Categories
Headline Kampus Nasional News

Tim Neprofit Melaju ke PIMNAS 2025, Usung Riset Alat Kesehatan

Tahun 2025 Unissula mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ajang PIMNAS ke-38 dengan lolosnya dua Tim PKM-KC. Salah satunya adalah Tim Neprofit yang diketuai oleh Muhamad Aziz dan dibimbing oleh Sri Mulyono ST MEng Ketua dan juga dosen pembimbing berasal dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Indsutri (FTI) Unissula.

Tema utama PKMKC adalah “Neprofit: Inovasi Smart Health Monitoring Terintegrasi Mobile Apps dengan Al-Powered Machine Learning untuk Deteksi Dini Chronic Kidney Disease pada Anak”. Tim Neoprofit berfokus pada topik Internet of Things (IoT) dan Artificial intelligence (AI) dalam bidang kesehatan. Anggota tim terdiri dari gabungan mahasiswa dari Prodi Teknik Informatika (Muhamad Azis dan Alief Dzulfikar), Prodi Kedokteran Umum (Rakha Zuliardiansyah dan ⁠Annafira Nurizza Whiney Santoso), dan Prodi Teknik Elektro (Kotrun Nada Nurul Hamidah) Unissula.

Neprofit sekaligus sebagai nama tim punya arti singkat dan punya makna (“Nephro” + “Fit/Profit”) sehingga terlihat tujuan dan manfaat yang jelas. Tema ini muncul karena latar belakang adanya data 326 kasus gagal ginjal akut pada anak, sesuai data dari Kemenkes RI pada tahun 2023. Hal ini akan berdampak pada sosial dan ekonomi, dari beberapa survei biaya dialisis anak per bulan ± Rp 10–15 juta hal ini dapat menjadi beban keluarga menjadi berat. Oleh karena itu tim ini memberikan solusi dan sekaligus menjadi urgensi penelitian menghadirkan perangkat yang memiliki beberapa kelebihan. Beberapa kelebihan perangkat ini antara lain: multi sensor, perangkat bersifat non invasive sehingga mudah dalam penggunaan dan aman untuk pasien anak, hasil dapat langsung terlihat dan biaya pemeriksaan lebih murah.

Dosen Pembimbing, Sri Mulyono, ST, M.Eng menyampaikan bahwa terdapat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tim dalam menyelesaikan riset ini, yaitu: proses integrasi tiga layer (hardware, software dan impact layer) dalam satu sistem dengan timeline yang ketat, butuh Ethical Clearance (EC) yang dikeluarkan pihak rumah sakit, serta biaya penelitian bidang kesehatan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Motto kuat dari Tim Neprofit adalah: “Kita tidak harus hebat saat memulai tapi kita harus memulai untuk menjadi hebat”. Hal inilah yang menjadi semangat bagi tim hingga dapat bisa lolos sampai ke PIMNAS.

Dekan FTI Dr Ir Novi Marlyana ST MT IPU ASEAN Eng memberikan apresiasi atas prestasi yang sangat membanggakan hingga bisa lolos sampai ke tingkat nasional. Semoga pengalaman Tim Neprofit ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk prestasi dalam bidang PKM maupun prestasi lain ke depannya.

Melalui kegiatan ini selain dapat menambah prestasi akademik dalam portofolio, menjadi pengalaman melakukan riset, mendapat jejaring nasional, memperoleh potensi publikasi jurnal, serta juga mendapatkan pengakuan resmi dari DIKTI. Harapan Tim Neoprofit adalah bisa mengukir prestasi dan menjadi juara di ajang PIMNAS ke-38 yang dilaksanakan di Universitas Hasanuddin Makassar pada tanggal 23-28 November 2025 mendatang.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Perluas Kerjasama Internasional Dengan Ho Chi Minh University, Vietnam

Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menjalin kerja sama internasional dengan School of Pharmacy at the Ho Chi Minh University of Medicine and Pharmacy, Vietnam. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kolaborasi internasional di bidang farmasi, Rabu (19/11/2025).

MoU tersebut ditandatangani oleh Dean School of Pharmacy, Ho Chi Minh University Thanh Dao Tran PhD dan Dekan Fakultas Farmasi Unissula Dr apt Rina Wijayanti MSc.

Turut hadir Sekretaris Fakultas Farmasi Dr apt Naniek Widyaningrum MSc.

Kerja sama ini mencakup pengembangan program akademik, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, serta kegiatan internasional lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan farmasi di kedua institusi.

Kehadiran delegasi Fakultas Farmasi Unissula di Vietnam juga menjadi wujud komitmen untuk memperluas kolaborasi global guna menghadapi tantangan perkembangan ilmu dan profesi farmasi di era modern.

Dengan terjalinnya MoU ini, Fakultas Farmasi Unissula berharap dapat membuka lebih banyak peluang dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di tingkat internasional.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Tim Feelsafe Unissula Lolos ke PIMNAS 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Tim Feelsafe, kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Teknik Informatika dan Psikologi, berhasil lolos ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 melalui program PKM-KC (Karsa Cipta).

Karya yang diusung bertajuk “Feelsafe: Inovasi AI Empatik Berbasis Analisis Emosi Multimodal dan Retrieval-Augmented Generation untuk Dukungan Psikologis Mahasiswa.” Inovasi ini merupakan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu pengguna memperoleh respons empatik. Sistem Feelsafe menganalisis ekspresi wajah, intonasi suara, dan teks curahan hati pengguna untuk mengenali kondisi emosional, kemudian menghasilkan tanggapan yang aman dan sesuai dengan konteks psikologis. Semua proses tersebut berlandaskan sumber-sumber ilmiah seperti DSM-5, PPDGJ, serta berbagai jurnal psikologi terkini.

Tim Feelsafe beranggotakan mahasiswa Teknik Informatika yaitu Channa Abdullah Salim (ketua tim), Muhammad Fatih ‘Ad-li, Aisyha Nurrahmah Ar-Rabbani, dan mahasiswa Psikologi yaitu Nur Ainingsih Chikita, Karima Az Zahra Wulansari. Mereka dibimbing oleh Badie’ah ST MKom dosen Program Studi Teknik Informatika Unissula, yang berperan penting dalam memberikan arahan terkait aspek teknis dan etis pengembangan sistem berbasis AI tersebut.

Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sinkronisasi multimodal antara gambar, suara, dan teks, hingga validasi psikologis agar setiap respons yang dihasilkan tetap aman secara emosional. Melalui bimbingan dosen pembimbing serta pendampingan psikolog, tim Feelsafe berhasil menyempurnakan prototipe, laporan, dan strategi komunikasi ilmiah mereka hingga dinyatakan lolos ke tahap nasional PIMNAS.

Keberhasilan ini menjadi bukti semangat mahasiswa Unissula dalam mengembangkan riset dan teknologi yang berpihak pada kemanusiaan. Tim Feelsafe berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berinovasi melalui program PKM, serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menebar kebaikan.

“Kami ingin membuktikan bahwa AI tidak hanya bisa berpikir, tetapi juga bisa belajar mendengarkan dan merespons dengan empati,” ungkap Channa Abdullah Salim, ketua Tim Feelsafe.

Dekan FTI, Dr Ir Novi Marlyana ST MT IPU ASEAN Eng memberikan apresiasi atas prestasi tim yang sangat membanggakan hingga bisa lolos sampai ke tingkat nasional. Tahun ini Unissula mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ajang PIMNAS Tahun 2025 dengan lolosnya 2 Tim PKM-KC. Ketua dan juga dosen pembimbing dari kedua tim berasal dari Program studi Teknik Informatika FTI Unissula.

Dengan capaian ini, Unissula terus memperkuat posisinya sebagai universitas Islam yang mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berkarakter rahmatan lil ‘alamin, generasi yang mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk kemaslahatan masyarakat. 

Categories
Headline Kampus Nasional News

Niken Wulandari Ikuti Olimpiade Nasional Matematika di Unpad

Niken Wulandari mahasiswa S1 Keperawatan Unissula lolos seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA). Lomba akan diselenggarakan di Universitas Padjadjaran, Bandung 16–20 November 2025. Niken akan bertanding bersama 96 universitas di Indonesia.

Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula Ady Fajar Putranto SE menyatakan bahwa ini bukan kesempatan pertama bagi Unissula. “Alhamdulillah, kesempatan lagi bagi Unissula untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ke tahap nasional di ONMIPA tahun ini,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD menekankan Unissula akan selalu mendukung perjuangan mahasiswa. “Kami yakin mahasiswa Unissula semuanya berprestasi, apapun yang mereka perjuangkan, kami dukung. Tahun ini, Unissula meraih beberapa ajang yang masuk ke kancah nasional, salah satunya ONMIPA. Semangat dan sukses selalu,” ujarnya.

Kabid Penalaran dan Penelitian LPKA M. Said Hidayatullah MPd terpilihnya Unissula sebagai salah satu peserta membuktikan Unissula kampus yang diperhitungkan.  “Hanya terdapat 96 universitas di Indonesia yang tersaring dan diundang dalam ajang ONMIPA. Hal ini menunjukkan bahwa Unissula semakin menjadi kampus yang diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam ajang-ajang kompetitif tingkat nasional,” jelasnya.

Untuk itu Niken bertekad untuk memanfaatkan kesempatan emas ini secara optimal untuk melampaui batas kemampuannya. “Saya bertekad untuk berjuang dengan integritas dan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama institusi. Semoga proses di ajang nasional ini menjadi sumber ilmu berharga dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.

Ia juga berterimakasih kepada kedua orangtua yang selalu mendoakan. “Teristimewa, saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua tercinta. Atas segala restu dan doa yang tak pernah putus. Pencapaian ini adalah persembahan awal saya. Mohon terus dampingi saya agar perjuangan ini dapat menghasilkan capaian maksimal,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Sekretaris Fakultas Bahasa, Sastra dan Budaya Unissula Raih Gelar Doktor

Sekretaris Fakultas Bahasa, Sastra dan Budaya (FBSB) Unissula Dr Nur Ekaningsih SPd MPd meraih gelar doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Fakultas Bahasa dan Seni dari Universitas Negeri Semarang, Senin (17/11/2025).

Nur Ekaningsih berhasil mempertahankan disertasinya tentang integrasi pendekatan Dynamic Assessment (DA), Mediated Learning Experience (MLE), dan strategi Scaffolding untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan Bahasa Inggris mahasiswa dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). “Disertasi saya memperkenalkan Model Pengembangan Mediasi Mendengarkan (LMDM). Yaitu sebuah kerangka kerja konseptual yang terdiri dari tiga domain yang saling terkait:  domain kognitif termediasi, domain strategis-afektif, dan domain reflektif-otonom,” ungkapnya.

Model ini mengonseptualisasikan mendengarkan sebagai proses yang dinamis, berkembang, dan bertahap, alih-alih keterampilan statis yang diukur hanya melalui tes sumatif. Data menunjukkan bahwa peserta didik bertransisi dari penerima konten pasif menjadi pendengar aktif yang mampu mengatur diri sendiri.

Lebih lanjut, implikasinya meluas dari disertasi tersebut yaitu pelatihan guru atau dosen, desain kurikulum, dan kebijakan Pendidikan para calon guru Bahasa Inggris harus dibekali dengan keterampilan mediasi dan strategi penilaian formatif dalam menerapkan penilaian dinamis, sementara perancang kurikulum harus memasukkan penilaian dinamis dalam pembelajaran menyimak/mendengar yang selaras dengan LMDM.

Para pembuat kebijakan didesak untuk mengintegrasikan model penilaian formatif yang berorientasi pada pertumbuhan ke dalam sistem pendidikan bahasa nasional.

Dengan menggunakan pendekatan metode campuran desain kuasi-eksperimental, dirinya mengukur peningkatan kuantitatif dan perubahan kualitatif dalam keterlibatan kognitif dan strategi mendengarkan mahasiswa.

Temuan mengungkapkan bahwa DA secara signifikan meningkatkan pemahaman mendengarkan para mahasiswa, terutama dalam sub-keterampilan seperti inferensi, identifikasi gagasan utama, dan interpretasi sikap pembicara. Melalui mediasi bertahap dan interaksi scaffolding, siswa mengembangkan tingkat kesadaran metakognitif, perilaku strategis, dan keterlibatan reflektif yang lebih tinggi.

Kesimpulannya, integrasi DA, MLE, dan scaffolding tidak hanya meningkatkan hasil mendengarkan tetapi juga menumbuhkan otonomi dan keterlibatan kognitif yang mendalam.

Studi ini berkontribusi pada teori pemerolehan bahasa kedua dan menawarkan panduan praktis untuk mengubah pembelajaran mendengarkan menjadi proses mediasi perkembangan.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa Kebidanan Unissula Raih Juara 2 Tahfidz 30 Juz Putri di MTQH Tingkat Provinsi Bangka Belitung

Mahasiswa Kebidanan Unissula meraih Juara 2 Tahfidz 30 Juz Putri pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) Tingkat Provinsi Bangka Belitung. Ilma Agnia Azzulfa meraih juara dalam cabang Hifdzil 30 Juz Putri yang dilaksanakan pada 7–9 November 2025.

Kompetisi bergengsi yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung ini menuntut kemampuan hafalan Al-Qur’an tingkat tinggi, ketepatan tajwid, serta ketenangan dalam penyampaian. Ilma tampil memukau di hadapan dewan juri dan mampu mempertahankan kualitas hafalannya hingga sesi penilaian akhir, sehingga mengantarkannya meraih posisi terbaik kedua.

Ilma menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut dan berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Ia juga mengungkapkan bahwa proses persiapan dilakukan dengan disiplin tinggi, termasuk menjaga konsistensi murajaah dan membagi waktu antara kuliah dan kegiatan tahfidz. “Saya percaya bahwa dengan niat yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, Allah akan memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Keberhasilan ini turut mendapat sambutan hangat dari lingkungan akademik Unissula. Prestasi Ilma dinilai tidak hanya mencerminkan dedikasi pribadi, tetapi juga komitmen Program Studi Kebidanan dalam mendukung pengembangan karakter mahasiswa yang unggul secara akademik dan spiritual.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Kebidanan Unissula, Bdn. Rr. Catur Leny Wulandari, S.SiT, M.Keb, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Ilma Agnia Azzulfa. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut menunjukkan kualitas mahasiswa Kebidanan Unissula yang mampu berkompetisi baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Ilma adalah contoh nyata mahasiswa yang berintegritas, disiplin, dan berprestasi. Kami bangga memiliki mahasiswa seperti dia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman yang kami tanamkan dapat semakin memperkuat karakter dan kemampuan mahasiswa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kaprodi Kebidanan Unissula menambahkan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Program Studi Kebidanan Unissula untuk terus meningkatkan dukungan terhadap minat dan bakat mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kampus akan terus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa yang ingin berprestasi di berbagai bidang.

Prestasi Ilma juga diharapkan dapat memperkuat citra Unissula sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada kompetensi sebagai seorang Bidan yang profesional, tetapi juga penguatan spiritual dan pembinaan moral. Melalui prestasi ini, kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang berani bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Dengan diraihnya Juara 2 Tahfidz 30 Juz Putri pada MTQH Provinsi Bangka Belitung, Unissula berharap prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya. Ilma Agnia Azzulfa diharapkan terus menginspirasi mahasiswa lain untuk mengejar prestasi akademik maupun kegiatan keagamaan secara seimbang, membawa nama baik kampus di berbagai ajang kompetisi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

S2 Kedokteran Gigi Unissula Sasar Akreditasi Unggul

Magister Ilmu Kedokteran Gigi (MIKG) FKG Unissula menyelenggarakan asesmen lapangan reakreditasi, Senin (17/11/2025). Hadir tim asesor LAM-PTKes Prof Dr Chiquita Prahasanti drg Sp Perio (K) guru besar Universitas Airlangga Surabaya dan Prof Mohammad Dharma Utama drg PhD Sp Pros SubSp PKIKG (K) guru besar Universitas Hasanudin Makassar.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan terimakasih kepada tim asesor yang sudah hadir langsung di FKG Unissula. “Alhamdulillah hari ini terlaksana asesmen lapangan. Dan yang lebih penting adalah rekomendasi dari bapak ibu professor agar ke depan MIKG bisa lebih baik, daya mutunya lebih baik, lulusannya juga unggul,” ungkapnya dalam pembukaan di Aula FKG Unissula.

Prof Gunarto juga berharap dengan terus meningkatkan daya mutu, sehingga Prodi MIKG bisa memperoleh akreditasi Unggul. “Di Unissula ini ada 47 program studi, diantaranya ada 7 prodi baru termasuk Prodi MIKG yang sudah berjalan tiga tahun. Sedangkan prodi-prodi yang lama sudah terakreditasi Unggul. Termasuk di FKG, prodi S1 Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi sudah Unggul, dan RSIGM Sultan Agung yang sudah Paripurna,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Prof Mohammad Dharma Utama menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi bukan hanya memenuhi secara administrasi. “Tetapi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan kesehatan Indonesia. Sehingga kesempatan ini bertujuan untuk klarifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap dokumen yang diajukan,” jelasnya.

Turut hadir Ketua Bidang Pendidikan Tinggi YBWSA Prof Dr Widiyanto MSi PhD, Wakil Rektor I Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, dan Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, dan Direktur Utama RSIGM Sultan Agung Dr drg Kusuma Arbianti MM.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Magister Kenotariatan Unissula Kunjungan Akademik ke Malaysia

Magister Kenotariatan FH Unissula melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Kunjungan akademik yang dipimpin Assoc Prof Dr Achmad Arifulloh SH MH dan Assoc Prof Dr Ong Argo Victoria diikuti 35 peserta mahasiswa.

Kunjungan tersebut bertujuan utama mempererat dan memperkuat jalinan kerjasama yang telah terjalin antara Unissula dengan UKM Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan kegiatan Visiting Check mahasiswa S1 Fakultas Hukum Unissula.

Adapun kunjungan di Fakultas Undang-Undang Universitas Kebangsaan Malaysia, rombongan Magister Kenotariatan Unissula diterima oleh Dean Fakulti Undang-Undang (FUU) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Prof Dr Rasyikah, Deputy Dean Bidang Akademik FUU UKM Dr Nurhafila, Deputy Dean Bidang Kerjasama Luar Negeri FUU UKM Dr Suyuti, dan jajaran pimpinan.

Fokus penguatan kerjasama ini meliputi bidang akademik, khususnya dalam mobilitas mahasiswa (Student Mobility), penelitian bersama (research) dan publikasi ilmiah bersama (publications).

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut muncul inisiatif-inisiatif konkret yang bermanfaat bagi kemajuan Program studi Kenotariatan dan Fakultas Undang-Undang UKM.

Kunjungan tersebut langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan kolaborasi berkelanjutan kedua pihak.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Jamwas Kejaksaan Agung Bahas Perampasan Aset untuk Optimalisasi Ganti Rugi

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI, Dr Rudi Margono SH MHum memperoleh gelar profesor dari Unissula. Pengukuhannya sebagai Prof (HC-Unissula) dilaksanakan di Auditorium Unissula pada Sabtu (15/11/2025).


Dalam orasi ilmiahnya ia menyampaikan pidato tentang urgensi perampasan aset milik terpidana dalam upaya restitusi/pengembalian kerugian untuk perlindungan hukum bagi korban tindak pidana. Menurutnya banyak korban tindak pidana yang menginginkan restitusi namun dalam proses dan realitasnya masih sulit dan tidak optimal.


Ia menyebut berdasarkan data Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dari Januari – September 2025 terdapat 3.948 korban yang mengajukan restitusi. Adapun tingkat keberhasilan hanya sekitar 10% dari total kerugian yang dihitung oleh LPSK.
Restitusi adalah ganti kerugian yang diberikan kepada korban tindak pidana oleh pelaku atau pihak ketiga. Tujuannya mengembalikan korban ke kondisi seperti sebelum terjadinya tindak pidana. Bentuk ganti rugi meliputi kehilangan kekayaan, penderitaan fisik dan psikis, biaya perawatan medis dan psikologis, biaya advokat, dan lainnya.

Menurutnya ada banyak problematika hukum dalam untuk melaksanakan restitusi. Problematika tersebut antara lain secara normatif restitusi tidak diatur secara detil dalam KUHAP, maka terkesan para penegak hukum tidak ada kewajiban dalam memperjuangkan hak-hak korban dalam mengupayakan restitusi walaupun sebenarnya sudah diatur dalam UU materiil.

Selain itu belum ada pemahaman yang sama antara penegak hukum terkait pembayaran restitusi pada korban tindak pidana sehingga penegakan hukum hanya diukur dari berapa banyak pelaku dihukum, sehingga sudah dianggap berhasil tetapi tidak diukur dari indikator keberhasilan dalam mengembalikan restitusi. Kurangnya informasi atau kesadaran korban mengenai hak-hak mereka mengakibatkan banyak korban tidak mengajukan permohonan restitusi.

Demikian juga masih lemahnya koordinasi dan komunikasi antar-lembaga penegak hukum dan LPSK yang menyebabkan tuntutan atau permohonan restitusi tidak dipertimbangkan atau dimasukkan ke dalam amar putusan hakim. Tuntutan pidana dari penuntut umum belum optimal untuk mengakomodir restitusi. Kompleksitas prosedur pengajuan dan persyaratan pembuktian yang ketat seringkali berujung pada penolakan permohonan restitusi.

Hak restitusi bagi korban tindak pidana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2022 tentang salinan tata cara penyelesaian permohonan dan pemberian restitusi dan kompensasi kepada korban tindak pidana. Pada pasal 4 dinyatakan korban berhak memperoleh restitusi berupa ganti kerugian atas kehilangan kekayaan dan/ atau penghasilan. Ganti kerugian, baik materiil maupun imateriil, yang ditimbulkan akibat restitusi. Penggantian biaya perawatan medis dan/ atau psikolagis; dan/atau kerugian lain yang diderita korban sebagai akibat tindak pidana, termasuk biaya transportasi dasar, biaya pengacara, atau biaya lain yang berhubungan dengan proses hukum.

Menurutnya ada banyak negara yang sudah sangat maju dalam hal implementasi restitusi. Di Amerika Serikat dikenal adanya Victims of Crime Act (VOCA) memastikan bahwa restitusi korban menjadi prioritas utama. VOCA Fund, sebuah dana khusus yang dibentuk oleh aset yang disita, digunakan untuk memberikan kompensasi kepada korban. Melalui mekanisme ini, Amerika secara struktural memisahkan pemidanaan badan dari pemulihan aset, sehingga proses restitusi dapat berjalan cepat dan independen. Hukum di Amerika secara eksplisit memprioritaskan restitusi korban dari aset yang disita sebelum dialokasikan untuk penggunaan pemerintah lainnya.

Sementara di Inggris menggunakan Proceeds of Crime Act 2002 (POCA). Salah satu mekanisme perampasan aset paling komprehensif di dunia. Mekanisme ini sangat mempercepat proses pemulihan aset. POCA memungkinkan aset yang disita dialokasikan kembali untuk kepentingan publik, termasuk melalui restorasi langsung kepada korban (compensation dan reparation). Dengan memisahkan proses perampasan dari jalur pidana konvensional, Inggris memastikan bahwa tujuan utama kejahatan ekonomi yaitu menghilangkan keuntungan finansial tercapai secara efisien, sekaligus memberikan jalur pemulihan yang cepat bagi korban. Sistem ini merupakan model ideal bagi Indonesia dalam menghadapi kejahatan ekonomi yang pelakunya sulit ditemukan atau asetnya disembunyikan.


Sementara itu Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyebut penganugerahan gelar profesor tersebut telah melalui mekanisme dan memenuhi perundang undangan yang berlaku. Ia juga memuji Prof Rudi sebagai penegak hukum berintegritas tinggi serta memiliki gagasan luar biasa untuk mengoptimalkan penegakan hukum di Indonesia.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt Wakil Kejaksaan RI, Prof Dr Asep Mulyana SH MHum beserta jajarannya. Hadir pula Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo. Ketua Pengurus YBWSA, Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH. Senat universitas dan pejabat structural Unissula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

International Matching Grant, FTI Unissula berkolaborasi dengan Universitas di Malaysia

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula kembali menegaskan posisinya sebagai fakultas yang aktif berkontribusi di kancah internasional. Bukti nyata dari kontribusi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan International Matching Grant pada tahun 2025.

Dalam program ini, FTI Unissula menjalin kolaborasi strategis dengan dua universitas terkemuka dari Malaysia, yaitu: Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) dan University College TATI (UCTATI).

Kegiatan ini menunjukkan komitmen FTI Unissula dalam memperluas jejaring akademik, riset, dan pengabdian masyarakat di tingkat global, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kemitraan internasional.

Kedua Matching Grant melibatkan tim peneliti dari ketiga universitas.

Tim pertama diketuai oleh Dr. Ir. Novi Marlyana, ST, MT, IPU, ASEAN Eng. sekaligus selaku Dekan FTI. Anggota tim terdiri atas: M. Taufik, ST MIT dan Mustofa, ST, M.Kom.

Tim kedua diketuai oleh Imam Much. Ibnu Subroto, ST, M.Sc, Ph.D dengan anggota Sam Farisa CH, ST, M.Kom dan Badieah, ST, M.Kom.

Sementara dari UMPSA diketuai oleh Prof. Ts. Dr. Mazlina binti Abdul Majid dan dari UCTATI diketuai oleh Ts. Dr. Azliza binti Yacob.

Penelitian yang dilakukan terkait penerapan AI dalam bidang pembelajaran berbasis virtual learning dan cybersecurity.

Hal ini menjadi kekuatan dari FTI Unissula, khususnya sesuai dengan kepakaran yang dimiliki oleh para peneliti dari Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Industri.

Luaran yang diharapkan terdiri atas: artikel publikasi, program aplikasi, buku panduan dan hak kekayaan intelektual.

Semoga Matching Grant yang akan terlaksana selama 2 tahun dapat berjalan lancar dan memberi kontribusi di tingkat global.