Categories
Headline Kampus Nasional News Semarang

Fakultas Hukum Unissula Melepas 277 Lulusan

Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, mengatakan, lulusan FH Unissula memiliki kelebihan dibandingkan dengan lulusan dari kampus lain. Lelebihan yang menjadi pembeda yaitu pola pendidikan yang betul-betul mendasarkan pada ayat-ayat suci Al Qur’an. ”Sehingga, pendidikan ahlak dan moral menjadi yang utama,” jelasnya, dalam penglepasan lulusan FH Unissula, Jumat (12/9/2025).

Adapun total lulusan yang diwisuda sebanyak 277 terdiri dari Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn) dan Doktor (S3) Ilmu Hukum. Sedangkan sampai saat ini tercatat sebanyak 14.360 lulusan FH Unissula yang bekerja dan tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Prof Jawade mengatakan, pendidikan di FH Unissula mendasarkan pada bismillah membangun generasi khaira ummah, yang dalam pelaksanaannya salah satunya adalah menanamkan birrul walidain. Birul walidain, adalah bagaimana seorang anak sangat patuh dan menyayangi orang tuanya, sehingga menjadi sumber insiprasi yang menyemangati anak untuk meraih masa depan yang lebih baik dan sukses.

”Yang kedua, para dosen betul-betul selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan, solidaritas, kemaslahatan, dan juga bagaimana pentingnya menanamkan nilai-nilai hukum. Yang jelas, pendidian ahlak, pendidikan moral, dan birrul walidain adalah modal yang pertama, kalau itu sudah dilaksanakan, maka memahami dan mempraktekkan nilai-nilai hukum yang dipelajari akan mudah,” jelasnya.

Selain itu, FH Unissula juga menguatkan internasionalisasi melalui berbagai program, termasuk pembukaan kelas internasional untuk program S1, S2, dan S3 mulai tahun ajaran 2025/2026, di mana pengajaran menggunakan bahasa Inggris dan diikuti mahasiswa internasional. Selain itu, FH Unissula aktif dalam kerja sama internasional dengan universitas di luar negeri seperti Al-Azhar Mesir, Universitas Wollongong Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk pertukaran mahasiswa dan dosen, serta menyelenggarakan konferensi internasional dan kuliah pakar dari pakar hukum mancanegara.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Hadir di China, Dosen Matematika Unissula Sampaikan Gagasan Penting

Dosen Pendidikan Matematika Unissula, Dyana Wijayanti PhD menjadi keynote speaker dalam FED academic dialogue forum yang diselenggarakan oleh Faculty of Education, University of Macau, China (5/6/2025).  Forum mengangkat tema mathematics textbook research and teacher professional development ini menghadirkan pakar-pakar pendidikan matematika dari berbagai negara. Pakar yang hadir Prof Annalisa Cusi (Sapienza University of Rome, Italia), Dr Marc Alexander van Zanten (The Netherlands Institute for Curriculum Development, Belanda), dan Dr Moneoang Leshota (University of Pretoria, Afrika Selatan).

Dyana Wijayanti menyampaikan gagasan bertajuk teachers as adaptive practitioners: using mathematics textbook tasks to support personalized professional development. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai praktisi adaptif yang mampu memanfaatkan bahan ajar matematika untuk mengembangkan profesionalisme secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masing-masing.

Kehadiran memperkuat posisi Indonesia dalam kancah akademik internasional. Ia juga turut serta dalam panel discussion bersama para pakar dunia dengan moderator Prof Lianghuo Fan, Chair Professor sekaligus Dean of Faculty of Education, University of Macau.

Acara ini berlangsung di Tin Ka Ping Lecture Hall, Faculty of Education, University of Macau, dan diikuti oleh akademisi serta praktisi pendidikan dari berbagai negara melalui tatap muka langsung maupun live streaming.

Keikutsertaan dosen Pendidikan Matematika Unissula dalam forum akademik internasional ini menunjukkan bahwa komitmen Unissula dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan matematika diakui secara global.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Guru Besar Fakultas Hukum Unissula  Sebut RUU Perampasan Aset Mendesak Segera Disahkan

Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, yang juga Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula menyebut  pengesahan RUU perampasan aset itu suatu keharusan, yang tidak boleh ditunda-tunda oleh pemerintah. Mengapa, karena persoalan korupsi menyebabkan kerugian uang negara sudah mencapai ribuan triliun. Belum lagi sejumlah dugaan kasus korupsi yang masih dalam proses, seperti Pertamina, belum lagi sekarang berproses juga dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi seperti kasus dugaan korupsi pengadaan laptop pada program digitalisasi pendidikan.

”Oleh karena itu, persoalan RUU Perampasan Aset tidak bisa ditunda. Saya sangat menghkawatirkan jika DPR dan pemrintah menunda, tekanan rakyat untuk turun ke jalan akan terjadi lagi kedua kalinya. Yang perlu diwaspadai, jika rakyat tidak bisa dikendalikan lagi, karena kemarahannya pada pelaku penyelenggara negara DPR dan pemerintah yang mengabaikan pengesahan RUU Peramapasan Aset menjadi UU,” jelasnya  pada penglepasan lulusan FH Unissula, Jumat (12/9/2025). 

Menurutnya, yang ditakutkan, kalau terjadi gelombang aksi seperti di negara Nepal. Dimana di sana, hampir semua anggota DPR, menteri dan kepala pemerintahannya dikejar-kejar rakyat, belum lagi kondisi chaos di mana-mana.

Hal ini terjadi, karena pemicunya semua aset-aset negra yang sekarang dikuasai pelaku korupsi yang menyebabkan rakyat marah. Menurutnya, kehadiran UU Perampasan Aset sangat penting untuk memaksimalkan pemulihan aset negara dan efektif dalam mengembalikan kerugian negara dari pelaku kejahatan ekonomi, seperti korupsi.

”Jika DPR lama mengesahkan RUU Perampasan Aset, maka sudah saatnya presiden menerbitkan Perpu. ”Sebab, jika gelombang aksi terjadi, dimana kemungkinan terburuk nantinya adanya benturan rakyat dengan aparat, maka korbannya akan banyak. Maka pemerintah harus serius menerbitkan Perpu,” jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah, melalui Presiden, bisa menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) sebagai wujud kewenangannya dalam keadaan kegentingan yang memaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 22 ayat (1) UUD1945.

Categories
Headline Kampus Semarang

Rektor Bangun Komunikasi Positif dengan Mahasiswa

Senat Mahasiswa (Sema) Keluarga Mahasiswa Unissula menyelenggarakan forum rektalk (rektor talk)pada Jumat (12/9/2025) di Ruang Seminar Gedung Kuliah Bersama. Tema yang diangkat menguatkan fondasi, menemukan solusi. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH bersama para Wakil Rektor, yaitu Andre Sugiyono ST MM PhD, Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA dan Wakil Rektor III M Qamaruddin ST MSc PhD. Hadir pula Adi Fajar Putranto SE, Dr Novi Marlyana ST MT, Dr Hevy Rizqi Maharani SPd MPd, Ari Sentani ST MSc, dan Dr Abdul Basir MPd. Dari unsur mahasiswa tampak Ketua BEM Wiyu Ghany Allatif Yudistira beserta jajarannya.

Ketua panitia Muhammad Zidan Naja dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rektor. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Sema KM bidang aspirasi, dengan harapan dapat menjadi ruang dialog untuk menggali solusi demi terwujudnya Unissula Emas 2025.

Senada dengan itu, Ketua Sema KM Hanik Atul Wafiroh berharap acara tersebut dapat menjadi forum strategis bagi mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan universitas.

Dalam paparannya, Rektor Unissula menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih kampus. Semenjak kepemimpinannya, Unissula mengalami perkembangan pesat, baik dalam bidang akademik, sarana prasarana, maupun kualitas pelayanan. Rektor menekankan bahwa saat ini Unissula semakin nyaman dan berkualitas, dengan berbagai program unggulan yang terus dikembangkan.

Lebih jauh, Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan karakter mahasiswa melalui program khas Unissula, yakni birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan takrimul aulad (memuliakan anak). Program ini menjadi identitas sekaligus fondasi moral yang memperkuat nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia di lingkungan kampus.

“Unissula terus membangun fondasi yang kokoh, baik secara spiritual maupun akademik, agar mampu menghadirkan solusi bagi tantangan zaman. Saya ingin mahasiswa merasa dekat, mendapat dukungan penuh, dan tumbuh bersama universitas ini,” ujar Rektor.

Rektor yang juga dikenal sebagai mantan aktivis menegaskan bahwa dirinya akan selalu dekat dengan mahasiswa. “Sebagai rektor, saya akan memberikan dukungan penuh untuk mahasiswa,” ujarnya di hadapan peserta.

Rektor juga menyampaikan bahwa Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tengah mengakselerasi pembangunan fisik untuk mendukung reputasi global kampus Unissula. Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, fasilitas, serta sarana dan prasarana mahasiswa yang lebih representatif.

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Hanik Atul Wafiroh menyentuh berbagai isu yang dihadapi mahasiswa. Mulai dari persoalan akademik, fasilitas kampus, hingga isu kesejahteraan mahasiswa.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Lima Mahasiswa Unissula Hadiri ASEAN Week di Vietnam

Lima mahasiswa Unissula mengikuti ASEAN Week 2025 di FPT University Vietnam (18-21/8/2025). Mereka berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Arifatul Khoiryah, Astrid Aurora, Safira Rahmi Adiyar,  dan Al Dina Fissabilla. Hadir pula Assyifa Zahra Arifa mahasiswi Fakultas Kedokteran. Pasca mengikuti ASEAN Week mereka juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Ho Chi Minh City.

Forum ASEAN Week mengusung tema one ASEAN many stories. Dalam forum tersebut hadir mahasiswa dari seluruh negara ASEAN. Mereka berdiskusi, berkolaborasi, dan menampilkan inovasi yang relevan dengan masa depan kawasan.

Keterlibatan ini menjadi kesempatan emas untuk mengasah kemampuan komunikasi antarbudaya. Memperluas jejaring internasional, sekaligus menunjukkan peran aktif generasi muda Indonesia dalam membangun ASEAN yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Sementara itu dalam kunjungan ke KJRI para mahasiswa berdiskusi terkait peluang internship internasional di bidang pendidikan, bisnis, dan kesehatan. Langkah ini tidak hanya memperkuat diplomasi pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa Unissula untuk menapaki jalur karier global melalui kerja sama nyata dengan institusi luar negeri.

Kaprodi S1 Akuntansi, Provita Wijayanti SE MSi Ak CA IFP AWP PhD menuturkan “Dua kegiatan ini saling melengkapi. ASEAN Week memberi ruang kolaborasi internasional. Sedangkan kunjungan ke KJRI memberikan akses pada peluang kerja sama konkret yang akan membuka jalan bagi mahasiswa Unissula di kancah internasional,” ungkapnya.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Unissula Masih Buka Beasiswa KIP-K Sampai 27 Oktober 2025

Unissula masih membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) jalur beasiswa KIP-K hingga 27 Oktober 2025 mendatang. Sedangkan pengumuman kelulusannya 31 Oktober 2025. Para pendaftar harus terlebih dulu mendaftar di web KIP-K nasional. Selain itu calon mahasiswa juga harus mendaftar di web pmb.unissula.ac.id pilih jalur KIP-K.

Prodi yang dibuka untuk beasiswa KIP-K di Unissula antara lain S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Hukum, S1 Teknik Sipil, S1 PWK, D3 Akuntansi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Sastra Inggris, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Prodi lainnya yaitu S1 Pendidikan Matematika, S1 PGSD, S1 Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, S1 Ahwal Syakhsyiah, S1 PAI, S1 Teknik Elektro dan S1 Teknik Industri.

Para mahasiswa yang lolos di program beasiswa KIP-K mendapat fasilitasi gratis kuliah dan uang saku Rp 950.000 perbulan dari negara. Info pendaftaran selanjutnya dapat menghubungi hotline 08122011062 atau 08128555562.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

FEB Unissula Hadirkan Prof Bruno dari Harvard

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula menggelar kuliah umum pada Kamis, (11/9/2025). Hadir sebagai narasumber instruktur dari Universitas Harvard Amerika Serikat, Prof Bruno S Sergi BSc MSc MPhil PhD dengan tema unlocking opportunities: publishing Scopus-indexed articles and book chapters with Emerald Insight. Ia membahas peluang besar publikasi jurnal ilmiah sekaligus peran penting rantai pasokan global dalam ekonomi dunia.

Ia menyampaikan publikasi artikel dan buku terindeks Scopus bukan hanya soal reputasi akademik, tapi untuk membuka pintu kolaborasi global yang mempercepat inovasi dan memperkuat riset. ia juga menyorot peluang Indonesia di rantai pasokan global, khususnya di manufaktur dan teknologi tinggi. “Dengan cadangan nikel terbesar dunia dan kemajuan hilirisasi, Indonesia semakin strategis dalam diversifikasi pasok global yang selama ini bergantung ke Tiongkok,” lanjutnya.

Bruno juga menyebut Indonesia punya potensi besar karena 40% suku Jawa dari total populasi. Akan tetapi sekarang masih menjadi market, sebab banyak perusahaan besar justru milik Jepang dan Jerman.

Ia juga menekankan, “Indonesia harus memanfaatkan transformasi digital dalam manufaktur untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Prinsip lean manufacturing dan manajemen rantai pasok adalah kunci untuk merespons perubahan pasar dan memperkuat posisi Indonesia di ekonomi global,” tegasnya. 

Sementara itu Dekan FEB Unissula, Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan sangat bangga sudah mengukuhkan Prof Bruno sebagai profesor kehormatan FEB. “Beliau nanti akan memberikan kontribusi di bidang publikasi artikel dan book chapter, khususnya melalui Emerald Insight dan jurnal bereputasi. Hari ini, beliau membagikan wawasan penting tentang hal tersebut untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi kita,”ujarnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News Semarang

Nilam, Mahasiswa PMTK Unissula Raih Penghargaan Internasional

Nilam Awalia Rahma, mahasiswa prodi Pendidikan Matematika (PMTK), berhasil meraih penghargaan The 2nd Best Group Paper on SDG 4 The Summer Space 2025. Acara diselenggarakan oleh UMAP Consortium pada 4–16 Agustus 2025 di Semarang.

Summer Space 2025 merupakan kegiatan internasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai negara. Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik, berbagi gagasan, dan memperluas jejaring global dengan mengangkat tema Sustainable Development Goals (SDGs).

Keberhasilan Nilam menunjukkan kualitas mahasiswa Unissula yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkompetisi di kancah internasional.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk Unissula. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi teman-teman untuk terus semangat berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ungkap Nilam.

Kaprodi Pendidikan Matematika, Dr Nila Ubaidah SPd MPd menegaskan bahwa prestasi mahasiswa di tingkat internasional sejalan dengan visi kampus sebagai world class islamic university.

“Kami sangat bangga. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Pendidikan Matematika Unissula mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata pada isu global, khususnya bidang pendidikan berkualitas,” jelasnya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr Muhamad Afandi SPd MH MPd turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Kami bangga dengan prestasi yang diraih Nilam. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Unissula memiliki kompetensi global dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara. Harapan kami, prestasi ini bisa menular kepada mahasiswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News Semarang

Mahasiswa PWK Unissula Review Tata Kota di Sukolilo

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Unissula mengadakan review tata ruang. Tujuannya mendekatkan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Kegiatan berlangsung  4 September 2025 dengan mereview Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Gabus dan Kecamatan Gembong.

Pereview rencana tata ruang adalah Kabid Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kab Pati.

Wiwiet menyatakan kagum dengan apa yang disampaikan oleh mahasiswa. Mereka telah dapat menyampaikan pemaparan yang terukur bahkan juga menawarkan beberapa konsep untuk bisa diterapkan di masing-masing kecamatan sesuai dengan potensi dan masalah yang dimiliki.

Selama ini Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Unissula merancang pembelajaran tatap muka di kelas, juga melakukan pembelajaran eksperiensal. Tujuannya memberikan pembelajaran aktif kepada mahasiswa dalam membangun pengetahuan, keterampilan, atau nilai melalui pengalaman langsung dalam konteks dunia nyata yang otentik.  Mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan dalam merencanakan wilayah dan kota.

Kegiatan studio adalah inti dari seluruh kurikulum PWK. Melalui kegiatan ini mahasiswa akan bekerja bersama untuk menghasilkan laporan luaran yang akan disampaikan. Selain itu kegiatan ini juga mencoba menggali masalah di lapangan melalui survei mendalam baik sekunder maupun primer untuk secara cermat mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan tahapan perencanaan yang dimaksud.

Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Yuli Arinta Dosen Psikologi Unissula Presentasikan Penelitiannya di Jepang

Yuli Arinta Dewi, dosen Fakultas Psikologi Unissula sekaligus kandidat doktor di Program Doktoral Ilmu Psikologi UGM, menjadi salah satu presenter dalam The 23rd World Congress on Disaster and Emergency Medicine (Wadem) 2025 yang berlangsung pada 2–6 Mei 2025 di Tokyo, Jepang. Dalam ajang internasional ini, Yuli mempresentasikan hasil studi berjudul “Intervention for Enhancing Disaster Responder Resilience in Southeast Asia: A Scoping Review” yang merupakan bagian dari disertasinya.

Penelitiannya bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai karakteristik intervensi yang telah dikembangkan untuk memperkuat ketahanan psikologis para penolong bencana di negara-negara Asia Tenggara, sekaligus memetakan kesenjangan dan keterbatasan dalam studi-studi sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan secara kolaboratif bersama Mohammad Masrikhan (Unissula), Koentjoro Soeparno dan Pradyvtia Putri Pertiwi (UGM), serta Mizan Bustanul Fuady (University of Queensland), menunjukkan bahwa intervensi yang ada masih didominasi oleh pendekatan individual seperti pelatihan mindfulness dan coping religius, serta intervensi sosial dan organisasi seperti dukungan sebaya dan pelatihan berbasis institusi.

Sebagian besar intervensi tersebut berasal dari model Barat dan belum cukup disesuaikan dengan konteks budaya Asia Tenggara. Selain itu, penelitian jangka panjang dan strategi berbasis komunitas lokal masih sangat minim, sehingga dibutuhkan pengembangan pendekatan yang berkelanjutan dan kontekstual untuk meningkatkan efektivitas intervensi.

Wadem 2025 menjadi salah satu konferensi terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya. Tercatat lebih dari 950 peserta dari 70 negara berpartisipasi. Acara dibuka oleh Putri Mahkota Jepang, Aiko-Sama. Keikutsertaan Yuli dalam forum prestisius ini memperkuat kehadiran akademisi Indonesia di panggung internasional. Juga membuka ruang penting bagi kontribusi ilmiah dalam penguatan ketahanan penolong bencana berbasis kultural. “Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat di Asia Tenggara,” ujar Yuli (11/9/2025).