Categories
Headline

Ujian Terbuka Promosi Doktor Teknik Sipil Unissula, Muhammad Nafhan Isfahani Kembangkan Model Antisipasi dan Solusi Cost Overrun Jalan Tol

Muhammad Nafhan Isfahani ST MT mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula melaksanakan ujian terbuka promosi doktor. Ujian dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026). Tim penguji dipimpin dekan Fakultas Teknik, Dr Abdul Rochim ST MT.

Dalam ujian tersebut, Muhammad Nafhan Isfahani ST MT mempresentasikan disertasi berjudul “Model Antisipasi dan Solusi Cost Overrun Proyek Jalan Tol (Studi Kasus Jalan Tol Jabodetabek)”.

Disertasi tersebut dibimbing oleh Promotor Prof Dr Ir Antonius MT dan Ko-Promotor Dr Ir Kartono Wibowo MT. Penelitian ini mengangkat persoalan cost overrun atau pembengkakan biaya yang menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur jalan tol.

Muhammad Nafhan menjelaskan, pembangunan jalan saat ini berkembang semakin pesat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah sebagaimana dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dalam konteks tersebut, pembangunan jalan tol memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Besarnya kebutuhan pembiayaan menjadikan pengendalian biaya proyek jalan tol sebagai persoalan penting. Pada 2022, realisasi pembiayaan pembangunan jalan tol mencapai Rp794,95 triliun, yang menunjukkan besarnya investasi pada sektor jalan tol di Indonesia. Karena itu, potensi pembengkakan biaya perlu diantisipasi sejak tahap awal agar tidak mengganggu keberlanjutan proyek.

Urgensi persoalan tersebut juga diperkuat oleh penelitian Holm et al. (2004) yang menganalisis 258 proyek infrastruktur di 20 negara pada lima benua. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata cost overrun mencapai 45 persen pada proyek kereta api, 34 persen pada proyek terowongan dan jembatan, serta 30 persen pada proyek jalan raya.

Cost overrun menjadi masalah besar dalam pembangunan infrastruktur. Untuk itu diperlukan model yang mampu memberikan langkah antisipasi sekaligus solusi ketika pembengkakan biaya terjadi,” jelas Muhammad Nafhan dalam pemaparannya.

Melalui penelitian tersebut, Muhammad Nafhan merumuskan dua strategi utama, yakni strategi antisipasi dan strategi solusi. Strategi antisipasi dilakukan dengan menganalisis tren harga material sejak tahap perencanaan, menggunakan harga dasar yang diperbarui, serta memasukkan mekanisme eskalasi harga atau indexation dalam kontrak untuk mengantisipasi fluktuasi harga.

Sementara itu, strategi solusi dilakukan ketika kenaikan harga material telah terjadi. Langkah yang dapat ditempuh antara lain melakukan evaluasi ulang terhadap anggaran dan pengadaan, melakukan negosiasi dengan pemasok, mencari pemasok alternatif, serta menggunakan material alternatif yang tetap memenuhi spesifikasi teknis.

Melalui penelitian tersebut, Muhammad Nafhan berhasil menghasilkan model antisipasi dan solusi cost overrun pada proyek pembangunan jalan tol, khususnya berdasarkan studi kasus pembangunan jalan tol di kawasan Jabodetabek. Model ini diharapkan dapat menjadi instrumen bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan pengendalian biaya proyek sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Hasil penelitian ini sekaligus memperkuat kontribusi akademik Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula dalam menghasilkan riset yang tidak hanya menjawab persoalan teoritis, tetapi juga memberikan solusi praktis terhadap tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dengan keberhasilan tersebut, ujian terbuka promosi doktor Muhammad Nafhan Isfahani menjadi bagian dari upaya Unissula dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul dan menghasilkan inovasi berbasis riset untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Muhammad Nafhan Isfahani ST MT berhasil lulus dalam ujian tersebut. Ia merupakan lulusan ke 67 di PDTS Unissula.

Categories
Headline

Disertasi Muhammad Gunawan Perdana dari Program Doktor Teknik Sipil Unissula Kaji Penggunaan Nanosilika untuk Tingkatkan Kinerja Aspal Berpori

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus mendorong riset yang menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui penelitian disertasi Program Doktor Teknik Sipil Fakultas Teknik Unissula tentang penggunaan nanomaterial pada campuran aspal berpori.

Penelitian berjudul “Kajian Pengaruh Penambahan Filler Nanomaterial terhadap Volumetrik pada Campuran Aspal Berpori” dilakukan oleh Muhammad Gunawan Perdana. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Promotor Prof Ir Pratikso MST PhD dan Co-Promotor Ir Rachmat Mudiyono MT PhD.

Muhammad Gunawan Perdana mempresentasikan penelitiannya dalam ujian terbuka doktor di PDTS FT Unissula. Ujian dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) dihadapan tim penguji yang dipimpin dekan Fakultas Teknik Dr Abdul Rochim ST MT.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi meningkatnya risiko genangan air di permukaan jalan akibat perubahan iklim dan curah hujan tinggi. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan jalan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Aspal berpori menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan tersebut. Struktur gradasinya yang terbuka memungkinkan air mengalir lebih cepat dari permukaan jalan. Dengan demikian, risiko genangan dapat dikurangi.

Dalam penelitian ini digunakan aspal modifikasi PG-76, serat selulosa, serta filler nanosilika. Material agregat berasal dari kuari tambang Gunung Katunun, Kabupaten Tanah Laut. Sementara pasir silika berasal dari Desa Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Pasir silika kemudian diproses secara mekanis selama 3–6 jam. Proses tersebut menghasilkan partikel yang lebih kecil dan mendekati ukuran nanomaterial. Hasil pengujian SEM menunjukkan perubahan bentuk dan ukuran material silika setelah proses penggilingan.

Hasil penelitian menunjukkan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 5 persen. Kadar tersebut dinilai mampu memberikan keseimbangan antara daya ikat agregat, fleksibilitas, stabilitas, serta kemampuan drainase campuran aspal berpori.

Penambahan nanosilika juga memberikan pengaruh terhadap kinerja campuran. Stabilitas meningkat hingga mencapai nilai tertinggi pada kadar nanosilika 3 persen, yaitu 1.044,70 kg. Setelah melewati kadar tersebut, stabilitas kembali menurun.

Namun, penelitian menemukan bahwa kadar nanosilika 2 persen memberikan kinerja yang paling seimbang. Kadar tersebut menghasilkan stabilitas yang tinggi, Cantabro Loss yang rendah, kadar rongga sesuai spesifikasi, serta permeabilitas yang tetap baik.

Karena itu, kadar nanosilika 2 persen direkomendasikan sebagai kadar optimal dalam campuran aspal berpori. Pada kadar tersebut, campuran memenuhi spesifikasi volumetrik dengan kadar rongga 18–23 persen dan memiliki permeabilitas sebesar 0,0178 cm/det.

Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan nanosilika secara berlebihan dapat menurunkan kinerja campuran. Pada kadar 5 persen, terjadi gangguan struktur pori dan indikasi bleeding. Kondisi tersebut menyebabkan kadar rongga meningkat dan permeabilitas menurun.

Dari sisi permeabilitas, seluruh variasi filler masih memenuhi persyaratan lebih dari 0,01 cm/det. Namun, peningkatan kadar nanosilika di atas 3 persen mulai mengurangi permeabilitas karena nanosilika dapat menyumbat sebagian pori terbuka.

Penelitian ini juga menemukan bahwa karakteristik agregat menjadi faktor penting. Agregat dengan nilai Los Angeles (LA) sekitar 16–20 persen direkomendasikan untuk campuran aspal berpori. Agregat dengan ketahanan aus yang baik diperlukan untuk menjaga stabilitas dan durabilitas campuran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanosilika berpotensi meningkatkan kinerja campuran aspal berpori. Namun, penggunaannya harus dikendalikan pada kadar yang tepat. Keseimbangan antara stabilitas, kadar rongga, permeabilitas, dan durabilitas menjadi kunci dalam perancangan campuran.

Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan lapisan aspal berpori sebagai drainage layer pada permukaan jalan. Lapisan tersebut dapat membantu mengendalikan limpasan air dan mengurangi lapisan air di antara ban kendaraan dan permukaan jalan. Pemeliharaan tetap diperlukan untuk mencegah penyumbatan pori oleh debu, tanah, dan sedimen.

Melalui penelitian ini, Unissula terus memperkuat kontribusi pendidikan doktoral dalam menghasilkan inovasi teknologi yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih aman, tahan lama, dan adaptif terhadap persoalan lingkungan.

Muhammad Gunawan Perdana, lulus dalam ujian terbuka promosi doktor dan berhak menyandang gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 66. Lama studi tiga tahun. IPK 3,81.

Categories
Headline

Taj Yasin Maimoen Raih Budai Award 2026, Berikut Empat Alasan yang Mendasarinya

Unissula menganugerahkan Budai Award kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Penganugerahan diberikan dihadapan ratusan pejabat struktural Unissula di kampus Kaligawe KM 4 Semarang Senin (24/8/2026).

Dalam sambutannya Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan bahwa di tengah dunia yang sedang mengalami krisis figur kepemimpinan, Universitas Islam Sultan Agung terus berdiri tegak membawa misi sejarah yaitu membangun generasi khaira ummah.

Ia meyakini bahwa karakter unggul tidak sekedar diajarkan di dalam ruang ruang perkuliahan. Karakter juga lahir dari contoh nyata. Melalui Budaya Akademik Islami (Budai), birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua), dan takrimul aulad (memuliakan anak), Unissula tidak hanya sedang mentransfer ilmu pengetahuan. Namun juga membentuk karakter dan merawat peradaban.

Menurutnya Unissula tidak sedang membuat tradisi baru. Namun sedang melanjutkan mata rantai keteladanan yang telah dianyam oleh para tokoh besar bangsa.

Nama-nama seperti Buya Hamka, KH Zarkasi, HM Jusuf Kalla, Prof Mahfud MD, Prof Mohammad Nuh, Prof Imam Suprayogo, Dr dr Rofiq Anwar SpPA, KH Ali Mufiz MPA, Dr KH Ahmad Darodji, Prof Dr KH Abdul Djamil hingga ulama karismatik Al Maghfurlah KH Maimoen Zubair, adalah deretan nama yang telah mengukir jejak emas penerima BUDAI Award.

“Hari ini sebuah momen sejarah yang sangat indah mata rantai keteladanan itu kembali berlanjut. Mewujud secara nyata dalam gerak langkah KH Maimoen Zubair kepada sang putra KH Taj Yasin Maimoen,” ujarnya.

Mengapa Taj Yasin sangat layak menerima Budai Award? Setidaknya ada empat hal yang mendasarinya. Pertama, keteladanan birrul walidain dan takrimul aulad yang nyata. “Beliau adalah seorang putra yang sangat taat dan patuh kepada kedua orang tuanya. Beliau juga menunjukkan kepatuhan dan komitmen luar biasa dalam meneruskan perjuangan ayahandanya dalam merawat umat dan bangsa,” ungkapnya.

Hingga kini Taj yasin senantiasa memegang teguh tiga wasiat yang disampaikan ayahandanya sebelum wafat. Yaitu wasiat menjaga pesantren, menjaga negara, dan menjaga pemerintahan melalui kerja-kerja nyata.

Nilai takrimul aulad tercermin dari kebijakan beliau mengusahakan beasiswa pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri bagi para santri. Nilai takrimul aulad juga mewujud dalam mendidik dan mengajar para santrinya dengan penuh kasih sayang. 

Kedua, integrasi harmonis antara sains dan nilai nilai Islam. “Sejak kecil beliau mengecap pendidikan pesantren dan sekolah umum, lalu mengepakkan sayap intelektualnya hingga ke Universitas Bilad Al Sham, Damaskus. Beliau membuktikan bahwa pemuda muslim mampu berwawasan global tanpa kehilangan akar tradisi keislamannya,” lanjutnya.

Ketiga, kepemimpinan Muda yang Teruji. Taj Yasin menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor. Menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah di usia 31 tahun. Menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah pada usia 35 tahun.

Keempat, berkontribusi bagi masyarakat dan umat. “Karya nyata beliau hadir menyentuh akar rumput melalui percepatan sertifikasi halal untuk berbagai produk UMKM. Menginisiasi dan mengawal insentif bagi puluhan ribu guru keagamaan dan tenaga pendidik nonformal di Jawa Tengah. Menggerakkan ekonomi pesantren. Mengoptimalkan zakat ASN menjadi rumah sehat dan pemukiman layak bagi warga miskin,” terangnya.

Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa bangga, takzim, dan hormat menganugerahkan BUDAI Award 1448 H / tahun 2026 kategori tokoh pemimpin muda inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen.

“Kepada KH Taj Yasin Maimoen, kami mengucapkan selamat dan terima kasih atas segala dedikasi dan inspirasi yang telah ditularkan kepada bangsa ini, khususnya kami masyarakat Jawa Tengah. Semoga penganugerahan ini melipatgandakan keberkahan, kesehatan, serta petunjuk dari Allah SWT dalam setiap langkah pengabdian. Teruslah menjadi peneduh umat, teruslah menjadi jembatan toleransi, dan teruslah menginspirasi generasi muda Indonesia,” pungkas Prof Gunarto.

Sementara itu Taj Yasin menegaskan bahwa penghargaan BUDAI Award bukan sekadar capaian pribadi. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil sinergi dan dukungan banyak pihak. “Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” ujar Taj Yasin saat menerima penghargaan di Kampus Unissula.

Taj Yasin juga menyampaikan terima kasih kepada Unissula. Ia menilai Unissula konsisten memberikan apresiasi kepada tokoh yang menghadirkan keteladanan bagi masyarakat.

Menurutnya, BUDAI Award menjadi pengingat untuk terus melanjutkan pembangunan masyarakat dan keagamaan di Jawa Tengah. Fondasi tersebut, kata dia, telah diletakkan oleh para tokoh terdahulu.

Taj Yasin juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Keduanya perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan intelektual.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai rahmatam lil alamin  juga harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan bersama.

Prinsip tersebut, lanjutnya, penting untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan semua lapisan masyarakat. Tidak boleh ada kelompok yang merasa ditinggalkan. “Rahmatan lil alamin harus menjadi fondasi utama dalam merangkul semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

Categories
Hiburan

Abhan Anggota Komisi Yudisial Raih Gelar Doktor di Program Doktor Ilmu Hukum Unissula

Anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia periode 2025–2030 Dr Abhan SH MH resmi meraih gelar Doktor Hukum. Gelar tersebut diraih usai menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Hukum Unissula. Acara berlangsung di Kampus Kaligawe Semarang pada Sabtu (22/8/2026).

Dalam ujian terbuka ini Abhan mempertahankan disertasi ilmiahnya. Riset tersebut berjudul “Rekonstruksi Regulasi Tugas, Wewenang dan Kewajiban Komisi Yudisial dalam Menegakkan Kode Etik Hakim Berbasis Keadilan Pancasila”. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan Komisi Yudisial. Efektivitas penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim harus berjalan optimal. Semua harus berlandaskan nilai keadilan Pancasila.

Sembilan penguji terkemuka menguji gagasan tersebut secara ketat. Mereka adalah Prof Dr H Gunarto SH MH, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, Prof Dr Anis Mashdurohatun SH MHum dan Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH.

Penguji lainnya Prof Dr H Sunarto SH MH (Ketua Mahkamah Agung RI), Prof Dr Yanto SH MH (Hakim Agung Mahkamah Agung RI), Prof Badri Munir Sukoco SE MBA PhD (Sekjen Kemendiktisaintek), Prof Dr Eman Suparman SH MH (Guru Besar FH Unpad) dan KPA Dr H Abdul Chair Ramadhan SH MH (Ketua Komisi Yudisial RI).

Abhan menegaskan penguatan regulasi kewenangan KY sangat krusial. Sistem peradilan Indonesia membutuhkan pengawasan etik yang kuat. Rekonstruksi berbasis Keadilan Pancasila memberikan kepastian hukum. Langkah ini juga menghadirkan keadilan substantif. Martabat dan keluhuran profesi hakim akan selalu terjaga.

Categories
Headline

Kupas Strategi Pendidikan Islam Sultan Buton ke-29, Kabid LPKA Unissula Raih Gelar Doktor

Kiprah sumber daya manusia Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali menorehkan prestasi akademik. Kepala Bidang Penalaran dan Penelitian Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula, M Said Hidayatullah SPd SHum MPd, berhasil meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Wahid Hasyim Semarang dengan IPK 3,98.

Gelar doktor tersebut diraih setelah Said mempertahankan disertasinya berjudul Spiritual Values in Bula Malino: Reconstructing an Indigenous Paradigm for Contemporary Islamic Education dalam ujian doktor yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026).

Penelitian tersebut mengkaji pemikiran Sultan Buton ke-29, Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin, melalui manuskrip Kabanti Bula Malino. Hasil penelitian tidak hanya mengungkap nilai-nilai spiritual Islam dalam manuskrip tersebut, tetapi juga merekonstruksinya menjadi paradigma pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.

Kepala LPKA Unissula, Adi Fajar Putranto SE, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Said. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kemahasiswaan di Unissula juga diperkuat oleh sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik dan komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia menilai Said merupakan salah satu kepala bidang yang memiliki dedikasi dan kinerja yang baik dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam mengembangkan penalaran dan penelitian mahasiswa.

“Beliau setiap hari aktif mendampingi dan mendorong mahasiswa untuk berkembang, khususnya dalam bidang penalaran dan penelitian. Prestasi akademik yang diraih ini tentu semakin memperkuat kapasitas beliau dalam menjalankan tugas di LPKA Unissula,” ujar Adi.

Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan sinergi antara pengembangan kapasitas akademik dengan tugas kelembagaan dalam mendampingi mahasiswa. Ia berharap prestasi Said dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Unissula untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya-karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam disertasinya, Said mengungkap nilai-nilai spiritual Islam yang terkandung dalam Kabanti Bula Malino sekaligus merekonstruksinya menjadi paradigma pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.

Penelitian tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan moral yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Fenomena kekerasan seksual dan berbagai persoalan perilaku di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa penguasaan ilmu agama belum selalu berbanding lurus dengan terbentuknya kesadaran spiritual dan integritas moral apabila nilai-nilai keimanan belum terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan Agama Islam tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan keagamaan. Yang lebih utama adalah membangun kesadaran bertuhan, pengendalian diri, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial agar nilai-nilai agama benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari,” ujar Said.

Melalui pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, penelitian tersebut menemukan bahwa Kabanti Bula Malino karya Sultan Buton ke-29 memuat prinsip-prinsip pendidikan Islam yang holistik. Nilai tersebut meliputi penguatan tauhid, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembentukan akhlak, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap alam.

Said menilai khazanah intelektual Islam Nusantara perlu dipandang bukan hanya sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai sumber pengembangan ilmu pengetahuan. Kajian terhadap manuskrip karya ulama Nusantara, menurutnya, tidak semestinya berhenti pada dokumentasi dan pelestarian naskah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber rekonstruksi konsep dan strategi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi ilmiah utama. Pertama, merekonstruksi nilai-nilai spiritual Islam dari Kabanti Bula Malino menjadi paradigma pendidikan Islam yang kontekstual. Kedua, menawarkan kerangka konseptual penyusunan learning outcomes Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan kompetensi akademik, spiritualitas, dan akhlak sebagai capaian pembelajaran yang utuh. Ketiga, memperluas pemahaman bahwa pengembangan strategi pendidikan Islam masa depan dapat dibangun melalui revitalisasi khazanah intelektual Islam Nusantara.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, pengembang kurikulum, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.

Sidang doktor Said dipromotori oleh Prof KH Mudzakkir Ali MA. Tim penguji Prof Dr Fatah Syukur MAg dari UIN Walisongo, Prof Dr Mahmutarom HR SH MH, Dr Iman Fadhilah SHI MSI, Dr Ghufron Hamzah SThI MSI, Dr Ifada Retno Ekaningrum MAg, dan Dr Sari Hernawati MPd.

Dengan capaian tersebut, M Said Hidayatullah semakin memperkuat kapasitas akademiknya sekaligus pengabdiannya dalam mendampingi mahasiswa Unissula. Prestasi ini diharapkan semakin mendorong lahirnya budaya akademik yang kuat, produktif, dan berorientasi pada peningkatan prestasi mahasiswa di lingkungan Unissula.

Categories
Uncategorized

KH Saefudin Ajak Santri Mahasiswa Unissula Amalkan Ilmu Berbakti kepada Orang Tua

Mahasiswa harus mengamalkan ilmu yang diperoleh selama belajar. Ilmu tidak cukup hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan KH Saefudin dari Pondok Pesantren Al Mahfudoh Hasan Anwar Grobogan dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Sultan Agung (Pesanmasa) Gelombang V Unissula. Kegiatan berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Kampus Unissula, Kamis (20/8/2026).

Khutbah Wada’ menjadi penanda berakhirnya Pesanmasa Gelombang V yang telah berlangsung selama dua bulan. Program tersebut diikuti mahasantri dari Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom).

Selama mengikuti program, para mahasantri mendapatkan pembinaan keislaman dan pembiasaan ibadah. Mereka juga mendapatkan penguatan karakter, khususnya dalam membudayakan birrul walidain.

Kepala Lembaga Kajian dan Pengembangan Islam (LKPI) Unissula Moh Farhan SPdI SHum MPdI mengatakan program Pesanmasa Gelombang V berjalan dengan baik. Menurutnya, program tersebut berhasil mencapai tujuan pembinaan yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, perjuangan para mahasantri selama dua bulan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Ia menjelaskan, Pesanmasa memiliki tiga fokus utama, yaitu penguatan keilmuan keislaman, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter birrul walidain.

“Birrul walidain menjadi salah satu program unggulan Unissula,” jelasnya. Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diamalkan para mahasantri setelah menyelesaikan program.

Sementara itu, KH Saefudin menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu harus menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.

“Ilmu yang didapatkan jangan hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus diamalkan,” tuturnya. Ia juga mengingatkan para mahasantri agar tetap menjaga ibadah setelah menyelesaikan program Pesanmasa.

KH Saefudin juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, budaya birrul walidain harus terus dijaga karena ridha orang tua menjadi bagian penting dalam meraih keberkahan dan kesuksesan.

“Dengan kita melaksanakan budaya birrul walidain dalam amalan kita, kita berharap mendapatkan ridha Allah,” katanya. Ia menambahkan, ridha Allah dan ridha orang tua menjadi jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

“Ketika Allah ridha dan orang tua juga ridha, insyaallah akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam tausiyah yang disampaikan kepada para mahasantri.

Dalam tausiyahnya, KH Saefudin juga membahas angka 17-8-45 yang dikenal sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Ia mengaitkan angka tersebut dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana pernah disampaikan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

Angka 17 dikaitkan dengan 17 rakaat salat wajib dalam sehari. Angka 8 dikaitkan dengan delapan pintu surga, sedangkan angka 45 dikaitkan dengan jumlah syahadat yang diucapkan dalam rangkaian salat lima waktu.

Pemaknaan tersebut menjadi salah satu cara melihat momentum kemerdekaan Indonesia dari perspektif nilai-nilai keislaman. Hal itu sekaligus menjadi refleksi bagi para mahasantri untuk terus menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

KH Saefudin berpesan agar para mahasantri menjaga tiga hal setelah menyelesaikan program. Ketiganya adalah ilmu, ibadah, dan birrul walidain. “Terus jaga ibadah dan budaya birrul walidain,” pesannya. Ia berharap nilai-nilai tersebut tetap menjadi bagian dari kehidupan para mahasantri setelah kembali ke lingkungan masing-masing. “Dengan berbakti kepada orang tua, kita berusaha mendapatkan ridha mereka. Dari ridha orang tua itulah insyaallah menjadi jalan mendapatkan ridha Allah,” pungkasnya.

Kegiatan Khutbah Wada’ tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam Dr H Samsudin SAg MAg. Hadir pula Sekretaris Fakultas Ilmu Komunikasi Fikri Shofin Mubarok SE MIKom.

Turut hadir Sekretaris LKPI Dr Lela Zumala Rofiqoh SM MM dan Kepala Bidang BudAI Mustain SPdI MPdI. Hadir pula Kepala Bidang Qur’an Learning Center Dr Sugeng Hariyadi Lc MA, Kepala Bidang Pemakmuran Masjid Ali Mustofa, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn serta Kepala Kemahasiswaan Ady Fajar Putranto SE.

Categories
Headline

Mahasiswa FTI Unissula Kembangkan Robot Pelayan Restoran Berbasis AI

Inovasi robotika dan kecerdasan buatan terus dikembangkan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Salah satunya dilakukan Muhammad Ridwan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula.

Mahasiswa angkatan 2022 dengan NIM 32602200104 tersebut mengembangkan robot pelayan restoran yang mampu mengantar makanan secara mandiri. Inovasi ini menjadi bagian dari Tugas Akhir berjudul “Sistem Navigasi Cerdas Dan Deteksi Objek Real-time Pada Robot Pelayan Restoran Berbasis Nav2 Dan YOLOv11.”

Dalam pengembangannya, Ridwan memadukan teknologi Nav2 pada ROS 2 dengan YOLOv11. Nav2 digunakan sebagai sistem navigasi otonom yang memungkinkan robot melakukan pemetaan area, menentukan rute, serta menghindari berbagai rintangan secara dinamis.

Sementara itu, YOLOv11 digunakan untuk mendukung kemampuan computer vision. Teknologi ini memungkinkan robot mendeteksi objek dan manusia secara real-time selama beroperasi di lingkungan restoran.

Dengan integrasi kedua teknologi tersebut, robot dirancang mampu bergerak secara mandiri dari satu lokasi ke lokasi lain. Robot dapat mengantar pesanan menuju meja pelanggan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Dosen pembimbing Tugas Akhir, Ghufron M.Kom, mengatakan penelitian tersebut memadukan konsep teknologi robotika dengan kebutuhan nyata industri.

“Riset ini memadukan konsep teoritis dengan kebutuhan riil industri. Integrasi Nav2 dan YOLOv11 diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan service robot di Indonesia,” ungkap Ghufron, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, pengembangan robot pelayan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan.

Inovasi Muhammad Ridwan diharapkan dapat menjadi solusi teknologi bagi industri kuliner. Kehadiran robot pelayan berbasis kecerdasan buatan juga membuka peluang pengembangan layanan restoran yang semakin otomatis, efisien, dan modern.

Categories
Uncategorized

Kembangkan Model Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Jalan Tol Berbasis Spasial Temporal, Suprapto Hadi Raih Gelar Doktor di PDTS Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Unissula, Suprapto Hadi SPd MT mengikuti ujian terbuka doktor pada Sabtu (15/8/2026).  Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul pengembangan model penentuan lokasi rawan kecelakaan jalan tol dengan integrasi spasial temporal.

Ia mengembangkan model untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan (LRK) dengan mengintegrasikan aspek spasial dan temporal. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan identifikasi lokasi rawan kecelakaan yang lebih akurat serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan keselamatan jalan tol.

Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Tol Semarang–Solo yang dikelola PT Trans Marga Jateng. Ruas yang menjadi lokasi penelitian berada pada KM 419+200 hingga KM 492+400 dengan total panjang 72,64 kilometer yang terbagi dalam lima segmen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan di Jalan Tol Semarang Solo memiliki karakteristik yang perlu mendapat perhatian khusus. Kecelakaan lebih banyak terjadi pada malam hari, yakni sebesar 55,3% di Jalur A dan 60,82% di Jalur B. Sementara itu, faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan, mencapai 83% di Jalur A dan 76% di Jalur B.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT,  Suprapto menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya melihat lokasi kejadian, tetapi juga mempertimbangkan waktu terjadinya kecelakaan. Karena itu, model yang dikembangkan menggabungkan metode Equivalent Accident Number (EAN)–Upper Control Limit (UCL) dengan pendekatan spasial menggunakan Geographic Information System (GIS) serta pendekatan temporal melalui pembagian periode siang dan malam.

Kebaruan penelitian terletak pada integrasi ketiga pendekatan tersebut dalam menentukan lokasi rawan kecelakaan. Model tidak hanya mengidentifikasi blackspot berdasarkan akumulasi kecelakaan, tetapi juga mempertimbangkan pola ruang dan waktu sehingga karakteristik kerawanan dapat dipetakan secara lebih spesifik.

Model yang dikembangkan kemudian diimplementasikan menggunakan data kecelakaan periode 2020–2024 pada ruas Tol Semarang–Solo. Hasilnya diwujudkan dalam platform WebGIS titikrawan.web.id yang dilengkapi validasi data, kalkulasi otomatis EAN/UCL, serta pemetaan lokasi rawan berdasarkan periode siang dan malam.

Temuan tersebut memberikan dasar bagi pengelola jalan tol untuk melakukan penanganan keselamatan secara lebih terarah. Identifikasi lokasi rawan berdasarkan karakteristik ruang dan waktu dapat membantu menentukan prioritas intervensi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam rekomendasinya, Suprapto mendorong pengelola jalan tol untuk mengintegrasikan aplikasi titikrawan.web.id ke dalam sistem manajemen operasional harian. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan real-time.

Sementara bagi regulator dan pembuat kebijakan, penelitian ini merekomendasikan agar pendekatan temporal menjadi komponen dalam pedoman penentuan lokasi rawan kecelakaan, sekaligus mendorong penggunaan GIS dalam proses pemetaan LRK.

Dalam ujian terbuka tersebut, Suprapto Hadi didampingi Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA sebagai Promotor dan Dr Ir Kartono Wibowo MM MT IPM sebagai Ko-Promotor.

Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan jalan tol membutuhkan pendekatan yang semakin presisi. Integrasi data kecelakaan, analisis spasial, dan pola waktu menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan pemetaan lokasi rawan kecelakaan yang lebih informatif dan mendukung upaya pencegahan kecelakaan secara berkelanjutan.

Suprapto Hadi berhasil lulus dalam ujian terbuka tersebut. Ia berhak memperoleh gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 65 dengan IPK 3.81.

Categories
Headline

Kembangkan Inovasi Model Prediksi Kecelakaan untuk Mewujudkan Jalan Lebih Aman, Bambang Istiyanto Raih Gelar Doktor di Program Doktor Teknik Sipil Unissula

Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik (FT) Unissula, Ir Bambang Istiyanto SSiT MT IPU mengembangkan model evaluasi keberhasilan program keselamatan jalan perkotaan berbasis Safety Performance Function (SPF) dan Crash Modification Factor (CMF) dengan pendekatan System Dynamics.

Ia mempresentasikan model yang dibuatnya dalam sidang terbuka disertasi di PDTS FT Unissula pada Sabtu (15/8/2026). Penelitiannya ini dipromotori Prof Ir H Pratikso MST PhD dan ko-promotor Ir Rachmat Mudiyono MT PhD.

Penelitiannya dilatarbelakangi tingginya persoalan keselamatan jalan. Data yang dipaparkan dalam penelitian menyebutkan sekitar 90 persen dari 1,19 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tingkat nasional, kecelakaan lalu lintas mencapai 139.258 kejadian per tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.

Didepan tim penguji yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Unissula, Dr Abdul Rochim ST MT Bambang Istiyanto memaparkan penelitiannya. Menurutnya metode SPF memiliki keterbatasan karena lebih bergantung pada data historis. Metode ini juga belum mampu menghitung perubahan pola kecelakaan ketika terdapat intervensi baru. Sementara itu, CMF belum sepenuhnya mampu memperhitungkan interaksi berbagai intervensi keselamatan secara dinamis.

Karena itu, penelitian mengintegrasikan SPF dan CMF ke dalam pendekatan System Dynamics. Pendekatan ini digunakan untuk membangun model yang dapat mensimulasikan prediksi kecelakaan sekaligus mengevaluasi dampak berbagai skenario kebijakan keselamatan jalan.

Penelitian dilakukan pada empat ruas jalan nasional yang teridentifikasi sebagai black spot di Kota Tegal. Keempatnya yaitu Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Jalan Kapten Piere Tendean, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Martoloyo. Total panjang ruas yang diteliti mencapai 5,36 kilometer.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik risiko yang berbeda pada setiap ruas. Martoloyo memiliki frekuensi kecelakaan tinggi yang berkaitan dengan volume lalu lintas. Kapten Piere Tendean memiliki tingkat keparahan yang tinggi dan dipengaruhi karakteristik geometrik jalan. Sementara Yos Sudarso dan Jalingkut menunjukkan pola kecelakaan yang lebih acak atau mengalami overdispersi.

Hasil SPF menunjukkan Martoloyo memiliki tingkat kecelakaan tertinggi. Nilainya meningkat dari 11,45 menjadi 14,06 kecelakaan per tahun. Jalingkut menunjukkan pertumbuhan paling cepat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 4,72 persen per tahun. Sementara Yos Sudarso memiliki tingkat kecelakaan terendah.

Dari sisi CMF, Kapten Piere Tendean memiliki nilai CMFcomb tertinggi dengan rata-rata 2,246. Artinya, tingkat risiko kecelakaan pada ruas tersebut sekitar 2,24 kali lebih tinggi dibandingkan baseline HSM. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi karakteristik geometrik jalan dan tikungan.

Model kemudian digunakan untuk melakukan simulasi hingga 2030. Hasilnya menunjukkan jumlah kecelakaan jaringan diproyeksikan meningkat dari 27,21 kecelakaan per tahun pada 2020 menjadi 33,46 pada 2025 dan 40,29 pada 2030. Kenaikan kumulatif mencapai 48,1 persen.

Penelitian juga menguji tiga skenario kebijakan keselamatan. Skenario pertama berupa peningkatan minimal 10 persen pada program keselamatan. Skenario kedua menggunakan kombinasi peningkatan program pada tingkat menengah. Sementara skenario ketiga mengadopsi Safe System Approach dengan peningkatan pembatasan kecepatan yang lebih agresif hingga 30 persen.

Simulasi menunjukkan kebijakan keselamatan mampu menurunkan kecelakaan sebesar 15–26 persen antar ruas. Semakin tinggi intensitas intervensi, semakin besar potensi reduksi kecelakaan.

Model yang dikembangkan juga dinyatakan valid. Hasil validasi menunjukkan MAPE untuk SPF sebesar 0,01 persen, CMFcomb 4,75 persen dan hasil prediksi 2,59 persen. Seluruhnya berada di bawah 10 persen. Nilai Theil’s U sebesar 0,015 dengan Uncertainty Coefficient 95,9 persen menunjukkan model layak digunakan sebagai instrumen simulasi kebijakan.

Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi SPF dan CMF ke dalam System Dynamics berhasil menghasilkan model yang dapat digunakan untuk memprediksi kecelakaan dan mengevaluasi dampak perubahan kebijakan keselamatan jalan.

Model tersebut juga dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang adaptif. Penggunaannya dapat dilakukan dengan pembaruan data secara berkala. Penelitian merekomendasikan perluasan wilayah kajian, integrasi analisis persimpangan, penambahan variabel adaptasi perilaku serta pengembangan metode re-weighting CMF yang lebih sesuai dengan karakteristik jalan di Indonesia.

Penelitian ini memperkuat pemanfaatan pendekatan berbasis data dan pemodelan dinamis dalam perencanaan keselamatan jalan. Hasilnya diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan keselamatan transportasi yang lebih terukur, adaptif dan berbasis bukti.

Ia berhasil lulus dalam ujian terbuka doktor, dan berhasil menyandang gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 64 di Program Doktor Teknik Sipil Unissula. Menempuh studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK 3.95.

Categories
Uncategorized

Para Mahasiswa Internasional Dari Malaysia, Mesir, dan Yordania Meriahkan Peringatan HUT ke 81 di FH Unissula

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lingkungan FH Unissula, Senin (17/8/2026).

Kegiatan diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mahasiswa internasional juga turut ambil bagian. Mereka berasal dari Malaysia, Mesir, dan Yordania.

Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Seluruh sivitas akademika diajak berbaur tanpa sekat struktural. “Tidak bicara struktural, tetapi bicara bersama. Kita semua sama,” ujarnya.

Beragam lomba digelar dalam konsep festival. Peserta bebas memilih lomba yang diminati. Di antaranya lomba memindahkan belut ke dalam botol, memancing kerupuk, estafet gelas menggunakan balon, estafet sarung, dan memecahkan balon.

Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memperkuat suasana internasional di FH Unissula. Fakultas tengah menyiapkan program student mobility ke Malaysia dan Thailand.

Program tersebut mencakup kegiatan dua minggu di Thammasat University Thailand. Kemudian satu bulan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Serta program satu semester di Multimedia University (MMU) Malaysia.

Ketua panitia peringatan HUT RI di Fakultas Hukum Unissula, Dr Muhammad Taufiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan fakultas, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.