Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Kembali Cetak Empat Guru Besar Baru

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menambah jajaran Guru Besar baru. Empat Guru Besar tersebut dikukuhkan oleh Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar pada Kamis (12/2/2026).

Tiga Guru Besar berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Prof Dr H Ardian Ardhiatma SE MM dan Prof Dr Tri Wikaningrum SE MSi sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, serta Prof Dr Drs Winarsih SE MSi CSRA sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Akuntansi Manajemen. Sampai saat ini FEB Unissula memiliki 21 Guru Besar.

 Sementara satu Guru Besar lainnya berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI), yakni Prof Dr A Zaenurrosyid SHI MA yang merupakan Guru Besar pertama di FAI Unissula, dengan konsentrasi bidang Ilmu Hukum Islam.

Rektor Unissula Prof Gunarto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar capaian personal, melainkan amanah besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

“Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadi rujukan keilmuan, menginspirasi generasi muda, serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Orasi Ilmiah

Pada kesempatan tersebut, Prof Ardian Ardhiatma membacakan orasi ilmiah berjudul Penguatan integrasi knowledge worker dan nilai diri pada era AI.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar untuk peningkatan kinerja dan efisiensi, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru terhadap integritas profesional.

Menurutnya, dengan dilandasi model integritas yang mencakup skill, knowledge, attitude, dan ability, serta berlandaskan nilai-nilai diri yang luhur, para profesional memiliki kesempatan untuk memimpin disrupsi teknologi secara bertanggung jawab.

“Marilah kita jadikan etika profetik sebagai cahaya yang membimbing kita dalam menggunakan AI untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Tri Wikaningrum dalam orasinya yang berjudul Islamic collaborative agility capital: implikasinya bagi praktik pengembangan knowledge worker di organisasi intensif pengetahuan menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai Islam, khususnya di sektor perbankan syariah.

Menurutnya, konsep Islamic Collaborative Agility Capital relevan dengan dinamika SDM di perbankan syariah yang menghadapi ekspektasi masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan SDM yang terencana dan berkelanjutan, di samping penguatan produk, pemasaran, kerangka hukum, serta implementasi prinsip syariah.

Adapun Prof Winarsih menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi akuntansi manajemen di era ai berbasis islamic culture governance.

Ia menjelaskan bahwa transformasi akuntansi manajemen di era AI membawa perubahan mendasar terhadap fungsi dan peran akuntan.

Digitalisasi dan AI terbukti meningkatkan efisiensi pelaporan, kecepatan analisis, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan manajerial. Profesi akuntan manajemen kini berkembang menjadi mitra strategis dalam proses bisnis dan inovasi organisasi.

Namun demikian, transformasi ini menuntut akuntan untuk terus meningkatkan kompetensi teknologi, memahami risiko keamanan dan etika, serta mampu beradaptasi dengan peran yang semakin strategis.

Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan tersebut.

Sementara itu, Prof Zaenurrosyid mengangkat tema Membangun produktivitas filantropi islam: inovasi fundraising, profesionalisme manajemen, dan distribusi ZISWAF berbasis maqasid syariah.

Ia menekankan bahwa filantropi Islam yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) merupakan sistem sosial ekonomi yang dibangun atas fondasi spiritual, moral, dan keadilan distributif.

Dalam sejarah Islam, praktik filantropi telah menjadi instrumen penting pembangunan peradaban, mulai dari pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pengembangan ekonomi produktif.

Oleh karena itu, inovasi penghimpunan dana, profesionalisme pengelolaan, serta distribusi berbasis maqasid syariah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan dampak ZISWAF secara berkelanjutan.

Hadir juga Dekan FEB Unissula Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Dekan FAI Unissula Dr Agus Irfan SHI MPI, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, jajaran dosen dan tamu undangan, serta Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Perkuat Mutu Akademik, DKK UKSW Studi Banding ke LP3M Unissula

LP3M Unissula menerima kunjungan studi banding dari Direktorat Kealumnian dan Karier (DKK) Universitas Kristen Satyawacana Salatiga pada Rabu (11/2/2026). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur DKK Dr Lina Sinatra Wijaya MA. Mereka diterima langsung oleh Ketua LP3M Unissula Provita Wijayanti SE MSi Ak CA AWP IFP PhD.

Dalam sambutannya Provita menyampaikan bahwa LP3M Unissula terbuka untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kwalitas masing masing lembaga untuk mensukseskan program pendidikan tinggi. Pihaknya juga siap mengadakan kunjungan balasan untuk sama sama saling belajar.

Sekretaris LP3M Unissula Anang Putranto ST dalam kesempatan tersebut juga memaparkan proses pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Unissula untuk mendukung outcome Unissula dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.

Sementara itu Lina Sinatra menyatakan bahwa tujuan kunjungannya dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Direktorat Kealumnian dan Karier Center. Selain Lina hadir pula dalam rombongan antara lain Theresia Evy Yeniarti SE, Yolanda Vera Rupadhatu SPd, Barlian Tawangalun SE, dan Daniel Wahyu Nugroho SSI. Turut hadir pula Dinda Elisabeth Puspitasari SE, Elsa Kristiani Putri SSI dan Arya Pradana Skom.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FAI Unissula Bangun Sinergi Strategis dengan MGMP PAI SMA se-Jateng

Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula memperluas jaringan kerjasama melalui Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas (MGMP PAI SMA) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/1/2026).

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis FAI Unissula dalam membangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan Lembaga Pendidikan di tingkat SMA dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam.

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Fakultas Agama Islam memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam setiap kepakarannya. Selain itu, dosen memiliki kewajiban melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan. Sedangkan guru yang tergabung dalam MGMP memerlukan tambahan amunisi dalam mengembangkan sumber daya manusia.

Dekan FAI Unissula Dr Agus Irfan MPI menyampaikan kerja sama dengan MGMP PAI SMA Jawa Tengah merupakan langkah yang sangat baik. MGMP PAI SMA Jawa Tengah menurutnya merupakan bagian tak terpisahkan dengan Fakultas Agama Islam Unissula karena di lembaga ini memiliki prodi Pendidikan Agama Islam yang melahirkan para guru PAI termasuk yang mengabdi mengajar di tingkat SMA.

“Sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi unggul, memiliki program studi Pendidikan Agama Islam dari jenjang S1, S2 dan S3, maka FAI Unissula siap bekerjasama dengan MGMP PAI Jawa Tengah dalam meningkatkan sumber daya manusia sebagai fondasi penting dalam menjaga mutu Pendidikan Agama Islam,” lanjutnya.

Ketua MGMP PAI SMA Jawa Tengah, Ahmad Taufiq SPdI MPdI memberikan apresiasi yang sangat baik dengan adanya penandatanganan MoU tersebut. Ia berharap adanya MoU ini mampu memberikan keuntungan kedua belah pihak terutama kepada para guru yang tergabung dalam MGMP PAI SMA Jawa Tengah.

“Adanya MoU ini diharapkan mampu membarikan program-program yang meningkatkan kualitas guru PAI SMA Jawa Tengah seperti studi lanjut S2 dan S3 dari FAI Unissula, adanya pendampingan akademik berupa pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya,” tuturnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, FAI Unissula menegaskan kembali perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga responsif terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan sumber daya guru Pendidikan Agama Islam.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Tonggak Akademik Baru: Dua Guru Besar FH Unissula Dorong Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Tata Negara

Dekan Fakultas Hukum (FH) Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menegaskan bahwa hadirnya dua Guru Besar baru di lingkungan FH Unissula yakni yakni Prof Dr Arpangi SH MH sebagai Guru Besar bidang Hukum Ketenagakerjaan, serta Prof Dr Widayati SH MH sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara, merupakan bukti nyata bahwa Fakultas Hukum Unissula terus bergerak maju dalam meningkatkan mutu pendidikan dan keilmuan hukum untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah persaingan global.

Menurut Prof Jawade, pengukuhan Prof Arpangi di bidang Hukum Ketenagakerjaan dan Prof Widayati menunjukkan dinamika akademik yang sehat sekaligus relevan dengan persoalan hukum aktual yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Bidang Hukum Ketenagakerjaan saat ini menjadi perhatian publik, khususnya para buruh dan pekerja yang membutuhkan kepastian hukum terkait hak-hak ketenagakerjaan, terutama soal upah yang mampu mensejahterakan diri dan keluarganya,” ujar Prof Jawade.

Ia menyoroti persoalan upah minimum yang hingga kini masih menimbulkan ketimpangan antar wilayah. Padahal, menurutnya, kebutuhan hidup dan harga kebutuhan pokok di daerah yang berdekatan sering kali relatif sama, namun standar upah yang ditetapkan berbeda.

“Kondisi ini perlu dikaji secara serius. Harus ada standar minimal dan maksimal yang bisa menjadi rujukan bersama, agar tercipta keadilan dan keseimbangan antar daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kajian akademik yang dilakukan para guru besar, termasuk melalui pusat-pusat studi ketenagakerjaan, merupakan kontribusi penting bagi perumusan kebijakan yang lebih adil.

Sementara itu, di bidang Hukum Tata Negara, Prof Jawade menilai gagasan yang disampaikan Prof Widayati sangat strategis, khususnya terkait kaji ulang sistem ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi.

Ia menjelaskan bahwa perubahan UUD 1945 telah menggeser kedudukan dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang sebelumnya merupakan lembaga tertinggi negara dengan kewenangan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

“Gagasan untuk menghidupkan kembali haluan negara perlu dikaji secara mendalam. Negara ini tidak dibangun untuk lima tahunan, melainkan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan pedoman pembangunan jangka panjang yang ditetapkan melalui lembaga negara,” jelasnya.

Menurut Prof Jawade, tanpa adanya haluan negara yang jelas, arah pembangunan sangat bergantung pada program presiden dan wakil presiden terpilih yang bersifat periodik.

Hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksinambungan kebijakan ketika terjadi pergantian kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa kontribusi pemikiran dari dua Guru Besar FH Unissula tersebut menjadi bagian penting dari peran akademisi dalam memberikan solusi konstitusional dan ketenagakerjaan bagi bangsa.

“Ini adalah sumbangsih nyata Fakultas Hukum Unissula melalui para guru besarnya untuk pembangunan hukum nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Dua Guru Besar Baru, FH Unissula Mantapkan Kualitas Akademik dan Riset

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali memperkuat barisan akademisi dengan bertambahnya dua Guru Besar (Profesor).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. dalam Rapat Senat Terbuka, Selasa (10/2/2026).

Dua Guru Besar yang dikukuhkan tersebut yakni Prof. Dr. Arpangi, S.H., M.H. sebagai Guru Besar bidang Hukum Ketenagakerjaan, serta Prof. Dr. Widayati, S.H., M.H. sebagai Guru Besar bidang Hukum Tata Negara.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Arpangi mengangkat tema “Keseimbangan antara Tenaga Kerja dengan Pengusaha.” Ia menegaskan bahwa penetapan upah minimum tidak serta-merta menjamin kesejahteraan buruh atau pekerja.

Menurutnya, secara riil upah minimum kerap tidak mencukupi kebutuhan hidup layak serta sering tertinggal dari laju inflasi. Di sisi lain, Prof. Arpangi menekankan bahwa pengusaha memiliki dua tanggung jawab utama, yakni memberikan upah sesuai kebutuhan riil pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan agar tetap mampu bersaing.

Ia juga menilai pemerintah perlu melakukan riset komprehensif dalam menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) agar kebijakan benar-benar mencerminkan kondisi buruh.
Selain itu, ia mendorong penerapan pengawasan ketenagakerjaan yang adaptif, dengan menjadikan sanksi pidana sebagai upaya terakhir (ultimum remedium), sehingga tidak berdampak pada penutupan usaha dan hilangnya lapangan kerja.

Pentingnya Penataan Konstitusional

Sementara itu, Prof. Widayati dalam orasi ilmiahnya menyampaikan tema “Redesain Konstitusional Kelembagaan dan Kewenangan MPR dalam Membentuk Produk Hukum tentang Haluan Negara.”

Ia menyoroti pentingnya penataan kembali sistem ketatanegaraan Indonesia agar arah pembangunan nasional lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurut Prof. Widayati, pasca perubahan UUD 1945 telah terjadi pergeseran paradigma kelembagaan negara, khususnya terkait kedudukan dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Ketiadaan haluan negara, lanjutnya, menyebabkan pembangunan nasional kerap tidak berkesinambungan dan menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan jangka panjang.
Ia juga menyinggung banyaknya proyek pembangunan yang mangkrak akibat pergantian kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun daerah, serta masih berlakunya sejumlah Ketetapan MPR yang tidak dapat diuji, diubah, maupun dicabut.

Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan mekanisme hukum yang lebih jelas agar pembangunan nasional tetap terarah sesuai tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. menegaskan bahwa Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan.

Ia berpesan agar ilmu dan keahlian yang dimiliki para profesor tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan Unissula, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Hadir juga dalam kesempatan ini Dekan FH Unissula Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H, Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz dan jajaran dosen

Categories
Headline Kampus Nasional News

Yogi Oktopianto Raih Gelar Doktor Teknik dari PDTS Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula, Yogi Oktopianto ST MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Senin (9/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul pengembanagn model prediksi penilaian kondisi perkerasan jalan menggunakan saraf tiruan.

Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Ir Soedarsono MSi dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT dan Prof Dr Ir Bambang Haryadi MSc.

Menurut Yogi evaluasi jaringan jalan perlu dilakukan secara berkala untuk membantu memilih penanganan prioritas yang paling efisien dalam pemeliharaan jalan. Surface Distress Index (SDI) merupakan metode penilaian kondisi permukaan perkerasan jalan dengan pengamatan visual dan dipakai sebagai acuan dalam program pemeliharaan jalan raya yang digunakan di Indonesia.

Perhitungan SDI bergantung pada pengumpulan data lapangan melalui inspeksi visual. Data yang terkumpul diproses untuk memperkirakan nilai SDI, yang merupakan proses panjang dibutuhkan waktu relatif lama, ketelitian dan membutuhkan pengalaman teknis. Oleh karena itu diperlukan suatu model yang adaptif dengan tujuan memudahkan untuk mengevaluasi jalan dengan menggunakan metode SDI tanpa harus perhitungan panjang dan membaca tabel pembobotan yang jumlahnya cukup banyak melalui model prediksi.

Penelitiannya bertujuan untuk membuat model prediksi Surface Distress Index (SDI) menggunakan Artificial Neural Network (ANN). Metode yang digunakan dalam penelitian ini Artificial Neural Network (ANN) merupakan jenis teknologi yang digolongkan sebagai Artificial Intelligence (AI).

Penelitiannya menghasilkan dua model paling optimal yang meliputi model original dengan konfigurasi neuron 4-4 memiliki nilai R-squared sebesar 0,95. Mean Absolute Error (MAE) bernilai 0.02 dan Root Mean Square Error (RMSE) dengan nilai 0.05. Model pengembangan dengan konfigurasi neuron 6-5 memiliki nilai R-squared sebesar 0,99. Mean Absolute Error (MAE) menghasilkan nilai 0.01 dan Root Mean Square Error (RMSE) dengan nilai 0.03. Model prediksi Surface Distress Index (SDI) menggunakan jaringan saraf tiruan atau Artificial Neural Network (ANN) yang dikembangkan memiliki kinerja prediktif yang sangat kuat dengan tingkat presisi dan keandalan yang tinggi.

Yogi Oktopianto ST MT berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,86 dalam masa studi 3 tahun. Tercatat sebagai lulusan ke 55 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa PDTS Unissula Raih IPK 4,00 dan Lulus Lebih Cepat

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Unissula, Ir Joko Sutrisno ST MT  mengadakan ujian terbuka doktor pada Senin (9/2/2026). Ia berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul model bangkitan perjalanan di rest area jalan tol studi kasus: rest area Batang – Surakarta.

Menurutnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang pada tahun 2023 telah melampaui separuh jumlah penduduk nasional berdampak langsung terhadap peningkatan intensitas lalu lintas jalan tol, khususnya di koridor Trans-Jawa sebagai tulang punggung sistem transportasi nasional. Kondisi ini menjadi semakin kritis pada periode arus mudik dan balik Lebaran, terlebih ketika volume kendaraan meningkat hingga sekitar 38% dibandingkan kondisi normal, sehingga memicu kepadatan ekstrem dan penumpukan kendaraan di rest area.

Penumpukan tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga menurunkan efisiensi operasional dan kenyamanan pengguna jalan akibat keterbatasan kapasitas parkir, antrean pengisian bahan bakar, dan durasi singgah yang tidak terkendali. Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki standar baku bangkitan perjalanan untuk rest area jalan tol. Regulasi yang berlaku masih mengklasifikasikan rest area sebagai pusat kegiatan berbasis luas lahan, sementara pedoman internasional seperti ITE TGM dan MTGM menggunakan variabel seperti gross floor area (GFA), thousand square feet (TSF), dan jumlah pompa bahan bakar.

Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis GFA dan TSF sering menghasilkan estimasi berlebih dan kurang merepresentasikan karakteristik lalu lintas di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan model empiris berbasis data primer yang mempertimbangkan faktor musiman dan perilaku pengguna jalan tol.

Tujuan penelitiannya mengembangkan model prediktif bangkitan perjalanan dan durasi singgah pengunjung rest area dengan memanfaatkan data primer dari delapan lokasi aktif di koridor Trans-Jawa. Hasil penelitiannya menunjukkan perbedaan signifikan model bangkitan dan pola distribusi kedatangan kendaraan antara periode puncak dan normal. Periode Lebaran model dipengaruhi oleh ketersediaan SPBU bersubsidi dan kapasitas nozel pompa, sedangkan non-Lebaran dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas standar.

Pola distribusi arus puncak mengikuti log normal sementara pada arus normal lebih stabil mengikuti uniform. Model ini diharapkan menjadi dasar awal penyusunan standar nasional trip generation rest area serta perumusan kebijakan mitigasi kemacetan musiman di jalan tol Trans-Jawa.

Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Ir Alfa Narendra ST MT dan Prof Dr Ir Henny Pratisi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT dan Prof Dr Ir Bambang Haryadi MSc.

Joko Sutrisno berhasil lulus dengan IPK 4,0 dalam masa studi 2 tahun 7 bulan. Tercatat sebagai lulusan ke 54 di PDTS Fakultas Teknik Unisula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Rektor Unissula Lantik 11 Pejabat Struktural Baru, Tekankan Kepemimpinan Amanah

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Dr. Gunarto, SH, MH, melantik 11 pejabat struktural baru di lingkungan Unissula, Senin (9/2/2026).

Dalam sambutannya, Prof Gunarto menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan sosok terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat dan persaingan secara adil.

Oleh karena itu, ia berharap amanah jabatan yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Para pejabat yang dilantik telah mengucapkan sumpah jabatan. Dalam Al-Qur’an, amanah adalah hal yang sangat berat. Maka jabatan ini harus dijalankan sebaik-baiknya, menjadi pemimpin yang amanah, sukses, berhasil, serta menjadi kebanggaan fakultas, universitas, dan keluarga,” ujarnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin besar, terutama persaingan dengan perguruan tinggi lain.

Dengan jumlah program studi yang banyak, para pejabat diminta mampu mengelola institusi secara profesional sekaligus menjaga identitas Unissula sebagai Islamic University.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan Unissula sebagai universitas peradaban yang baru, memuliakan fakultas, universitas, dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA),” tambahnya.

Sementara itu, Ketua YBWSA Unissula, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, SH, MH, menyampaikan bahwa para pejabat yang dilantik adalah orang-orang pilihan yang harus memiliki paradigma dan mindset besar.

“Jangan berbicara hal-hal kecil, tetapi pikirkan hal-hal besar. Unissula adalah universitas besar, universitas tertua di Jawa Tengah, berada di kota yang hebat. Tugas saudara semua adalah membesarkan Unissula dan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung. Kami suport untuk kemajuan bersama,” tegasnya.

Adapun pejabat struktural yang dilantik adalah sebagai berikut:

1 Dr. Achmad Arifulloh, S.H., M.H sebagai Wakil Rektor III Unissula menggantikan Muhammad Qomaruddin, S.T. M.Sc Ph.D yang telah habis masa jabatannya.

2 Dr. dr. Eko Setiawan, Sp.B Dekan Fakultas Kedokteran.

3 Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H. Dekan Fakultas Hukum.

4 Prof. Dr. Heru Sulistyo, M.Si sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

5 Dr. Agus Irfan, SHI., MPI sebagai Dekan Fakultas Agama Islam.

6 H. Muhammad Qomaruddin, ST., M.Sc., Ph.D sebagsi Dekan Fakultas Teknologi Industri.

7 Dr. dr. Joko Wahyu Wibowo, M.Kes sebagai Ketua Prodi Magister Ilmu Biomedik.

8 Dr. apt. Naniek Widyaningrum, M.Sc. sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi.

9 Dr. dr. Chodidjah, M.Kes sebsgai Sekretaris Prodi Magister Ilmu Biomedik.

10 Provita Wijayanti, SE, M.Si, Ph.D, Ak, CA, IFP sebagai Kepala LP3M.

11 Arief Widyasasmito, ST sebagai Kepala Bagian Infrastruktur & Multimedia Biro Sistem Informasi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

YBWSA Lanjutkan Pembangunan Gedung Tahap III untuk Perkuat Pendidikan dan Dakwah

Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) secara resmi meluncurkan Pembangunan Gedung YBWSA Tahap 3, Senin (9/2/2026), di Kampus Unissula, Jalan Kaligawe Raya Km 4 Semarang, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Launching Pembangunan Gedung YBWSA Tahap 3 meliputi Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kost Executive, International University Program, Poliklinik Pratama Sultan Agung, serta Pos Menwa dan Security.

Ketua YBWSA Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, SH, MH mengatakan, apa yang YBWSA lakukan dalam rangka sumbangsih apa yang diamanatkan kepada YBWSA, dalam rangka menjadikan Unissula kampus yang besar, kampus berbasis Islam yang mengemuka dan mendunia.

“Kita dari YBWSA selalu memberi yang terbaik. Kami juga akan membangun fasilitas-fasilitas lainnya. Yang kurang dibenahi, sembari mempersiapkan yang lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan Gedung UKM merupakan bentuk komitmen YBWSA dalam menyediakan sarana strategis pengembangan pendidikan dan dakwah, sekaligus mendukung pembinaan mahasiswa secara holistik.

Tidak hanya di bidang akademik, gedung UKM center ini juga diharapkan mampu mewadahi pengembangan minat dan bakat, kepemimpinan, kreativitas, serta pembentukan karakter Islami mahasiswa.

Menurutnya, fasilitas yang representatif menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, SH, MH mengucapkan terimakasih dengan peresmian Gedung UKM, sebagai sarana dan prasarana yang unggul. Sehingga mampu menunjang reputasi Unissula, sebagai kampus unggul dan berkelas dunia.

“Termasuk diantaranya Unissula masuk 11 perguruan tinggi penyelenggara kemitraan beasiswa negara berkembang,” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, dengan diresmikannya gedung ini, tidak hanya membuat nyaman, namun juga membangun peradaban Islam yang menyenangkan, kebanggaan mahasiswa dan memperkuat ekosistem kemahasiswaan di Unissula.

Ia menyebut gedung tersebut sebagai ruang strategis bagi pengembangan kreativitas, prestasi, serta penguatan soft skills mahasiswa, sekaligus sebagai media aktualisasi dakwah Islamiyah yang selaras dengan visi Unissula sebagai universitas Islam berkelas dunia.

Seluruh proyek tersebut diharapkan mampu menunjang peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan di lingkungan Sultan Agung.

Kegiatan launching ini sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara YBWSA dan Unissula dalam menghadirkan fasilitas modern yang mendukung pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz, jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dan tamu undangan dari berbagai lembaga mitra.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FH Unissula Terima Kunjungan Kerjasama dari FH Universitas Wirareja Madura

Fakultas Hukum (FH) Unissula menerima kunjungan kerjasama dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Wiraraja Madura. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekan FH Universitas Wiraraja Dr Zainuri SH MH dengan Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH.

Dr Zainuri dalam sambutannya berharap akan muncul kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan dari kerjasama ini. “Barangkali besok mau melakukan penelitian bersama, Unissula bisa bersama kami. Karena di Madura ini masih banyak lokasi yang bisa dijadikan objek penelitian maupun nanti dijadikan lokasi pengabdian,” ungkapnya, Rabu (4/2/2026).

Selain itu pihaknya juga mengharapkan adanya sesi diskusi tentang pengelolaan FH Unissula. Termasuk organisasi mahasiswa yang ada. “Kami juga menunggu kehadiran FH Unissula di FH Wiraraja untuk melakukan kegiatan. Sekaligus mudah-mudahan kehadiran kami di FH Unissula dapat belajar bagaimana kami juga bisa terakreditasi Unggul. Kami mohon kepada pak Dekan untuk bimbingannya,” ungkapnya.

Menyikapi tersebut Prof Dr Jawade menjelaskan jika sudah melakukan kerjasama maka implementasinya adalah kolaborasi dibidang pengajaran, penelitian dan publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat.

“Jika tadi Dekan FH Wiraraja mengajukan permohonan untuk kerjasama penelitian, justru itu adalah salah satu yang muncul dari adanya kolaborasi ini. Baik kolaborasi antar dosen, maupun dosen dengan mahasiswa. Termasuk adanya kegiatan kuliah bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Jawade menjelaskan termasuk apabila menginginkan Dosen FH Unissula memberi kuliah di FH Wiraraja Madura.

“FH Unissula saat ini telah terakreditasi Unggul dan terakreditasi internasional. Selanjutnya kami juga akan menyelenggarakan akreditasi internasional dari negara lain yang direkomendasikan pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Acara kunjungan dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh beberapa narasumber. Diantaranya Dr H D Djunaedi SH Sp N, Dr Taufan Fajar Riyanto SH MKn, dan juga Dr Moh Zainudin SH SHI MHum.

Ketiga narasumber tersebut menyampaikan tentang Etika profesi hukum dalam rangka menumbuhkan integritas, profesionalitas dan tanggungjawab moral sebagai calon praktisi hukum.