Fakultas Farmasi Unissula menyelenggarakan Program Pembelajaran Intensif Bahasa Inggris bagi dosen dan tenaga kependidikan. Program itu sebagai upaya peningkatan kemampuan komunikasi internasional. Bertempat di Ruang Kelas Lantai 1 Gedung A Fakultas Farmasi, dengan menghadirkan fasilitator dari CILAD Unissula, Rabu (17/9/2025).
Dekan Fakultas Farmasi Dr apt Rina Wijayanti MSc menyebut program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. “Sehingga dosen dan tenaga kependidikan mampu berkomunikasi lebih efektif dan profesional, khususnya dalam interaksi dengan mahasiswa maupun mitra luar universitas,” jelasnya.
Sehingga menurutnya partisipasi aktif peserta sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan akademik di Fakultas Farmasi. “Melalui program ini diharapkan sivitas akademika Fakultas Farmasi Unissula semakin siap berkiprah dalam lingkungan akademik yang kompetitif, berdaya saing global, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islami,” pungkasnya.
Adapun program intensif Bahasa Inggris diikuti 22 peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan.
Fakultas Psikologi Unissula menyelenggarakan kuliah umum bersama Prof Drs Koentjoro MBSc PhD Psikolog. Kuliah umum yang dihadiri mahasiswa yang mengambil mata kuliah Psikologi Sosial, Psikologi Lintas Budaya, dan Psikologi Konflik Resolusi, bertema Perilaku Budaya dan Kebencanaan, Rabu (17/9/2025).
Prof Koentjoro membahas bagaimana perilaku budaya dapat memengaruhi respons individu dan masyarakat dalam menghadapi kebencanaan.
Beliau juga menekankan pentingnya memahami perilaku budaya dalam mengembangkan strategi mitigasi dan respons kebencanaan yang efektif.
“Kebencanaan tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu memahami perilaku budaya dalam menghadapi kebencanaan untuk dapat mengembangkan strategi yang tepat dan efektif,” ujarnya.
Dalam kuliah umum ini Prof Koentjoro juga membahas bagaimana kebencanaan dapat memengaruhi hubungan interpersonal dan budaya yang memengaruhi perilaku. “Pengetahuan itu memengaruhi sikap. Sikap memengaruhi niat. Niat memengaruhi budaya. Niat dan budaya apabila sudah terlaksana akan menjadi perilaku individu,” pungkasnya.
Isu kekerasan terhadap anak di pesantren kembali menjadi sorotan. Hal itu diungkap Dr Hidayatus Sholihah SPdI MPd MEd dalam Sarasehan Pondok Pesantren yang digelar RMI PCNU Demak, Rabu (17/9/2025).
Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula tersebut menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menciptakan pesantren yang ramah anak dan bebas bullying.
Dirinya juga memaparkan hasil kajian dan temuan lapangan terkait praktik bullying di sekolah, madrasah, hingga pesantren. Berdasarkan data KPAI dan FSGI tahun 2023, tercatat 1.478 kasus bullying di sekolah, dengan 20 persen terjadi di lembaga pendidikan berbasis agama. Bentuk perundungan paling banyak berupa verbal (45%), fisik (30%), cyberbullying (15%), dan emosional (10%).
“Bullying bukan sekadar kenakalan remaja. Ini adalah bentuk kekerasan yang dapat meninggalkan luka jangka panjang, mulai dari depresi, trauma, penurunan prestasi akademik, hingga hilangnya rasa percaya diri anak,” tegasnya.
Sebagai akademisi yang konsisten meneliti isu pendidikan karakter dan psikologi pendidikan, Hidayatus Sholihah menekankan pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, sekaligus mendidik akhlak mulia.
Ia mendorong implementasi program Pesantren Ramah Anak. Termasuk pembentukan satgas perlindungan santri, layanan konseling psikologis, dan sistem pelaporan aman berbasis teknologi.
“Pesantren adalah rumah kedua bagi santri. Maka, sudah seharusnya setiap santri merasa terlindungi, bukan terancam. Dengan pendidikan karakter, pengawasan yang kuat, serta budaya ukhuwah islamiyah, pesantren bisa benar-benar menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia,” ujarnya.
Melalui forum ini dirinya mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Adapun RMI PCNU Demak berharap gagasan yang disampaikan oleh akademisi Dr Hidayatus Sholihah dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan program nyata untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Yang tidak hanya menekankan pada ilmu agama, tetapi juga menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan mental para santri.
Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menanggapi peristiwa dugaan kekerasan yang dilakukan dosen FH Dias Saktiawan kepada tenaga medis RSI Sultan Agung. Menurutnya, laporan ke pihak kepolisian merupakan hak yang bersangkutan. Namun dirinya meyakini bahwa peristiwa tersebut terjadi karena ada penyebabnya.
Karena menurut informasi yang ia terima, kejadian itu karena pasien dijanjikan oleh dokter yang bersangkutan untuk mendampingi pasien, namun tidak ada di tempat.
“Karena ketidakhadiran dokter yang bersangkutan di saat pasien sebelum melahirkan sampai melahirkan, itu satu kesalahan fatal dalam profesi kedokteran,” jelasnya.
Meski begitu, dirinya menyatakan peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan fakultas. Ia mengakui Dias merupakan dosen FH Unissula. Namun dalam peristiwa itu kapasitas Dias adalah keluarga pasien dan tidak mengatasnamakan fakultas.
“Kasus ini merupakan satu peristiwa yang terjadi di rumah sakit, antara pasien dan suaminya dengan tenaga medis di rumah sakit. Jadi tidak bisa mengkait-kaitkan dengan institusi di luar rumah sakit. Maka penyelesaiannya di rumah sakit, tidak dibawa keluar. Sebagai dekan tentu saya tidak ingin masuk di luar wilayah kewenangan saya,” tegasnya.
Penjelasan Direktur RSI Sultan Agung
Direktur Utama RSI Sultan Agung dr Agus Ujianto memaparkan kronologi peristiwa tersebut. hal itu bermula pada Kamis 4 September 2025, ada pasien umum bernama T istri Dias masuk ke rawat inap. Berdasarkan hasil konsultasi dr Stefani dokter obgyn dan dr Astra spesialis anestesi, pasien T dijadwalkan menjalani persalinan Jum’at (5/9/2025). Dengan menggunakan metode atau tindakan ILA atau Intrathecal Labour Analgesia yakni sebuah teknik medis untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan normal dengan menyuntikkan obat pereda nyeri ke ruang subarakhnoid di tulang belakang.
“Siang hari pasien tersebut telah melahirkan dibantu oleh dokter S dan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit, karena dokter A datang terlambat dan tidak jadi menggunakan metode ILA, Tn. D marah-marah kepada dokter A,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (15/9/2025).
Ia menegaskan manajemen rumah sakit telah memfasilitasi dialog antara pasien, tenaga medis, IDI Jawa Tengah, IDI Kota Semarang, Komite Medik, Dekan FH dan Dekan FK. Mediasi itu guna mewujudkan penyelesaian permasalahan secara internal.
“Pada saat itu D mengucapkan terima kasih kepada dokter S dan dokter A serta permohonan maaf,” tambahnya.
Kendati demikian, ia menyebut adanya permasalahan ini dr Astra telah menempuh jalur hukum dengan mengadukan perkara ini ke Polda Jateng, sehingga rumah sakit mengikuti proses hukum selanjutnya.
Direktur Agus menegaskan, pihak direksi sudah membentuk tim advokasi internal untuk melakukan pendampingan proses hukum atas kasus yang terjadi.
“Saya sudah buat advokasi. Penegakan hukum itu kan nanti tentunya mengikuti hasil dari penyidikan dari para penyidik. Jadi saya enggak bisa berandai-andai, yang penting saya sebagai direksi sudah membawa tim advokasi, kemudian juga tim pengawal bagi mereka,” pungkasnya.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat. keduanya bersinergi mendampingi pengembangan usaha Madu Klanceng Omah RaFi milik Bapak Partono di Jepara. Program ini terlaksana melalui hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek.
UMKM Omah RaFi selama ini menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam produksi dan pemasaran. Dari sisi produksi, madu yang dihasilkan belum memenuhi standar kualitas SNI karena kadar air masih tinggi. Selain itu, masa panen yang relatif lama hingga tiga bulan dan jumlah panen yang terbatas dari tiap koloni menjadi kendala.
Limbah sarang lebah juga belum dimanfaatkan secara optimal. Disamping itu strategi pemasaran masih terbatas pada promosi dari mulut ke mulut dan penggunaan media sosial sederhana.
Tim pengabdian masyarakat terdiri dari ketua tim apt Ika Buana Januarti MSc dari Fakultas Farmasi Unissula. Beranggotakan Muhammad Sagaf ST MT dari Fakultas Teknologi Industri Unissula dan Tristan Alfian SSn MSn dari Desain Komunikasi Visual Unisnu, juga didukung mahasiswa dari kedua universitas. Mereka berupaya menghadirkan solusi inovatif.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain alih teknologi dehumidifikasi untuk menurunkan kadar air madu. Sehingga sesuai standar kualitas, serta pemberian tambahan koloni lebah klanceng jenis Itama yang lebih produktif. “Teknologi dehumidifikasi mampu membantu memperbaiki kualitas madu sekaligus meningkatkan kuantitas panen,” ungkap Muhammad Sagaf.
Langkah selanjutnya adalah pemanfaatan limbah sarang lebah menjadi sabun antibakteri bernilai jual. “Pengolahan limbah sarang lebah menjadi sabun antibakteri tidak hanya menambah variasi produk tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan,” jelas apt. Ika Buana.
Selanjutnya inovasi pemasaran dengan teknologi Augmented Reality (AR) pada kemasan madu, serta optimalisasi internet marketing agar jangkauan promosi semakin luas. “Penggunaan AR pada kemasan akan membuat produk lebih menarik dan interaktif, sehingga berpotensi meningkatkan daya saing di pasar,” jelas Tristan Alfian.
Sehingga melalui program ini, diharapkan Madu Klanceng Omah RaFi dapat meningkat dari sisi kualitas, kapasitas produksi, hingga omzet penjualan. Selain itu, limbah yang semula tidak bernilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula menghadirkan akademisi kelas dunia dalam kuliah umum internasional. Hadir Prof Bruno S Sergi BSSc MSc MPhil PhD, profesor di Harvard Center for International Development Harvard Kennedy School. Sekaligus profesor kehormatan FEB Unissula. Kuliah umum bertajuk Unlocking Opportunities: Publishing Scopus-indexed Articles and Book Chapters with Emerald Insight digelar di Aula FEB Unissula, Selasa (16/9/2025).
Dekan FEB Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan apresiasi kepada Prof Bruno. “Prof. Bruno memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional, khususnya pada Scopus-indexed journals dan book chapters melalui Emerald Insight. Kehadiran beliau menjadi kesempatan emas bagi dosen dan mahasiswa FEB Unissula untuk meningkatkan kapasitas akademik, khususnya dalam penulisan karya ilmiah,” ujarnya.
Prof Heru juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah bagi sivitas akademika FEB Unissula. Ia mendorong dosen agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mendiskusikan draft jurnal bersama Prof Bruno. “Dengan target minimal publikasi 10 artikel yang bisa mendorong kenaikan jabatan akademik dosen. Selain itu, perlu diingat bahwa publikasi akan menjadi salah satu keluaran penting dari skripsi mahasiswa,” jelasnya.
“Alhamdulillah, kami rutin mengadakan kuliah umum untuk membuka wawasan internasional. Kehadiran Prof Bruno diharapkan bisa memberi inspirasi sekaligus motivasi agar dosen dan mahasiswa lebih aktif dalam publikasi. Mari kita fokus dan manfaatkan momentum ini sebaik mungkin,” tutupnya.
Melalui kuliah umum ini semakin meneguhkan komitmen FEB Unissula dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global. Khususnya melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Turut hadir Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta civitas akademika FEB Unissula.
Direktorat Bina Kualitas Pelayanan KB Kedeputian KBKR bersama Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia melakukan Uji Petik Kebutuhan Pre Service Training Pelayanan KB di Pendidikan Profesi Kebidanan Unissula. Acara dilaksanakan pada Kamis (22/8/2025). Tujuannya penguatan keterampilan pelayanan KB MKJP IUD/implan.
Hal ini merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan KB melalui pengendalian mutu pelayanan KB yaitu peningkatan SDM nya. Dalam hal ini tenaga kesehatan pelayanan KB yaitu bidan yang menjadi mitra potensial BKKBN.
“Sebagian besar pelayanan kontrasepsi di berikan oleh bidan. Tidak ada KB tanpa bidan begitu pun sebaliknya. Data pemutakhiran PK 2024 menunjukkan angka tertinggi pelayanan KB di TPMB 35,0% (urutan 1) dan bidan desa/pustu/pusling 26, 2% (urutan 2),” ungkap Direktur Kualitas Pelayanan KB Dr Zamhir Setiawan MEpid.
Ia menegaskan bahwa kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas pelayanan KB. “Karena pelayanan KB sebagian besar diberikan oleh bidan, maka kompetensi bidan perlu menjadi perhatian,” tegasnya.
Pre service training ini menjadi penting, mengingat di Indonesia terdapat 92 institusi pendidikan kedokteran dan 121 pendidikan kebidanan (PD Dikti 2024). Jumlah lulusan bidan sebagian besar masih Diploma III walaupun sudah ada jenjang profesi kebidanan namun belum semua bidan memiliki ijazah profesi. Belum seluruh bidan memiliki sertifikat kompetensi pemasangan dan pencabutan IUD/implan. Dari 17.652 bidan, sebanyak 11.732 (66,5%) belum menjalani pelatihan CTU, sementara 5.920( 33.5%) telah menjalani pelatihan tersebut, dan yang memiliki sertifikat kompetensi sebanyak 2.400 bidan.
“Melalui pertemuan ini saya berharap mendapatkan lebih banyak informasi dan tindak lanjut dari pelaksanaan pre service training yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang akan datang,” kata Zamhir.
Diskusi yang melibatkan unsur Ikatan Bidan Indonesia yang diwakili Prof Dr Runjati Bdn MMid (Sekretaris PD IBI Jateng), Kaprodi Kebidanan Unissula Rr Catur Leny Wulandari SsiT MKeb, praktisi bidan, sampai mahasiswa didapat sejumlah kesimpulan. Diantaranya bahwa pre service pelayanan kontrasepsi sangat dibutuhkan dengan pertimbangan agar lulusan bidan dapat siap dan juga diberikan kesempatan untuk langsung melayani kontrasepsi khususnya MKJP. Perlu ada desain pre service training, yang kemudian alternatifnya dapat diintegrasikan setelah profesi dan sebelum wisuda profesi.
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unissula melepas 43 lulusan dalam acara penglepasan wisuda ke 94 di Hotel Quest Semarang (12/9/2025). Dalam sambutannya Dekan Fikom, Trimanah SSos MSi menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan orang tua.
“Atas nama Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula kami mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan proses perkuliahannya hingga resmi memperoleh gelar sarjana ilmu komunikasi (SIKom). Demikian juga kami mengucapkan terimakasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra putrinya di Fikom Unissula,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mendoakan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat. “Harapan kami para wisudawan Fikom Unissula ilmunya bermanfaat, hidupnya berkah dan sukses,” ungkapnya.
Terpilih sebagai wisudawan terbaik Ajeng Operasiana SIKom. Gadis kelahiran Banjarnegara, 19 September 2002. Judul skripsi manajemen krisis model Fink dalam menangani kasus protes tuntutan pelantikan kepala desa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Unissula melepas 2.049 wisudawan dalam prosesi wisuda ke 94 di kampus Unissula (13/9/2025). Dari jumlah itu terdiri dari 68 doktor, 950 magister, 977 sarjana dan 54 ahli madya. Dua diantara wisudawan dari Australia, Theis Greentree (Prodi Magister Pendidikan Agama Islam) dan Felix Cristovao Pinto (Prodi Magister Ilmu Hukum) dari Tomor Leste.
Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan setelah diwisuda mereka harus tetap berbuat baik. “Jangan berhenti berbuat baik. Teruslah berbuat baik dengan ihlas dan nanti Allah yang akan memberikan balasan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga meminta wisudawan Unissula agar bangga sudah lulus dari Unissula. Lulus dari universitas yang sudah teraakreditasi institusi unggul dari BAN PT. Demikian juga 95% prodinya telah terakreditasi unggul. Memiliki daya saing nasional dan internasional sehingga lulusannya mudah dapat pekerjaan.
Unissula juga menempati peringkat yang membanggakan. Peringkat 401 dunia menurut (Webometrics). Peringkat 17 nasional dan PTS terbaik di Jateng (Times Higher Education). Selain itu juga masa tunggu alumni memperoleh pekerjaan di bawah 3 bulan.
Rektor juga mengungkap kunci sukses bagi para wisudawan yaitu senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. “Selalu luangkan waktu untuk sekadar menelpon, memeluk, mencium tangan mereka, dan selama hayat masih dikandung badan, berbaktilah kepada mereka dengan setulusnya. Jika kita ingin mendapatkan pertolongan, keberkahan, dan kesuksesan, maka langkah awalnya adalah membuat orang tua kita ridha dan bahagia. Selain berbakti kepada orang tua bersilaturahmi juga bisa menjadi kunci sukses dalam hidup” ungkapnya.
Sejumlah 2049 calon wisudawan Unissula mengikuti pembekalan di Auditorium Kampus Kaligawe, Jum’at (12/9/2025). Setelah mengikuti pembekalan mereka akan di wisuda keesokan harinya yaitu pada Sabtu, (13/9/2025).
Narasumber Prof Dr Rozihan SH MAg memberikan tujuh bekal untuk wisudawan. Pertama adalah taqwa. “Taqwa itu berarti adalah waspada dan hati-hati. Alumni harus selalu waspada dan hati-hati terhadap ucapan dan tindakannya. Banyak pejabat, anggota DPR bahkan juga ustad yang tidak hati hati dalam berbicara akan jatuh martabatnya ” ungkapnya.
Selanjutnya adalah menjaga kebiasaan baik. Karena menurutnya seseorang akan berakhir sebagaimana kebiasaan hidupnya.
Hal yang juga penting adalah terus belajar dan menambah ilmu. “Sekalipun sudah selesai kuliahnya, hidup ini perlu ditambah ilmunya. Sehingga pesan saya setelah lulus adalah tetap beriman dan menambah ilmu,” ungkapnya.
Selain itu menjadi orang harus bersyukur dan tidak mengeluh. Kemudian sabar, yaitu berusaha terus menerus dan terus meminta pertolongan kepada Allah dengan sholat. Terakhir adalah zuhud, dan tawakal kepada Allah.