

Awliya Tribhuwana ST MT mengikuti sidang terbuka promosi doktor di Program Doktor Teknik Sipil pada Jumat (29/8/2025) di Fakultas Teknik Sipil Unissula. Ia mempresentasikan disertasinya berjudul reduksi debit run off dengan model kombinasi kotak infiltrasi dan sumur resapan pada sistem drainase jalan.
Menurutnya Kota Cirebon menghadapi tantangan yang sangat besar dalam pengelolaan limpasan air hujan akibat pertumbuhan kawasan terbangun yang pesat, keterbatasan lahan terbuka, serta dominasi permukaan kedap air. Kombinasi topografi hampir datar, apabila curah hujan tinggi terjadi dan jenis tanah dominan berupa lanau lempung berporositas rendah menyebabkan banyak titik genangan di ruas jalan utama seperti Jalan Pemuda dan Dr Cipto.
Penelitiannya bertujuan mengembangkan sistem infiltrasi alternatif melalui rancangan kotak infiltrasi di median jalan sebagai solusi dalam sistem drainase berkelanjutan. Penelitiannya dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan flume skala model, dengan empat skenario uji: (1) kotak infiltrasi sederhana, (2) kotak di median jalan, (3) eksisting aliran median dan saluran tepi, dan (4) kombinasi kotak dan sumur resapan.
Uji dilakukan pada kondisi tanah jenuh dan tidak jenuh, dengan pemantauan debit limpasan dan infiltrasi setiap 60 detik selama 2 jam. Model infiltrasi Horton dikalibrasi menggunakan parameter fo= 0,01272 m/jam, fc = 0,02492 m/jam, dan k = 3,24. Hasil kalibrasi menunjukkan kinerja model sangat baik dengan nilai Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) = 0,923, Root Mean Square Error (RMSE) = 0,00525 m/jam, dan Relative Error (RE) = 4,32%.
Validasi model menghasilkan NSE = 0,901, RMSE = 0,0061 m/jam, dan RE = 5,21%, yang menandakan generalisasi model terhadap data baru tetap tinggi. Uji variasi menunjukkan bahwa penggunaan kotak infiltrasi mampu menurunkan debit limpasan hingga 37,47%.
Efisiensi meningkat ketika dikombinasikan dengan sumur resapan, mencapai reduksi limpasan sebesar 59,37% untuk sistem median dan 51,49% untuk sistem drainase. Sistem juga mampu menahan debit puncak dari 0,02705 L/detik menjadi 0,01280 L/detik, dengan efisiensi infiltrasi meningkat dari 28,36% menjadi 66,14%.
Analisis korelasi menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan lempung dan kejenuhan tanah, semakin besar debit limpasan yang terbentuk. Efektivitas kotak infiltrasi dipengaruhi oleh posisi air tanah serta dimensi struktur. Rekomendasi teknis meliputi penggunaan media berpori tinggi seperti kerikil, volume minimal ≥0,05 m3 per unit kotak, dan integrasi langsung antara kotak dan sumur resapan untuk mengalirkan air secara vertikal. Implikasi kebijakan menyarankan revisi standar drainase nasional, penerapan insentif infrastruktur hijau bagi pengembang, serta kewajiban desain jalan inklusif infiltrasi di kawasan rawan banjir.
Penelitiannya menunjukkan bahwa teknologi sederhana seperti kotak infiltrasi dapat memberikan kontribusi besar terhadap strategi Low Impact Development (LID) di kota-kota tropis dengan lahan terbatas dan risiko genangan tinggi.
Kata Kunci: Kotak Infiltrasi, Sumur Resapan, Model Horton, Limpasan, Infiltrasi.
Awliya Tribhuwana ST MT berhasil lulus dalam ujian tersebut dan berhak meraih gelar doktor. Ia merupakan lulusan ke 48 di PDTS Unissula. Lulus dengan IPK 3,81 dengan masa studi empat tahun.
Para penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA, Prof Pratikso MST PhD, Prof Dr Ir Antonius MT, Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT, Ir Moh Faiqun Ni’am MT PhD, dan Prof Dr Ir Muhammad Mukhlisin, MT