Categories
Headline Kampus Nasional News

Gus Faiz di Khutbah Wada’ Unissula: Mahasiswa Harus Jadikan Ilmu sebagai Jalan Membahagiakan Orang Tua

Mahasiswa hendaknya menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai jalan untuk membahagiakan orang tua. Pesan tersebut disampaikan Pengasuh Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (PTYQ) Menawan Kudus sekaligus sebagai Ketua Umum Yayasan Arwaniyah Kudus, Dr KH Ahmad Faiz Lc MA dalam Khutbah Wada’ Pesantren Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Gelombang IV yang berlangsung di Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya Program Pesantren Mahasiswa Unissula Gelombang IV yang telah dilaksanakan selama dua bulan. Program ini diikuti mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selama mengikuti program, para mahasantri dibekali berbagai keilmuan keagamaan, kemampuan baca tulis Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai birrul walidain yang menjadi salah satu program unggulan Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain.

Dalam laporannya, Kepala LKPI Unissula Moh. Farhan SPdI Shum MPdI menyampaikan bahwa program pesantren mahasiswa dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Nilai penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama menjadi bagian penting yang terus ditanamkan kepada para peserta selama mengikuti kegiatan.

Wakil Rektor III Unissula, Dr Achmad Arifulloh SH MH mengapresiasi pelaksanaan Program Pesantren Mahasiswa (Pesanmasa) Gelombang IV yang telah berjalan dengan baik. Ia menyampaikan bahwa meskipun para peserta berasal dari tiga fakultas yang berbeda, yakni FEB, FTI, dan FKIP, seluruhnya dipersatukan oleh nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi pendidikan di Unissula.

Menurutnya, Pesanmasa merupakan bagian dari komitmen Unissula sebagai Kampus Birrul Walidain dalam membentuk Generasi Khaira Ummah yang berilmu, berakhlak, dan menghormati orang tua serta dosen. Ia berharap para mahasiswa yang telah mengikuti program tersebut dapat menjadi teladan di lingkungan kampus dengan menjaga shalat, adab, disiplin, serta mampu membanggakan orang tua, membahagiakan dosen, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Faiz menjelaskan bahwa mencari ilmu tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas maupun majelis. Melalui konsep jalan-jalan dan makan-makan (siyahah dan kuliner), seseorang juga dapat belajar mengenal kehidupan, memperluas wawasan, melakukan tafakur, sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT. Menurutnya, perjalanan dan kebersamaan dalam menikmati hidangan dapat menjadi media pembelajaran yang menghadirkan pengalaman, refleksi, dan rasa syukur yang lebih mendalam.

Lebih jauh, Gus Faiz menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan doa orang tua. Kesempatan belajar yang dimiliki mahasiswa saat ini merupakan hasil dari pengorbanan orang tua yang patut dibalas dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu dan berprestasi.

“Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Dengan belajar sungguh-sungguh, mahasiswa sesungguhnya sedang menyiapkan cara terbaik untuk membahagiakan orang tua di masa depan,” ungkapnya.

Gus Faiz juga mengingatkan bahwa ketika telah memiliki rezeki yang lebih, mahasiswa tidak boleh melupakan orang tua. Membahagiakan mereka dapat diwujudkan melalui berbagai cara sederhana, seperti mengajak makan bersama, berwisata, membantu kebutuhan mereka, maupun meluangkan waktu untuk menemani dan memberikan perhatian.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan Program Pesanmasa tidak hanya tercermin dari bertambahnya ilmu dan kualitas ibadah, tetapi juga dari semakin kuatnya rasa syukur, kepedulian kepada sesama, serta komitmen untuk memuliakan kedua orang tua sebagai sumber keberkahan dalam menuntut ilmu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FEB Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi, Dekan FTI H Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Dekan FKIP Dr Muhamad Afandi SPd MPd MH, serta Kepala UPT Pemasaran dan Kehumasan Dr Setiawan Widiyoko ST SH MSi MKn. Serta hadir pula Dewan Asatidz Pesanmasa, Dr Lela Zumala Rofiqoh Sak MM, Mustain SPdI MPdI, Dr Sugeng Hariyadi Lc MA.

Categories
Headline Kampus Nasional News

10 PTS Terbaik di Jawa Tengah Bisa Dijadikan Referensi Pendidikan Berkualitas Tahun 2026

Kegagalan dalam seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukanlah akhir dari perjalanan meraih pendidikan tinggi berkualitas. Di tengah semakin kompetitifnya persaingan masuk PTN, calon mahasiswa tetap memiliki peluang besar untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi unggulan. Salah satunya adalah Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah tahun versi UI GreenMetric World University Rankings.

UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan universitas dunia yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk mengukur komitmen perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan. Pemeringkatan ini diikuti oleh 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara. Penilaian dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yaitu pengaturan dan infrastruktur kampus, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah dan limbah, tata kelola air, transportasi berkelanjutan, serta pendidikan dan riset.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan bahwa Unissula berkomitmen menghadirkan kampus yang modern, berstandar internasional, dan ramah lingkungan. Berbagai pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menjadikan lingkungan kampus semakin nyaman, hijau, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas.

Saat ini Unissula juga menjadi PTS terbaik di Jateng dalam hal penjaminan mutu, proses pembelajaran, jumlah riset, jumlah jurnal internasional Scopus, jumlah mahasiswa baru, jumlah studen body dan jumlah profesor.

Dengan reputasi Unissula yang terus menanjak di tingkat nasional maupun internasional, menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak ditentukan oleh status negeri atau swasta semata. Karena itu, bagi calon mahasiswa yang belum berkesempatan diterima di PTN, tidak perlu berkecil hati.

Masih banyak jalan menuju kesuksesan melalui kampus-kampus unggulan, dan Unissula hadir sebagai salah satu pilihan terbaik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Info pendaftaran mahasiswa baru Unissula dapat diakses di pmb.unissula.ac.id.

Berikut 10 PTS terbaik di Jawa Tengah versi UI GreenMetric World University Rankings yang dirilis 16 Desember 2025.

  1. Universitas Islam Sultan Agung
  2. Universitas Muhammadiyah Semarang
  3. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  4. Universitas Kristen Satya Wacana
  5. Universitas Muria Kudus
  6. Universitas Telogorejo Semarang
  7. Universitas Katolik Soegijapranata
  8. Universitas Safin Pati
  9. Universitas Putra Bangsa
  10. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Categories
Headline Kampus Nasional News

Hafid Qur’an, Tokoh Nasional dan Daerah Ikuti Wisuda ke 97 di Unissula

Unissula melantik 1624 wisudawan. 42 wisudawan diantaranya merupakan penghafal Al Qur’an 30 juz, dan satu diantaranya merupakan mahasiswa internasional Fakultas Ilmu Komunikasi yang berasal dari Aljazair, Mohammed Djarboa, Sabtu (13/6/2026). Sehingga hingga saat ini Unissula telah meluluskan 87.420 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu juga ada beberapa tokoh masyarakat yang ikut diwisuda. Dari Program Doktor Ilmu Hukum yaitu Bidang Propam Polda Jateng Kompol Dr Fandi Setiawan SH SIK MH, Ketua Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam Sunan Giri Lamongan Dr Bambang Eko Mulyono SH MH MM, Divisi Cyber Polri Dr M Fadli Amri SH MIK MH MIKepolisian.

Kemudian lulus Program Magister Manajemen yaitu Anggota DPRD Kab. Magelang Sumadi SE MM, Anggota DPRD Kab. Kudus Budiono SSos MM.

Selanjutnya dari Program Magister Ilmu Hukum yaitu Wakil Ketua DPRD Jateng Setyo Ari Nugroho SH MH, Kapolres Kalimantan Barat AKBP Jonathan David Hariontono SIK MH, Kepala Kejaksaan Negeri Mentawai Sumatera Barat Raden Ayu Yani SH MH, dan Hakim Pengadilan Pajak Jakarta Muhammad Hanif Arhani ST ME MH.

Ada juga Hakim Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Titi Sansiwi SH MH, Hakim Pengadilan Perikanan Pengadilan Negeri Merauke Unggul Senoaji SH MH, Hakim Pengadilan Negeri Bangil Anna Musayyanah SH MH, Wakapolres Tanjung Capung Barat Polda Jambi Kompol Andi Musahar SH MH, Wakil Direktur Diskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiono SIK MH, Kepala Rutan kelas 2 B Kudus Anda Tuning Sapiluhu SH MH, Kalapas Kelas 2A Purwokerto Agung Pratomo SH MH, serta Vina Triana Sudarto SE MH sebelumnya sebagai Kepala Bagian Kebijakan Ekonomi BI.

“Selamat kepada wisudawan dan wisudawati. Selamat juga kepada orangtua yang telah berjuang memuliakan anaknya hari ini diwisuda. Merupakan suatu kebanggaan bagi mahasiswa dan orangtua, serta keluarga Unissula, Dekan, prodi, dan para dosen hari ini berhasil meluluskan 1624 wisudawan,” ungkap Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Rektor juga menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan. “Setelah Anda diwisuda maka dengan ilmu yang dimilikinya, Allah akan mengangkat derajatnya degan mendirikan sholat dan berbuat kebaikan,” jelasnya.

Menurutnya menjadi lulusan Unissula harus memberikan manfaat. Tidak hanya kepada orang Islam, namun seluruh manusia. “Dan berbuat baik yang paling utama adalah berbuat baik kepada orangtua, yang telah merawatnya bahkan dari dalam kandungan selama 9 bulan lamanya,” ungkapnya.

“Momentum wisuda di Unissula tidak hanya momentum upacara dilantik sebagai wisudawan. Tetapi di saat ini, merupakan momentum meminta maaf kepada orangtua atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Perkuat Daya Saing Lulusan, FH Unissula Gencarkan Internasionalisasi dan Sinergi Alumni

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi persaingan global.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat internasionalisasi serta membangun komunitas dan jaringan alumni yang solid.

Hal tersebut disampaikan Dekan FH Unissula, Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H., dalam Rapat Senat Terbuka Pelepasan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan (MKn), dan Doktor (S3) Ilmu Hukum Periode ke-97 yang berlangsung di Patra Semarang Hotel, Jumat (12/6/2026) sore.

Internasionalisasi berfokus pada integrasi kurikulum global dan peningkatan daya saing lulusan. Inisiatif utamanya meliputi pembukaan Kelas Internasional untuk seluruh program studi, kegiatan student mobility (pertukaran pelajar), serta kemitraan riset dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia.

Menurutnya, FH Unissula juga terus memperkuat kualitas akademik, salah satunya melalui peluncuran Handbook Islamic Worldview and Law Study pada 23 Mei 2026.

Buku tersebut menjadi panduan resmi bagi dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam dan hukum.

Dalam kesempatan itu, Prof. Jawade berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga karakter, integritas, dan nilai-nilai birrul walidain atau berbakti kepada orang tua.

“Kami ingin FH Unissula menjadi yang terbaik di antara fakultas hukum lainnya. Akreditasi unggul dari BAN-PT dan akreditasi unggul internasional akan terus kami pertahankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat lulusan FH Unissula relatif mudah mendapatkan pekerjaan adalah kuatnya hubungan kekeluargaan dan jejaring alumni yang telah dibangun selama ini.

“Kami membangun paradigma bahwa jika memiliki komunitas yang kuat, maka mencari pekerjaan tidak akan menjadi hal yang sulit. Banyak alumni yang merekrut lulusan FH Unissula untuk bergabung di institusi maupun tempat kerja mereka,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau para lulusan baru, khususnya jenjang sarjana, untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan para senior dan alumni. Ia juga mengajak para lulusan magister dan doktor untuk turut membuka peluang kerja bagi lulusan S1 FH Unissula.

Pada periode ke-97 ini, FH Unissula melepas sebanyak 340 lulusan yang terdiri atas 104 lulusan Program Sarjana (S1), 178 lulusan Magister Ilmu Hukum, 44 lulusan Magister Kenotariatan, dan 14 lulusan Doktor Ilmu Hukum.

Hingga saat ini, FH Unissula telah meluluskan sebanyak 15.471 alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi hukum dan pemerintahan.

Acara pelepasan dihadiri Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., para wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen, anggota senat FH, tamu undangan, serta sejumlah mahasiswa dari luar negeri.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Farmasi Unissula Bekali Mahasiswa Hadapi Era Disrupsi

Fakultas Farmasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Scholar dalam pusaran era disrupsi, Jumat (12/6/2026). Hadir sebagai narasumber Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek Prof apt I Ketut Adnyana PhD.

Prof apt I Ketut Adnyana PhD menjelaskan seorang scholar dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan. “Tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang kesehatan dan farmasi,” jelasnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan inovasi sebagai bekal utama menghadapi era disrupsi.

Lebih lanjut ia memaparkan berbagai tren global di bidang farmasi dan kesehatan. Seperti telemedicine, personalized medicine, terapi genetik, produk biologis, serta pemanfaatan AI dalam penelitian dan pengembangan obat.

“Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan biodiversitas dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan inovatif berbasis riset,” jelasnya.

Disamping itu Dekan Fakultas Farmasi Unissula, Dr apt Rina Wijayanti SH MSc mengungkap kegiatan ini sebagai upaya memperkuat wawasan akademik serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era disrupsi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa serta mendorong semangat riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan profesi farmasi di masa depan,” ujarnya.

Sehingga melalui kuliah tamu ini diharapkan dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi semakin termotivasi untuk menjadi lifelong learner, memperkuat budaya riset. Serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Categories
Headline Kampus Nasional News

1624 Mahasiswa Unissula Ikuti Pembekalan Wisuda ke- 97

1624 mahasiswa Unissula mengikuti pembekelan wisuda ke- 97 yang digelar di Auditorium Kampus Kaligawe, Jumat (12/6/2026). Diantaranya 10 mahasiswa program Diploma, 1092 program Sarjana, 500 mahasiswa program Magister, dan 22 program doktor. Adapun satu diantaranya merupakan mahasiswa internasional Fakultas Ilmu Komunikasi yang berasal dari Aljazair, yakni Mohammed Djarboua.

“Hal ini sebagai bukti bahwa Unissula tidak hanya terkenal secara nasional, namun sudah merambah ke kancah internasional. Dan di tahun ini Unissula menjadi salah satu kampus penerima program beasiswa kemitraan negara berkembang. Dan saat ini sudah ada 50 pendaftar,” ungkap Wakil Rektor I Unissula Dr Mochamad Abdul Basir SPd MPd.

Sehingga pihaknya berharap sebagai lulusan Unissula tidak hanya unggul secara intelektual. “Tetapi juga unggul dalam memiliki integritas serta akhlak mulia, serta adaptif dalam menghadapi dinamika dunia ini,” jelasnya.

Selanjutnya Prof Dr Drs Rozihan SH MAg menyampaikan beberapa bekal menjadi manusia suci. Pertama adalah selalu berdzikir kepada Allah. Kedua tidak kikir (dermawan). Ketiga tidak iri dan dendam pada orang lain. Keempat mendoakan orang jahat dengan doa yang baik. Dan terakhir adalah pekerja keras. “Orang dulu yang disebut sebagai orang suci adalah yang tangannya kasar, karena rajin bekerja. Bahkan disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang tidak akan pernah disentuh api neraka selama-lamanya,” jelasnya.

“Itulah kelima indikator menjadi manusia suci. Mari kita pelihara kesucian kita. Dulu kita lahir suci, dan indikator manusia suci itu adalah manusia itu mempunyai naluri senang dengan hal-hal yang suci,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

FKG Unissula Perkuat Kompetensi Dokter Gigi di Bidang Periodonsia

Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula menyelenggarakan Webinar 2nd PERILA (Periodontic of Unissula). Kegiatan ilmiah ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan dokter gigi dalam bidang periodonsia dan implant dentistry. Dengan tema Advancing Clinical excellence in periodontal therapy and implant dentistry, acara dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai daerah, Kamis (11/6/2026).

Ketua panitia drg Rosa Pratiwi SpPerio menyampaikan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan Departemen Periodonsia FKG Unissula. “Melalui webinar ini kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai penanganan jaringan periodontal serta perkembangan implant dentistry. Bidang periodonsia tidak berdiri sendiri, tetapi berkolaborasi erat dengan berbagai disiplin ilmu kedokteran gigi lainnya, terutama dalam perawatan implant. Kami berharap kegiatan PERILA dapat menjadi wadah diskusi ilmiah yang berkelanjutan dan diselenggarakan secara rutin pada masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I drg Mursi Amurwaningsih MMed Ed mengungkap kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan profesionalisme dokter gigi. “Kami berharap seluruh peserta memperoleh manfaat dan ilmu yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut melalui kegiatan ini Departemen Periodonsia FKG Unissula berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan gigi, serta mendorong inovasi di bidang periodonsia dan implant dentistry di Indonesia. Melalui pelatihan praktik langsung (hands-on training) yang berfokus pada keterampilan klinis di bidang periodonsia dan implant dentistry.

Sebagai tindak lanjut, Departemen Periodonsia FKG Unissula akan menyelenggarakan 2nd PERILA Hands-On Series pada 25 Juli 2026 mendatang.

Adapun pemateri yang dihadirkan antara lain drg Adisty Restu Poetri MDSc SpPerio dengan topik Chlorine Dioxide: A Promising Agent for Plaque Control and Gingival Health Enhancement. drg Yosaphat Bayu Rosanto MDSc SpBMM SubspIDM (K) dengan topik Do Dentists Really Need Antibiotics?. drg Ade Ismail Abdul Kodir MDSc SpPerio dengan topik The Ultimate Foundation: Why SRP is Non-Negotiable for Surgical and Restorative Success. drg Stefanus Rikko Hudyono MH MOM Impl SpPerio dengan topik Dental Splinting: Current Perspective in Tooth Stabilization and Trauma Management.

Sementara pada hari kedua, drg Valdy Hartono SpPerio dengan topik Immediate Implant Protocol: Perfect Match Between UV-Activated Implant and Socket Seal Abutment. drg Evan Valerio SpPros dengan topik Digital Guided Implant Placement: Precision, Predictability and Performance. Serta Dr drg Erdianto Wardhana MHKes dengan topik Ethical Considerations in Dental Implant Patients.

Selain menghadirkan materi ilmiah terkini, webinar ini juga memberikan penghargaan Satuan Kredit Profesi (SKP) Kementerian Kesehatan, yaitu Dokter Gigi Umum 10 SKP, Spesialis Periodonsia 7 SKP, Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial 5 SKP, dan Spesialis Prostodonsia 2 SKP.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Keren! FTI Unissula akan Jadikan Mobil Listrik sebagai Mobil Operasional

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula terus berupaya mengembangkan teknologi hijau, terutama mobil listrik. Dekan FTI Muhammad Qomarudin ST MSc PhD menjelaskan saat ini fokusnya dalam pitching factory. “Kami juga membekali mahasiswa dengan kompetensi dan mendorong civitas akademika terutama para dosen untuk melakukan riset dalam bidang green future,” ungkapnya, Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan saat ini salah satu prodinya, yakni Prodi Teknik Elektro sedang menguatkan laboratorium EV dan laboratorium renewable energi. “Semuanya kita persiapkan untuk membekali mahasiswa memiliki keterampilan. Selain itu kami juga akan mendampingi mereka dengan sertifikasi kompetensi di bidangnya masing-masing,” lanjutnya.

Saat FTI Unissula telah memiliki beberapa mitra yang akan mendukung dalam pengadaan lab, maupun magang industri mahasiswa. Diantaranya Polytron yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah.

“Kami berharap akan segera menjadikan mobil ini menjadi mobil operasional kampus. Namun supaya dapat digunakan secara umum, perlu beberapa tahapan. Diantaranya menguji kelayakan pemakaian terutama keselamatannya,” jelasnya.

Namun secara umum dua mobil listrik sudah siap digunakan sebagai transportasi antar fakultas. “Sehingga apabila ada kegiatan di fakultas kami akan fasilitasi untuk menggunakan mobil ini sebagai operasionalnya,” jelasnya.

Disamping itu Eryan salah satu mahasiswa yang ikut dalam pengembangan mobil listrik ini menjelaskan tenaga panel surya yang digunakan sebagai daya. Panel surya tersebut diletakkan di atas mobil. Dan ketika mobil beroperasi bisa sekaligus mengisi daya, sehingga daya akan bertahan lebih lama.

“Fitur lainnya yaitu mobil memiliki sensor pendeteksi depan dan belakang dengan jarak sekitar dua meter. Kemudian ada indikator arus, dan indikator battery yang bisa dilihat untuk memperkirakan berapa lama daya akan bertahan,” jelasnya.

Lebih jauh menurut Eryan mobil listrik ini memiliki kecepatan 20km/jam, dengan daya pemakaian 5 jam. “(Masa pakai daya) ini masih terus dalam pengembangan,” pungkasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional News

Unissula Dukung Pemanfaatan Green Future Technology

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula menggelar seminar nasional bertajuk Sinergi Pendidikan Tinggi, industri dan pemerintah dalam mendukung SDM unggul pada ekosistem kendaraan listrik dan industri hijau, Senin (8/6/2026).

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan. “Kampus Unissula mendukung penuh pemanfaatan teknologi hijau masa depan, atau green future technology, yang berbasis inovasi berkelanjutan untuk melestarikan alam, menekan emisi karbon, dan mengatasi berbagai masalah ekologis,” ungkapnya.

Dalam rangka mendukung program tersebut saat ini FTI Unissula telah memiliki dua mobil listrik karya mahasiswa. “FTI Unissula juga membeli mobil listrik baru yang digunakan sebagai anatomi mahasiswa. Harapannya mahasiswa bisa pelajari, sehingga menjadi lebih kencang, dan ada nilai tambah yang tidak menimbulkan kerepotan di masyarakat,” jelasnya.

Adapun Anggota Komisi X DPR RI Dr H Abdul Fikri Faqih MM menyebut adanya ketimpangan antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan teknologi ini. “Dunia kampus hanya bisa memenuhi 5-8% dari 8-9% artinya ada gap yang mesti dibuka dan dibongkar apa yang terjadi yang harus didiskusikan oleh tiga ahli yakni pendidikan, industri dan pemerintahan untuk mencapai kesesuaian dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Selain itu Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Prof I Ketut Adnyana PhD juga memberikan dukungan agar kampus memperbanyak riset yang bermuara pada terciptanya inovasi, terobosan, dan rekayasa terbarukan.

Di antaranya juga kontribusi perguruan tinggi, dalam penerapan teknologi hijau, untuk melindungi lingkungan, menghemat sumber daya alam, dan lainnya.

Selanjutnya Culture Development Manager Polytron David Setyadi Rahardjo memaparkan bahwa dalam menjawab tantangan tersebut harus memahami kompetensi. “Kompetensi ini merupakan kombinasi utuh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mencapai standar kerja,” jelasnya.

Sehingga sebagai Perguruan Tinggi tantangan paling utama adalah apakah kurikulum bergerak cepat. Karena yang terjadi teknologi berubah sangat cepat, dan industri berubah setiap tahun.

Lebih lanjut Dosen Teknik Elektro Unissula Dr Gunawan ST MT turut menjelaskan kesenjangan kompetensi yang terjadi oleh para lulusan. “Tantangan terbesar pendidikan tinggi Indonesia saat ini bukan lagi memperluas akses, tetapi memastikan lulusan, riset, dan inovasi mampu menjawab kebutuhan industri dan ekonomi nasional,” jelasnya.

Categories
Headline Kampus Nasional

Lolos Hibah Wirausaha, Mahasiswa Unissula Kembangkan Boba Daun Kelor

Tim mahasiswa Unissula lolos hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Dengan ide usaha Mori Pearl: Boba kelor segar sebagai healthy drink kekinian di bawah bimbingan dosen Bagus Satrio Waluyo Poetra SKom MCs. Mereka adalah Khoirotun Nisa’ (S1 Farmasi), Najwa Nur Fathna (S1 Pendidikan Matematika), Zahra Ramadhani (S1 Ilmu Hukum), dan Hanum Naela (S1 Pendidikan Agama Islam).

Khoirotun Nisa’ menjelaskan awal mula munculnya ide ini karena melihat kebiasaan anak muda yang suka minum boba yang tinggi gula tapi minim gizi. “Jadi, kami berinovasi menggabungkan keduanya menjadi minuman sehat yang tetap kekinian. Dimulai dari diskusi tim lintas jurusan, lalu kami lanjutkan eksperimen mandiri untuk mencari formula adonan boba yang pas dan tidak getir,” ungkapnya, Jumat (5/6/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya sangat tinggi. Seperti vitamin C, vitamin A, dan antioksidan. “Keunggulan Mori Pearl, bobanya padat nutrisi berkat teknologi mikronisasi, menggunakan pemanis alami gula aren yang rendah indeks glikemik, dan menjadi solusi minuman manis yang aman untuk kesehatan (guilt-free drink),” jelasnya.

Adapun setelah dinyatakan lolos hibah, dosen pembimbing Bagus menjelaskan tim Menyusun target pengembangan usaha secara bertahap. “Target utama memperkuat fondasi usaha, baik dari sisi produk, manajemen, pemasaran, maupun keberlanjutan bisnis. Tim juga diarahkan untuk melakukan penyempurnaan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, memperluas jangkauan promosi, meningkatkan jumlah pelanggan, serta membangun sistem pengelolaan usaha yang lebih tertata,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap tim dapat memanfaatkan hibah secara maksimal. Karena hibah pendanaan P2MW bukan hanya bantuan dana. Tetapi juga bentuk kepercayaan kepada mahasiswa untuk membuktikan ide usaha yang mereka bangun.

“Pesan saya kepada mahasiswa lain jangan takut memulai. Banyak mahasiswa memiliki ide bagus, tetapi seringkali ragu mengembangkannya karena merasa belum siap, takut gagal, atau belum memiliki modal. Padahal, program seperti ini justru menjadi ruang untuk belajar mengembangkan usaha dengan pendampingan terarah,” jelasnya.

Bagus menyebut lolosnya tim dalam hibah pendanaan P2MW menunjukkan ide usaha mahasiswa memiliki potensi. “Prestasi ini juga menjadi bukti mahasiswa mampu bersaing dalam program kewirausahaan tingkat nasional dan memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha secara lebih professional,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mendorong mahasiswa lebih aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Lolos P2MW merupakan awal dari proses yang lebih besar, karena setelah memperoleh pendanaan, tantangan berikutnya adalah bagaimana tim mampu merealisasikan rencana usaha,” pungkasnya.