Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unissula Semarang Dr Nanang Sri Darmadi SH MH menyoroti tuntutan mundur dari jabatan Bupati Pati oleh massa yang menggelar demo di Alun-alun Pati, Jawa Tengah pada Rabu (13/8/2025).
Dirinya menyebut mekanisme pemberhentian kepala daerah telah diatur secara rinci dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga tuntutan pemakzulan yang mengemuka di Kabupaten Pati merupakan hal wajar dalam iklim demokrasi.
Namun, dia mengingatkan proses tersebut tidak bisa dilakukan hanya melalui aksi massa. Harus menempuh jalur hukum dan politik yang ditentukan undang-undang. “Kalau masyarakat langsung memakzulkan kepala daerah itu tidak ada mekanismenya. Aspirasi harus disalurkan kepada pihak yang punya kewenangan, seperti DPRD misalnya,” ujarnya di kampus Unissula.
Nanang menjelaskan DPRD dapat mengajukan usulan pemberhentian kepala daerah kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui gubernur.Sebelum diajukan, usulan tersebut harus disertai bukti kuat dan diuji kebenarannya oleh Mahkamah Agung (MA) maksimal dalam waktu 30 hari. “Putusan MA menjadi dasar hukum bagi Menteri Dalam Negeri untuk memproses pemberhentian,” ujarnya.
Selain DPRD, dia menyebut gubernur juga memiliki kewenangan mengusulkan pemberhentian bupati atau wali kota yang diajukan ke Mendagri.”Secara normatif, pelanggaran sumpah dan janji jabatan bisa menjadi dasar pemberhentian kepala daerah. Namun, harus ada legitimasi putusan pengadilan agar prosesnya tidak semata-mata bernuansa politik,” katanya.
Menurutnya, pemberhentian kepala daerah dapat terjadi karena tiga alasan utama, yaitu meninggal dunia, pengunduran diri atau diberhentikan. Dalam hal ini, Mendagri juga dapat mengambil inisiatif. Untuk pemberhentian, dasar hukumnya beragam, antara lain berakhirnya masa jabatan, tidak melaksanakan tugas selama enam bulan berturut-turut atau melanggar sumpah/janji jabatan dan kewajiban sebagai kepala daerah. “DPRD bisa mengambil inisiatif atas masukan masyarakat, terutama jika keresahan sudah meluas,” ujarnya.
Untuk diketahui, aksi massa ini dimotori oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya. Tuntutan ini mencuat setelah Bupati Sadewo mengeluarkan kebijakan menaikkan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) sebesar 250 persen.
Tak hanya itu, pemicu lainnya adalah Bupati Sadewo menantang seberapa banyak masyarakat Pati yang berdemo pada 13 Agustus 2025 tak akan mengubah keputusannya.
Dalam hal ini, DPRD Kabupaten Pati telah mengeluarkan keputusan membentuk panitia khusus (Pansus) Hak Angket untuk pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Kendati begitu, Sudewo menyatakan tak akan mundur dari jabatannya.
Prof Dr Imam Kusmaryono SPd MPd resmi dikukuhkan sebagai guru besar baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula pada Rabu (13/8/2025) di kampus Unissula Semarang.
Dalam sambutannya ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul mathematical power dalam perspektif reformasi pendidikan matematika modern.
Gagasan tersebut penting untuk meningkatkan indeks pengetahuan matematika siswa di Indonesia yang saat ini terpuruk di peringkat 70 dari 81 negara.
Mathematical power dikembangkan dalam pembelajaran matematika melalui aktivitas penjelajahan dan penemuan, membangun dugaan, membuat alasan logis, dan memecahkan masalah nonrutin, menghubungkan ide dan aktivitas matematika dan melalui penggunaan matematika sebagai alat komunikasi, serta penciptaan lingkungan belajar yang positif dan mendukung melalui pemberian scaffolding sehingga siswa termotivasi dan percaya diri belajar matematika.
Mathematical power juga membantu siswa membangun kepercayaan diri dan pola pikir yang berkembang dan memungkinkan mereka untuk menggunakan matematika secara efektif dalam berbagai konteks.
Implikasi reformasi pendidikan matematika ini menuntut adanya perubahan: (1) Guru sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses pembelajaran (2) Pembelajaran yang lebih aktif, konstruktif, dan berpusat pada siswa; dan (3) Fokus pada mathematical power, sehingga siswa mampu menggunakan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
Mathematical power (daya matematika) memainkan peran penting dalam mengubah pendidikan matematika, untuk membentuk kemampuan siswa dalam penalaran, pemecahan masalah, koneksi, komunikasi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan logis dalam menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH memuji keuletan kerja keras Prof Imam Kusmayono hingga meraih gelar guru besar. Pengamdiannya selama 21 tahun sebagai guru SD dan SMP serta 14 tahun sebagai dosen sangat menginspirasi. Demikian juga sifatnya yang taat pada orang tua mencerminkan nilai sebagai anak yang berbakti kepada orang tua (birrul walidain).
Imam Kusmaryono lahir di Kota Semarang 26 Maret 1970. Ia memulai pendidikan dasarnya di SD Negeri Jerakah 4 Semarang kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 18 Semarang dan Sekolah Pendidikan Guru Negeri Semarang. Mendapatkan gelar sarjana Matematika dari UPGRIS, serta meraih gelar magister dan doktoralnya dari Unnes.
Ia mengawali kariernya sebagai dosen Unissula tahun 2011, namun sebelumnya ia sudah punya pengalaman mumpuni sebagai guru SD dan SMP selama 21 tahun milik Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang.
Dalam kurun waktu 14 tahun sebagai dosen pencapaiannya di tridarma pendidikan sangat mengesankan. Di bidang riset ia berhasil menerbitkan 21 penelitiannya di jurnal internasional bereputasi dan menerbitkan 25 penelitiannya di jurnal nasional terakreditasi. Ia juga dipercaya menjadi reviwer di lima jurnal internasional terindeks Scopus. Berhasil menerbitkan 11 buku ajar, memiliki 4 Hak Cipta atas kekayaan inteklektual, serta mendapatkan 3 hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemdiktisaintek.
Dosen Matematika dengan kepakaran mengajar matematika dasar, matematika realistik, Metode penelitian pendidikan, dan Statistika Pendidikan tersebut juga banyak melakukan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan guru dan komunitas belajar.
Banyak jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Kepala SD Islam Sultan Agung 01-03 Semarang, Sekretaris Litbang Dikdasmen YBWSA, Ketua Prodi Matematika, Sekretaris FKIP, Dekan FKIP dan saat ini diamanahi sebagai sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unissula. Banyak pula prestasi penting yang pernah diraihnya antara lain guru terbaik se Kecamatan Semarang Utara, dan dosen berprestasi Unissula.
Kepribadiannya yang hangat dan bersahabat membuatnya mudah bergaul dengan siapapun ia menjadi tempat bertanya dan teman curhat yang menyenangkan bagi para dosen muda juga bagi mahasiswa bahkan dalam beberapa survey ia terpilih menjadi dosen terfavorit pilihan mahasiswa FKIP Unissula. Profesor yang memiliki hobi koleksi sepatu tersebut selalu ramah, periang, humoris, berjiwa muda, dan tidak pelit berbagi ilmu.
Dedikasinya sebagai pendidik tidak perlu diragukan lagi, keberhasilan sebagai seorang guru tercermin dari beberapa murid SD nya yang sekarang menjadi teman sejawat dosen di Unissula antara lain Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd dan Muthoharoh SE MSc.
Satu pesan ibunya yang selalu ia kenang agar sukses menjadi seorang pendidik yaitu “Jadilah guru yang baik, jangan galak dan bersedekahlah”. Jika tak punya harta seorang guru atau dosen dapat tetap bersedekah yaitu dengan ilmunya.
Menilik kariernya yang cemerlang mungkin banyak orang yang berdecak kagum. Namun sejatinya hal itu tidaklah dicapai dengan mudah tapi membutuhkan kerja keras, keteguhan dan keyakinan yang luar biasa. Putra bungsu dari 11 bersaudara tersebut sejak kecil sudah menjadi yatim dan menjalani kehidupan yang sangat berat bersama ibu dan saudara saudara kandungnya. Ayahnya yaitu Bapak Hadi Suparno meninggal dunia saat ia berusia 4 tahun. Bahkan Imam Kusmaryono kecil tak kuasa menahan tangis dan merasa begitu sedih saat dibuli oleh teman temannya yang sering memperoloknya karena tidak punya ayah.
Ibunya yaitu Ibu Sri Welasih yang hanya seorang ibu rumah tangga kemudian mengambil alih tugas sang ayah bekerja keras agar mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak anaknya. Karena tidak mempunyai keterampilan dan pendidikan Ibu Sriwelasih hanya menjadi buruh yang bekerja menyiangi tanaman padi milik para petani yang mau mempekerjakannya.
Kehidupan keluarga yang serba kekurangan membuat Imam Kusmaryono Kecil tidak membayangkan banyak kemewahan bahkan bisa makan nasi tiwul, sambal, dan ikan asin yang disajikan dalam wadah tampah bambu bersama sama dengan kakak kakak kandungnyapun sudah merupakan karunia yang luar biasa.
Namun dari kegetiran hidup itulah ia banyak belajar untuk menghargai perjuangan seorang ibu yang rela menahan rasa sakit dan penderitaan demi kebahagiaan anak anaknya. Belajar menghargai arti kasih sayang yang diberikan keluarganya. Belajar menjadi pendidik yang baik sebagaimana idolanya Kihajar Dewantoro yang berkarakter ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso tutwuri handayani.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain ketua pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo dan Ketua Umum Pengurus YBWSA Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH.
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula bersama UPT Kerjasama dan Urusan Internasional menggelar kegiatan Community Service on SDG 4 (Quality Education) di SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian The Summer Space 2025, program Summer Camp tahunan Konsorsium UMAP yang tahun ini diikuti oleh 17 mahasiswa asing dari berbagai negara. Seluruh peserta dibagi ke lima Program Studi Pendidikan di UNISSULA untuk mengikuti berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah mitra.
Prodi PAI mendapatkan kesempatan untuk membersamai empat mahasiswa asing dalam program ini. Keempat mahasiswa tersebut adalah Ali Sena Ghulam Nabi (Kanada), Zafri Nu’man (Malaysia), Dang Yen Vy (Vietnam), dan Danielle Rej Mirasol (Filipina).
Mereka hadir di SMP Islam Sultan Agung 4 untuk berbagi pengalaman internasional, mulai dari pendidikan, kehidupan, hingga budaya di negara masing-masing. Sesi interaktif ini disambut antusias oleh para siswa yang berani bertanya dan mencoba berbicara dalam bahasa Inggris.
Kepala SMP Islam Sultan Agung 4, Solikhul Hadi, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memotivasi siswa agar berani berbicara dalam bahasa internasional dan membuka wawasan mereka tentang keragaman budaya dunia,” ujarnya.
Ketua Prodi PAI Unissula, Ahmad Muflihin SPdI MPd menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Prodi PAI dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pendidikan berkualitas. “Melalui kolaborasi internasional, kami berharap siswa semakin termotivasi untuk belajar, berprestasi, dan siap menjadi bagian dari masyarakat global yang berkarakter Islami,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah The Summer Space 2025, Unissula berupaya menghadirkan program-program inspiratif yang memperkuat jejaring internasional sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat dan sekolah mitra.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar pementasan wayang kulit pada Sabtu malam, (9/8/2025). Menghadirkan dalang Ki Bayu Aji Pamungkas, Prof Dr KPH Yanto (yang merupakan Hakim Agung, Mahkamah Agung RI, yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Unissula), Ki Sri Kuncoro, dan dimeriahkan oleh sinden Endah Laras. Pagelaran wayang kulit mengambil lakon Wahyu Makutharama.
Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan Unissula sebagai kampus yang selalu merawat dan nguri-uri budaya. Apalagi wayang kulit menjadi warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Bahkan menurutnya merawat seni wayang menjadi tanggung jawab kita semuanya agar terus lestari dan dapat kita wariskan kepada generasi mendatang.
“Wayang telah menemani perjalanan bangsa Indonesia selama ribuan tahun karena kesenian wayang sudah berkembang di Indonesia sebelum abad pertama tahun Masehi,” jelasnya di Gedung Auditorium kampus Kaligawe.
“Wayang tidak hanya sekedar seni pertunjukan biasa, karena Wayang dapat menyatukan semua kalangan seperti halnya pertunjukan wayang malam ini di kampus Unissula dapat menyatukan banyak pihak. Mulai dari unsur penegak hukum, kaum akademisi, eksekutif, legislatif, pecinta seni, pecinta budaya serta masyarakat umum dari berbagai latar belakang budaya, suku, bangsa, dan agama,” lanjutnya.
Dalam sejarahnya wayang bisa menjadi media pendidikan moral dan budi pekerti. Di masa lalu wayang juga menjadi media dakwah yang dapat diterima oleh semua kalangan. Dapat merangkul semua pihak tanpa menimbulkan gesekan, keretakan dan permusuhan, sebagaimana yang dicontohkan Sunan Kalijogo.
Sedangkan tema Wahyu Makutharama menjadi tema yang sangat pas dalam konteks ke-Indonesiaan saat ini yang membutuhkan kepemimpinan transformatif di semua lini.Wahyu Makhutarama sendiri merujuk pada wahyu ilahiah yang diturunkan bagi para pemimpin yang sedang berada di tengah berbagai permasalahan. Wahyu Makutharama merupakan pengetahuan, kebijaksanaan dan budi pekerti yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sejati.
Pemimpin harus berlaku seperti matahari yang menumbuhkan harapan. Bulan yang menerangi dalam gelap. Bintang yang menjadi arah. Mendung yang menunjukkan kewibawaan. Kemudian pemimpin juga harus memiliki sifat bumi yang kokoh. Samudera yang luas yang dapat menampung aspirasi. Api yang berani menegakkan kebenaran, dan angin yang menyentuh dan melingkupi seluruh tempat.
Wahyu ini turun dan menjadi petunjuk, bekal yang menuntun pemimpin dalam merumuskan langkah tepat dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi.Dalam Islam, Wahyu Makhutarama adalah nilai nilai wajib yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Yaitu shidiq (benar) amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas) dan tablig (komunikatif). ”Sesungguhnya seorang pemimpin tidak dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir ketua pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Drs Ahmad Azhar Combo beserta jajaran. Hadir juga Wakil Rektor I, II, dan 3 beserta pejabat struktural. Serta dosen dan karyawan di lingkungan Unissula.
Dengan semangat mengembangkan kapasitas dan literasi hukum, empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Program Studi (Prodi) Hukum yang beranggotakan Astrid Tyar, Felicia Hanna, Muhammad Naufal, dan Widya IKa selaku bagian dari Kelompok 2 Tim 89 yang bertugas di Dukuh Kebaturan, Desa Kembanglangit, Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah menghadirkan aktivitas berupa pelatihan tata cara menyusun kontrak bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Binatur Asih.
Pelatihan ini lahir dari hasil observasi dan wawancara dengan beberapa warga yang mengungkap bahwa meskipun anggota KWT memperlihatkan semangat beraktivitas dan gotong royong yang tinggi, banyak kegiatan kolaboratif yang belum didukung pemahaman memadai tentang tata cara pembuatan kontrak dan perjanjian kerja sama yang sah secara hukum.
Permasalahan tersebut seringkali tidak disadari, padahal berpotensi besar menimbulkan sengketa atau persoalan di kemudian hari, terutama ketika terjadi perbedaan pendapat ataupun perubahan komitmen dari pihak-pihak terkait. Pemahaman yang minim tentang pentingnya legalitas dan keabsahan kontrak menjadi tantangan tersendiri yang berpotensi berujung pada kerugian, miskomunikasi, hingga terhambatnya kelangsungan berbagai program kerakyatan di Desa Kebaturan.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Fakultas Hukum berinisiatif merancang dan menyelenggarakan pelatihan khusus yang bertujuan membekali anggota KWT dengan pengetahuan dasar hukum kontrak, keterampilan menyusun kontrak sederhana, serta kemampuan praktis membuat perjanjian yang relevan. Materi pelatihan dirancang sistematis dan dimulai dari pengenalan tentang pengertian, fungsi, dan unsur-unsur kontrak, hingga studi kasus tentang perselisihan yang kerap terjadi akibat kurangnya kesepahaman dalam perjanjian kerja sama.
Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi oleh Widya, Felicia, dan Naufal mengenai pengertian dari kontrak perjanjian sendiri, tujuan dan fungsi disusunnya kontrak perjanjian, serta komponen-komponen penting dari perjanjian. Setelah pemaparan materi, video tentang syarat-syarat sahnya perjanjian ditayangkan pada layar yang dibersamai dengan pembagian lampiran contoh kontrak perjanjian jual beliyang telah disusun oleh Widya.
Sesudah video usai ditayangkan, pemaparan materi mengenai penjelasan per pasal pada contoh kontrak perjanjian dilanjutkan oleh Astrid.Untuk mendorong pemahaman, Ibu-ibu peserta diajak berdiskusi, berbagi pengalaman pribadi dan pandangannya, serta menganalisis contoh nyata kontrak sehari-hari yang sering dihadapi, yang mana salah satunya kontrak jual beli.Ibu-ibu anggota KWT Binatur Asih Dukuh Kebaturan Desa Kembanglangit yang hadir dalam pelatihan mengikuti pelatihan dengan antusias. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terwujudnya anggota KWT yang cerdas hukum, mampu menyusun kontrak yang sah, serta terhindar dari potensi sengketa dan kerugian di masa depan.
Upaya ini sekaligus menjadi komitmen mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Fakultas Hukum dalam berkontribusi nyata memperkuat kapasitas kelembagaan desa dan membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman, terutama di era dimana aspek legal semakin menjadi kebutuhan vital dalam setiap lini kehidupan bermasyarakat.
Fakultas Farmasi Unissula terus memperkuat jejaring internasional. Salah satunya penandatanganan MoU antara Fakultas Farmasi Unissula dengan Faculty of Pharmaceutical Sciences, Nihon Pharmaceutical University, Jepang. Kerjasama terjalin melalui Asian Association of Schools of Pharmacy (AASP) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Jumat (8/8/2025).
Selain penandatanganan MoU, delegasi Farmasi Unissula juga mengunjungi Kyoto University Hospital and Graduate School of Pharmacy serta Kyoto Pharmaceutical University Kyoto. Mereka adalah sekretaris fakultas Dr apt Naniek Widyaningrum MSc dan dosen Farmasi apt Fildzda Huwaina Fathnin MKes.
Tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengesahkan secara formal perjanjian kerja sama antara Fakultas Farmasi Unissula dan institusi-institusi mitra di Jepang. Serta membangun komunikasi awal dan menyusun rencana kolaborasi akademik dan riset yang berkelanjutan.
Adapun kerjasama meliputi program pertukaran mahasiswa, research material exchange, kolaborasi publikasi dan informasi. Juga dukungan untuk program pembelajaran jarak jauh, serta berbagai aktivitas lainnya yang disepakati kedua institusi.
Melalui kerjasama ini Fakultas Farmasi Unissula menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian. Dengan menjalin kemitraan strategis di tingkat internasional.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyelenggarakan Summer Camp Internasional 2025. Acara dibuka, Selasa (5/8/2025) oleh Wakil Rektor 1 Dr Andre Sugiyono di kampus Jalan Kaligawe.
Kepala UPT Kantor Urusan Internasional Unissula Rio Luhung Pribadi SPd mengatakan, Summer Camp Internasional 2025 yang merupakan program UMAP (University Mobility in Asia and Pacific) kali ini bertemakan the summer space the summer short program for academic and culture exchange – explore Semarang, explore Indonesia.
Para peserta berasal dari delapan negara, yakni dari Indonesia dan tujuh negara asing. Sedangkan peserta tersebut terdiri dari 17 mahasiswa asing dan 9 orang dari Unissula dengan lima pendamping.
Adapun yang dari luar negeri tercarat ada 7 negara yang mengirim mahasiswanya, yakni dari Kanada, Prancis, Taiwan, Filipina, Thailand, Vietnam dan Malaysia.
“Mereka berkegiatan dua pekan di Semarang. Diantaranya melakukan pembelajaran dan praktik, mengenal budaya dan masyarakat, tur kampus dan kota, dan jaringan global,” jelasnya.
Kegiatan Summer Camp Internasional 2025 tersebut menurut Rio membahas Sustainable Development Goals (SDGs). Diantaranya tentang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
“Hal krusial yang dibahas adalah mengajak mahasiswa sebagai generasi muda untuk tahu isu global dan mampu memberi solusi kepada negara dan masyarakat dunia. Diantaranya bagaimana menawarkan solusi tentang pendidikan, kesehatan dan lingkungan, dari hasil pembahasan bersama dari kegiatan ini,” jelasnya.
Wakil Rektor I Unissula dalam smbutannya mengucapkan selamat datang kepada peserta dan berharap bisa mengikuti acara ini dengan menyenangkan dan bermanfaat.
Di satu sisi, dengan dijadikannya Unissula dipercaya sebagai tuan rumah Summer Camp Internasional 2025 dan diikuti mahasiswa dari luar negeri, menjadi bukti nyata jika Unissula makin dikenal di luar negeri. Hal ini mengingat Unissula juga masuk dalam rangking perguruan tinggi terbaik di dunia.
Ali Sena perserta Summer Camp Internasional yang merupakan mahasiswa Justice Institute of British Columbia, Kanada mengaku sangat senang bisa menjadi perwakilan dari kampusnya untuk ikut Summer Camp Internasional di Unissula.
Apalagi, dia mengatakan selama ini sudah tahu dan mengenal Unissula dan berharap bisa datang ke Unissula dan menjadi kenyataan
Unissula akan menggelar pementasan wayang kulit pada Sabtu malam Ahad (9/8/2025) dan terbuka untuk masyarakat umum. Pentas dihelat di Auditorium kampus Unissula jalan Kaligawe KM 4 Semarang mulai pukul 19.30. Lakon yang yang dipentaskan yaitu Wahyu Makutharama. Adapun dalangnya adalah Ki Bayu Aji Pamungkas, Prof Dr KPH Yanto dan Ki Sri Kuncoro. Para bintang tamu yang hadir antara lain Sinden Endah Laras, Dhimas Tedjo, dan Gareng Semarang.
Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan bahwa kesenian mayang adalah salah satu karya adi luhung bangsa Indonesia yang mendunia. Bukan sekedar kesenian biasa. Wayang bahkan memiliki aspek kesejarahan yang sangat penting misalanya digunakan sebagai salah satu sarana mengenalkan dan menyebarkan agama Islam di tanah Jawa oleh Sunan Kalijogo.
Mengingat catatan historis yang sangat positif tersebut penting kiranya bagi semua pihak untuk melestarikan kesenian wayang tidak terkecuali bagi civitas akademika Unissula.
Adapun tema Wahyu Makutarama menceritakan Dalam pagelaran wayang, Wahyu Makutharama seringkali menjadi tema penting yang diajarkan kepada tokoh Arjuna, yang digambarkan sebagai ksatria yang akan menjadi raja. Pesan yang terkandung dalam Wahyu Makutharama adalah bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat alamiah yang harmonis dan seimbang untuk dapat memimpin dengan baik.
Pesan moral yang terkandung dalam Wahyu Makutharama adalah pentingnya kebijaksanaan, budi pekerti luhur, dan pemahaman akan sifat-sifat alam dalam menjalankan kepemimpinan. Pesan ini relevan tidak hanya dalam konteks cerita wayang, tetapi juga dalam kehidupan nyata, mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan yang baik dan bertanggung jawab.
Pakar hukum Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menyoroti kasus peradilan di Indonesia. Dimana akhir-akhir ini muncul banyak kasus hakim yang tidak mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Menurutnya seolah olah hakim menjadi orang yang paling bebas menentukan nasib orang lain.
Para oknum hakim memutuskan perkara tanpa melihat unsur keadilan bagi mereka yang berperkara. Contoh banyak mantan pejabat negara yang diadili tanpa pelanggaran hukum yang jelas dan terkesan tebang pilih. Demikian juga banyak kasus pertanahan di berbagai daerah milik masyarakat yang sudah ditempati turun temurun kemudian diputus bukan milik mereka oleh pengadilan karena gugatan oleh para pemodal besar.
“Sudah saatnya menjaga dan mengawal putusan pengadilan supaya betul-betul memberikan keadilan kepada masyarakat berupa payung hukum positif yang bisa digunakan untuk mengoreksi putusan pengadilan tanpa mengabaikan keberadaan lembaga peradilan secara hierarkis,” ungkapnya di Fakultas Hukum Kampus Unissula, Rabu (6/8/2025).
Karena pada dasarnya yang diinginkan masyarakat lembaga pengadilan sebagai benteng terakhir untuk melindungi hak-hak rakyat secara adil. Namun pada kenyataannya beberapa putusan, banding, maupun kasasi Mahkamah Agung justru menimbulkan persoalan keadilan. Karena hal ini Dekan FH Unissula tersebut mengusulkan adanya Mahkamah Yudisial yang bersifat permanen bukan seperti Komisi Yudisial yang sifatnya adhoc.
“Sehingga harus ada lembaga negara semacam Mahkamah Yudisial dan dibuatkan payung hukum positifnya yang mengatur tentang kewenangan untuk memeriksa hakim yang keputusannya janggal dan tidak memenuhi rasa keadilan” jelasnya.
Guru Besar Fakultas Hukum Unissula tersebut mengusulkan adanya perubahan nomenklatur Komisi Yudisial menjadi Mahkamah Yudisial. Dimana salah satu tugas utamanya adalah memeriksa dan memberikan hukuman kepada hakim-hakim yang justru menciderai rasa keadilan masyarakat.
Selanjutnya Mahkamah Yudisial tersebut harus diisi enam unsur yang merepresentasikan masyarakat. Dan yang sudah selesai dengan kepentingan dunianya. Sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi. “Setidaknya mereka sudah teruji dalam penegakan hukum, yang tercermin dalam enam unsur. Diantaranya unsur advokat, jaksa, polisi, hakim, kalangan akademisi, dan juga tokoh masyarakat dari organisasi keagamaan. Tokoh tokoh terkemuka yang memiliki kecakapan hukum dengan usia minimal 50 tahun,” jelasnya.
Staf Ahli Kasad yaitu Mayjend TNI Dr Budi Pramono SIP SH MM MA MH GSC CIQar CIQnR MOS MCE CIMMR berhasil meraih gelar profesor kehormatan (Prof HC) dari Fakultas Hukum Unissula. SK profesor diserahkan langsung oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH di kampus Unissula Semarang pada Rabu (6/8/2025).
Mayjend TNI Budi Pramono adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 27 Mei 2025 mengemban amanat sebagai Pa Sahli Tk III Kasad Bid Jahpers. Ia merupakan lulusan Akmil tahun 1988 dari kecabangan Artileri Pertahanan Udara. Jabatan terakhir jenderal bintang dua tersebut adalah Staf Ahli Kasad.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil, dirinya melanjutkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Sesko AD). Di sini, ia mendalami aspek-aspek strategis dan manajerial yang diperlukan untuk memimpin dan mengelola satuan di TNI.
Pendidikan di Sesko AD sangat krusial karena mengajarkan tentang perencanaan, pengambilan keputusan, serta strategi operasi dalam konteks pertahanan dan keamanan. Pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan ini semakin memperkuat posisinya di TNI dan mempersiapkannya untuk mengambil peran yang lebih besar dalam berbagai misi dan operasi militer.
Ia juga mengikuti sejumlah kursus dan pelatihan di dalam dan luar negeri yang berfokus pada taktik militer dan pengembangan kepemimpinan. Pengalaman ini memberikan wawasan yang lebih luas mengenai tantangan global dan berbagai pendekatan dalam menghadapi situasi krisis.
Dengan latar belakang pendidikan yang komprehensif, Mayjen TNI Budi Pramono tidak hanya menjadi pemimpin yang kompeten tetapi juga seorang mentor yang inspiratif bagi generasi penerus prajurit TNI, dengan mendorong pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan dalam menjaga profesionalisme di angkatan bersenjata.
Dalam perjalanan kariernya di dunia militer Mayjend TNI Budi Pramono memiliki banyak gagasan yang mencerahkan. Diantara gagasannya adalah pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) pasca penetapan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) Tahun 2004-2017.
Menurutnya pelaksanaan OMSP pada pasal 7 ayat 2 UU TNI bertujuan untuk melaksanakan operasi militer dengan cara operasi militer selain perang. Gagasan baru ini mengupas bagaimana perjalanan pelaksanaan OMSP selama tiga belas tahun. Telah diteliti dinamika pelaksanaan OMSP tersebut dan diobservasi apakah pelaksanaan OMSP tersebut berjalan secara konsisten atau tidak konsisten.
Secara khusus diberi perhatian pada studi kasus penanganan aksi terorisme, membantu tugas pemerintah daerah, bencana alam, wilayah perbatasan, kedaulatan wilayah udara di atas Kepulauan Riau, Natuna dan Batam. Selain itu juga pengamanan wilayah perairan Indonesia terhadap perompakan dan pencurian, kesepakatan bersama TNI dengan Kementerian Pertanian dalam ketahanan pangan.