Categories
Headline Kriminal Nasional

AKHIRNYA FERDY SAMBO DIPECAT SECARA TIDAK HORMAT

Terbukti Melanggar Kode Etik

JAKARTA (headlinetoday.id) – Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memutuskan memberi sanksi pemecatan tidak dengan hormat terhadap mantan Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. Keputusan itu, kata Ahmad Dofiri selaku pimpinan sidang terkait dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua.

“Pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH sebagai anggota Polri atas dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yoshua,” kata Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Ahmad Dofiri di Mabes Polri, Jakarta pada Jumat (26/8/22).

Sambo dinilai terbukti melakukan pelanggaran kode etik terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Sambo juga dianggap merekayasa hingga menghalangi penyidikan kasus Brigadir Yoshua.

KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN

Menurut Ahmad Dofiri, sanksi yang dijatuhkan selain etika ada sanski adminitrasi yakni, penempatan khusus di Mako Brimob.

“Sanski bersifat etika yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan FS juga mendapat sanksi administrasi yakni penempatan khusus di Mako Brimob yang telah dijalani beberapa waktu lalu,” ujar Ahmad.

Dalam sidang ini, pihak Komisi Kode Etik Polri menghadirkan 15 saksi. Di antaranya seperti tiga tersangka pembunuhan berencana yakni, Bharada Richard Eliezer (E), Bripka Ricky Rizal (RR) dan asisten rumah tangga Kuat Maruf.

Selain itu, Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, AKBP Arif Rahman, Kombes Agus Nurpatria, dan Kombes Susanto, AKBP Ridwan Soplanit, dan AKBP Arif Rahman. Kemudian AKBP Arif Cahya, Kompol Chuk Putranto, AKP Rifaizal Samual, Brigjen Hari Nugroho dan Kombes Murbani Budi Pitono.

AKUI SALAH

Dalam sidang, Sambo mengakui seluruh keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan serta menyampaikan permohonan maaf kepada Polri. Sambo juga menyatakan akan mengajukan banding atas hasil sidang etik yang memutuskan pemecatan dirinya.

“Dengan niat yang murni dan tulus, saya ingin menyampaikan rasa bersalah dan permohonan maaf yang mendalam atas dampak yang muncul secara langsung. Saya mohon permintaan maaf saya diterima, dan saya menyatakan siap untuk menjalankan setiap konsekuensi sesuai hukum yang berlaku. Saya juga siap menerima tanggung jawab dan menanggung seluruh akibat hukum yang dilimpahkan kepada senior dan rekan-rekan yang terdampak,” ujarnya.

“Sambo akui bersalah tapi dia memutuskan banding.”

“Mohon izin Ketua KKEP bagaimana kami sampaikan dalam proses persidangan, kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan yang kami lakukan terhadap institusi Polri. Namun mohon izin sesuai dengan pasal 29 PP 7 2022 izinkan kami mengajukan banding, apa pun keputusan banding kami siap untuk laksanakan,” ujar Sambo saat membacakan tanggapan atas putusan sidang etik Polri.

Sebelumnya Sambo telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perihal pengunduran diri itu dikonfirmasi langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Ya, suratnya (pengunduran diri) ada,” kata Listyo usai rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8).

UNISSULA KAMPUS TERAKREDITASI UNGGUL


Namun, Listyo mengatakan ia belum memutuskan untuk menerima atau tidak surat pengunduran diri Sambo itu. Ia menuturkan tim tengah mempertimbangkan surat pengunduran diri Sambo berdasarkan aturan-aturan yang ada.

Dalam kesempatan lain, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri untuk menolak surat permohonan pengunduran diri Ferdy Sambo karena sidang etik terhadap dirinya masih berjalan. Menurut IPW, Irjen Ferdy Sambo semestinya dipecat sebagai anggota Polri. (fik) editor: mridwan

Categories
Headline Kampus

MAHASISWI HUKUM UNISSULA WAKIL INDONESIA PADA SIDANG PBB DI ROMA ITALIA

Mewakili Indonesia pada Sidang KTT Pangan dan Pertanian Dunia (FAO)

SEMARANG (headlinetoday.id) – Rektor Unissula melepas salah satu mahasiswi terbaiknya Siti Aisyah Amini untuk mengikuti konferensi PBB di Roma Italia, pada 31 Agustus hingga 4 September 2022. Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unissula tersebut menjadi satu satunya delegasi Indonesia dalam KTT Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Siti Aisyah yang tergabung dalam organisasi internasional pangan (IPC) akan menyuarakan beberapa isu di sektor perikanan. “Kami akan menyuarakan aspirasi anak muda Indonesia khususnya anak para nelayan. Sehingga suatu saat nanti ketika mereka ditanya tentang cita-citanya, mereka akan dengan bangga bercita-cita menjadi nelayan, dan meneruskan profesi orang tuanya,” jelasnya.

SITI SISYAH AMINI, MAHASISWI HUKUM UNISSULA WAKILI INDONESIA PADA SIDANG PBB DI ROMA ITALIA

Mahasiswa asal Madura itu juga berharap dengan hadirnya anak muda di konferensi internasional ini, PBB mulai melihat potensi dan membuat teknologi perikanan (digital fisheries).

“Melalui digital fisheries ini untuk mempersiapkan anak-anak nelayan untuk melihat bagaimana memproyeksikan teknologi masuk ke sektor perikanan dan kelautan, yang berisikan prosedur penangkapan ikan, hingga pemasarannya,” lanjutnya.

”Pada sidang FAO kali ini saya akan menyuarakan nasib anak-anak nelayan agar mereka kelak bangga menjadi anak nelayan. Saya juga akan perjuangkan agar teknologi masuk ke dunia perikanan dan kelautan.” (Siti Aisyah Amini, Mahasiswa Hukum Unissula, mewakili Indonesia pada Sidang PBB di Roma Italia)

Sebagai aktifis sektor kelautan Ia memandang bahwa sektor perikanan Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang bisa digali dan dimanfaatkan. Potensi tersebut bahkan bisa menjadi salah satu opsi bidang pekerjaan yang menjanjikan untuk masa depan generasi milenial Indonesia.

“Komitmen harus ada, teknologi harus masuk, dan keberpihakan pada nasib nelayan juga harus diimplementasikan supaya peluang tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan, bukan hanya oleh generasi saat ini, tapi juga menjadi pilihan profesi untuk generasi mendatang, saya optimistis,” ujarnya.

FAKULTAS HUKUM BANYAK PRESTASI

Sementara itu Rektor Unissula Prof Dr Gunarto, MH dalam upacara pelepasan di kampus Unissula, kemarin (25/8/22) menyatakan turut bangga salah satu mahasiswinya dipercaya dan diundang untuk mewakili Indonesia di forum PBB.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Fakultas Hukum Unissula juga bagi kita civitas akademika Unissula secara keseluruhan. Karena Unissula sukses dalam mendidik dan menciptakan kader-kader berprestasi hingga berhasil menjadi perwakilan anak muda Indonesia mengikuti sidang  internasional PBB di Italia,” ungkapnya.

PRODI DI UNISSULA BERSTANDARD INTERNASIONAL

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Bambang Tri Bawono yang mendampingi pelepasan tersebut menyebut Siti Aisyah sebagai mahasiswa yang ulet.

“Kami pimpinan Fakultas Hukum Unissula merasa sangat bangga mahasiswi kami mendapat undangan resmi untuk mengikuti konferensi PBB,” ujarnya.

Menurutnya, alhamdulillah selain Siti masih banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Unissula. “Sehingga saya kira pas bagi calon mahasiswa baru untuk memilih kuliah di Fakultas Hukum Unissula yang terbukti meraih sukses diberbagai kompetisi nasional dan internasional,” ungkapnya.

Selain mendapat akomodasi dan transportasi gratis dari PBB, Siti juga menerima apresiasi dari Universitas sebesar Rp 7.500.000 yang diserahkan oleh Rektor. Serta Rp 5.000.000 yang diserahkan oleh dekan Fakultas Hukum.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Wakil Rektor I Dr Andre Sugiyono, Wakil Rektor II Dedi Rusdi MSi, Wakil Rektor III Muhammad Qomaruddin MSc, PhD, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Dr Widayati, Wakil Dekan II Dr Arpangi, dan Kepala Prodi Magister Kenotariatan Dr Jawade Hafidz. (nur) editor: gsoewarno

Categories
Headline Kampus Politik

ANGGOTA DPR RI DARI PARTAI DEMOKRAT AS SUKAWIJAYA SERAHKAN 20 BEASISWA KIPK KE UNISSULA

Komisi X Berkomitmen Buat Program Pro Rakyat

SEMARANG (headlinetoday.id) – Anggota Komisi X DPR RI AS Sukawijaya berkunjung ke kampus Unissula Semarang. Politikus partai Demokrat itu secara simbolis menyerahkan 20 beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) ke Unissula (25/8/22).

Dalam sambutannya Ia meminta mahasiswa penerima KIPK dari usulan masyarakat tersebut untuk sungguh sungguh dalam belajar.

“Dalam kondisi ekonomi sulit pasca pandemi bisa meneruskan kuliah adalah sebuah karunia besar. Terlebih lagi kuliah dengan beasiswa yang tidak hanya dapat ilmu tapi juga diberi sangu oleh pemerintah,” ungkap tokoh yang lebih dikenal dengan sebutan Yoyok Sukawi tersebut.

“Kalau kalian kelak jadi orang sukses, jangan lupakan almamaternya.” (Anggota DPR RI AS Sukawijaya)

Yoyok juga meminta mahasiswa mengelola dana beasiswa dengan bijak. “Jadi adik-adik nanti kalau dananya sudah cair, pergunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Buat beli makan, beli buku dan keperluan kuliah yang bermanfaat jangan buat beli yang aneh-aneh,” ungkap putra mantan Walikota Semarang Sukawi Sutarip tersebut.

Ia menambahkan, tahun depan kalau aspirasi bertambah, kuotanya juga pasti akan ditambah. “Saya senang sekali datang ke Unissula karena selain kampusnya yang berkualitas juga karena kampus ini adalah almamater Bapak dan Ibu saya,” ujarnya.

UNISSULA KAMPUS TERAKREDITASI UNGGUL

Begitu juga kalian, menurut Yoyok, jika suatu hari nanti kalian berhasil menjadi orang sukses, jadi pejabat, kalau punya aspirasi hasil perjuangan jangan lupa almamater kita. “Jangan lupakan almamater orang tua kita,” pesannya.

Ia juga menekankan Komisi X DPR RI punya komitmen kuat untuk terus mengawal program program pendidikan yang pro rakyat.

“Kita semua tahu postur APBN kita yang tidak begitu sehat namun kami di Komisi X terus berusaha kuat dan berkomitmen terhadap program-program yang pro rakyat termasuk kehadiran kami di sini saat ini untuk mensukseskan program tersebut,” kata CEO PSIS Semarang itu.

Sementara itu Rektor Unissula Prof Dr Gunarto, MH dalam sambutannya mengapresiasi realisasi program tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah serta para legislatif yang telah memperjuangkan dan merealisasikan KIPK,” ujarnya.

Gunarto menambahkan, kami juga perlu sampaikan kepada para mahasiswa penerima beasiswa KIPK bahwa saudara memilih untuk kuliah di universitas yang sangat tepat. “Unissula meruapakan kampus terakreditasi unggul dan berkomitmen membangun generasi terbaik, generasi khoirul ummah,” ungkapnya. (nur ) editor : gsoewarno

Categories
Headline Kriminal Nasional

KAPOLRI SEBUT MOTIF SAMBO BUNUH BRIGADIR YOSHUA DIPICU MASALAH ASUSILA

JAKARTA (headlinetoday.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa dugaan sementara motif kasus penembakan Brigadir Yoshua yang dilakukan Ferdy Sambo terkait kesusilaan. Menurutnya, tidak ada motif lain selain kesusilaan.

Hal ini disampaikan Kapolri saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (24/8/22). “Saat ini kami sampaikan bahwa motif ini dipicu adanya laporan ibu PC terkait masalah-masalah kesusilaan,” jelas Kapolri.

Sigit mengatakan keterangan yang diterima oleh timsus Polri terkait motif dari Putri Candrawathi terkait soal kesusilaan. Lebih lanjut, ia menyebut pengakuan Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya terkait kesusilaan.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

Kapolri menegaskan tidak ada motif lain di luar isu kesusilaan. Ia menambahkan pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Putri dalam rangka mendalami motif penembakan Brigadir Yoshua.

“Mungkin bisa dapat gambaran secara jelas bahwa saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya saat PC melaporkan peristiwa yang terkait dengan masalah kesusilaan di Magelang, Jadi mungkin ini untuk menjawab isunya antara pelecehan atau perselingkuhan sedang kita dalami,” tambah mantan Kabareskrim itu.

Namun, Kapolri tak memaparkan detail peristiwa yang memicu kemarahan Ferdy Sambo. “Untuk lebih jelasnya nanti akan diungkapkan di persidangan,” tegas Sigit.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan pihaknya bakal melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi pada Jumat, (26/8). “Panggilannya hari jumat jam 10 di Bareskrim.,” kata Andi Riang saat dikonfirmasi hari ini.

MENCECAR KAPOLRI

Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengaku heran mengapa Kapolri tidak menyampaikan motif kasus pembunuhan Brigadir Yoshua ke publik. Adies menegaskan agar Kapolri membeberkan motif apa yang terjadi di Magelang.

“Apa yang terjadi di Magelang? Siapa tersangka utama? Terkait motif kami pun masih mendengar tunggu di persidangan,” pungkasnya.

Ia melanjutkan bahwa paling tidak Kapolri menjelaskan mengapa motif penembakan tidak bisa dibeberkan sekarang. “Kenapa kasus ini tunggu persidangan. Padahal kasus lain bisa dibuka. Paling tidak berilah alasan kenapa tunggu persidangan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan motif kasus ini?” kata Adies. (fik) editor: mridwan

Categories
Daerah Kriminal News Uncategorized

SANTRI NUSANTARA LAPORKAN KETUM PPP KE POLDA JATENG TERKAIT ‘AMPLOP KYAI’

Suharso sudah Minta Maaf

SEMARANG (headlinetoday.id) – Sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai Santri Nusantara turut melaporkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa ke Polda Jawa Tengah, Rabu (24/08/2022).

Pelaporan ini merupakan buntut dari pernyataannya yang menyinggung tentang ‘amplop kyai’. Santri Nusantara menganggap pernyataan itu mengandung ujaran kebencian.

“Yang bersangkutan (Suharso) dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian. Diterima oleh Polda jawa tengah dengan nomor: STPA/930/VIII/2022/Ditreskrimsus,” kata salah satu pelapor, Hidayat, kepada wartawan di Mapolda Jateng, dikutip dari Solopos, Rabu (24/08/2022).

KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN

Ia mengatakan, pernyataan Suharso yang beredar dalam sebuah video itu tidak memiliki tata krama dan sopan santun.

“Sebagai kaum santri kami memiliki beban moral ketika ada tokoh yang asal ‘bunyi’. Kami, kaum santri punya hak untuk meluruskan,” lanjut Hidayat.

Dalam laporannya, Santri Nusantara menyertakan rekaman video yang memuat ucapan Ketum PPP yang dianggap menyinggung perasaan kaum ulama.

SUDAH MINTA MAAF

Pernyataan Suharso yang dianggap menimbulkan kegaduhan itu dikatakan olehnya saat menghadiri acara Politik Cerdas Berintegritas (PCB) di Gedung ACLC KPK, Senin (15/8/2022).

Suharso menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke pesantren tertentu. Ia mengatakan, saat itu ia masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP.

Seusai melakukan kunjungan, Ia mengaku ditanya apakah meninggalkan sesuatu. Ia kemudian mendapat penjelasan bahwa jika melakukan kunjungan mesti membawa tanda mata.

“Bahkan sampai hari ini, kalau kami ketemu di sana itu, kalau enggak ada amplopnya, itu sesuatu yang hambar. This is the real problem that we are facing today,” ujar Suharso.

Terkait kejadian itu, Suharso telah meminta maaf karena telah membuat kegaduhan. Permintaan maaf itu disampaikan saat memberi sambutan di acara Sekolah Politik PPP di Bogor, Jumat (19/8/2022).

“Saya mengaku itu sebuah kesalahan, saya memohon maaf dan meminta untuk dibukakan pintu maaf seluas-luasnya,” kata Suharso.

Ia menuturkan, semestinya tidak menyampaikan ilustrasi tersebut di depan publik, sehingga menimbulkan penafsiran yang keliru.

“Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan,” kata Suharso.

Di sisi lain, ia menyesalkan tindakan pihak tertentu yang memotong pidatonya di KPK. Menurutnya, tindakan itu membuat pernyataannya berada di luar konteks dan membangun opini yang membuat gaduh. (gan) editor ; mridwan

Categories
Headline Kriminal Nasional

KAPOLRI SEBUT BHARADA E MELIHAT BRIGADIR YOSHUA BERSIMBAH DARAH DI DEPAN FERDY SAMBO

Bharada E Dijanjikan dapat SP3

JAKARTA (headlinetoday.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Bharada E mengaku melihat Brigadir Yoshua sudah terkapar bersimbah darah di depan Irjen Ferdy Sambo. Sigit menjelaskan Bharada E melihat Ferdy Sambo memegang senjata dihadapan jasad Brigadir Yoshua.

Hal ini disampaikan Kapolri saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu 24 Agustus 2022. “Saudara Richard menyampaikan bahwa melihat Almarhum Yoshua terkapar bersimbah darah. Saudara Ferdy Sambo berdiri di depan dan memegang senjata lalu diserahkan kepada Saudara Richard,” lanjut Sigit.

Mantan Kabareskrim itu melanjutkan, usai mendengar keterangan terbaru Bharada E, tim khusus Polri langsung melapor ke Kapolri. Ia pun meminta bertemu langsung dengan Bharada E setelah mendapat laporan itu. Dalam pertemuan itu, terungkap pula janji-janji Ferdy Sambo kepada Bharada E untuk mau menuruti skenarionya.

Sigit menyatakan Bharada E mengaku dijanjikan Ferdy Sambo SP3 dalam kasus penembakan Brigadir Yoshua. “Kita tanyakan, kenapa yang bersangkutan mengubah? Ternyata pada saat itu saudara Richard mendapatkan janji dari saudara Ferdy Sambo akan membantu melakukan atau memberikan SP3 (penghentian kasus) terhadap kasus yang terjadi,” kata Sigit.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

Namun pada kenyataannya, kata Sigit, janji Sambo hanya sekedar isapan jempol. Sehingga, Bharada E bersedia memberikan keterangan secara jujur. “Ternyata saat itu saudara Richard mendapatkan janji dari saudara Ferdy Sambo akan membantu melakukan atau memberikan SP3 terhadap kasus yang terjadi. Namun ternyata faktanya Richard tetap menjadi tersangka,” kata mantan Kabareskrim.
“Ini juga yang kemudian mengubah semua informasi awal dan keterangan yang diberikan saat itu. Richard minta disiapkan pengacara baru serta tidak mau dipertemukan dengan saudara Ferdy Sambo,” pungkas Kapolri.

Sebelumnya Kapolri mengaku sempat ditemui Ferdy Sambo setelah peristiwa penembahakan Brigadir Yoshua yang terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia menanyakan soal pelaku dalam peristiwa tersebut.

Sigit secara tegas mengatakan akan mengungkap kasus sesuai fakta. “Kami juga didatangi Ferdy Sambo, saat itu saya tanyakan, ”Kamu bukan pelakunya? Karena saya akan ungkap kasus ini sesuai fakta. Saya sampaikan begitu,” kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Senayan, Rabu (24/8/22). (fik) editor ; gsoewarno

Categories
Bisnis Kampus News

Guru Besar Ekonomi Unissula : “Perempuan punya Peran Besar dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif.”

SEMARANG (headlinetoday.id) – Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Cabang Persatuan Ikatan Istri Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) dalam Raker di Semarang (25/8/22).

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kaum perempuan memiliki posisi penting dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Hal ini tidak terlepas dari sifat industri kreatif yang memiliki prospek pengembangan yang menguntungkan terutama sektor rumah tangga yang tidak memerlukan dana besar,”  jelas Guru Besar Fakultas Ekonomi Unissula Prof Dr Wuryanti Koentjoro MM.  

Wuryanti menyebut peran positif perempuan dalam industri kreatif. “Peran mereka tidak hanya berdampak pada perbaikan sektor rumah tangga dan membantu penciptaan lapangan kerja secara signifikan. Mereka juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara,” pungkasnya.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

Sementara itu Ketua PIISEI Pusat Dina Wimboh Santoso menyebut PIISEI berperan mengembangkan bakat kreatif masyarakat. Hal itu dilakukan melalui penyuluhan, pendampingan dan pelatihan, pengadaan kerja lapangan tentang potensi usaha kreatif bagi ibu rumah tangga dan lain-lain.

“Kami yakin kegiatan serupa dapat dilakukan karena selama ini PIISEI telah berhasil dengan baik menjalankan berbagai program, baik di bidang pendidikan, dan kesehatan. Kita juga memberikan santunan kepada panti asuhan dan anak berkebutuhan khusus, bantuan bencana alam dan bantuan bagi kesejahteraan masyarakat desa lainnya,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan setiap tahun PIISEI berkontribusi dalam hal kesejahteraan masyarakat. “Jadi setiap tahun PIISEI selalu berkegiatan mulai dari ikut mencerdaskan bangsa seperti merenovasi sekolah, pembangunan jembatan antar desa, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti bakti sosial dimana rapat kerja dilangsungkan. Kali ini akan kita selenggarakan besok (26/8) di Desa Manggihan, Semarang,” jelasnya.

Sementara itu Atikoh Ganjar Pranowo yang hadir dalam kesempatan itu mengungkap pentingnya gotong royong dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Tentunya Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, dan sangat memerlukan bantuan ini. Karena ibu-ibu di sini pastinya sudah memiliki ketahanan keluarga yang kuat, sehingga bisa membantu kreatifitas,” ungkapnya. (nur) editor: gsoewarno

Categories
Headline Nasional Politik

MAHFUD SEBUT MAFIA HUKUM SUDAH MENGKOOPTASI PROSES PERADILAN DI INDONESIA

JAKARTA (headlinetoday.id) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut mafia peradilan kini telah berkembang menjadi mafia hukum. Menurutnya, mafia hukum sudah beroperasi sejak dalam pembuatan ketentuan UU.

Hal ini disampaikan saat seminar HUT ke-17 Komisi Yudisial pada Rabu 24/8/2022. “Mafia pengadilan itu sekarang berkembang menjadi mafia hukum. kalau sudah mafia hukum, hukum sudah dibuka sejak zaman proses pembuatannya, bukan hanya pada proses pelaksanaannya,” jelas Mahfud.

Pada kesempatan ini, Mahfud menegaskan bahwa masalah yang paling serius adalah mafia peradilan di tanah air. Sehingga penegak keadilan dapat disetir dan dikooptasi oleh pihak luar.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

“Banyak hakim yang integritasnya jatuh, sehingga pada saat itu digagas lembaga pengawas seperti di negara-negara lain. Itu yang kita ingat. Kira-kira 24 tahun lalu ketika baru dimulai reformasi,” tegas Mahfud.

Selain itu, ia mengingatkan sejarah berdirinya Komisi Yudiial (KY) kepada para peserta seminar. Ia menyebut saat berakhirnya orde baru karena reformasi, pemerintah menilai dunia peradilan harus dibenahi melalui perubahan konstitusi.

Mahfud melanjutkan Mahkamah Agung (MA) pada awal diminta membuat mekanisme pengawasan yang kuat secara internal. Namun, MA menolak dengan alasan tak mampu mengawasi hakimnya sendiri sehingga dibentuk Komisi Yudisial.

“Jadi pada waktu itu Komisi Yudisial dibentuk atas keinginan Mahkamah Agung sendiri, sehingga Mahkamah Agung harus ingat panggilan sejarah ini,” jelasnya.

AWASI INTENSIF

Lebih lanjut, Ia menilai Komisi Yudisial (KY) berperan penting dalam pengawasan hakim. Mahfud meminta agar KY bisa melakukan pengawasan perilaku hakim secara lebih intensif untuk menjaga peradilan yang bersih.

Selain itu, Ketua Kompolnas itu mendorong agar penguatan kewenangan KY dalam pengawasan hakim. Penguatan KY agar kualitas penegak hukum mampu mewujudkan kepastian hukum di Indonesia.

Seminar digelar dengan tajuk ‘Penguatan Peran Komisi Yudisial dalam Menjaga dan Menegakkan Kehormatan, Keluhuran Martabat, dan Perilaku Hakim’. Ia menganggap masyarakat perlu diajak untuk menjadi ‘mata dan telinga’ atau sistem peringatan dini jika menemukan kejanggalan maupun perilaku hakim yang menyimpang.

“Pemberdayaan perangkat ini (masyarakat) harus terus ditingkatkan dengan terus diberikan pengetahuan, penyuluhan, ataupun pembelajaran, sehingga kesadaran dan kapasitas mereka dalam ikut serta mewujudkan peradilan yang bersih dapat kita wujudkan,” tutur Mahfud. (fik/ant) editor: mridwan

Categories
Headline Kampus

ANCAMAN ABRASI MELUAS, MAHASISWA UNISSULA TANAM MANGROVE DI DEMAK

SEMARANG (headlinetoday.id) – Mahasiswa KKN Unissula menanam Mangrove di Demak. Program ini untuk menahan abrasi yang makin meluas. Acara dilaksanakan di desa Sidorejo dan Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak beberapa waktu lalu.

Lurah Bedono Agus Salim menyampaikan penanaman mangrove sangat penting sebagai upaya menahan abrasi yang terus terjadi. “Kami sangat terbantu dengan kegiatan penanaman mangrove ini. Semoga usaha yang dilakukan dapat menjaga lingkungan khususnya dari abrasi,” ungkapnya.

Wilayah pesisir Kecamatan Sayung mengalami degradasi lingkungan yang sangat nyata. Terjadinya penurunan fungsi lahan di kawasan Kecamatan Sayung disebabkan banyak faktor. Salah satunya diakibatkan oleh abrasi pantai dan banjir rob yang mengakibatkan tergenangnya kawasan tambak dan permukiman, hingga hilangnya beberapa pemukiman di sana.

KUALITAS UNISSULA SAMA DENGAN PTN

Lebih lanjut ia mengapresisi kegiatan mahasiswa KKN Unissula yang memotivasi masyarakat untuk sadar  dan peduli lingkungan. “Harapan kami selain penanaman mangrove juga ada pendampingan untuk  UMKM. Khususnya pendampingan UMKM hasil alam pesisir sebagai bentuk upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga perekonomian rakyat bisa tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu Mukhamadun, lurah Sidorejo mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan. “Dengan penanaman mangrove ini mari kita  rawat agar tumbuh dengan subur dan bermanfaat dikemudian hari. Merawat adalah kewajiban kita bersama untuk perbaikan lingkungan kita dikemudian hari,” ujarnya.

Wakil Rektor III Unissula M Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan bahwa mahasiswa KKN Unissula diharapkan mampu memberi kontribusi dan berperan aktif mencari solusi permasalahan yang dijumpai masyarakat.

Qomaruddin menjelaskan secara periodik dan berkelanjutan Unissula melepas mahasiswanya untuk melakuka  KKN di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk yang diterjunkan di Sayung Demak. “Unissula mempunyai visi bismillah membangun generasi khaira ummah. Ini sangat penting. Peran mahasiswa di masyarakat dibutuhkan untuk memberikan solusi. Kami mengucapkan terima kasih bimbingan dari desa terhadap mahasiswa kami. Semoga bermanfaat,” ujarnya.

Turut Hadir dalam penanaman mangrove tersebut Wakil Rektor II Dedi Rusdi SE MSi Akt CA, masyarakat Sidorejo, tim Lembaga Penelitain dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unissula serta para siswa SMA N I Sayung. (nur) editor: mridwan

Categories
Headline Kriminal Nasional

KOMISI III PERTANYAKAN KERAJAAN SAMBO DI MABES POLRI

Ada Kultur di Kepolisian saling Menutupi Kasus

JAKARTA (headlinetoday.id) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa secara tegas menyinggung adanya keterlibatan penasihat kapolri dalam kasus Sambo. Menurutnya, adanya diagram konsorsium 303 yang berkaitan dengan kerajaan Sambo merusak citra Polri.

“Ini sangat merusak citra dari Kepolisian kalau kasus ini sampai berlarut-larut. Bisa ini muncul diagram yang seolah-olah membalas, ini ada kayak perang di Polri, ini dipertanyakan,” tegasnya.

Senada dengan Desmond, Taufik juga menyebut diagram kerajaan Sambo yang diduga berasal dari internal Polri. “Beredar diagram macam-macam, yang kalau kita lihat bentuknya itu yang yang biasa dipakai kalau gelar perkara. Jadi timbul pertanyaan jangan-jangan muncul dari dalam. Kita ingin Polri solid, maka Kapolri sebagai masinis harus bisa jadi pemimpin satu lokomotif,” lanjut Taufik.

UNISSULA KAMPUS UNGGUL

Pada kesempatan yang lain, Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menjelaskan terkait kerajaan Sambo.

“Kita butuh penjelasan yang detail tentang kerajaan Sambo yang sangat berkuasa, seperti ada Mabes dalam Mabes,” jelas Arteria di Gedung Nusantara II.

Arteria melanjutkan bahwa isu kerajaan Sambo harus segera dijelaskan kepada masyarakat agar terang benderang. “ ini ada kaitan dengan tugas Kompolnas dalam menjelaskan ya kepada publik, apakah benar atau tidak agar semua terang benderang,” katanya.

SALING MENUTUPI

Lebih lanjut, Desmond mengaku heran terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Yoshus yang melibatkan sejumlah anggota kepolisian. Menurutnya, kasus ini terkesan diwarnai budaya saling menutupi kasus di tubuh Polri.

“Ada apa kok institusi dalam kasus ini terlibat banyak sekali, ada kesan kebiasaan saling tutup kasus per kasus, ada kesan geng-gengan,” kata Desmond dalam Rapat Komisi III bersama Kapolri, Rabu (24/8/22).

“Kerajaan Sambo di tubuh Polri harus dijelaskan ke publik.”

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III Taufik Basari juga menyebut adanya budaya saling menutupi kasus di tubuh Polri. “Pertanyaannya apakah sudah jadi kultur saling bantu membantu dalam kejahatan, kultur menutup-nutupi kasus? Bekerja sama untuk bahu membahu melakukan rekayasa ini, ini kultur yang bermasalah,” sebutnya.

Menurutnya, permasalahan dalam kasus ini adalah kultur. Taufik menegaskan kepada Kapolri agar memperbaiki kultur yang buruk ini.

“Ini menjadi pertanyaan, apakah sudah jadi kultur bahwa saling bantu-membnatu dalam kejahatan ini bisa terjadi. Ini harus diperbaiki, harus ditelaah mengapa ini bisa terjadi. Menutupi kasus, kerja sama, bahu membahu menutup kejahatan,” tegas Taufik Basari. (fik) editor: gsoewarno