Categories
Uncategorized

Mahasiswa Amerika dan Ukraina Tertarik Belajar Bahasa di Unissula

HEADLINEtoday.id UPT Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Unissula bersama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unissula menyelenggarakan kursus bahasa dan budaya Indonesia. Program berlangsung 3 Juli-7 Agustus 2023. Kursus diikuti 54 mahasiswa asing. Mereka berasal dari Amerika, Ukraina, Filipina, Cina, Vietnam, India, Pakistan, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

“Program akan berlangsung secara virtual, selama enam pekan ke depan. Program akan ditutup pada pertemuan ke 17 pada 16 Agustus 2023. Peserta akan dibersamai oleh fasilitator yang profesional, dan di akhir acara juga akan mendapatkan sertifikat,” jelas Kepala KUI Unissula Rio Luhung Pribadi, Senin (3/7/2023).

Dirinya mengungkap program ini bertujuan mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia. “Tujuannya adalah mengenalkan bahasa Indonesia untuk orang asing. Selain itu kami berharap jumlah mahasiswa asing yang berkegiatan di Unissula secara offline ataupun online semakin bertambah, dan memperkuat reputasi global Unissula,” jelasnya.

Program akan dikoordinatori langsung oleh Kepala Prodi PBSI Unissula Dr Evi Chamalah. Adapun mahasiswa Unissula juga terlibat sebagai sahabat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang akan membantu peserta asing dalam berlatih bahasa Indonesia.

Categories
Uncategorized

Awas Hiperrealitas Semakin Meluas

Dosen harus membantu mahasiswa agar tidak terjebak dalam hiperrealitas. Hal itu diungkapkan Dr Muna Yastuti Madrah MA dalam salah satu sesi perkuliahan di Prodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula (12/6/2023). Caranya dengan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang media sosial maupun media massa. Selain itu mahasiswa juga harus kritis dengan mempertanyakan keaslian sebuah informasi.

Lebih lanjut Muna Madrah membahas implikasi hiperrealitas untuk pembelajaran. Ia berargumen bahwa “Hiperrealitas dapat mempersulit mahasiswa untuk membedakan antara yang nyata dan yang disimulasikan. Ini dapat menyebabkan masalah dengan pemikiran kritis dan pengambilan keputusan”, ungkapnya.

Menurutnya hiperealitas adalah kondisi di mana apa yang nyata dan apa yang disimulasikan menyatu secara mulus. Hiperrealitas adalah produk dari kondisi postmodern, di mana media semakin meresap dalam kehidupan manusia.

Sementara itu hiperrealitas dalam media sosial saat ini dapat dikatakan sebagai rekayasa makna dalam sebuah media. Hiperrealitas dalam media sosial muncul karena dampak dari perkembangan teknologi yang kini terus berkembang. Hal ini dikarenakan berbagai bentuk simulasi yang dilakukan media untuk membuat pencitraan yang menarik.

Pakar kenamaan Pilliang menyebut melalui media, realitas tidak hanya diproduksi, disebarluaskan atau direproduksi, bahkan juga dimanipulasi. Pendapat yang lebih menohok disampaikan oleh Jean Baudrillard yang menyebuut hiperrealitas merupakan suatu simulasi yang lebih nyata dari yang nyata, serta lebih menawan dari yang menawan, lebih benar dari yang benar. Hiperrealitas menghapuskan perbandingan antara yang nyata serta yang imajiner. Hiperealitas media digunakan oleh Baudrillard untuk menerangkan perekayasaan arti dalam media.

Ia juga memaparkan materi mengenai new media dalam proses reproduksi dan konsumsi budaya. Dalam pemaparannya, madrah membahas bagaimana cara media mereproduksi mindset atau pemikiran masyarakat umum tentang suatu hal.

Ia memberi contoh fashion show yang sempat viral pada tahun 2022 lalu yaitu Citayam Fashion Week. Ia menjelaskan bagaimana suatu mindset masyarakat dapat direproduksi oleh media. “Citayam Fashion Week itu merubah pandangan kita tentang dunia fashion. Sebelum Citayam Fashion Week ini hadir fashion show itu identik dengan      glamour atau kemewahan”, ujarnya.

Bayu Dwi Nanda salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengikuti perkuliahan itu mengatakan sesi pembelajaran tersebut informatif dan menggugah pikiran. Ia tertarik untuk mendiskusikan tema hiperealitas bersama teman satu kelompoknya yakni Amalia Desy, Widiya Arifiyani, dan Fathika Afifurrohmah.

Categories
Uncategorized

Perkuat Internasionalisasi Unissula Datangkan 54 Mahasiswa Asing

HEADLINEtoday.id Unissula mendatangkan banyak mahasiswa asing dari berbagai strata pendidikan baik jenjang S1 jenjang S2 dan jenjang S3. Salah satu tujuannya agar bisa masuk jajaran perguruan tinggi terkemuka di dunia.

“Unissula secara berkelanjutan berihtiar sungguh sungguh mendapatkan pengakuan internasional, serta berusaha masuk dalam jajaran universitas terkemuka di dunia”, ungkap Wakil Rektor I Unissula, Dr Andre Sugiyono (3/7/2023).

Masih menurut Andre Sugiyono, saat ini dunia pendidikan tinggi di dunia bergerak sangat dinamis dan bertransformasi sangat cepat mengarah ke internasionalisasi perguruan tinggi. Salah satu faktor pendorongnya adalah meningkatnya mobilitas mahasiswa antarnegara.

“Guna meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi di kancah internasional, Unissula menghadirkan mahasiswa asing dari berbagai jenjang pendidikan”, lanjutnya.

Yang terbaru Unissula mendatangkan 54 mahasiswa asing dalam program Course of Language and Culture of Indonesia (Cultura) yang dimulai hari ini 3 Juli – 16 Agustus 2023. Ke 54 mahasiswa asing tersebut berasal dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Ukraina, Tiongkok, Thailand, Taiwan, Filipina, Vietnam, India, dan Pakistan.

Ini merupakan program tahunan dan dilaksanakan yang kedua kalinya. Tahun 2022 lalu program Cultura di Unissula diikuti oleh 22 mahasiswa asing.

Lebih lanjut Andre Sugiono mengungkapkan ekosistem pendidikan bertaraf internasional perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing di level internasional.  Begitu juga perguran tinggi harus adaptif dan menerapkan sistem pendidikan terbaik bagi mahasiswa agar mendorong pencapaian standar internasional bagi institusi, mahasiswa, dan juga bagi tenaga pengajar.

Gambar: Mahasiswa asing dari berbagai negara tergabung dalam mengikuti program UMAP di Unissula bulan Februari tahun 2023 lalu.

Categories
Uncategorized

Unissula Buka Magister Ilmu Kedokteran Gigi

HEADLINEtoday.id Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unissula ambil sumpah 20 dokter gigi baru. Upacara pengambilan sumpah periode ke- 35 ini diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama Unissula, Senin (3/7/2023). Dekan FKG Unissula Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menyampaikan saat ini FKG Unissula telah meluluskan 523 dokter gigi. “Alhamdulillah FKG Unissula total 523 yang telah kami luluskan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan posisi penting di bidang kesehatan dan non kesehatan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan FKG Unissula telah membuka prodi baru yaitu Magister Ilmu Kedokteran Gigi. “Berkat dukungan rektorat dan yayasan, per tahun ini telah dibuka program S2 Ilmu Kedokteran Gigi. Sehingga mulai tahun ajaran baru siap menerima mahasiswa baru program magister,” lanjutnya.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH melanjutkan Surat Keputusan pembukaan program Magister Ilmu Kedokteran Gigi telah disetujui. “Program S2 FKG ini sangat sedikit. Sementara di Jawa Tengah hanya ada di Unissula. Selama ini program dosen adalah lulusan S2 Biomedik karena tidak adanya lulusan S2 Kedokteran Gigi. Tapi ke depan dosen-dosen FKG harus linear,” jelasnya.

Turut hadir Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Pembina YBWSA, dan Bidang Pendidikan YBWSA. Juga Wakil Rektor I dan II Unissula, serta Ketua Konsil Kedokteran Gigi Indonesia (KKI), Ketua PDGI, dan Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.

Categories
Uncategorized

Jujur Sifat Mulia Warisan Para Nabi

HEADLINEtoday.id Keutamaan orang-orang yang berkata benar. Bersemangatlah bersenanglah untuk dirimu menjadi orang-orang yang benar atas segala perkara yang engkau sampaikan kepada orang lain. Sebagaimana engkau sangat senang terhadap dirimu dan hartamu. Sesungguhnya menjadi seorang pembohong itu adalah sebuah kekurangan. Dan menjadi orang yang benar adalah mengikuti akhlak dari para nabi-nabi Allah.

Takutlah jangan sampai engkau mashur di kalangan teman-temanmu dan juga ustadzmu bahwa kamu adalah orang yang pembohong. Kalau itu yang terjadi di mata guru maka tidak akan ada orang yang membenarkan ucapanmu  meskipun adalah perkara yang benar. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala melaknat di dalam kitabnya orang-orang yang gemar berbohong. Kamu masuk di bagian orang-orang yang dilaknat oleh Allah padahal posisimu adalah seorang yang sedang mendalami ajaran agama.

Seandainya engkau berbohong lalu kamu selamat artinya dalam kondisi kau berbohong tidak ada satu orang pun yang mengetahui bahwa kamu sedang berbohong. Tapi ketahuilah itu hanya sekali ketika kau akan ulang lagi maka sangat mungkin kemungkinan besar akan ada orang yang mengetahui kebohonganmu.

Kalau engkau tidak takut bahwa kamu bisa membohongi orang dan kamu yakin bisa berkelip daripadanya. Apakah engkau tidak takut kepada Allah dimana Allah yang tahu apa yang bergejolak di dalam hatimu. Jadilah Engkau sebagai orang yang ahli orang yang selalu berkata benar karena demikianlah semestinya keadaan orang-orang yang sedang mencari ilmu Allah. Berjanjilah untuk tidak melakukan kebohongan.

Sesungguhnya menjadi orang yang selalu berkata benar itu mewarisi akhlak yang mulia. Sebaliknya kalau kau selalu berbuat bohong maka kau sesungguhnya sedang mewarisi akhlak yang penuh dengan kecacatan yang tidak satu kebiasaanmu berbohong sehingga orang lain mengetahui kamu sebagai pembohong maka itu adalah petaka dalam hidupmu. Saat itulah semua orang tidak akan lagi mempercayai.  

Jika menjadi seorang pedagang dan orang tahu bahwa kamu gemar berbohong, maka orang tidak mau membeli barang daganganmu. Ketika menjadi seorang yang berkiprah melakukan kerjasama bisnis dengan banyak orang tetapi orang tahu kamu berbohong, maka orang- orang tidak akan percaya kepadamu.  Bahkan jika kamu menjadi pemimpin yang awalnya sangat dicintai ternyata membohongi rakyat maka rakyatpun akan lari.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya kepada sahabat yang sahabat itu tidak bisa melepaskan tindakan maksiat. Apa yang harus saya lakukan kalau saya ingin masuk Islam sementara saya tidak bisa meninggalkan maksiat. Maka Rasulullah memberikan jawaban yang sangat pendek “jangan kau berbohong” sekali dia tidak berbohong maka dari pintu itu kemudian muncul banyak kebaikan.

Oleh: Dr. Ahmad Mujib, S.Th.I., M.A. (Dosen Fakultas Agama Islam Unissula)

Categories
Uncategorized

KKN Unissula Fokuskan Peberdayaan Kendal Bagian Atas

HEADLINEtoday.id Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH membuka pembekalan KKN tematik Berbudaya Akademik Islami. KKN periode XVI dilaksanakan pa da Sabtu (1/7/2023) di Fakultas Teknik. KKN periode ini akan difokuskan di Kabupaten Kendal bagian atas.

Mereka akan terjun di enam Kecamatan. Kecamatan tersebut yakni Plantungan, Pageruyung, Patean, Sukorejo dan Singorojo dan Kaliwungu Selatan

Prof Gunarto menjelaskan KKN adalah salah satu peluang besar bagi mahasiswa untuk berbuat baik. “Di lokasi KKN ada banyak peluang berbuat baik. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi yang maksimal bagi desa”, ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Gunarto mampu membuat program yang baik di desa tempat KKN. “Buatlah program kerja yang baik. Mahasiswa harus bisa mengaplikasikan ilmu sains dan ilmu agama. Menjaga hati agar tetap bersih (qolbun salim. Hal penting lainnya yakni mengkedepankan birrul walidain (menghormati orang tua)”, ungkapnya.

Lebih lanjut Prof Gunarto menjelaskan “Kalau di lokasi desa KKN maka birrul walidain atau orang tuanya para mahasiswa adalah kepala desa, RT, RW, dan para tokoh masyarakat”, pungkasnya.

Tema yang diangkat dalam KKN adalah sinergitas perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan menuju desa sejahtera.

Kepala LPPM Unissula Dr Henny Pratiwi Adi ST MT dalam sambutannya menyatakan KKN akan dilaksanakan 7- 23 Agustus 2023. Adapun total peserta 1352 mahasiswa.

Mereka diharapkan mampu akan memetakan potensi potensi pertanian pariwisata yang belum terekspos juga potensi UMKM. “Ini akan menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mempromosikannya”, ungkap Henny.

Namun demikian ada juga tantangan lain adanya beberapa desa yang masih menghadapi banyak permasalahan seperti akses transportasi, akses internet dan berbagai permasalahan lainnya.

“Harapannya pembekalan dari para pakar akan semakin meningkatkan kompetensi mahasiswa sehingga bisa memberikan KKN yang berkesan dan bermanfaat”, ungkap Henny.

Turut hadir dalam pembukaan KKN tetsebut antara lain Wakil Rektor I Dr Andre Sugiyono, Dr Imam Kusmaryono, dan Abdurrohim SPsi MPsi.

Categories
Uncategorized

Unissula Potong 21 Hewan Kurban

HEADLINEtoday.id Unissula melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Jum’at (30/6/2023) di halaman Perpustakaan Unissula. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Wakil Rektor I Dr Andre Sugiono , Wakil rektor II dan III Dedi Rusdi SE MSi Akt CA dan Kepala Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) Sukijan Athoillah SPd MPdI.

Prof Gunarto menyampaikan Unissula saat ini merupakan Universitas yang memiliki akreditasi unggul dan 80 % Program studinya akresditasinya juga sudah unggul. Unissula peringkat 401 Dunia dan 12 Indonesia versi The Times Higher Education Impact Rankings.

Tahun ini Unissula menyembelih 8 sapi dan 13 kambing. “Ini merupakan bentuk syukur kita atas nikmat Allah yang diberikan kepada Unissula agar Unissula terus berkembang menjadi universitas yang bereputasi nasional dan internasional. Mendidik mahasiswanya dengan penuh kemuliaan dan menjadikan Unissula sebagai kampus birrul walidain menuju generasi khaira ummah”, ungkap Prof Gunarto.

Berkurban merupakan bentuk keteladanan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tujuannya agar kita selalu mengikuti setiap perintah Allah SWT sebagai bukti kecintaan kita terhadap Allah SWT.

Daging kurban ini didistribusikan kepada dosen dan karyawan di lingkungan Unissula serta masyarakat luas yang membutuhkannya. “Semoga ini menjadikan amal sholeh kita semua dan di ridhoi Allah SWT. Mengkonsumsi daging dapat meningkatkan kecerdasan intlektual dan spiritual agar kita selalu bertaqwa kepada Allah SWT yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta beriman kepada Allah”, pungkasnya.

Categories
Uncategorized

Tepatkah Strategi Pengembangan Satu Desa Satu Posyandu Remaja dalam Pencegahan Stunting di Indonesia?

HEADLINEtoday.id Stunting ataupun pendek atau sangat pendek merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan SSGBI 2019 serta SSGI 2021 menunjukkan balita 0-59 bulan mengalami stunting sebanyak 30,8%, tahun 2019 sebanyak 27,7%, tahun 2021 sebanyak 24,4% balita. Jika dibandingkan dengan target WHO, maka angka stunting seharusnya < 20%. Anak-anak yang mengalami masalah gizi memiliki risiko 11,6 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian dibanding anak-anak yang memiliki status gizi baik. Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa dari 24 provinsi, tercatat 12 (50%) provinsi memiliki angka prevalensi stunting tinggi dan jumlah kasus yang juga tinggi. 

Strategi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menurunkan angka kejadian stunting diantaranya telah dilakukan pencegahan dari hulu, jauh sebelum memasuki fase calon pengantin. Dalam hal ini dimulai dari remaja, karena merekalah yang akan menjadi calon orang tua di masa depan, yang akan melahirkan keturunan yang berkualitas. Pelayanan kesehatan ini menggunakan pendekatan siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, anak balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif dan lansia dan intervensi secara kontinu (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) dengan penekanan pada promotif dan preventif diharapkan dapat memutus mata rantai penyebab stunting.

Salah satu indikator kunci pelayanan kesehatan remaja adalah angka kejadian anemia pada remaja. Remaja putri rentan menderita anemia karena siklus menstruasi setiap bulan dan dampak yang terjadi adalah dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh, produktivitas, pada saat hamil akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan maupun persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu maupun anak termasuk kondisi stunting pada bayi yang dilahirkannya. Diketahui bahwa sekitar 23% anak lahir dengan kondisi sudah stunting akibat ibu hamil sejak masa remaja kurang gizi dan anemia.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan sebanyak 32% remaja usia 15 sampai 24 tahun mengalami anemia, terdapat 11,7% remaja usia 13 sampai 18 tahun yang kondisinya sangat pendek dan pendek sebesar 40.9%,  sebesar 16,8% sangat kurus dan kurus,  29,5% yang gemuk dan obesitas, ditemukan bahwa 23,9% pernikahan remaja usia 15 sampai 19 tahun dan terjadi kehamilan remaja 36/1000.

Pendekatan pencegahan stunting pada masa remaja dirasa sangat penting karena pada masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik fisik-psikologis maupun intelektual, di mana masa ini merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Berdasarkan WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 19 tahun, sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 sampai 18 tahun dan menurut BKKBN rentang usia remaja adalah 10 sampai 24 tahun dan belum menikah. Populasi remaja memiliki persentase yang cukup besar yaitu kurang lebih 17-25%  dari total jumlah penduduk di Indonesia dan 5 sampai 10 tahun yang akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa.  Pada tahun 2030 sampai 2040 mendatang Indonesia memasuki periode bonus demografi, periode ini hanya akan benar-benar menjadi keuntungan jika penduduk usia produktifnya berkualitas. Oleh karena itu percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan dan intervensi yang dilakukan adalah dengan memastikan setiap calon pengantin atau calon WUS berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 25 tahun 2014 tentang upaya kesehatan anak, pasal 28 pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja dilakukan melalui usaha kesehatan sekolah dan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR).

Pelayanan kesehatan anak usia sekolah bertujuan untuk mendeteksi dini risiko penyakit pada anak sekolah agar dapat ditindaklanjuti secara dini, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal, sehingga dapat menunjang proses belajar mereka dan pada akhirnya menciptakan usia sekolah yang sehat dan berprestasi, sedangkan PKPR bertujuan untuk meningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pencegahan masalah kesehatan, serta melibatkan remaja dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan remaja.

Fokus sasaran layanan Puskesmas PKPR adalah berbagai kelompok remaja antara lain 1) remaja di sekolah: SD/Madrasah, pesantren, sekolah luar biasa, 2) remaja di luar sekolah: karang taruna, saka Bhakti Husada, palang merah remaja, panti yatim piatu/rehabilitasi, kelompok belajar mengajar, organisasi remaja, rumah singgah, kelompok keagamaan, 3) remaja putri sebagai calon ibu dan remaja hamil tanpa mempermasalahkan status pernikahan 4) remaja yang rentan terhadap penularan HIV, remaja yang sudah terinfeksi HIV, remaja yang terkena dampak HIV dan AIDS, remaja yang menjadi yatim piatu karena AIDS, 5) remaja berkebutuhan khusus yaitu meliputi kelompok remaja korban kekerasan trafficking, korban eksploitasi seksual, penyandang cacat, anak jalanan, remaja pekerja, remaja di daerah konflik dan di daerah terpencil.

Konsep  PKPR  memberikan layanan one stop service  yang meliputi 1) pemberian informasi dan edukasi, 2) pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukan, 3) konseling, 4) pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS),  5) partisipasi remaja melalui pembinaan konselor remaja,  6) pelayanan rujukan medis, sosial dan hukum.  

Upaya kesehatan usia sekolah dan remaja dilaksanakan di dalam gedung melalui Puskesmas PKPR dengan penerapan Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR) dengan layanan 1 pintu one stop service dengan mengintegrasikan layanan lintas program dan lintas sektor terkait. Sedangkan layanan di luar gedung dengan program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dan Sekolah/Madrasah Sehat menyumbang program sebesar 80% dan bina kesehatan lapas atau panti serta posyandu remaja menyumbang 20%.  UKS/M merupakan program yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan berbasis satuan pendidikan. UKS/M dilaksanakan melalui 3 (tiga) tugas pokok Trias UKS/M, yaitu: Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sehat yang dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar dalam rangka terwujudnya suatu sekolah/madrasah sehat.

Dengan melihat luasnya cakupan program PKPR, maka seharusnya semua lapisan masyarakat remaja tersentuh dan disinyalir program ini telah berhasil dibuktikan dengan adanya Puskesmas mampu laksana PKPR hingga akhir 2021 dilaporkan sebanyak 6865 unit PKPR (67,26%), meningkat dibandingkan data tahun 2017 yaitu 5173 atau 52,65% dibanding dengan target sebesar 40% puskesmas, namun kenyataannya cakupan remaja putri (12-18 tahun) yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 31,3%, cakupan imunisasi di sekolah rerata masih dibawah 60% baik untuk Campak, Rubela, DT, Td. Cakupan peserta didik yang mendapat pelayanan kesehatan dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang menggambarkan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS tahun 2021 pada  level SD/madrasah sebesar 99,2%, SMP sebesar 96%, SMA sebesar 73,1% dan PT 26%. Cakupan sekolah yang mendapat pelayanan kesehatan peserta didik secara nasional sebesar 57,5% pada level SD/Madrasah, SMP/MTS sebesar 54,4%, SMA/MA sebesar 45,2%. Dengan begitu dapat diketahui seberapa banyak mereka yang berada di sekolah mendapatkan pembinaan kesehatan melalui UKS.

Jika dibandingkan dengan program PKPR diluar gedung lainnya yaitu posyandu remaja, maka diketahui sampai dengan tahun 2021 jumlahnya sebanyak 15185 tersebar di 34 provinsi, padahal target 1 posyandu remaja maksimal 50 remaja. Berdasarkan data BPS tahun 2020 diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270203917 jiwa,  jumlah remaja usia 10-19 tahun sebanyak 44508470 jiwa, sehingga estimasi jumlah posyandu seharusnya adalah 890.169 buah, masih sangat jauh dari kebutuhan. Berdasarkan hasil evaluasi keberadaan posyandu tahun 2021,  secara nasional jumlah kabupaten atau kota yang melaksanakan pembinaan Posyandu aktif sebanyak 245 dari 514 (47,7%),  sedangkan kabupaten atau kota dengan minimal 80% posyandu aktif ditemukan 31 dari 245 (6%) dari 15 provinsi yang melapor. Jika posyandu remaja menyasar kepada remaja yang ada di luar institusi sekolah, maka jumlah sasarannya sangat kecil prosentasenya yaitu berdasarkan sisa prosentase APS adalah 0,8% untuk usia SD/Madrasah, 4% untuk SMP/MTS,untuk SMA/MA  26,9%.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, perlu adanya penekanan pada program yang lebih terbukti efektif. Adapun peluang peningkatan penyelenggaraan program UKS telah didukung adanya beberapa komponen tata kelola dalam UKS di satuan pendidikan antara lain kebijakan melalui surat keputusan bersama 4 menteri antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, menteri agama, dan menteri dalam negeri Republik Indonesia, perencanaan dan anggaran, koordinasi, peningkatan kapasitas monitoring dan evaluasi serta pelaporan. Selain itu saat ini telah dilakukan terobosan integrasi program UKS dalam berbagai kegiatan pembiasaan sekolah khususnya dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler serta belajar mandiri, baik level PAUD, SD/Madrasah, SMP/MTS dan SMA/MTS. 

Mengingat program UKS/M berkontribusi 80% pada program PKPR di luar gedung, maka akan lebih efektif jika program ini yang diperkuat ketimbang pengembangan 1 desa 1 posyandu remaja yang disinyalir banyak yang mangkrak dan tidak berjalan dengan baik. Dengan melihat hasil pelaksanaan UKS/M dan sekolah/madrasah sehat, maka belajar dari keberhasilan program pendamping minum obat (PMO) pada pengobatan TBC dapat diterapkan pada program kesehatan anak sekolah dan remaja dengan melibatkan orang tua sebagai pemantau kondisi kesehatan anak-anaknya secara intensif melalui instrumen “Rapor kesehatanku” buku catatan kesehatan siswa serta dalam rangka peningkatan dukungan/CSR pihak swasta, maka perlu melibatkan institusi pendidikan kesehatan setempat sebagai pembina wilayah dimana sekolah/madrasah tersebut berada, baik dalam perannya sebagai pemateri, pendukung, pemantau dan penyelia program UKS/M. Keuntungan model ini adalah keikutsertaan dan keterlibatan anak usia sekolah dan remaja akan meningkat didukung oleh sumber daya swasta sebagai CSR pemberdayaan masyarakat.

Oleh: Endang Surani, S.Si.T., M.Kes (Dosen Pendidikan Profesi Bidan FK UNISSULA, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret)

Categories
Uncategorized

Unik, Masjid Ukhuwah Laksanakan Dua Kali Sholat Ied dan Potong 33 Hewan Kurban

HEADLINEtoday.id Masjid Ukhuwah Islamiyah yang beralamat di jalan Tirto Agung Banyumanik melaksanakan sholat Iedul Adha pada Kamis (29/6/2023).Tampil sebagai imam dan khatib ustad Muslih SPdI. Bertugas sebagai muadzin Muhammad Rofiqi.

Khotib menyebutkan kurban merupakan ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Ada banyak hikmak yang dapat diambil dari perintah berkurban.

Pertama, pada hakikatnya kita sama di mata Allah yang membedakan hanya tinggat ketaqwaan. Dalam menghadapi cobaan atau perintah yang berat harus tetap sabar, ikhlas dan hanya taat pada perintah Allah. Hanya semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah.

Kedua, belajar dari kisah Nabi Ibrahim bagaimana kita menjadi orang tua yang bisa mendidik anak menjadi anak yang sholeh untuk selalu menjalankan perintah Allah dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ketiga, pentingnya bertaqwa kepada Allah dalam menjalani kehidupan. Menghilangkan rasa congkak untuk tetap bertaqwa kepada Allah SWT. Berbuat baik dan berkorban untuk keluarga, bangsa dan agama.

“Mari kita menundukkan hati kita dihadapan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Kita hanya mahluk yang lemah di hadapan Nya”, ungkapnya.

“Betapa hebatnya kekuasaan Allah. Mari kita senantiasa memuji dan mengagungkannya”, pungkasnya.

Selain menggelar sholat Iedul Adha pada Kamis ini, masjid tersebut juga telah menggelar sholat Iedul Adha pada Rabu (28/6/2023).

Adapun hewan kurban yang dipotong pada hari raya Ied kali ini berjumlah 33. Terdiri dari 8 sapi dan 25 kambing.
Hewan kurban berasal dari masyarakat sekitar. Daging kurban juga dibagikan untuk masyarakat sekitar.

Khodimul masjid, Drs Ahmad Azhar Combo mengucapkan rasa terimakasih atas partisipasi seluruh pihak yang telah mensukseskan rangkaian ibadah Iedul Adha. Termasuk juga para shohibul kurban yang mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia masjid Ukhuwah Islamiyah.

Categories
Uncategorized

Jaga Persaudaraan Masjid Ukhuwah Islamiyah Laksanakan Sholat Iedul Adha pada Rabu dan Kamis

HEADLINEtoday.id Masjid Ukhuwah Islamiyah El Azhar yang beralamat di jalan Tirto Agung Banyumanik mengadakan sholat Iedul Adha pada Rabu (28/6/2023). Tampil sebagai imam dan khatib Drs Sukamdo MSi.

Selain menggelar sholat Iedul Adha pada Rabu, masjid tersebut juga akan menggelar sholat Iedul Adha Kamis (29/6/2023).

Khodimul Masjid Ukhuwah Islamiyah Drs Azhar Combo menyebut hal itu sebagai salah satu cara membina toleransi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim. “Semua kita fasilitasi dan tidak kita beda bedakan. Bagi yang melaksanakan sholat Ied pada Rabu ini kita fasilitasi begitu juga yang melaksanakan sholat Ied kamis juga akan kita fasilitasi”, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ribuan jamaah hadir pada sholat Iedul Adha yang àvs

Adapun hewan kurban yang akan dipotong pada hari raya Ied kali ini berjumlah 31. Terdiri dari 7 sapi dan 24 kambing.

Sementara itu khotib Drs Sukamdo MSi dalam khutbahnya menyebut perintah Allah tentang kurban kepada Nabi Ibrahim adalah untuk menguji ketaatan dan kesabaran nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sebagai bentuk kecintaan dan ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Adapun banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perkntah berkurban.
Pertama, dalam menghadapi cobaan atau perintah yang berat harus tetap sabar dan hanya taat pada Allah.

Kedua, pentingnya bertaqwa kepada Allah dalam menjalankan kehidupan.

Ketiga, cinta pada Allah dan Rosulullah merupakan bentuk cinta paling tinggi bagi seorang muslim. Melebihi cinta kita pada keluarga bahkan pada anak sekalipun.

Keempat, para Ibu harus belajar pada Siti Hajar yang selalu taat pada suami yang konsisten menjalankan perintah Allah.

Kelima, pentingnya belajar akan keluhuran ahlaq dari Ismail. Ia adalah tokoh remaja yang berbakti pada Allah dan kedua orang tuanya.

Keenam, belajar dari Nabi Ibrahim yang selalu mengutamakan dialoq dan musyawarah dalam memutuskan hal hal penting.

Berdasar hasil survei di Amerika remaja umur 16 sampai 19 tidak menganut agama presentasenya sampai 75 %. Sementara di Indonesia 51.000 remaja minta izin dispensasi kawin.

Maka para remaja dan pemuda perlu belajar dari Ismail yang sejak muda senantiasa taat dan patuh pada Allah dan juga taat pada kedua orang tuanya.