Categories
Headline Kampus Nasional News

Dosen FEB Unissula Sosialisasikan Pengelolaan Keuangan Keluarga Islami untuk Mewujudkan Keluarga Sakinah

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula mengadakan pengabdian masyarakat pada Jumat (12/9/2025). Mereka adalah Prof Dr Indri Kartika SE MSi Ak CA dan Dr Dista Amalia Arifah SE MSi Ak CA. Pengabdian masyarakat difokuskan memberikan sosialisasi dan pendampingan yang bertajuk pengelolaan keuangan keluarga islami untuk mewujudkan keluarga sakinah pada jamaah Masjid Muhajirin, Banyumanik. Tujuannya meningkatkan pemahaman dan kesadaran  bagi para ibu -ibu dalam mengelola keuangan keluarga secara syariah, serta dapat bertransaksi digital secara aman dan nyaman.

Indri Kartika mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan bagi anggota keluarga. Keluarga yang mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik akan mampu memenuhi kebutuhan keluarga, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan keuangan Islami memberikan dasar nilai dan prinsip pada aspek keuangan keluarga. Keuangan Islam tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan praktis saja, tetapi juga menekankan nilai moral dan etika dalam setiap aktivitasnya.

Pengelolaan keuangan Islami harus memperhatikan prinsip bahwa riski itu amanah dari Allah. Demikian pula dalam mencari riski setiap muslim harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya mereka wajib mencari harta dari sumber dan dengan cara yang halal. Kemudian harta yang sudah diperoleh seyogyanya dibelanjakan dengan cara yang baik, dengan cara memprioritaskan pada kebutuhan-kebutuhan utama. Tidak baik terlalu konsumtif sehingga menimbulkan kesulitan keuangan dan mendorong mencari pinjaman. Pinjaman sebaiknya hanya digunakan untuk usaha yang produktif. Yang tidak kalah penting adalah setiap keluarga harus membuat perencanaan keuangan.

Menurutnya perencanaan keuangan yang baik adalah mengidentifikasi seluruh penerimaan, baik itu berasal dari suami atau isteri. Selanjutnya yaitu merencanakan pengeluaran. Adapun skemanya: pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, iuran kampung (40-60%). Zakat (2,5%). Cicilan hutang maksimal (30%). Gaya hidup maksimal (20%). Tabungan minimal (10%). Rencana pengeluaran tersebut ditulis dan secara fisik uangnya dipisahkan per jenis pengeluaran. Pada akhir bulan dilakukan evaluasi untuk melihat adakah pergeseran rencana pengeluaran, dan selanjutnya dilakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Setelah menerima wawasan baru, kemudian para jamaah didampingi para petugas praktik langsung membuat perencanaan keuangan.

Sementara itu di sesi selanjutnya para jamaah mempratikkan cara bertransaksi secara digital yang dipandu oleh Dista Amalia Arifah. Menurutnya pemahaman dan kemampuan bertransaksi secara digital ini penting. Karena sekarang semakin banyak gerai yang menggunakan transaksi digital yang lebih praktis dan cepat.

Namun demikian transaksi digital juga berpeluang menyebabkan kerugian jika kurang berhati-hati. Di akhir acara ditutup dengan saling berbagi pengalaman tentang pengelolaan keuangan dan transaksi secara digital. Para jamaah memahami bahwa keberhasilan atau kegagalan yang pernah dialami menjadi pembelajaran agar lebih teliti kedepannya.

Categories
Headline Kampus Nasional News Uncategorized

Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula Luluskan 1880 Ners

Sebanyak 106 ners baru Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula mengikuti sumpah profesi ners ke- 17 yang digelar Sabtu (20/9/2025). Sehingga total keseluruhan lulusan Profesi Ners mencapai 1880 ners. “Hari ini adalah hari yang istimewa dan hari yang melegakan kita semua. Alhamdulillah, peserta Uji Kompetensi ners dinyatakan lulus kompeten 100% berdasarkan SK Mendikti Ristek No. 0865/Uji Kompetensi/T/IX/2025 tentang Kelulusan Uji Kompetensi,” ungkap Dekan FIK Unissula Dr Iwan Ardian SKM MKep.

Lebih lanjut ia menjelaskan sumpah profesi ners kali ini spesial. Karena mahasiswa berasal dari beberapa institusi, diantaranya RS Sari Asih, RSI Sultan Agung, RSI Sultan Agung Banjarbaru, serta puskesmas dan klinik di Kota Semarang.

Pihaknya juga mengungkap seluruh lulusan telah bekerja. “Sehingga saya tidak meluluskan pengangguran, melainkan meluluskan mereka dengan kompetensi yang lebih tinggi dari sebelumnya,” jelasnya.

Selanjutnya Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Ners Kurnia Yuliastuti SKep MKep berpesan sebagai seorang ners harus teguh pada kompetensinya. “Kalau sudah sanggup dan memilih menjadi ners maka “lungguh sing kukuh ora mingkuh”. Duduk yang kukuh tidak goyah dari keilmuan saudara. Tidak akan ikut gelombang-gelombang yang era sebelumnya. Dan apabila ditawari berbagai kegiatan yang tidak sesuai dengan profesi, harus dipilah pilih. Karena memiliki ilmu dan kompetensi yang berbeda,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, “Perawat yang bekerja di rumah sakit merupakan tenaga kesehatan yang multitasking. Ada RMA, ada telpon, ada berkomunikasi dengan keluarga pasien, ada pasien yang kode biru yang semuanya dilakukan dalam tempo yang sama. Maka diperlukan koordinasi yang baik,” tambahnya.

Turut hadir Ketua DPP PPNI Kota Semarang, Pimpinan Bank Jateng Syariah cabang Unissula, dan pimpinan Bank Syariah Indonesia cabang Unissula. Juga Direktur RSI Sultan Agung Semarang dan Direktur RSI Sultan Agung Banjarbaru. Serta owner, direktur beserta jajaran pimpinan RS Sari Asih Group. Serta seluruh dosen di lingkungan FIK Unissula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FIK Unissula Bantu Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Kader Kesehatan Jiwa di Bandarharjo

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula melakukan pendampingan Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) dalam merawat Orang Dengan Skizofrenia (ODS). Tujuannya membantu mencapai kemandirian ekonomi. Rangkaian program pengabdian masyarakat ini dilangsungkan di Bandarharjo Semarang Utara dari Juni 2025 hingga Desember 2025, Jumat (19/9/2025).

Bentuk kegiatannya berupa pelatihan membuat dan memasarkan sabun cuci. Pelatihan pembentukan Self-Help Group dan merawat ODS. Serta monitoring dan evaluasi kemampuan KKJ dan caregiver. Sedangkan pendanaannya dari Kemdiktisaintek.

Ketua tim Dr Ns Hj Dwi Heppy Rochmawati MKep Sp Kep J CB MHN, menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat. “Pasien gangguan jiwa mendapatkan penanganan yang tepat dari caregiver juga pengobatan dari puskesmas dan rumah sakit yang berkesinambungan melalui peran serta kader kesehatan jiwa dan supervisi dari puskesmas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, “Caregiver tidak merasa bosan dan putus asa dalam merawat dan mendampingi pasien, serta mendapatkan bekal mencapai kemandirian ekonomi (melalui pelatihan ketrampilan membuat dan memasarkan sabun cuci). Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat melalui kegiatan yang berkesinambungan,” tambahnya.

Kepala Desa Bandarharjo Bapak Sayoko menyampaikan apresiasi atas perhatian Unissula kepada masyarakat. “Terimakasih kepada Universitas Islam Sultan Agung yang telah menurunkan dosen-dosen dan mahasiswa untuk memberikan perhatian dan bekal kepada kader kami juga warga untuk memberikan penanganan pada pasien gangguan jiwa. Kegiatan ini sangat membantu warga kami. Semoga terus berlanjut,” ujarnya.

Adapun kegiatan ini diikuti oleh tim pengabdian masyarakat Dr Apt Rina Wijayanti MSc dan Sri Dewi Wahyundaru SE MSi Ak CA ASEAN CPA CRP. Adapun mahasiswa FIK Unissula Alma Khalista Yunia Rachma dan Muhammad Wildan El-Farouq. K

Diikuti pula masyarakat setempat. Yang terdiri dari kader kesehatan jiwa, caregiver ODS dan pasien.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Bentuk Karakter Mahasiswa Baru Lewat Fakultair

Fakultas Farmasi Unissula menyelenggarakan kegiatan Fakultair bagi mahasiswa baru 2025/2026. Fakultair merupakan rangkaian dari orientasi Pekan Ta’aruf (PEKTA). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan visi, misi, serta budaya akademik Fakultas Farmasi. Sekaligus membekali mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang Islami dan berkarakter, Jumat (19/9/2025). Adapun tahun ini mengusung tema Create Excellence with Faith, Research, and Great Innovation.

Lebih lanjut mahasiswa baru mendapatkan pengenalan lebih mendalam mengenai struktur organisasi fakultas, fasilitas penunjang akademik, serta peluang pengembangan diri baik akademik maupun nonakademik.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan fakultas. Sebagai wadah untuk melatih kepemimpinan, soft skills, dan membangun jaringan kebersamaan.

Selain itu mahasiswa baru juga mendapatkan bekal Adab dan Etika. Yang disampaikan Wakil Rektor III Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. “Adab dan etika menjadi penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan spiritualitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan akademik maupun sosial,” jelasnya.

Adapun Fakultas Farmasi Unissula memiliki empat program studi. Yaitu S1 Farmasi (Unggul), Program Profesi Apoteker (PSPPA) (Unggul), S1 Kebidanan (Unggul), dan Profesi Bidan (Unggul). “Dengan terselenggaranya Fakultair, diharapkan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unissula mampu beradaptasi dengan baik, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta siap berkontribusi aktif sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Farmasi Unissula,” pungkas Dekan Dr Apt Rina Wijayanti MSc.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dosen Fikom Unissula Adu Gagasan dengan Peneliti Brazil

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula, Made Dwi Adnjani SSos MIKom menyampaikan pandangannya di forum International Research Roundtable di Undip (9-18/9/2025. Ia menyampaikan gagasannya mengenai peran jaringan kolaboratif digital dalam meningkatkan budaya partisipatif. 

Tema yang diangkat global south dialogues: Brazil–Indonesia perspectives on technology, digital communication, and society.  Forum kerjasama antara Undip dan Aspikom Korwil Jateng DIY tersebut mendiskusikan isu komunikasi digital, teknologi, serta tantangan masyarakat global di era modern.

Forum itu tidak hanya memperkaya kajian akademik di bidang komunikasi, tetapi juga membuka ruang refleksi kritis terhadap tantangan yang dihadapi negara-negara global south, khususnya dalam menghadapi isu disinformasi, pembangunan berkelanjutan, hingga transformasi digital.

Hadir dalam forum tersebut peneliti dari Brasil dan Indonesia untuk mempresentasikan riset terkini mengenai komunikasi digital, teknologi, serta tantangan masyarakat di era global.

Sejumlah universitas berpartisipasi, di antaranya Universidade Federal Fluminense (UFF), Unissula, Udinus, UNY, UKSW, dan Unika Soegijapranata. Ketua Aspikom Korwil DIY–Jateng yang juga dosen Undip, S Rouli Manalu PhD menegaskan forum ini sebagai momentum penting kolaborasi akademik lintas negara.

“Kerja sama antara Indonesia dan Brasil memperkaya kajian komunikasi digital serta membuka ruang refleksi kritis terhadap tantangan bersama di Global South. Kami berharap lahir perspektif baru yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan kebijakan publik,” ujarnya.

Salah satu sorotan datang dari Prof Thaiane Oliveira (UFF, Brasil) yang memaparkan materi “Science Communication in BRICS: Enhancing STI Capabilities and Strengthening Epistemic and National Sovereignty.”

Ia menekankan peran komunikasi sains dalam memperkuat kapasitas ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, sekaligus menjaga kedaulatan epistemik negara-negara BRICS.

Prof Oliveira juga mempresentasikan riset bersama timnya tentang faktor-faktor yang mendorong masyarakat Brasil dan Indonesia percaya serta menyebarkan disinformasi kesehatan, isu global yang kian relevan di era digital.

Selain itu, Dr Rahmawati Zulfiningrum (Udinus) memaparkan riset mengenai makna simbolik dan narasi pembangunan dalam tradisi Saweran di pedesaan Indonesia yang menegaskan pentingnya integrasi tradisi lokal dalam komunikasi pembangunan dan partisipasi masyarakat.

Sejalan dengan itu, Sih Natalia Sukmi PhD (UKSW) menyoroti kontribusi ilmu komunikasi bagi keberlanjutan komunitas serta pelestarian heritage.

Sementara itu, Chatia Hastasari PhD (UNY) mengkaji kekuatan tersembunyi komunikasi kelompok tani perempuan dalam mendorong perubahan komunitas. Kemudian Paulus Angre Edvra, MA (Unika Soegijapranata) yang membahas sudut pandang warganet terhadap isu childfree melalui kolom komentar YouTube Analisa Channel.

Nurist S Ulfa PhD (Undip) memaparkan Mitos dan Kearifan Lokal dalam Komunikasi Lingkungan. Peneliti lainnya yaitu Kholidil Amin MIKom (Undip).

Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini juga diisi kuliah umum metodologi penelitian serta dihadiri peneliti dari berbagai perguruan tinggi di DIY dan Jawa Tengah, termasuk UNS, Unsoed, Untidar, Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Selain itu juga Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas Respati Yogyakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, UAD, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa Apoteker Unissula Juara Lomba Esai Nasional

Yazid Zidane Wahyu mahasiswa Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Unissula berhasil meraih Bronze Medal dalam lomba esai nasional. Kejuaraan tersebut diraihnya dalam Pekan Nasional Esai Apoteker (PENA) 2025 yang berlangsung di Lombok.

Dibawah bimbingan dosen Dr apt Naniek Widyaningrum MSc Yazid mampu menciptakan ide kreatif dan relevan dengan perkembangan dunia farmasi. Sehingga esai yang ditulis Yazid berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Farmasi Unissula mampu bersaing di tingkat nasional dengan mengedepankan intelektualitas, inovasi, serta kerja sama yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing,” ungkap Naniek.

Lebih lanjut pihaknya mengungkap Fakultas memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih Yazid Zidane Wahyu. “Sekaligus berharap keberhasilan ini dapat memacu semangat mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula dan Farmasi UI Perkuat Kerjasama Akademik

Fakultas Farmasi Unissula melaksanakan kunjungan ke Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Kunjungan dilakukan dalam rangka tindak lanjut implementasi MoU, monitoring evaluasi studi lanjut, serta penguatan kerjasama akademik dan riset. Rombongan dipimpin Dekan Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc, didampingi Sekretaris Fakultas Dr apt Naniek Widyaningrum MSc, Kamis (18/9/2025).

Rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Farmasi UI. Diantaranya Dekan Prof Dr Ary Yanuar Msi, Manajer Kerjasama apt Delly Ramadon MFarm PhD, Sekretaris Program Studi Doktor apt Nadia Farhanah Syahfan MSi PhD, Bagian Kerjasama Fakultas Farmasi apt Erni Sagita MFarm PhD, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Dr apt Sutriyo Msi. Serta Prof apt Rani Sauriasari Mmed Sci PhD CertDA.

Prof Ary Yanuar menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Unissula. Ia menegaskan pentingnya memperkuat jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi.

“Kami berharap sinergi antara Fakultas Farmasi Unissula dan Fakultas Farmasi UI dapat semakin produktif dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu kefarmasian di Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya dalam kegiatan tersebut diisi dengan diskusi interaktif hingga pertukaran informasi mengenai pengembangan program studi dan riset.

Categories
Headline Nasional News

FAI Unissula Dorong Kesadaran Ekologis Masyarakat Pesisir Sayung

Dosen dan mahasiswa FAI dalam sosialisasi Fiqh Lingkungan (Fiqh Biah)

Kesadaran menjaga lingkungan hidup bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai spiritual. Hal itu diungkap Dr M Choirun Nizar SHI MHI di Timbulsloko Sayung Demak, Kamis (18/9/2025). Sosialisasi ini merupakan satu rangkaian dari pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Dr Mila Karmilah ST MT. Selain itu juga dilakukan uji coba terbatas Smart Rainwater Harvesting (SMART PAH).

Selanjutnya Choirun Nizar menyampaikan enam prinsip dasar fikih lingkungan yang berfokus pada tanggung jawab umat Islam terhadap lingkungan. Menurutnya, fikih lingkungan menjadi landasan normatif merawat alam bukan sekadar pilihan etis, melainkan bagian dari kewajiban agama.

“Menjaga lingkungan adalah ibadah. Ketika kita merusak alam, maka sesungguhnya kita sedang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, merawat bumi adalah wujud nyata dari ketakwaan,” ungkapnya.

Dosen FAI Unissula itu juga menegaskan fikih lingkungan menjadi pintu masuk membangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir. Khususnya di kawasan yang rentan terhadap abrasi dan rob.

Adapun di Unissula penguatan Fikih Biah tidak hanya dilihat dari sisi normatif keagamaan. Tetapi juga diperdalam melalui perspektif sosiologis. Sebagaimana Dr Muna Yastuti Madrah MA yang lebih banyak menekankan dimensi sosial dan budaya. Khususnya bagaimana kesadaran kolektif masyarakat dapat dibangun untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selanjutnya Dr Mila Karmilah ST MT menjelaskan SMAR PH. Yang merupakan hasil riset dan pengembangan dari laboratorium yang kemudian diadaptasi ke lapangan.

SMART PAH tidak hanya sebagai solusi teknis penyediaan air bersih. Tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Teknologi ini diharapkan menjadi contoh bahwa inovasi harus menyatu dengan kearifan lokal, nilai agama, serta kesadaran ekologis.

Melalui kegiatan ini Unissula menunjukkan komitmennya dalam menjawab persoalan nyata masyarakat pesisir dengan pendekatan multidisiplin.

Sinergi antara teknologi, agama, dan pendidikan diyakini mampu memperkuat daya tahan masyarakat terhadap krisis lingkungan. Sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga bumi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Teknik Elektro Unissula Kembangkan SMART PAH untuk Masyarakat Pesisir

Mahasiswa Teknik Elektro didampingi tim dosen pengembangan smart PAH

Tim riset Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula yang digawangi Jenny Putri Hapsari ST MT berhasil mengembangkan Smart Rainwater Harvesting (SMART PAH) berbasis Internet of Things (IoT). Proyek ini ditujukan bagi masyarakat pesisir terdampak abrasi dan rob di Timbulsloko, Sayung, Demak.

SMART PAH berangkat dari kebutuhan mendesak masyarakat pesisir akan air bersih dan air minum. Karena sumber air tanah setempat sudah banyak terintrusi air laut dan sering terendam rob.

Jenny menjelaskan keunggulan SMART PAH adalah pemanfaatan teknologi IoT (Internet of Things). Sistem ini dilengkapi sensor dan perangkat kendali yang dapat memantau kinerja alat secara langsung dan jarak jauh. Data mengenai volume tampungan air, kondisi filter, hingga kualitas air bisa diakses melalui aplikasi sederhana.

Sehingga dengan fitur ini, masyarakat dapat mengetahui ketersediaan air secara akurat. Dan memudahkan tim melakukan evaluasi dan perawatan. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi modern bisa diterjemahkan dalam bentuk yang sederhana, praktis, dan bisa dioperasikan masyarakat desa,” tambah Jenny.

Lebih lanjut ia menjelaskan mahasiswa memiliki peran penting. Mulai dari perancangan, pengujian, hingga instalasi alat. “Kolaborasi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana keilmuan teknik elektro bisa diterapkan langsung untuk menjawab persoalan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (18/9/2025).

Selain itu pengembangan SMART PAH merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian. Bagi mahasiswa proyek ini menjadi ajang mengimplementasikan teori dan praktik. Sementara bagi masyarakat, teknologi ini memberikan alternatif sumber air bersih yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Program ini bukti nyata bahwa Prodi Teknik Elektro Unissula tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut bermanfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dari Laboratorium ke Lapangan

Sebelum diterapkan di lapangan, SMART PAH diuji coba di laboratorium Teknik Elektro Unissula. Uji coba menunjukkan sistem bekerja dengan baik. Namun, saat instalasi di kawasan pesisir muncul beberapa kendala. Terutama terkait kestabilan sinyal dan daya tahan perangkat terhadap kondisi lingkungan ekstrem.

Tim kemudian melakukan penyesuaian teknis dengan menambahkan instrumen pendukung. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bahwa penerapan teknologi di lapangan membutuhkan adaptasi sesuai konteks lokal.

Candra mahasiswa yang terlibat dalam riset menyampaikan, “Kami senang bisa turun langsung ke masyarakat. Awalnya kami hanya membayangkan sistem ini di atas kertas, tapi saat dipasang di lapangan ternyata banyak hal baru yang kami pelajari. Rasanya bangga ketika melihat warga bisa memanfaatkan air hasil sistem yang kami rancang,” ungkapnya.

Kehadiran SMART PAH memberi harapan baru bagi warga pesisir Timbulsloko yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Tim Teknik Elektro Unissula berencana mengembangkan sistem ini lebih lanjut dengan memperbesar kapasitas penyimpanan, memperkuat jaringan IoT, dan penambahan system billing untuk pengambilan air siap minum.

Dengan inovasi ini, Unissula menegaskan komitmennya untuk menghadirkan riset yang aplikatif, sekaligus mendidik mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial. SMART PAH menjadi bukti bahwa teknologi kampus dapat hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan kemasyarakatan.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dekan FH Unissula Desak DPR Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Dekan Fakultas Hukum Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, menegaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak boleh lagi ditunda.

Menurutnya, pengesahan regulasi tersebut menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. “Perampasan aset koruptor itu sesuatu yang tidak bisa ditunda. Kalau pemerintah mengulur waktu, risikonya sangat tinggi bagi negara. Sudah ada contoh dari negara lain seperti Nepal, Pakistan, Afghanistan, hingga Nigeria. Indonesia tidak boleh mengikuti jejak itu,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Ia menegaskan, RUU Perampasan Aset telah menjadi bagian dari rekomendasi rakyat Indonesia dalam 17+8 poin hasil kesepakatan nasional.

Oleh sebab itu, DPR harus merespons cepat perintah Presiden Prabowo Subianto untuk segera membahas dan mengesahkan aturan tersebut. Terlebih pemerintah sudah ikut membantu mensuplai draf RUU rampasan asetnya ke DPR.

Dirinya mengaku ragu dan tidak yakin DPR bakal mengesahkan Undang-Undang tersebut. Namun, jika kekhawatiran itu terjadi, ia menilai DPR andil dalam menghancurkan negara.

“Kalau DPR tidak serius, berarti DPR punya andil besar merusak negaranya sendiri. Presiden sudah jelas memerintahkan, bahkan mungkin sudah menyiapkan drafnya. Jadi bola sekarang ada di DPR,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Jawade menilai keberadaan undang-undang ini nantinya harus ditopang oleh sebuah lembaga khusus yang fokus menangani perampasan aset.

Menurutnya, aparat yang diberi kewenangan penuh tidak boleh dicampur dengan polisi atau jaksa agar lebih efektif. “Pemerintah perlu menyiapkan lembaga baru. Tugasnya satu, menelusuri dan merampas aset hasil korupsi. Potensi yang bisa diselamatkan luar biasa, mungkin lebih dari Rp 5.000 triliun. Angka itu bisa menopang APBN bahkan melampauinya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, jika undang-undang ini tidak segera disahkan, konflik sosial bisa muncul akibat terganggunya stabilitas ekonomi dan politik. “Rakyat tidak mau lagi mundur soal perampasan aset. Ini adalah komitmen bersama untuk menyelamatkan bangsa,” pungkasnya.