Categories
Headline

Kupas Strategi Pendidikan Islam Sultan Buton ke-29, Kabid LPKA Unissula Raih Gelar Doktor

Kiprah sumber daya manusia Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menorehkan prestasi akademik. Kepala Bidang Penalaran dan Penelitian Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula, M Said Hidayatullah SPd SHum MPd, berhasil meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan IPK 3,98.

Gelar doktor tersebut diraih setelah Said mempertahankan disertasinya berjudul Spiritual Values in Bula Malino: Reconstructing an Indigenous Paradigm for Contemporary Islamic Education dalam ujian doktor yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026).

Penelitian tersebut mengkaji pemikiran Sultan Buton ke-29, Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, melalui manuskrip Kabanti Bula Malino. Hasil penelitian tidak hanya mengungkap nilai-nilai spiritual Islam dalam manuskrip tersebut, tetapi juga merekonstruksinya menjadi paradigma pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.

Kepala LPKA Unissula, Adi Fajar Putranto SE, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Said. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kemahasiswaan di Unissula juga diperkuat oleh sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik dan komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia menilai Said merupakan salah satu kepala bidang yang memiliki dedikasi dan kinerja yang baik dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam mengembangkan penalaran dan penelitian mahasiswa.

“Beliau setiap hari aktif mendampingi dan mendorong mahasiswa untuk berkembang, khususnya dalam bidang penalaran dan penelitian. Prestasi akademik yang diraih ini tentu semakin memperkuat kapasitas beliau dalam menjalankan tugas di LPKA Unissula,” ujar Adi.

Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan sinergi antara pengembangan kapasitas akademik dengan tugas kelembagaan dalam mendampingi mahasiswa. Ia berharap prestasi Said dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Unissula untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya-karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam disertasinya, Said mengungkap nilai-nilai spiritual Islam yang terkandung dalam Kabanti Bula Malino sekaligus merekonstruksinya menjadi paradigma pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.

Penelitian tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan moral yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Fenomena kekerasan seksual dan berbagai persoalan perilaku di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa penguasaan ilmu agama belum selalu berbanding lurus dengan terbentuknya kesadaran spiritual dan integritas moral apabila nilai-nilai keimanan belum terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan Agama Islam tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan keagamaan. Yang lebih utama adalah membangun kesadaran bertuhan, pengendalian diri, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial agar nilai-nilai agama benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari,” ujar Said.

Melalui pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, penelitian tersebut menemukan bahwa Kabanti Bula Malino karya Sultan Buton ke-29 memuat prinsip-prinsip pendidikan Islam yang holistik. Nilai tersebut meliputi penguatan tauhid, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembentukan akhlak, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap alam.

Said menilai khazanah intelektual Islam Nusantara perlu dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai sumber pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian terhadap manuskrip karya ulama Nusantara, menurutnya, tidak semestinya berhenti pada dokumentasi dan pelestarian naskah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber rekonstruksi konsep dan strategi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi ilmiah utama. Pertama, merekonstruksi nilai-nilai spiritual Islam dari Kabanti Bula Malino menjadi paradigma pendidikan Islam yang kontekstual. Kedua, menawarkan kerangka konseptual penyusunan learning outcomes Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan kompetensi akademik, spiritualitas, dan akhlak sebagai capaian pembelajaran yang utuh. Ketiga, memperluas pemahaman bahwa pengembangan strategi pendidikan Islam masa depan dapat dibangun melalui revitalisasi khazanah intelektual Islam Nusantara.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, pengembang kurikulum, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.

Sidang doktor Said dipromotori oleh Prof KH Mudzakkir Ali MA. Tim penguji Prof Dr Fatah Syukur MAg dari UIN Walisongo, Prof Dr Mahmutarom HR SH MH, Dr Iman Fadhilah SHI MSI, Dr Ghufron Hamzah SThI MSI, Dr Ifada Retno Ekaningrum MAg, dan Dr Sari Hernawati MPd.

Dengan capaian tersebut, M Said Hidayatullah semakin memperkuat kapasitas akademiknya sekaligus pengabdiannya dalam mendampingi mahasiswa Unissula. Prestasi ini diharapkan semakin mendorong lahirnya budaya akademik yang kuat, produktif, dan berorientasi pada peningkatan prestasi mahasiswa di lingkungan Unissula.

Categories
Uncategorized

KH Saefudin Ajak Santri Mahasiswa Unissula Amalkan Ilmu Berbakti kepada Orang Tua

Mahasiswa harus mengamalkan ilmu yang diperoleh selama belajar. Ilmu tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan KH Saefudin dari Pondok Pesantren Al Mahfudoh Hasan Anwar Grobogan dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Sultan Agung (Pesanmasa) Gelombang V Unissula. Kegiatan berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Unissula, Kamis (20/8/2026).

Khutbah Wada’ menjadi penanda berakhirnya Pesanmasa Gelombang V yang telah berlangsung selama dua bulan. Program tersebut diikuti mahasantri dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom).

Selama mengikuti program, para mahasantri mendapatkan pembinaan keislaman dan pembiasaan ibadah. Mereka juga mendapatkan penguatan karakter, khususnya dalam membudayakan birrul walidain.

Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Islam (LKPI) Unissula Moh Farhan SPdI SHum MPdI mengatakan program Pesanmasa Gelombang V berjalan dengan baik. Menurutnya, program tersebut berhasil mencapai tujuan pembinaan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, perjuangan para mahasantri selama dua bulan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Ia menjelaskan, Pesanmasa memiliki tiga fokus utama, yaitu penguatan keilmuan keislaman, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter birrul walidain.

“Birrul walidain menjadi salah satu program unggulan Unissula,” jelasnya. Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diamalkan para mahasantri setelah menyelesaikan program.

Sementara itu, KH Saefudin menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu harus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.

“Ilmu yang didapatkan jangan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diamalkan,” tuturnya. Ia juga mengingatkan para mahasantri agar tetap menjaga ibadah setelah menyelesaikan program Pesanmasa.

KH Saefudin juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, budaya birrul walidain harus terus dijaga karena ridha orang tua menjadi bagian penting dalam meraih keberkahan dan kesuksesan.

“Dengan kita melaksanakan budaya birrul walidain dalam amalan kita, kita berharap mendapatkan ridha Allah,” katanya. Ia menambahkan, ridha Allah dan ridha orang tua menjadi jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

“Ketika Allah ridha dan orang tua juga ridha, insyaallah akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam tausiyah yang disampaikan kepada para mahasantri.

Dalam tausiyahnya, KH Saefudin juga membahas angka 17-8-45 yang dikenal sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Ia mengaitkan angka tersebut dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana pernah disampaikan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

Angka 17 dikaitkan dengan 17 rakaat salat wajib dalam sehari. Angka 8 dikaitkan dengan delapan pintu surga, sedangkan angka 45 dikaitkan dengan jumlah syahadat yang diucapkan dalam rangkaian salat lima waktu.

Pemaknaan tersebut menjadi salah satu cara melihat momentum kemerdekaan Indonesia dari perspektif nilai-nilai keislaman. Hal itu sekaligus menjadi refleksi bagi para mahasantri untuk terus menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

KH Saefudin berpesan agar para mahasantri menjaga tiga hal setelah menyelesaikan program. Ketiganya adalah ilmu, ibadah, dan birrul walidain. “Terus jaga ibadah dan budaya birrul walidain,” pesannya. Ia berharap nilai-nilai tersebut tetap menjadi bagian dari kehidupan para mahasantri setelah kembali ke lingkungan masing-masing. “Dengan berbakti kepada orang tua, kita berusaha mendapatkan ridha mereka. Dari ridha orang tua itulah insyaallah menjadi jalan mendapatkan ridha Allah,” pungkasnya.

Kegiatan Khutbah Wada’ tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam Dr H Samsudin SAg MAg. Hadir pula Sekretaris Fakultas Ilmu Komunikasi Fikri Shofin Mubarok SE MIKom.

Turut hadir Sekretaris LKPI Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM dan Kepala Bidang BudAI Mustain SPdI MPdI. Hadir pula Kepala Bidang Qur’an Learning Center Dr Sugeng Hariyadi Lc MA, Kepala Bidang Pemakmuran Masjid Ali Mustofa, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn serta Kepala Kemahasiswaan Ady Fajar Putranto SE.

Categories
Headline

Mahasiswa FTI Unissula Kembangkan Robot Pelayan Restoran Berbasis AI

Inovasi robotika dan kecerdasan buatan terus dikembangkan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Salah satunya dilakukan Muhammad Ridwan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula.

Mahasiswa angkatan 2022 dengan NIM 32602200104 tersebut mengembangkan robot pelayan restoran yang mampu mengantar makanan secara mandiri. Inovasi ini menjadi bagian dari Tugas Akhir berjudul “Sistem Navigasi Cerdas Dan Deteksi Objek Real-time Pada Robot Pelayan Restoran Berbasis Nav2 Dan YOLOv11.”

Dalam pengembangannya, Ridwan memadukan teknologi Nav2 pada ROS 2 dengan YOLOv11. Nav2 digunakan sebagai sistem navigasi otonom yang memungkinkan robot melakukan pemetaan area, menentukan rute, serta menghindari berbagai rintangan secara dinamis.

Sementara itu, YOLOv11 digunakan untuk mendukung kemampuan computer vision. Teknologi ini memungkinkan robot mendeteksi objek dan manusia secara real-time selama beroperasi di lingkungan restoran.

Dengan integrasi kedua teknologi tersebut, robot dirancang mampu bergerak secara mandiri dari satu lokasi ke lokasi lain. Robot dapat mengantar pesanan menuju meja pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Dosen pembimbing Tugas Akhir, Ghufron M.Kom, mengatakan penelitian tersebut memadukan konsep teknologi robotika dengan kebutuhan nyata industri.

“Riset ini memadukan konsep teoritis dengan kebutuhan riil industri. Integrasi Nav2 dan YOLOv11 diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan service robot di Indonesia,” ungkap Ghufron, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pengembangan robot pelayan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan.

Inovasi Muhammad Ridwan diharapkan dapat menjadi solusi teknologi bagi industri kuliner. Kehadiran robot pelayan berbasis kecerdasan buatan juga membuka peluang pengembangan layanan restoran yang semakin otomatis, efisien, dan modern.

Categories
Uncategorized

Kembangkan Model Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Jalan Tol Berbasis Spasial Temporal, Suprapto Hadi Raih Gelar Doktor di PDTS Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Unissula, Suprapto Hadi SPd MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Sabtu (15/8/2026).  Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul pengembangan model penentuan lokasi rawan kecelakaan jalan tol dengan integrasi spasial temporal.

Ia mengembangkan model untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan (LRK) dengan mengintegrasikan aspek spasial dan temporal. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan identifikasi lokasi rawan kecelakaan yang lebih akurat serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan keselamatan jalan tol.

Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Tol Semarang–Solo yang dikelola PT Trans Marga Jateng. Ruas yang menjadi lokasi penelitian berada pada KM 419+200 hingga KM 492+400 dengan total panjang 72,64 kilometer yang terbagi dalam lima segmen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan di Jalan Tol Semarang Solo memiliki karakteristik yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecelakaan lebih banyak terjadi pada malam hari, yakni sebesar 55,3% di Jalur A dan 60,82% di Jalur B. Sementara itu, faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan, mencapai 83% di Jalur A dan 76% di Jalur B.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT,  Suprapto menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya melihat lokasi kejadian, tetapi juga mempertimbangkan waktu terjadinya kecelakaan. Karena itu, model yang dikembangkan menggabungkan metode Equivalent Accident Number (EAN)–Upper Control Limit (UCL) dengan pendekatan spasial menggunakan Geographic Information System (GIS) serta pendekatan temporal melalui pembagian periode siang dan malam.

Kebaruan penelitian terletak pada integrasi ketiga pendekatan tersebut dalam menentukan lokasi rawan kecelakaan. Model tidak hanya mengidentifikasi blackspot berdasarkan akumulasi kecelakaan, tetapi juga mempertimbangkan pola ruang dan waktu sehingga karakteristik kerawanan dapat dipetakan secara lebih spesifik.

Model yang dikembangkan kemudian diimplementasikan menggunakan data kecelakaan periode 2020–2024 pada ruas Tol Semarang–Solo. Hasilnya diwujudkan dalam platform WebGIS titikrawan.web.id yang dilengkapi validasi data, kalkulasi otomatis EAN/UCL, serta pemetaan lokasi rawan berdasarkan periode siang dan malam.

Temuan tersebut memberikan dasar bagi pengelola jalan tol untuk melakukan penanganan keselamatan secara lebih terarah. Identifikasi lokasi rawan berdasarkan karakteristik ruang dan waktu dapat membantu menentukan prioritas intervensi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam rekomendasinya, Suprapto mendorong pengelola jalan tol untuk mengintegrasikan aplikasi titikrawan.web.id ke dalam sistem manajemen operasional harian. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan real-time.

Sementara bagi regulator dan pembuat kebijakan, penelitian ini merekomendasikan agar pendekatan temporal menjadi komponen dalam pedoman penentuan lokasi rawan kecelakaan, sekaligus mendorong penggunaan GIS dalam proses pemetaan LRK.

Dalam ujian terbuka tersebut, Suprapto Hadi didampingi Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA sebagai Promotor dan Dr Ir Kartono Wibowo MM MT IPM sebagai Ko-Promotor.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan jalan tol membutuhkan pendekatan yang semakin presisi. Integrasi data kecelakaan, analisis spasial, dan pola waktu menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan pemetaan lokasi rawan kecelakaan yang lebih informatif dan mendukung upaya pencegahan kecelakaan secara berkelanjutan.

Suprapto Hadi berhasil lulus dalam ujian terbuka tersebut. Ia berhak memperoleh gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 65 dengan IPK 3.81.

Categories
Headline

Kembangkan Inovasi Model Prediksi Kecelakaan untuk Mewujudkan Jalan Lebih Aman, Bambang Istiyanto Raih Gelar Doktor di Program Doktor Teknik Sipil Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Unissula, Ir Bambang Istiyanto SSiT MT IPU mengembangkan model evaluasi keberhasilan program keselamatan jalan perkotaan berbasis Safety Performance Function (SPF) dan Crash Modification Factor (CMF) dengan pendekatan System Dynamics.

Ia mempresentasikan model yang dibuatnya dalam sidang terbuka disertasi di PDTS FT Unissula pada Sabtu (15/8/2026). Penelitiannya ini dipromotori Prof Ir H Pratikso MST PhD dan ko-promotor Ir Rachmat Mudiyono MT PhD.

Penelitiannya dilatarbelakangi tingginya persoalan keselamatan jalan. Data yang dipaparkan dalam penelitian menyebutkan sekitar 90 persen dari 1,19 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tingkat nasional, kecelakaan lalu lintas mencapai 139.258 kejadian per tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT Bambang Istiyanto memaparkan penelitiannya. Menurutnya metode SPF memiliki keterbatasan karena lebih bergantung pada data historis. Metode ini juga belum mampu menghitung perubahan pola kecelakaan ketika terdapat intervensi baru. Sementara itu, CMF belum sepenuhnya mampu memperhitungkan interaksi berbagai intervensi keselamatan secara dinamis.

Karena itu, penelitian mengintegrasikan SPF dan CMF ke dalam pendekatan System Dynamics. Pendekatan ini digunakan untuk membangun model yang dapat mensimulasikan prediksi kecelakaan sekaligus mengevaluasi dampak berbagai skenario kebijakan keselamatan jalan.

Penelitian dilakukan pada empat ruas jalan nasional yang teridentifikasi sebagai black spot di Kota Tegal. Keempatnya yaitu Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Martoloyo. Total panjang ruas yang diteliti mencapai 5,36 kilometer.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik risiko yang berbeda pada setiap ruas. Martoloyo memiliki frekuensi kecelakaan tinggi yang berkaitan dengan volume lalu lintas. Kapten Piere Tendean memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dipengaruhi karakteristik geometrik jalan. Sementara Yos Sudarso dan Jalingkut menunjukkan pola kecelakaan yang lebih acak atau mengalami overdispersi.

Hasil SPF menunjukkan Martoloyo memiliki tingkat kecelakaan tertinggi. Nilainya meningkat dari 11,45 menjadi 14,06 kecelakaan per tahun. Jalingkut menunjukkan pertumbuhan paling cepat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 4,72 persen per tahun. Sementara Yos Sudarso memiliki tingkat kecelakaan terendah.

Dari sisi CMF, Kapten Piere Tendean memiliki nilai CMFcomb tertinggi dengan rata-rata 2,246. Artinya, tingkat risiko kecelakaan pada ruas tersebut sekitar 2,24 kali lebih tinggi dibandingkan baseline HSM. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi karakteristik geometrik jalan dan tikungan.

Model kemudian digunakan untuk melakukan simulasi hingga 2030. Hasilnya menunjukkan jumlah kecelakaan jaringan diproyeksikan meningkat dari 27,21 kecelakaan per tahun pada 2020 menjadi 33,46 pada 2025 dan 40,29 pada 2030. Kenaikan kumulatif mencapai 48,1 persen.

Penelitian juga menguji tiga skenario kebijakan keselamatan. Skenario pertama berupa peningkatan minimal 10 persen pada program keselamatan. Skenario kedua menggunakan kombinasi peningkatan program pada tingkat menengah. Sementara skenario ketiga mengadopsi Safe System Approach dengan peningkatan pembatasan kecepatan yang lebih agresif hingga 30 persen.

Simulasi menunjukkan kebijakan keselamatan mampu menurunkan kecelakaan sebesar 15–26 persen antar ruas. Semakin tinggi intensitas intervensi, semakin besar potensi reduksi kecelakaan.

Model yang dikembangkan juga dinyatakan valid. Hasil validasi menunjukkan MAPE untuk SPF sebesar 0,01 persen, CMFcomb 4,75 persen dan hasil prediksi 2,59 persen. Seluruhnya berada di bawah 10 persen. Nilai Theil’s U sebesar 0,015 dengan Uncertainty Coefficient 95,9 persen menunjukkan model layak digunakan sebagai instrumen simulasi kebijakan.

Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi SPF dan CMF ke dalam System Dynamics berhasil menghasilkan model yang dapat digunakan untuk memprediksi kecelakaan dan mengevaluasi dampak perubahan kebijakan keselamatan jalan.

Model tersebut juga dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang adaptif. Penggunaannya dapat dilakukan dengan pembaruan data secara berkala. Penelitian merekomendasikan perluasan wilayah kajian, integrasi analisis persimpangan, penambahan variabel adaptasi perilaku serta pengembangan metode re-weighting CMF yang lebih sesuai dengan karakteristik jalan di Indonesia.

Penelitian ini memperkuat pemanfaatan pendekatan berbasis data dan pemodelan dinamis dalam perencanaan keselamatan jalan. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan keselamatan transportasi yang lebih terukur, adaptif dan berbasis bukti.

Ia berhasil lulus dalam ujian terbuka doktor, dan berhasil menyandang gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 64 di Program Doktor Teknik Sipil Unissula. Menempuh studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3.95.

Categories
Uncategorized

Para Mahasiswa Internasional Dari Malaysia, Mesir, dan Yordania Meriahkan Peringatan HUT ke 81 di FH Unissula

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lingkungan FH Unissula, Senin (17/8/2026).

Kegiatan diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mahasiswa internasional juga turut ambil bagian. Mereka berasal dari Malaysia, Mesir, dan Yordania.

Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Seluruh sivitas akademika diajak berbaur tanpa sekat struktural. “Tidak bicara struktural, tetapi bicara bersama. Kita semua sama,” ujarnya.

Beragam lomba digelar dalam konsep festival. Peserta bebas memilih lomba yang diminati. Di antaranya lomba memindahkan belut ke dalam botol, memancing kerupuk, estafet gelas menggunakan balon, estafet sarung, dan memecahkan balon.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat suasana internasional di FH Unissula. Fakultas tengah menyiapkan program student mobility ke Malaysia dan Thailand.

Program tersebut mencakup kegiatan dua minggu di Thammasat University Thailand. Kemudian satu bulan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Serta program satu semester di Multimedia University (MMU) Malaysia.

Ketua panitia peringatan HUT RI di Fakultas Hukum Unissula, Dr Muhammad Taufiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Categories
Headline

Unissula Peringati HUT RI  ke 81, Perguruan Tinggi Didorong Jadi Kekuatan Utama Pembangunan Bangsa

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui upacara bendera di Sport Center Kampus Unissula, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, para wakil rektor, pimpinan fakultas, pimpinan biro, Lembaga, unit, serta dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH yang tampil sebagai pembina upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Dalam amanatnya disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meneruskan cita-cita kemerdekaan menuju Indonesia yang berdaulat, maju, adil, makmur dan disegani dunia. Sivitas akademika diharapkan terus memberikan kontribusi melalui pendidikan, riset, inovasi, teknologi dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan bangsa. Kampus harus hadir dengan pemikiran yang jernih, kritik yang membangun, talenta unggul serta riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Riset juga didorong agar tidak berhenti pada laporan dan publikasi, tetapi berkembang menjadi prototipe, paten, produk dan solusi yang memberikan manfaat nyata.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, BUMN, pemerintah daerah, lembaga riset dan masyarakat. Persatuan dan kolaborasi dinilai menjadi kekuatan penting untuk membangun kemandirian bangsa, menguasai sains dan teknologi, serta melahirkan industri dan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 RI di Unissula ditutup dengan suasana kebersamaan seluruh sivitas akademika. Setelah upacara, peserta mengikuti sarapan pagi bersama dengan menu soto. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat kemerdekaan melalui kerja keras, karya nyata, persatuan dan kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan Indonesia.

Categories
Uncategorized

FK Unissula Sumpah 40 Dokter Baru, Perkuat Langkah Menuju Standar Pendidikan Internasional

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) kembali menggelar Sumpah Dokter ke-136 pada Sabtu (15/8/2026). Sebanyak 40 dokter baru mengikuti prosesi sumpah dokter yang berlangsung di lingkungan FK Unissula.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan selamat kepada 40 dokter baru dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan para dokter menyelesaikan pendidikan tidak lepas dari peran dan perjuangan orang tua.

“Orang tua telah mendidik dan membesarkan anak-anaknya hingga mampu menjadi dokter. Karena itu, hari ini bukan hanya kebahagiaan bagi para dokter baru, tetapi juga kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang tua,” ungkapnya.

Rektor juga memberikan apresiasi kepada FK Unissula yang terus berupaya membangun tata kelola fakultas dengan baik. Tata kelola tersebut dinilai penting karena memungkinkan FK Unissula menjalankan proses pendidikan hingga pelaksanaan sumpah dokter secara konsisten.

Ia juga mengapresiasi capaian akademik FK Unissula. Menurutnya, capaian nilai pendidikan kedokteran FK Unissula menunjukkan hasil yang baik dibandingkan sejumlah fakultas kedokteran lainnya. Demikian pula dengan hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter yang secara konsisten memperoleh predikat baik dengan capaian hingga sekitar 80 persen.

“Ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan. Jangan cepat puas dengan capaian yang sudah ada,” pesannya.

Prof Dr Gunarto juga mendorong para dokter baru untuk terus mengembangkan keilmuan. Pendidikan kedokteran, menurutnya, tidak berhenti setelah memperoleh gelar dokter.

“Lanjutkan jenjang keilmuan. Bisa melalui pendidikan maupun pendidikan spesialis. Terus belajar karena ilmu kedokteran terus berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa Unissula saat ini sedang menjalankan proses akreditasi internasional melalui  ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). ACQUIN adalah lembaga akreditasi penjaminan mutu independen asal Jerman yang berdiri sejak 2001. 

Akreditasi internasional akan dilakukan untuk program S1, S2, dan S3. Ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan predikat terbaik sehingga pada tahun-tahun mendatang FK Unissula semakin memiliki standar pendidikan berkelas internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan tantangan dunia kesehatan Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi belum sepenuhnya diimbangi dengan pertumbuhan jumlah dokter. Persoalan lain adalah distribusi dokter yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa.

Karena itu, ia mengajak para dokter baru untuk tidak hanya berorientasi mengabdi di Jawa.

“Saya mengajak para orang tua dan para dokter baru untuk berjuang di luar Jawa. Masih banyak masyarakat di Sumatra, Kalimantan dan wilayah lainnya yang membutuhkan tenaga dokter,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran dokter di berbagai wilayah Indonesia merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk menjawab persoalan pemerataan pelayanan kesehatan nasional.

Ia pun mendoakan agar para dokter baru senantiasa menjadi pribadi yang beriman, berbuat baik kepada orang tua, masyarakat dan bangsa. Dengan bekal tersebut, para dokter diharapkan mendapatkan keberkahan dan kelimpahan rezeki dalam menjalankan profesinya.

“Jangan pernah berhenti berbuat baik. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Dekan FK Unissula Dr dr Eko Setiawan Sp(B) mengatakan pelaksanaan sumpah dokter merupakan momentum penting bagi para dokter baru untuk memulai perjalanan profesionalnya.

Ia mengungkapkan, FK Unissula terus mendapatkan dorongan dari Rektor agar tidak berada di zona nyaman. Dorongan tersebut menjadi energi bagi fakultas untuk terus menghadirkan berbagai pengembangan baru.

“Bapak Rektor selalu mendorong FK Unissula agar tidak berada di zona nyaman. Karena itu, FK Unissula harus selalu memiliki sesuatu yang baru dan terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, FK Unissula saat ini juga terus mengembangkan pendidikan dokter spesialis. Pendidikan spesialis penyakit dalam telah tersedia dan akan terus dikembangkan dengan penambahan program spesialis lainnya, termasuk bedah.

Selain itu, Unissula juga telah memiliki International Unit Program sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan jejaring internasional.

“Harapan kami ke depan FK Unissula menjadi semakin baik dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Zulfachmi Wahab SpKHOM-FINASIM menyampaikan selamat kepada 40 dokter baru serta FK Unissula yang telah melaksanakan Sumpah Dokter ke-136.

Ia menegaskan bahwa pendidikan kedokteran bukanlah pendidikan yang bersifat eksklusif. Siapa pun memiliki kesempatan untuk menjadi dokter selama memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar.

“Pendidikan dokter bukan sesuatu yang elit. Pendidikan kedokteran terbuka untuk semua kalangan. Tidak harus orang tuanya dokter terlebih dahulu untuk menjadi seorang dokter,” katanya.

Menurutnya, sumpah dokter bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, sumpah tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berpesan agar para dokter baru terus belajar dan menjadi dokter yang kompeten. Selain kompetensi, integritas, etika dan moral harus selalu dijunjung tinggi.

“Jadilah dokter yang kompeten dan terus belajar. Jadilah dokter yang berintegritas. Etika dan moral harus dijunjung tinggi. Jangan pernah kehilangan empati,” pesannya.

Ia juga meminta para dokter baru untuk siap mengabdi di mana saja. Para dokter diharapkan menjadi bagian dari transformasi kesehatan nasional dan mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kasih sayang, kebersamaan dan kesetiakawanan. Hubungan yang baik perlu dibangun dengan sesama sejawat, almamater dan masyarakat.

Kepada FK Unissula, ia mendorong agar pendidikan kedokteran terus dikembangkan dengan memperkuat keseimbangan antara pendidikan berbasis rumah sakit dan pendidikan berbasis universitas.

“Fakultas kedokteran harus berbasis kompetensi agar lulusannya benar-benar siap bekerja,” jelasnya.

Ia juga mendorong FK Unissula untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan pasien serta menerapkan pembelajaran berkelanjutan. Pengembangan ilmu juga perlu disertai dengan penguatan kolaborasi antarprofesi.

Menurutnya, interprofessional education menjadi penting agar mahasiswa kedokteran terbiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan dokter, perawat serta tenaga kesehatan lainnya.

“Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan benar-benar siap pakai dan mampu bekerja dalam tim,” katanya.

Ia kemudian membagikan tiga prinsip yang dapat menjadi bekal para dokter baru dalam membangun karier. Pertama, selalu memberikan yang terbaik kepada atasan. Kedua, membangun kebersamaan dengan sesama sejawat dengan semangat together we can. Ketiga, kepada mereka yang berada di bawah atau bekerja bersama, selalu menjunjung tinggi empati.

“Kalau tiga hal ini dijalankan dengan baik, insyaallah akan menjadi bekal untuk menjadi dokter yang sukses,” pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Jalani Asesmen Lapangan, Prodi Magister Pendidikan Dasar FKIP Unissula Bidik Akreditasi Ungggul dari Lamdik

Prodi Magister Pendidikan Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) selama dua hari, (29–30/7/2026). Acara dilaksanakan di Ruang Rapat FKIP Unissula. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses akreditasi sekaligus wujud komitmen prodi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor Lamdik, yaitu Prof Dr Fauzan MA dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr Neni Mariana SPd MSc PhD dari Universitas Surabaya.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim asesor Lamdik. Menurutnya, asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi prodi untuk melakukan evaluasi sekaligus memperoleh berbagai masukan dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Unissula memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan universitas yang unggul dan berdaya saing global. Kami berharap Prodi Magister Pendidikan Dasar dapat meraih predikat Akreditasi Unggul. Namun, yang tidak kalah penting, proses asesmen ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bekal dalam melakukan penyempurnaan mutu secara berkelanjutan,” ujar Prof Gunarto.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim asesor Lamdik di Unissula dan berharap proses asesmen lapangan dapat memberikan hasil terbaik.

Sementara itu Ketua Tim Asesor Lamdik Prof Dr Fauzan MA menyampaikan bahwa budaya mutu akademik merupakan nilai, kebiasaan, dan komitmen bersama yang hidup dalam keseharian sivitas akademika untuk menjaga serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Ia menilai Unissula sebagai perguruan tinggi yang telah memiliki budaya mutu yang unggul. “Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan. Kami meyakini Unissula sebagai kampus yang mapan telah menjalankan budaya mutu dengan baik. Kehadiran kami lebih pada melakukan klarifikasi data serta konfirmasi terhadap informasi yang berkaitan dengan standar mutu yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi,” ungkapnya.

Menurutnya, asesmen lapangan merupakan bagian dari proses penjaminan mutu yang bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai penyelenggaraan prodi sekaligus menjadi ruang dialog untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan asesmen lapangan dihadiri jajaran pimpinan Unissula.  Mereka adalah Wakil Rektor I Dr. Mochamad Abdul Basir SPd MPd.  Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA. Wakil Rektor III Dr Achmad Arifulloh SH MH. Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH. Sekretaris FKIP Dr Hevy Risqi Maharani SPd MPd. Hadir pula para ketua program studi di lingkungan FKIP, kepala lembaga, kepala biro, dan kepala UPT di lingkungan Unissula.

Categories
Headline

Juara Duta Baca Kota Semarang, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Matematika Unissula Raih Hadiah Jutaan Rupiah

Dua mahasiswa Unissula mendominasi kompetisi Duta Baca Kota Semarang putra tahun 2026. M Thoriqul Huda mahasiswa  dari prodi Pendidikan Matematika meraih juara 1 dan M Mikail Faqih dari prodi Ilmu Komunikasi meriah juara 2. Mereka terpilih dalam Grand Final Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026. Kompetisi itu digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), pada Rabu (12/8/2026).

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH menyampaikan fakultasnya selalu mendorong mahasiswa sukses bukan hanya di bidang akademik tapi juga non akademik termasuk berani mengikuti berbagai kompetisi di luar kampus.  “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh M Thoriqul Huda yang menjuarai kompetisi duta baca Kota Semarang. Harapannya capaian tersebut dapat menginspirasi para generasi muda untuk berani berkompetisi, memiliki sikap yang positif dan tetap suka membaca. Karena kebiasaan membaca saat ini sudah semakin menurun dikalangan generasi muda. Padahal kebiasaan membaca buku merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan SDM suatu bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula Trimanah SSos MSi menyampaikan apresiasi atas prestasi membanggakan mahasiswanya. “Mikail Faqih adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Unissula yang rajin dan aktif di berbagai kegiatan ekstra kampus. Ia memiliki literasi yang baik. Memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Terbiasa menjadi MC di berbagai acara kampus seperti wisuda fakultas dan lainnya. Atas prestasinya yang membanggakan saya mengucapkan selamat dan terimaksih sudah membawa nama baik Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula di Kota Semarang ,” ungkap Trimanah.

Kepala UPT Perpustakaan Unissula, Erna Sunarti SPd MHum menyampaikan M Thoriqul Huda dan M Mikail Faqih merupakan duta baca Perpustakaan Unissula.  Capaian gemilang tersebut menjadi indikator positif atas efektivitas proses pembinaan dan pengembangan budaya literasi yang konsisten dijalankan oleh UPT Perpustakaan Unissula.

Hal itu membuktikan bahwa program duta baca yang diselenggarakan tidak sekadar memberikan predikat semata, melainkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Memperluas wawasan serta berpikir kritis dan menumbuhkan kepedulian nyata terhadap isu-isu literasi di tengah masyarakat.

“Perpustakaan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan koleksi dan layanan informasi. Perpustakaan hadir sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus tampil sebagai penggerak literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat,” pungkasnya.  Sebagai juara 1 putra Thoriq mendapat hadiah sebesar Rp7,5 juta. Sementara itu Mikail mendapatkan Rp 6,5 juta.