Categories
Uncategorized

Universitas Terakreditasi Internasional Banyak Diminati Mahasiswa Asing

Visi Indonesia di tahun 2045 untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata. “Kualitas masyarakat yang lebih tinggi tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang siap bersaing di tingkat internasional,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH. Hal itu du sampaikan dalam acara bimbingan teknis pengembangan program studi untuk memenuhi standar mutu internasional bagi perguruan tinggi di LLDIKTI wilayah VI, Selasa (24/10/2023).

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi X DPR RI sebagai keynote speaker mengungkap urgensi dari akreditasi internasional. “Pentingnya pengakuan internasional untuk hubungan diplomatik, kualitas dan reputasi institusi pendidikan, dan juga pengaruh global. Sehingga dibutuhkan langkah konkret yang dapat dilakukan,” ungkap Dr  Abdul Fikri Fakih.

Diantara langkah konkret tersebut menurutnya adalah kerjasama dengan masyarakat akademik atau lembaga nasional dan internasional. Kedua program-program internasional bersama universitas mitra luar negeri. Dan perancangan program pendidikan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat dunia.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan saat ini Unissula telah terakreditasi Unggul dari BAN PT dan internasional ASIC dan ABEST21. “11 program studi di Unissula telah memperoleh Akreditasi Internasional oleh ASIC dengan predikat Premier. Dan dua program studi juga telah memperoleh Akreditasi Internasional ABEST21,” ungkapnya.

Rektor juga menyebut akreditasi internasional akan menjadi lebih mudah untuk mencari mahasiswa asing. “Sekarang ada kecenderungan warga Indonesia kuliah di Malaysia, begitu sebaliknya. Banyak warga negara asing yang memilih kuliah di Indonesia yang telah terakreditasi Unggul dan terakreditasi internasional Unggul, termasuk Unissula. Di Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) itu ada 21 mahasiswa dari Malaysia, Program Magister Agama Islam ada 20, dan 2 mahasiswa yang kuliah di Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH),” ungkapnya.

Turut hadir Wakil Rektor I, II, III Unissula. Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Dr Muhammad Abdul Basyir SPd MPd. Santi Hawanti PhD Univ Muh Purwokerto, Prof Ir Pepeng Arifin PhD tim akreditasi internasional Belmawa dari  ITB.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Tingkatkan Kompetensi Digital

Mahasiswa Farmasi Unissula didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Hal itu diungkapkan oleh Dosen Fakultas Farmasi Unissula Windi Susmayanti MSc (24/10/2023). Hal itu dilakukan melalui berbagai cara salah satunya dilakukan melalui kuliah tamu menghadirkan Kepala BPPOM Semarang Apt Lintang Purba MSi pada (12/9/2023). Menurut Lintang Purba perkembangan teknologi memberikan dampak positif bagi apoteker dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan lebih efektif dan efisien.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.

Categories
Uncategorized

Penelitian Mahasiswa Unissula Tentang Kidult Lolos PKM Nasional

Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023. Mereka adalah Tsania Zahrotun Nabila, Wardah Alqo’idah, dan Muhammad Firdaus Ar-raza yang dibimbing oleh dosen Fakultas Psikologi, Erni Agustina Setiowati SPsi MPsi Psikolog. Mereka meneliti masalah Kidult yang sedang viral dan alternatif penanganannya.

Kidult merupakan sebuah kondisi pada orang dewasa yang suka melakukan tindakan atau membeli barang yang ditujukan untuk anak kecil dengan tujuan untuk mengobati dan mewujudkan kebahagiaan di masa kecilnya yang belum terpenuhi. Salah satu faktor penyebab dari perilaku kidult adalah keinginan masa lalu yang belum terwujud, sehingga hal ini berkaitan dengan unfinished business atau masalah yang belum terselesaikan.

“Sekarang ini banyak orang dewasa yang bermain dengan model permainan di masa kecilnya, apalagi saat masa pandemi kemarin, banyak orang berdiam di rumah dan untuk mengatasi kebosanan, mereka kembali pada mainan masa kecilnya. Bahkan baru-baru ini permainan lato-lato kembali viral, tidak hanya anak kecil saja namun orang dewasa juga memainkannya.

Fenomena tersebut bernama kidult, kidult membawa dampak negatif, diantaranya memunculkan sifat kekanak-kanakan, ketergantungan dengan mainan di masa kecil, dan cenderung tidak memposisikan dirinya menuju masa depan, namun sebaliknya. ” jelas ketua tim Tsania Zahrotun Nabila di kampus Unissula (23/10/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat 24 partisipan yang bergabung dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Psikologi Unissula. Penelitian telah dimulai pada bulan Juni 2023 dan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2023 ini.

“Kami menawarkan suatu metode kreatif dan inovatif untuk menurunkan perilaku kidult yaitu dengan metode forecall. Forecall merupakan kepanjangan dari ForgiveReframing, dan Recall. Metode ini dimaksudkan agar seseorang yang mengalami kidult dapat berdamai dengan masa lalunya, terkhusus unfinished business yang ada pada dirinya.” Ungkap Wardah Alqo’idah.

Ia mengharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat. Selain itu juga dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah sebagai sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang psikologi.

Sebagai penutup Firdaus Ar-raza menambahkan “Sebelum melangkah ke masa depan, alangkah baiknya kita mundur sejenak, menuntaskan  segala hal yang belum terselesaikan, supaya kita dapat melaju dengan kencang ke arah masa depan yang gemilang. Seperti halnya penelitian kami, berfokus untuk memaafkan dan mengikhlaskan segala keinginan-keinginan di masa kecil yang belum terwujud dan kemudian mencari berbagai alasan positif serta mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut.” Ujar Firdaus Ar-raza.

Categories
Uncategorized

Unissula Fasilitasi Mahasiswa Pahami Budaya Internasional

Unissula mengadakan pertukaran budaya bertajuk Online Global Cultural Exchange (OGCE). Acara tersebut diikuti 162 mahasiswa asing yang berlangsung 23-27 Oktober 2023. Peserta berasal dari Bangladesh, Brunei Darussalam, Filipina, India, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Thailand, Tiongkok, Timor Leste, dan Vietnam.

Kegiatan OGCE 2023 mengusung tema Age Consciousness and Life Milestones’ Celebration across Cultures (Kesadaran tentang usia dan perayaan pencapaian kehidupan secara lintas budaya). Tema tersebut mendukung pencapaian kompetensi interkultural yang sangat dibutuhkan mahasiswa khususnya pada era dimana semua budaya serba terkoneksi.

Kepala UPT Kerjasama Unissula Rio Luhung Pribadi menyatakan “Melalui kompetensi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu untuk saling memahami dan berkolaborasi secara global dalam menghadapi tantangan bersama di masa depan”, ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan Unissula sebagai universitas Islam kelas dunia secara rutin menyelenggarakan kegiatan internasional untuk mendukung kolaborasi antara mahasiswa unissula dengan mahasiswa asing. “Hal tersebut merupakan sebuah ikhtiar agar lulusan Unissula memiliki daya saing secara internasional. Lewat kegiatan tersebut juga diharapkan agar reputasi global dan kemanfaatan Unissula semakin dirasakan di berbagai penjuru dunia”, pungkas Rio.

Categories
Uncategorized

Unissula Peringati Hari Santri

Pesantren mahasiswa Unissula memperingati perayaan hari santri. Hal itu dilaksanakan dengan menghelat upacara yang dilaksanakan di halaman Pesantren Mahasiswa Unissula (22/10/2023). 

Hadir dalam kesempatan tersebut para santri mahasiswa Unissula, para pengurus pesantren beserta musrif dan musrifah. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Rektor III, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. 

Dalam rangkaian upacara juga diberikan penghargaan kepada para santri teladan baik putra maupun putri.

Categories
Uncategorized

FH Unissula Rekomendasikan Restorative Justice Kasus Guru di NTB

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang merekomendasikan penggunaan metode pendekatan restorative justice dalam penanganan kasus Akbar Sarosa yang merupakan seorang guru honorer SMK Negeri 1 Taliwang Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaporkan oleh orang tua murid atas dugaan penganiayaan dikarenakan menghukum murid yang tidak shalat.

Kejadian tersebut bermula ketika Akbar Sarosa berupaya mendisiplinkan ketiga anak murid yang tidak shalat berjamaah, sedangkan kegiatan shalat berjamaah tersebut merupakan program wajib sekolah.

Berdasarkan laporan tersebut, saat ini Akbar Sarosa berstatus sebagai tahanan kota dan tengah menjalani proses persidangan. Selain itu, keluarga korban juga mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) kepada sang guru, Akbar Sarosa.

Dosen Hukum Pidana FH Unissula Dr R Sugiharto SH MH mengatakan, dalam hal ini apa yang dilakukan sang guru bukan perbuatan melawan hukum, tetapi mengajak dalam hal shalat. ”Tugas guru mendidik, dalam kasus ini, sang guru lebih ke mendidik, tidak ada unsur pidananya. Harapan kami bahwa nanti hakim arif dan bijaksana dalam penegakan hukum yang disertai keadilan dengan cara pendekatan restorative justice,” jelasnya, Kamis (19/10/2023).

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian FH Unissula Dr Muhammad Taufiq SH MH mengatakan FH Unissula mendorong hakim dalam kasus ini menggunakan pendekatan restorative justice, sebagai win-win solution.

Dalam penerapanya, setelah pembacaan dakwaan seharusnya hakim bersifat proaktif mendorong anak/orang tua/penasihat hukum dan korban serta pihak-pihak terkait untuk mengupayakan perdamaian. Hakim mediator bertindak sebagai jembatan untuk mempersatukan dua kepentingan yang berbeda sehingga menjadi satu kepentingan yang sama.

Pemidanaan atau sanksi pidana adalah alternatif atau upaya terakhir dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, dalam menerapkan mekanisme restorative justice seharusnya aparatur penegak hukum menggunakan penerapan asas ultimum remidium.

”Fakultas Hukum Unissula berharap kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara tersebut supaya dapat memberikan putusan menggunakan pendekatan restorative justice. Sehingga hak-hak dari para pihak dapat terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, rekomendasi dan dorongan penggunaan restorative justice adalah inisiatip FH Unissula.

”Sebagai instansi pendidikan yang telah terakreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan terakreditasi internasional dengan level premier (unggul) dari badan akreditasi internasional, Accreditation Service of International School, Colleges & Universities (ASIC) yang berbasis di Inggris, Fakultas Hukum Unissula berkomitmen untuk turut serta aktif mengawal persoalan hukum yang berkembang di masyarakat, terutama dalam proses penegakan hukum yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Dekan  I FH Dr Widayati SH MH, Wakil Dekan II Dr Arpangi SH MH, Ketua Prodi SI Ilmu Hukum Dr Achmad Arifulloh SH MH, Sekretaris Biro Konsultasi Hukum dan Bantuan Hukum FH Unissula Dr Muh Diaz Saktiawan, Dr Ira Alia Maerani SH MH dan lainnya

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Teliti Preferensi Masyarakat Terhadap Rumah Sakit Syariah

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Fakultas Farmasi Unissula melakukan riset. Riset yang dilakukan yakni meneliti preferensi masyarakat memilih berobat ke rumah sakit syariah dari aspek pengetahuan dan religiusitas. Penelitian dilakukan sejak diumumkannya pendanaan PKM 8 bidang pada tanggal 16 Juni 2023.

Mereka adalah Amelia Wilda, Bintang Ananda Afrilianti Vinalisa, Sabrina Mutiara Putri, Reefa Dyah Salsabila dan Putri Sirry Nafisatussalimah dengan dosen pendamping apt Arifin Santoso MSc. Tim melakukan riset terhadap masyarakat Jawa Tengah yang pernah berobat ke rumah sakit Syariah di Jawa Tengah. Diantaranya Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo, Rumah Sakit Umum Islam Klaten, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, dan Rumah Sakit Amal Sehat Wonogiri.

Tim memberikan kuesioner kepada masyarakat yang ditemui secara langsung untuk menjadi responden riset. Kuesioner tersebut mengukur bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang rumah sakit syariah yang telah diketahuinya dan tingkat religiusitas masyarakat yang dilihat dari dimensi intelektual, ideologi, ibadah publik dan privatnya serta pengalaman keagamaan yang pernah dirasakannya.

Hasil riset yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan dan religiusitas masyarakat memberikan pengaruh pada keputusan masyarakat memilih untuk berobat ke rumah sakit syariah. Dengan hasil sebagai berikut sebesar 10,2% dipengaruhi oleh aspek pengetahuan dan 23% nya dipengaruhi oleh tingkat religiusitas masyarakat.

Selain itu, tim menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan yang baik pada rumah sakit syariah dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dalam berobat di rumah sakit syariah. Hal itu dapat menjadi landasan preferensi berobat kembali dimasa mendatang. Juga dapat menjadi kekuatan penyebaran informasi dari mulut kemulut oleh masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang rumah sakit syariah.

Categories
Uncategorized

Hadir di Unissula KH Said Aqil Siradj Ajak Mahasiswa Pahami Budaya dan Agama

Islam bukan hanya membangun teologi dan syariat namun juga membangun peradaban, kebudayaan dan kemanusiaan. Demikian disampaikan oleh Prof KH Said Agil Siradj saat menyampaikan kuliah umum pembukaan tutorial PAI di Unissula (18/10/2023).

Oleh karennya Islam harus dibangun di atas kebudayaan. “Jangan mempertentangkan antara Islam dan budaya. Karena jika hal itu dilakukan akan mengakibatkan ketegangan seperti yang banyak terjadi di berbagai negara Arab saat ini”, lanjutnya.

Menurutnya saat ini semua bangsa berlomba lomba membangun. Jika sebuah bangsa bisa membangun masyarakatnya menjadi beragama, berbudaya, berpendidikan maka disebut tsaqofah. Disisi lain jika sebuah bangsa bisa membangun perekonomiannya sehingga bisa menjadi bangsa yang makmur maka disebut hadoroh. “Jika sebuah bangsa bisa membangun kedua duanya yakni membangun masyarakat yang beragama berbudaya berpendidikan dan kesejahteraanya maka disebut mutamaddin. Negara yang coba dibangun oleh Rosululloh yakni Madinah yang melindungi hak semua warga Negara yang beraneka ragam suku, agama, dan budaya”, ungkapnya.

Sementara itu rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH dalam sambutannya menyatakan pentingnya kaehadiran KH Said dalam kuliah umum tersebut. “Hari ini kita akan mendengarkan kuliah umum oleh Prof Dr KH Said Aqil Siradj. Beliau akan membahas banyak hal terutama berusaha membentengi diri kita dari paham terorisme”, ungkpanya.

Masih menurut Prof Gunartop pencegahan terorisme dengan pendekatan aqidah Islam itu sangat penting untuk melindungi diri dan bangsa ini agar tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu para teroris yang melakukan propaganda melalui sosial media. “Saya tegaskan Unissula terbebas dari terorisme namun upaya pencegahan tumbuhnya paham tersebut perlu terus dilakukan. Karena teroris sangat merugikan bangsa dan negara dan sangat bertentangan dengan spirit hubbul waton minal iman (mencintai bangsa dan negar abagian dari iman)”, pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Drs Azhar Combo, para Wakil Rektor, dan para Dekan di lingkungan Unissula.

Categories
Uncategorized

Kreatif, Mahasiswa Unissula Jadikan Tarian Gambang Semarang Sebagai Terapi

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Unissula melakukan penelitian mengenai pengaruh Tari Gambang Semarang sebagai pengembangan dari dance movement therapy. Mereka mengembangkan dance movement therapy dengan budaya lokal yang ada di semarang, yaitu tari gambang semarang.

Tim terdiri dari Wanda Nur Rahma Eka Nandia, beranggotakan Sofiana Ulya Sari, Shinta Hestiana Lestari, Selvania Orchiviani, dan Shinta Camilla Aulia. Di dampingi oleh dosen pendamping Falahsifatul Falah SPsi MA. “Kami mendapat apresiasi dari Kemendikbutristek yang memberikan dana sebesar Rp 6 juta melalui PKM tahun 2023 untuk melakukan riset ini” ujar Wanda Nur. (18/10/2023).

Masa lansia dimulai dari umur 60 tahun sampai meninggal merupakan tahap perkembangan terakhir bagi manusia. Pada masa tersebut ditandai dengan adanya perubahan baik fisik, sosial, dan psikologis yang semakin menurun sehingga diperlukan adanya perawatan, kasih sayang, dan dukungan sosial dari keluarga maupun orang lain.

Tidak sedikit lansia yang tinggal di tempat lain, seperti di panti wreda. Salah satu penyebab dari kondisi tersebut yaitu karena tidak ada anggota keluarga yang ingin merawat lansia. Maka tidak jarang anggota keluarga yang menitipkan lansia di panti wreda. Jika seorang lansia tinggal di panti wreda, maka akan mengalami perubahan dalam hidupnya, salah satunya yaitu perubahan sosial.

Lansia akan tinggal dengan teman sebaya yang berbeda sifat dan karakter. Oleh karena itu, lansia harus bisa beradaptasi sehingga tidak merasa kesepian yang akan mengakibatkan turunnya kesejahteraan subjektif

Penelitian ini dimulai dari Juli – Oktober 2023. Penelitian melibatkan 20 lansia dengan kriteria usia 60 tahun ke atas dan mampu melakukan gerakan tarian. Partisipan diajak menari tari Gambang Semarang dengan diiringi lagu tradisional dari tari gambang tersebut. Mereka melakukan intervensi  selama 6 hari, 3 hari pertama diberikan 3 gerakan perharinya, untuk hari ke 4&5 kami melakukan pemantapan gerakan dan hari ke 6 lansia menampilkan tari tersebut dengan menggunakan kostum tradisional. Teknik ini membantu individu mendapatkan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan menurunkan stress. Hasil dari penelitian ini akan kami presentasikan dibulan oktober 2023.

Dance movement therapy (DMT) merupakan psikoterapeutik dengan menggunakan tarian dan gerakan di mana orang dengan berbagai usia dapat ikut serta dalam proses untuk memajukan integrasi emosional, fisik, kognitif, dan sosial. Dance movement therapy dapat diaplikasikan pada individu yang memiliki kesulitan atau kekhawatiran dengan masalah emosional, trauma, konflik, stress, untuk meningkatkan suasana hati, dan individu yang berkeinginan untuk meningkatkan komunikasi personal atau pemahaman diri.

Selain itu sebagai sarana interaksi antar sesama dan pelepas ketegangan sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Tari Gambang Semarang merupakan jenis tarian yang kreatif karena menggabungkan antara seni tari, vokal, musik, dan lawak. Maka dari itu tim kami mengkombinasikan dance movement therapy dengan tari Gambang Semarang.

“Dance movement yang dikembangkan oleh tim kami mengandung unsur budaya lokal dari Semarang, diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat menjadi terapi yang mudah untuk dilakukan sekaligus dapat melestarikan budaya tradisional”, pungkas ketua tim Wanda Nur Rahma.

Categories
Uncategorized

Prof Siti Thomas dan Prof Mulyana Guru Besar Baru Unissula

Unissula berhasil menambah dua guru besar baru. Mereka adalah Dr Siti Thomas Zulaikhah SKM MKes merupakan dosen Fakultas Kedokteran.  Sementara yang satunya yakni Dr Mulyana SE MSi dosen Fakultas Ekonomi. Dr Siti Thomas kelahiran Klaten 20 Mei 1964 mendapat gelar guru besar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sementara itu Dr Mulyana, dosen kelahiran Ngawi 5 Juli 1960 mendapat gelar guru besar bidang Ilmu Manajemen. Gelar baru tersebut efektif mulai berlaku 1 Oktober 2023.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan capaian dan prestasi yang diraih oleh civitas akademika harus menambah rasa syukur dan kehambaan kepada Allah SWT. “Alhamdulillah Unissula diberikan nikmat dan anugerah yang luar biasa oleh Allah SWT sehingga di bulan Oktober ini bisa menambah dua guru besar baru. Ini harus menambah rasa syukur, keimanan dan ketagwaan  kita. Selanjutnya saya mengucapkan selamat kepada Prof Dr Siti Thomas dan Prof Dr Mulyana atas capaian tersebut. Harapannya prestasi ini akan memantik semangat para dosen Unissula lainnya untuk segera menyusul”, ungkap Prof Gunarto, Selasa (17/10/2023).

Prof Mulyana menyampaikan gelar guru besar merupakan sebuah penghargaan yang harus dimaknai secara positif.  Menurutnya tantangannya adalah bagaimana menjadikan gelar tersebut sebagai sebuah dorongan ekstra untuk terus berkarya, memberikan yang terbaik untuk lembaga, khususnya fakultas dan universitas serta masyarakat.

Untuk meraih gelar profesor tentunya membutuhkan perjuangan dan kesabaran dalam mengikuti proses. “Khususnya dalam hal karya ilmiah. Bagaimana cara agar penelitian kita bisa dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus. Itu merupakan syarat yang harus dipenuhi sehingga harus  dipersiapkan secara matang”, ungkapnya.

Sementara itu Prof Siti Thomas menyatakan. “Saya bersyukur karena gelar ini sudah saya tunggu selama satu tahun. Tentunya senang dan bangga karena bisa mempersembahkan guru besar  ini untuk Unissula dan Fakultas Kedokteran  yang sebentar lagi mau diakreditasi”, ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan untuk mendapatkan guru besar membutuhkan perjuangan yang luar biasa. “Ini proses yang penuh nilai yang bisa mendorong kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur, tangguh dan pantang menyerah dan berintegritas. Terimakasih atas dukungan semua pihak terutama keluarga, Bapak Rektor beserta tim, Bapak Dekan Fakultas Kedokteran beserta rekan sejawat yang sangat peduli sehingga proses ini bisa mencapai hasil yang diinginkan”, pungkasnya.