahasan proposal Bahurekso bukan sekadar membahas dokumen, tetapi menjadi forum strategis untuk menyatukan gagasan, pengalaman, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan kawasan Pantura.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan Unissula merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi, katanya, harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis maupun ekonomi, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan dan amanah keagamaan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Pupun Purwana menjelaskan bahwa kunjungan tim KLH merupakan tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup setelah menerima proposal Bahurekso dari Unissula. Menurutnya, pemerintah melihat Bahurekso sebagai inisiatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Puji Iswari mengatakan konsep Bahurekso sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025. Pendekatan yang dibangun tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mencakup perlindungan, perencanaan, pengelolaan, pemanfaatan, pengendalian, hingga penegakan tata kelola ekosistem secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak Unissula berkolaborasi dalam penyusunan regulasi turunan dari PP Nomor 27 Tahun 2025. Menurutnya, kontribusi akademisi sangat dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan pemerintah berbasis kajian ilmiah.
Pada kesempatan itu, Ir H Fery Firmawan menjelaskan bahwa gagasan Bahurekso lahir dari kepedulian terhadap kondisi pesisir Pantura yang terus mengalami rob, abrasi, dan penurunan muka tanah. Nama Bahurekso diambil dari Tumenggung Bahurekso, panglima Mataram yang dipercaya Sultan Agung menjaga kawasan Pantura. Semangat tersebut kini diwujudkan melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi multipihak.
Living Laboratory Bahurekso dirancang sebagai model pengelolaan pesisir terpadu. Program ini memadukan rekayasa struktur pantai, rehabilitasi mangrove, silvofishery, penguatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), serta penguatan kelembagaan.
Paparan teknis disampaikan oleh Febi Kumara Adi bersama Ari Sentani. Tim menjelaskan bahwa kawasan pengembangan berada di pesisir Kabupaten Demak sepanjang sekitar 15 kilometer, mulai Kecamatan Sayung hingga Bonang. Wilayah tersebut dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak rob, abrasi, dan penurunan muka tanah di Pantura Jawa.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari akademisi, peneliti, dan jajaran KLH. Seluruh peserta sepakat bahwa perlindungan kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi jangka panjang yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Living Laboratory Bahurekso diharapkan menjadi model nasional pengelolaan kawasan pesisir yang adaptif, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) bersama Forum Santri Lintas Profesi menyelenggarakan ngaji kemanusiaan dan dialog kebangsaan. Kegiatan berlangsung di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unissula Semarang, Selasa (30/6/2026).
Ketua Umum Pengurus YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH mengatakan penyelenggaraan forum ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia maupun situasi global. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan politik. Tetapi juga menyangkut semakin pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Ia menegaskan kegiatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan keislaman yang moderat. Melalui forum ini juga seluruh elemen masyarakat diajak membangun kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi spiritual dan moral kepada para pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan, kemudahan, dan kebijaksanaan dalam memimpin negara sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Demikian pula seluruh rakyat Indonesia, semoga senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan dialog kebangsaan menjadi sarana penting untuk mempererat persaudaraan lintas profesi sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa melalui ikhtiar, kolaborasi, dan doa bersama.
Lebih lanjut melalui kegiatan ngaji kemanusiaan yang digelar YBWSA dan forum santri lintas profesi ini diharapkan dapat terus memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, serta sinergi lintas profesi dalam membangun bangsa. Juga menjadi ruang menumbuhkan kesadaran nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan spiritualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang damai, berkeadaban, dan sejahtera.
Selanjutnya Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen, Demak, KH Munif Muhammad Zuhri, mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami hakikat tujuan hidup manusia. Menurutnya, Allah SWT menciptakan manusia bukan semata-mata untuk mengejar kebahagiaan dunia, melainkan untuk beribadah, dan taat kepada-Nya. “Kebahagiaan dunia bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang hakiki hanya akan diperoleh di akhirat,” ungkapnya.
KH Munif juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia telah berjalan sesuai ketetapan Allah SWT. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun kemampuan manusia tidak akan mampu mengubah ketentuan-Nya. Karena itu, menurutnya yang perlu diubah adalah hati dan cara pandang manusia dalam menjalani kehidupan. Yakni dengan memperbanyak syukur, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah agar mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan penuh ketenangan dan keikhlasan.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pembina YBWSA Drs KH Ali Mufiz MPA, beserta jajaran pengurus YBWSA. Juga hadir Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH beserta jajaran Wakil Rektor I, II, dan III. Ketua Forum Santri Lintas Profesi Dr Supari MT, serta akademisi, pengasuh pondok pesantren, praktisi hukum, dokter, anggota TNI-Polri, ASN, dan berbagai kalangan profesi lainnya.
Fakultas Hukum (FH) Unissula memperluas jaringan kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH dengan Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi PhD, Senin (29/6/2026).
“Kerjasama FH dengan BRIN khususnya di bidang hukum merupakan momentum dalam rangka menginisiasi dan memfasilitasi para dosen dalam kegiatan riset di bidang hukum,” ungkap Prof Jawade.
Hal ini menurutnya karena sebagai dosen FH Unissula harus terus mengembangkan kapasitas dan kualitas keilmuannya. Sebagaimana amanat rektor Unissula bagi para dosen untuk memiliki minimal satu penelitian dalam satu tahun. “Sehingga kehadiran BRIN di FH Unissula sekaligus bekerjasama ini merupakan kesempatan yang istimewa sehingga Bapak/Ibu dosen dapat mengembangkan keilmuannya melalui riset,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan para dosen untuk mulai mempersiapkan isu yang akan dijadikan objek penelitian. Dimana isu tersebut bisa menjawab permasalahan di masyarakat, dan memiliki timbal balik serta dampak positif bagi masyarakat luas.
Hukum Ketenagakerjaan Pasca Reformasi
Selain penandatanganan kerjasama juga dilangsungkan kuliah umum bersama Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi PhD. Peneliti Madya Bidang Ketenagakerjaan tersebut membahas mengenai Dinamika politik-hukum ketenagakerjaan Indonesia di era post reformasi. “Dinamika hukum ketenagakerjaan Indonesia pasca reformasi menunjukkan hukum tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dipengaruhi oleh perubahan politik, ekonomi, teknologi, dan tuntutan keadilan sosial,” jelasnya.
Sehingga menurutnya, “Tantangan terbesar bukan membuat regulasi baru, melainkan memastikan bahwa hukum mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan negara dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil, produktif, dan keberlanjutan,” pungkasnya.