Categories
Headline Kampus Nasional

Dekan FH Unissula di MK: KUHAP Baru Dinilai Kaburkan Batas Advokat dan Non-Advokat

Dekan Fakultas Hukum Unissula Semarang Prof Dr Jawade Hafidz SH MH menilai sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum karena mengaburkan batas kewenangan antara advokat dan non-advokat.  Pandangan tersebut disampaikan Jawade saat memberikan keterangan ahli dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (22/7/2026).

Ia hadir sebagai ahli Hukum Administrasi Negara dalam perkara Nomor 104/PUU-XXIV/2026 terkait pengujian Pasal 1 angka 22 dan Pasal 151 ayat (2) huruf b KUHAP terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Jawade, persoalan utama terdapat pada rumusan Pasal 1 angka 22 KUHAP yang memperluas definisi advokat dengan memasukkan orang yang dapat memberikan jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk memberikan bantuan hukum cuma-cuma.

Ia menilai rumusan tersebut menyisakan persoalan mengenai siapa yang sebenarnya dimaksud sebagai pihak yang dapat memberikan jasa hukum. Ketidakjelasan subjek hukum itu berpotensi menimbulkan beragam interpretasi dalam pelaksanaannya.

Dalam perspektif Hukum Administrasi Negara, kata Jawade, status dan kewenangan advokat tidak muncul dengan sendirinya. Kewenangan tersebut diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat dan diperoleh melalui tahapan serta persyaratan tertentu.

Seseorang yang akan menjalankan profesi advokat harus memenuhi persyaratan pendidikan, mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), lulus ujian profesi, menjalani masa magang, serta mengucapkan sumpah di sidang terbuka Pengadilan Tinggi.

Tahapan tersebut, menurut Jawade, bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari mekanisme untuk memastikan kompetensi dan pertanggungjawaban profesi orang yang memberikan pembelaan hukum kepada masyarakat.

“Advokat hadir sebagai penyeimbang kekuasaan negara agar peradilan tidak berubah menjadi sarana kesewenang-wenangan,” demikian pandangan Jawade dalam keterangan ahlinya.

Ia menjelaskan, standar profesi diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada pencari keadilan. Kesalahan dalam pendampingan hukum, mulai dari penyusunan argumentasi, penggunaan upaya hukum hingga pemenuhan tenggat waktu, dapat berpengaruh langsung terhadap hak seseorang dalam proses peradilan.

Karena itu, penyediaan bantuan hukum menurut dia tetap harus memperhatikan prinsip profesionalitas, kompetensi, akuntabilitas, dan equality of arms atau keseimbangan posisi para pihak dalam proses peradilan.

Soroti Berita Acara Sumpah

Jawade juga menyoroti Pasal 151 ayat (2) huruf b KUHAP. Ketentuan tersebut mengatur dokumen yang harus ditunjukkan dalam pemberian jasa hukum atau bantuan hukum berupa berita acara sumpah pengangkatan sebagai advokat dan/atau identitas keanggotaan dalam suatu lembaga bantuan hukum.

Menurut dia, penggunaan frasa tersebut berpotensi menempatkan Berita Acara Sumpah (BAS) advokat sejajar dengan identitas keanggotaan dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH), padahal keduanya memiliki dasar dan karakter hukum berbeda.

Dalam perspektif Hukum Administrasi Negara, Jawade memandang BAS yang diterbitkan setelah penyumpahan di Pengadilan Tinggi merupakan legitimasi formal terhadap status seseorang sebagai advokat sekaligus menjadi dasar kewenangannya menjalankan profesi.

Sementara itu, identitas keanggotaan dalam lembaga bantuan hukum merupakan legitimasi yang bersumber dari organisasi. Oleh sebab itu, keduanya dinilai tidak dapat serta-merta dipersamakan dalam menentukan kewenangan seseorang untuk beracara di pengadilan.

“Penyetaraan ini bukan sekadar persoalan redaksional, tetapi berkaitan dengan batas kewenangan serta pertanggungjawaban pihak yang memberikan jasa hukum,” ujar Jawade.

Ia mengingatkan bahwa advokat sebagai profesi penegak hukum memiliki kode etik dan mekanisme pertanggungjawaban melalui organisasi serta dewan kehormatan. Menurut dia, kejelasan mekanisme pertanggungjawaban juga diperlukan terhadap pihak non-advokat yang diberi ruang melakukan pendampingan hukum.

Jawade turut merujuk Putusan Mahkamah Agung Nomor 22 P/HUM/2018 yang berkaitan dengan kewenangan paralegal dalam proses peradilan. Putusan tersebut, menurut dia, menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melihat batas kewenangan advokat dan non-advokat di pengadilan.

Berpotensi Ganggu Kepastian Hukum

Dalam keterangannya, Jawade berkesimpulan bahwa rumusan Pasal 1 angka 22 KUHAP tidak memenuhi asas kejelasan rumusan dan asas kecermatan serta berpotensi menimbulkan disharmoni dengan Undang-Undang Advokat.

Ia juga menilai penyetaraan BAS advokat dengan kartu anggota lembaga bantuan hukum dalam Pasal 151 ayat (2) huruf b dapat mengaburkan perbedaan antara kewenangan yang bersumber dari negara dan legitimasi internal organisasi.

Persoalan tersebut, menurut Jawade, pada akhirnya tidak hanya menyangkut kepentingan profesi advokat. Hal yang lebih mendasar adalah jaminan masyarakat untuk memperoleh bantuan dan pembelaan hukum yang profesional, kompeten, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut dia, negara memang harus memperluas akses masyarakat terhadap bantuan hukum, terutama bagi masyarakat tidak mampu. Namun, perluasan akses tersebut tetap harus berjalan seiring dengan jaminan mutu pelayanan hukum dan kepastian mengenai pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pembelaan di pengadilan.

Jawade meminta Mahkamah Konstitusi mempertimbangkan ketentuan tersebut berdasarkan prinsip negara hukum, persamaan di hadapan hukum, kepastian hukum yang adil, serta perlindungan terhadap hak masyarakat pencari keadilan.

Categories
Nasional Politik

Jagatara Indonesia Siap Mengawal Kepemimpinan Mas Dar Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Jagatara Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada Mas Dar Sudaryono atas amanah yang diberikan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Organisasi ini meyakini bahwa kepemimpinan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketua Umum Jagatara Indonesia, Rio Alfian Rosid, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebagai program prioritas nasional sekaligus janji politik Presiden, MBG harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui tata kelola yang profesional, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis Presiden Prabowo yang akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan. Karena itu, keberhasilannya menjadi tanggung jawab bersama. Program ini harus terus diperkuat, dievaluasi, dan disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rio (22/7/2026) di Jakarta.

Menurut Rio, hingga saat ini pelaksanaan Program MBG telah menunjukkan komitmen besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun demikian, berbagai tantangan di lapangan masih perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan tata kelola, kualitas layanan, distribusi bahan pangan, pengawasan mitra penyedia, hingga mekanisme evaluasi yang berkelanjutan.

“Kita harus objektif bahwa masih ada berbagai pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar setiap tantangan dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Tujuan program ini sangat baik, sehingga implementasinya juga harus semakin baik,” lanjutnya.

Rio menilai Badan Gizi Nasional membutuhkan sosok pemimpin yang memahami persoalan pangan secara komprehensif, memiliki pengalaman lapangan, serta mampu membangun koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

Menurutnya, Mas Dar Sudaryono memiliki kapasitas tersebut. Rekam jejaknya di sektor pangan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Selain kompetensi, Rio juga menyoroti gaya kepemimpinan Mas Dar yang terbuka terhadap dialog.

“Mas Dar bukan hanya memiliki kompetensi di bidang pangan, tetapi juga dikenal sebagai pemimpin yang terbuka terhadap dialog. Beliau terbiasa turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi masyarakat, serta mengajak berbagai pihak untuk mencari solusi bersama. Kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan dalam mengelola program nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan,” katanya.

Jagatara Indonesia meyakini bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan pengawasan dari masyarakat. Karena itu, organisasi kepemudaan, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil perlu menjadi mitra konstruktif dalam mengawal implementasi program agar berjalan sesuai tujuan.

Di akhir keterangannya, Rio menyampaikan ucapan selamat kepada Mas Dar Sudaryono serta menegaskan komitmen Jagatara Indonesia untuk terus mendukung keberhasilan Program MBG.

“Kami mengucapkan selamat kepada Mas Dar Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mulia ini. Bagi kami, Mas Dar bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga abang asuh bagi banyak generasi muda Indonesia yang selama ini membuka ruang dialog, membimbing, dan memberikan kesempatan bagi anak muda untuk bertumbuh. Jagatara Indonesia siap mengawal, mendukung, dan memberikan masukan yang konstruktif demi suksesnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi bagi Generasi Emas Indonesia 2045,” tutup Rio.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Ketua Umum Perempuan Pertama HMI Korkom Sultan Agung Dilantik, Luncurkan AKSI SULTAN sebagai Gerakan Kemanusiaan

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Sultan Agung Cabang Semarang resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2027 di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Jumat (17/7/2026). Pelantikan ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya HMI Korkom Sultan Agung dipimpin oleh seorang perempuan, yakni Selvi Novita Yuliyanti S.S.

Prosesi pelantikan dihadiri oleh jajaran pimpinan Unissula, pengurus HMI Cabang Semarang, Korps Alumni HMI (KAHMI), organisasi kemahasiswaan, serta sejumlah tamu undangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Unissula Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, Wakil Rektor III Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH, Kepala Unit Kehumasan Unissula Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn, Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Ady Fajar Putranto SE, Sekretaris LPKA Arif Hamdani SE, Kepala UPT Perpustakaan Unissula Erna Sunarti SPd MHum, serta para pimpinan fakultas dan unit di lingkungan Unissula.

Mengusung semangat kepemimpinan yang berorientasi pada kebermanfaatan, pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda serah terima kepengurusan, tetapi juga ditandai dengan peluncuran AKSI SULTAN (Pusat Gerakan dan Program Kemanusiaan) sebagai program strategis HMI Korkom Sultan Agung untuk memperkuat kontribusi mahasiswa dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Korkom Sultan Agung periode 2026–2027, Selvi Novita, menegaskan bahwa HMI harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.

“HMI tidak boleh berhenti sebagai organisasi yang hanya menghasilkan gagasan. Kader HMI harus hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan. Melalui AKSI SULTAN, kami ingin membangun gerakan yang terukur, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

AKSI SULTAN dirancang sebagai pusat perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan berbagai program kemanusiaan secara profesional. Program ini memiliki tiga klaster utama, yakni Sultan Agung Rescue Team (SART) yang berfokus pada penanggulangan bencana, Aksi Sosial Agung (ASA) yang bergerak di bidang advokasi sosial dan pemberdayaan anak jalanan, serta Posko Kesehatan Sultan (PKS) yang memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ketiga klaster tersebut menjadi implementasi nilai-nilai pengabdian HMI kepada umat dan bangsa.

Selain menjalankan berbagai aksi sosial, AKSI SULTAN juga diproyeksikan sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga kemanusiaan. Melalui kolaborasi tersebut, HMI berharap dapat memperkuat sinergi dalam penanganan persoalan sosial, kebencanaan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam program Corporate Social Responsibility (CSR), pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan relawan mahasiswa.

Peluncuran AKSI SULTAN ditandai dengan pembacaan deklarasi serta penandatanganan Piagam Deklarasi sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun gerakan kemanusiaan yang responsif, profesional, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifulloh, mengapresiasi kepemimpinan baru HMI Korkom Sultan Agung yang menghadirkan inovasi melalui program kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Hadirnya AKSI SULTAN menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berpikir secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Inilah semangat pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai yang terus dikembangkan di Unissula,” ujarnya.

Melalui kepengurusan periode 2026–2027, HMI Korkom Sultan Agung menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran AKSI SULTAN diharapkan menjadi identitas baru organisasi dalam membangun gerakan kemanusiaan yang adaptif, berkelanjutan, serta mampu menjadi mitra strategis berbagai pihak dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Menutup sambutannya, Selvi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan tersebut.

“Ini bukan sekadar peluncuran program kerja, melainkan awal dari gerakan kolektif untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen kampus, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersinergi melalui AKSI SULTAN,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

JQH Unissula Perluas Syiar Al Qur’an di Masyarakat dengan Khataman Al-Qur’an Keliling

Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz Khataman Al-Qur’an Keliling (KQK) Unissula memperluas syiar Al-Qur’an melalui program Khataman Al-Qur’an Keliling (KQK). Hal ini sebagai wujud komitmen tidak hanya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan kampus, tetapi hingga di tengah masyarakat. Kali ini program dilaksanakan di kediaman Saudara Wafi, Senin (20/7/2026).

Adapun program KQK merupakan salah satu program unggulan JQH Unissula yang dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota maupun masyarakat. Sekaligus menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama hingga khatam 30 juz. Acara dilanjutkan dengan doa bersama, ramah tamah, serta berbincang hangat bersama tuan rumah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti Al-Qur’an mampu menjadi perekat persaudaraan dan menghadirkan keberkahan dalam setiap pertemuan.

Melalui program ini UKM JQH Unissula ingin menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an tidak mengenal batas tempat. Kampus menjadi titik awal pembinaan generasi Qur’ani. Sedangkan masyarakat menjadi ruang yang lebih luas untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kedepan Lembaga Humas dan Pengabdian Masyarakat UKM JQH Unissula berharap program KQK dapat terus menjangkau lebih banyak rumah. Mempererat silaturahmi, serta menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk senantiasa mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Pengurus Baru HMI dan KOHATI Korkom Sultan Agung Siap Perkuat Kaderisasi dan Kolaborasi

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Koordinator Komisariat (Korkom) Sultan Agung resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2027. Pelantikan pengurus HMI dipimpin Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Muhammad Nabil Muallif SAg. Sedangkan Pengurus KOHATI dilantik oleh Ketua Umum HMI Korkom Sultan Agung, Selvina Novita Yuliana SS yang berlangsung di Aula GKB Lantai 10 Unissula, Jumat (17/7/2026).

Wakil Rektor III Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. “Unissula bangga karena proses kaderisasi HMI terus berjalan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi pemimpin yang berintegritas,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan HMI memiliki hubungan historis yang erat dengan Unissula. Karena itu kepengurusan yang baru, diharapkan mampu menjaga marwah organisasi sekaligus melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas untuk berkiprah di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Selain itu, HMI diharapkan terus menjadi mitra strategis kampus dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Unissula, masyarakat, bangsa, dan agama.

Sedangkan Muhammad Nabil mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjawab tantangan organisasi dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, HMI Korkom Sultan Agung memiliki potensi yang besar. Baik dari sisi sumber daya kader maupun dukungan fasilitas yang dimiliki. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kualitas kader dan menjadikan Korkom Sultan Agung kembali sebagai salah satu basis pengaderan terbaik di HMI Cabang Semarang.

“Perjuangan hari ini menuntut kita untuk adaptif terhadap tantangan zaman. Mari terus melakukan perubahan agar HMI tetap relevan dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Korkom Sultan Agung periode 2026–2027, Selvina Novita Yuliana SS menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan berfokus pada penguatan soliditas internal sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, seluruh potensi kader harus disatukan dan setiap langkah organisasi perlu dibangun dalam semangat kebersamaan agar HMI semakin kuat dan mampu menjawab kebutuhan kader.

Untuk mewujudkan hal tersebut, HMI Korkom Sultan Agung akan menghadirkan berbagai program kerja yang lebih inovatif dan berbasis fun sehingga proses kaderisasi menjadi lebih menarik, aktif, dan berdampak. Selain memperkuat internal organisasi, kepengurusan juga akan membuka ruang kolaborasi melalui program Aksi Sultan dengan menggandeng pemerintah serta berbagai mitra strategis dalam menjalankan program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Ady Fajar Putranto SE, Sekretaris LPKA Arif Hamdani SE, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko SH MKn, Kepala Perpustakaan Dr Erna Sunarti SPd MHum, Kepala Biro Administrasi Umum Sutikno SPdI, jajaran Pengurus HMI dan KOHATI Cabang Semarang, anggota HMI di lingkungan Korkom Sultan Agung dan Cabang Semarang, alumni HMI Korkom Sultan Agung, serta berbagai organisasi kepemudaan di lingkungan Sultan Agung.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Universitas Brawijaya jadikan FKG Unissula Role Model Pendirian Magister Ilmu Kedokteran Gigi

Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi (MIKG) FKG Unissula menerima kunjungan studi banding FKG Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut Dekan FKG UB Dr drg Yuanita Lely Rachmawati MKes menyatakan ingin mengadopsi sistem tata kelola dan kurikulum yang diterapkan di Unissula sebagai role model dalam rencana pendirian program magister baru di kampus mereka.

Dekan FKG Unissula Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menyatakan kunjungan ini semakin mengukuhkan posisi MIKG Unissula sebagai salah satu kiblat pendidikan kedokteran gigi pascasarjana di Indonesia.

“Melalui kunjungan ini juga MIKG FKG Unissula tidak hanya membagikan formula sukses dalam mengelola program magister terakreditasi Unggul. Tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan Universitas Brawijaya,” ungkapnya.

Selanjutnya Kaprodi MIKG Unissula drg Islamy Rahma Hutami PhD memaparkan secara komprehensif mengenai profil, keunggulan, hingga sistem tata kelola program studi MIKG Unissula.

Selain itu agenda dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai sarana dan prasarana FKG Unissula. Diantaranya Averroes Dental Research Laboratory. Laboratorium canggih yang menjadi pusat praktik dan riset mendalam bagi mahasiswa yang mengambil peminatan Biologi Oral. Kemudian Laboratorium Hewan Coba. Fasilitas penunjang penelitian berbasis in vivo yang memenuhi standar etika riset.

Laboratorium Multimediasebagai pusat pembelajaran digital dan pengembangan materi edukasi modern (dental podcast). Serta Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung. Fasilitas rumah sakit pendidikan utama yang sudah terakreditasi paripurna dan tersertifikasi syariah menjadi tempat praktik langsung bagi mahasiswa peminatan Kedokteran Gigi Komunitas.

Turut hadir jajaran pimpinan FKG UB. Adapun dari FKG Unissula hadir Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi MIKG, serta seluruh staf akademik MIKG Unissula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Magister Ilmu Kedokteran Gigi Unissula jadi Rujukan Pendirian S2 FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo

Kepercayaan institusi pendidikan tinggi nasional terhadap mutu pendidikan Magister Ilmu Kedokteran Gigi (MIKG) FKG Unissula terus meningkat. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan benchmarking FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kunjungan ini sekaligus untuk mempelajari tata kelola MIKG Unissula yang sukses terakreditasi Unggul. Sehingga diharapkan FKG UPDM(B) dapat mereplikasi capaian tersebut dalam merancang program magister FKG.

Delegasi UPDM(B) dipimpin langsung oleh Dekan FKG Dr drg Tjokro Prasetyadi SpOrt. Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi demi mutu pendidikan kedokteran gigi nasional.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Dekan FKG Unissula Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kemajuan pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. Salah satunya dengan bersedia membagikan praktik baik (best practices) serta pengalaman manajerialnya kepada universitas mitra yang ingin berkembang bersama.

Selanjutnya Kaprodi MIKG Unissula drg Islamy Rahma Hutami PhD memaparkan mengenai aspek profil, kurikulum, hingga manajemen tata kelola program pascasarjana.

Selain berdiskusi, rombongan juga mengunjungi sarana dan prasarana yang menjadi pilar keunggulan pembelajaran di MIKG FKG Unissula. Beberapa fasilitas utama yang ditinjau meliputi Averroes Dental Research Laboratory dan laboratorium hewan coba. Laboratorium ini difungsikan sebagai pusat riset dan praktik mahasiswa dengan fokus peminatan Biologi Oral.

Kemudian laboratorium multimedia yang digunakan sebagai ruang belajar berbasis teknologi digital. Sekaligus menjadi sarana utama penunjang praktik mahasiswa peminatan Kedokteran Gigi Komunitas. Dan juga fasilitas perkuliahan FKG Unissula. Meliputi peninjauan ruang kelas modern, ruang diskusi, serta infrastruktur penunjang perkuliahan lainnya yang nyaman dan representatif.

Turut hadir dari FKG UPDM(B) jajaran pimpinan dan tim taskforce pendirian program magister. Juga hadir dari FKG Unissula Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta seluruh jajaran staf akademik MIKG Unissula.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Kembali Raih Hibah Erasmus+, 4 Mahasiswa dan 3 Dosen FT Unissula Berangkat ke Belanda

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kembali memperoleh pendanaan hibah Erasmus+ Key Action 171 (KA171) International Credit Mobility Call 2026. Yang akan berlangsung mulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2029. Sebelumnya Unissula juga sukses memperoleh hibah Erasmus+ KA171 Call 2024. Hibah yang didanai Uni Eropa tersebut merupakan hasil kerja sama antara Unissula dengan Hanze University of Applied Sciences (HUAS) Belanda, Selasa (14/7/2026).

Melalui program ini empat mahasiswa dan tiga dosen dari Fakultas Teknik (FT) Unissula akan mengikuti program mobilitas akademik di School of Architecture and Built Environment HUAS Belanda. Sedangkan tiga dosen dari School of Architecture and Built Environment HUAS akan melaksanakan kegiatan akademik di Unissula. Diantaranya melakukan pengajaran, berbagi pengalaman, serta pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga diharapkan akan semakin memperkuat transfer pengetahuan, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di kedua institusi.

Keberhasilan Unissula memperoleh hibah Erasmus+ secara berkelanjutan menjadi bukti kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas akademik serta pengelolaan kerja sama internasional Unissula. Sekaligus mempertegas komitmen Unissula dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi global.

Program mobilitas internasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen. Memperluas jejaring kolaborasi akademik, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan Unissula.

Sebagai komitmen internasionalisasi, Unissula juga membuka International Unit Program (IUP) yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2026/2027. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berstandar internasional melalui kurikulum berorientasi global, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, keterlibatan dosen internasional, serta kesempatan mengikuti berbagai program mobilitas dan kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Kehadiran IUP juga menjadi langkah strategis Unissula dalam mempersiapkan lulusan yang unggul, berdaya saing internasional, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas universitas.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Mahasiswa FTI Unissula Diajak Pak Wapres Kunjungi Pabrik Kendaraan Listrik

Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengajak mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula mengunjungi beberapa pabrik kendaraan listrik. Hal ini sebagai bentuk dukungan langsung Wapres terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan transisi energi nasional melalui berbagai kolaborasi industri, Senin (13/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa FTI Unissula melihat secara langsung beberapa tahapan proses pabrikan. Mulai dari perakitan komponen hingga pengujian kualitas.

Dekan FTI Unissula Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD mengatakan kunjungan ini menjadi motivasi mahasiswa untuk terus berinovasi. “Dengan kunjungan ini menjadikan motivasi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan produk dan teknologi kendaraan listrik. Sekaligus mendukung program pemerintah untuk membangun ekosistem teknologi hijau,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap melalui kunjungan ini akan ada kerja sama antara dunia industri dan kampus. “Kami berharap selanjutnya akan  ada kerja sama antara dunia industri dan kampus untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil di bidang teknologi hijau khususnya kendaraan listrik dan energi terbarukan,” lanjutnya.

Adapun beberapa perusahaan yang dikunjungi mahasiswa FTI Unissula diantaranya Pabrik United E-Motor Plant 3 yang merupakan salah satu fasilitas produksi PT Terang Dunia Internusa Tbk. Pabrik ini dirancang untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik nasional. Termasuk produksi motor listrik baru serta layanan konversi kendaraan sesuai regulasi yang berlaku.

Selanjutnya adalah PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia atau PT Gotion High-Tech Indonesia. Sebuah perusahaan manufaktur dan solusi energi global asal Tiongkok yang bergerak dalam produksi baterai kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Hebat! Wapres Gibran Kepincut Mobil Listrik Molisa Karya Mahasiswa FTI Unissula, Diundang Khusus ke Istana Negara

Prestasi membanggakan ditorehkan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Inovasi mobil listrik Molisa karya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula berhasil mencuri perhatian Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Sebagai bentuk apresiasi, tim pengembang Molisa diundang secara khusus ke Istana Wakil Presiden di Jakarta, Kamis (9/7/2026), untuk mempresentasikan langsung teknologi kendaraan listrik karya anak bangsa tersebut.

Undangan dari Wakil Presiden menjadi pengakuan bergengsi atas kualitas riset dan inovasi yang lahir dari kampus Unissula. Molisa tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan agenda besar pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik, transisi energi, dan industri hijau nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran meninjau secara langsung prototipe Molisa, berdialog dengan para mahasiswa dan dosen pengembang, sekaligus memberikan berbagai masukan agar inovasi tersebut terus disempurnakan hingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH, yang memimpin langsung delegasi Unissula, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Wakil Presiden kepada karya mahasiswa FTI Unissula.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI yang telah menerima dan memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa Unissula. Ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi YBWSA maupun Unissula,” ujarnya.

Menurutnya, apresiasi dari orang nomor dua di Indonesia menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Molisa bukan sekadar mobil listrik karya mahasiswa. Ini adalah simbol lahirnya generasi muda Indonesia yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan teknologi untuk kemajuan bangsa. Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan sehingga inovasi ini dapat berkembang menjadi produk yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan industri kendaraan listrik nasional,” tegasnya.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, menjelaskan bahwa Molisa merupakan hasil kolaborasi riset dosen dan mahasiswa yang dikembangkan melalui proses penelitian aplikatif secara berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi terlibat langsung mulai dari tahap desain, rekayasa, manufaktur, pengujian, hingga penyempurnaan kendaraan listrik.

“Inilah pembelajaran sesungguhnya. Mahasiswa kami berkolaborasi bersama dosen menghasilkan inovasi nyata sehingga memiliki kompetensi yang siap menjawab kebutuhan industri kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wapres Gibran juga memperlihatkan sejumlah produk kendaraan nasional, termasuk kendaraan taktis Maung, sebagai inspirasi bagi mahasiswa agar terus meningkatkan kualitas inovasi dan memperluas wawasan mengenai perkembangan industri otomotif nasional.

Salah satu anggota Tim Molisa, Naufal Afif Fathi, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut memiliki keunggulan berupa panel surya yang dipasang di bagian atap sebagai sumber energi tambahan.

“Panel surya di bagian atas berfungsi untuk menambah suplai energi tambahan sehingga semakin memperkuat konsep kendaraan ramah lingkungan,” jelasnya.

Menurut Naufal, berbagai arahan yang diberikan Wapres menjadi suntikan semangat baru bagi seluruh tim.

“Pak Wapres memberikan arahan agar mahasiswa Unissula terus berkembang dan berinovasi dalam mewujudkan green future melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik berbasis energi hijau,” katanya.

Momen paling berkesan terjadi ketika Wapres Gibran membubuhkan tanda tangan pada bodi prototipe Molisa. Tanda tangan tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus pengakuan terhadap karya inovatif mahasiswa Unissula yang diharapkan terus berkembang menuju produk kendaraan listrik nasional.

Kunjungan ke Istana Wakil Presiden menjadi tonggak penting perjalanan Molisa sekaligus mempertegas posisi Unissula sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan inovasi berbasis riset, teknologi, dan kolaborasi. Melalui pengembangan Molisa, Unissula terus mengukuhkan komitmennya mencetak generasi khaira ummah yang unggul, inovatif, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan teknologi dan pembangunan Indonesia.

Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Bendahara Umum YBWSA Sapto Hartono SE MM, Ketua Pengembangan Usaha YBWSA Sigid Purnomo SH MKn, jajaran pimpinan Fakultas Teknologi Industri, para dosen pembimbing, Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Unissula Dr Setiawan Widiyoko SH MKn, serta mahasiswa Tim Molisa.