Categories
Uncategorized

Dosen FTI Unissula Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Srondol

Salah satu kewajiban Tridarma Perguruan Tinggi dosen adalah melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai salah satu bentuk elemen kontribusi dosen untuk negeri.

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknologi Industri Unissula Semarang yang diketuai Ir. Budi Pramono Jati MM., yang beranggotakan Dedi Nugroho, ST.MT dan Ir. Ida Widihastuti, MT pada semester ini dalam rangka penerapan keilmuannya melaksanakan pengabdian masyarakat di Masjid At-Taqwa Srondol Bumi Indah Semarang 23 Oktober 2023 dengan pendanaan dari swadaya masyarakat.

Budi Pramono Jati mengatakan, pengabdian ini mengusung tema atau tujuan utama dari kegiatan ini adalah Peningkatan Literasi Sistem Audio Melalui Revitalisasi, Pembenahan dan Optimisasi Audio untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah masjid. Masjid At Taqwa merupakan salah satu masjid yang ada di Banyumanik Semarang Selatan sebagai mitra dalam program pengabdian masyarakat. Ketua takmir adalah Bapak H. S Joko Purnomo meminta bantuan kepada team FTI Unissula sebagai tenaga ahli dalam pembenahan system audio masjid At Taqwa.

Permasalahan yang dialami mitra diantaranya: berawal dari kualitas suara yang tidak bagus, coverage suara yang tidak rata, banyak peralatan yang rusak, banyak peralatan yang sudah tua, perlunya peremajaan peralatan, perlunya peningkatan pengetahuan takmir / marbot dalam operasi dan maintenance dalam bidang audio sistem.
Berdasarkan permasalahan tersebut dan setelah berdiskusi Tim Pengabdian Masyarakat bersama mitra team membuat rencana dan melakukan revitalisasi, pembenahan dan optimisasi audio diawali melakukan simulasi computer, membuat desain & membuatkan diagram dan jalur kabel agar mendapatkan hasil yang paling optimum.

Kegiatan dilanjutkan antara lain dengan: merepair beberapa peralatan yang rusak (amplifier), menambah peralatan baru (mixer, compressor, mic wireless, speaker outdoor), mengganti peralatan yang sudah tidak optimal, mengganti semua speaker lama, penataan kembali letak tata letak speaker, membuatkan simulasi, membuatkan diagram dan jalur kabel, membuatkan RAB, membantu dalam pengadan peralatan, memasang dan mengoptimalisasi sistem, diakhiri dengan memberikan pelatihan tentang operasi maintenance dan seting peralatan, membuatkan resume proses pembenahan.

Hasil dari Program Pengabdian Masyarakat ini berupa Revitalisasi, Pembenahan dan Optimisasi Audio masjid dengan konfigurasi dan peralatan baru yang lebih fit / sehat sesuai dengan rencana dan telah dilakukan optimisasi dan pengecekan ulang. Diharapkan dengan adanya hasil dari program pengabdian ini kualitas audionya dapat lebih baik dan nyaman untuk pelayanan harian kepada jamaah dalam melaksanakan kegiatan ibadah dan kajian-kajian dalam masjid At Taqwa perumahan Srondol Bumi Indah Banyumanik

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Psikologi Unissula Teliti Fenomena Beauty Filter

Tim mahasiswa Psikologi Unissula melakukan penelitian self-love pada pengguna beauty filter.  Tim tergabung dalam program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Mereka adalah Ana Fitri Aulia, Anisa Oktafiani,  Atika Nadya Husna, dan Arikah Chusna. Mereka berusaha mengulik dan menganalisis bagaimana strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menurut Ana fenomena maraknya penggunaan beauty filter sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat. Bahkan, sebagian dari mereka menganggap bahwa menggunakan beauty filter ketika berfoto merupakan suatu kewajiban. Tak lengkap rasanya mengunggah foto atau video di media sosial jika tanpa beauty filter. Bukankan begitu?

“Beauty filter membangun realitas baru dalam masyarakat. Beauty filter dapat mengubah penampilan seseorang hanya dalam sekejap demi menyelaraskan diri dengan standar kecantikan yang seringkali tidak dapat tercapai”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan berbagai standar kecantikan yang sesungguhnya tidak realistis dapat menambah tekanan khususnya bagi perempuan muda, dimana ia menganggap bahwa jika ia tidak dapat memenuhi standar kecantikan maka akan dianggap tidak cantik.

Ternyata, semakin maraknya beauty filter di media sosial dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi penggunanya, terutama bagi mereka yang mengalami penurunan self-love. Berbagai dampak negatif dapat terjadi, baik dari aspek sosial maupun aspek psikologis, seperti ketakutan terhadap pandangan orang lain, perasaan selalu ingin dipuji, mudah membandingkan diri dengan orang lain, penurunan harga diri, serta perasaan tidak sejahtera. Hal ini juga dapat berpengaruh pada penurunan body image, bahkan mulai membenci dirinya sendiri karena tidak dapat tampil seperti perempuan yang terkesan sempurna di media. Lebih parah lagi, jika dilanjutkan secara terus menerus, akan berpotensi menyebabkan depresi.

Penelitian didampingi dosen Retno Setyaningsih SPsi MSi sebagai dosen pembimbing. Tim PKM-RSH melakukan riset dari berbagai penelitian sebelumnya, dan berhasil menemukan sebuah metode untuk meningkatkan self-love, khususnya bagi pengguna beauty filter.

Metode yang ditawarkan adalah metode Mirror Talk. Selanjutnya, Tim PKM-RSH juga melakukan inovasi baru yaitu dengan memadukan metode Mirror Talk dan Lagu ‘Tutur Batin’ karya Yura Yunita. Lagu ‘Tutur Batin’ dipilih karena bertema penerimaan diri, dan menggambarkan pesan self-love melalui lirik lagu tersebut.

Mereka memilih metode dengan mendengarkan lagu karena ada pesan moral maupun sosial akan lebih mudah diterima melalui lagu. “Hampir semua orang suka mendengarkan lagu. Harapannya, pesan self-love dalam lagu  tersebut akan lebih ringan untuk diterima setiap individu yang mengalami penurunan self-love”, ujar Ana Fitri Aulia di kampus Unissula, Senin (27/10/2023).

Uji coba terkait metode Mirror Talk yang dipadukan dengan Lagu ‘Tutur Batin’ telah dilakukan di Universitas Islam Sultan Agung, dan telah disusun menjadi sebuah modul intervensi. Dari metode yang telah diujicobakan ini, Tim PKM-RSH juga sedang mangajukan permohonan hak cipta atas modul yang bersertifikat HKI (Hak Keyayaan Intelektual). Harapannya, modul ini dapat menjadi landasan intervensi untuk meningkatkan self-love pada individu, dan mudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat secara luas.

Categories
Uncategorized

Perdalam Kompetensi Mahasiswa  Farmasi Unissula Kunjungi Industri Farmasi

Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Unissula mengadakan kunjungan industri ke PT Victoria Care Indonesia Tbk Semarang pada Selasa, (24/10).  Acara dihadiri 75 mahasiswa Farmasi angkatan 2020 beserta tiga dosen pembimbing. Mereka adalah Dr Indriyati Hadi Sulistyaningrum MSc, apt Asih Puji Lestari MSc, dan apt Wilda Fhitriany Usman MFarm.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari skill Modul Farmasi Industri Obat Tradisional & Kosmetik dan diharapkan mahasiswa mampu membandingkan implementasi teori yang telah dipelajari di perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu mahasiswa juga akan lebih dekat dengan dunia keprofesian.

Asih Puji Lestari menjelaskan rombongan memulai perjalanan pada pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Rombongan memasuki area pabrik pada pukul 09.00 wib disambut hangat oleh para karyawan PT Victoria Care Indonesia Tbk. Selain itu, mahasiswa juga diberikan informasi terkait sejarah dan peresmian PT Victoria Care Indonesia Tbk. Mereka diberikan pengarahan untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama berada di area produksi dengan cara memakai masker dan menggunakan hand sanitizer.

Selanjutnya mahasiswa diarahkan untuk melihat serta diberikan penjelasan tentang tata cara pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di sebelah kiri gedung. Kemudian dilanjutkan mengunjungi kantor bagian QC, R&D, dan laboratorium. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berfoto di lukisan 3D di sebelah luar ruang antara orang sebelum memasuki area produksi.

Pada area produksi mahasiswa mendapatkan informasi dan mengamati langsung alat-alat yang digunakan dalam proses produksi sampai ke tahap pengemasan. Selain itu, mahasiswa dipandu untuk mengikuti secara langsung proses pembuatan kosmetik hingga menjadi produk jadi.

Sesi terakhir dari kunjungan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bisa berdiskusi langsung dengan apoteker industri serta memperdalam pemahaman mengenai regulasi yang digunakan di industri kosmetik, serta cara penanganan dan pengujian sampel untuk kosmetika. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti beuty class dari instruktur serta berkesempatan membeli produk-produk kosmetik langsung dari industrinya.

Categories
Uncategorized

Unggul Dalam Risat Dua Dosen Unissula Raih Gelar Profesor

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim telah meneken SK pengangkatan dua guru besar baru Unissula per 23 September 2023.  Mereka adalah Dr Mulyana SE MSi SK, No. 61591/M/07/2023 dan Dr Siti Thomas Zulaikhah SKM MKes, SK No 61593/M/07/2023. Dr Mulyana merupakan dosen Manajemen Fakultas Ekonomi sedangkan Dr Siti Thomas Zulaikhah merupakan dosen Fakultas Kedokteran.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan capaian dan prestasi yang diraih oleh civitas akademika harus menambah rasa syukur dan kehambaan kepada Allah SWT. “Alhamdulillah Unissula diberikan nikmat dan anugerah yang luar biasa oleh Allah bisa menambah dua guru besar baru. Ini harus menambah rasa syukur, keimanan dan ketagwaan  kita. Selanjutnya saya mengucapkan selamat kepada Prof Dr Siti Thomas dan Prof Dr Mulyana atas capaian tersebut. Prestasi ini semakin menegaskan kwalitas SDM dosen di Unissula yang terus meningkat. Semoga setelah ini akan semakin banyak dosen Unissula yang segera bisa meraih gelar profesor karena sudah banyak yang dalam proses pengajuan”, ungkap Prof Gunarto, Kamis (26/10/2023).

Siti Thomas merupakan guru besar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Masyarakat merupakan bidang ilmu yang mempelajari pencegahan dan pengobatan penyakit pada individu. Bidang ilmu ini juga bertujuan menjaga dan mempromosikan kesehatan sosial dengan mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan dan metode pencegahan penyakit, kesehatan dalam suatu kawasan, maupun kesehatan di lingkungan kerja. Dosen di bidang ini sangat ahli dalam bidang epidemiologi, perancangan, serta agen keselamatan dan kesehatan kerja, serta berada di garda terdepan untuk mengedukasi masyarakat.

“Di era modern ini pencegahan timbulnya penyakit merupakan hal yang sangat penting. Hal inilah yang harus dimengerti dan dipahami oleh masyarakat. Stunting dan tingginya angka kematian ibu saat melahirkan merupakan dua hal yang kasusnya masih tinggi di Indonesia saat ini langkah langkah preventif untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi merupakan konsen penting di bidang kesehatan masyarakat saat ini”, ungkap Prof Siti Thomas. 

Perempuan kelahiran Klaten 20 Mei 1964 tersebut merupakan sosok yang sangat berpengalaman di bidang riset hal itu dapat dilihat dari banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan serta hibah penelitian yang ia terima dari Dikti. “Alhamdulillah saya sudah menerima hibah penelitian dari Dikti sebanyak sembilan kali”, ungkapnya. 

Sementara itu Prof Mulyana merupakan guru besar di bidang ilmu manajemen. Dosen kelahiran Ngawi 5 Juli 1960 tersebut  menyatakan untuk meraih gelar profesor membutuhkan kesabaran dan keterampilan dalam penulisan karya ilmiah. “Bagaimana cara agar penelitian kita bisa dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus. Itu merupakan syarat yang harus dipenuhi sehingga harus  dipersiapkan secara matang”, ungkapnya.

Categories
Uncategorized

Ulfa dan Gilang Duta Mahasiswa 2023

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unissula Semarang kembali menyelenggarakan pemilihan Duta Unissula 2023. Wakil Rektor III Unissula menyampaikan bahwa duta Unissula nantinya harus menjadi cerminan Unissula. “Nanti yang dikedepankan oleh yang menjadi duta harus bisa mencerminkan atau merepresentasikan Unissula sebagai generasi khaira ummah (generasi terbaik). Sehingga bisa juga mempromosikan Unisusla dalam bentuk perbuatan,” ungkap Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD dalam sambutan acara grand final duta Unissula 2023 yang dilangsungkan secara luring dan daring melalui Unissula TV, Rabu (25/10/2023).

Wakil Ketua BEM Unissula Rajif Jaya menyebut pemilihan duta Unissula terakhir diselenggarakan pada tahun 2020. “Kemudian terhambat dikarenakan terjadinya pandemi. Tahun ini adalah tahun pertama sejak 2020 lalu,” ungkapnya.

Hadir sebagai dewan juri yaitu Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Muhammad Said Hidayatullah MPd, dan Duta Unissula 2020 Kevin Ahla Seiga SE.

Setelah para finalis duta Unissula menampilkan bakat dan tanya jawab, terpilih sebagai Duta Unissula 2023 yaitu Ulfa Maghfiroh Ittaqillah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Muhammad Gilang Geovano mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Adapun duta favorit 2023 yang berdasarkan jumlah like di media sosial adalah Thoriq Awabin mahasiswa Fakultas Psikologi.

Categories
Uncategorized

Gelar Konferensi Internasional Teknik Unissula Dorong Implementasi Smart Infrastructure

Fakultas Teknik (FT) Unissula  mengadakan konferensi internasional yang dilangsungkan di Lombok (19/10/2023). Konferensi yang digelar yakni International Conference on Coastal and Delta Areas (ICCDA). FT Unissula menggandeng mitra dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Universitas tersebut antara lain Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) menjadi co-host utama. Beberapa universitas lainnya turut menjadi co-host, seperti Rotterdam University of Applied Sciences Belanda, Universitas Semarang, Universitas Lancang Kuning Riau, dan Universitas Sangga Buana Bandung.

Tema yang dibahas yaitu pengembangan smart infrastructure di daerah pesisir dan delta; tantangan perubahan iklim, mitigasi bencana, dan infrastruktur di daerah pesisir dan delta; kebijakan sosial-ekonomi, hukum, dan multi aspek lainnya untuk membangun lingkungan di area pesisir dan delta.

Ketua panitia, Ari Sentani, ST MSc menjelaskan tujuan utama konferensi adalah mempromosikan penelitian, pengembangan, dan pertukaran informasi ilmiah. Acara ini juga menjadi kesempatan membangun jaringan internasional untuk mendukung pengembangan rekayasa lingkungan.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MHum menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ICCDA ke-5. Ia mengakui pentingnya kolaborasi internasional dalam memahami dan mengatasi tantangan di daerah pesisir dan delta.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan dan membuat acara ini bermakna, termasuk kepada semua panitia, para pembicara, partisipan, para tamu undangan dan seluruh hadirin. Semoga segala diskusi yang berlangsung dalam acara ini memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di area pesisir dan delta,” ujarnya.

Rektor Unizar, Dr Ir Muh Ansyar MP., dalam sambutannya menyoroti aspek perubahan iklim yang tengah melanda dunia.

“Hadirin yang saya hormati, saat ini dunia sedang menghadapi banyak tantangan yang berhubungan dengan perubahan iklim, yang dampak masalahnya cukup signifikan terhadap daerah pesisir dan delta. Oleh karenanya, presentasi dan diskusi dalam seminar internasional ini sangat penting dalam rangka mengambil jalan yang positif untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bappeda NTB Dr Ir Iswandi  MSi berharap di dalam forum yang terhormat ini, segala permasalahan yang terjadi di daerah pesisir dan delta dapat terselesaikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Banyak pembicara dari dalam dan luar negeri memberikan wawasan penting mengenai perubahan iklim dan tantangan yang dihadapi daerah pesisir dan delta. Sesi pemaparan materi dipandu oleh Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA.

 Para pembicara di antaranya Assoc. Prof. Dr. Kamarudin Bin Hj. Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Hermin Poedjiastoeti, S.Si., M.Si., dari Unissula, Dr. Johannes Herbeck dari Universitat Bremen Jerman, dan Rick Heikoop dari Rotterdam University of Applied Sciences Belanda.

Setelah sesi tersebut, dilanjutkan dengan sesi diskusi paralel, dimana para peserta yang dibagi ke dalam beberapa ruangan, mempresentasikan penelitian dan makalah mereka.

 Seluruh acara berlangsung lancar dan sukses, dengan pengumuman pemenang untuk “best paper” dan “best presenter”. Acara ditutup dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Unissula, Ir. Rachmat Mudiyono, MT., Ph.D.

 ICCDA ke-5 telah membawa berbagai pemangku kepentingan bersama-sama untuk mengatasi tantangan di daerah pesisir dan delta, serta mempromosikan pengembangan lingkungan yang cerdas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi internasional seperti ini, diharapkan akan ada solusi yang lebih baik untuk menjaga lingkungan di area pesisir dan delta yang semakin penting di tengah perubahan iklim global

Categories
Uncategorized

Unissula Bina UMKM di Jateng

Unissula lolos program pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahun anggaran 2023. Ketua tim pengusul pada program ini yaitu Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi. Adapun anggota tim terdiri Prof Dr Gunarto SH MH, Dr Sri Anik SE MSi, Dr Henny Pratiwi Adi ST MT dan Pungky Lela Saputri SST ME.

Program tersebut digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi. Sasarannya perguruan tinggi swasta yang memenuhi ketentutan, yaitu memperoleh capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2022 yang signifikan dan dengan tingkat kelengkapan pelaporan pada Pangkalan Data Ditjen Diktiristek minimal mencapai 95%.

Berdasarkan pemeringkatan capaian IKU tahun 2022 pada PTS yang menjadi sasaran program maka PTS dengan capaian IKU ≥ 170 dan memenuhi kelengkapan pelaporan PDDIKTI ≥ 95% dapat membina dua mitra.

Unissula memenuhi kriteria tersebut sehingga dapat membina dua mitra dengan pagu pendanaan sebesar Rp 350.000.000. Wakil Rektor II Unissula, Dedi Rusdi SE MSi Akt CA sebagai perwakilan Rektor Unissula sudah menghadiri verifikasi kelengkapan dokumen sekaligus menandatangani kontrak untuk program tersebut pada (23/10/2023).

Dedi Rusdi menyatakan dengan terselenggaranya proses penandatanganan kontrak tersebut, maka tim pengusul dapat segera melaksanakan kegiatan pembinaan pada dua mitra UMKM, yaitu Wedang Rempah Sri Katon Semarang dan Kainratu Jepara.

Kegiatan pembinaan UMKM akan berjalan pada bulan Oktober – Desember 2023. Selain pembinaan, kegiatan lain seperti pelatihan, workshop, hingga persewaan peralatan dan perlengkapan yang mendukung pembinaan UMKM juga turut dilaksanakan oleh tim pengusul.

Adanya program ini selain dapat meningkatkan kegiatan merdeka belajar kampus merdeka yang terintegrasi dengan UMKM. Program tersebut juga mewujudkan kontribusi aktif Unissula dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Salah satunya dengan peningkatan kinerja berorientasi ekspor sebagaimana judul yang diangkat oleh tim pengusul yaitu pembinaan UMKM Wedang Rempah Sri Katon dan Tenun Kainratu dalam meningkatkan kinerja berorientasi ekspor.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Harus Cakap Menangkap Peluang Bisnis

Banyak tempat pelayanan kesehatan di Indonesia yang masih kurangan tenaga apoteker. Hal ini merupakan peluang bagi mahasiswa farmasi Unissula untuk menutupi kekurangan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh   Rosid Sudjono, Ketua PD IAI Jawa Tengah dalam pembekalan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unissula (19/9/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan apoteker harus memiliki enam aspek kompetensi. Kompetensi tersebut antara lain profesionalisme, mawas diri dan pengembangan diri. Dituntut komunikasi efektif, memiliki landasan ilmiah ilmu farmasi, ilmu biomedik, ilmu humaniora dan ilmu kesehatan masyarakat, juga keterampilan apoteker dan pengelolaan praktik kefarmasian.

Mahasiswa Farmasi juga bisa mempersiapkan masa depan di profesi tersebut karena banyak peluang bisnisnya. Peluang bisnis kefarmasian meliputi produksi, distribusi dan pelayananan. Dapat dilakukan dengan membuat pabrik obat, bahan obat tradisional atau kosmetik,  mendirikan apotik, juga PBF (Pedagang Besar Farmasi). Peluang lain seorang apoteker bisa menjadi ASN di Dinkes, POM, Militer, Kepolisian, BNN, dosen, peneliti.

Tantangan kedepan bagi profesi apoteker yakni aspek teknologi sehingga peranan tugas apoteker dapat tergantikan. Salah satunya pemunculan robot untuk pelayanan kefarmasian. Penggunaan robot ini untuk mengurangi kesalahan pengobatan dan meningktkan keselamatan pasien serta menurunkan biaya operasional dalam pelayanan kefarmasian. Munculnya robot apoteker akan mengurangi 20 ribu apoteker.

Dalam mempersiapkan tantangan tesebut, Rosid menjelaskan  apoteker harus memiliki kompetensi dan berperan besar dalam kemampuan klinis dalam mengelola pasien kondisi kritis dan kemudahan berkomunikasi dengan pasien.

Mahasiswa baru dituntut memiliki sepuluh bekal kesuksesan. Bekal tersebut antara lain kejujuran, kedisiplinan, mudah bergaul, dukungan, kerja keras, kecintaan kepada pekerjaan. Dituntut memiliki jiwa  kepemimpinan, semangat tinggi, hidup teratur dan kemampuan menjual ide sebagai apoteker professional dan bermartabat. Selain itu juga harus menjadi pribadi bermanfaat untuk masyarakat khususnya bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kefarmasian.

Categories
Uncategorized

Universitas Terakreditasi Internasional Banyak Diminati Mahasiswa Asing

Visi Indonesia di tahun 2045 untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata. “Kualitas masyarakat yang lebih tinggi tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang siap bersaing di tingkat internasional,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH. Hal itu du sampaikan dalam acara bimbingan teknis pengembangan program studi untuk memenuhi standar mutu internasional bagi perguruan tinggi di LLDIKTI wilayah VI, Selasa (24/10/2023).

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi X DPR RI sebagai keynote speaker mengungkap urgensi dari akreditasi internasional. “Pentingnya pengakuan internasional untuk hubungan diplomatik, kualitas dan reputasi institusi pendidikan, dan juga pengaruh global. Sehingga dibutuhkan langkah konkret yang dapat dilakukan,” ungkap Dr  Abdul Fikri Fakih.

Diantara langkah konkret tersebut menurutnya adalah kerjasama dengan masyarakat akademik atau lembaga nasional dan internasional. Kedua program-program internasional bersama universitas mitra luar negeri. Dan perancangan program pendidikan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat dunia.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan saat ini Unissula telah terakreditasi Unggul dari BAN PT dan internasional ASIC dan ABEST21. “11 program studi di Unissula telah memperoleh Akreditasi Internasional oleh ASIC dengan predikat Premier. Dan dua program studi juga telah memperoleh Akreditasi Internasional ABEST21,” ungkapnya.

Rektor juga menyebut akreditasi internasional akan menjadi lebih mudah untuk mencari mahasiswa asing. “Sekarang ada kecenderungan warga Indonesia kuliah di Malaysia, begitu sebaliknya. Banyak warga negara asing yang memilih kuliah di Indonesia yang telah terakreditasi Unggul dan terakreditasi internasional Unggul, termasuk Unissula. Di Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) itu ada 21 mahasiswa dari Malaysia, Program Magister Agama Islam ada 20, dan 2 mahasiswa yang kuliah di Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH),” ungkapnya.

Turut hadir Wakil Rektor I, II, III Unissula. Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Dr Muhammad Abdul Basyir SPd MPd. Santi Hawanti PhD Univ Muh Purwokerto, Prof Ir Pepeng Arifin PhD tim akreditasi internasional Belmawa dari  ITB.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Tingkatkan Kompetensi Digital

Mahasiswa Farmasi Unissula didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Hal itu diungkapkan oleh Dosen Fakultas Farmasi Unissula Windi Susmayanti MSc (24/10/2023). Hal itu dilakukan melalui berbagai cara salah satunya dilakukan melalui kuliah tamu menghadirkan Kepala BPPOM Semarang Apt Lintang Purba MSi pada (12/9/2023). Menurut Lintang Purba perkembangan teknologi memberikan dampak positif bagi apoteker dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan lebih efektif dan efisien.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.