Categories
Uncategorized

Penelitian Mahasiswa Unissula Tentang Kidult Lolos PKM Nasional

Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023. Mereka adalah Tsania Zahrotun Nabila, Wardah Alqo’idah, dan Muhammad Firdaus Ar-raza yang dibimbing oleh dosen Fakultas Psikologi, Erni Agustina Setiowati SPsi MPsi Psikolog. Mereka meneliti masalah Kidult yang sedang viral dan alternatif penanganannya.

Kidult merupakan sebuah kondisi pada orang dewasa yang suka melakukan tindakan atau membeli barang yang ditujukan untuk anak kecil dengan tujuan untuk mengobati dan mewujudkan kebahagiaan di masa kecilnya yang belum terpenuhi. Salah satu faktor penyebab dari perilaku kidult adalah keinginan masa lalu yang belum terwujud, sehingga hal ini berkaitan dengan unfinished business atau masalah yang belum terselesaikan.

“Sekarang ini banyak orang dewasa yang bermain dengan model permainan di masa kecilnya, apalagi saat masa pandemi kemarin, banyak orang berdiam di rumah dan untuk mengatasi kebosanan, mereka kembali pada mainan masa kecilnya. Bahkan baru-baru ini permainan lato-lato kembali viral, tidak hanya anak kecil saja namun orang dewasa juga memainkannya.

Fenomena tersebut bernama kidult, kidult membawa dampak negatif, diantaranya memunculkan sifat kekanak-kanakan, ketergantungan dengan mainan di masa kecil, dan cenderung tidak memposisikan dirinya menuju masa depan, namun sebaliknya. ” jelas ketua tim Tsania Zahrotun Nabila di kampus Unissula (23/10/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat 24 partisipan yang bergabung dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Psikologi Unissula. Penelitian telah dimulai pada bulan Juni 2023 dan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2023 ini.

“Kami menawarkan suatu metode kreatif dan inovatif untuk menurunkan perilaku kidult yaitu dengan metode forecall. Forecall merupakan kepanjangan dari ForgiveReframing, dan Recall. Metode ini dimaksudkan agar seseorang yang mengalami kidult dapat berdamai dengan masa lalunya, terkhusus unfinished business yang ada pada dirinya.” Ungkap Wardah Alqo’idah.

Ia mengharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat. Selain itu juga dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah sebagai sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang psikologi.

Sebagai penutup Firdaus Ar-raza menambahkan “Sebelum melangkah ke masa depan, alangkah baiknya kita mundur sejenak, menuntaskan  segala hal yang belum terselesaikan, supaya kita dapat melaju dengan kencang ke arah masa depan yang gemilang. Seperti halnya penelitian kami, berfokus untuk memaafkan dan mengikhlaskan segala keinginan-keinginan di masa kecil yang belum terwujud dan kemudian mencari berbagai alasan positif serta mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut.” Ujar Firdaus Ar-raza.

Categories
Uncategorized

Unissula Fasilitasi Mahasiswa Pahami Budaya Internasional

Unissula mengadakan pertukaran budaya bertajuk Online Global Cultural Exchange (OGCE). Acara tersebut diikuti 162 mahasiswa asing yang berlangsung 23-27 Oktober 2023. Peserta berasal dari Bangladesh, Brunei Darussalam, Filipina, India, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Thailand, Tiongkok, Timor Leste, dan Vietnam.

Kegiatan OGCE 2023 mengusung tema Age Consciousness and Life Milestones’ Celebration across Cultures (Kesadaran tentang usia dan perayaan pencapaian kehidupan secara lintas budaya). Tema tersebut mendukung pencapaian kompetensi interkultural yang sangat dibutuhkan mahasiswa khususnya pada era dimana semua budaya serba terkoneksi.

Kepala UPT Kerjasama Unissula Rio Luhung Pribadi menyatakan “Melalui kompetensi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu untuk saling memahami dan berkolaborasi secara global dalam menghadapi tantangan bersama di masa depan”, ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan Unissula sebagai universitas Islam kelas dunia secara rutin menyelenggarakan kegiatan internasional untuk mendukung kolaborasi antara mahasiswa unissula dengan mahasiswa asing. “Hal tersebut merupakan sebuah ikhtiar agar lulusan Unissula memiliki daya saing secara internasional. Lewat kegiatan tersebut juga diharapkan agar reputasi global dan kemanfaatan Unissula semakin dirasakan di berbagai penjuru dunia”, pungkas Rio.

Categories
Uncategorized

Unissula Peringati Hari Santri

Pesantren mahasiswa Unissula memperingati perayaan hari santri. Hal itu dilaksanakan dengan menghelat upacara yang dilaksanakan di halaman Pesantren Mahasiswa Unissula (22/10/2023). 

Hadir dalam kesempatan tersebut para santri mahasiswa Unissula, para pengurus pesantren beserta musrif dan musrifah. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Rektor III, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. 

Dalam rangkaian upacara juga diberikan penghargaan kepada para santri teladan baik putra maupun putri.

Categories
Uncategorized

FH Unissula Rekomendasikan Restorative Justice Kasus Guru di NTB

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang merekomendasikan penggunaan metode pendekatan restorative justice dalam penanganan kasus Akbar Sarosa yang merupakan seorang guru honorer SMK Negeri 1 Taliwang Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaporkan oleh orang tua murid atas dugaan penganiayaan dikarenakan menghukum murid yang tidak shalat.

Kejadian tersebut bermula ketika Akbar Sarosa berupaya mendisiplinkan ketiga anak murid yang tidak shalat berjamaah, sedangkan kegiatan shalat berjamaah tersebut merupakan program wajib sekolah.

Berdasarkan laporan tersebut, saat ini Akbar Sarosa berstatus sebagai tahanan kota dan tengah menjalani proses persidangan. Selain itu, keluarga korban juga mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) kepada sang guru, Akbar Sarosa.

Dosen Hukum Pidana FH Unissula Dr R Sugiharto SH MH mengatakan, dalam hal ini apa yang dilakukan sang guru bukan perbuatan melawan hukum, tetapi mengajak dalam hal shalat. ”Tugas guru mendidik, dalam kasus ini, sang guru lebih ke mendidik, tidak ada unsur pidananya. Harapan kami bahwa nanti hakim arif dan bijaksana dalam penegakan hukum yang disertai keadilan dengan cara pendekatan restorative justice,” jelasnya, Kamis (19/10/2023).

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian FH Unissula Dr Muhammad Taufiq SH MH mengatakan FH Unissula mendorong hakim dalam kasus ini menggunakan pendekatan restorative justice, sebagai win-win solution.

Dalam penerapanya, setelah pembacaan dakwaan seharusnya hakim bersifat proaktif mendorong anak/orang tua/penasihat hukum dan korban serta pihak-pihak terkait untuk mengupayakan perdamaian. Hakim mediator bertindak sebagai jembatan untuk mempersatukan dua kepentingan yang berbeda sehingga menjadi satu kepentingan yang sama.

Pemidanaan atau sanksi pidana adalah alternatif atau upaya terakhir dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, dalam menerapkan mekanisme restorative justice seharusnya aparatur penegak hukum menggunakan penerapan asas ultimum remidium.

”Fakultas Hukum Unissula berharap kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara tersebut supaya dapat memberikan putusan menggunakan pendekatan restorative justice. Sehingga hak-hak dari para pihak dapat terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, rekomendasi dan dorongan penggunaan restorative justice adalah inisiatip FH Unissula.

”Sebagai instansi pendidikan yang telah terakreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan terakreditasi internasional dengan level premier (unggul) dari badan akreditasi internasional, Accreditation Service of International School, Colleges & Universities (ASIC) yang berbasis di Inggris, Fakultas Hukum Unissula berkomitmen untuk turut serta aktif mengawal persoalan hukum yang berkembang di masyarakat, terutama dalam proses penegakan hukum yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Dekan  I FH Dr Widayati SH MH, Wakil Dekan II Dr Arpangi SH MH, Ketua Prodi SI Ilmu Hukum Dr Achmad Arifulloh SH MH, Sekretaris Biro Konsultasi Hukum dan Bantuan Hukum FH Unissula Dr Muh Diaz Saktiawan, Dr Ira Alia Maerani SH MH dan lainnya

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Teliti Preferensi Masyarakat Terhadap Rumah Sakit Syariah

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Fakultas Farmasi Unissula melakukan riset. Riset yang dilakukan yakni meneliti preferensi masyarakat memilih berobat ke rumah sakit syariah dari aspek pengetahuan dan religiusitas. Penelitian dilakukan sejak diumumkannya pendanaan PKM 8 bidang pada tanggal 16 Juni 2023.

Mereka adalah Amelia Wilda, Bintang Ananda Afrilianti Vinalisa, Sabrina Mutiara Putri, Reefa Dyah Salsabila dan Putri Sirry Nafisatussalimah dengan dosen pendamping apt Arifin Santoso MSc. Tim melakukan riset terhadap masyarakat Jawa Tengah yang pernah berobat ke rumah sakit Syariah di Jawa Tengah. Diantaranya Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo, Rumah Sakit Umum Islam Klaten, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, dan Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri.

Tim memberikan kuesioner kepada masyarakat yang ditemui secara langsung untuk menjadi responden riset. Kuesioner tersebut mengukur bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang rumah sakit syariah yang telah diketahuinya dan tingkat religiusitas masyarakat yang dilihat dari dimensi intelektual, ideologi, ibadah publik dan privatnya serta pengalaman keagamaan yang pernah dirasakannya.

Hasil riset yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan dan religiusitas masyarakat memberikan pengaruh pada keputusan masyarakat memilih untuk berobat ke rumah sakit syariah. Dengan hasil sebagai berikut sebesar 10,2% dipengaruhi oleh aspek pengetahuan dan 23% nya dipengaruhi oleh tingkat religiusitas masyarakat.

Selain itu, tim menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang baik pada rumah sakit syariah dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam berobat di rumah sakit syariah. Hal itu dapat menjadi landasan preferensi berobat kembali dimasa mendatang. Juga dapat menjadi kekuatan penyebaran informasi dari mulut kemulut oleh masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang rumah sakit syariah.

Categories
Uncategorized

Hadir di Unissula KH Said Aqil Siradj Ajak Mahasiswa Pahami Budaya dan Agama

Islam bukan hanya membangun teologi dan syariat namun juga membangun peradaban, kebudayaan dan kemanusiaan. Demikian disampaikan oleh Prof KH Said Agil Siradj saat menyampaikan kuliah umum pembukaan tutorial PAI di Unissula (18/10/2023).

Oleh karennya Islam harus dibangun di atas kebudayaan. “Jangan mempertentangkan antara Islam dan budaya. Karena jika hal itu dilakukan akan mengakibatkan ketegangan seperti yang banyak terjadi di berbagai negara Arab saat ini”, lanjutnya.

Menurutnya saat ini semua bangsa berlomba lomba membangun. Jika sebuah bangsa bisa membangun masyarakatnya menjadi beragama, berbudaya, berpendidikan maka disebut tsaqofah. Disisi lain jika sebuah bangsa bisa membangun perekonomiannya sehingga bisa menjadi bangsa yang makmur maka disebut hadoroh. “Jika sebuah bangsa bisa membangun kedua duanya yakni membangun masyarakat yang beragama berbudaya berpendidikan dan kesejahteraanya maka disebut mutamaddin. Negara yang coba dibangun oleh Rosululloh yakni Madinah yang melindungi hak semua warga Negara yang beraneka ragam suku, agama, dan budaya”, ungkapnya.

Sementara itu rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya menyatakan pentingnya kaehadiran KH Said dalam kuliah umum tersebut. “Hari ini kita akan mendengarkan kuliah umum oleh Prof Dr KH Said Aqil Siradj. Beliau akan membahas banyak hal terutama berusaha membentengi diri kita dari paham terorisme”, ungkpanya.

Masih menurut Prof Gunartop pencegahan terorisme dengan pendekatan aqidah Islam itu sangat penting untuk melindungi diri dan bangsa ini agar tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu para teroris yang melakukan propaganda melalui sosial media. “Saya tegaskan Unissula terbebas dari terorisme namun upaya pencegahan tumbuhnya paham tersebut perlu terus dilakukan. Karena teroris sangat merugikan bangsa dan negara dan sangat bertentangan dengan spirit hubbul waton minal iman (mencintai bangsa dan negar abagian dari iman)”, pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo, para Wakil Rektor, dan para Dekan di lingkungan Unissula.

Categories
Uncategorized

Kreatif, Mahasiswa Unissula Jadikan Tarian Gambang Semarang Sebagai Terapi

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Unissula melakukan penelitian mengenai pengaruh Tari Gambang Semarang sebagai pengembangan dari dance movement therapy. Mereka mengembangkan dance movement therapy dengan budaya lokal yang ada di semarang, yaitu tari gambang semarang.

Tim terdiri dari Wanda Nur Rahma Eka Nandia, beranggotakan Sofiana Ulya Sari, Shinta Hestiana Lestari, Selvania Orchiviani, dan Shinta Camilla Aulia. Di dampingi oleh dosen pendamping Falahsifatul Falah SPsi MA. “Kami mendapat apresiasi dari Kemendikbutristek yang memberikan dana sebesar Rp 6 juta melalui PKM tahun 2023 untuk melakukan riset ini” ujar Wanda Nur. (18/10/2023).

Masa lansia dimulai dari umur 60 tahun sampai meninggal merupakan tahap perkembangan terakhir bagi manusia. Pada masa tersebut ditandai dengan adanya perubahan baik fisik, sosial, dan psikologis yang semakin menurun sehingga diperlukan adanya perawatan, kasih sayang, dan dukungan sosial dari keluarga maupun orang lain.

Tidak sedikit lansia yang tinggal di tempat lain, seperti di panti wreda. Salah satu penyebab dari kondisi tersebut yaitu karena tidak ada anggota keluarga yang ingin merawat lansia. Maka tidak jarang anggota keluarga yang menitipkan lansia di panti wreda. Jika seorang lansia tinggal di panti wreda, maka akan mengalami perubahan dalam hidupnya, salah satunya yaitu perubahan sosial.

Lansia akan tinggal dengan teman sebaya yang berbeda sifat dan karakter. Oleh karena itu, lansia harus bisa beradaptasi sehingga tidak merasa kesepian yang akan mengakibatkan turunnya kesejahteraan subjektif

Penelitian ini dimulai dari Juli – Oktober 2023. Penelitian melibatkan 20 lansia dengan kriteria usia 60 tahun ke atas dan mampu melakukan gerakan tarian. Partisipan diajak menari tari Gambang Semarang dengan diiringi lagu tradisional dari tari gambang tersebut. Mereka melakukan intervensi  selama 6 hari, 3 hari pertama diberikan 3 gerakan perharinya, untuk hari ke 4&5 kami melakukan pemantapan gerakan dan hari ke 6 lansia menampilkan tari tersebut dengan menggunakan kostum tradisional. Teknik ini membantu individu mendapatkan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan menurunkan stress. Hasil dari penelitian ini akan kami presentasikan dibulan oktober 2023.

Dance movement therapy (DMT) merupakan psikoterapeutik dengan menggunakan tarian dan gerakan di mana orang dengan berbagai usia dapat ikut serta dalam proses untuk memajukan integrasi emosional, fisik, kognitif, dan sosial. Dance movement therapy dapat diaplikasikan pada individu yang memiliki kesulitan atau kekhawatiran dengan masalah emosional, trauma, konflik, stress, untuk meningkatkan suasana hati, dan individu yang berkeinginan untuk meningkatkan komunikasi personal atau pemahaman diri.

Selain itu sebagai sarana interaksi antar sesama dan pelepas ketegangan sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Tari Gambang Semarang merupakan jenis tarian yang kreatif karena menggabungkan antara seni tari, vokal, musik, dan lawak. Maka dari itu tim kami mengkombinasikan dance movement therapy dengan tari Gambang Semarang.

“Dance movement yang dikembangkan oleh tim kami mengandung unsur budaya lokal dari Semarang, diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat menjadi terapi yang mudah untuk dilakukan sekaligus dapat melestarikan budaya tradisional”, pungkas ketua tim Wanda Nur Rahma.

Categories
Uncategorized

Prof Siti Thomas dan Prof Mulyana Guru Besar Baru Unissula

Unissula berhasil menambah dua guru besar baru. Mereka adalah Dr Siti Thomas Zulaikhah SKM MKes merupakan dosen Fakultas Kedokteran.  Sementara yang satunya yakni Dr Mulyana SE MSi dosen Fakultas Ekonomi. Dr Siti Thomas kelahiran Klaten 20 Mei 1964 mendapat gelar guru besar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sementara itu Dr Mulyana, dosen kelahiran Ngawi 5 Juli 1960 mendapat gelar guru besar bidang Ilmu Manajemen. Gelar baru tersebut efektif mulai berlaku 1 Oktober 2023.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan capaian dan prestasi yang diraih oleh civitas akademika harus menambah rasa syukur dan kehambaan kepada Allah SWT. “Alhamdulillah Unissula diberikan nikmat dan anugerah yang luar biasa oleh Allah SWT sehingga di bulan Oktober ini bisa menambah dua guru besar baru. Ini harus menambah rasa syukur, keimanan dan ketagwaan  kita. Selanjutnya saya mengucapkan selamat kepada Prof Dr Siti Thomas dan Prof Dr Mulyana atas capaian tersebut. Harapannya prestasi ini akan memantik semangat para dosen Unissula lainnya untuk segera menyusul”, ungkap Prof Gunarto, Selasa (17/10/2023).

Prof Mulyana menyampaikan gelar guru besar merupakan sebuah penghargaan yang harus dimaknai secara positif.  Menurutnya tantangannya adalah bagaimana menjadikan gelar tersebut sebagai sebuah dorongan ekstra untuk terus berkarya, memberikan yang terbaik untuk lembaga, khususnya fakultas dan universitas serta masyarakat.

Untuk meraih gelar profesor tentunya membutuhkan perjuangan dan kesabaran dalam mengikuti proses. “Khususnya dalam hal karya ilmiah. Bagaimana cara agar penelitian kita bisa dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus. Itu merupakan syarat yang harus dipenuhi sehingga harus  dipersiapkan secara matang”, ungkapnya.

Sementara itu Prof Siti Thomas menyatakan. “Saya bersyukur karena gelar ini sudah saya tunggu selama satu tahun. Tentunya senang dan bangga karena bisa mempersembahkan guru besar  ini untuk Unissula dan Fakultas Kedokteran  yang sebentar lagi mau diakreditasi”, ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan untuk mendapatkan guru besar membutuhkan perjuangan yang luar biasa. “Ini proses yang penuh nilai yang bisa mendorong kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur, tangguh dan pantang menyerah dan berintegritas. Terimakasih atas dukungan semua pihak terutama keluarga, Bapak Rektor beserta tim, Bapak Dekan Fakultas Kedokteran beserta rekan sejawat yang sangat peduli sehingga proses ini bisa mencapai hasil yang diinginkan”, pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Unissula Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 9 Oktober Ini

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang resmi membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2024. Calon mahasiswa baru dapat memilih 42 prodi dari D3, S1,S2, dan S3. Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH mengatakan, dalam PMB tahun 2024 kali ini Unissula menargetkan menerima 6.161 mahasiswa baru.
”Capain jumlah mahasiswa yang diterima selalu melebihi target. Pada PMB 2023, jumlah mahasiswa baru yang diterima Unissula 7.033 mahasiswa baru atau melampui target yang telah ditetapkan yakni 5.698 orang. Capaian 7.033 mahasiswa baru angkatan 2023, yang diraih Unissula merupakan yang tertinggi di antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Jawa Tengah. Jadi, untuk capaian PMB 2024 diharapkan akan melampaui target juga,” jelasnya, Senin (9/10/2023) kepada wartawan.
Menurut Prof Gunarto pada PMB 2024 untuk biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Pengembangan Institusi (DPI) tidak naik. Dalam artian masih seperti tahun sebelumnya.
Selain itu, Unissula juga membuka jalur beasiswa. Antara lain beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), Khaira Ummah, beasiswa Hafidz Al Quran, Beasiswa Cemerlang, Beasiswa Baznas, beasiswa Anak alumni dan lain-lain. PMB juga dibuka untuk mahasiswa asing.
”Ada banyak kemudahan PMB di Unissula antara lain proses pendaftarannya dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja dengan mengisi form pendaftaran dan mengupload berkas persyaratan di website https://pmb.unissula.ac.id. Unissula membuka beberapa jalur pendaftaran. Yakni, PMB jalur online yakni ujian seleksi masuk menggunakan nilai raport bagi siswa kelas 12 atau yang sudah lulus SMA sederajat,” jelasya.
PMB Jalur Tertulis, yakni ujian seleksi masuk Unissula menggunakan ujian tertulis yang dilakukan secara offline di kampus. Juga membuka Jalur Prestasi yang diperuntukkan bagi Prodi Kedokteran Umum dan Prodi Kedokteran Gigi.
Lebih lanjut Rektor Unissula mengatakan, Unissula terakreditasi institusi Unggul dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi Nasional (BAN-PT). Demikian pula mayoritas prodi di Unissula juga telah terakreditasi Unggul dan A. Selain terakreditasi nasional Unissula juga terakreditasi internasional dari lembaga akreditasi dunia ASIC yang berbasis di Inggris dan terakreditasi Abest21 yang berbasis di Jepang.
”Semua lulusannya memperoleh pekerjaan kurang dari tiga bulan. Bahkan banyak mahasiswa Unissula yang telah mendapat pekerjaan sebelum di wisuda karena Unissula punya jaringan kerjasama dengan berbagai dunia industri dan dunia pendidikan,” jelasnya didampingi para wakil rektor.
Unissula unggul dalam pemeringkatan universitas kelas dunia antara lain Webometrics yang merupakan lembaga pemeringkatan universitas paling populer di dunia yang berbasis di Spanyol menempatkan Unissula sebagai universitas swasta terbaik di Kota Semarang. Unissula juga menduduki peringkat ke 10 PTS terbaik di Indonesia dan menempati rangking ke 45 diantara PTN dan PTS dari kurang lebih 4.500 institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Juga Unirank yang berbasis di Australia menempatkan Unissula di peringkat 56 perguruan tinggi berbasis Islam di dunia. Untuk Edurank yang berbasis di Amerika Serikat menempatkan Unissula sebagai kampus swasta terbaik di Semarang. Sedangkan Scimago Instuitutions Ranking yang berbasis di Spanyol menempatkan Unissula sebagai universitas peringkat ke 10 nasional di tahun 2023 ini.
Bahkan Times Higher Education, baru saja merilis Times Higher Education World University Rangking pada awal Oktober 2023 ini menempatkan Unissula sebagai PTS terbaik di Jawa Tengah, peringkat 6 PTS se Indonesia dan peringkat ke 27 dari semua PTN dan PTS se Indonesia.

Categories
Uncategorized

Terjebak Toxic Relationship

Terjebak dalam hubungan toxic relationship seperti berada di dalam lingkaran setan. “Hubungan itu membuat korban merasa sulit untuk melepaskan diri dari hubungan tersebut”,  ungkap Pratika Widi Ambarwati, salah satu ketua Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dari Prodi Psikologi Unissula (6/10/2023).

Lebih lanjut ia menyatakan toxic relationship menimbulkan dampak negatif bagi korban, salah satunya adalah menurunnya self esteem atau harga diri. Individu yang memiliki self esteem rendah cenderung merasa kesulitan untuk berhubungan sosial, berkurangnya kepercayaan diri,  keyakinan diri, serta kesadaran terhadap diri sendiri.

“Saat ini banyak sekali orang yang terjebak dalam toxic relationship terutama dalam hubungan berpacaran. Biasanya orang yang terjebak dalam hubungan toxic ini tidak sadar karena berpikir kalo apa yang dilakukan pacarnya itu seperti membatasi pergaulan dengan lawan jenis, melarang ini dan itu tuh demi kebaikan dan sebagai bentuk rasa sayangnya. Padahal kalau hal tersebut dilakukan secara berlebihan cenderung menjadi toxic dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi korban”, ujarnya.

Berawal dari permasalahan tersebut lima mahasiswa Prodi Psikologi Unissula yaitu Pratika Widi Ambarwati, Nunik Fitriani, Renasha Syifa Rahmat, Rosyidatun Nada, dan Desfita Eka Haryani menawarkan solusi untuk meningkatkan self esteem korban toxic relationship dengan cara melakukan self help group therapySelf help group therapy merupakan salah satu bentuk terapi kelompok yang akan memberikan penguatan dan dukungan secara psikologis serta sosial dari subjek lain yang tergabung dalam terapi kelompok.

Ide kreatif ini berhasil meraih pendanaan sebesar Rp 8.000.000 (28/08/2023) dari PKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Penelitian ini didampingi oleh Inhastuti Sugiasih SPsi MPsi. Ide ini dituangkan dalam penelitian guna mengetahui pengaruh self help group therapy terhadap peningkatan self esteemkorban toxic relationship yang di uji kepada 14 partisipan penelitian dengan mempraktikkan berbagai tahapan.

Setelah melakukan berbagai tahap penelitian dan analisis data, self help group therapy memberikan dampak positif untuk meningkatkan self esteem korban toxic relationship. ”Alhamdulillah ada, jadi lebih waspada aja sih sama orang orang yang deketin aku terutama cowok ya, waspadanya tu lebih ke ‘ini orang tu mau main main apa seriusan’ gitu dan bisa bedain cowok itu emang penasaran aja, red flag, atau kaya cowo pada umumnya. Terus lebih teges aja kalo mau menyikapi suatu hal” ungkap PRB, salah satu partisipan penelitian.