Categories
Headline Kampus

ANCAMAN ABRASI MELUAS, MAHASISWA UNISSULA TANAM MANGROVE DI DEMAK

SEMARANG (headlinetoday.id) – Mahasiswa KKN Unissula menanam Mangrove di Demak. Program ini untuk menahan abrasi yang makin meluas. Acara dilaksanakan di desa Sidorejo dan Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.

Lurah Bedono Agus Salim menyampaikan penanaman mangrove sangat penting sebagai upaya menahan abrasi yang terus terjadi. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan penanaman mangrove ini. Semoga usaha yang dilakukan dapat menjaga lingkungan khususnya dari abrasi,” ungkapnya.

Wilayah pesisir Kecamatan Sayung mengalami degradasi lingkungan yang sangat nyata. Terjadinya penurunan fungsi lahan di kawasan Kecamatan Sayung disebabkan banyak faktor. Salah satunya diakibatkan oleh abrasi pantai dan banjir rob yang mengakibatkan tergenangnya kawasan tambak dan permukiman, hingga hilangnya beberapa pemukiman di sana.

KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN

Lebih lanjut ia mengapresisi kegiatan mahasiswa KKN Unissula yang memotivasi masyarakat untuk sadar  dan peduli lingkungan. “Harapan kami selain penanaman mangrove juga ada pendampingan untuk  UMKM. Khususnya pendampingan UMKM hasil alam pesisir sebagai bentuk upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga perekonomian rakyat bisa tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu Mukhamadun, lurah Sidorejo mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan. “Dengan penanaman mangrove ini mari kita  rawat agar tumbuh dengan subur dan bermanfaat dikemudian hari. Merawat adalah kewajiban kita bersama untuk perbaikan lingkungan kita dikemudian hari,” ujarnya.

Wakil Rektor III Unissula M Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan bahwa mahasiswa KKN Unissula diharapkan mampu memberi kontribusi dan berperan aktif mencari solusi permasalahan yang dijumpai masyarakat.

Qomaruddin menjelaskan secara periodik dan berkelanjutan Unissula melepas mahasiswanya untuk melakuka  KKN di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk yang diterjunkan di Sayung Demak. “Unissula mempunyai visi bismillah membangun generasi khaira ummah. Ini sangat penting. Peran mahasiswa di masyarakat dibutuhkan untuk memberikan solusi. Kami mengucapkan terima kasih bimbingan dari desa terhadap mahasiswa kami. Semoga bermanfaat,” ujarnya.

Turut Hadir dalam penanaman mangrove tersebut Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, masyarakat Sidorejo, tim Lembaga Penelitain dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unissula serta para siswa SMA N I Sayung. (nur) editor: mridwan

Categories
Daerah Headline

GELAR UPACARA DI TENGAH BANJIR ROB, WARGA DEMAK PROTES KE PEMERINTAH

DEMAK (headlinetoday.id) Sejumlah warga di Dukuh Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, Rabu (17/0/2022). “Upacara Rakyat Pesisir” itu dihelat dalam kondisi perkampungan terendam banjir rob.

“Hari ini kami menggelar upacara bendera dengan kondisi rob,” kata Ashar, salah satu warga Timbulsloko, kepada awak media.

Ashar menjelaskan, upacara yang dilaksanakan dengan kondisi banjir rob itu adalah bentuk protes kepada pemerintah. “Selama ini kami harus bertahan hidup dengan kondisi lingkungan yang semakin mengerikan,” jelasnya.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

Dalam pelaksanaan upacara yang dihadiri ratusan warga itu, dibacakan sebuah naskah proklamasi.

Proklamasi mimpi-mimpi kami, masyarakat pesisir korban banjir rob, akibat pengrusakan lingkungan.

Kami warga Timbulsloko, Demak. Kami juga ingin hidup tenang, damai dan sehat. Segala bentuk, hal-hal dan upaya pengrusakan terhadap tempat hidup kami harus dihentikan. Kami juga berhak untuk hidup baik dan sehat.

Dengan segala kekuatan yang ada, kami menyelamatkan diri, memerdekakan diri kami dari banjir rob.

Hal-hal mengenai pemulihan lingkungan, penyelamatan kampung-kampung pesisir dari tenggelam, harus dilakukan dengan cara yang adil dan manusiawi, bukan diskriminasi dan menenggelamkan kami seperti Tol Tanggul Laut.

‘Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah, 17 Agustus 2022.

Atas nama masyarakat Timbulsloko.

SUDAH LAMA

Salah satu pendamping warga dari LBH Apik Semarang, Raden Ayu mengatakan, kerusakan lingkungan dan rob di Timbulsloko sudah berlangsung sejak lama. Namun makin parah karena masifnya perluasan wilayah Kawasan Industri dan pembangunan Tol.

“Akibat pembangunan tol Semarang Demak banjir rob makin parah.”

“Pada peringatan kemerdekaan ini, kami ingin memberikan pesan kepada sesama warga dan tuntutan kepada penguasa. Pengrusakan lingkungan pesisir melalui berbagai aktivitas pertambangan dan proyek yang menenggelamkan kampung kami harus segera dihentikan,” ujar Raden Ayu kepada wartawan.

Ia menyebut proyek seperti Tol Tanggul Laut Semarang-Demak adalah proyek diskriminasi dan membuat krisis banjir rob semakin parah.

“Ketika jalan tol masih dalam proses pembangunan saja, banjir rob sudah semakin dalam. Oleh karena itu, kami menuntut agar pembangunan tanggul laut jangan dilakukan,” imbuhhnya.

Pada kesempatan yang sama, Raden Ayu juga mengajak warga Timbulsloko untuk terus bersatu membangun wilayahnya.

“Kami menyampaikan pesan kepada seluruh warga pesisir, untuk bersatu membangun kekuatan bersama memerdekaan diri dari pengrusakan lingkungan,” pungkasnya. (gan) editor : mridwan