Categories
Headline Kampus Nasional Semarang

Tinjau Perbaikan Jalan Pantura, Menteri PU Apresiasi Unissula

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau serangkaian kegiatan pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur jalan Semarang–Demak, Trengguli–Kudus, serta ruas Kaligawe, Minggu (1/3/2026).

Peninjauan dipusatkan di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, yang menjadi lokasi pendirian tenda operasional Kementerian PU di Pos Resimen Mahasiswa.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas penanganan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, yang selama ini menghadapi persoalan banjir rob dan penurunan muka tanah.

Dalam konferensi pers di lokasi, Dody menyampaikan bahwa rencana sudetan di kawasan Unissula dirancang sebagai solusi jangka panjang pengendalian genangan. “Penanganan tidak boleh bersifat sementara. Sudetan ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian air yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi pemanfaatan Kolam Retensi Terboyo sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa. “Kolam retensi Terboyo dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium terapan atau living lab, sehingga mahasiswa bisa belajar langsung dari infrastruktur pengendali banjir yang ada,” kata Dody.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur didukung pendekatan ilmiah dan inovasi akademik. Dody juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Unissula atas dukungan selama kegiatan berlangsung. “Kami berterima kasih kepada Unissula karena telah banyak membantu dan memfasilitasi kegiatan ini,” ujarnya.

Kepala UPT Pemasaran dan Humas Unissula, Dr. Setiawan Widiyoko, SH., M.Kn menyatakan kesiapan kampus mendukung sinergi tersebut.

“Apabila kolam retensi dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium terapan, ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar secara kontekstual. Kampus siap mendukung kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat,” kata Setiawan.

Peninjauan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan, khususnya di kawasan strategis Pantura Jawa Tengah. 

Categories
Headline Kampus Semarang

Kuliah Berbasis Nilai Islam, Unissula Jadi Mitra Strategis Assyifa

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren Assyifa Subang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sabtu (28/2), di lingkungan pesantren tersebut.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor III Unissula Dr. Achmad Arifulloh, SH, MH. Hadir pula Kepala UPT Pemasaran dan Humas Unissula Dr. Setiawan Widiyoko, SH., M.Kn serta Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Islam (LKPI) Moh. Farhan Husain, SPdI, SHum, MPdI.

Dari pihak Assyifa, kegiatan dihadiri Ketua Yayasan TGH. Dr. Lalu Agus Pujiarta, MA, Sekretaris Yayasan, jajaran Dikdasmen, serta para kepala sekolah di bawah naungan Yayasan Assyifa Subang.

Achmad Arifulloh mengatakan, kerja sama ini merupakan penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ketua Yayasan Assyifa, Lalu Agus Pujiarta, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia bahkan mengajak lulusan Assyifa untuk melanjutkan studi di Unissula karena kesamaan karakter pendidikan. “Kami melihat ada keselarasan visi dan nilai pendidikan antara Assyifa dan Unissula. Kami mendorong lulusan kami untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unissula yang telah terakreditasi Unggul secara nasional dan internasional,” katanya.

Sementara itu, Setiawan Widiyoko menegaskan bahwa akses masuk ke Unissula kini semakin terbuka. Proses pendaftaran dan seleksi dapat dilakukan secara daring.

“Seleksi di Unissula sangat mudah karena bisa dilakukan secara online. Kami juga membuka jalur prestasi khusus Ramadan dengan biaya uang gedung yang lebih ringan,” jelasnya. Ia berharap skema tersebut dapat dimanfaatkan siswa Assyifa untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa hambatan administratif.

Di sisi lain, Moh. Farhan Husain menekankan bahwa Unissula dikenal sebagai Kampus Birrul Walidain yang memiliki fasilitas Pesantren Mahasiswa representatif. “Pesantren Mahasiswa Unissula menjadi sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter religius mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tegas Farhan yang juga Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Gubug serta pengurus PW RMI PWNU Jawa Tengah.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi bersepakat mengintegrasikan sistem pendidikan tinggi dengan tradisi pesantren guna mencetak generasi intelektual yang berakhlak, profesional, dan berdaya saing nasional maupun global.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Sukses Selenggarakan Tarling BAI Jateng Putaran ke-5 dengan Penuh Khidmat

Unissula menjadi tuan rumah tarawih keliling (tarling) putaran kelima Badan Amalan Islam (BAI) Jawa Tengah. Acara dihelat di Masjid Abu Bakar Assegaf kampus Unissula pada Kamis (26/2/2026). Hadir sebagai penceramah Prof Dr KH Musahadi MAg. Adapun Imam Tarawih, KH Abdul Rozaq MSi AH.

Dalam sambutannya Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof Dr Bambang Tri Bawono SH MH menyampaikan komitmen YBWSA untuk senantiasa hadir memberikan kemaslahatan bagi umat. Hal itu dilakukan melalui pendidikan, kesehatan, dakwah dan kegiatan sosial. “YBWSA memiliki banyak program sosial dengan menyantuni lansia, yatim, duafa. Kegiatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian YBWSA terhadap mereka sebagai bagian umat dan bangsa yang perlu didukung, diberdayakan, dan dimuliakan,” ungkapnya.

Sementara itu Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan rasa bangga dan syukur karena Unissula dipercaya menjadi tuan rumah tarawih keliling bersama Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah. Ia menyampaikan berbagai capaian penting Unissula antara lain terakreditasi institusi unggul dari BAN-PT. Unissula PTS ranking 1 di Jateng, PTS Ranking 4 nasional, ranking 95 Asia dan ranking 401 dunia.

Saat ini Unissula juga aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pesantren dan tercatat sebagai universitas pemberi beasiswa terbanyak pada para hafidz Qur’an. Menurutnya ada lebih dari 1200 hafidz Qur’an yang mendapat beasiswa kuliah di Unissula. Lebih lanjut ia menjelaskan komitmen Unissula untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu, pusat peradaban Islam, dan pusat kolaborasi strategis. Kampus yang terbuka sebagai ruang dialog, gagasan, dan gerakan untuk kebaikan. Ia merujuk pada Qur’an Surat Al Maidah ayat 2 yang asrtinya “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Dalam ceramahnya Prof Musahadi menyebut bahwa inti dari puasa adalah pengendalian diri. Adapun ujung dari puasa adalah taqwa. Oleh karena itu menurutnya puasa seharusnya memiliki korelasi terhadap kualitas kesehatan, kualitas keimanan, kualitas sosial menjadi lebih baik.

Acara tarling dihadiri oleh Ketua BAI Jawa Tengah Syarif Hidayat SAg MPd, Forkompimda Jawa Tengah, mahasiswa, santri, pejabat struktural Unissula dan YBWSA. Hadir pula perwakilan TNI dan Polri serta masyarakat sekitar.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Sinergi Pendidikan Islam, Unissula dan Yanbu’ul Qur’an Berkolaborasi

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menjalin kerja sama strategis dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam membangun sinergi antara pendidikan tinggi dan pendidikan pesantren berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan silaturahmi dan penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH, Kepala UPT Pemasaran dan Humas Dr Setiawan Widiyoko SH MKn, serta Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai Islam (LKPI) Unissula Moh. Farhan SPdi SHum MPdI.

Dari pihak pesantren, hadir langsung Pengasuh Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus, Dr KH Ahmad Faiz Lc MA beserta jajaran pengurus pesantren dan pengelola unit pendidikan di bawah naungan yayasan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada promosi pendidikan tinggi, tetapi juga pada penguatan implementasi Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Sinergi dengan pesantren merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi Qur’ani yang Birrul Walidain, unggul secara intelektual dan berkarakter kuat,” ujarnya.

Kepala UPT Pemasaran dan Humas Dr Setiawan Widiyoko SH M.Kn yang juga pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah menambahkan, kerja sama ini membuka peluang akses informasi studi lanjut bagi para santri, termasuk program beasiswa, jalur prestasi, serta pembinaan minat dan bakat akademik.

Sementara itu, Kepala LKPI Unissula Moh. Farhan SPdi SHum MPdI yang juga pengurus RMI PWNU Jawa Tengah menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan keilmuan. Kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan kajian keislaman, penelitian bersama, serta program pembinaan karakter berbasis nilai Al-Qur’an.

Dr KH Ahmad Faiz Lc MA menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar kerja sama ini menjadi jembatan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa meninggalkan identitas kepesantrenan. “Kami berharap kolaborasi ini mampu memperluas wawasan dan kesempatan santri Pondok Pesantren Yanbu,ul Quran Kudus dan Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran di seluruh Wilayah Indonesia dalam mengembangkan potensi diri di ranah akademik,” tuturnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi program akses dan beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren, kuliah umum, pembinaan akademik dan pendampingan studi lanjut, penelitian kolaboratif berbasis isu sosial-keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Serta Pengabdian masyarakat terpadu yang melibatkan dosen dan santri.

Melalui kemitraan ini, Unissula dan Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus meneguhkan komitmen bersama untuk mencetak generasi Birrul Walidain, berakhlak mulia, unggul dalam ilmu pengetahuan, serta mampu berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa

Categories
Headline Kampus Nasional News

Demokratis dan Aspiratif, Senat Mahasiswa Unissula Pilih Nahkoda Baru

Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (Sema KM) Unissula menggelar musyawarah besar dalam rangka regenerasi kepemimpinan. Mubes berlangsung 26-27 Februari 2026 di Ruang Rapat Biro Rerktor Lt.3. Mubes secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor 3 Unissula Dr Achmad Arifulloh SH MH, Kamis (26/2/2026). “Saya memberikan apresiasi kepada Ketua Sema KM yang telah menyelenggarakan mubes di akhir masa jabatannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebut melalui Mubes bisa membangun dan menyiapkan kader terbaik melanjutkan kepemimpinan. “Ini bisa untuk membangun dan menyiapkan kader terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan baik Presiden BEM maupun Sema KM,” jelasnya.

Lebih lanjut Dr Achmad Arifulloh mengingatkan bahwa BEM dan Sema tidak sekedar berkompetisi supaya jadi pemimpin. “Tapi sejatinya pemimpin itu amanahnya besar. Bagaimana membawa jamaahnya agar sesuai dengan tujuan amanah yang diemban. Terlebih saat ini Unissula tidak hanya berkompetisi menjadi Unggul, namun juga berprestasi secara internasional,” jelasnya.

Sehingga menurutnya Mubes pemilihan Presiden BEM dan Sema KM dimaknai sebagai proses regenerasi pemilihan pemimpin dengan gagasan dan visi yang membawa kampus Unissula ke arah yang lebih baik dan go internasional.

Selain itu Ketua Sema KM Hanik Atul Wafiroh mengungkap mubes bukan hanya acara formalitas. “Lebih dari itu mubes sebagai tempat mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan kinerja selama satu periode, baik BEM KM maupun Sema KM,” pungkasnya.

Turut hadir Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unissula Ady Fajar Putranto SE.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Perluas Wawasan Global, Mahasiswa Akuntansi Unissula Belajar di Dongseo University Korsel

Astrid Aurora mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unissula mengikuti program Student Exchange di Dongseo University, Korea Selatan. Program tersebut berlangsung pada 26 Februari hingga 23 Juni 2026.

Melalui program ini, Astrid akan mengikuti perkuliahan, aktivitas akademik lintas budaya, serta berbagai program pengembangan kompetensi global bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Dekan FEB Unissula Prof Dr H Heru Sulistyo SE MSi menyampaikan apresiasinya. Ia juga berharap partisipasi mahasiswa dalam program internasional seperti student exchange dapat terus meningkat. “Program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB Unissula memiliki kapasitas untuk berkompetisi di level global. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti program mobilitas internasional,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut keikutsertaan Astrid Aurora dalam Student Exchange Program menjadi wujud nyata komitmen FEB Unissula dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring global, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional. “Pengalaman belajar di luar negeri diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan berdaya saing global,” jelasnya.

FEB Unissula juga terus berkomitmen membuka akses dan peluang internasional bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

Selain itu partisipasi Astrid Aurora di Dongseo University diharapkan menjadi duta akademik FEB Unissula sekaligus memperkuat reputasi institusi di kancah global.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Pengabdian Masyarakat PDIH Unissula di Pemkot Pekalongan, Dorong Kepastian Hukum PPJB sebagai Objek BPHTB

Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unissula menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan, Sabtu (21/2/2026). Mengangkat tema “Pembaharuan Hukum Perjanjian Pengikatan Jual Beli sebagai Objek Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Studi Perbandingan di Berbagai Negara”, kegiatan ini menghadirkan unsur legislatif, eksekutif, akademisi, notaris, serta mahasiswa internasional.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Muhammad Saleh, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Jawade Hafidz dan Prof. Anis yang memberikan sambutan.Perspektif Praktik KenotariatanDari unsur notaris, Ade Irfan, SH., M.Kn menyoroti problematika yang kerap muncul dalam praktik pembuatan PPJB.

“Dalam praktik, kami sering menghadapi perbedaan tafsir mengenai kapan sebenarnya BPHTB itu terutang. Ketidakjelasan ini bukan hanya berdampak pada administrasi pajak, tetapi juga berpotensi menimbulkan sengketa hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembaruan regulasi harus memberikan kepastian, baik bagi notaris sebagai pejabat umum maupun bagi para pihak yang bertransaksi. “Regulasi harus memberikan garis batas yang tegas. Notaris membutuhkan kepastian norma agar dapat menjalankan fungsi secara profesional dan akuntabel,” tambahnya.

Kajian Akademik dan Perbandingan Internasional

Sementara itu, dari unsur akademisi, Dr. Muhammad Dias Saktiawan, SH., M.Kn menekankan bahwa pembaruan hukum PPJB tidak dapat dilepaskan dari pendekatan komparatif.

“Negara-negara lain telah mengatur secara jelas posisi perjanjian pendahuluan dalam sistem perpajakan properti. Indonesia perlu belajar dari praktik tersebut agar tidak terjadi kekosongan atau multitafsir norma,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa reformasi hukum harus berpijak pada tiga pilar utama.“Kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan harus berjalan beriringan. Jika salah satu diabaikan, maka regulasi akan timpang dan berpotensi menimbulkan persoalan baru.”

Perspektif Mahasiswa Internasional

Mahasiswa internasional PDIH asal Jordania, Joman Rabah Mahfouth Alkhati, turut memberikan pandangan komparatif berdasarkan praktik hukum di negaranya.

“Di beberapa negara, termasuk di kawasan Timur Tengah, pengawasan terhadap transaksi awal sudah diintegrasikan dengan sistem fiskal untuk mencegah penghindaran pajak. Pendekatan ini dapat menjadi referensi bagi Indonesia,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa internasional dari Algeria, Palestina, Maroko, Uganda, Malaysia, dan Pakistan yang turut memperkaya diskusi lintas sistem hukum.

Dorongan Reformasi RegulasiDiskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain perlunya penegasan norma mengenai kedudukan PPJB dalam hukum positif Indonesia serta sinkronisasi aturan BPHTB dengan prinsip-prinsip hukum perdata nasional.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi kontribusi nyata akademisi dalam mendorong pembaruan hukum pertanahan dan perpajakan daerah yang lebih adaptif terhadap dinamika global.

Categories
Headline Kampus

Unissula Semakin Maju, Punya 105 Guru Besar dan 50 Prodi

Masjid Abu Bakar As Segaf kampus Unissula mengadakan tarawih bersama rektor pada Jumat malam Sabtu (20/2/2026). Bertindak sebagai imam tarawih Dr Syamsudin Salim SAg MAg.

Rektor, Prof Dr Gunarto SH MH dalam tausyiahnya menyampaikan pentingnya rasa syukur atas berbagai nikmat iman, nikmat kesehatan serta nikmat bertumbuhnya kampus Unissula. “Alhamdulillah Unissula mendapat banyak nikmat dan rahmat dari Allah. Saat ini kampus berkembang pesat. Tahun 2022 jumlah guru besar baru 13 namun saat ini meningkat menjadi 105 guru besar. Prodinya semakin bertambah dari 32 prodi sekarang menjadi 50 prodi. Kampusnya juga dari belum terakreditasi unggul menjadi terakreditasi unggul. Unissula juga semakin maju dalam perankingan kampus dunia. Menurut AppliedHE yyang berbasis di Singapura, Unissula merupakan kampus terbaik di Jawa Tengah, PTS ranking 4 nasional dan universitas peringkat 95 Asia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Prof Gunarto juga mengingatkan pentingnya birrul walidain dan takrimul aulad. “Maka marilah dibulan yang mulia ini kita jadikan sebagai momentum untuk berbakti kepada kedua orang tua. Ada banyak pintu syurga salah satu pintu syurga yang utama adalah melalui jalan berbakti kepada kedua orang tua,” pungkasnya.

Tarawih bersama diikuti civitas akademika Unissula baik pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan, dan para mahasiswa serta santri mahasiswa.

Categories
Budaya Headline Kampus Nasional Semarang

Dosen Psikologi Unissula Bahasa Self Esteem Perempuan di dialog Publik TVRI Jawa Tengah

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Agustin Handayani, SPsi MA menjadi narasumber dalam dialog publik di TVRI Jawa Tengah pada (18/2/2026). Dalam acara tersebut, ia hadir bersama Dona Trisukma dengan host Irin Riany, membahas tema dampak media sosial terhadap self esteem (harga diri) perempuan.

Dalam pemaparannya, Agustin Handayani menjelaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap self-esteem perempuan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perbandingan sosial di Instagram berkontribusi sebesar 13,6% terhadap pembentukan self-esteem. Dari penelitian tersebut, 77% responden merupakan perempuan berusia 18–35 tahun.

Data ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap dampak media sosial. Validasi berupa jumlah “like” dan komentar kerap dijadikan tolok ukur nilai diri. Semakin sering seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, semakin besar potensi penurunan self-esteem. Perbandingan sosial tersebut dapat membuat perempuan merasa kurang percaya diri, meragukan nilai dirinya, bahkan mengalami tekanan psikologis.

Media sosial bukan hanya ruang interaksi, tetapi juga ruang pembentukan persepsi diri. Konten-konten yang menampilkan standar kecantikan, pencapaian, dan gaya hidup ideal sering kali seolah menjadi ukuran kebahagiaan. Tanpa disadari, khususnya bagi perempuan, terdapat batasan-batasan sosial yang tidak terlihat namun memengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri.

Menurut Agustin Handayani, sejak kecil banyak perempuan telah terpapar perspektif bahwa kecantikan adalah hal utama. Doktrin sosial ini perlahan melekat dan membentuk keyakinan bahwa kecantikan identik dengan pencapaian. Padahal, prestasi dan keberhasilan tidak selalu berkaitan dengan aspek fisik.

Standar atau mitos kecantikan seperti harus langsing, putih, dan selalu tampil sempurna mendorong sebagian perempuan untuk mengejar standar tersebut, bahkan hingga melakukan tindakan ekstrem seperti operasi kosmetik. Ketika standar itu tidak tercapai, muncul perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.

Padahal pada hakikatnya setiap manusia telah diciptakan dengan keunikan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, kesadaran diri serta penggunaan media sosial secara bijak menjadi kunci penting dalam menjaga self-esteem dan kesehatan mental perempuan di era digital.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Akademisi Senior Prof. Bahtiyar Efendi Masuk Jajaran Dewan Pakar IKAMA

Struktur Kepengurusan DPP IKAMA [Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madoera] periode 2025-2030 resmi diumumkan.H. Muhammad Rawi kembali dipercaya menduduki posisi Ketua Umum. Hal ini berarti, untuk kali ketiga, pria yang akrab disapa Abah ini menakhodai organisasi IKAMA.

Di posisi Sekretaris Jenderal, didapuk H. Hanafi. Sedangkan tugas Bendahara Umum diemban H. Ach. Arif Efendi.

Guna memperkuat reorganisasi, IKAMA juga mengangkat Profesor Bahtiyar Efendi sebagai Dewan Pakar.

Abah H. Muhammad Rawi mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan dari seluruh anggota IKAMI kepada dirinya untuk kembali memimpin organisasi.”Dengan dibentuknya kepengurusan yang baru, kami ingin menegaskan soliditas internal organisasi, sekaligus menjadi momentum konsolidasi menuju peran yang lebih strategis. Tentunya tidak hanya bagi warga Madura, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap dinamika sosial dan pembangunan nasional,” ungkapnya, Senin (16/2/2026).

Dirinya mengajak seluruh anggota untuk bahu-membahu membesarkan organisasi, untuk bisa berkiprah dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.”Tentunya, pengurus tidak bisa bergerak sendiri. Butuh dukungan, masukan, dan kritik membangun dari seluruh anggota, agar kiprah organisasi bisa dirasakan,” tuturnya.

Profesor Bahtiyar Efendi selaku Dewan Pakar IKAMA menyambut baik reorganisasi yang dilakukan Ikatan Keluarga Madura. Menurutnya, hal ini dapat memotivasi anggota untuk bisa berbuat maksimal bagi organisasi. “Selain itu, tentunya diharapkan melalui reorganisasi ini semakin menjadi magnet bagi keluarga besar Madura di manapun berada untuk ikut bergabung, sehingga makin menguatkan pondasi organisasi dan silaturahmi,” tutur Prof. Bahtiyar.

Dikatakannya, warga Madura tersebar di seluruh penjuru nusantara. Dengan bergabung di IKAMA diharapkan warga Madura di perantauan tidak melupakan tanah kelahiran dan bisa ikut membangun kampung halaman. “IKAMA aktif dalam bidang pembangunan dan sosial. Mudah-mudahan warga Madura bisa terus berkiprah ikut memajukan kampung halaman dan wilayah tempatnya berdomisili sekarang,” tuturnya.

Sekjen, H. Hanafi menambahkan kepengurusan baru akan memprioritaskan empat sektor utama, yakni pendidikan, penguatan ekonomi, sosial kemasyarakatan, serta pendampingan hukum.”Fokus tersebut dirancang sebagai layanan konkret organisasi bagi anggota maupun masyarakat luas, dengan pendekatan inklusif tanpa membedakan latar belakang etnis,” katanya.

Pada sektor pendidikan, katanya lagi, IKAMA menargetkan pengembangan lembaga pendidikan formal dan nonformal, baik di dalam maupun luar negeri.”Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan kesempatan,” tuturnya.

Di bidang ekonomi, penguatan peran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menjadi strategi utama dalam membangun jaringan ekonomi berbasis komunitas.”Model kolaborasi antarwilayah diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi anggota sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara pada sektor sosial, kepedulian organisasi telah diwujudkan melalui aksi kemanusiaan berskala nasional.”DPP IKAMA tercatat menyalurkan bantuan senilai Rp750 juta bagi korban bencana di Sumatera dan Aceh, serta Rp300 juta untuk korban bencana di Kabupaten Cianjur,” paparnya.

“Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong DPW IKAMA di seluruh Indonesia, termasuk kontribusi signifikan dari DPW IKAMA Arab Saudi senilai Rp80 juta,” imbuhnya.

Pada aspek hukum, IKAMA menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendampingan hukum gratis melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH), baik dalam proses litigasi maupun nonlitigasi.”Program ini ditujukan untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan,” katanya.

“Periode 2025–2030 harus menjadi fase penguatan peran organisasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat posisi IKAMA sebagai organisasi sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.