Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula menerima evaluasi lapangan atas usul pembukaan program spesialis keperawatan medikal bedah, Selasa (21/4/2026). “Terimakasih atas kehadiran tim evaluator lapangan di FIK Unissula. Adapun nanti jika ada perbaikan-perbaikan dari tim evaluator saya selaku rektor untuk sesegera mungkin memperbaikinya. Karena cita-cita kami bersama FIK sangat tinggi untuk melahirkan program studi baru, yaitu Spesialis Keperawatan Medikal Bedah,” ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.
Lebih lanjut pihaknya mengungkap, Rektor bersama Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) akan segera mungkin melakukan perbaikan apabila ada masukan dari tim evaluasi lapangan.
“Sebagai rektor saya melihat mengimplementasikan visi Universitas dengan visi fakultas dan jurusan sudah selaras. Program studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah ini menginginkan akreditasi Unggul yang berbasis pada syariah dan inovasi,” jelasnya.
Adapun saat ini di FIK Unissula telah memiliki lima dosen dengan spesialis medikal bedah. Dan dua diantaranya bergelar doktor. Disamping itu juga telah terakreditasi Unggul. “Semoga Allah memberikan keberkahan, sehingga Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah untuk tahun ini diridhoi untuk bisa dibuka dalam rangka memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.
Direktorat Kelembagaan Kemdiktisaintek Lingga Kresna Adiputra SKom mengapresiasi langkah FIK Unissula membuka prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. “Kami menerima laporan kalau mahasiswa sampai berebut dan waitinglist. Karena di Indonesia saat ini baru ada enam Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Dan dua diantaranya dimiliki PTS. Sehingga kami mengapresiasi rencana Unissula membuka program spesialis keperawatan,” ungkapnya.
Pihaknya juga menjelaskan ada tiga variable penilaian, sehingga program studi tersebut dinyatakan layak untuk dibuka. Diantaranya adalah kurikulum dan visi keilmuan, SDM, hingga sarana dan prasarananya.
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FT Unissula menghadirkan pembelajaran melalui Pameran Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Aula Kelurahan Kemijen, Kota Semarang.
Pameran ini menampilkan hasil pembelajaran lapangan mahasiswa PWK yang mengkaji dinamika permukiman bantaran sungai di Perkampungan Kalijawi, Yogyakarta. Dengan fokus pada penataan permukiman berbasis sempadan sungai, pemberdayaan perempuan, dan penguatan koperasi.
Ketiga tema tersebut dipilih karena merepresentasikan pendekatan penataan kawasan yang tidak hanya berbicara soal fisik ruang. Tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, membaca persoalan sosial-lingkungan, menyusun analisis, lalu menerjemahkannya ke dalam bentuk poster, maket, infografis, media presentasi, dan forum diskusi publik. Inilah wajah pembelajaran di PWK Unissula yang aplikatif, kontekstual, komunikatif, dan berorientasi pada solusi,” ujar Kepala Prodi PWK Dr Mila Karmilah ST MT, Kamis (16/4/2026).
Lebih jauh ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik mengenai pentingnya penataan kawasan bantaran sungai yang aman, sehat, tertata, dan berbasis partisipasi masyarakat. “Pameran juga dirancang sebagai wadah pertemuan antara mahasiswa, masyarakat, dan para pihak terkait untuk saling bertukar gagasan, memperluas pemahaman, serta membangun dialog yang produktif mengenai masa depan kawasan permukiman perkotaan,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan yang berlangsung 5-7 April 2026 diawali dengan diskusi, pemaparan materi, penayangan video drone, serta penyampaian hasil temuan mahasiswa. Selanjutnya diisi dengan pameran dan walking tour, dan terakhir pemaparan kelompok, bersama narasumber, hingga penutup.
Bagi masyarakat kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana mahasiswa PWK Unissula mampu membaca persoalan wilayah secara komprehensif dan merumuskan rekomendasi yang relevan dengan kondisi lapangan.
Sedang bagi institusi dan stakeholder, pameran ini menjadi sarana publikasi hasil pembelajaran akademik. Sekaligus referensi awal untuk pengembangan kawasan bantaran sungai yang lebih baik. Melalui pameran KKL ini menjadi bukti bahwa kuliah di PWK Unissula bukan hanya mempelajari teori perencanaan. Tetapi juga melatih kepekaan sosial, kemampuan analitis, komunikasi publik, dan pengalaman langsung di lapangan.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) resmi membuka Prodi (S1) Bisnis Digital sebagai respons terhadap pesatnya transformasi ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Izin pendirian prodi tersebut telah diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Surat Keputusan (SK) bernomor 337/B/O/2026 tertanggal 8 April 2026. Kehadiran prodi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan digital.
Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH, merespons positif terbitnya izin tersebut. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas pendirian program studi baru ini. “Alhamdulillah izin pendirian Prodi S1 Bisnis Digital FEB Unissula telah terbit. Semoga berkah dan memberikan kontribusi meningkatkan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis digital,” ungkapnya, Rabu (15/4/2026).
Seiring dengan terbitnya izin tersebut, Prodi Bisnis Digital FEB Unissula juga resmi dibuka bagi para calon mahasiswa baru. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru di pmb.unissula.ac.id. Langkah ini menunjukkan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sementara itu Dekan FEB Unissula, Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan perkembangan teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam dunia bisnis, dari model konvensional menuju ekosistem digital. Digitalisasi mengubah pola konsumsi, distribusi, hingga layanan masyarakat. Kondisi ini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam praktiknya.
Tingginya penetrasi internet di Indonesia turut memperbesar peluang ekonomi digital. Masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi secara daring, sehingga kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang pemasaran digital, analisis data, dan pengelolaan e-commerce terus meningkat. Melalui Prodi Bisnis Digital, FEB Unissula berupaya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan industri.
Selain itu, prodi ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja melalui pengembangan startup digital. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.
Lebih jauh, pembukaan Prodi Bisnis Digital ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, di mana integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things semakin penting. Dengan penguatan pendidikan di bidang bisnis digital, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat posisinya di tingkat global.
Lulusan Program Studi S1 Bisnis Digital memiliki peluang kerja yang luas seiring berkembangnya ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Mereka dapat berkarier sebagai digital marketer, analis data, manajer e-commerce, konsultan bisnis digital, hingga pengembang startup berbasis teknologi. Kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, terutama dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan digital yang membuka berbagai posisi strategis. Selain itu, lulusan juga memiliki peluang besar untuk menjadi wirausahawan dengan membangun usaha digital secara mandiri, memanfaatkan platform online dan inovasi teknologi untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
Dr Ir Rifai menerima surat keputusan sebagai guru besar kehormatan (HC) dari Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula. SK diserahkan langsung oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH di kampus Unissula Semarang, pada Senin (14/4/2026).
Penganugerahan ini diberikan atas kompetensi luar biasa yang bersangkutan dalam bentuk prestasi eksplisit maupun pengetahuan tacit yang diperoleh dari pengalaman panjangnya di bidang kebencanaan. Ia dinilai memiliki pengalaman yang relevan, diakui secara nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu manajemen kebencanaan.
Salah satu kekuatan utamanya terletak pada pemahaman mendalamnya terhadap arah kebijakan pembangunan nasional di bidang kebencanaan, yang berfokus pada upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi program pemulihan pascabencana dengan agenda kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis domestik.
Dalam perspektifnya, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus berorientasi pada prinsip build back better and safer, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Pemulihan sosial ekonomi menjadi elemen kunci dalam mengembalikan fungsi kehidupan masyarakat melalui pendekatan yang terencana, terkoordinasi, terpadu, dan menyeluruh.
Ia juga menekankan bahwa rehabilitasi difokuskan pada pemulihan layanan publik dan normalisasi kehidupan masyarakat, sementara rekonstruksi diarahkan pada pembangunan kembali sistem sosial, ekonomi, dan kelembagaan agar mampu tumbuh lebih kuat, dengan menjunjung aspek hukum, ketertiban, serta partisipasi masyarakat.
Rifai juga memiliki pandangan strategis terkait pengembangan manajemen risiko kebencanaan di era global dan Revolusi Industri 4.0. Ia menilai bahwa pemulihan sosial ekonomi pascabencana perlu beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi program.
Sebagai bagian dari kontribusi pemikirannya, ia mendorong reformasi kebijakan berbasis manajemen risiko, pemetaan peluang dan tantangan dalam implementasi pemulihan sosial ekonomi, serta penerapan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana.
Saat ini, Rifai menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Utama di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam perjalanan kariernya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan BNPB, serta Kepala Biro Perekonomian Provinsi Bengkulu. Ia juga pernah menjadi dosen Hubungan Internasional di UPN Jakarta. Pengalaman profesionalnya diperkuat dengan berbagai penugasan seperti USAR First Responder, keterlibatan dalam forum APEC, Disaster Risk Management, serta sebagai Supervisor Simulator. Atas dedikasinya, ia menerima berbagai penghargaan, di antaranya Peserta Terbaik III Diklat AMDAL A/C serta tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia berupa Satyalancana Karya Satya 10, 20, dan 30 tahun.
Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Unissula menyelenggarakan khutbah ta’aruf sebagai rangkaian program Pesanmasa gelombang empat di Masjid Abu Bakar Assegaf, Senin (13/4/2026). Kegiatan diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Adapun program akan berlangsung dua bulan, dengan fokus kegiatan penguatan keilmuan keislaman, pembiasaan ibadah, serta penerapan nilai birrul walidain.
Kegiatan secara resmi dibuka Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifullah SH MH. Dalam sambutan ia menegaskan Pesanmasa merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan jati diri mahasiswa. “Unissula tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk mahasiswa yang beradab, berakhlak mulia, serta memiliki integritas,” ungkapnya.
Pihaknya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi lulusan yang unggul dan membawa kebermanfaatan.
Sementara itu Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Islam (LKPI) yang juga merupakan PW RMI PWNU Jateng, Moh Farhan SPdI SHum MPdI menyampaikan Pesanmasa merupakan program pembinaan yang dirancang secara sistematis untuk membentuk pola pikir, sikap, dan kebiasaan mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Ketua Bidang Wakaf, Dakwah, dan Kepesantrenan YBWSA, Sukijan Athoillah SPd MPd menambahkan bahwa program ini menjadi sarana penguatan dasar ajaran Islam agar mahasiswa mampu mengamalkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya narasumber yang Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatul Qur’an Annasimiyyah Semarang sekaligus Direktur NU Online Institute KH Ahmad Mundzir MAg menyampaikan tema Meraih sukses dengan birrul walidain.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh sikap bakti kepada orang tua. Termasuk implementasi birrul walidain yang dapat diwujudkan melalui berprestasi untuk membanggakan orang tua, senantiasa mendoakan mereka, serta menjaga komunikasi sebagai bentuk perhatian.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa nilai birrul walidain tidak hanya terbatas kepada orang tua, tetapi juga tercermin dalam sikap hormat dan taat kepada dosen sebagai bagian dari adab dalam menuntut ilmu. “Ketika mahasiswa mampu menjaga adab kepada orang tua dan dosen, insyaallah jalan menuju kesuksesan akan dimudahkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri H Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH, Dekan Fakultas Ekonomi Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, serta jajaran pimpinan LKPI Unissula.
Wakil Sekretaris Jenderal DPN Peradi, Dr Nurmalah SH MH CLA, meraih gelar Guru Besar Kehormatan (HC) dari Program Doktor Ilmu Hukum Unissula. Pengukuhannya sebagai guru besar dilaksanakan pada Sabtu, (11/4/2026) di Fakultas Hukum Unissula.Dalam orasi ilmiahnya, ia menyampaikan pidato berjudul Kriminalisasi Sengketa Administrasi dan Perdata yang Melibatkan Keuangan Negara: Antara Penegakan Hukum dan Ancaman terhadap Keadilan. Menurutnya, dalam praktik pemerintahan, setiap kebijakan dan keputusan administratif mengandung risiko hukum yang tidak selalu dapat dihindari. Risiko tersebut merupakan konsekuensi logis dari dinamika pengelolaan pemerintahan yang kompleks.
Ketika risiko kebijakan disamakan dengan perbuatan pidana, esensi pengambilan keputusan administrasi menjadi terdistorsi. Kondisi ini melahirkan sikap kehati-hatian berlebihan di kalangan aparatur negara. Ketakutan akan jerat pidana mendorong pejabat publik bersikap defensif dan cenderung menghindari pengambilan keputusan strategis. Akibatnya, pelayanan publik menjadi lamban dan tujuan efektivitas pemerintahan sulit tercapai.
Hukum administrasi negara sejatinya menyediakan mekanisme korektif untuk menilai kesesuaian tindakan pemerintah dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Melalui mekanisme ini, kesalahan prosedural atau penyimpangan kewenangan dapat diperbaiki tanpa harus langsung membawa persoalan ke ranah pidana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perspektif hukum perdata, kerugian yang timbul akibat hubungan hukum antar pihak seharusnya diselesaikan melalui mekanisme ganti rugi atau pemulihan hak. Pendekatan ini menitikberatkan pada keadilan restoratif, bukan penghukuman, sehingga sejalan dengan tujuan pemulihan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Ia menegaskan bahwa pemidanaan tanpa analisis mendalam terhadap unsur kesalahan subjektif berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Tidak setiap kerugian negara lahir dari niat jahat atau penyalahgunaan wewenang. Banyak kasus justru bersumber dari kelemahan sistem, kekeliruan administrasi, atau kegagalan perencanaan.
Pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda penting dalam negara hukum. Namun, upaya tersebut harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip proporsionalitas dan rasionalitas hukum. Penegakan hukum yang terlalu represif berisiko menciptakan ketidakpastian hukum serta merusak kepercayaan publik. Oleh karena itu, aparat penegak hukum dituntut memiliki perspektif komprehensif dalam menilai suatu peristiwa hukum, termasuk pemahaman yang memadai terhadap hukum administrasi dan perdata.Ia berharap tidak ada lagi kriminalisasi, mengingat tujuan utama Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tidak hanya mencegah korupsi, tetapi juga memulihkan aset atau mengembalikan kerugian negara. Untuk itu, ia menyampaikan sejumlah rekomendasi.
Pertama, perlunya revisi Undang-Undang Tipikor, khususnya terhadap frasa “dapat merugikan keuangan negara” agar selaras dengan prinsip kerugian nyata (actual loss). Selain itu, perlu penghapusan atau penyamaan persepsi terkait Pasal 9, serta penyesuaian Pasal 15 sesuai Putusan MK Nomor 21 Tahun 2016 yang menegaskan perlunya unsur kerugian negara dan unsur memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi.
Kedua, penguatan mekanisme perdata dan administratif dengan mendorong penggunaan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sebagai jalur utama pemulihan kerugian negara. Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) juga perlu dimaksimalkan, termasuk pemberian sanksi administratif yang proporsional dalam kontrak pengadaan tanpa harus menempuh jalur pidana.
Ketiga, memaksimalkan peran kejaksaan dalam mendampingi proyek-proyek tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Keempat, penegasan kewenangan auditor dengan menetapkan BPK sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang menentukan kerugian negara.
Kelima, penerapan prinsip ultimum remedium dan restorative justice, dengan menempatkan hukum pidana sebagai upaya terakhir serta mengutamakan pemulihan kerugian negara.
Keenam, penguatan pendidikan hukum dan sosialisasi, baik kepada aparat penegak hukum maupun pejabat publik, untuk membedakan secara jelas ranah perdata, administratif, dan pidana. Selain itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya antikorupsi sejak dini serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Sementara itu, Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH, dalam sambutannya memuji Prof Nurmalah sebagai sosok perempuan inspiratif. Ia menyoroti komitmennya dalam memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat tidak mampu melalui pendirian LKBH Muba dan LBH Ampersjaya Sumsel.
Menurutnya, Prof Nurmalah tidak hanya memperjuangkan hak-hak masyarakat, tetapi juga membuka akses agar hukum dapat dirasakan sebagai pelindung yang adil dan manusiawi. Ia juga menilai Prof Nurmalah sebagai teladan ketulusan, yang menghadirkan makna ibadah tidak hanya dalam doa, tetapi juga dalam tindakan nyata, termasuk kepeduliannya membangun Masjid Al-Ali di Simpang 4 Randik.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai advokat, serta kiprahnya di berbagai organisasi, khususnya Ikatan Advokat Indonesia dan perannya sebagai Wakil Sekjen DPN Peradi, Prof Nurmalah dinilai sebagai figur pemimpin perempuan yang tangguh dan inspiratif dalam memperjuangkan keadilan.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof Dr Otto Hasibuan SH MM. Ia mengaku terharu dan bangga menyaksikan perjalanan hidup Prof Nurmalah yang dirintis dari bawah hingga meraih gelar profesor.“Saya tahu perjalanan hidup Prof Nurmalah dimulai dari bawah, bukan secara instan. Saya sangat terharu dan bangga melihat perkembangan beliau hingga saat ini yang luar biasa,” ungkapnya.
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyelenggarakan kegiatan evaluasi lapangan usulan pembukaan Program Studi Doktor Teknik Elektro pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk visitasi oleh Tim Evaluasi Lapangan dari Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, dengan tujuan menilai kesiapan kurikulum, sumber daya dosen, serta sarana dan prasarana pendukung guna memenuhi regulasi perizinan program doktor baru.
Tim evaluasi yang hadir terdiri dari Osvaldo Satia Amasta, Prof Dr Ir Suwarno MT, serta Prof Dr Ir Engeline Shintadewi J MT. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Rektorat dan Fakultas Teknologi Industri Unissula.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Doktor Teknik Elektro merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi. Ia juga menyampaikan kesiapan Unissula dalam menjawab tantangan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik elektro yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Perwakilan tim visitasi, Osvaldo Satia Amasta, menyampaikan pengantar sekaligus tujuan kegiatan evaluasi. Sementara itu, Prof Dr Ir Suwarno MT yang hadir secara luring dan Prof Dr Ir Engeline Shintadewi J MT yang mengikuti secara daring, menekankan pentingnya kesiapan aspek akademik, tata kelola kelembagaan, serta infrastruktur sebagai syarat utama pembukaan program doktor.
Dalam sesi pemaparan, Prof Dr Ir H Muhammad Haddin MT mewakili Fakultas Teknologi Industri Unissula menjelaskan visi Program Studi Doktor Teknik Elektro yang diarahkan menjadi program doktor bereputasi internasional, khususnya dalam bidang sistem energi listrik dan energi baru terbarukan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Program ini juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060, sekaligus membentuk generasi khaira ummah (terbaik) yang rahmatan lil ‘alamin.
Selanjutnya, tim evaluasi melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas, meliputi ruang dosen, ruang akademik, laboratorium, serta perpustakaan. Kegiatan ini bertujuan memverifikasi kesiapan sarana prasarana, termasuk fasilitas pembelajaran interaktif, ruang kerja dosen, laboratorium penelitian, serta ketersediaan literatur yang mendukung pendidikan dan riset tingkat doktor.
Sementara itu dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan, visitasi berlangsung secara konstruktif dengan semangat kolaborasi antara tim evaluator, fakultas dan pihak universitas. Unissula optimistis memperoleh rekomendasi positif sehingga Program Studi Doktor Teknik Elektro dapat segera diselenggarakan, sebagai kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu teknik nasional yang berdaya saing global serta memperkuat peran Unissula sebagai universitas Islam terdepan dalam pendidikan teknik berakhlak mulia.
Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH melantik pengurus baru Senat Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Unissula periode 2026/2027, Kamis (9/4/2026). Adapun mereka yang dilantik Ketua Umum Senat Mahasiswa Nabil Awalu Mubarak, Wakil Ketua Umum Rosma Ayu, Sekretaris Jenderal Hani Azizah, dan Bendahara Umum Rocky Satria. Sedangkan sebagai Ketua Umum BEM Andis Fatah Saputra, Wakil Ketua Umum M Thoriq Awabim, Sekretaris Kabinet Ugalih Pujo Dwi Utami dan Bendahara Umum Nikmatul Latifah. “Selamat atas pelantikan Ketua Senat dan Presiden BEM Unissula periode 2026/2027. Selamat beruang, selamat memajukan Unissula, selamat mensejahterakan keluarga besar Unissula dan memperjuangkan Indonesia yang belum baik-baik saja,” ungkap Prof Gunarto SH MH.
Unissula sebagai kampus dengan motto bermanfaat untuk kepentingan umat manusia khususnya bagi rakyat Indonesia muslim dan non muslim dengan cara berbuat kebaikan. “Sebagai pengurus Senat dan BEM beserta kabinetnya harus berbuat baik dengan cara maju membela yang lemah dan mensejahterakannya. Dan yang sering dilupakan adalah mencegah kemungkaran dan kejahatan untuk rakyat Indonesia dengan membawa aspirasi yang baik,” jelas Rektor.
Salah satu kesejahteraan itu adalah Unissula mendirikan Gedung UKM yang megah. Yang bisa digunakan untuk kegiatan mahasiswa selama 24 jam. Sehingga bisa mengoptimalkan potensi mahasiswa selama dalam kepemimpinannya. Termasuk adanya berbagai macam kegiatan mahasiswa yang bisa diikuti sesuai minat dan bakatnya.
Prof Gunarto juga berpesan sebagai pengurus Senat dan BEM harus beriman dan berpegang teguh kepada Allah dan menunaikan sholat. Selain itu juga harus memberikan tenaga dan pikiran untuk dibagikan kepada rakyatnya. “Yang demikian itu akan Allah naikkan derajatnya dan mengampuni dosa-dosanya,” ungkapnya.
Dan yang terakhir adalah bekerjasama untuk kebaikan dengan sesama pengurus Senat dan BEM Unissula. “Bekerjasama dengan pimpinan universitas, dengan Senat mahasiswa dan BEM mahasiswa untuk rakyat Indonesia yang sejahtera, untuk Unissula yang maju, untuk Unissula yang di tingkat internasional itu diperhitungkan,” pungkasnya.
Turut hadir Wakil Rektor 3 Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH. Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula Ady Fajar Putranto SE, serta Dekan dan Kaprodi di lingkungan Unissula.
RSIGM Sultan Agung menghadirkan layanan kesehatan gigi Luxury Mobile Dental Care (LMDC). Sebuah layanan perawatan gigi profesional yang dapat menjangkau pasien secara langsung. Baik melalui program outreach maupun kunjungan homecare eksklusif.
Melalui layanan LMDC ini pasien tidak perlu lagi datang ke rumah sakit. RSIGM Sultan Agung akan datang dengan layanan pemeriksaan hingga perawatan gigi dan mulut dengan standar layanan terbaik. Mulai dari pemeriksaan gigi komprehensif, penambalan gigi sederhana, pencabutan gigi sederhana, pembersihan karang gigi, konsultasi dokter gigi, dan edukasi kesehatan gigi berbasis preventif.
Dimana seluruh pelayanan tersebut dilakukan oleh tenaga medis berkompeten. Dengan dukungan alat modern dan tetap mengedepankan prinsip sterilisasi, serta keselamatan pasien.
Tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan komunitas (layanan outreach) seperti di sekolah, instansi, dan tempat ibadah, LMDC juga melayani Homecare Visit Dental Care. Sebuah layanan kunjungan langsung ke rumah pasien dengan konsep private, nyaman, dan eksklusif.
Layanan yang ditawarkan ini sangat ideal bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas. Keluarga yang menginginkan perawatan privat, pejabat, profesional, maupun masyarakat umum yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi waktu. Sehingga LMDC bukan hanya layanan medis, tetapi sebuah pengalaman pelayanan premium tanpa antri panjang, pelayanan personal, suasana nyaman dan eksklusif, serta dapat dilakukan perawatan gigi dimana saja pasien berada.
Hal ini sebagai wujud komitmen RSIGM Sultan Agung dalam menghadirkan pelayanan gigi dan mulut terbaik yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dengan hadirnya LMDC, RSIGM Sultan Agung optimis dapat meningkatkan akses layanan kesehatan gigi masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan (beyond hospital walls), membangun kepercayaan publik melalui inovasi layanan terkemuka, canggih, dan modern.
Adapun masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ini melalui reservasi resmi RSIGM Sultan Agung melalui Customer Care 0851-9592-9191.
Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mengukuhkan ilmuwan asal Denmark, Theis Raaschou Andersen, Bsc, Msc, PhD, MB, sebagai Guru Besar Kehormatan pada Rabu (8/4/2026).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor 1 Unissula Dr. Mochamad Abdul Basir, S.Pd., M.Pd (mewakili rektor), disaksikan Dekan FT Dr. Abdul Rochim, ST., MT, Ketua Program Doktor Teknik Sipil Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA, dan para wakil rektor.
Theis R. Andersen dikenal sebagai peraih penghargaan peneliti terbaik di Denmark pada tahun 2018 berkat kontribusinya dalam memberikan solusi inovatif di bidang perubahan iklim, hidrologi, dan keberlanjutan (sustainability) bumi.
Kiprahnya di tingkat internasional menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pengembangan riset berbasis solusi terhadap tantangan lingkungan global. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Kepala Riset di VIA University College Denmark. Dalam perannya tersebut, ia aktif mendorong kolaborasi lintas negara untuk menghadirkan inovasi di bidang pengelolaan sumber daya air dan mitigasi perubahan iklim.
Dekan FT Unissula Dr. Abdul Rochim mengatakan, pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik Unissula dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta menghadirkan perspektif global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan dan keberlanjutan. Termasuk masalah-masalah yang ada di Tanah Air khususnya, seperti banjir dan dampak dari perubahan iklim dunia.
Momentum ini juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama riset dan pertukaran keilmuan antara Unissula dan VIA University College, sekaligus memperkaya kontribusi akademik dalam menjawab tantangan perubahan iklim di masa depan.
Theis R. Andersen memiliki karya yang berorientasi pada aplikasi kombinasi iklim, air, geologi, dan diterapkan untuk pemerintah, perusahaan dan masyarakat, untuk solusi yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Latar belakang akademis dan minat penelitian Dr. Theis Andersen berakar pada geologi-Geoteknik dan hidrologi, tetapi selama bertahun-tahun telah berkembang menuju agenda iklim dan ketahanan yang lebih luas, di mana solusi berbasis alam, metode berbasis data, dan kemitraan yang kuat memainkan peran yang semakin penting.
Dari aspek pendidikan, yang bersangkutan memberikan ilmunya dengan menjadi Dosen Teknik Sipil dan Teknik Supply, pengelola penelitian, narasumber di berbagai acara, pembicara seperti kuliah umum, seminar, penguji eksternal disertasi termasuk di Program Doktor Teknik Sipil Unissula. Dari aspek penelitian, dia juga memiliki penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah baik dalam bentuk jurnal ilmiah bereputasi, buku, prosiding, maupun tulisan ilmiah.
Dalam kesempatan ini, Theis R. Andersen membacakan orasi ilmiahnya berjudul: “Climate Adaptation as a Practical Science: From Groundwater and Geology to Urban Resilience.” Dimana intinya adalah menyoroti Adaptasi Iklim sebagai ilmu praktis: dari air tanah dan geologi hingga ketahanan perkotaan.