Categories
Uncategorized

Ulfa dan Gilang Duta Mahasiswa 2023

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unissula Semarang kembali menyelenggarakan pemilihan Duta Unissula 2023. Wakil Rektor III Unissula menyampaikan bahwa duta Unissula nantinya harus menjadi cerminan Unissula. “Nanti yang dikedepankan oleh yang menjadi duta harus bisa mencerminkan atau merepresentasikan Unissula sebagai generasi khaira ummah (generasi terbaik). Sehingga bisa juga mempromosikan Unisusla dalam bentuk perbuatan,” ungkap Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD dalam sambutan acara grand final duta Unissula 2023 yang dilangsungkan secara luring dan daring melalui Unissula TV, Rabu (25/10/2023).

Wakil Ketua BEM Unissula Rajif Jaya menyebut pemilihan duta Unissula terakhir diselenggarakan pada tahun 2020. “Kemudian terhambat dikarenakan terjadinya pandemi. Tahun ini adalah tahun pertama sejak 2020 lalu,” ungkapnya.

Hadir sebagai dewan juri yaitu Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, Muhammad Said Hidayatullah MPd, dan Duta Unissula 2020 Kevin Ahla Seiga SE.

Setelah para finalis duta Unissula menampilkan bakat dan tanya jawab, terpilih sebagai Duta Unissula 2023 yaitu Ulfa Maghfiroh Ittaqillah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Muhammad Gilang Geovano mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Adapun duta favorit 2023 yang berdasarkan jumlah like di media sosial adalah Thoriq Awabin mahasiswa Fakultas Psikologi.

Categories
Uncategorized

Gelar Konferensi Internasional Teknik Unissula Dorong Implementasi Smart Infrastructure

Fakultas Teknik (FT) Unissula  mengadakan konferensi internasional yang dilangsungkan di Lombok (19/10/2023). Konferensi yang digelar yakni International Conference on Coastal and Delta Areas (ICCDA). FT Unissula menggandeng mitra dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Universitas tersebut antara lain Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) menjadi co-host utama. Beberapa universitas lainnya turut menjadi co-host, seperti Rotterdam University of Applied Sciences Belanda, Universitas Semarang, Universitas Lancang Kuning Riau, dan Universitas Sangga Buana Bandung.

Tema yang dibahas yaitu pengembangan smart infrastructure di daerah pesisir dan delta; tantangan perubahan iklim, mitigasi bencana, dan infrastruktur di daerah pesisir dan delta; kebijakan sosial-ekonomi, hukum, dan multi aspek lainnya untuk membangun lingkungan di area pesisir dan delta.

Ketua panitia, Ari Sentani, ST MSc menjelaskan tujuan utama konferensi adalah mempromosikan penelitian, pengembangan, dan pertukaran informasi ilmiah. Acara ini juga menjadi kesempatan membangun jaringan internasional untuk mendukung pengembangan rekayasa lingkungan.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MHum menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ICCDA ke-5. Ia mengakui pentingnya kolaborasi internasional dalam memahami dan mengatasi tantangan di daerah pesisir dan delta.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan dan membuat acara ini bermakna, termasuk kepada semua panitia, para pembicara, partisipan, para tamu undangan dan seluruh hadirin. Semoga segala diskusi yang berlangsung dalam acara ini memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di area pesisir dan delta,” ujarnya.

Rektor Unizar, Dr Ir Muh Ansyar MP., dalam sambutannya menyoroti aspek perubahan iklim yang tengah melanda dunia.

“Hadirin yang saya hormati, saat ini dunia sedang menghadapi banyak tantangan yang berhubungan dengan perubahan iklim, yang dampak masalahnya cukup signifikan terhadap daerah pesisir dan delta. Oleh karenanya, presentasi dan diskusi dalam seminar internasional ini sangat penting dalam rangka mengambil jalan yang positif untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bappeda NTB Dr Ir Iswandi  MSi berharap di dalam forum yang terhormat ini, segala permasalahan yang terjadi di daerah pesisir dan delta dapat terselesaikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Banyak pembicara dari dalam dan luar negeri memberikan wawasan penting mengenai perubahan iklim dan tantangan yang dihadapi daerah pesisir dan delta. Sesi pemaparan materi dipandu oleh Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA.

 Para pembicara di antaranya Assoc. Prof. Dr. Kamarudin Bin Hj. Ahmad dari Universiti Teknologi Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Hermin Poedjiastoeti, S.Si., M.Si., dari Unissula, Dr. Johannes Herbeck dari Universitat Bremen Jerman, dan Rick Heikoop dari Rotterdam University of Applied Sciences Belanda.

Setelah sesi tersebut, dilanjutkan dengan sesi diskusi paralel, dimana para peserta yang dibagi ke dalam beberapa ruangan, mempresentasikan penelitian dan makalah mereka.

 Seluruh acara berlangsung lancar dan sukses, dengan pengumuman pemenang untuk “best paper” dan “best presenter”. Acara ditutup dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Unissula, Ir. Rachmat Mudiyono, MT., Ph.D.

 ICCDA ke-5 telah membawa berbagai pemangku kepentingan bersama-sama untuk mengatasi tantangan di daerah pesisir dan delta, serta mempromosikan pengembangan lingkungan yang cerdas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi internasional seperti ini, diharapkan akan ada solusi yang lebih baik untuk menjaga lingkungan di area pesisir dan delta yang semakin penting di tengah perubahan iklim global

Categories
Uncategorized

Unissula Bina UMKM di Jateng

Unissula lolos program pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahun anggaran 2023. Ketua tim pengusul pada program ini yaitu Prof Dr Heru Sulistyo SE MSi. Adapun anggota tim terdiri Prof Dr Gunarto SH MH, Dr Sri Anik SE MSi, Dr Henny Pratiwi Adi ST MT dan Pungky Lela Saputri SST ME.

Program tersebut digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi. Sasarannya perguruan tinggi swasta yang memenuhi ketentutan, yaitu memperoleh capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2022 yang signifikan dan dengan tingkat kelengkapan pelaporan pada Pangkalan Data Ditjen Diktiristek minimal mencapai 95%.

Berdasarkan pemeringkatan capaian IKU tahun 2022 pada PTS yang menjadi sasaran program maka PTS dengan capaian IKU ≥ 170 dan memenuhi kelengkapan pelaporan PDDIKTI ≥ 95% dapat membina dua mitra.

Unissula memenuhi kriteria tersebut sehingga dapat membina dua mitra dengan pagu pendanaan sebesar Rp 350.000.000. Wakil Rektor II Unissula, Dedi Rusdi SE MSi Akt CA sebagai perwakilan Rektor Unissula sudah menghadiri verifikasi kelengkapan dokumen sekaligus menandatangani kontrak untuk program tersebut pada (23/10/2023).

Dedi Rusdi menyatakan dengan terselenggaranya proses penandatanganan kontrak tersebut, maka tim pengusul dapat segera melaksanakan kegiatan pembinaan pada dua mitra UMKM, yaitu Wedang Rempah Sri Katon Semarang dan Kainratu Jepara.

Kegiatan pembinaan UMKM akan berjalan pada bulan Oktober – Desember 2023. Selain pembinaan, kegiatan lain seperti pelatihan, workshop, hingga persewaan peralatan dan perlengkapan yang mendukung pembinaan UMKM juga turut dilaksanakan oleh tim pengusul.

Adanya program ini selain dapat meningkatkan kegiatan merdeka belajar kampus merdeka yang terintegrasi dengan UMKM. Program tersebut juga mewujudkan kontribusi aktif Unissula dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Salah satunya dengan peningkatan kinerja berorientasi ekspor sebagaimana judul yang diangkat oleh tim pengusul yaitu pembinaan UMKM Wedang Rempah Sri Katon dan Tenun Kainratu dalam meningkatkan kinerja berorientasi ekspor.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Harus Cakap Menangkap Peluang Bisnis

Banyak tempat pelayanan kesehatan di Indonesia yang masih kurangan tenaga apoteker. Hal ini merupakan peluang bagi mahasiswa farmasi Unissula untuk menutupi kekurangan tersebut. Hal itu diungkapkan oleh   Rosid Sudjono, Ketua PD IAI Jawa Tengah dalam pembekalan mahasiswa baru Fakultas Farmasi Unissula (19/9/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan apoteker harus memiliki enam aspek kompetensi. Kompetensi tersebut antara lain profesionalisme, mawas diri dan pengembangan diri. Dituntut komunikasi efektif, memiliki landasan ilmiah ilmu farmasi, ilmu biomedik, ilmu humaniora dan ilmu kesehatan masyarakat, juga keterampilan apoteker dan pengelolaan praktik kefarmasian.

Mahasiswa Farmasi juga bisa mempersiapkan masa depan di profesi tersebut karena banyak peluang bisnisnya. Peluang bisnis kefarmasian meliputi produksi, distribusi dan pelayananan. Dapat dilakukan dengan membuat pabrik obat, bahan obat tradisional atau kosmetik,  mendirikan apotik, juga PBF (Pedagang Besar Farmasi). Peluang lain seorang apoteker bisa menjadi ASN di Dinkes, POM, Militer, Kepolisian, BNN, dosen, peneliti.

Tantangan kedepan bagi profesi apoteker yakni aspek teknologi sehingga peranan tugas apoteker dapat tergantikan. Salah satunya pemunculan robot untuk pelayanan kefarmasian. Penggunaan robot ini untuk mengurangi kesalahan pengobatan dan meningktkan keselamatan pasien serta menurunkan biaya operasional dalam pelayanan kefarmasian. Munculnya robot apoteker akan mengurangi 20 ribu apoteker.

Dalam mempersiapkan tantangan tesebut, Rosid menjelaskan  apoteker harus memiliki kompetensi dan berperan besar dalam kemampuan klinis dalam mengelola pasien kondisi kritis dan kemudahan berkomunikasi dengan pasien.

Mahasiswa baru dituntut memiliki sepuluh bekal kesuksesan. Bekal tersebut antara lain kejujuran, kedisiplinan, mudah bergaul, dukungan, kerja keras, kecintaan kepada pekerjaan. Dituntut memiliki jiwa  kepemimpinan, semangat tinggi, hidup teratur dan kemampuan menjual ide sebagai apoteker professional dan bermartabat. Selain itu juga harus menjadi pribadi bermanfaat untuk masyarakat khususnya bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kefarmasian.

Categories
Uncategorized

Universitas Terakreditasi Internasional Banyak Diminati Mahasiswa Asing

Visi Indonesia di tahun 2045 untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata. “Kualitas masyarakat yang lebih tinggi tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang siap bersaing di tingkat internasional,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH. Hal itu du sampaikan dalam acara bimbingan teknis pengembangan program studi untuk memenuhi standar mutu internasional bagi perguruan tinggi di LLDIKTI wilayah VI, Selasa (24/10/2023).

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi X DPR RI sebagai keynote speaker mengungkap urgensi dari akreditasi internasional. “Pentingnya pengakuan internasional untuk hubungan diplomatik, kualitas dan reputasi institusi pendidikan, dan juga pengaruh global. Sehingga dibutuhkan langkah konkret yang dapat dilakukan,” ungkap Dr  Abdul Fikri Fakih.

Diantara langkah konkret tersebut menurutnya adalah kerjasama dengan masyarakat akademik atau lembaga nasional dan internasional. Kedua program-program internasional bersama universitas mitra luar negeri. Dan perancangan program pendidikan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat dunia.

Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH menyampaikan saat ini Unissula telah terakreditasi Unggul dari BAN PT dan internasional ASIC dan ABEST21. “11 program studi di Unissula telah memperoleh Akreditasi Internasional oleh ASIC dengan predikat Premier. Dan dua program studi juga telah memperoleh Akreditasi Internasional ABEST21,” ungkapnya.

Rektor juga menyebut akreditasi internasional akan menjadi lebih mudah untuk mencari mahasiswa asing. “Sekarang ada kecenderungan warga Indonesia kuliah di Malaysia, begitu sebaliknya. Banyak warga negara asing yang memilih kuliah di Indonesia yang telah terakreditasi Unggul dan terakreditasi internasional Unggul, termasuk Unissula. Di Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) itu ada 21 mahasiswa dari Malaysia, Program Magister Agama Islam ada 20, dan 2 mahasiswa yang kuliah di Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH),” ungkapnya.

Turut hadir Wakil Rektor I, II, III Unissula. Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Dr Muhammad Abdul Basyir SPd MPd. Santi Hawanti PhD Univ Muh Purwokerto, Prof Ir Pepeng Arifin PhD tim akreditasi internasional Belmawa dari  ITB.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Farmasi Unissula Tingkatkan Kompetensi Digital

Mahasiswa Farmasi Unissula didorong untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Hal itu diungkapkan oleh Dosen Fakultas Farmasi Unissula Windi Susmayanti MSc (24/10/2023). Hal itu dilakukan melalui berbagai cara salah satunya dilakukan melalui kuliah tamu menghadirkan Kepala BPPOM Semarang Apt Lintang Purba MSi pada (12/9/2023). Menurut Lintang Purba perkembangan teknologi memberikan dampak positif bagi apoteker dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan lebih efektif dan efisien.

Namun apoteker harus bisa menyesuaikan terhadap kemajuan era digital. Era digital akan memberikan banyak kemudahan namun juga tantangan sehingga membutuhkan banyak penyesuaian yakni. Pertama akan menimbulkan keterbatasan peluang pekerjaan bidang farmasi sehingga memaksa para apoteker harus memikirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Kedua, perubahan regulasi yang menuntut apoteker harus memantau dan memahami dengan baik sehingga akan terhindar dari kesalahan dalam praktik farmasi. Ketiga, perkembangan teknologi akan mempengaruhi praktik farmasi dan model bisnis Kesehatan sehingga harus menggikuti dan menggunakan secara efektif dalam praktek professional mereka.

Keempat, peran apoteker memberikan informasi dan konsultasi yang akurat lengkap mengenai penggunaan obat, efek samping terhadap masyarakat atau pasien. Tantangan tersebut menjadikan kualitas apoteker di masa depan  yang penuh harapan peningkatan kualitas pelayanan, pengelolaan manajemen obat serta hubungan dengan pasien dalam mengembangkan peran sebagai konsultan.

Lintang Purba juga memberikan gambaran solusi menghadapi tantangan tersebut. Mulai dari mahasiswa farmasi dapat belajar dan berperan sosial serta edukasi. Apoteker harus melakukan peningkatan keahlian dan kemampuan apoteker dengan mengikuti sertifikasi spesialis keahlian klinis dan bidang farmasi. Pengembangan karir dengan mengikuti pelatihan komunitas professional dan peningkayan kemampuan komunikasi agar informasi  mudah dipahami dengan jelas oleh pasien. “Selain itu, apoteker juga memberikan inovasi pada produk obat, proses dan layanan melalui teknologi”, ungkapnya.

Adanya teknologi yang semakin maju sangat bermanfaat, apoteker dapat mengunakan untuk menjaga kerahasian pasien, meningkatkan kepatuhan pemakaian obat, memudahkan layanan kesehatan. Sekarang ini sudah muncul aplikasi seperti pharmacy robot untuk mengelola stok obat dan menyelesaikan tugas administrasi. Demikian pula Medicine Reminder di Smartphone untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat sesuai dengan resep. Online prescription App digunakan pasien bisa membeli obat melalui online, dan barcode  scanner digunakan untuk mendeteksi kode obat sehingga memudahkan pengelolaan stok dan pengiriman obat

“Apoteker perlu beradaptasi dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk meninggkatkan kuliatas pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada pelanggan. Adaptasi bisa dimulai sejak menjadi mahasiswa farmasi dengan belajar dan menginovasi diri terhadap perkembangan teknologi terhadap bidang farmasi”, Pungkas Lintang Purba.

Categories
Uncategorized

Penelitian Mahasiswa Unissula Tentang Kidult Lolos PKM Nasional

Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Unissula berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023. Mereka adalah Tsania Zahrotun Nabila, Wardah Alqo’idah, dan Muhammad Firdaus Ar-raza yang dibimbing oleh dosen Fakultas Psikologi, Erni Agustina Setiowati SPsi MPsi Psikolog. Mereka meneliti masalah Kidult yang sedang viral dan alternatif penanganannya.

Kidult merupakan sebuah kondisi pada orang dewasa yang suka melakukan tindakan atau membeli barang yang ditujukan untuk anak kecil dengan tujuan untuk mengobati dan mewujudkan kebahagiaan di masa kecilnya yang belum terpenuhi. Salah satu faktor penyebab dari perilaku kidult adalah keinginan masa lalu yang belum terwujud, sehingga hal ini berkaitan dengan unfinished business atau masalah yang belum terselesaikan.

“Sekarang ini banyak orang dewasa yang bermain dengan model permainan di masa kecilnya, apalagi saat masa pandemi kemarin, banyak orang berdiam di rumah dan untuk mengatasi kebosanan, mereka kembali pada mainan masa kecilnya. Bahkan baru-baru ini permainan lato-lato kembali viral, tidak hanya anak kecil saja namun orang dewasa juga memainkannya.

Fenomena tersebut bernama kidult, kidult membawa dampak negatif, diantaranya memunculkan sifat kekanak-kanakan, ketergantungan dengan mainan di masa kecil, dan cenderung tidak memposisikan dirinya menuju masa depan, namun sebaliknya. ” jelas ketua tim Tsania Zahrotun Nabila di kampus Unissula (23/10/2023).

Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat 24 partisipan yang bergabung dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Psikologi Unissula. Penelitian telah dimulai pada bulan Juni 2023 dan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2023 ini.

“Kami menawarkan suatu metode kreatif dan inovatif untuk menurunkan perilaku kidult yaitu dengan metode forecall. Forecall merupakan kepanjangan dari ForgiveReframing, dan Recall. Metode ini dimaksudkan agar seseorang yang mengalami kidult dapat berdamai dengan masa lalunya, terkhusus unfinished business yang ada pada dirinya.” Ungkap Wardah Alqo’idah.

Ia mengharapkan hasil penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat. Selain itu juga dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah sebagai sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang psikologi.

Sebagai penutup Firdaus Ar-raza menambahkan “Sebelum melangkah ke masa depan, alangkah baiknya kita mundur sejenak, menuntaskan  segala hal yang belum terselesaikan, supaya kita dapat melaju dengan kencang ke arah masa depan yang gemilang. Seperti halnya penelitian kami, berfokus untuk memaafkan dan mengikhlaskan segala keinginan-keinginan di masa kecil yang belum terwujud dan kemudian mencari berbagai alasan positif serta mengambil hikmah dibalik kejadian tersebut.” Ujar Firdaus Ar-raza.

Categories
Uncategorized

Unissula Fasilitasi Mahasiswa Pahami Budaya Internasional

Unissula mengadakan pertukaran budaya bertajuk Online Global Cultural Exchange (OGCE). Acara tersebut diikuti 162 mahasiswa asing yang berlangsung 23-27 Oktober 2023. Peserta berasal dari Bangladesh, Brunei Darussalam, Filipina, India, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Thailand, Tiongkok, Timor Leste, dan Vietnam.

Kegiatan OGCE 2023 mengusung tema Age Consciousness and Life Milestones’ Celebration across Cultures (Kesadaran tentang usia dan perayaan pencapaian kehidupan secara lintas budaya). Tema tersebut mendukung pencapaian kompetensi interkultural yang sangat dibutuhkan mahasiswa khususnya pada era dimana semua budaya serba terkoneksi.

Kepala UPT Kerjasama Unissula Rio Luhung Pribadi menyatakan “Melalui kompetensi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu untuk saling memahami dan berkolaborasi secara global dalam menghadapi tantangan bersama di masa depan”, ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan Unissula sebagai universitas Islam kelas dunia secara rutin menyelenggarakan kegiatan internasional untuk mendukung kolaborasi antara mahasiswa unissula dengan mahasiswa asing. “Hal tersebut merupakan sebuah ikhtiar agar lulusan Unissula memiliki daya saing secara internasional. Lewat kegiatan tersebut juga diharapkan agar reputasi global dan kemanfaatan Unissula semakin dirasakan di berbagai penjuru dunia”, pungkas Rio.

Categories
Uncategorized

Unissula Peringati Hari Santri

Pesantren mahasiswa Unissula memperingati perayaan hari santri. Hal itu dilaksanakan dengan menghelat upacara yang dilaksanakan di halaman Pesantren Mahasiswa Unissula (22/10/2023). 

Hadir dalam kesempatan tersebut para santri mahasiswa Unissula, para pengurus pesantren beserta musrif dan musrifah. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Rektor III, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD. 

Dalam rangkaian upacara juga diberikan penghargaan kepada para santri teladan baik putra maupun putri.

Categories
Uncategorized

FH Unissula Rekomendasikan Restorative Justice Kasus Guru di NTB

Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang merekomendasikan penggunaan metode pendekatan restorative justice dalam penanganan kasus Akbar Sarosa yang merupakan seorang guru honorer SMK Negeri 1 Taliwang Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaporkan oleh orang tua murid atas dugaan penganiayaan dikarenakan menghukum murid yang tidak shalat.

Kejadian tersebut bermula ketika Akbar Sarosa berupaya mendisiplinkan ketiga anak murid yang tidak shalat berjamaah, sedangkan kegiatan shalat berjamaah tersebut merupakan program wajib sekolah.

Berdasarkan laporan tersebut, saat ini Akbar Sarosa berstatus sebagai tahanan kota dan tengah menjalani proses persidangan. Selain itu, keluarga korban juga mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) kepada sang guru, Akbar Sarosa.

Dosen Hukum Pidana FH Unissula Dr R Sugiharto SH MH mengatakan, dalam hal ini apa yang dilakukan sang guru bukan perbuatan melawan hukum, tetapi mengajak dalam hal shalat. ”Tugas guru mendidik, dalam kasus ini, sang guru lebih ke mendidik, tidak ada unsur pidananya. Harapan kami bahwa nanti hakim arif dan bijaksana dalam penegakan hukum yang disertai keadilan dengan cara pendekatan restorative justice,” jelasnya, Kamis (19/10/2023).

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian FH Unissula Dr Muhammad Taufiq SH MH mengatakan FH Unissula mendorong hakim dalam kasus ini menggunakan pendekatan restorative justice, sebagai win-win solution.

Dalam penerapanya, setelah pembacaan dakwaan seharusnya hakim bersifat proaktif mendorong anak/orang tua/penasihat hukum dan korban serta pihak-pihak terkait untuk mengupayakan perdamaian. Hakim mediator bertindak sebagai jembatan untuk mempersatukan dua kepentingan yang berbeda sehingga menjadi satu kepentingan yang sama.

Pemidanaan atau sanksi pidana adalah alternatif atau upaya terakhir dalam penegakan hukum. Oleh karena itu, dalam menerapkan mekanisme restorative justice seharusnya aparatur penegak hukum menggunakan penerapan asas ultimum remidium.

”Fakultas Hukum Unissula berharap kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara tersebut supaya dapat memberikan putusan menggunakan pendekatan restorative justice. Sehingga hak-hak dari para pihak dapat terpenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, rekomendasi dan dorongan penggunaan restorative justice adalah inisiatip FH Unissula.

”Sebagai instansi pendidikan yang telah terakreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan terakreditasi internasional dengan level premier (unggul) dari badan akreditasi internasional, Accreditation Service of International School, Colleges & Universities (ASIC) yang berbasis di Inggris, Fakultas Hukum Unissula berkomitmen untuk turut serta aktif mengawal persoalan hukum yang berkembang di masyarakat, terutama dalam proses penegakan hukum yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Dekan  I FH Dr Widayati SH MH, Wakil Dekan II Dr Arpangi SH MH, Ketua Prodi SI Ilmu Hukum Dr Achmad Arifulloh SH MH, Sekretaris Biro Konsultasi Hukum dan Bantuan Hukum FH Unissula Dr Muh Diaz Saktiawan, Dr Ira Alia Maerani SH MH dan lainnya