Menteri Koperasi Indonesia Dr Ferry Juliantono SE Ak MSi akan hadir ke Unissula Semarang. Ia akan melakukan orasi ilmiah dengan judul mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% melalui koperasi mahasiswa.
Acara yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unissula tesebut akan digelar di Gedung Internasional Unit Program, Kamis (18/12/2025). Dalam kesempatan tersebut juga akan dilakukan peresmian Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula.
“Koperasi mahasiswa merupakan kekuatan strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Karena mampu menjadi wadah pembelajaran mahasiswa dalam berwirausaha, tata kelola usaha, serta ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan digitalisasi, sehingga dapat mencetak generasi pembangunan bangsa yang siap untuk ditugaskan dimana saja untuk memajukan Republik Indonesia,” ungkap Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Mohammad Nandi Prassetio, Rabu (17/12/2025).
Oleh karena itu, menurutnya dukungan kebijakan dan pendampingan dari pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dinilai penting agar koperasi mahasiswa tumbuh profesional, berdaya saing, dan berkontribusi nyata sebagai motor penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Adapun peserta diantaranya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, BEM Fakultas Ekonomi Jateng dan DIY, BEM di lingkungan Unissula, dan juga Dinas Koperasi di Kota Semarang.
• Rambu: jangan jadi jabatan politik, jangan permanen, jangan rusak sistem ASN
⸻
Kalimat Kunci (Soundbite TV)
“Putusan MK memberi ruang penugasan fungsional aparat negara. Pernyataan Prof. Mahfud MD adalah pengingat batas konstitusionalnya. Jadi solusinya bukan melarang Polri, tapi mengatur dengan tegas.”
Atau versi lebih singkat:
“MK memberi ruang, Mahfud memberi rambu.”
⸻
Penutup Tegas & Elegan
“Maka sikap yang tepat adalah mendukung Polri, sambil memastikan setiap penugasan tetap sejalan dengan putusan MK dan semangat konstitusi.”
Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH melepas 606 mahasiswa untuk mengikuti KKN yang akan diterjunkan ke Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Acara dilakukan secara daring melalui Zoom dan luring di gedung Rektorat Unissula (15/12/2025). Dalam KKN ke XXI tersebut para mahasiswa akan mendukung program Pemprov Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Disperakim untuk memverifikasi data rumah tidak layak huni.
Prof Gunarto menyampaikan bahwa para peserta KKN diharapkan mampu mengimplementasikan basic green skills di tempat KKN. Skills tersebut antara lain integritas atau kejujuran, kecerdasan, kemampuan menyampaikan pendapat dan tulisan, kerjasama, kepemimpinan, serta bahasa inghgris dan IT. “Outcomenya adalah mampu menghasilkan verifikasi data rutilahu yang akurat dan identitas kependudukan digital,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala LPPM Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT menyampaikan bahwa di dalam KKN periode XX yang lalu Unissula mendapat apresiasi dari Disperakim Pemprov Jawa Tengah karena capaian terbanyak verifikasi data rutilahu yang dibuat oleh mahasiswa KKN Unissula. Disperakim menyebut KKN Unissula merupakan yang terbaik diantara 15 perguruan tinggi di Jateng dalam hal capaian verifikasi data rutilahu. “Harapannya peserta KKN XXI Unissula kali ini dapat kembali berkontribusi membantu verifikasi rutilahu juga program Dispendukcapil Kota Semarang khususnya identitas kependudukan digital,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor I Dr Abdul Basir SPd MPd, Wakil Rektor II Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, dan Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. Hadir pula pimpinan LPPM Unissula antara lain Prof Dr Mutamimah SE MSI, Prof Dr Siti Thomas Zulaikah, Prof Dr Imam Kusmaryono, dan Abdurrohim SPsi MSi.
Saya sangat yakin bahwa perka 10 tahun 2025 tidak bertentangan dengan putusan MK. perka ini justru memberi makna norma pasal dalam UU kepolisian yg sudah diputus oleh majelis maupun UU ASN yang saat ini sedang di uji juga, menjadi konkritBahkan dalam putusan MK dari alur pikiran yang terbaca pada pendapat beberapa majelis menyatakan bahwa frasa yang digugat tidak harus di maknai secara sempitDalam konteks teori hukum tentang norma, UU Polri itu terkait kebolehan menduduki jabatan sipil dan persyaratannya, bisa dimaknai sebagai norma abstrak.
Dan justru menjadi norma yang konkrit dengan perka 10 tahun 2025. JJ Bruggink menyatakan semakin abstrak norma maka semakin luas wilayah penerapannya. Sebaliknya semakin konkrit maka semakin sempit wilayah penerapannya. Nah 17 jabatan yang di jabarkan dalam perka 10 tahun 2025 itu justru memberi pembatasan. Karena kalau tidak, maka norma itu akan selamanya dimaknai luas.
Justru kalau tidak begitu maka putusan MK tidak jalanTapi saya ingin melihat sisi yang berbeda dari polemik ini. George Jellinek sebagai bapak hukum tata negara, menekankan bahwa Kalau bicara jabatan, maka kita bicara negara. Seharusnya diluar konteks sipil dan non sipil, prinsipnya adalah bahwa jabatan adalah fungsi negara.
Frasa dalam UU Polri maupun UU ASN yang memberikan “jabatan tertentu” di ASN yang bisa dijabat personil kepolisian negara RI, seharusnya dianggap sebagai amanat konstitusi yang justru memberikan “kewajiban”.
Jadi mari jangan lebih melihat jabatan itu sebagai “hak”Perka 10 ini saya justru melihat KAPOLRI sedang mengatur bahwa jabatan itu adalah “kewajiban” sehingga perlu diberi makna hukum yang konkrit sebagai suatu norma yang harus dibatasi
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi salah satunya bidang publikasi ilmiah di lingkungan akademiknya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam gelaran International Anadolu Symposium of Academic Studies yg diselenggarakan oleh USAR organisasi para Ilmuan Seluruh Dunia berpusat di Ankara, Turkiye, pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2025.
Unissula mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mempromosikan dan memperkuat posisi jurnal ilmiah unggulannya di kancah global. Delegasi diamanahkan kepada Assoc. Prof. Dr. Ong Argo Victoria, yang merupakan Penanggungjawab Rumah Jurnal Fakultas Hukum (FH) Unissula.
Fokus Utama: Penguatan Jurnal Hukum Scopus Q1Kehadiran Ong Argo Victoria di simposium internasional ini memiliki misi khusus, yakni meneguhkan dan memperluas jaringan publikasi untuk Jurnal Hukum milik FH Unissula yang telah berhasil meraih reputasi gemilang dengan kerjasama tim solid (Dr. Andri, Dr. Mustaqim Dkk) sebagai jurnal Scopus Quartile 1 (Q1).
Capaian Q1 merupakan indikator kualitas publikasi ilmiah tertinggi di tingkat internasional, dan partisipasi ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan serta peningkatan kualitas jurnal.“Kami membawa semangat dari civitas akademika Unissula, khususnya Fakultas Hukum, untuk memastikan bahwa karya ilmiah yang dipublikasikan tidak hanya berkualitas di tingkat nasional, tetapi juga diakui dan memberikan kontribusi signifikan di ranah internasional,” ujar Assoc. Prof. Dr. Ong Argo Victoria.
Amanat Dekan FH Unissula
Semangat internasionalisasi ini sejalan dengan visi yang diamanahkan oleh Dekan FH Unissula, Prof. Dr. Jawade Hafidz, S.H., M.H. Beliau berharap partisipasi ini menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan mutu penelitian dan publikasi.“Kami berdoa semoga publikasi ilmiah di lingkungan civitas akademika Unissula semakin berkualitas dan bertaraf Internasional,” tutur Prof. Dr. Jawade Hafidz, menggarisbawahi pentingnya acara USAR di Ankara sebagai ajang benchmarking dan kolaborasi internasional.
Partisipasi Unissula dalam International Anadolu Symposium of Academic Studies -USAR 2025 ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global, khususnya dalam menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan melalui publikasi ilmiah bereputasi.
Dai nasional sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), secara resmi menyelesaikan studi jenjang magister dan mengikuti wisuda Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, hari ini, dengan meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd.).
Dalam studi akademiknya, Gus Miftah mengangkat tesis berjudul, “Relevansi Living Dakwah dalam Penguatan Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Pesantren Ora Aji Yogyakarta”, sebuah kajian yang menyoroti praktik dakwah kontekstual dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter kebangsaan santri. Tesis ini menempatkan dakwah tidak semata sebagai aktivitas verbal, tetapi sebagai praktik sosial-keagamaan yang dihidupi dalam keseharian pesantren.
Penelitian tersebut berangkat dari realitas sosial pesantren sebagai ruang strategis pendidikan karakter dan moderasi beragama. Gus Miftah menegaskan bahwa dakwah yang membumi melalui keteladanan, interaksi sosial, dan pendekatan kultural, memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai cinta tanah air, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman di kalangan santri. Pendekatan ini dikenal sebagai living dakwah, yakni dakwah yang diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengalaman hidup, bukan sekadar ceramah normatif.
Dalam konteks Pondok Pesantren Ora Aji, praktik living dakwah terefleksi melalui berbagai aktivitas keagamaan, dialog kebangsaan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan santri secara aktif. Lingkungan pesantren yang inklusif dan terbuka menjadi medium efektif bagi internalisasi nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Melalui pola tersebut, santri tidak hanya memahami konsep kebangsaan secara kognitif, tetapi juga menghayatinya sebagai bagian dari identitas sosial dan religius mereka.
Secara metodologis, tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan penggalian makna mendalam terhadap pengalaman santri dalam praktik dakwah Gus Miftah.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa keteladanan kiai, budaya pesantren yang humanis, serta keterlibatan aktif santri menjadi faktor kunci dalam pembentukan wawasan kebangsaan yang moderat dan inklusif.Keberhasilan Gus Miftah menyelesaikan studi magister ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga memperkuat legitimasi intelektual atas praktik dakwah yang selama ini ia jalankan.
Wisuda hari ini menandai perjumpaan antara dunia akademik dan praksis dakwah kultural, sekaligus menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam merawat keislaman dan keindonesiaan secara harmonis.
Dengan capaian tersebut, Gus Miftah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang moderat, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan, baik melalui pesantren, ruang dakwah publik, maupun forum akademik nasional.
Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab di sebut Gus Miftah ternyata sudah menyelesaikan pendidikan masternya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Magister Pendidikan Agama Islam di kampus Unissula. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman tersebut juga mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Auditorium Unissula pada Sabtu (13/12/2025) bersama dengan 867 peserta wisuda lainnya. Prosesi wisudanya dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH.
Menarik untuk ditelisik trak record kampus Unissula yang menjadi tempat kuliah Gus Miftah. Unissula adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah dan PTS nomor empat nasional dan menempati peringkat 95 Asia berdasarkan penilaian AppliedHE yang berbasis di Singapura yang dirilis bulan November tahun 2025 ini.
Unissula juga unggul dalam berbagai perankingan kampus kelas dunia seperti Webometric, Times Higher Education dll. Kampus yang beralamat di Jalan Kaligawe KM 4 Semarang tersebut mencatatkan diri sebagai kampus ke 12 yang meraih peringkat akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional sejak 22 Mei 2022. Di tilik dari segi usia kampus tersebut sudah berusia lebih 60 tahun. Didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tepatnya 20 Mei 1962.
Unissula memiliki 13 fakultas unggulan. Fakultas itu antara lain Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Agama Islam serta Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya. Kampusnya juga luas berdiri di area terintegrasi lebih dari 40 Hektar. Memiliki kerjasama internasional yang luas dengan universitas top di Belanda, Korea, Jepang, Korea, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, dan lainnya.
Menilik prestasi mahasiswanya juga membanggakan bangsa dan negara. Prestasi tersebut antara lain tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri juara robotik dunia di Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan pada 2-3 April 2016 di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.
Tim mahasiswa Fakultas Teknik juara Bridge Design Competition di Nanyang Technological University (NTU) Singapura 9-10 Maret 2019. Sebelum meraih gelar S2 di Magister Pendidikan Agama Islam Unissula Gus Miftah juga lulus sarjana di Prodi Pendidikan Agama Islam juga dari Unissula. Adapun gelar akademik lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman SPd MPd.
Surya Utama atau yang lebih dikenal dengan Uya Kuya resmi menyandang gelar master. Ia telah menyelesaikan pendidikanya di Magister Ilmu Hukum Kampus Unissula Semarang. Anggota Komisi IX DPR RI tersebut juga mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan di Auditorium Unissula pada Sabtu (13/12/2025) bersama dengan 867 peserta wisuda lainnya. Prosesi wisudanya dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH.
Menarik untuk ditelisik trak record kampus Unissula yang menjadi tempat kuliah Uya Kuya. Unissula adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah dan PTS nomor empat nasional dan menempati peringkat 95 Asia berdasarkan penilaian AppliedHE yang berbasis di Singapura yang dirilis bulan November tahun 2025 ini. Unissula juga unggul dalam berbagai perankingan kampus kelas dunia seperti Webometric, Times Higher Education dll.
Kampus yang beralamat di Jalan Kaligawe KM 4 Semarang tersebut mencatatkan diri sebagai kampus ke 12 yang meraih peringkat akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional sejak 22 Mei 2022.
Di tilik dari segi usia kampus tersebut sudah berusia lebih 60 tahun. Didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tepatnya 20 Mei 1962. Unissula memiliki 13 fakultas unggulan.
Fakultas itu antara lain Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Agama Islam serta Fakultas Bahasa Sastra dan Budaya.
Kampusnya juga luas berdiri di area terintegrasi lebih dari 40 Hektar. Memiliki kerjasama internasional yang luas dengan universitas top di Belanda, Korea, Jepang, Korea, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina, dan lainnya.
Menilik prestasi mahasiswanya juga membanggakan bangsa dan negara. Prestasi tersebut antara lain tim mahasiswa Fakultas Teknologi Industri juara robotik dunia di Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan pada 2-3 April 2016 di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, Amerika Serikat.
Tim mahasiswa Fakultas Teknik juara Bridge Design Competition di Nanyang Technological University (NTU) Singapura 9-10 Maret 2019. Sebelum meraih gelar S2 di Magister Ilmu Hukum Unissula Uya Kuya sudah meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia angkatan 1994.
Unissula menyelenggarakan prosesi wisuda ke 95 pada Sabtu (13/12/2025). Prosesi yang diikuti 868 wisudawan tersebut di pimpin oleh Rektor Prof Dr Gunarto SH MH. Dalam sambutannya ia mengucapkan terimakasih atas kepercayaan para wisudawan yang telah memilih Unissula sebagai tempat menuntut ilmu.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut beberapa wisudawan yang sudah dikenal oleh publik. Wisudawan spesial tersebut antara lain Gus Miftah yang meraih gelar Magister Pendidikan Agama Islam dan Surya Utama atau Uya Kuya yang meraih gelar Magsiter Ilmu Hukum.
Selain itu ada banyak pejabat publik lainnya yang meraih gelar di Program Doktor Ilmu Hukum. Misalnya Agung Widyantoro anggota DPR RI Komisi X. Eddy Daulatta Sembiring Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto. Damenta Alexander, Ketua Pengadilan Negeri Tarakan. Abun Hasbullah Syambas, Kepala Kejaksaan Negeri Bandung dan Dedi Wahyudi Wakapolres Bandung. Selain itu ada Irwan Chandra Nirwana, Kepala Satuan Kerja Jalan Nasional Kalsel & Kaltara lulus dari Program Doktor Teknik Sipil.
Sementara itu Slamet Sulistiono, Kepala Unit Usaha Syariah Bank Jateng lulus dari Program Doktor Ilmu Manajemen. Dalam kesempatan tersebut Rektor juga mewisuda tujuh mahasiswa internasional. Mereka adalah Mahmoud W M Abuwazna dari Palestina. Khalid Dadda dari Maroko. Tiga wisudawan dari Malaysia Muh Azlan Bin Marukum, Nik Mohd Sukiman dan Adli Zil Ikram. Selain itu Rosee Nilaeman dari Thailand dan Omar Nyang dari Afrika Selatan.
Prof Gunarto juga menyebut lulus dari Unissula merupakan sebuah kebanggan. “Unissula adalah kampus unggul di tingkat nasional dan internasional. Menduduki peringkat 401 dunia. Menduduki peringkat 95 Asia. Menempati peringkat 4 Perguruan Tinggi Swasta terbaik nasional. Menempati peringkat 1 PTS di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat langkah menuju internasionalisasi pendidikan hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof. Dr. Jawade Hafidz, dalam acara kelulusan mahasiswa yang mengangkat tema internasionalisasi pendidikan.
Tercatat 431 lulusan FH Unissula, yang dilepas oleh Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, dalam acara Pelepasan Sarjana (S1), Magister (S2) Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, dan Doktor (S3) Ilmu Hukum, dari FH Unissula, pada Jumat (12/12/2025) sore.
Prof. Jawade menjelaskan bahwa tema internasional ini dipilih agar masyarakat, khususnya para lulusan dan orang tua memahami bahwa arah pendidikan hukum di Unissula kini telah bergerak menembus batas negara, tanpa meninggalkan nilai dan karakter pendidikan hukum Indonesia.
“Maksud tema ini adalah agar masyarakat mengetahui bahwa pendidikan kita sudah bergerak ke arah internasional, merambah ke luar negeri, tetapi tetap berakar pada pendidikan hukum Indonesia,” ujarnya.
Prof. Jawade menerangkan bahwa indikator utama internasionalisasi adalah kurikulum yang bersinergi dengan pola pendidikan di berbagai negara. Fakultas Hukum Unissula telah mengembangkan kurikulum integratif berskala internasional yang memungkinkan mahasiswa memahami standar hukum global tanpa kehilangan karakter Pancasila dan nilai keislaman.
Fakultas Hukum Unissula telah menjalin kemitraan internasional dengan berbagai institusi dan dosen luar negeri. Saat ini, kerja sama aktif dilakukan dengan Belanda
Thailand, UKM Malaysi, Universitas a Al-Azhar Kairo Mesir, Yordania dan dalam waktu dekat akan memperluas jejaring ke Amerika Serikat.
Selain pengiriman dosen keluar negeri, Fakultas Hukum Unissula juga mulai mengembangkan pertukaran mahasiswa internasional. Beberapa tahun terakhir FH Unissula menerima mahasiswa dari berbagai negara, diantaranya 22 mahasiswa dari Yordania, 12 mahasiswa dari Al-Azhar Kairo, serta mahasiswa dari Pakistan, Maroko, dan Malaysia.
“Internasionalisasi ini sudah berjalan. Kita bukan hanya mengirim, tetapi juga menerima mahasiswa dari luar negeri. Ini bukti bahwa Fakultas Hukum Unissula semakin dipercaya secara global,” jelas Prof. Jawade.
Menurutnya, peningkatan jaringan internasional berdampak langsung pada naiknya kepercayaan masyarakat, khususnya kelas menengah ke atas. Kehadiran berbagai tokoh publik sebagai lulusan juga menjadi bagian dari kontribusi fakultas dalam membentuk pemikiran pemimpin masa depan.
Salah satu lulusan tahun ini adalah artis sekaligus anggota legislatif, Uya Kuya, yang berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum dengan IPK 3,72.
“Kami ingin mewarnai, bahkan memengaruhi cara berpikir para penyelenggara negara bahwa hukum itu tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Justru yang harus kita perjuangkan adalah hukum yang tajam ke atas, adil untuk semua,” tegas Dekan.
Prof. Jawade menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh proses internasionalisasi tetap berpijak pada nilai keislaman, salah satunya merujuk pada pesan Al-Qur’an dalam Surat Ali Imran tentang kewajiban manusia untuk melakukan kebaikan di mana pun mereka berada. “Itulah yang menjadi ruh dari internasionalisasi Fakultas Hukum Unissula. Kami ingin menghasilkan lulusan yang unggul secara global, tetapi tetap memegang teguh nilai-nilai moral dan keadilan,” pungkasnya.